• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketonuria Pada Atlet Sprinter Cacat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ketonuria Pada Atlet Sprinter Cacat."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KETONURIA PADA ATLET SPRINTER CACAT

disar npaikan di cont inuin g pr ofessional developm ent on clin ical pat h ology & labor at or y m anagem ent : j oglosem ar 3 m ut u dan keselam aian dalam pelayanan pat ologi k lin ik dan

kcdokt er an labor at or iu m , Yogyakar t a 2011

Yant i, Sy lv ia Rach m ayat i, Cor iej at i Rit a. Nina Tr ist ina

Bagian Patologi Kilnik

Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

(2)

1

KETONURIA PADA ATLET SPRINTER CACAT

Yanti, Sylvia Rachmayati, Coriejati Rita, Nina Tristina

Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran / Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

ABSTRAK

Pada keadaan normal keton tidak ditemukan didalam urin, karena semua hasil Metabolisme lemak dilepaskan dalam bentuk karbondioksida dan air, tetapi pada saat persediaan karbohidrat yang ada dalam tubuh digunakan sebagai sumber energi dan persediaan lemak tubuh harus dimetabolisme untuk mencukupi kebutuhan energi, pada saat ini keton dapat ditemukan didalam urin. Sprinter adalah atlit cabang olah raga atletik, lari jarak pendek (100m,200m dan 400m). Pada saat melakukan sprint, atlit sprinter membutuhkan karbohidrat yang cukup besarsebagai sumber tenaga. Pada keadaan ini persediaan lemak tubuh akan dimetabolisme untuk mencukupi energi yang diperlukan oleh atlit sprinter untuk dapat berlari dengan cepat dalam waktu yang singkat.Untuk menjadi juara seorang sprinter harus melakukan beberapa kali sprin sampai masuk babak final. Tujuan dan penelitian ini adalah menentukan banyaknya keton yang diproduksi dalam urin atlit sprinter.

Penelitian dilakukan pada Kejuaraan Nasional Atletik Cacat di Stadion Manahan Solo pada tanggal 27-28 Juli 2010. Subjek penelitian adalah 60 atlet sprinter dengan jarak lari 100 meter, Urin diambil sebelum dan sesudah subjek menjalani babak penyisihan (tanding pertama). Pemeriksaan kadar keton dalam urin dilakukan dengan metode carik celup. Prinsip pemeriksaan yaitu perubahan warna sodium nitroprusside yang terdapat dalam carik celup jika bereaksi dengan asam asetoasetat dalam urin. Hasil positif jika terdapat perubahan warna menjadi pink sampai merah marun (semikuantitatif).

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semua bahan pemerikasaan urin (60 sampel) yang berasal dari sprinter sebelum bertanding tidak mengandung keton. Sedangkan hasil yang diperoleh setelah sprinter berlari dengan jarak 100 meter adalah sebagai berikut, 60 atlet (100%) menunjukkan hasil ketonuria positif. Dari 60 sampel positif didapatkan 39 sampel (64%) dengan kadar keton urin 5mg/100mL , 16 sampel (27%) dengan kadar keton urin 15Mg/100mL, 4 sampel (7%) dengan kadar keton urin 40mg/100mL, dan 1 sampel (2%) dengan kadar keton urin 80mg/100mL.

Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ketonuria yang terjadi pada atlet sprinter sesuai dengan fisiologi yang terjadi pada tubuh manusia, sehingga seorang sprinter membutuhkan cadangan lemak yang cukup untuk dapat melakukan beberapa kali sprin. Yang menarik dalam penelitian ini adalah seberapa banyak konsumsi karbohidrat dan persediaan lemak yang dibutuhkan oleh seorang atlit sprinter untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuhnya saat atlit bertanding.

Referensi

Dokumen terkait

Pada suatu kejadian seorang atlit konsisten untuk menampilkan atau mempertontonkan kontrol tubuh dan tehnik yang bagus,mereka bisa menggunakan latihan reaksi di dalam

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur besar konsumsi energi dan protein, mengukur lemak tubuh, dan aerobic endurance pada atlet renang.. Penelitian ini

Ketidakseimbangan antara beban latihan fisik yang berat dengan asupan energi yang tidak mencukupi mengakibatkan overtraining yang terlihat sebagai gangguan

Timbulnya KEK pada ibu hamil disebabkan karena dalam jangka waktu yang lama asupan energi (karbohidrat dan lemak) tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Ibu hamil KEK akan berdampak

energi atau jaringan adipose untuk disimpan Karbohidrat yang berlebihan atau protein dapat diubah menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan adipose. Tubuh memiliki

Kebutuhan tubuh akan energi merupakan prioritas pertama; bila karbohidrat yang di konsumsi tidak mencukupi untuk kebutuhan energi tubuh dan jika tidak cukup

Pada suatu kejadian seorang atlit konsisten untuk menampilkan atau mempertontonkan kontrol tubuh dan tehnik yang bagus,mereka bisa menggunakan latihan reaksi di dalam

Apabila konsumsi energi kurang, maka cadangan energi dalam tubuh yang berada dalam jaringan otot atau lemak akan digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut, jika keadaan tersebut