• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis serta pembahasan hasil data wawancara dan observasi yang telah peneliti laksanakan di SD Nurul Khoir Jambi bersama dengan 6 orang partisipan terkait pengambilan keputusan kepala sekolah dalam menciptakan iklim kerja dan disiplin kerja guru peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengambilan keputusan kepala sekolah dalam menciptakan iklim kerja dan disiplin kerja guru di SD Nurul Khoir Jambi sudah berjalan cukup baik. Hal ini di buktikan dengan beberapa poin di bawah ini:

a. Dalam pengambilan keputusan tentunya selalu dirapatkan agar keputusan yang ditetapkan dapat berjalan dengan maksimal dan tidak memberikan dampak negatif untuk sekolah kedepannya. Hal tersebut dibuktikan bahwah keputusan yang diambil oleh kepala sekolah dilakukan secara musyawarah sesuai dengan ketentuan yang ada, meskipun semua sudah diatur berdasarkan tupoksi guru dan staf tetapi perlu adanya komunikasi dan koordinasi agar tidak terjadi permasalahan yang menghambat tugas pokok dan fungsi di sekolah.

b. Pada lingkungan sekolah kepala sekolah mengajak seluruh warga sekolah untuk melakukan kegiatan bersama dengan asas kekeluargaan, melakukan pengontrolan di lingkungan sekolah dengan melakukan

(2)

pengarahan dan pendekatan kepada staf dan guru, melalui rapat rutin, takziah bersam, pengajian bersama, kalau sakit dijenguk dan disantuni, sharing dan lain-lain kepada guru, dan semua pihak yang terlibat di dalam lingkungan sekolah. Sehingga dengan adanya hubungan yang baik, dan harmonis antara warga sekolah guru, staf serta kepala sekolah, dapat menciptakan hubungan yang saling menghormati, dan menjalankan tugas pokok masing-masing tentu akan saling mendukung kinerja guru serta tercipta iklim kerja yang kondusif.

c. Upaya kepala sekolah dalam menerapkan disiplin kerja guru sudah optimal. Hal ini dapat dibuktikan bahwa dengan melihat daftar hadir guru serta ketegasan dari pihak yayasan dalam memberikan sanksi dalam keterlambatan dan dari pantawan langsun CCTV yang ada di beberapa ruangan untuk mengawasi proses KBM dan kegiatan guru maupun staf.

2. Tidak semua guru mampu melaksanaka program tersebut dan di tambah dengan kepala sekolah yang kurang tegas dalam menyikapi hal tersebut yakni tidak memberikna sanksi yang sesuai terhadap guru yang tidak maksimal melaksanakan program dan tata tertib sekolah, masih ada yang tidak hadir saat jadwal piket di hari itu dan keluar saat jam sekolah berlangsung

3. Solusi Kepala Sekolah dalam menyikapi hal tersebut yaitu selalu mengontrol kegiatan guru disekolah, serta menciptakan hubungan yang

(3)

baik antar kepala sekolah dan seluruh elem sekolah. Melakukan pendekatan memberi motivasi serta dukungan dan mencari solusi kepada guru dan staf jika memiliki masalah di sekolah. Menciptakan komunikasi yang terjalin antar sesame guru berjalan dengan baik, dibuktikan dengan komunikasi bisa dilaksanakan dimana saja dan kapan saja agar tidak terjadinya miskomuikasi yang akan berdampak pada proses KBM serta suasana iklim kerja dan disipilin kerja disekolah.

5.2 Saran

Berdasarkan beberapa kesimpulan yang terpapar diatas, beberapa poin saran yang peneliti sampaikan adalah sebagai berikut :

1. Kepada kepala sekolah sebagai penanggung jawab agar dapat lebih mengoptimalkan dan tegas dalam memberi sanksi kepada guru yang tidak menjalankan tugas secara optimal.

2. Kepada guru sebagai bagian dari satuan pendidikan agar lebih disiplin dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya iklim kerja guru dalam melaksanakan program sekolah. Sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan mutu sekolah serta terciptanya hubungan yang kondusif dan menyenagkan di lingkungan sekolah.

3. Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini dapat membantu pihak sekolah dan kepala sekolah agar lebih menerapkan secara optimal serta dapat menyadari tentang pentingnya pengambilan keputus untuk menciptakan suasan iklim kerja yang kondusif serta disiplin kerja guru.

(4)

Referensi

Dokumen terkait

Proses penjaminan mutu pada tingkat satuan pendidikan diimplementasikan secara berbeda-beda tergantung pada tuntutan kategori sekolah masing-masing namun, pada sekolah

Demikian kesimpulan dan saran yang dapat peneliti sampaikan selama kegiatan penelitian dalam meningkatkan ecoliteracy siswa dalam pengelolaan halaman sekolah melalui

Berdasarkan hasil analisis nilai rata-rata secara keseluruhan bagian yaitu: faktor-faktor penyebab klaim dari pihak owner, dari pihak kontraktor, dan dari luar yang telah

Refleksi tindakan yang dilakukan peneliti dalam menerapkan project dinding kreativitas untuk meningkatkan perilaku peduli kebersihan lingkungan kelas dari perilaku

Perencanan tindakan kelas yang dilakukan adalah meminta izin kepada kepala sekolah SMAK Diponegoro Blitar untuk melakukan penelitian, berkoordinasi dengan guru mata

Output Pendidikan, pengambilan keputusan kepala sekolah untuk peningkatan mutu lulusan pada mutu output pendidikan di SMK Negeri 2 Tanjung Jabung Timur Jambi,

Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan dapat meneliti tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah yang telah benar - benar menerapkan basis akrual saja berdasarkan dalam

Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Perencanaan supervisi sudah dibuat dengan baik oleh kepala SDIT Wahdatul Ummah Kota Metro Lampung yang bertujuan untuk meningkatkan profesional