PROPOSAL
Oleh :
RIZKY SENA FACHROMI
NPM. 05 4301 0114
PROGRAM PENDIDIKAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya serta berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kepuasan Pendengar Ak tif Pr ogr am Acar a “Pr o2 Online” di RRI Pr o2 FM Surabaya.”
Maka pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Herlina Suksmawati M,Si sebagai dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, nasehat serta motivasi kepada penulis. Selain itu, penulis juga telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, baik itu berupa moril, spiritual, maupun materil. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada:
1. Bapak dan Ibu saya tercinta yang selalu mendoakan dan dorongan semangatnya.
2. Dra. Hj. Suparwati, M.Si Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN “Veteran” Jawa Timur.
3. Dra. Soemardjati, M.Si Wakil Dekan FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur yang telah memberikan banyak bantuan dan support kepada penulis.
penulisan skripsi ini.
6. Kekasihku tercinta Ulfa Ashanie atas doa serta dorongan semangat yang tak pernah berhenti dan kasih sayang yang selalu diberikan. 7. Buat temen-temen penulis, ady, ais, glewo, woho, mbak sri, mas ardi,
mbak ira, DmC family, all crew A-lot, Inkub Wariors dan semua teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu terima kasih banget buat support nya.
Penulis menyadari benar bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala bentuk saran dan kritik yang membangun nilai positif sangat dibutuhkan guna memperbaiki kekurangan yang ada.
Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua yang membutuhkan.
Surabaya, Juni 2011
BAB I
PENDAHULUAN
1
1.1
Latar Belakang
1
1.2
Perumusan Masalah
11
1.3
Tujuan Penelitian
11
1.4
Manfaat Penelitian
12
BAB II
KAJ IAN PUSTAKA
13
2.1
Landasan Teori
13
2.1.1
Komunikasi Massa
13
2.1.2
Karakteristik dan Sifat Radio Siaran
14
2.1.3
Penggolongan Jenis-jenis Acara Radio Siaran
18
2.1.4
Program Acara
“Pro2 Online”
di 95,2 RRI Pro2 FM
19
2.1.5
Pendengar Sebagai Khalayak Aktif
19
2.1.6
Radio Sebagai Pemenuh Kebutuhan Khalayak
22
2.1.7
Teori
Uses and Gratification
25
2.1.8
Gratification Sought (GS)
dan
Gratification
Obtained (GO)
28
2.2
Kerangka Berpikir
34
2.3
Hipotesis
35
BAB III METODE PENELITIAN
37
3.1
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
37
3.1.1
Kepuasan Pendengar
37
3.1.2
Pendengar Aktif
38
3.1.3
Pengukuran Variabel
39
3.2
Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel
49
3.2.1
Populasi
49
3.2.2
Sampel Penelitian
49
3.2.3
Teknik Penarikan Sampel
50
4.3
Penyajian Data dan Analisis Data
58
4.3.1
Identitas Responden
58
4.4
Kepuasan Yang diinginkan (Gratification Sought) Ketika
Mendengarkan Program Acara “
Pro2 Online
” di RRI Pro2 FM
64
4.4.1
Gratification Sought pada Motif Informasi
66
4.4.2
Gratification Sought pada Motif Identitas Pribadi
68
4.4.3
Gratification Sought pada Motif Integrasi dan Interaksi Sosial 70
4.4.4
Gratification Sought pada Motif Hiburan
72
4.5
Kepuasan Yang Diperoleh (Gratification Obtained) Setelah
Mendengar Program Acara “
Pro2 Online
” di RRI Pro2 FM
74
4.5.1
Gratification Obtained pada Motif Informasi
74
4.5.2
Gratification Obtained pada Motif Identitas Pribadi
76
4.5.3
Gratification Obtained pada
Motif Integrasi dan Interaksi Sosial
77
4.5.4
Gratification Obtained pada Motif Hiburan
79
4.6
Analisis Data & Pengujian Hipotesis
80
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
86
5.1
Kesimpulan Hasil Penelitian
86
5.2
Saran
88
DAFTAR PUSTAKA
89
LAMPIRAN
Di era globalisasi sekarang ini pelayanan menjadi suatu bagian penting dalam kehidupan manusia. Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir jasa layanan semakin mendapatkan perhatian dari kalangan dunia usaha, terutama pada industry atau perusahaan yang bergerak di bidang jasa, seperti halnya industry media massa dalam usaha memenuhi kebutuhan khalayak.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan yang diperoleh pendengar terhadap program acara pro2 online di RRI pro2 FM Surabaya, berdasarkan pada perbandingan antara kepuasan yang diharapkan (Gratification Sought) dengan kepuasan yang diperoleh (Gratification Obtained).
Inti dari pendekatan Uses and Gratification bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku khalayak, tetapi bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak. Jadi bobotnya adalah pada pendengar aktif yang sengaja menggunakan media untuk mencapai tujuan khusus. Empat motif pendengar dalam menggunakan media massa, pertama adalah motif informasi, kedua motif identitas pribadi, ketiga motif integrasi dan interaksi sosial, dan keempat adalah motif hiburan. Kepuasan pendengar terbagi menjadi dua yaitu Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO).
Pengukuran kepuasan individu dalam menggunakan media massa diukur melalui adanya kesenjangan (gap) antara GS dan GO. Ukuran terjadinya kepuasan atau tidak, berdasarkan parameter berikut : jika mean skor GS<GO maka terjadi kepuasan, jika mean skor GS=GO maka terjadi kepuasan, jika mean skor GS>GO maka tidak tercapai kepuasan.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum dan film yang dipertunjukan di gedung-gedung bioskop. Lazimnya media massa modern menunjukan seluruh sistem dimana pesan-pesan produksi dipilih, disiarkan, diterima dan ditanggapi. Komunikasi massa menyiarkan informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan media. (Effendy, 2000:79)
Kebutuhan setiap individu berbeda-beda dan didasari oleh motif tertentu. Sesuai dengan penelitian ini yang menggunakan pendekatan Uses
and Gratifications, dimana pada dasarnya masyarakat menggunakan
media berdasarkan motif motif tertentu ( Subiakto, 2003:3). Ada empat motif dalam menggunakan media yang dipakai oleh McQuail, yaitu motif informasi, motif identitas pribadi, motif interaksi sosial dan motif identitas hiburan. Berdasarkan keempat motif tersebut, maka khalayak diharapkan mendapatkan suatu kepuasan dari penggunan media. Konsep Uses and Gratifications terbagi menjadi dua, yaitu Gratification Sought (GS), dan
Gratification Obtained (GO). Gratification Sought adalah yang diharapkan
seseorang setelah mengkonsumsi media tertentu. ( Palmgreen dalam subiakto, 2000:3 )
Kebutuhan masyarakat akan informasi, pendidikan, dan hiburan membuat peran media massa tidak dapat dielakkan. Oleh karena itu, beberapa pihak mencoba untuk semakin memperbanyak pilihan media dan mengembangkannya seiring dengan perkembangan teknologi dan demi tuntutan masyarakat akan informasi. Seorang pemuda Amerika yang bernama Marc Porat, yang juga tergabung dengan The Aspen Institute
menerbitkan sebuah artikel “Global Implication of the Information
Society” pada tahun 1997. Ia mengartikan, masyarakat informasi memberi
bentuk kepada sejumlah aspek komunikasi yang sebegitu jauh lebih berhubungan secara longgar – pengetahuan, berita, kesusastraan hiburan yang semua itu dipertukarkan melalui bahan media yang bermacam – kertas, tinta, kanvas, cat, seluloid, radio, televise, dan computer.
1890-dan dunia semakin berkembang pada akhir abad ke – 19, seiring ditemukannya telegraf “tanpa kabel” yang dibawa oleh seorang berkebangsaan Italia yang bernama Gugliermo Marconi ke Amerika Serikat pada September 1899, dengan begitu orang segera melihat bahwa hadirnya listrik telah membuat kemungkinan yang nampaknya tidak terbatas. Marconi membawa perubahan teknologis dengan memanfaatkan radiasi elektromagnetik atau gelombang radio ( Fidler, 2003:132 ), disinilah cikal bakal radio yang yang kemudian menjadi media massa yang menggeser dominasi media cetak. Pada tahapan berikutnya, perkembangan teknologi memunculkan berbagai pilihan media seperti televisi, dan internet berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat akan informasi yang juga semakin meningkat.
Bagaimanapun ketika media baru diperkenalkan, maka media yang lama tidak ditinggalkan begitu saja, tetapi hidup bersama dan saling berinteraksi dengan media pendatang baru. Media dipandang harus sebagai suatu system yang selalu berubah terus menerus, dimana berbagai unsur memainkan yang lebih besar atau lebih kecil ( Briggs & Burke, 2006:6 ).
Rooger Fidler dalam Mediamorfosis memahami media baru menyatakan :
tekanan persaingan dan politik, serta berbagai inovasi social dan teknologi” ( 2003:25 )
Sejak kemunculan media televisi yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat, pendengar radio memasuki tahap kemerosotan yang membuat beberapa analisis meramalkan kematian total media tersebut. Namun kenyataannya tidak demikian karena radio merupakan media yang tepat untuk menggambarkan mediamorfosis. Radio merupakan media auditif (hanya bisa didengar), tetapi murah, merakyat, dan bisa dibawa atau didengarkan dimana-mana. Radio berfungsi sebagai media ekspresi, komunikasi, infomasi, pendidikan dan hiburan. Radio memiliki kekuatan terbesar sebagai media imajinasi, sebab sebagai media yang buta, radio menstimulasi begitu banyak suara, dan berupaya menvisualisasikan suara penyiar ataupun informasi faktual melalui telinga pendengarnya, (Masduki, 2001:9)
tahu peristiwa dan berita yang sama, gagasan politik yang sama, deklarasi, atau ancaman yang sama. Jika pengetahuan merupakan kekuatan, radio memberikan kepada kita segalanya tanpa peduli apakah kita berotoritas atau tidak. Selain itu radio juga harus memiliki program siaran yang dapat menarik perhatian pendengarnya, baik dari kalangan muda ataupun tua. Pendengar yang berbicara di telepon, mobil radio, di pinggiran kota, semua adalah contoh kesegaran radio. Suara bagi radio sama halnya seperti gambar-gambar pada televisi yang dipancarkan ke seluruh dunia, membawa berbagai peristiwa di berbagai tempat.
Radio dengan keterbatasannya jika dibandingkan dengan televisi, karena sifatnya yang auditif dan tidak terdokumentasikan mapu menyuguhkan transformasi media mainstream. Memberikan perubahan dari media konvensional menjadi media kontemporer melalui salah satu konsep mediamorfosis yaitu, konvergensi dengan media baru dan berusaha menciptakan terobosan konsep penyiaran baru. Sehingga bisa dikatakan bahwa pemilihan penggunaan media oleh individu dikatakan berguna apabila kebutuhan individu itu dapat dipenuhi oleh media yang dipilihnya.
kebutuhan akan informasi. Setiap stasiun radio mempunyai daya tarik tersendiri.
Dari sekian banyak program acara radio yang aktif siar, peneliti tertarik untuk meneliti kepuasan pendengar aktif dari program acara
“Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2 FM. Program yang berlangsung setiap
hari pukul 21.00 – 24.00 BBWI tersebut merupakan suatu program acara dengan format curhat tentang permasalahan yang dihadapi sehari-hari oleh pendengar via sms dan telepon. Acara tersebut mempunyai tiga session
menceritakan permasalahannya itu merasa puas dengan tanggapan dan saran dari penyiar dan juga dari pendengar lain yang ikut memberi saran dan tanggapan. Mengingat segmentasi RRI PRO2 adalah usia 16-28 tahun, dengan SES ( Strata Economic Status ) A, AB, dan B ( tingkat ekonomi menengah keatas ) juga menjadi perhatian peneliti. Karena pada usia dan tingkat ekonomi tersebut, seseorang dapat dikatakan sudah dewasa. Dimana dalam kehidupannya juga lebih serius dan lebih kompleks dalam menghadapi permasalahannya.
Penelitian ini berkaitan dengan motif pendengar aktif RRI PRO2 dalam mendengarkan program acara “Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2. Motif informasi adalah untuk mengetahui permasalahan dikehidupan sehari-hari yang sedang dihadapi oleh pendengar RRI PRO2, untuk mengetahui info terkini seputar event atau produk terbaru yang disajikan melalui adlibs yang dibacakan oleh penyiar, adanya kebutuhaan akan saran dan tanggapan terhadap permasalajan yang sedang dialami oleh pendengar RRI PRO2, untuk mengetahui lagu-lagu terbaru yang dimainkan di RRI PRO2, untuk mengetahui solusi dari sebuah permasalahan hidup.
seseorang atau cara berpikir seseorang. Untuk menemukan penunjang nilai-nilai pribadi, dan mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain. Untuk mencari perasaan lega/puas setelah menceritakan permasalahan pada media.
Sedangkan untuk motif integrasi dan interaksi sosial yaitu, dengan mendengarkan program “Pro2 Online” di RRI PRO2 pendengar akan mendapatkan suatu bahan pembicaraan yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan teman rekan kerja maupun anggota keluarga, memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain dan meningkatkan empati sosial, untuk memperoleh refrensi sehingga dapat memberikan solusi terhadap permasalahan hidup yang dialami oleh orang-orang sekitar.
Untuk motif hiburan yaitu pendengar membutuhkan suatu program radio yang dapat menghibur dan dapat melepaskan ketegangan dari permasalahan ataupun rutinitas sehari-hari, untuk mengisi waktu luang, penyaluran emosi, dan memperoleh kenyamanan jiwa serta estetis.
Penelitian ini dilakukan untuk memahami sejauh mana kepuasan yang diperoleh ( gratification obtained ) pendengar aktif acara “Pro2
Online” 95,2 RRI PRO2. Kepuasan tersebut dapat dilihat melalui
dipengaruhi oleh motif atau kebutuhan informasi.
Pengguna media hanyalah salah satu cara untuk dapat memenuhi kebutuhannya dan apabila kebutuhan itu tercapai atau terpenuhi, maka kepuasan merupakan efek selanjutnya.( Rahmat,1995:65 )
Pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha untuk mencari sumber media yang paling baik dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Manusia memiliki otonomi, wewenang untuk memperlakukan media. ( Nurdin, 2004:181 ).
Peneliti juga tertarik karena program acara “Pro2 Online”di RRI PRO2 mengalami perubahan yang signifikan pada respon dari pendengar aktif RRI PRO2 setelah merubah format pada program tersebut. Pada format lama acara ini lebih mengutamakan untuk memainkan lagu-lagu cinta daripada mengundang pendengar untuk berpartisipasi dengan sms atau telepon untuk bercurhat tentang masalah hidup yang dialami. Karena ketika itu jumlah sms yang masuk selama tiga jam hanya sekitar 12 sms. Namun pada format yang baru, penyiar lebih banyak membaca sms yang masuk dari pendengar yang ingin curhat daripada memutar lagu-lagu cinta. Perubahan tersebut berdampak pada jumlah sms yang masuk ke line
untuk mengetahui seberapa puas pendengar terhadap program acara “Pro2 Online” setelah diubah dengan konsep yang baru. Selain itu, peneliti memilih program acara “Pro2 Online” di RRI PRO2 karena secara teknis pelaksanaannya, program acara ini lebih interaktif jika dibandingkan dengan acara curhat di radio swasta yang lain yang segmentasinya serupa.
Persaingan yang ketat tidak hanya terjadi antar media yang ada, namun antar radio pun memiliki persaingan yang ketat. Hal ini ditempuh masing-masing radio dengan cara menyiarkan program-program yang atraktif dan menarik demi mendapat respon pendengar, di mana hal inilah yang memang menjadi tujuan suatu perusahaan radio. Persaingan inilah yang membuat radio-radio yang ada biasanya membuat program dengan format yang hampir sama untuk menyaingi radio lain.
Dari berbagai uraian berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan dapat dirumuskan yaitu :
Apakah terdapat kepuasan yang diperoleh pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di RRI PRO2, yang kemudian dirumuskan sebagai berikut :
1. Adakah kepuasan pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2 pada motif informasi?
2. Adakah kepuasan pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2 pada motif identitas pribadi?
3. Adakah kepuasan pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2 pada motif integrasi social?
4. Adakah kepuasan pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2 pada motif hiburan?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui kepuasan yang diperoleh pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di RRI PRO2, yang kemudian bertujuan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah ada kepuasan pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di RRI PRO2 pada motif informasi?
acara “Pro2 Online” di RRI PRO2 pada motif integrasi social? 4. Untuk mengetahui apakah ada kepuasan pendengar aktif program
acara “Pro2 Online” di RRI PRO2 pada motif hiburan?
1.4 Manfaat Penelitian a) Secara Teoritis
Memberikan sumbangsih ilmu komunikasi mengenai penelitian
Uses and Gratification khususnya tentang kepuasan pendengar aktif
program acara “Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2 menggunakan
Gratification Sought dan Gratification Obtained. Sehingga berguna untuk
menguji sebagai acuan dalam penerapan teori komunikasi. b) Secara Praktis
• Memberikan kontribusi masukan atau pertimbangan bagi pihak 95,2 RRI PRO2 dalam memandang dan menganalisa pendengarnya.
2.1 Landasan Teor i 2.1.1 Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak sesaat ( Rahmat, 1004 : 87 ). Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, dalam hal ini media massa modern yang terdiri dari surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film ( Efendy, 1990 : 1 ).
Komunikasi massa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Komunikasi melembaga
Komunikasi yang melancarkan komunikasi massa tidaklah bertindak atas nama pribadi, melainkan bertindak atas nama lembaga / organisasi.
2. Pesan bersifat umum
Pesan yang dikomunikasikan ditujukan kepada khalayak umum dan mengenai kepentingan umum.
3. Media menimbulkan Keserempakan
4. Komunikasi bersifat heterogen
Khalayak media massa mempunyai perbedaan satu sama lain. Perbedaannya antara lain adalah jenis kelamin, usia, agama, pekerjaan, hobi, pendidikan, pengalaman, kebudayaan, ideologi, cita-cita, pandangan hidup, dan sebagainya.
5. Proses berlangsungnya satu arah
Proses komunikasi tidak menimbulkan umpan balik, kalaupun itu terjadi berlangsungnya secara tertunda, itupun tanggapan satu atau dua orang saja.
2.1.2 Kar akter istik dan Sifat Radio Siaran
Menurut Effendy ( 1990 ), radio mendapat julukan sebagai kekuasaan kelima atau the fifth estate setelah pers yang dianggap sebagai kekuassan keempat. Walaupun televisi mempunyai sifat auditif dan visual ( dapat dilihat dan didengar ), dan mempunyai kelebihan dibandingkan dengan radio namun televisi tidak pernah mendapat julukan the sixth estate. Hal ini dikarenakan tiga faktor yaitu:
1. Radio Siaran bersifat langsung
ditengah-tengah acara siaran apa saja. Hal ini sangat efisien apabila dibandingkan dengan media lain seperti media cetak ( surat kabar, majalah ) dan media lainnya.
2. Radio siaran menembus jarak dan rintangan
Dalam penyampaian pesan, radio tidak mengenal jarak, dan rintang maupun waktu.bagaimanapun jaraknya tempat yang dituju, dengan radio siaran dapat dicapai.
3. Radio Siaran mengandung daya tarik
Daya tarik kuat yang dimiliki disebabkan karena sifatnya yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya, yaitu:
a. Musik
Tulang punggung siaran adalah musik, orang mendengarkan pesawat radio bertujuan untuk menikmati musik, karena musik adalah hiburan. Pada setiap acara radio, selalu dihiasi oleh musik sebagai selingan. b. Kata – kata
Penggunaan kata-kata sangat penting dalam radio karena pengiriman pesan melalui radio sifatnya sekilas dengar ( sekali dengar ) dan tidak diulangi lagi, selain itu kata-kata yang diucapkan oleh penyiar hendaknya disesuaikan dengan kriteria pendengar yang bertujuan menimbulkan kesan seperti sedang berdialog atau bercakap-cakap. c. Efek suara
melangkah, sedang berlari berarti menunjukkan waktu misalnya, suara jangkrik di malam hari atau juga menunjukkan lokasi atau setting
misalnya, telpon di kantor dan sebagainya.
Menurut Romli ( 2004 : 23 – 24 ) menyebabkan sembilan keuungulan radio sebagai berikut:
1. Cepat dan langsung, informasi yang disampaikan di radio sangat cepat karena reporter radio dapat secara langsung melaporkan suatu peristiwa hanya melalui telepon.
2. Murah, pendengar tidak ditarik biaya apapun untuk mendengarkan siaran radio jika ingin mendapatkan informasi.
3. Akrab, radio dapat didengar seorang diri, yang membuat kekraban antara pendengar dan penyiar.
4. Dekat, pembicaraannya langsung menyentuh aspek pribadi.
5. Fleksibilitas, artinya sangat mudah dibawa pergi dan menjadi teman diberbagai kesempatan dan suasana.
6. Hangat, paduan kata yang diucapkan penyiar menimbulkan kehangatan bagi pendengar, yang kadang berfikir bahwa penyiar adalah teman bagi pendengar.
7. Sederhana, radio tidak rumit, tidak banyak pernik.
9. Tanpa batas, siaran radio menembus batas geografis, demografis, tanpa batas.
Menurut effendi ( 1990 : 82 ) dalam rangka memproduksi siaran, perlu diperhatikan sifat-sifat radio siaran seperti yang teruraikan sebagai berikut:
1. Auditori
Sifat radio siaran adalah auditori, untuk didengar, maka isi siaran yang sampai di telinga pendengar hanya sepintas lalu saja. Lain dengan surat kabar dan majalah yang dapat dibaca, diperoleh, ditelaah berulang kali. Pendengar yang tidak mengerti sesuatu uraian radio siaran tidak mungkin meminta kepada penyiar untuk mengulanginya sekali lagi.
2. Mengandung gangguan
Setiap komunikasi dengan menggunakan saluran bahasa dan bersifat massal akan menghadapi dua faktor gangguan. Gangguan yang pertama adalah “semantic noise factor” dan yang kedua adalah ”channel noise factor”. Memang radio bukan media yang sempurna, komunikasi melalui radio siaran tidak akan sesempurna seperti komunikasi antara dua orang yang berhadapan. Kalau tidak bersifat alamiah, maka gangguan itu bersifat teknis.
3. Akrab
ini tidak dimiliki oleh media lainnya kecuali ( televisi ). Seseorang yang ingin mendengarkan ceramah di suatu tempat harus pergi meninggalkan rumah. Ia bersama sejumlah banyak orang lainnya duduk melihat dan mendengarkan dengan jarak jauh. Tidak demikian dengan radio, pendengar bersama penceramah atau juru bicara bersama-sama berada di dalam rumah, mereka seolah-olah teman akrab.
2.1.3 Penggolongan jenis – jenis Acar a Radio Siar an
Menurut Effendy ( 1990 : 17 ), ada berbagai macam jenis acara yang diberikan oleh radio siaran, yaitu:
1. Siaran Pemberitaan dan Penerangan
Siaran pemberitaan ini misalnya seperti warta berita, reportase langsung dari jalan, penerangan umum ( pengumuman-pengumuman dari pemerintah ).
2. Siaran Pendidikan
Siaran pendidikan adalah siaran untuk anak-anak, siaran pedesaan tentang bibit unggul, siaran yang bersifat siraman agama misalnya kuliah subuh, pengetahuan umum, dan lain-lain.
3. Siaran Kebudayaan
4. Siaran Hiburan
Siaran hiburan misalnya siaran musik dari daerah, musik Indonesia, musik barat dan hiburan ringan seperti ludruk atau drama. 5. Siaran Lain-lain
Iklan radio termasuk dalam siaran lain-lain seperti pembukaan atau penutup siaran.
2.1.4 Pr ogr am Acar a “Pro2 Online” di 95,2 RRI PRO2 FM
Program acara “Pro2 Online” adalah salah satu program reguler yang sudah cukup lama di RRI PRO2 FM. Program acara ini disiarkan setiap hari pukul 21.00 – 24.00. Format dari program acara ini adalah curhat via sms dan telepon. Pendengar tidak hanya bisa curhat pada penyiar saja, namun juga dapat memberikan tanggapan dan saran terhadap curhat dari pendengar lain yang diangkat menjadi topik. Program acara ini juga memainkan lagu-lagu cinta dan beberapa lagu slow-middle (lambat-sedang) yang cocok bagi para pendengar yang sedang istirahat ataupun sedang bercengkrama dengan rekan-rekannya.
Dengan durasi acara 3 jam, program acara “Pro2 Online” dibagi menjadi beberapa session yang diantaranya :
1. SMS Request : Request lagu-lagu soft.
2.Ruang Hati : Ajang buat cerita atau curhat tentang apa pun sesuai topik.
2.1.5 Pendengar Sebagai Khalayak Aktif
Pada proses komunikasi terjadi proses penyampaian pesan dari komunikator kepada pihak tertentu yaitu komunikan, dan dalam media massa disebut khalayak. Menurut Nasution ( 1998 : 20 ), penerima adalah mereka yang menjadi khalayak dari media massa yang bersangkutan, dimana khalayak tersebut bersifat meluas, heterogen dan anonim. Dengan adanya heterogenitas tersebut menyebabkan komunikator kesulitan menyampaikan pesan melalui media massa, karena setiap individu ingin agar keinginannya terpenuhi.
Khalayak aktif juga dapat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menjadi pendengar, pemirsa dan bebagai komponen isinya. McQuail ( 1996 : 84 ) juga menyatakan bahwa khalayak media mempunyai jumlah yang sangat besar, heterogen, menyebar, dan anonim serta memiliki kelemahan dalam ikatan organisai sosial, sehingga tidak konsisten dan komposisinya dapat berubah cepat.
Dengan perbedaan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, serta tingkat pengalaman pendengar radio, menjadikan mereka sebagai sasaran komunikasi massa melalui media massa. Dalam hal ini media massa yang dimaksud adalah media radio. Komunikasi yang dilakukan oleh media tersebut dikatakan efektif, jika mengerti, tergerak hatinya dan melakukan aktifitas apa yang diinginkan oleh pembicara ( Effendi, 1990 : 84 ).
Romli ( 2004 : 26 ) menjelaskan bahwa pendengar radio memiliki karakteristik tersendiri dengan sifat-sifatnya sebagai berikut:
diberbagai tempat yang berlainan. Disamping itu, perbedaan pendengar juga meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan,
frame of reference dan field of experience.
2. Pribadi, karena pendengar bersifat heterogen, maka pesan yang disampaikan akan dimengerti bila sifatnya pribadi atau personal sesuai dengan situasi dimana pendengar berada.
3. Aktif, pendengar radio itu aktif terutama bila mereka menemukan sesuatu yang menarik dari sebuah materi siaran sebuah stasiun radio, maka mereka akan aktif berfikir dan melakukan interpretasi.
4. Selektif, pendengar dapat memilih acara radio dengan leluasa sesuai dengan program acara yang diminati. Banyaknya stasiun radio yang dengan acaranya masing-masing saling berlomba untuk memikat perhatian pendengar dengan menyajikan materi siaran yang bermutu dan berkualitas.
Pernyataan dari Frank Biocca dalam Littlejohn ( 1999 : 337 ) yang berkaitan dengan keefektifan pendengar radio sebagai khalayak media dapat dijadikan acuan dalam penelitian ini :
“The active audience implied by the theories of this genre : the first is
selectivity. Active audience are considered to be selective in the media, they
are choose to use. The second, characteristic is utilarialism. Active audience
are said to use media, to meet particular needs and goals. The third
characteristic is intentionality, which implies the purposeful use to media
activelly attending, thingking about, andusing the media. Finally, active
audience are believed to be improvisious to influence, or not very easily
persuaded by the media alone”
( Khalayak media dapat dikatakan aktif jika pertama, memiliki selektivitas dalam memilih media yang digunakan. Kedua, menggunakan media jika memenuhi kebutuhan dan tujuan tertentu. Ketiga, mengimplikasikan pada tujuan penggunaan dan isi media. Keempat, terlihat secara aktif untuk mengikuti, berfikir tentang isi pesan dan media. Kelima, khalayak yang aktif yakin bahwa mereka sulit untuk dipengaruhi atau tidak mudah dibujuk hanya untuk media ).
Jadi yang dimaksud dengan pendengar aktif adalah khalayak yang menjadi sasaran komunikasi. Media massa dalam hal ini radio siaran dengan melakukan interpretasi terhadap isi pesan media dan memiliki keterlibatan secara aktif untuk mengikuti atau merespon acara-acara yang ada dalam radio siaran. Dengan kata lain, dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pendengar aktif adalah individu yang pernah melakukan umpan balik berupa respon dalam bentuk curhat, maupun komentar akan suatu permasalahan yang kemudian dibahas.
2.1.6 Radio Sebagai Pemenuh Kebutuhan Khalayak
Bila pada tahun 1987 baru ada 622 buah stasiun radio, terdiri dari 187 milik pemerintah dan 435 stasiun radio swasta. Tahun 1989, jumlah stasiun radio telah mencapai 692 buah, terdiri dari 187 milik pemerintah dan 505 milik swasta. Sedangkan pada 1992 telah berkembang hingga mencapai 735 buah stasiun. Radio, dengan 187 milik pemerintah dan 548 stasiun swasta. Catatan ini memperlihatkan dalam lima tahun saja telah tumbuh 113 stasiun radio swasta baru. Pada tahun 1994, jumlah radio swasta melebihi 600 buah, itu berarti kompetisi antara radio semakin ketat. Walaupun persaingan antar radio swasta sangat ketat namun radio tetap menjadi media massa yang murah, fleksibel, aktual dan dapat didengar sambil melakukan aktifitas yang lain. Sehingga media radio cocok bagi masyarakat yang sibuk ( Cahyono & Suyanto 1996 : 139 ). Jumlah stasiun radio di Jawa Timur sendiri pada tahun 2002 adalah 42 buah yang meliputi wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan ( Gerbangkertasusila ) serta ditambah Pasuruan, Tuban, dan Bojonegoro ( sumber data PRSSNI tahun 2002 ).
Radio memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan media lain. Milton mengatakan, radio memiliki kekuatan untuk memilah-milah khalayaknya dalam segmen-segmen yang kecil, dalam segmen kelompok, usia, keanggotaan keluarga, perolehan pendapatan maupun pendidikan ( Ishadi, 1999 : 141 ).
Dengan paket program yang menarik, radio dapat memenuhi kebutuhan khalayak. Dimana isi media sesuai dengan apa yang diinginkan oleh khalayak ; dapat diasumsikan bahwa khalayak dalam menggunakan radio dan memilih pesan bukanlah hal yang kebetulan atau dipengaruhi oleh faktor eksternal, namun suatu perilaku yang didukung oleh motif tertentu. Adanya pernyataan bahwa radio radio dapat memenuhi sejumlah kebutuhan khalayak, berawal dari asumsi teori Uses
and Gratification yang menyatakan bahwa pada dasarnya setiap individu
memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan inilah yang akhirnya memunculkan motif menggunakan media massa khususnya dalam hal ini adalah radio.
Khalayak mempunyai berbagai kebutuhan yang dapat dipuaskan oleh media massa dan pengkonsumsian media hanya untuk memuaskan kebutuhan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari ( McQuail dan Windhl, 1993 : 134 ). Misalnya bila kita sedang sendiri, maka media dapat menjadi teman bagi seseorang. Bila seseorang membutuhkan suatu informasi, maka media juga dapat menjadi media belajar. Bila perasaan kita sedang tidak baik, maka media juga dapat menjadi hiburan. Steven H Coffee dalam Rakhmat ( 1998 : 222 ) mengungkapkan bahwa media massa mampu menghilangkan perasaan yang tidak enak dan mampu menumbuhkan perasaan tertentu pada diri individu. Namun, pada saat yang sama, kebutuhan tersebut dapat dipuaskan oleh sumber lain selain media ( teman, orang tua, hobi, dan dari komunikasi antar pribadi ).
konsumsi media massa tertentu, sehingga khalayak beranggapan bahwa media massa berfungsi sebagai alat pemuas kebutuhan yang bisa diperoleh oleh khalayak. McQuail ( 1996 : 72 ) berpendapat bahwa ada empat tipologi fungsi media massa bagi individu, yaitu sebagai : 1. Identitas pribadi, 2. Informasi, 3. Hiburan, 4. Integrasi dan interaksi sosial.
Walaupun media massa berharap untuk selalu dapat memenuhi seluruh kebutuhan khalayaknya, namun pada kenyataannya tidak ada satupun yang dapat memenuhi harapan tersebut. Sama halnya dengan radio, yang merupakan salah satu media elektronik yang bersifat auditif, dimana hanya dapat didengar saja, dan mempunyai fungsi sebagai sarana hiburan, penerangan, dan pendidikan ( Effendi, 1992 : 5 ). Fungsi tersebut digunakan oleh individu sebagai sarana untuk mendapatkan kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan mereka. Sarana pemuas tersebut diperoleh melalui jenis isi pesan yang ditampilkan, dalam hal ini adalah acara yang disiarkan radio. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa dengan mendengarkan radio setiap individu dapat memperoleh kepuasan setelah mendengarkan acara tertentu. Dalam hal ini yang dimaksud adalah program acara
“Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
2.1.7 Teor i Uses and Gratifications
memenuhi motif khalayak. Apabila motif tersebut terpenuhi maka kebutuhan khalayak juga akan terpenuhi. Pada akhirnya, media yang mampu memenuhi kebutuhan khalayak disebut media yang efektif ( Kriyantono, 2007 : 204 ).
Pendekatan Uses and Gratifications muncul akibat ketidak puasan para peneliti terhadap penelitian-penelitian sebelumnya yang gagal membuktikan bahwa khalayak langsung dapat dipengaruhi oleh media massa ( mcQuail 1993 : 133 ).
Model Uses and Gratification menurut Elihu Katz ( 1956 ) menunjukkan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilaku khalayak, tetapi bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak. Jadi, bobotnya adalah pada khalayak aktif yang sengaja menggunakan media untuk mencapai tujuan khusus (Effendi, 1993: 289 ).
Beberapa asumsi dasar dari pendekatan Uses and Gratifications menurut Eluhu Katz, Gurevitch, dan Haas ( 1973 ), Rosegren dan Windhl dalam Hapsari ( 2002 : 28 ) adalah sebagai berikut:
1. Khalayak itu aktif.
2. Banyak pengguna media dipersepsi memiliki tujuan.
3. Media massa harus bersaing dengan sumber lainnya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan.
4. Pemilihan media berkaitan dengan inisiatif khalayak dan sifat kebutuhannya.
6. Isi media sendiri tidak dapat digunakan untuk memprediksi pola-pola gratifikasi secara tepat karena,
7. Struktur media memiliki tingkat karakteristik sendiri-sendiri yang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan waktu yang berbeda, karena
8. Gratifications Obtained dapat diperoleh dari isi media tereksposure di
dalamnya atau terjadi dalam situasi sosial.
Menurut Rosegren dan Windhl, penelitian Uses and Gratifications ini biasanya dinyatakan secara tidak langsung sebagai pendekatan fungsional. Kerangka analisa Uses and Gratifications bertujuan untuk melihat mengapa khalayak menggunakan media tertentu dan kepuasan apa yang ingin diperoleh dari media tertentu. Menurut Merton ( 1968 : 76 ), di dalam suatu masyarakat selalu ada bermacam-macam tuntutan dan tersedianya sesuatu yang mempunyai fungsi yang dapat memuaskan tuntutan khalayak tersebut, sedangkan pemuasan kebutuhan itu merupakan tujuan atau konsekuensi dari aktifitas.
Setiap manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan dasar dan khalayak dapat secara aktif memilih media massa untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga dapat menimbulkan kepuasan dari penggunaan media tersebut. Khalayak mempunyai berbagai kebutuhan yang dapat dipuaskan dan dengan menggunakan media, berharap dapat terpenuhi sebagian kebutuhannya. Katz, Gurevitch dan Haas mendefinisikan jenis kebutuhan dalam kaitannya dengan penggunaan media adalah sebagai berikut:
Kebutuhan berkaitan dengan peneguhan informasi, pengetahuan, dan pemahaman atas lingkungan.
2. Affective needs (kebutuhan afeksi)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman yang estetis, menyenangkan dan emosional.
3. Personal integrative needs (kebutuhan sosial secara integratif)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas dan status individual.
4. Social integrative needs (kebutuhan sosial secara integratif)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kontak antar anggota keluarga, teman dan dunia.
5. Escapist needs (kebutuhan pelepasan)
Kebutuhan yang berkaitan dengan upaya menghindarkan tekanan, ketegangan dan hasrat akan keanekaragaman.
2.1.8 Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO)
Dalam Uses and Gratifications terdapat enam kategori penelitian utama yang dapat dijadikan sebagai bidang-bidang penelitian, yaitu (Subiakto, 1995 : 20):
1. Gratification media yang berasal dari latar belakang sosial dan
psikologi.
2. Pendekatan nilai-nilai yang diharapkan. 3. Kegiatan khalayak.
4. Gratification Sought dan Gratification Obtained.
5. Gratifikasi dan konsumsi media. 6. Gratifikasi dan efek media.
Dalam penelitian ini, bidang yang akan dipergunakan adalah Gratification Sought dan Gratification Obtained. Gratification Sought adalah kepuasan yang diharapkan, diinginkan, atau dicari oleh individu ketika mengkonsumsi suatu jenis media tertentu ( radio, televisi, dan koran ). Gratification Sought adalah motif yang mendorong seseorang dalam mengkonsumsi media. Sedangkan Gratification
Obtained adalah kepuasan nyata yang diperoleh seseorang setelah ia
mengkonsumsi suatu jenis media tertentu ( Kriyantono, 2007 : 206 ).
Menurut McQuail ( 2000 : 72 ), motif seseorang dalam menggunakan media adalah:
1. Motif Informasi ( Surveillance )
a. Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan terdekat, masyarakat, dan dunia.
b. Mencari bimbingan menyangkut masalah cinta, maksudnya adalah individu melakukan interaksi dalam hal ini pada program acara
“Pro2 Online” di RRI Pro2 FM, maka bisa dikatakan individu tersebut mencari bimbingan yang dibutuhkan dalam hal ini adalah mengatasi permasalahan cinta seperti bagaimana menjalin hubungan, mempertahankan hubungan, serta mengatasi masalah cinta dengan pasangan.
c. Belajar, pendidikan diri sendiri. Maksudnya dengan individu berinteraksi maka secara otomatis individu tersebut belajar akan dirinya sendiri.
d. Memuaskan rasa ingin tahu akan suatu informasi tentang permasalahan cinta yang dialami oleh pendengar lain, referensi sikap dan solusi dalam menyelesaikan permasalahan cinta.
e. Mencari tambahan pengetahuan yang aktual seperti info terkini seputar event / produk terbaru dan juga lagu-lagu cinta yang diputar.
2. Motif Identitas Pribadi (Personal Identity)
a. Menemukan dan meniru model perilaku yang berkaitan dengan tindakan atau mode tertentu, misalnya bagaimana seseorang harus bersikap, berperilaku, dan berfikir dalam menyelesaikan permasalahan cinta.
b. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri. Maksudnya dengan individu berinteraksi, secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan yang ada pada diri sendiri, baik kemampuan berfikir dalam memberi pendapat maupun kemampuan menyelesaikan masalah.
c. Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi. Maksudnya, dengan seseorang berinteraksi maka individu tersebut dapat menemukan nilai pribadi yang mendukung hidupnya seperti rasa puas setelah menceritakan permasalan cintanya.
d. Mengidentifikasi diri dengan nilai-nilai lain. Maksudnya, dengan individu berinteraksi khususnya melalui siaran radio, individu dapat mengidentifikasi dirinya dengan nilai-nilai lain dalam masyarakat.
3. Motif Integrasi dan Interaksi Sosial (Personal Relationship)
a. Memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain dan meningkatkan empati sosial. Maksudnya, dengan mendapatkan informasi akan suatu hal, maka kita juga akan mendapatkan informasi tentang seseorang yang berkaitan dengan berita yang didapat. Misal informasi tentang seorang wanita yang diputuskan hubungannya oleh pasangannya hanya karena terlihat dibonceng oleh teman lelakinya. Secara otomatis kita akan mendapatkan informasi keadaan orang lain yang menjadi korban.
b. Menemukan bahan pembicaraan dan interaksi sosial.
c. Membantu menjalankan peran sosial, maksudnya dengan individu melakukan interaksi, secara tidak disadari dapat menjalankan peran sosial.
4. Motif Hiburan (Diversi)
Yaitu motif yang meliputi kebutuhan akan pelepasan diri dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan, yaitu meliputi :
a. Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan yang secara psikologis, seorang individu membutuhkan penyelesaian.
b. Bersantai dan mengisi waktu luang.
d. Memperoleh kenikmatan jiwa dan estetis. Maksudnya dengan mendengarkan suatu program siaran radio dapat memperoleh kenikmatan jiwa sesuai dengan yang diinginkan.
Gratification Sought sangat berkaitan dengan expentacy value theory yang
menyatakan bahwa Gratification Sought terbentuk dari believe dan evaluations.
Setiap individu menentukan sendiri kepuasan yang dicari dari media dan juga ditentukan melalui perilaku individu terhadap media. Sedangkan perilaku terhadap media ditentukan oleh kepercayaan dan evaluasi individu terhadap media, berdasarkan pengalaman dengan media sebelumnya.
Walaupun ide dari expancy value dapat digunakan sebagai dasar dari mekanisme Uses and Gratification, yang menjelaskan tentang konsep
Gratifications Sought and Gratification Obtained terdapat faktor penting lainnya yang menjadi pertimbangan, hal ini dikarenakan Uses and Gratifications bukanlah proses komunikasi linier yang sederhana. Banyak faktor, baik personal maupun eksternal yang menentukan kepercayaan dan evaluasi seseorang. Littlejohn dalam Kriyantono ( 2007 : 207 ) mengatakan bahwa kepercayaan orang tentang isi media dapat dipengaruhi oleh :
1. Budaya dan Institusi seseorang, termasuk media itu sendiri. 2. Keadaan-keadaan sosial seperti ketersediaan media.
3. Variabel-variabel psikologis tertentu, seperti introvert-extrovert dan dogmatisme.
Dalam konsep ini terdapat kesenjangan antara konsep motif yang mendasari individu dalam mengkonsumsi media (Gratification Sought) denga terpenuhinya motif individu tersebut (Gratification Obtained). Jika Gratification Obtained
lebih besar daripada Gratification Sought maka dapat dilihat bahwa situasi kepuasan audience sangat tinggi dan berharap untuk menemukan rating tinggi dan aspirasi serta perhatian. Perhatian ( McQuail & Windhl, 1993 : 137 ). Perilaku konsumsi khalayak terhadap media dapat mempengaruhi bertambah atau berkurangnya kesenjangan antara nilai Gratification Sought dan Gratification Obtained.
2.2 Ker angka Berpikir
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan Uses and Gratifications yang berfungsi untuk mengukur tingkat kepuasan khalayak dalam hal ini pendengar “Pro2 Online”. Kepuasan pendengar diukur dengan dua konsep yaitu, Gratification Sought (GS), adalah kepuasan yang diharapkan. Kepuasan yang dimaksud adalah sebelum mendengarkan acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM dan Gratification Obtained (GO), yaitu kepuasan yang diperoleh setelah mendengarkan acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
Jika antara kepuasan yang diharapkan (GS) tidak sesuai dengan yang didapatkan (GO), maka akan terjadi kesenjangan. Artinya, program acara “Pro2
Online” di RRI Pro2 FM belum dapat memberikan kepuasan, dalam hal ini belum
terpenuhinya kebutuhan individu terhadap penggunaan media. Sebaliknya jika kepuasan yang diperoleh lebih dari yang diharapkan, juga akan terjadi kesenjangan. Artinya, program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM dapat memberikan kepuasan bagi pendengarnya khususnya pendengar aktif.
[image:41.612.103.513.335.649.2]Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada kerangka berpikir pada gambar 1 berikut ini :
Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikir Pendengar Motif menggunakan media : Surveillance Personal Identity Personal Relationship Diversi Mendengarkan acara
“Siaran Malam
Sendirian” di RRI Pro2 : - Curhat
- Memberikan saran dan tanggapan
Kebutuhan individu dalam penggunaan media :
a. Kognitif b. Afektif
c. Integratif Personal d. Integrasi Sosial
e. Melepaskan ketegangan
Kepuasan pendengar aktif (pendekatan teori Uses and Gratifications)
2.3 Hipotesis
Berdasarkan latar belakang permasalahan, maka hipotesis dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Terdapat kepuasan pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM pada motif pencarian informasi.
2. Terdapat kepuasan pendengar aktif progam acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM pada motif identitas pribadi.
3. Terdapat kepuasan pendengar aktif progam acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM pada motif integrasi dan interaksi sosial.
3.1 Definisi oper a sional dan pengukur an var iabel
Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian survey dengan analisis deskripsi yang bertujuan untuk menggambarkan kepuasan pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM. Kepuasan diukur berdasarkan kesenjangan kepuasan antara Gratifications Sought (GS) dengan Gratifications Obtained (GO) setelah mendengar program acara
“Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
Gratifications Sought adalah kepuasan yang dicari atau diinginkan
ketika menggunakan jenis media tertentu. Maksudnya pendengar dapat dengan aktif memilih media tertentu, yaitu didasari motif pemenuhan beberapa kebutuhan yang ingin dipenuhi.
3.1.1Kepuasan Pendengar
Konsep kepuasan kebutuhan khalayak dibagi menjadi dua, yaitu
Gratifications Sought (GS) dengan Gratifications Obtained (GO). Kepuasan
khalayak terhadap penggunaan media diukur berdasarkan kesenjangan antar kepuasan yang diharapkan (GS) dan kepuasan yang diperoleh (GO).
Gratifications Sought adalah alasan-alasan yang ditimbulkan dari
sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai individu dari suatu obyek tertentu, yang mendorong seseorang melakukan aktivitas menggunakan suatu media yang berkaitan dengan keinginan untuk mencari kepuasan pada kebutuhannya.
Menurut Rubin dan Rubin (1959) yang menyatakan bahwa penggunaan media massa yang mereka gunakan berdasarkan alasan tertentu (Tubbs, 1996 : 221). Dengan kata lain, individu akan memilih atau tidak suatu media tertentu dipengaruhi oleh sebab – sebab tertentu yaitu didasari motif pemenuhan kebutuhan.
Gratifications Obtained adalah sejumlah kepuasan nyata yang
diperoleh seseorang atas terpenuhinya kebutuhan- kebutuhan tertentu setelah menggunakan media. Yang dimaksud dengan kepuasan setelah mendengarkan acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
3.1.2Pendengar Aktif
diartikan langsung mereka dalam acara on-air program acara di RRI Pro2 FM. Keikutsertaan yang dimaksud adalah hubungan umpan balik pendengar dengan RRI Pro2 FM.
Pendengar aktif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendengar aktif program acara “Pro2 Online”, yaitu pendengar yang pernah mengikuti atau berpartisipasi melakukan umpan balik dalam program acara
“Pro2 Online” melalui line sms.
Dengan demikian pendengar aktif yang dipilih oleh peneliti sebagai unit analisis dalam penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Pendengar yang melakukan umpan balik (ikut berpartisipasi) pada program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
2. Berdomisili di wilayah kota Surabaya. Karena target segmen dari RRI Pro2 FM adalah pendengar yang berada di wilayah Surabaya.
3.1.3Pengukuran Va r iabel
hubungan sebab akibat. Dengan kata lain dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang Independent.
Menurut Mc Quail, blummer dan brown dalam McQuail (1996 :70), pada dasarnya indikator untuk mengukur Gratification Sought dan
Gratification Obtained adalah sama, yaitu berupa kategori motif individu dalam hal ini pendengar aktif yang mendengar acar siaran informasi dan hiburan di radio, menggunakan kategori pengkonsumsian media adalah sebagai berikut :
1. Motif Informasi (Surveillance)
a. Untuk mengetahui informasi apa saja yang dibacakan penyiar saat jeda menunggu line telepon dari pendengar yang ingin bergabung.
b. Untuk mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh pendengar RRI Pro2 FM.
c. Untuk mengetahui lagu-lagu terbaru yang diputar. d. Untuk mengetahui solusi dari sebuah permasalahan.
f. Untuk memperoleh materi atau sebagai bahan ajar bagi pendengar itu sendiri. Maksudnya, dengan individu berinteraksi, maka secara otomatis individu tersebut belajar akan dirinya sendiri.
g. Menambah referensi tentang permasalahan cinta dan solusi pemecahannya.
2. Motif Identitas Pribadi
Yaitu motif yang mendorong individu menggunakan isi media massa untuk memperkuat dan menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan atau situasi khalayak sendiri, meliputi :
a. Dapat menemukan contoh perilaku yang dijadikan pedoman bagaimana harus bersikap, berperilaku, dan berfikir dalam menyelesaikan masalah cinta.
b. Mendapatkan solusi tentang permasalahan cinta dari penyiar maupun pendengar yang lain. Yang dapat diterapkan pada kehidupan pribadi.
c. Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri. Maksudnya dengan individu berinteraksi, secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan yang ada pada diri sendiri, baik kemampuan berfikir dalam memberikan pendapat maupun kemampuan menyelesaikan masalah.
radio, individu dapat mengidentifikasikan dirinya dengan nilai – nilai dalam masyarakat.
e. Mencari perasaan lega / puas setelah permasalahan pada media. Maksudnya dengan mencurahkan permasalahan cinta kepada orang lain (dalam hal ini program acara “Pro2 Online”) dapat menimbulkan perasaan lega, puas dan membuat perasaan seorang individu menjadi lebih tenang dan nyaman.
3. Motif Integrasi dan Interaksi Sosial (Personal Relationship)
Motif ini berkaitan dengan dorongan individu untuk berhubungan dengan orang lain atau suatu nilai tertentu, dan mempertahankan nilai- nilai sosial. Motif ini juga mendorong individu menggunakan media massa untuk melangsungkan hubungannya dengan orang lain meliputi :
c. Menemukan bahan pembicaraan dengan pasangan.
d. Untuk memperoleh refrensi sehingga dapat memberikan solusi terhadap permasalahan cinta yang dialami oleh orang-orang disekitar.
4. Motif hiburan :
yaitu motif yang meliputi kebutuhan akan perlepasan diri dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan, meliputi:
a. Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan yang secara psikologis individu membutuhkan penyelsaian.
b. Bersantai mengisi waktu luang (bisa berpartisipasi memberikan tanggapan, saran, maupun solusi bagi pendengar yang masalahnya diangkat menjadi topik)
c. Penyaluran emosi, maksudnya dengan berinteraksi dan mendapatkan hiburan maka secara otomatis dapat menyalurkan emosi seseorang.
d. Memperoleh kenyamanan jiwa dan estensis. Maksudnya dengan seseorang mendengarkan sesuatu program siaran di radio dapat memperoleh kenyamanan jiwa sesuai dengan apa yang diinginkan (ketika mengikuti curhat, memberi saran dan mendengarkan lagu-lagu cinta)
dapat dipenuhi setelah mendengarkan program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
Sedangkan untuk mengukur GO indikatornya sama dengan indikator untuk mengukur GS. Untuk kesenjangan kepuasan (discrepancy gratifications) adalah perbedaan kepuasan yang terjadi antara skor GS dan skor GO dalam mengkonsumsi suatu acara tertentu. Kesenjangan kepuasan ini diukur dengan melihat jawaban-jawaban yang diberikan oleh responden mengenai GS dan GO indikator terjadinya kesenjangan kepuasan atau tidak adalah sebagai berikut:
1. Jika mean skor Gratification Obtained lebih besar mean skor Gratification sought (mean skor GO > mean skor GS), maka tidak terjadi kesenjangan kepuasan karena kebutuham yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan kata lain maka acara tersebut memuaskan khalayak.
2. Jika mean skor Gratification Obtained sama dengan mean Gratification south (mean skor GO = mean skor GS), maka terjadi kesenjangan kepuasan karena jumlah kebutuhan yang diinginkan seluruhnya terpenuhi.
kesenjangan yang terjadi, maka semakin memuaskan acara tersebut bagi khalayaknya.
Untuk mengukur kategori – kategori yang terdapat pada GS dan GO diukur melalui pemberian skor dengan menggunakan modifikasi model skala Likert (skala sikap), yang meniadakan jawaban di tengah- tengah. Metode ii merupakan metode pengskalaan pernyataan sikap dengan menggunakan skala distribusi respon sebagai dasar penentuan skalanya. Untuk melakukan peng-skalaan, responden diberi daftar peryataan mengenai motif dan setiap pernyataan akan disediakan jawaban yang harus dipilih oleh responden untuk menyatakan kesetujuan dan ketidakstujuannya. Pilihan jawaban masing- masing pertanyaan digolongkan dalam lima kategori, yaitu “Sangat Tidak Setuju” (STS), “ Tidak Setuju” (ST), “Setuju” (S), dan “Sangat Setuju” (SS). Digunakan empat kategori karena agar hasil yang didapat lebih jelas dan lebih akurat, dengan, meniadakan alternatif jawaban ragu –ragu. Menurut Hadi Sutrisno (1986 : 20) alasannya adalah sebagai berikut :
a. Kategori undicided, memiliki arti ganda. Bisa diartikan belum dapat memberikan jawaban netral dan ragu- ragu, kategori jawaban yang memiliki arti ganda instrumen.
b. Tersedianya jawaban di tengah menimbulkan multiple interpretable ini tidak diharapkan dalam kecenderungan jawaban ke tengah (central
tendency effect) terutama bagi mereka yang ragu–ragu akan
c. Disediakan jawaban di tengah akan menghilangkan banyaknya data penelitian, sehingga mengurangi banyaknya informasi yang dapat dijaring responden.
Scoring dilakukan dengan cara menentukan skor dari tiap item dari tiap kusioner tersebut untuk masing-masing individu. Selanjutnya hasil yang diperoleh akan diinterpretasikan. Adapun tiap –tiap item pada masing – masing kategori jawaban yang terdapat pada Gratification Sought (GS) dan
Gratification Obtain (GO) diberi skor sebagai berikut :
a. Sangat Setuju (SS) mendapat skor : 4
b. Setuju (S) mendapat skor : 3
c. Tidak Setuju (TS) mendapat skor : 2 d. Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat skor : 1
Interval : skor tertinggi - skor terendah Jenjang yang diinginkan
Maka, perhitungan range pada motif informasi adalah sebagai berikut : Interval : 3 7 28− = 7
Interval : 7
Rendah = 7 – 13
Sedang = 14 – 20
Tinggi = 21 – 28
Perhitungan range untuk motif identitas pribadi adalah sebagai berikut :
Interval : 3
5 20−
= 5
Rendah = 5 – 9
Sedang = 10 – 14
Tinggi = 15 – 20
Perhitungan range untuk motif integrasi dan interaksi sosial adalah sebagai berikut : Interval : 3 4 16− = 4
Interval : 4
Rendah = 4 – 7
Sedang = 8 – 11
Perhitungan range untuk motif hiburan adalah sebagai berikut :
Interval : 3
4 16−
= 4
Interval : 4
Rendah = 4 – 7
Sedang = 8 – 11
Tinggi = 12 – 16
Sedangkan indikator untuk mengukur terjadinya kepuasan atau tidak, dapat dilihat dari penjelasan sebagai berikut :
1. Jika mean skor GO lebih besar dari mean skor GS (GO > GS), maka terjadi perbedaan kepuasan karena kebutuhan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan, dengan kata lain mendapat kepuasan.
2. Jika means skor GO sama dengan skor GS (GO = GS), maka tidak terjadi perbedaan kepuasan karena kebutuhan yang diinginkan sepenuhnya terpenuhi, sehingga mendapat kepuasan.
Kemudian jika tidak diketahui skor dan tingkat interval dari tiap – tiap kategori (kepuasan yang diharapkan dan kepuasan yang diperoleh). Maka hasil yang diperoleh akan diinterpretasikan dan dianalisis.
3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Penar ikan Sampel 3.2.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah pendengar atau individu yang mendengarkan RRI Pro2 FM. Populasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, populasi sampling dan populasi sasaran (Singarimbun 1995 : 152). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi sasaran adalah individu atau pendengar aktif RRI Pro2 FM. Dan untuk pendengar aktif “Pro2 Online”
di RRI Pro2 FM sendiri yang tercatat selama bulan Mei 2011 sebanyak 1.100 pendengar.
3.2.2 Sampel Penelitian
3.2.3 Tek nik Penar ikan Sampel
Teknik penarikan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling, yaitu pendengar yang ditemui peneliti (ikut berinteraksi dalam line sms atau telepon).
Adapun kriteria pendengar aktif yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah :
1. Pendengar aktif yang mengirimkan sms atau telepon langsung pada acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
2. Pendengar aktif yang permasalahannya ditanggapi langsung oleh penyiar atau pendengar yang lain.
Peneliti memilih teknik Simple Random Sampling karena pendengar aktif program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM begitu banyak dan bukan hanya orang tertentu. Selain itu peneliti juga tidak mengetahui alamat responden, sehingga sulit untuk melakukan pengambilan data yang dibutuhkan oleh peneliti.
Responden yang dijadikan sample berjumlah 1.100 orang yang memenuhi kedua kriteria diatas yang dilakukan selama bulan Mei 2011. Berdasarkan jumlah ini dilakukan dengan rumus Yamane sebagai berikut :
Rumus Yamane n =
1 2 .d + N
N
n =
Keterangan :
n = Jumlah Sampel Penelitian N = Jumlah Populasi
d = Presisi 0,1 (Derajat Ketelitian)
Untuk mempermudah perhitungan untuk analisis data nantinya, hasil perhitungan diatas akan dibulatkan menjadi 100, sehingga sampel penelitian ini akan berjumlah 100 orang.
3.2.4 Tek nik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, cara pengumpulan data diperoleh melalui sumber–sumber, yaitu :
a) Data Primer
Data diperoleh melalui daftar pertanyaan dan pertanyaan berstruktur kepada responden yang berisi daftar pertanyaan semi terbuka dan pertanyaan tertutup.
b) Data Sekunder
3.2.5 Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dimana hasil pengujian akan menunjukkan ada atau tidaknya hubungan tanpa mempersoalkan apakah variabel yang satu dapat menyebabkan variabel yang lain. Jadi variabel disini tidak terdapat adanya variabel bebas atau terikat seperti hubungan sebab akibat. Dengan kata lain dalam penelitian terdapat dua variabel yang independent.
Analisis data yang digunakan data penelitian ini adalah menggunakan uji-t (t-test). Pertimbangan peneliti menggunakan rumus statistik adalah karena uji-t berfungsi untuk uji perbandingan, uji korelasional, dan uji estimasi secara statistik. Untuk uji perbandingan (komparasi), uji-t berfungsi untuk membandingkan beda mean sebenarnya atau yang diperoleh dengan beda mean yang diharapkan. Dengan kata lain uji-t digunakan untuk memperoleh perbandingan rata-rata antara dua variabel yang diteliti dalam satu kelompok sampel (Sumanto, 2002 : 218) Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap-tahap berikut :
1. Masing-masing variabel yaitu variabel Gratification Sought dan
Gratification Obtained dijumlah berdasarkan skor-skor yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga diperoleh masing-masing skor
Gratification Sought (GS)dan Gratification Obtained (GO).
t = + − + + − 2 N 1 1 N 1 2 2 N 1 N 2 SS 1 SS 2 M 1 M
Dimana : MI = Rata-rata gratifications sought (kelompok1) M2 = Rata-rata gratification obtained (kelompok2)
M (Mean)
) sampel ( individu Jumlah kelompok tiap dari total skor
SS1 =
∑
(
∑
)
1 12 1 2
N X
X
SS2 =
∑
(
∑
)
2 2
2 2 2
N X X
Dimana : SS1 = Jumlah kuadrat kelompok 1 SS2 = Jumlah kuadrat kelompok 2 N1 = Jumlah sampel kelompok 1
3. Selama nilai t diketahui, maka untuk menentukan apakah nilai t
memiliki signifikasi perbedaan atau tidak secara statistik diantara skor variabel-variabelnya, nilai t disesuaikan dengan tabel t-distribusi dengan level signifikasi (a) sebesar 0,05
Menurut Sutrisno Hadi (1986:261), suatu perbedaan itu bukan hanya disebabkan oleh kesalahan sampingan
4.1 Gambar an Umum RRI Pr o2 FM
RRI adalah satu-satunya radio yang menyandang nama negara, siarannya ditujukan untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat diseluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.RRI yang berdiri 24 hari setelah kemerdekaan Republik Indonesia yaitu 11 September 1945, mempunyai peran besar dalam perjuangan kemerdekaan dan dalam perjalanan negeri ini, pendiri RRI adalah bapak-bapak dan Ibu-Ibu Pendiri Bangsa.
Setelah selama 32 tahun RRI menjadi corong pemerintah, maka berdasar UU No.32 tahun 2002, RRI berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik yang bersifat independen, netral dan tidak bersifat komersial yang tugasnya adalah memberikan pelayanan siaran informasi, pelestarian budaya, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial dan menjaga citra positif bangsa di dunia Internasional.
merupakan salah satu programma yang melayani para kawula muda untuk mencari informasi atau sekedar mencari hiburan. Dari sekian banyaknya radio swasta yang sedang berkembang saat ini, RRI Pro2 FM mampu bersaing karena RRI Pro2 bisa lebih fokus dalam menarik minat para pendengar yang segmentasinya mulai dari remaja hingga eksekutif muda yang kisaran tahunnya mulai dari umur 17-30 tahun atau yang biasa lebih dikenal dengan Mitra Pro2.
Karena RRI pro2 FM sendiri menyiarkan program-program acara yang khusus disiarkan untuk para kawula muda. Maka dari itu dengan channel 95.2 FM, RRI Pro2 harus bisa menyajikan program-program yang sesuai dengan segmentasi pendengarnya sehingga para pemuda-pemudi di Surabaya bisa mendapatkan informasi sekaligus hiburan terkini mulai jam5 pagi hingga jam12 malam. Dan untuk bisa lebih memuaskan target pendengar utama RRI pro2 FM yang keseluruhannya adalah remaja, maka radio ini harus bisa lebih up to date
dalam memberikan informasi dan hiburan sesuai dengan kesukaan para remaja saat ini.
Dari semua usaha yang dilakukan demi untuk memuaskan pendengarnya, maka dari itu RRI Pro2 FM mempunyai visi dan misi sebagai berikut :
a. Visi RRI pro2 FM
3. Memberikan pelayananan informasi pendidikan, dan hiburan kepada seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia khususnya para pemuda.
4. Mendukung terwujudnya kerjasama dan saling pengertian dengan negara-negara sahabat khususnya dari dunia internasional pada umumnya.
5. Ikut mencerdaskan bangsa dan mendorong terjadinya masyarakat informasi.
6. Meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis dan berkeadilan serta menjunjung tinggi
supremasi hukum dan HAM.
7. Merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Dari visi dan misi tersebut, RRI Pro2 FM dapat menjadi radio sebagai top
of mind untuk masyarakat Surabaya, yang artinya RRI Pro2 FM merupakan radio
berjiwa muda yang berwawasan, serta memiliki gaya hidup yang casual.
4.2 Pr ogr am Acar a “Pro2 Online” di RRI Pr o2 FM
4.3 Penyajian Data dan Analisis Data
Dibawah ini merupakan data responden melalui pengisian lembar kuisioner yang diperoleh dari peneliti dari seluruh sampel. Setelah diisi kemudian ditabulasi, sehingga data yang diperoleh akan ditampilkan dan diinterpretasikan dalam tabel frekuensi beserta keterangan data dan analisis data. Adapun data – data yang disajikan yaitu identitas responden, meliputi : jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Tabel kepuasan yang diinginkan ( Gratification Sought ) pada motif informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi, serta hiburan tentang program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM. Kepuasan yang diperoleh (Gratification Obtained) pada motif informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi, serta hiburan tentang program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM.
4.3.1 Identitas Responden а J enis Kelamin
1 Laki – laki 40 40
2 Perempuan 60 60
Jumlah 100 100
Sumber : kuisioner identitas responden 1.4
Dari hasil data yang diperoleh melalui proses penyebaran kuisioner diketahui jumlah responden yang mendengarkan program acara “Pro2 Online” di RRI Pro2 FM didominasi oleh perempuan yang