• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Kinerja Ruang Henti Khusus Pada Simpang Pasteur-Pasir Kaliki dan Simpang Ahmad Yani-Laswi Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Evaluasi Kinerja Ruang Henti Khusus Pada Simpang Pasteur-Pasir Kaliki dan Simpang Ahmad Yani-Laswi Bandung."

Copied!
81
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Umbu Sappi Pateduk
  • Pengajar:
    • Budi Hartanto Susilo, Ir., M.Sc.
  • Sekolah: Universitas Kristen Maranatha
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Evaluasi Kinerja Ruang Henti Khusus Pada Simpang Pasteur-Pasir Kaliki dan Simpang Ahmad Yani-Laswi Bandung
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2011
  • Kota: Bandung

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang masalah terkait peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia, khususnya sepeda motor, dan dampaknya terhadap kinerja simpang bersinyal. Penelitian ini berfokus pada evaluasi efektivitas Ruang Henti Khusus (RHK) sebagai solusi untuk mengurangi konflik dan meningkatkan efisiensi lalu lintas di simpang Pasteur-Pasir Kaliki dan Ahmad Yani-Laswi, Bandung. Latar belakang ini memberikan konteks penting bagi penelitian dan relevansi temuannya terhadap permasalahan lalu lintas perkotaan di Indonesia. Pembahasan juga mencakup tujuan penelitian yang menekankan pada evaluasi kinerja RHK, perbandingan volume kendaraan sebelum dan sesudah implementasi RHK, serta perbandingan tingkat konflik pada kedua simpang tersebut. Ruang lingkup penelitian membatasi cakupan geografis, waktu pengamatan, dan metode analisis yang digunakan. Secara keseluruhan, pendahuluan ini membangun kerangka kerja yang kuat untuk menunjang analisis selanjutnya.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini menjabarkan secara detail tentang peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia dan dampaknya pada simpang bersinyal. Data statistik mengenai pertumbuhan kepemilikan kendaraan, khususnya sepeda motor, disajikan untuk mendukung argumen perlunya solusi seperti RHK. Penjelasan mengenai permasalahan konflik lalu lintas di simpang bersinyal akibat tingginya proporsi sepeda motor dibahas secara mendalam. Permasalahan ini dihubungkan dengan tujuan penelitian dan menunjukkan relevansi akademis dari studi ini dalam konteks rekayasa lalu lintas dan perencanaan transportasi perkotaan.

1.2 Tujuan Penelitian

Sub-bab ini secara spesifik mendefinisikan tujuan dari penelitian ini. Tujuan utama adalah mengevaluasi efektivitas RHK di kedua simpang yang dipilih. Tujuan tambahan meliputi perbandingan kuantitatif volume kendaraan dan tingkat konflik sebelum dan sesudah implementasi RHK. Tujuan-tujuan ini dirumuskan dengan jelas dan terukur, sehingga memungkinkan evaluasi objektif terhadap kinerja RHK dan kontribusinya terhadap peningkatan efisiensi lalu lintas. Tujuan-tujuan ini juga sejalan dengan tujuan pembelajaran di bidang rekayasa lalu lintas, yang menekankan pada analisis data dan evaluasi solusi praktis untuk permasalahan transportasi.

1.3 Ruang Lingkup Penelitian

Sub-bab ini menjabarkan batasan-batasan penelitian, meliputi lokasi studi (simpang Pasteur-Pasir Kaliki dan Ahmad Yani-Laswi), periode waktu pengamatan (jam sibuk pagi, siang, dan sore), sumber data (data sekunder dan wawancara), dan metode analisis (MKJI 1997). Pembatasan ini penting untuk menjaga fokus dan kelayakan penelitian. Batasan-batasan ini juga relevan dengan pendidikan tinggi karena mengajarkan mahasiswa pentingnya perencanaan yang terstruktur dan realistis dalam penelitian. Memahami batasan penelitian adalah hal krusial dalam interpretasi hasil dan generalisasi temuan.

1.4 Sistematika Pembahasan

Sub-bab ini menjelaskan struktur dan alur pembahasan tesis. Penjelasan ini memberikan gambaran umum tentang isi setiap bab dan bagaimana bab-bab tersebut saling berkaitan. Hal ini membantu pembaca untuk memahami alur berpikir dan argumentasi penulis. Struktur yang logis dan terstruktur dalam penulisan ilmiah merupakan bagian penting dalam pembelajaran akademik, karena mencerminkan kemampuan berpikir sistematis dan penyampaian informasi yang efektif.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian ini menelaah konsep dan teori yang relevan dengan penelitian, meliputi definisi RHK, volume lalu lintas, kapasitas jalan, konflik lalu lintas, tipe pendekatan, dan analisis kinerja simpang. Tinjauan pustaka memberikan landasan teoritis bagi metodologi dan interpretasi data. Penggunaan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 sebagai acuan menunjukkan relevansi penelitian dengan standar dan praktik yang berlaku di Indonesia. Pembahasan tentang analisis statistik data berpasangan (paired data) menunjukkan pemahaman metodologi kuantitatif yang tepat. Bagian ini secara keseluruhan menunjukkan penguasaan literatur dan kemampuan sintesis konsep yang relevan untuk menjawab permasalahan penelitian.

2.1 Definisi RHK

Sub-bab ini mendefinisikan secara rinci apa itu Ruang Henti Khusus (RHK), fungsinya, dan bagaimana RHK diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas yang berkaitan dengan sepeda motor. Definisi ini menjadi landasan utama bagi seluruh analisis yang dilakukan dalam penelitian. Pentingnya definisi yang jelas dalam penelitian ilmiah ditekankan pada bagian ini. Penggunaan istilah-istilah standar dan definisi yang tepat dalam bidang rekayasa lalu lintas sangatlah penting dalam proses pembelajaran akademik dan dalam penyusunan laporan penelitian ilmiah.

2.2 Volume Lalulintas Simpang

Sub-bab ini membahas berbagai aspek yang berhubungan dengan volume lalu lintas di simpang, termasuk definisi, jenis-jenis volume, dan perhitungannya. Penjelasan mengenai perbedaan jenis-jenis volume lalu lintas penting untuk dipahami agar analisis data dapat dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan tujuan penelitian. Pengetahuan tentang pengukuran dan perhitungan volume lalu lintas merupakan bagian penting dalam bidang rekayasa lalu lintas yang diajarkan di perguruan tinggi.

2.3 Kapasitas Jalan

Bagian ini membahas konsep kapasitas jalan dan bagaimana kapasitas jalan dihitung. Pengertian kapasitas jalan sangatlah penting dalam menentukan kinerja simpang dan efektifitas RHK. Pemahaman konsep ini penting karena berhubungan dengan efisiensi lalu lintas dan keamanan pengguna jalan. Dalam konteks pembelajaran, sub bab ini menghubungkan teori dengan penerapan praktis dalam evaluasi infrastruktur jalan dan simpang.

2.4 Konflik

Sub bab ini mendefinisikan konflik lalu lintas, tingkat keparahan, kriteria, dan tipikal konflik yang terjadi di simpang. Definisi dan klasifikasi konflik yang detail ini penting untuk analisis dan interpretasi data konflik di simpang. Pemahaman mendalam tentang jenis-jenis dan tingkat keparahan konflik adalah prasyarat bagi para insinyur lalu lintas dalam merancang solusi yang tepat. Oleh karena itu, sub-bab ini memiliki nilai pedagogis yang tinggi.

2.5 Tipe Pendekat

Sub bab ini menjelaskan klasifikasi tipe pendekatan di simpang, seperti tipe P dan tipe O. Klasifikasi ini penting untuk analisis data dan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Pemahaman tentang berbagai tipe pendekatan di simpang bersinyal penting dalam perencanaan dan desain infrastruktur jalan raya. Hal ini juga melengkapi pemahaman mahasiswa tentang keragaman kondisi lapangan yang perlu dipertimbangkan dalam praktek rekayasa.

2.6 Analisis Tingkat Kinerja

Sub bab ini menjabarkan metode analisis kinerja simpang, termasuk data masukan, arus lalu lintas, waktu sinyal, kapasitas dan derajat kejenuhan, panjang antrian, dan tundaan. Penjelasan metode-metode ini penting untuk memahami bagaimana kinerja simpang diukur dan dievaluasi. Metode analisis ini menunjukkan pemahaman teknis dan ilmiah yang diperlukan untuk mengevaluasi solusi infrastruktur perkotaan. Pemahaman metode ini juga penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

2.7 Analisis Statistik Data Berpasangan (Paired Data)

Sub-bab ini menjelaskan metode analisis statistik yang digunakan dalam penelitian, khususnya analisis data berpasangan. Penjelasan ini sangat penting karena menunjukkan metodologi yang digunakan untuk menganalisis data dan menguji hipotesis penelitian. Pengetahuan tentang metode statistika ini penting dalam pembelajaran di perguruan tinggi, terutama dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan analisis data kuantitatif. Kemampuan menganalisis data secara statistik merupakan ketrampilan yang sangat penting bagi seorang sarjana.

III. Metode Penelitian dan Pengumpulan Data

Bagian ini menjelaskan tahapan penelitian, pemilihan lokasi dan waktu studi, metode survei geometri simpang, metode studi waktu sinyal simpang, metode studi arus lalu lintas simpang, metode studi konflik, dan pengumpulan data. Penjelasan metodologi penelitian ini sangat penting karena memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Detail tahapan penelitian, mulai dari pemilihan lokasi hingga pengumpulan data, memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana penelitian dilakukan. Bagian ini juga penting dalam proses pembelajaran karena mengajarkan mahasiswa pentingnya perencanaan dan metodologi penelitian yang tepat.

3.1 Tahapan Penelitian

Sub bab ini menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian secara sistematis, dari perencanaan hingga analisis data dan kesimpulan. Penjelasan langkah-langkah ini penting untuk memahami alur penelitian dan bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis. Bagian ini juga mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya perencanaan dan pelaksanaan penelitian yang terstruktur.

3.2 Pemilihan Lokasi dan Waktu Studi

Sub bab ini menjabarkan alasan pemilihan lokasi penelitian (simpang Pasteur-Pasir Kaliki dan Ahmad Yani-Laswi) dan waktu penelitian (jam sibuk). Pemilihan lokasi dan waktu penelitian yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil penelitian yang relevan dan representatif. Sub bab ini menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk melakukan justifikasi pemilihan lokasi dan waktu penelitian.

3.3 Survei Geometri Simpang

Sub bab ini menjelaskan metode pengumpulan data geometri simpang yang relevan dengan penelitian, misalnya lebar lajur, panjang RHK, radius tikungan, dll. Data geometri simpang merupakan data penting untuk analisis kinerja simpang. Kualitas data geometri simpang ini menunjang validitas analisis yang dilakukan.

3.4 Metode Studi Waktu Sinyal Simpang

Sub bab ini menjelaskan metode pengumpulan data waktu sinyal simpang. Data waktu sinyal simpang sangat penting untuk menentukan kinerja simpang dan untuk memahami bagaimana waktu sinyal mempengaruhi kinerja RHK. Metode pengumpulan data yang tepat penting untuk memperoleh data yang akurat dan reliable.

3.5 Metode Studi Arus Lalulintas Simpang

Sub bab ini menjelaskan metode pengumpulan data arus lalu lintas simpang, termasuk jenis kendaraan dan volume kendaraan. Data ini penting untuk menentukan kinerja simpang dan efektifitas RHK. Penjelasan metode pengumpulan data arus lalu lintas yang detail menjamin kualitas dan keandalan data.

3.6 Metode Studi Konflik

Sub bab ini menjelaskan metode pengumpulan data konflik lalu lintas, termasuk jenis konflik dan tingkat keparahan konflik. Data konflik ini penting untuk mengukur efektivitas RHK dalam mengurangi konflik lalu lintas. Metode pengumpulan data yang tepat sangat penting untuk memastikan keakuratan dan keandalan data konflik.

3.7 Pengumpulan Data

Sub bab ini menjelaskan secara detail proses pengumpulan data, mulai dari data geometri simpang, data waktu sinyal, data kondisi lapangan, hingga data volume lalu lintas. Penjelasan yang rinci ini menunjukkan pemahaman metodologi penelitian yang komprehensif dan memastikan transparansi dalam proses pengumpulan data. Kualitas dan keandalan data yang dikumpulkan sangat penting dalam penelitian ini.

IV. Analisis Data

Bagian ini menyajikan analisis data yang diperoleh dari survei lapangan dan pengolahan data statistik. Analisis ini meliputi evaluasi kinerja RHK di simpang Pasteur-Pasir Kaliki dan Ahmad Yani-Laswi berdasarkan volume kendaraan, volume sepeda motor, dan tingkat konflik. Analisis statistik data berpasangan digunakan untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi RHK. Pembahasan analisis empiris ini mendukung kesimpulan dan rekomendasi yang diajukan dalam penelitian. Analisis data yang komprehensif dan detail menunjukkan kemampuan analisis kuantitatif yang baik.

4.1 Evaluasi Kinerja RHK Simpang Pasteur-Pasir Kaliki

Sub bab ini menganalisis kinerja RHK di simpang Pasteur-Pasir Kaliki secara detail, berdasarkan volume kendaraan, volume sepeda motor, dan tingkat konflik. Analisis ini mengacu pada data yang telah dikumpulkan dan diproses sebelumnya. Perbandingan data sebelum dan sesudah implementasi RHK dilakukan untuk mengukur efektivitas RHK. Analisis ini menekankan pada pemahaman data empiris dan interpretasinya.

4.2 Evaluasi Kinerja RHK Simpang Ahmad Yani-Laswi

Sub bab ini menganalisis kinerja RHK di simpang Ahmad Yani-Laswi dengan cara yang sama seperti pada sub bab sebelumnya. Perbandingan data sebelum dan sesudah implementasi RHK dilakukan untuk mengukur efektivitas RHK di simpang ini. Analisis ini menekankan pada pemahaman data empiris dan interpretasinya.

4.3 Analisis Kinerja RHK Berdasarkan Nilai Emp

Sub bab ini menganalisis kinerja RHK berdasarkan nilai ekivalen mobil penumpang (emp). Penggunaan nilai emp memungkinkan perbandingan yang lebih akurat antara berbagai jenis kendaraan. Analisis ini melengkapi analisis yang telah dilakukan sebelumnya dengan memberikan perspektif yang lebih komprehensif.

4.4 Analisis Statistik Kinerja RHK Dengan Metode Data Berpasangan

Sub bab ini melakukan analisis statistik menggunakan metode data berpasangan (paired data) untuk menguji signifikansi perbedaan kinerja simpang sebelum dan sesudah implementasi RHK. Analisis ini menggunakan uji statistik yang sesuai untuk membandingkan data berpasangan. Hasil analisis ini penting untuk mendukung kesimpulan penelitian.

4.5 Analisis Statistik Kinerja RHK Berdasarkan Persentase Kenaikan Volume Kendaraan pada Tahun 2010 dan Tahun 2011

Sub bab ini menganalisis perubahan kinerja RHK berdasarkan data tahun 2010 dan 2011. Analisis ini dilakukan untuk melihat tren kinerja RHK dari waktu ke waktu. Perbandingan data tahunan ini memberikan perspektif jangka panjang mengenai efektivitas RHK.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan didasarkan pada analisis data yang telah dilakukan sebelumnya. Saran yang diberikan relevan dengan temuan penelitian dan dapat digunakan untuk penelitian atau pengembangan selanjutnya. Kesimpulan dan saran yang ringkas dan jelas menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk menginterpretasikan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi yang tepat.

5.1 Kesimpulan

Sub bab ini merangkum temuan utama penelitian, meliputi efektivitas RHK dalam mengurangi konflik dan meningkatkan volume kendaraan di kedua simpang yang diteliti. Kesimpulan ini harus didukung oleh data dan analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Kesimpulan yang jelas dan ringkas merupakan bagian penting dari suatu penelitian ilmiah.

5.2 Saran

Sub bab ini memberikan saran untuk penelitian selanjutnya, misalnya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas RHK pada berbagai kondisi lalu lintas dan jenis simpang. Saran ini dapat digunakan untuk pengembangan penelitian di masa mendatang. Saran yang diberikan harus relevan dengan temuan penelitian dan berpotensi untuk meningkatkan pemahaman tentang RHK.

VI.Daftar Pustaka

Bagian ini mencantumkan seluruh referensi yang digunakan dalam tesis. Daftar pustaka yang lengkap dan akurat menunjukkan ketelitian dan integritas akademis penulis. Daftar pustaka yang lengkap dan mengikuti pedoman penulisan ilmiah merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran akademik.

VII.Lampiran

Bagian lampiran berisi data mentah, gambar, dan dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan penelitian. Lampiran yang lengkap memberikan informasi tambahan untuk pembaca yang ingin mempelajari detail penelitian lebih lanjut. Ketersediaan lampiran menunjang transparansi dan validitas penelitian.

Gambar

Gambar L1.1 Kondisi Simpang Pasteur-Pasir Kaliki Lengan Sukajadi
Gambar L1.2 Kondisi Simpang Pasteur-Pasir Kaliki Lengan Pasir Kaliki
Gambar L1.4 Kondisi Simpang Pasteur-Pasir Kaliki Lengan Pasteur
Gambar L1.6 Tampak Atas Simpang Ahmad Yani-Laswi

Referensi

Dokumen terkait

Ruang henti khusus (Exclusive Stopping Space) untuk sepeda motor, disingkat RHK pada persimpangan merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah penumpukan

Volume maksimum yang terjadi pada kondisi pasar tumpah kejalan sebesar. 1276,7 smp/jam/2 arah dan volume maksimum yang terjadi

Polisi Istimewa Surabaya, dalam Tugas Akhir ini akan dilakukan perbandingan evaluasi kinerja simpang bersinyal sebelum dan sesudah pemasangan alat ATCS.. Dari analisa

Pada gambar 8 terpadat ukuran dari desain ruang henti khusus sepeda motor yang diperoleh dengan memperhatikan ukuran geometrik jalan dan volume kendaraan yang ada, yakni lebar jalan

Ide ini telah diujicoba di selatan Bandung untuk mendukung pergerakan sepeda motor pada salah satu persimpangan bersinyal jalan Soekarno-Hatta dengan jalan Buah Batu.. Studi ini