• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

26 Tahap Pengolahan Data

Tahap Analisa

Tahap Kesimpulan

Ya

Tidak

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 FlowchartPenelitian

Mulai

Studi Lapangan

Studi Pustaka

Wawancaraawalkepadatenagakerjaproduksitentangkeluhansakitpadatulangbelakang (MSDs).

PembagiankuesionerNordic Body Map.

Perekamanposturkerjapadatenagakerjaproduksisaatbekerja.

Kesimpulan dan saran

Selesai Tahap Pendahuluan

Tahap Pengumpulan Data

Pemberian skor pada postur kerja tenaga kerja di setiap proses produksi dengan menggunakan metode Rula.

Menentukan level resiko MSDs pada postur kerja tenaga kerja di setiap proses produksi dengan menggunakan metode Rula.

Identifikasi Musculoskeletal Disorder (MSDs) menggunakan Nordic Body Map.

Usulan Perbaikan

Analisa hasil kuesioner Nordic Body Map.

Level Resiko Tinggi

Gambar 3.1 Flowchart Penelitian

(2)

27 3.2 Tahapan Penelitian

Berikut akan dijelaskan bagaimana proses penelitian yang akan dilakukan mulai awal sampai selesai. Tahapan penelitian ini adalah sebagai berikut :

3.3.1 TahapIdentifikasiMasalah

Tahap identifikasi masalah adalah langkah peneliti untuk dapat menduga, memperkirakan dan menguraikan apa yang sedang menja dimasalah pada perusahaan.

1) Studi lapangan

Studi lapangan adalah studi awal yang dilakukan pada objek penelitian yang bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan kondisi perusahaan, gambaran umum dari sistem yang ada di perusahaan, dan permasalahan yang terjadi diperusahaan. Studi lapangan dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.

2) Studipustaka

Tahap studi pustaka merupakan tahapan yang dilakukan untuk memperoleh teori- teori yang mendukung penelitian dan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Untuk tahapan ini dilakukan dengan membaca buku, jurnal, ilmiah maupun penelitian tugas akhir mengenai analisis penilaian postur kerja dengan menggunakan metode RULA.

3) Identifikasi perumusan masalah

Dari bebera pastudi yang telah dilakukan baik itu studi lapangan maupun studi pustaka, penelit i melakukan perumusan masalah sesuai dengan permasalahan yang ada pada perusahaan. Identifikasi masalah telah dijelaskan pada sub bab rumusan masalah di BAB I.

4) Perumusan tujuan

Tujuan adalah mengenai halapa yang akan dicapai dari penelitian ini. Dalam perumu santujuan ini, peneliti memiliki target memberi usulan posisikerjauntuk mengurangi resiko musculoskeletal disorders.

(3)

28 3.3.2 Tahap Pengumpulan Data

3.3.2.1 Pengumpulan Data

Tahap ini dilakukan untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk penelitian. Adapun data yang dibutuhkan peneliti yaitu sebagai berikut :

a) Data primer

Data primer merupakan data yang diperoleh peneliti langsung dari sumbernya tanpa adanya perantara. Adapun data primer yang dibutuhkan peneliti yaitu :

 PenyebaranQuisionerNordic Body Map

Pengumpulan data keluhan rasa sakit akibat pekerjaan yang dialami oleh pekerja dilakukan dengan pengisian Body Map Quistioner. Data Body Map Quistionerakan menunjukan perbedaan keluhan rasa sakit akibat melakukan pekerjaan yang dialami oleh pekerja bagian pengemasan.

Gambar 3.2 contohQuisionernordic body map

 Perekaman postur kerja

Pengumpulan data postur menggunakan kamera digital. Data diambil dengan merekam aktivitas tenaga kerja saat sedang melakukan proses penemasan.

(4)

29 b) Data sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung. Data sekunder bisa berupa catatan atau laporan dari arsip perusahaan. Data sekunder yang dibutuhkan oleh peneliti dalam melakukan penelitiannya diperoleh data sejarah perusahaan, organisasi dan manajemen, proses produksi dan kapasitas produksi.

3.3.3 TahapPengolahan Data

3.3.3.1 Identifikasi MSDsMenggunkan NBM

Melakukan identifikasi MSDs dengan menggunakan kuesioner NBM yang telah terkumpul dan akan dilakukan pengolahan data berupa rekapitulasi

berdasarkan hasil keluhannya.

3.3.3.2 Menentukan Penilaian Postur Kerja Dengan Metode RULA Tahap pengolahan data menggunakan metode RULA terdiri dari :

a. Skor grup A : postur tubuh grup A terdiri atas lengan atas (upper arm), lengan bawah (lower arm), pergelangan tangan (wrist) dan putaran pergelangan tangan (wrist twist). Berikutcontoh table score grup A\

b. Skor grup B : postur tubuh Grup B terdiri atas leher (neck), batang tubuh (trunk), dan kaki (legs).

c. Menentukan nilai setiap postur kerja menggunakan metode RULA ke dalam skor A dan B.

d. Menentukan grand scoredengan mengkombinasikan skor A dan skor B.

e. Menentukan action level dari postur kerja pada proses pengemasan.

Berikut contoh adalah penilaian postur kerja pengawas radiasi pertama pada saat peregistrasian dokumen yang ditunjukan pada gambar 3.3, Kholil (2014).

(5)

30 Gambar 3.3 Elemen aktivitas peregistrasian dokumen

a. Postur tubuh Grup A

 Postur tubuh bagian lengan atas membentuk sudut 500 diberikan skor 3

 Postur tubuh bagian lengan bawah membentuk sudut 1100 skornya 2

 Postur tubuh bagian pergelangan tangan sudut pergelangan tangan 400 diberi skor 3. Putaran pergelangan tangan berada di garis tengah degan skor 1.

Skor postur kerja A adalah = 4

Tabel 3.2 Skor Grup A

Upper Arm

Lower Arm

Wrist

1 2 3 4

Wrist Twist

Wrist Twist

Wrist Twist

Wrist Twist

1 2 1 2 1 2 1 2

1

1 1 2 2 2 2 3 3 3

2 2 2 2 2 3 3 3 3

3 2 3 2 3 3 3 4 4

2

1 2 2 2 3 3 3 4 4

2 2 2 2 3 3 3 4 4

3 2 3 3 3 3 4 4 5

3

1 2 3 3 3 4 4 5 5

2 2 3 3 3 4 4 5 5

3 2 3 3 4 4 4 5 5

(6)

31 4

1 3 4 4 4 4 4 5 5

2 3 4 4 4 4 4 5 5

3 3 4 4 5 5 5 6 6

5

1 5 5 5 5 5 6 6 7

2 5 6 6 6 6 7 7 7

3 6 6 6 7 7 7 7 8

6

1 7 7 7 7 7 8 8 8

2 7 8 8 8 8 9 9 9

3 9 9 9 9 9 9 9 9

 Skor aktivitas

Postur statik, satu atau lebih bagian tubuh statis/diam diberi skor 1

 Skor beban

Beban < 2 kg, berselang diberi skor 0, total skor untuk Grup A adalah 4 + 1 + 0 = 5

b. Postur tubuh Grup B

 Postur tubuh bagian leher

Leher membentuk sudut 110 diberi skor 2

 Postur tubuh bagian batang tubuh

Batang tubuh membentuk sudut 150 skor 2

 Postur tubuh bagian kaki

Kaki posisi normal dan seimbang diberi skor 1 Skor postur tubuh Grup B adalah = 2

Tabel 3.3 Skor Grup B Trunk Postur Score

Neck

Trunk Postur Score

1 2 3 4 5 6

Legs Legs Legs Legs Legs Legs

1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2

(7)

32 1 1 3 2 3 3 4 5 5 6 6 7 7

2 2 3 2 3 4 5 5 5 6 7 7 7 3 3 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 7 4 5 5 5 6 6 7 7 7 7 7 8 8 5 7 7 7 7 7 8 8 8 8 8 8 8 6 8 8 8 8 8 8 8 9 9 9 9 9

 Skor aktivitas

Postur statik, satu atau lebih bagian tubuh statis atau diam diberi skor 1

 Skor beban

Beban < 2 kg, diberi skor 0

Total skor untuk Grup B adalah 2 + 1 + 0 = 3

Untukmemperolehskorakhir (grand score), skor yang diperolehuntukposturtubuhgrup A dangrup B dikombinasikankeTabel3.4.

Tabel3.4GrandTotalScore Table Score

Group A

Score Group B

1 2 3 4 5 6 7

1 1 2 3 3 4 5 5

2 2 2 3 4 4 5 5

3 3 3 3 4 4 5 6

4 3 3 3 4 5 6 6

5 4 4 4 5 6 7 7

6 4 4 5 6 6 7 7

(8)

33

7 5 5 6 6 7 7 7

+8 5 5 6 7 7 7 7

Berdasarkan contoh skor akhir adalah 4 yang didapat dengan menggabungkan skor Grup A dan skor Grup B .

3.3.4 TahapAnalisadanPembahasan 1. Analisahasil NBM

Hasil yang didapatkansetelahmengolah data kuesioner NBM dapatdiketahuibagiantubuhmanasaja yang dikeluhkantenagakerjadan

yang berpotensimenimbulkan

MSDs.Sehinggadapatdijadikanacuandalamusulanperbaikan.

2. Menentukan level resikokerja

Setelahmengetahuiskor RULA yang

telahdihitungsmakaskordikategorikansepertipadatabelberikut : Tabel3.5KategoriTindakan RULA

KategoriTindakan Level Resiko Tindakan 1 – 2

Minimum Aman

3 – 4

Kecil Diperlukanbeberapawaktukedepan

5 – 6

Sedang Tindakandalamwaktudekat

7

Tinggi Tindakansekarangjuga

3. UsulanPerbaikan

Jikaadaposturtubuh yang memiliki level

resikosedangsampaisangattinggi.

Makaposturtubuhdianalisadandiperbaikiposturnya agar tidakmenimbulkanmasalah MSDs.

(9)

34 3.3.5 Kesimpulandan Saran

Padatahapini,

penelitiakanmenarikkesimpulanberdasarkanperhitungandenganmenggunakanmeto deRULA sebagaipenilaian terhadap postur kerja di keripik buah UD Putra Fajar.

Penelitijugaakanmemberikan saran

terkaitposturkerjaberesikomenimbulkancideraterhadapperusahaandanpenelitiselan jutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Laman-laman media di Malaysia secara umumnya terletak antara kadar risiko sederhana sehingga risiko rendah dalam kerangka yang digunakan, terutamanya dalam indikator-indikator

Tugas Akhir yang berjudul “Analisis dan Implementasi Klasifikasi Data Menggunakan Soft Decision Tree - ID3 (SDT - ID3)” ini merupakan teknik induksi pohon keputusan

Memberi pertanyaan sederhana kepada pasien tentang pengunaan obat yang diberikan menerapkan nilai dasar Komitmen mutu dengan indikator Efektif, sebelum saya

Pada tahap pendefinisian kebu- tuhan awal meliputi data yang berhu- bungan dengan perancangan sistem keha- diran dosen, tool yang digunakan untuk membuat perancangan

Mengacu pada Strategi pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tahun 2012 baik secara nasional dan maupun Propinsi Jawa Timur maka tema pembangunan Kabupaten

Proses perancangan sistem pengukuran kinerja SCM dilakukan dengan menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP)

Setelah mengetahui fitur apa saja yang akan terdapat dalam aplikasi, langkah selanjutnya adalah melakukan perancangan sistem dengan menentukan kelas- kelas apa

Hal inilah merupakan tantangan bagi Indonesia agar tetap menjaga produksi ekspornya ke Inggris, karena para pesaing pasti akan terus melakukan inovasi untuk tetap eksis