• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA TENTANG PERKAWINAN, PERCERAIAN DAN JANGKA WAKTU TUNGGU BAGI SEORANG WANITA A.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA TENTANG PERKAWINAN, PERCERAIAN DAN JANGKA WAKTU TUNGGU BAGI SEORANG WANITA A."

Copied!
36
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 hal ini tidak diatur, tetapi kita dapat melihat ketentuannya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 yang merupakan peraturan

Jika dalam Undang-Undang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dikatakan bahwa gugatan cerai dapat diajukan oleh suami atau istri, mengenai gugatan cerai

Selanjutnya permasalahan yang berkenaan dengan akibat hukum terhadap pembatalan perkawinan di muat dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang

Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang

Penjelasan Pasal 3 ayat 2 (dua) Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dinyatakan bahwa pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri

Hal tersebut dituang dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan ( UU Perkawinan ) dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, pelaksanaan

Di dalam penjelasan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 56 ayat (1) tentang perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan yang dilangsungkan diluar Indonesia antara dua orang

Bahan hukum primer yang digunakan terdiri dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1