• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN IPS SD KELAS TINGGI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDIDIKAN IPS SD KELAS TINGGI."

Copied!
113
0
0

Teks penuh

I. Karakteristik, Peristiwa, Fakta, Konsep dan Generalisasi Ilmu-Ilmu Sosial dalam Kurikulum IPS SD

Bagian ini membahas karakteristik pembelajaran IPS di kelas tinggi SD (kelas 4, 5, dan 6), menekankan pada proses pembelajaran yang logis dan sistematis untuk memahami konsep dan generalisasi. Dijelaskan berbagai metode mengajar yang relevan, seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi, bermain peran, pemecahan masalah, karya wisata, penugasan, proyek, studi kasus, dan observasi. Tabel yang menunjukkan hubungan antara metode mengajar dan kemampuan yang dicapai siswa disajikan. Pembelajaran menekankan pendekatan konstruktivisme, di mana siswa aktif mencari, menemukan, dan menyimpulkan sendiri. Bagian ini juga membahas pengembangan sikap ilmiah pada siswa melalui argumentasi, rasa ingin tahu, dan kejujuran. Contoh kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik ini, seperti mendeskripsikan aturan keluarga, membandingkan kelompok sosial, menafsirkan peninggalan sejarah, dan memahami sejarah kebangkitan nasional, juga diberikan. Secara keseluruhan, bab ini menggarisbawahi pentingnya aktivitas siswa, pemecahan masalah, dan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran IPS kelas tinggi SD.

1.1 Karakteristik Pembelajaran IPS SD Kelas Tinggi

Pembelajaran IPS di kelas tinggi SD berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir logis dan sistematis siswa melalui pemahaman konsep dan generalisasi. Berbagai metode mengajar, termasuk metode yang lebih kompleks seperti simulasi, pemecahan masalah, dan studi kasus, diperkenalkan dan diintegrasikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pentingnya pendekatan konstruktivisme, di mana siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran melalui penemuan dan penyimpulan, juga ditekankan. Selain itu, pengembangan sikap ilmiah siswa melalui kegiatan seperti argumentasi, penyelidikan, dan pemecahan masalah, merupakan bagian integral dari pembelajaran IPS kelas tinggi.

1.2 Peristiwa

Peristiwa didefinisikan sebagai kejadian yang pernah terjadi, baik alamiah maupun insaniah. Bagian ini menekankan pentingnya pembuktian kebenaran peristiwa untuk menjadikannya fakta. Contoh pertanyaan yang dapat diajukan kepada siswa SD untuk mengidentifikasi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari diberikan, bertujuan untuk memperkenalkan konsep peristiwa secara sederhana dan relevan dengan pengalaman siswa.

1.3 Fakta

Fakta dijelaskan sebagai sesuatu yang telah diketahui atau terjadi benar, yang dapat dibuktikan secara empiris. Pentingnya fakta dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial, khususnya sebagai dasar pembentukan konsep dan generalisasi, dijelaskan. Contoh fakta sederhana yang dapat diidentifikasi siswa SD, seperti jumlah siswa yang hadir, nama kepala sekolah, dan kondisi cuaca, disajikan untuk memperjelas pemahaman konsep fakta. Namun, fakta bukan tujuan akhir pembelajaran IPS, karena kemampuan mengingat terbatas dan fakta bisa berubah.

1.4 Konsep

Konsep didefinisikan sebagai istilah abstrak yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelompok benda, gagasan, atau peristiwa. Proses pembentukan konsep pada anak SD dijelaskan, termasuk tantangannya dan peran pengalaman serta bimbingan guru. Contoh konsep seperti 'keluarga' dan 'revolusi' dibahas, membedakan antara makna denotatif dan konotatif. Proses asimilasi dan akomodasi dalam belajar konsep juga dijelaskan, menekankan pentingnya 'mental map' siswa dalam memahami konsep baru. Bagian ini juga menyinggung kemampuan siswa SD dalam mengklasifikasikan benda dan peristiwa berdasarkan perkembangan kognitif mereka.

1.5 Generalisasi

Generalisasi dijelaskan sebagai prinsip atau aturan yang menghubungkan beberapa konsep, membentuk pola hubungan yang bermakna. Perbedaan generalisasi dalam sejarah dengan generalisasi dalam disiplin ilmu sosial lainnya dibahas, menekankan sifat unik peristiwa sejarah yang tidak terulang. Empat jenis generalisasi dalam kajian sejarah (deskriptif, sebab-akibat, acuan nilai, dan prinsip universal) diuraikan dengan contoh. Pentingnya pemahaman, bukan hafalan, generalisasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa ditekankan.

II. Isu-Isu dan Masalah Sosial Budaya dalam Pengajaran IPS SD

Bab ini membahas isu dan masalah sosial budaya yang relevan dengan pengajaran IPS, meliputi globalisasi, keragaman budaya, dan dampaknya terhadap pembelajaran. Globalisasi dijelaskan sebagai kondisi di mana isu dan masalah melintasi batas negara, membutuhkan tanggung jawab bersama. Pentingnya pendidikan global yang menekankan kesamaan dan ketergantungan antar bangsa dibahas. Keragaman budaya diuraikan, termasuk masalah pembauran, prasangka, dan etnosentrisme. Pengaruh globalisasi dan keragaman budaya di Indonesia, termasuk dampak positif dan negatifnya, dibahas. Bab ini menekankan pentingnya pendidikan IPS dalam mengembangkan sikap hormat terhadap keragaman budaya dan tanggung jawab terhadap isu global.

2.1 Globalisasi

Globalisasi didefinisikan sebagai kondisi di mana isu dan masalah menyangkut berbagai bangsa dan negara, bahkan seluruh dunia. Penjelasan tentang pemahaman globalisasi sebagai proses belajar tentang masalah dan isu yang melintasi batas negara dan sistem keterhubungan dalam lingkungan, budaya, ekonomi, politik, dan teknologi diberikan. Tidak ada negara yang dapat menghindari globalisasi; penyesuaian sistem pendidikan menjadi penting untuk mengantisipasi realita ini. Pendidikan harus mempersiapkan siswa untuk hidup efektif dalam masyarakat global, memanfaatkan peluang, dan menghargai masa lampau.

2.2 Keragaman Budaya

Keragaman budaya diuraikan sebagai keadaan di mana masyarakat memiliki lebih dari satu perangkat gagasan, tindakan, dan hasil karya. Perbedaan antara objek budaya (terlihat) dan subjek budaya (gagasan, nilai, sikap) dijelaskan. Masalah yang timbul dari keragaman budaya, seperti pembauran, prasangka, dan etnosentrisme, dibahas. Faktor-faktor yang menghambat pembauran, seperti kurangnya pengetahuan, rasa takut, dan superioritas, juga diuraikan, menekankan pentingnya toleransi.

2.3 Globalisasi dan Keragaman Budaya di Indonesia

Bagian ini membahas dampak globalisasi di Indonesia, meliputi kemajuan teknologi dan media serta dampaknya terhadap budaya dan kebijakan pemerintah. Peran Indonesia dalam telekomunikasi dan akses informasi, termasuk dampak positif dan negatif media global, diuraikan. Pentingnya kewaspadaan terhadap dampak negatif globalisasi, khususnya bagi generasi muda, ditekankan. Pendidikan IPS harus mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik dan warga dunia yang efektif.

2.4 Pembelajaran IPS dalam Era Globalisasi dan Keragaman Budaya

Bab ini membahas bagaimana pembelajaran IPS dapat mengatasi kontradiksi antara globalisasi (kesamaan) dan keragaman budaya (perbedaan). Fungsi pengajaran IPS dalam mengembangkan pemahaman diri, menghargai masyarakat global, dan memecahkan masalah dibahas. Tujuan pengajaran keragaman budaya dan globalisasi dalam IPS diuraikan, menekankan pentingnya sikap hormat, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap isu global. Contoh masalah global yang dihadapi bersama, seperti kelebihan penduduk dan pencemaran lingkungan, disinggung.

III. Pendekatan-Pendekatan dalam Pembelajaran IPS SD

Bagian ini membahas pendekatan kognitif dalam pembelajaran IPS SD, terutama pendekatan penelitian sosial (Social Science Inquiry). Pendekatan ini bertujuan membangun pengetahuan dan teori melalui fakta, konsep, dan generalisasi, disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif siswa SD. Proses penelitian sosial, sebagai media mengenal gejala sosial dan perkembangan masyarakat dengan cara kerja ilmu sosial, dijelaskan. Model penelitian sosial yang dimodifikasi dari model Banks, yang meliputi masalah, hipotesis, data, dan kesimpulan, diuraikan. Secara keseluruhan, bagian ini menekankan pentingnya pengembangan kecerdasan rasional siswa melalui pendekatan ilmiah dalam pembelajaran IPS.

3.1 Pendekatan Kognitif

Bagian ini menjelaskan pendekatan kognitif sebagai dasar partisipasi sosial dalam pembelajaran IPS SD. Tujuan utamanya adalah membangun murid sebagai aktor sosial yang cerdas, baik secara rasional maupun emosional. Pendekatan penelitian sosial (Social Science Inquiry) diperkenalkan sebagai pendekatan yang potensial dalam mengembangkan kecerdasan rasional siswa SD, dengan penyesuaian terhadap tahap perkembangan kognitif mereka (operasi konkret dan operasi formal).

Gambar

Gambar 5.2 - 34 -
gambaran pemecahan

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak

Metode deskriptif sendiri dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian (seseorang, lembaga,

Menurut Nawawi (2012:67): Metode deskriptif diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan /melukiskan keadaan subyek/obyek

Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengambarkan atau melukiskan keadaan atau objek penelitian (seseorang,

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu prosedur pemecahan masalah karena setiap penelitian memerlukan metode untuk mencapai

Menurut Nawawi (2005:63) metode deskriptif adalah suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek peneliti

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu prosedur pemecahan masalah karena setiap penelitian memerlukan metode untuk mencapai

Menurut Nawawi (2012:67): Metode deskriptif diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan /melukiskan keadaan subyek/obyek