• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS LOYALITAS MEREK OLI TOP 1 (Studi Pada Bengkel Dasyi Jaya Motor Di Surabaya ).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS LOYALITAS MEREK OLI TOP 1 (Studi Pada Bengkel Dasyi Jaya Motor Di Surabaya )."

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS LOYALITAS MEREK OLI TOP 1

(Studi Pada Bengkel Dasyi J aya Motor Di Sur abaya )

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Per syaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

J ur usan Manajemen

Diajukan Oleh :

MOCHAMMAD J AWAD

0812010157/FE/EM

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

J AWA TIMUR

(2)

Yang diajukan

MOCHAMMAD J AWAD 0812010157/FE/EM

Telah disetujui untuk diseminarkan oleh :

PembimbingUtama

Dra. Ec,Luky Susilowati, MP

NIP:030195021 Tanggal : …………..

Mengetahui

Ketua Program Studi Manajemen

(3)

Usulan Penelitian

ANALISIS LOYALITAS MEREK OLI TOP 1

(Studi Pada Bengkel Dasyi J aya Motor Di Sur abaya )

Yang diajukan

MOCHAMMAD J AWAD 0812010154/FE/EM

Telah diseminarkan dan disetujui untuk menyusun skripsi oleh :

Pembimbing Utama

Dra. Ec,Luky Susilowati, MP

NIP:030195021 Tanggal : …………..

Mengetahui

Ketua Program Studi Manajemen

(4)

Yang diajukan Oleh

MOCHAMMAD J AWAD 0812010157/FE/EM

Disetujui untuk ujian skripsi oleh :

Pembimbing Utama

Dra. Ec,Luky Susilowati, MP

NIP:030195021 Tanggal : …………..

Mengetahui

Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” JawaTimur

(5)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan

hidayah - nya yang diberikan kepada penyusun sehingga skripsi yang berjudul :

”ANALISIS LOYALITAS MEREK OLI TOP 1 ”(Stu d i Pa d a Ben gk el Da syi

Ja ya Motor Di Su r a b aya) Penyusunan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi

syarat penyelesaian Studi Pendidikan Strata Satu, Fakultas Ekonomi jurusan

Manajemen, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

Pada kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan terima kasih kepada

semua pihak yang telah memberi bimbingan, petunjuk serta bantuan baik spiritual

maupun material, khususnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP, selaku Rektor Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Bapak Dr. Dhani Ichsanudin Nur, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Bapak Dr. Muhadjir Anwar, MM, selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas

Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

4. Ibu Dra.Ec. luky susilowati, MP, selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah

memberikan bimbingan dan dorongan kepada peneliti dalam menyelesaikan

(6)

5. Para Dosen dan asistennya yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan

kepada penulis selama menjadi mahasiswa Universitas Pembangunan

Nasional “Veteran “Jawa Timur.

6. Kepada kedua orang tuaku beserta adik ku yang telah memberikan dukungan

baik moral ataupun material.

7. Berbagai pihak yang turut membantu dan menyediakan waktunya demi

terselesainya skripsi ini yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa apa yang telah disusun dalam skripsi

ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat berharap saran dan kritik

membangun dari pembaca dan pihak lain.Akhir kata, Penulis berharap agar skripsi ini

bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Surabaya, Desember 2012

(7)

DAFTAR ISI

KATA PE NGANTAR ………. i

DAFTAR ISI………... iii

DAFTAR TABEL………... vii

DAFTAR GAMBAR……… viii

DAFTAR LAMPIRAN………... ix

ABSTRAKSI………... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah………... 1

1.2. Perumusan Masalah... 5

1.3. Tujuan Penelitian………... 5

1.4. Manfaat Penelitian………. 6

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu…..……… 7

2.2. Landasan Teori………... 9

2.2.1. Pengertian Pemasaran ………... 9

2.2.1.1. Pengertian Manajemen Pemasaran………..………... 10

2.2.1.2. Pengertian Bauran Pemasaran ………... 10

(8)

2.2.2.1. Peranan dan Kegunaan Merek ………. 13

2.2.3. Kepercayaan Pelanggan Terhadap Merek ………. 15

2.2.3.1. Antaseden Kepercayan Pelanggan Pada Merek …………. 16

2.2.4..Karakteristik Merek ……….. 17

2.2.5. Karakteristik Perusahaan……… 19

2.2.6. Karakteristik Pelanggan – Merek ……….. 21

2.2.7. Loyalitas Merek……….. ………... 23

2.2.7.1. Definisi Loyalitas Merek……….. 23

2.2.7.2. Pengertian Loyalitas Merek……….. 24

2.2.7.3. Pengukuran Loyalitas Merek………. 24

2.2.7.4. Tingkatan Loyalitas Merek……… 27

2.2.8. Pengaruh kepercayaan Terhadap Loyalitas Merek……….. 30

2.3. Keramgka Konseptual……….. 32

2.4. Hipotesis Penelitian ………. 32

BAB III METODE PE NELITIAN 3.1. Definisi Operasional dan Variabel Penelitian……… 33

3.1.1. Definisi Operasional ……… 33

3.1.2. Variabel Penelitian……… 33

3.2. Pengukuran Variabel ………. 35

3.3. Teknik Penentuan Sampel………35

a. Populasi ……… 35

(9)

v

3.4. Teknik Pengumpulan Data ……… 37

3.4.1. Jenis Data………37

3.4.2. Sumber Data……… . 37

3.4.3. Pengumpulan Data ………37

3.5. Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis……… 38

3.5.1. Uji Normalitas dan Linieritas ………38

3.5.2. Evaluasi Outliers……….39

3.5.3. Deteksi multicollinearity dan Singularity………..40

3.5.4. Uji Validitas ……….41

3.5.5. Pengujian Hipotesis dan Hubungan Kasual……..42

3.5.6. Pengujian Model Dengan Two – Step Approach……42

3.5.7. Evaluasi Model……..43

3.5.8. Evaluasi Goodgness of Fit………45

3.6. Model Penelitian……….48

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Bengkel Dasyi Jaya motor ………49

4.2. Deskripsi Hasil Penelitian ……….50

4.2.1. Gambaran Umum Keadaan Responden,………..50

4.2.2. Deskripsi Variabel Brand Trust ...52

4.2.3. Deskripsi Variabel Loyalitas merek,………54

4.3. Deskripsi Hasil Analisis Dan Uji Hasil Hipotesis ………56

(10)

4.3.2. Evaluasi atas Outlier ………..57

4.3.3. Deteksi Multicollinierity dan singularity ……….58

4.3.4. Uji Validitas dan Realiabilitas………..58

4.3.5. Pengujian Model Dengan One – Step Approach……….62

4.3.6. Pengujian Hipotesis dan Hubungan Kausal……….64

4.4 Pembahasan………65

BAB V PENUTUP 5.1. kesimpulan ……… .67

5.2. Saran ……… 67

(11)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Top Brand Index Tahun 2009, 2011, 2012………..….. 2

Tabel 1.2. Data Penjualan Oli Motor Bengkel Dasyi Jaya Motor Surabaya Selatan. .4 Tabel 4.1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin………..… 49

Tabel 4.2. Karakteristik responden berdasarkan Usia ………. 49

Tabel 4.3. Karakteristik responden berdasarkan Status ………... 50

Tabel 4.4. . Karakteristik responden berdasarkan Frekuensi pembelian………. 51

Tabel 4.5. Hasil Jawaban Responden Untuk Pertanyaan Karakteristik Merek…... 52

Tabel 4.6. Hasil Jawaban Responden Untuk Pertanyaan Karakteristik Perusahaan..53

Tabel 4.7. Hasil Jawaban Responden Untuk Pertanyaan Loyalitas Merek ………... 54

Tabel 4.8. Hasil Uji Normalitas………... 55

Tabel 4.9. Hasil Pengujian Outlier Multivariate………... 56

Tabel 4.10. Faktor Lading Dan Konstruk Dengan Confirmatory Factor Analysis. 58 Tabel 4.11. pengujian Reliability Consistency Internal……… 59

Tabel 4.12. Construct reliability & Variance Extrated……….... 60

Tabel 4.13. Evaluasi Kriteria Goodnes of Fit Indices ……… 62

Tabel 4.14. Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Indices……… 79

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.3. Pengaruh Karakteristik Merek Dan Karakteristik Perusahaan Terhadap

Loyalitas Merek …………32

Gambar 3.1. Model Penelitian……….48

Gambar 4.1. Model Pengukuran Kausalitas One Step Approach …….62

(13)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner……….71

Lampiran 2 Rekaputilasi………..75

(14)

Abstr aksi

Di era globalisasi persaingan bisnis yang di hadapi perusahaan – perusahaan semakin ketat,sehingga menuntut manajemen perusahaan untuk lebih cermat dalam dalam menentukan strategi bisnisnya, kosumen sebagai sasaran pemasaran perusahaan selalu menentukan sendiri apa yang hendak di belinya, banyak faktor yang mempengaruhi perilaku kosnsumen dalam menilai, membeli dan memilih suatu produk, dalam mengembangkan strategi pemasaran masalah utama yang harus dihadapi oleh perusahaan adalah pemilihan merek. menciptakan loyalitas merek pada konsumen merupakan salah satu faktor penting, oleh karena itu Sangat penting pula mempertahankan karakteristik merek dan karakteristik perusahaan, karena karakteristik merek yang baik begitu juga karakteristik perusahaan yang baik merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan untuk menciptakan loyalitas merek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik merek dan karakteristik perusahaan terhadap loyalitas merek pada produk oli Top 1.

Populasi dalam penelitian ini adalah pada keseluruhan konsumen bengkel Dasyi Jaya Motor yang membeli oli merek Top 1 lebih dari satu kali. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purpsive sampling (pengambilan sampel berdasarkan criteria yang di tentukan oleh peneliti). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM).

Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan analisis SEM, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Faktor karakteristik merek berpengaruh positif terhadap faktor loyalitas merek, dapat diterima (signifikan positif). Faktor karakteristik perusahaan berpengaruh positif terhadap faktor loyalitas merek, dapat diterima (signifikan positif).

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Lata r BelakangMasa la h

Bagi pemilik kendaraan bermotor, selain mengisikan bensin, mengganti oli

mesin juga merupakan urusan rutin yang tidak bisa diabaikan. Hal ini dapat

dilakukan di bengkel dekil di pinggir jalan maupun di bengkel resmi. Memilih oli

mesin memang tidak mudah. Bagi konsumen yang tidak mau ambil pusing dan

tidak mau ambil resiko, rekomendasi mekanik di bengkel biasanya menjadi

pertimbangan utama. Sementara itu konsumen yang paham mesin dan tahu

memilih kualitas, cenderung memiliki pilihan sendiri ber dasarkan informasi yang

diketahuinya. Begitulah psikografis konsumen oli saat ini.

Liberalisasi dipercaya menyehatkan pasar pelumas nasional. Menyusul

dicabutnya hak monopoli Pertamina pada tahun 2000 dan dibukanya keran impor

pelumas asing, maka puluhan merek pelumas asing masuk kepasar nasional,

seperti Shell, Castrol, Top 1, Mobil-1, Agip, Petronas, dan merek-merek lain.

Selain itu, di sector otomotif terutama sepeda motor penjualannya terus

meningkat tajam. Hal ini tentu saja meningkatkan konsumsi pelumas dalam

negeri. Persaingan antar merk pelumas untuk mendapatkan pasar semakin ketat.

Suplai oli di pasar mencapai 1,2 miliar liter/tahun, sementara kebutuhan

pelumas nasional hanya sekitar 50% dari jumlah itu, yaitu 670 juta liter (Majalah

(16)

Tabel 1.1 Top brand index tahun 2009,2011&2012

MEREK 2009 2011 2012

Top 1 42,7% 36,2% 33,8%

Castr ol 12,5% 16,1% 17,5%

Mesr an 9,3% 9,2% 9,7%

Feder al 6,3% 8,3% 10,0%

Yama lub 5,4% 10,4% 9,3%

Sumber : www.google.com

Top Brand adalah wujud pengakuan dari konsumen terhadap sebuah merek,

karena Top Brand merupakan hasil survey yang dilakukan terhadap konsumen.

Fenomena yang ada pada penelitian ini, adanya penurunan nilai TBI oli motor

Top 1 adalah penurunan total penjualan suatu wilayah, total penjualan

menggambarkan bentuk riil dari loyalitas merek. Sehingga penurunan TBI oli

motor Top 1 dapat dijadikan indikator dari loyalitas merek. Menurunya loyalitas

merek diindikasikan karena kepercayaan terhadap merek yang kurang baik,

karakter perusahaan dari oli top 1 kurang menonjol dan karakter merek yang

dimilki top 1 juga kurang di hiraukan dari pada pesaing lainya.

Loyalitas merek menunjukkan adanya suatu ikatan antara pelanggan dengan

(17)

3

pelanggan (Minor danMowen (2002:109), Karakteristik merek dan karakteristik

perusahaan berperan penting dalam menimbulkan kepercayaan merek terhadap

produk yang ditawarkan yang semuanya itu diharapkan mampu menimbulkan

loyalitas merek kepada konsumen, Penelitian tentang kepercayaan oleh Lau dan

Lee (2000) menyatakan bahwa variabel itu menjadi variabel mediasi antara brand

predictability, kesukaan terhadap merek, kompetens imerek, reputasi merek dan

kepercayaan terhadap perusahaan dengan variabel loyalitas terhadap

merek.Menurut Delgado (2003), Brand Trust (kepercayaan merek) adalah

perasaan aman yang dimiliki konsumen akibat dari interaksinya dengan sebuah

merek, yang berdasarkan persepsi bahwa merek tersebut dapat diandalkan dan

bertanggung jawab atas kepentingan dan keselamatan dari konsumen, Hal ini

tentu saja akan mampu mempengaruhi konsumen untuk loyal terhadap merek

.Loyalitas merek (brand loyalty) merupakan suatu ukuran keterkaitan pelanggan

kepada sebuah merek (Durianto, 2001).Oleh karena itu Perusahaan harus

menerapkan strategi pemasaran yang lebih berfokus terhadap brand trust, karena

brand trust sangat efektif dalam mempengaruhi loyalitas pelanggan terhadap

(18)

Tabel 1.2 data penjualan oli motor Bengkel Dasyi Jaya Motor

SUMBER :BengkelDasyi Jaya Motor

Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa terjadi penurunan jumlah pelanggan

dari tahun 2009-2011, Adanya data penjualan yang menurun pada produk oli

motor Top 1 di Benkel Dasyi Jaya Motor, maka bisa digambarkan produk

tersebut mengalami penurunan penjualan yang menyebabkan masalah loyalitas

merek yang menurun.

Menurut Deutsch (dalam Lau dan Lee, 2000), kepercayaan adalah harapan

dari pihak-pihak dalam sebuah transaksi dan resiko yang terkait dengan perkiraan

dan perilaku terhadap harapan tersebut,Loyalitas merek menurut mowen dan

minor (dalam lamidi,2007) adalah suatu kondisi dimana konsumen mempunyai

sikap positif terhadap merek, mempunyai komitmen pada merek tersebut, dan

bermaksud meneruskan pembelianya di masa mendatang. Penelitian yang

dilakukan Tezinde et al (2001) membuktikan bahwa kepercayaan, komitmen dan

(19)

5

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Brand Trust merupakan suaturespon

konsumen akibat penggunaan suatu merek dimana konsumen mendapatkan efek

kognitif yaitu kepercayaan dari pengalaman mengkonsumsi.Berdasarkan latar

belakang diatas timbul ketertarikan peneliti untuk mengetahui dan menganalis

faktor – faktor yang mempengaruhi loyalitas merek dengan variabel kepercayaan

merek produk oli Top 1. Dalam hubungan ini digambarkan konsumen

mempertimbangkan loyalitas terhadap merek produk, dimana masing-masing

variabel berinteraksi dan saling mendukung yang berakhir dengan loyalitas

merek. Oleh karena itu timbul ketertarikan peneliti untuk mengambil judul:

” ANALISIS LOYALITAS MEREK OLI TOP 1”(Studi Pada Bengkel Dasyi

J aya Motor Di Sur abaya)

1.2 Rumusa n Masa lah

Berdasarkan latar belakang masalah yang terjadi , maka perumusan masalah

yang dipergunakan dalam penelitian berikut ini adalah :

“Apakah Brand Trust berpengaruh terhadap loyalitas merek oli Top 1 di bengkel

dasyi jaya Surabaya selatan?”

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah yang terjadi , maka perumusan masalah

yang dipergunakan dalam penelitian berikut ini adalah :

“Apakah Brand Trust berpengaruh terhadap loyalitas merek oli Top 1 di bengkel

(20)

1.4 Manfa at Penelitian

Manfaat yang dapat diambil di penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagiperusahaan

Sebagai referensi bagi pihak manajemen dalam melaksanakan pemasaranya,

untuk meningkatkan brand trust yang dapat mempengaruhi loyalitas terhadap

merek.

2. Bagipeneliti lain

Sebagai bahan kajian dan informasi dalam mengembangkan penelitian serupa

(21)

BAB II

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Ter dahulu

Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh pihak lain yang dapat

digunakan sebagai bahan masukan serta bahan pengkajian yang berkaitan dengan

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.Penelitian Langgeng Yuswo Rini dan Sri Rahayu Tri Astuti (2 juli 2009)

dengan judul Studi Tentang Loyalitas merek produk “X” permasalahan dalam

penelitian ini apakah faktor – faktor yang mempengaruhi loyalitas merek

dengan variabel kepercayaan terhadap merek sebagai variabel antara pada

produk “X”, tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis

factor-faktor yang mempengaruhi loyalitas merek dengan variabel kepercayaan

terhadap merek sebagai variabel antara pada produk “X”, populasi dari

penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi S1 reguler UNDIP yang

mengkonsumsi produk pelembab wajah “X”, tipe penelitian yang di gunakan

adalah tipe penelitian survey dengan menggunakan teknik accidental sampling,

hasil penelitian ini menujukkan bahwa karakteristik merek, karakteristik

perusahaan dan karakteristik konsumen – merek merupakan factor-faktor

(22)

2.Penelitian Muhammad Rafiq dengan judul “Pengaruh Kepercayaan

Konsumen Pada Merek terhadap loyalitas”. permasalahan dari penelitian ini

adalah Apakah varibel-variabel yang kemungkinan dapat mempengaruhi

kepercayaan dan loyalitas terhadap merek,Populasi dalam penelitian ini

adalah masyarakat yang membeli sepeda motor. Sampel penelitian yaitu

konsumen yang sudah membeli dan konsumen yang belum/tidak membeli

sepeda motor merek Honda.Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini

menggunakan nonprobability sampling dan teknik pengambilan sampel

menggunakan purposive sampling.Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk

mengidentifikasi tingkat kepercayaan maupun loyalitas lebih relevan untuk

produk durable, berisiko tinggi dan high involvement. Karena produk atau

merek tersebut membutuhkan evaluasi dan pertimbangan yang matang dari

konsumen ketika mereka akan membelinya

3.Penelitian albert soegiharto,dengan judul “Analisa Pengaruh Iklan Terhadap

Kesadaran Merek Dan Persepsi Kualitas Dan Pengaruhnya Terhadap

Loyalitas Merek (Studi Pada merek Coca-Cola)” permasalahan dari penelitian

ini adalah bagaimana pengaruh iklan terhadap kesadaran merek dan persepsi

kualitas dan pengaruhnya terhadap loyalitas merek, Populasi dalam penelitian

ini adalah masyarakat di Surabaya yang mengkonsumsi Coca-Cola. Teknik

sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dimana

kuesioner sebagai alat utama pengumpulan data. terdapat berbagai macam

(23)

9

pergunakan adalah purposive sampling atau sering juga di sebut dengan

judgement sampling. untuk menganalisis data digunakan the structural

equation modeling (SEM) dari paket software statistic AMOS dalam model

dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui telaah

pustaka yg di lakukan maka di peroleh dukungan yang signifikan iklan

berdampak positif terhadap kesadaran merek dan persepsi kualitas, kesadara

merek berdampak posistif terhadap loyalitas merek serta persepsi kualitas

memiliki dampak positif terhadap loyalitas merek

2.2. Landasan Teor i

2.2.1. Penger tia n Pemasar an

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan

atau pengusaha dalam usahanya, untuk mencapai laba yang diinginkan.Kegiatan

atau aktivitas pemasaran tidak hanya sekedar menjual barang atau jasa, juga

merupakan suatu kegiatan aktivitas pemasaran.

Menurut Alma (2000:1) istilah pemasaran dalam bahasa inggris dikenal

dengan nama marketing. Asal kata pemasaraan adalah pasar = market. Apa yang

dipasarakan itu, ialah barang dan jasa. Memasarkan barang tetapi lebih luas dari

itu. Di dalamnya tercakup berbagai kegiatan seperti membeli, menjual, dengan

segala macam cara, menyangkut barang, menyimpan, mensortir dan sebagainya.

Pemasaran atau Marketing, menurut Kotler (2000:9) adalah yaitu suatu proses

(24)

butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas

mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain dalam Fajar Laksana

(2008:4)

2.2.1.1 Penger tian Manajemen Pemasara n

Manajemen pemasaran adalah kegiatan menganalisa, merencanakan,

mengimplementasikan dan mengawasi segala kegiatan atau program guna

mencapai tingkat pemasaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh

perusahaan. Kegiatan utamanya terletak pada merancang penawaran yang

dilakukan perusahaan agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pasar

dengan menggunakan politik harga, cara-cara komunikasi, cara distribusi,

menyajikan informasi, memotivasi dan melayani pasar menurut Alma ( 2000 : 86)

Manajemen pemasaran menurut Kotler (2000:9) adalah proses perencanaan

dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan,

barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran

individu dan organisasi dalam Fajar Laksana (2008:4)

2.2.1.2 Penger tia n Baur an Pema sar an (Marketing Mix)

Bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan salah satu konsep utama

perusahaan, bauran pemasaran adalah gabungan strategi produk, penetapan harga,

promosi dan distribusi yang digunakan untuk memasarkan produk.

Menurut Swastha ( 2002 : 193 ), Marketing Mix merupakan kombinasi dari

empat variabel atau kegiatan inti dari sistem pemasaran perusahaan,yakni :

(25)

11

akanmenentukan keberhasilan pemasaran bagi perusahaan, dan semua ini

ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang

dipilih.

Menurut Lee dan Johnson (2004:14) bauran pemasaran terdiri dari empat

komponen utama : produk,tempat,harga, dan promosi. Variabel- variable bauran

pemasaran sering kali dipandang sebagai variable terkendali karena seorang

manajer pemasaran dapat memutuskan tipe setiap komponen dan jumlah yang

akan digunakan untuk meraih kepuasan konsumen. Jadi, promosi (yang

menyertakan periklanan) harus diseimbangkan dengan rancangan produk, metode

distribusi, dan harga untuk menciptakan bauran pemasaran menyeluruh yang akan

dipertimbangkan para konsumen ketika mereka memilih sebuah produk.

1. Produk

Produk adalah “sebundel harga” yang memenuhi harapan konsumen. Sebagai

contoh,sebuah computer laptop Acer lebih dari sekedar computer ia juga

menyertakan panduan instruksi, akses ke jalur pelayaran pelanggan, sertifikat

jaminan, dan komponen-komponen lain.

2. Tempat

Tempat disebut juga saluran distribusi.Sebuah saluran distribusi merujuk pada

sekelompok individu dan organisasi yang mengarahkan aliran produk dari

para konsumen.Kegiatan-kegiatan distribusi menyertakan pengelolaan

pengangkutandan penyimpanan produk, pemrosesan pesanan, dan pencatatan

(26)

3. Harga

Harga adalah nilai yang diperhitungkan dengan produk-produk dalam sebuah

transaksi pemasaran.Sebuah harga produk harus mencakup seluruh biaya yang

terlibat dalam produksi, distribusi, dan promosinya, demikian pula perkiraan

laba.

4. Promosi

Promosi – komunikasi pemasaran – mencakup berbagai teknik yang

digunakan untuk berkomunikasi dengan para konsumen dan calon apotensial

konsumen. Seiring dengan penjualan pribadi, promosi penjualan dan

hubungan masyarakat (publisitas), periklanan adalah satu dari empat elemen

bauran promosi

2.2.2 Penger tian Merek (Brand)

Keahlian yang sangat unik dari pemasar profesional adalah kemampuannya

untuk menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merek.Para

pemasar mengatakan bahwa pemberian merek adalah seni dan bagian paling

penting dalam pemasaran. Merek adalah salah satu intangible yang dimiliki

perusahaan, bahkan bagi beberapa perusahaan, merek adalah aset yang paling

penting yang menjadi dasar keunggulan kompetitif dan pendapatan masa depan

bagi perusahaan

Merek merupakan salah satu pomponen utama dalam suatu product strategy

dalam buku Marketing Management karangan kotler (2003 p,418), the American

(27)

13

nama,istilah simbol atau kombinasi dari hal- hal tersebut,yang dimaksudkan

untuk mengidentifikasikan barang atw jasa dari seseorang atau sekelompok

penjual dan untuk membedakan dari produk pesaing.

Merek sebenarnya adalah janji penjual untuk secara konsisten memberikan

fitur,manfaat dan jasa tertentu pada pembeli,merek-merek ter baik memberikan

jaminan kualitas,tetapi merek lebih dari sekedar symbol. . Merek dapat memiliki

enam levelpengertian (Kotler, 2000) yaitu sebagaiberikut:

1. Atribut: merek mengingatkan pada atribut tertentu

2. Manfaat: bagi konsumen, kadangsebuah merek tidak sekadar menyatakan

atribut, tetapi manfaat. Mereka membeli produk tidak membeli atribut, tetapi

membeli manfaat. Atribut yang dimiliki oleh suatu produk dapat

diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan atau emosional..

3. Nilai: merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen..

4. Budaya: merek juga mewakili budaya tertentu

5. Kepribadian: merek mencerminkan kepribadian tertentu.

6. Pemakai: merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau

menggunakan produk tersebut..

2.2.2.1 Pera nan dan Kegunaa n Mer ek

Merek memegang peranan penting bagi perusahaan, salah satunya adalah

menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada

konsumen.Suatu merek digunakan oleh produsen atau pemasar untuk

(28)

pesaing.Merek memudahkan konsumen mengetahui siapa yang membuat produk

dan melindungi produsen dan konsumen dari pesaing yang berusaha membuat

produk yang serupa.Penggunaan merek pada berbagai produk telah dilakukan

sejak jaman dulu pada abad pertengahan industri dan rumah tangga.Dalam

pemasaran modern saat ini, peranan merek menjadi semakin penting. Semakin

ketatnya persaingan antar produk dalam kategori yang sama membuat merek

menjadi alat utama yang membedakan antara satu produk dengan produk yang

lainnya. Bahkan bisa jadi hanya merek yang dapat membedakan suatu produk

dengan produk lain. Menurut Durianto (2001), merek menjadi sangat penting saat

ini, karena beberapa faktor seperti:

1. Emosi konsumen terkadang turun naik, merek mampu membuat janji emosi

menjadi konsisten dan stabil.

2. Merek mampu menembus setiap pasar budaya dan pasar, bisa dilihat bahwa

suatu merek yang kuat mampu diterima di seluruh dunia dan budaya.

3. Merek mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen.

Semakin kuat suatu merek, semakin kuat pula interaksinya dengan konsumen.

4. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen. Merek `

yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen.

5. Merek memudahkan proses mengambil keputusan pembelian oleh

konsumen, dengan adanya merek, konsumen dapat dengan mudah

(29)

15

dengan kualitas, kepuasan, kebanggaan, ataupun atribut lain yang melekat

pada merek tersebut.

6. Merek menjadi berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan

2.2.3 Keper cayaa n Pelanggan pada Mer ek (Brand Trust)

Menurut morgan dan hunt (2002:23), definisi brand trust adalah, “brand trust

is willingness of the average consumer to rely on the ability of the brand to

perform its stated function”,brand trust adalah kesediaan konsumen rata-rata

mengandalkan kemampuan merek untuk melakukan fungsi yang dinyatakan.

Sedangkan dooney dan canyon (2001:37) mendefinisikan brand trust adalah “it

involve a calculative process based on the ability of an object or parts (brand) to

continue to meet its obligation and on an estimation of the cost versus rewards of

straying in the relationship”, brand trust melibatkan proses kalkulatif berdasarkan

kemampuan dari suatu obyek atau bagian (brand) untuk terus memenuhi

kewajibannya dan pada estimasi biaya versus manfaat menyimpang dalam

hubungan. Penelitian yang dilakukan Tezinde et al (2001) membuktikan bahwa

kepercayaan, komitmen dan kepuasaan akan mempengaruhi hubungan dengan

konsumen dan loyalitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Brand Trust

merupakan suatu respon konsumen akibat penggunaan suatu merek dimana

konsumen mendapatkan efek kognitif yaitu kepercayaan dari pengalaman

mengkonsumsi

Kepercayaan memiliki peran yang penting dalam pemasaran industri.

(30)

mencari cara yang lebih kreatif dan fleksibel untuk beradaptasi. Untuk tetap

bertahan dalam situasi tersebut, perusahaan akan mencari cara yang kreatif

melalui pembentukan hubungan yang kolaboratif dengan pelanggan, Kepercayaan

dianggap sebagai cara yang paling penting dalam membangun dan memelihara

hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjangKepercayaan merek dan afeksi

merek yang positif akan berdampak terhadap kesetiaan pembelian dan loyalitas

sikap (Chauduri dan Holbrook dalam Halim, 2002). Jacoby dan Chestnut dalam

Halim (2002) menekankanbahwa pada kesetiaan merek terdapat beberapa

tingkatan komitmenkonsumen terhadap merek. Komitmen dimaksudkan

antara lain kepercayaan(trust ), pembelian secara terus menerus (continual

purchase), keenggananuntuk berpindah merek (brand switching) dan rasa senang

atau bahagia(affect ) pada saat mengkonsumsi merek tersebutDalam pasar

konsumen, ada begitu banyak konsumen yang tidak teridentifikasi, sehingga sulit

bagi perusahaan untuk membangun hubungan personal dengan setiap pelanggan

Cara lain yang ditempuh oleh pemasar untuk membangun hubungan personal

dengan pelanggan adalah melalui sebuah simbol, yaitu merek (brand). Dalam

situasi tersebut, merek berperan sebagai substitute hubungan person-to-person

antara perusahaan dengan pelanggannya, selanjutnya kepercayaan dapat dibangun

melalui merek

2.2.3.1 Anteseden Keper cayaan Pelanggan pada Merek

Dalam hubungan kepercayaan dan merek, entitas yang dipercaya adalah

(31)

17

kepercayaan pada merek.Untuk menciptakan loyalitas dalam pasar saat ini,

pemasar harus memfokuskan pada pembentukan dan pemeliharaan kepercayaan

dalam consumer-brand relationship (Lau dan Lee, 1999).Brucks et al. (2000)

memberi contoh yaitu konsumen dapat menggunakan merek dan harga untuk

mengisyaratkan suatu prestis dan dimensi-dimensi lain. Maka tugas bagi pemasar

adalah mengidentifikasi dimensi kualitas yang dipercayai konsumen untuk setiap

kategori produk serta menetukan harga dan merek yang relevan untuk semua

dimensi tersebut. Knapp (2000) menyatakan bahwa merek yang menjajikan

adalah merek yang dapat memberikan esensi dari manfaat merek tersebut baik

fungsional maupun emosional yang mempunyai potensi bahwa konsumen akan

senantiasa berharap dan selalu menggunakan produk tersebutOleh karena itu,

kepercayaan yang telah dibangun oleh pelanggan pada suatu merek kemungkinan

akan mengarah pada loyalitas terhadap merek tersebut Dalam membangun dan

mengembangkan brand trust, perusahaan harus memahami karakteristik penting

sebagai determinan kepercayaan pelanggan, yang pada akhirnya akan mengarah

pada loyalitas pelanggan. karakteristik kunci bagi kesuksesan hubungan antara

pelanggan dan perusahaan adalah karakteristik merek dan karakteristik

perusahaan

2.2.4. Kar akter istik Mer ek (Brand Characteristics)

Karakteristik merek memainkan peran yang vital dalam menentukan apakah

pelanggan memutuskan untuk percaya pada suatu merek.Berdasarkan pada

(32)

didasarkan pada reputation, predictability dan competence dari individu tersebut

(Lau dan Lee, 1999).Dalam konteks hubungan pelanggan-merek, kepercayaan

pelanggan dibangun berdasarkan pada reputasi merek, prediktabilitas merek, dan

kompetensi merek. Penjelasan dari tiga karakteristik merek dapat ditunjukkan

sebagai berikut:

a. Brand Reputation

Brand reputation berkenaan dengan opini dari orang lain bahwa merek itu

baik dan dapat diandalkan (reliable). Reputasi merek dapat dikembangkan

bukan saja melalui advertising dan public relation, tapi juga dipengaruhi oleh

kualitas dan kinerja produk. Pelanggan akan mempersepsikan bahwa sebuah

merek memiliki reputasi baik, jika sebuah merek dapat memenuhi harapan

mereka, maka reputasi merek yang baik tersebut akan memperkuat

kepercayaan pelanggan (Lau dan Lee, 1999).

b. Brand Predictability

Brand predictability. Berkaitan erat dengan kemampuan kelompok untuk

meramalkan perilaku kelompok yang lain. Merek yang dapat diprediksi

adalah merek yang memungkinkan konsumen untuk mengantisipasi berbagai

kemungkinan dengan percaya diri yang beralasan.Prediktabilitas ini dapat

terkait dengan tingkat kekonsistenan kualitas produk.Shapiro dkk (Lau & Lee,

1999) menggambarkan tiga kepercayaan yang dapat ditemui dalam hubungan

bisnis; kepercayaan yang berdasar pada penolakan, kepercayaan yang

(33)

19

Kepercayaan yang berdasar pada pengetahuan tercipta jika suatu

kelompok memiliki informasi yang cukup tentang kelompok lainnya

untuk memahami dan memprediksi tingkah lakunya

c. Brand Competence

Brand competence adalah merek yang memiliki kemampuan untuk

menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh pelanggan, dan dapat

memenuhi kebutuhannya.Kemampuan berkaitan dengan keahlian dan

karakteristik yang memungkinkan suatu kelompok memiliki pengaruh dalam

suatu wilayah tertentu (Butler dan Cantrell, 1984, dalam Lau dan Lee,

1999).Ketika diyakini bahwa sebuah merek itu mampu untuk menyelesaikan

permasalahan dalam diri pelanggan, maka pelanggan tersebut mungkin

berkeinginan untuk meyakini merek tersebut.

2.2.5.Ka r akter istik Per usahaan (Company Characteristics)

Karakteristik perusahaan juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan

pelanggan pada sebuah merek. Pengetahuan konsumen terhadap perusahaan

kemungkinan akan mempengaruhi penilaiannya terhadap merek perusahaan.

Karakteristik perusahaan yang berpengaruh terhadap kepercayaan pelanggan pada

sebuah merek adalah kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan, reputasi

perusahaan, motif-motif dari perusahaan yang dipersepsikan, dan integritas

(34)

a. Trust in the Company

Dalam kasus perusahaan dan mereknya, perusahaan merupakan entitas

terbesar dan merek merupakan entitas terkecil dari entitas terbesar

tersebut.Sehingga, pelanggan yang percaya terhadap perusahaan

kemungkinan percaya terhadap mereknya.

b. Company Reputation

Ketika pelanggan mempersepsikan opini orang lain bahwa perusahaan

dikenal adil dan jujur, maka pelanggan akan merasa lebih aman dalam

memperoleh dan menggunakan merek perusahaan. Dalam konteks saluran

pemasaran, ketika perusahaan dinilai memiliki reputasi yang baik, maka

pelanggan kemungkinan besar akan percaya pada pengecer dan vendor

c. Company Perceived Motives

Dalam konteks merek, ketika pelanggan mempersepsikan suatu perusahaan

layak dipercaya dan bertindak sesuai dengan kepentingan mereka, maka

pelanggan akan mempercayai merek perusahaan.

d. Company Integrity

Integritas perusahaan merupakan persepsi pelanggan yang melekat pada

sekumpulan dari prinsip-prinsip yang dapat diterima.Perusahaan yang

memiliki integritas tinggi tergantung pada konsistensi dari tindakannya di

masa lalu, komunikasi yang akurat tentang perusahaan dari kelompok lain,

keyakinan bahwa perusahaan memiliki sense of justice yang kuat, serta

(35)

21

memiliki integritas tersebut, maka kemungkinan merek perusahaan akan

dipercaya oleh pelanggan (Lau dan Lee, 1999).

2.2.6. Kar akter istik Pela nggan-Mer ek (Consumer-Brand Characteristics)

Suatu hubungan tidak satu arah, setiap kelompok saling mempengaruhi dalam

hubungannya dengan kelompok lain. Sehingga, karakteristik pelanggan-merek

dapat mempengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap merek.Karakteristik dalam

hubungan pelanggan dengan merek mencakup kesamaan (similarity) antara

self-concept pelanggan dengan citra merek, kesukaan pelanggan terhadap merek,

pengalaman pelanggan, kepuasaan pelanggan, serta dukungan dari rekan (peer

support).

a. Similarity between Consumer Self-Concept dan Brand Personality

Penelitian dalam hubungan interpersonal menunjukkan bahwa similaritas

dari karakteristik dua kelompok dapat memberikan kecenderungan tumbuhnya

kepercayaan. Jika atribut atau personality fisik merek dinilai sama dengan

self-image pelanggan, maka pelanggan kemungkinan untuk mempercayai

merek tersebut (Lau dan Lee, 1999).

b. Liking the Brand

Bernet (1996), dalam Lau dan Lee (1999) mengusulkan bahwa untuk

mengawali suatu hubungan, suatu kelompok harus disenangi oleh kelompok

lain. Dalam pemasaran konsumen, jika seorang pelanggan suka terhadap suatu

merek, maka pelanggan tersebut kemungkinan besar akan mempercayai

(36)

c. Experience with the Brand

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, konsumen belajar dari

pengalaman masa lalunya, dan perilaku di masa akan datang dapat diprediksi

berdasarkan pada perilaku masa lalunya. Ketika konsumen memperoleh

pengalaman lebih dengan sebuah merek, maka mereka akan memahami merek

dengan lebih baik dan menumbuhkan kepercayaan lebih terhadap merek

tersebut.

d. Satisfaction with the Brand

Kepuasan terhadap sebuah merek dapat didefinisikan sebagai hasil dari

evaluasi subjektif bahwa merek alternatif yang dipilih memenuhi atau

melampaui ekspektasi konsumen (Bloemer dan Kasper, 1995, dalam Lau dan

Lee, 1999).

e. Peer Support

Braden et al. (1989), dalam Lau dan Lee (1999) mengusulkan bahwa

faktor yang penting dalam menentukan perilaku individu adalah pengaruh

individu lainnya, dan menyatakan bahwa pengaruh sosial merupakan faktor

yang penting dalam menentukan perilaku konsumen. Karena itu, pelanggan

kemungkinan akan percaya terhadap merek yang mana orang/pihak lain yang

(37)

23

2.2.7 Loya lita s mer ek

2.2.7.1 Definisi Loyalitas mer ek

Loyalitas merek (brand loyalty) adalah suatu ukuran keterkaitan pelanggan

kepada sebuah merek (Durianto, 2001) Merek adalah istilah, tanda, simbol, atau

rancangan, atau kombinasi hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk

mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan

untuk membedakannya dari produk pesaing (Kotler, 2003).Merek harus dapat

mencerminkan citra yang baik suatu produk dan bukan menjerumuskan produk

tersebut. Pendapat Kotler (2003), bahwa merek dapat memberikan beberapa

manfaat bagi penjual, yaitu merek memudahkan dalam proses pemesanan dan

penelusuran masalah, merek memberi kesempatan untuk menarik pelanggan setia

dan menguntungkan, merek membantu dalam segmentasi pasar, dan merek

membantu dalam membangun citra serta dalam peluncuran merek-merek baru.

Loyalitas adalah komitmen yang mendalam untuk membeli kembali suatu

produk atau jasa yang dipilih dimasa datang, dengan cara membeli merek yang

sama secara berulang atau membeli sekelompok merek yang sama secara

berulang, meskipun pengaruh situasional dan usaha-usaha pemasaran secara

potensial menyebabkan tingkah laku untuk berpindah (Oliver, 1999). Loyalitas

merek merupakan sebuah fenomena attitudinal yang berkorelasi dengan perilaku,

(38)

2.2.7.2. Penger tia n Loyalitas Mer ek (Brand Loyalty)

Konsumen pada dasarnya berusaha untuk memilih salah satu dari merek yang

terbaik untuk merek yang dapat memberikan nilai tambahan dan tentunya

berdasarkan referensi yang sudah ada. Ini diasumsikan bahwa konsumen

memiliki informasi yang lengkap dan mungkin saja lebih lengkap dari pada yang

dimiliki oleh produsen itu sendiri. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu

alasan pentingnya mengelola merek.Loyalitas merek (brand loyalty) merupakan

suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek (Durianto, 2001).

Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang

pelanggan beralih ke merek produk lain, terutama jika pada merek tersebut

didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga maupun atribut lain. Seorang

pelanggan yang sangat loyal kepada suatu merek tidak akan dengan mudah

berpindah ke merek lain, apapun yang terjadi dengan merek tersebut. Apabila

loyalitas pelanggan terhadap suatu merek meningkat, kerentanan kelompok

pelanggan tersebut dari ancaman dan serangan dari merek produk pesaing dapat

dikurangi.

2.2.7.3. Pengukur an loyalita s merek

Loyalitas merek menurut mowen dan minor (dalam lamidi,2007) adalah suatu

kondisi dimana konsumen mempunyai sikap positif terhadap merek, mempunyai

komitmen pada merek tersebut, dan bermaksud meneruskan pembelianya di masa

mendatang, definisi ini di dasarkan pada dua pendekatan yaitu behavioral dan

(39)

25

(behavioral),maka hal ini mengacu pada perilaku konsumen yang hanya membeli

produk secara berulang-ulang,tanpa menyertakan aspek perasaan di

dalamnya,sebaliknya jika yang di pakai pendekatan attitudinal maka loyalitas

merek mengandung aspek kesukaan konsumen pada sebuah merek. Pengukuran

brand loyalty sebagai berikut:

1.Behavior measur e (pengukur an per ila ku)

Suatu cara langsung untuk menetapkan loyalitas, terutama untuk habitual

behavior (perilaku konsumen) adalah dengan memperhitungkan pola pembelian

actual, beberapa ukuran yang dapat di gunakan : (Durianto,et al,2004,p 132-134)

a.Repurchase ratest (tingkatan pembelian ulang) Yaitu tingkat persentase

pelanggan yang membeli merek yang sama pada kesempatan membeli jenis

produk tersebut.

b.Percent of purchase (persentase pembelian) Yaitu tingkat persentase

pelanggan yang membeli merek yang sama pada kesempatan membeli dari

beberapa pembelian terakhir.

c.Number of brand purchase (jumlah merek yang di beli) Yaitu tingkat

persentase pelanggan dari suatu produk yang hanya membeli satu merek,

dua merek, tiga merek, dan seterusnya.

Loyaltas merek sangat bervariasi di antara beberapa kelas produk.tergantung

(40)

2. Measur ing switching cost (pengukur a n bia ya pera lihan)

Pengukuran pada variable ini dapat mengidentifikasi loyalitas merek,pada

umumnya jika biaya untuk berganti merek sangat mahal,pelanggan akan enggan

untuk berganti merek sangat mahal,pelangan akan enggan untuk berganti merek

sehingga laju penyusutan kelompok pelanggan dari waktu ke waktu akan rendah.

3.Measur ing satisfaction (pengukur an kepuasan)

Pengukuran terhadap kepuasan maupun ketidakpuasan pelanggan suatu merek

merupakan indikator penting dari brand loyalty.bila ketidakpuasan pelanggan

terhadap suatu merek rendah,maka pada umumnya tidak cukup alasan untuk

beralih mengkonsumsi merek lain kecuali bila ada faktor-faktor penarik yang

sangat kuat.dengan demikian sangat perlu bagi perusahaan untuk mengeksplor

informasi dari pelanggan yang memindahkan pembelianya ke merek lain dalam

kaitanya dengan permasalahan yang di hadapi oleh pelanggan ataupun alasan

yang terkait dengan ketergesaan mereka memindahkan pilihannya.

4.Measur ing liking the br and (pengukur a n kesukaan ter hadap merek)

Kesukaan terhadap merek, kepercayaan, perasaaan – perasaan hormat atau

bersahabat dengan suatu merek membakitkan kehangatan dalam perasaan

pelanggan,akan sangat sulit bagi merek lain untuk dapat menarik pelanggan yang

sudah mencintai merek dalam tahapan ini. pelanngan dapat saja sekedar suka

terhadap merek dengan alas an yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya melalui

(41)

27

rasa tersebut dapat dicerminkan dengan membayar harga yang jauh lebih mahal

untuk memperoleh merek tersebut.

5.Measur ing commitment (pengukur a n komitmen)

Salah satu indikator kunci adalah jumlah interaksi dan komitmen pelanggan

yang berkaitan dengan produk tersebut,kesukaan pelanggan terhadap suatu

merek akan mendorong mereka untuk membicarakan merek tersebut kepada

pihak lain,baik dalam taraf sekedar menceritakan alas an pembelian mereka

pada suatu merek atau bahkan tiba pada taraf merekomendasikannya kepada

orang lain untuk menkonsumsi merek tersebut, indicator lain adalah sejauh

mana tingkat kepentingan merek tersebut bagi seseorang, berkenaan dengan

aktifitas dan kepribadian mereka, misalnya manfaat atau kelebihan yang

dimiliki dalam kaitanya dengan penggunaan.

2.2.7.4.Tingkatan Loyalitas Merek (Brand Loyalty)

Dalam loyalitas merek, didapati adanya beberapa tingkatan, masing-masing

tingkatannya menunjukkan tantangan pemasaran yang harus dihadapi sekaligus

aset yang dimanfaatkan. Menurut Durianto (2001), adapun tingkatan loyalitas

merek tersebut adalah sebagai berikut:

1. Switcher (konsumen yang suka ber pindah-pindah)

Pelanggan yang berada pada tingkat switcher loyalty adalah pelanggan yang

(42)

pelanggan dengan switcher loyalty memiliki perilaku sering berpindah pindah

merek, sama sekali tidak loyal atau tidak tertarik pada merek-merek yang

dikonsumsi. Ciri yang paling nampak dari jenis pelanggan ini adalah membeli

suatu produk karena harga yang murah atau karena faktor insentif lain.

2. Habitual buyer (konsumen yang membeli kar ena kebiasaan)

Habitual behavior merupakan aktivitas rutin konsumen dalam membeli suatu

merek produk, meliputi proses pengambilan keputusan pembelian dan kesukaan

terhadap merek produk tersebut. Pelanggan yang berada dalam tingkatan habitual

buyer dapat dikategorikan sebagai pelanggan yang puas dengan merek produk

yang dikonsumsi atau setidaknya pelanggan tidak mengalami ketidakpuasan

dalam mengkonsumsi merek tersebut.

3.Satisfied buyer (konsumen yang puas dengan pembelia n yang dilakukan)

Pada tingkatan satisfied buyer, pelanggan suatu merek masuk dalam kategori

puas bila pelanggan mengkonsumsi merek tersebut, meskipun demikian mungkin

saja pelanggan memindahkan pembelian ke merek lain dengan menanggung

switching cost (biaya peralihan) yang terkait dengan waktu, uang, atau risiko

kinerja yang melekat dengan tindakan pelanggan beralih merek.

4.Lik ing of the brand (menyuka i mer ek)

Pelanggan yang masuk dalam kategori liking of the brand merupakan

(43)

29

dijumpai perasaan emosional yang terkait pada merek. Rasa suka pelanggan bisa

saja didasari oleh asosiasi yang terkait dengan simbol, rangkaian pengalaman

dalam penggunaan sebelumnya, baik yang dialami pribadi maupun oleh kerabat

atau pun disebabkan

olehperceived quality yang tinggi. Meskipun demikian, sering kali rasa suka

ini merupakan suatu perasaan yang sulit diidentifikasi dan ditelusuri dengan

cermat untuk dikategorikan ke dalam sesuatu yang spesifik.

5. Committed buyer (konsumen yang komit ter hada p mer ek pr oduk yang

dibeli)

Commitment yaitu kepercayaan bahwa produk yang dikonsumsi mampu

melahirkan komunikasi dan interaksi di antara pelanggan yang ada (Aaker, 1991,

Herizon & Maylina, 2003). Pada tahapan loyalitas committed buyer pelanggan

merupakan pelanggan setia (loyal). Pelanggan memiliki suatu kebanggaan sebagai

pengguna suatu merek dan bahkan merek tersebut menjadi sangat penting bagi

pelanggan dipandang dari segi fungsi maupun sebagai suatu ekspresi mengenai

siapa sebenarnya diri pelanggan. Pada tingkatan ini, salah satu aktualisasi

loyalitas pembeli ditunjukkan oleh tindakan merekomendasikan dan

mempromosikan merek tersebut kepada pihak lain.

Loyalitas merek,loyalitas pelanggan terhadap suatu merek akan tergantung

terhadap tingkat kepercayaan pelanggan pada merek tersebut. Indikator yang

(44)

a. Melakukan pembelian ulang

Pelanggan yang loyal terhadap merek akan melakukan pembelian ulang

dengan merek yang sama.

b. Merekomendasikan merek

Pelanggan yang loyal terhadap merek akan merekomendasikan

pengalamannya kepada teman dan orang lain. Referral merupakan

sumber yang sangat penting bagi pelanggan yang baru, dan pelanggan

yang menunjukan kekuatan rekomendasi personal cenderung tinggal

lebih lama.

c. Bersedia membayar lebih

Pelanggan yang loyal pada merek akan membayar lebih untuk sebuah

merek karena mereka mempersepsikan beberapa nilai yang unik yang

tidak diberikan oleh merek lain.

d. Tidak akan berganti merek

Pelanggan yang loyal terhadap merek tidak akan mengganti merek

tertentu dengan merek lain.

2.2.8.Pengar uh keper cayaan mer ek ter hada p loyalitas mer ek

Loyalitas pada merek melibatkan kepercayaan pada merek. Untuk

menciptakan loyalitas dalam pasar saat ini, Menurut Lau dan Lee (1999) dalam

jurnal Rully Arlan Tjahyadi (2006) karakteristik merek, karakteristik perusahaan,

(45)

31

penting kepercayaan pelanggan pada merek, yang pada akhirnya akan mengarah

pada loyalitas pelanggan pada merek.Menurut boon & homes (1999) seperti di

kutip oleh lau &lee (1999) dalam jurnal Muhammad Rafiq yang berjudul

pengaruh kepercayaan kosumen pada merek terhadap loyalitas merek,

menyatakan bahwa jika individu mempercayai pihak lain, maka kemunkinan

terbentuknya positive behavioral intention terhadap pihak lain tersebut akan

semakin besar. Dengan demikian ketika konsumen mempercayai suatu merek

tertentu kemunkinan akan membentuk positive buying intention yang semakin

besar.Lau dan Lee memproposisikan bahwa kepercayaan terhadap merek akan

menimbulkan loyalitas merek.Penelitian yang dilakukan Tezinde et al (2001)

membuktikan bahwa kepercayaan, komitmen dan kepuasaan akan mempengaruhi

hubungan dengan konsumen dan loyalitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

Brand Trust merupakan suatu respon konsumen akibat penggunaan suatu merek

dimana konsumen mendapatkan efek kognitif yaitu kepercayaan dari pengalaman

mengkonsumsi,

Dari uraian dan teori di atas maka dapat di simpulkan bahwa semakin baik

(46)

2.3. Ker angka Konseptua l

Ga mbar 2.3. Pengar uh kar a kter istik mer ek dan kar akter istik per usahaan Ter hadap loyalitas mer ek

2.4. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan pada tinjauan teori yang telah disampaiakan, maka hipotesis

dalam penelitian ini adalah:

“Diduga bahwa terdapat pengaruh positif antara brand trus terhadap brand

loyalty”

karakteristik merek (X1.1)

Brand loyalty (Y)

karakteristik perusahaan

(X1.2)

(47)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Definisi Oper asiona l dan Var iabel Penelitian

3.1.1.Definisi Operasiona l

Definisi operasional variabel merupakan suatu definisi yang diberikan kepada

suatu variabel dengan memberi arti atau menspesifikkan kegiatan atau

membenarkan suatu operasional yang diperkukan untuk mengukur variabel

tersebut (Sugiyono, 2005).

3.1.2. Var ia bel Peneltian

Varibel Penelitian suatu atribut atau sifat dari orang, obyek atau kegiatan yang

memiliki variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan diterik

kesimpulannya (Sugiyono, 2003). Berkaitan dengan penilitian ini, variabel

penelitian yang terdiri dari variabel dependen dan variabel independen diuraikan

sebagai berikut:

1.Brand trust (X1)

Kepercayaan terhadap merek merupakan kesediaan atau kemauan konsumen

dalam menghadapi resiko yang berhubungan dengan produk yang akan

memberikan hasil yang positif atau menguntungkan

(48)

Karakteristik merek merupakan persepsi responden tentang merek dan

bagaimana merek tersebut dapat diketahui serta mempunyai peran dalam

menentukan pengambilan keputusan konsumen untuk mempercayai suatu merek.

Indikator dalam variabel ini adalah (Arlan,2006: 70) :

1 . Merek yang mempunyai reputasi yang tinggi

2 . Merek yang konsisten dengan kualitas dari produknya

3 . Merek yang dapat memenuhi kebutuhan dari konsumenya

1.2 Karakteristik perusahaan (X1.2)

Karakteristik perusahaan merupakan kemampuan perusahaan, yang

tercermin dari besarnya kepercayaan konsumen terhadap merek suatu produk

perusahaan.

Indikator dalam variabel ini sebagai berikut (arlan,2006:71) :

1. Kepercayaan terhadap perusahaan

2. Reputasi perusahaan tersebut di mata konsumen

3. Keyakinan pelanggan terhadap produk perusahaan

2. Loyalitas merek (Y)

Loyalitas merek adalah komitmen yang mendalam untuk membeli kembali

suatu produk atau jasa yang dipilih dimasa datang dengan cara membeli merek

yang sama secara berulang. Indikator variabel ini adalah (Arlan,2006:73) :

(49)

35

2.Merekomendasikan merek kepada orang lain

3.Bersedia membayar lebih untuk merek tersebut

4.Konsumen Tidak akan berganti merek terntu dengan merek lain

3.2. Pengukur a n Var iabel

Variabel ini diukur dengan data yang berskala interval. sedangkan teknik

pengukurannya menggunakan semantik diferensial yang mempunyai skala 5 poin

dengan pola sebagai berikut :

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju

Keterangan : Jawaban dengan nilai 1 berarti kecenderungan tidak

menyetujui pernyataan yang diberikan (negatif), jawaban dengan nilai antara 5

berarti menyetujui pernyataan yang diberikan (positif).

3.3. Teknik Penentuan Sampel

a. Populasi

Populasi merupakan kelompok subyek / obyek yang memiliki ciri-ciri atau

karakteristik-karakteristik tertentu yang berbeda dengan kelompok subyek / obyek

yang lain, dan kelompok tersebut akan dikenai generalisasi dari hasil penelitian

(Sumarsono, 2004: 44). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan

(50)

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri dan karakteristik

yang sama dengan populasi tersebut. Karena itu sample harus representative dari

sebuah populasi (Sumarsono, 2002 : 45). Metode pengambilan sampel dengan

metode non probability sampling dengan teknik Purposive Sampling yaitu sampel

dipilih berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Dengan kriteria

antara lain :

- Merupakan pelanggan oli top 1 yang membeli lebih dari satu kali.

- Umur pelanggan minimal 18 tahun. Alasannya, sudah cukup dewasa, mengerti

dan memahami kuesioner yang diberikan.

Teknik penentuan sampel yang dipergunakan adalah berdasarkan pedoman

pengukuran sampel menurut Augusty (2002:48), antara lain :

1. 100 – 200 sampel untuk teknik maximum likelihood estimation.

2. Tergantung pada jumlah parameter yang diestimasi. Pedomannya adalah 5

– 10 kali jumlah parameter yang diestimasi.

3. Tergantung pada jumlah indikator yang digunakan dalam seluruh variabel

laten. Jumlah sampel adalah jumlah indikator dikali 5-10. bila terdapat 20

indikator, besarnya sampel adalah 100-200.

Dalam penelitian ini sampel diambil dari konsumen yang berada pada bengkel

dasyi jaya motor, dengan jumlah minimal 10 indikator. Maka jumlah responden

(51)

37

3.4. Teknik Pengumpula n Data

3.4.1. J enis Data

Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.

a. Data Primer.

Yaitu data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian dengan cara

kuesioner.

b. Data Sekunder.

Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dengan cara wawancara serta

dokumentasi perusahaan yang berkaitan dengan masalah penelitian.

3.4.2. Sumber Data

Dalam penelitian ini sumber datanya diperoleh dari bengkel dasyi jaya.

3.4.3. Pengumpulan Data

1). Studi Pustaka, yaitu studi pendahuluan yang diperoleh dari literatur tentang

variabel penelitian yang akan digunakan dan menentukan teori-teori yang

tepat sebagai landasan teori.

2). Studi Lapangan, yaitu studi langsung pada tempat penelitian dengan

menggunakan langkah sebagai berikut :

Kuesioner, yaitu metode pengumpulan data dengan cara membagikan

lembar pertanyaan yang harus diisi oleh responden guna melengkapi data

(52)

3.5.Teknik Ana lisis dan Pengujia n Hipotesis

Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

multivariate dengan Structural Equation Modeling (SEM).

Penaksiran pengaruh pada masing – masing variabel bebas terhadap variabel

terikatnya menggunakan koefisien jalur.

3 .5 .1Uji No r m a lita s d a n Lin ie r ita s

Sebaran data harus dianalisis untuk mengetahui apakah asumsi normalitas

dipenuhi, sehingga data dapat diolah lebih lanjut pada path diagram. Untuk

menguji normalitas distribusi data yang digunakan dalam analisis , penguji dapat

menggunakan uji – uji statistik. Uji yang paling mudah adalah dengan

mengamati skweness value dari data yang digunakan. Dimana biasanya disajikan

dalam statistik deskriptif dari hampir semua program statistic. Nilai statistic

untuk menguji normalitas itu disebut sebagai z – value yang dihasilkan melalui

rumus sebagai berikut :

Nilai – z = Skewness dimana N adalah ukuran sampel

6

N

Bila nilai z lebih besar dari nilai kritis atai critical ratio (Ferdinand, 2000 : 95),

maka dapat diduga bahwa distribusi data tidak normal. Nilai kritis dapat

ditentukan berdasarkan tingkat signifikansi yang dikehendaki. Misalnya bila nilai

(53)

39

Linieritas dengan mengamati scatterplots dari data yaitu dengan memilih

pasangan data dan dilihat pada penyebarannya untuk menduga ada tidaknya

linieritas.

3.5.2. Evaluasi Outlier s

Outliers merupakan observasi atau data yang memiliki karateristik unik yang

sangat berbeda jauh dari observasi-observasi yang lain dan muncul dalam bentuk

ekstrim, baik untuk sebuah variabel tunggal maupun variabel kombinasi. (Hair.

Et.al. 1998).

Adapun outliers dapat dievaluasi dengan 2 cara, yaitu analisis terhadap

univariate outliers dan analisis terhadap multivariate outliers (Hair. Et.al. 1998).

a . Outlier s Univa r iat

Deteksi terhadap adanya outliers univariate daapt dilakukan dengan

menentukan ambang batas yang akan dikategorikan sebagai outlier dengan cara

mengkoversi nilai data penelitian ke dalam standar score atau yang biasa disebut

dengan z-score, yang mempunyai rata-rata nol dengan standar deviasi sebesar satu.

Bila nilai-nilai itu telah dinyatakan dalam format yang standar (z-score), maka

perbandingan antar besaran nilai dengan mudah dapat dilakukan. Untuk sampel

besar (diatas 80 observasi), pedoman evaluasi adalah nilai ambang batas dari

z-score itu berada pada rentang 3 sampai dengan 4 (Hair dkk, 1998 dalam Ferdinand,

(54)

b .Ou tlier s Mu lt iva r ia t

Evaluasi terhadap multivariat outliers perlu dilakukan sebab walaupun data

yang dianalisis menunjukkan tidak ada outlier pada tingkat univariat, tetapi

observasi itu dapat menjadi outliers bila sudah saling dikombinasikan. Jarak

Mahalanobis (The Mahalanobis Distance) untuk tiap obsevasi dapat dihitung dan

menunjukkan jarak sebuah observasi dari rata-rata semua variabel dalam sebuh

ruang multidimensional. Uji terhadap multivariat dilakukan dengan menggunakan

kriteria jarak Mahalanobis pada tingkat ρ< 0,001. Jarak Mahalanobis itu dapat dievaluasi dengan menggunakan nilai χ2 pada derajat kebebasan sebesar jumlah item yang digunakan dalam penelitian. Dan apabila nilai jarak Mahalanobis lebih

besar dari χ2tabel adalah Outlier Multivariat.

3 .5 .3 .Detek s i Mu lticollin e a r ity d a n Singu la r ity

Untuk melihat apakah pada data penelitian terdapat multikolineritas

(Multicollinearity) atau singularitas (Singularity) dalam kombinasi variabel, maka

yang perlu diamati adalah determinan dari matriks kovarians sampelnya.

Determinan yang benar-benar kecil atau mendekati nol akan akan

mengindikasikan adanya Determinant of sample

covariance matrix atau multikolinearitas atau singularitas (Tabachnick, 1998,

P.716), Rumus :

Determinant of Sample covariance matrix = 2.5709 e + 006

(55)

41

3 .5 .3 .1 .Uji Va lid ita s

Validitas menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah indikator

dalam menilai sesuatu atau akuratnya pengukuran atas apa yang seharusnya

diukur. Karena indikator multidimensi, maka uji validitas dari setiap laten

variabel / construct akan diuji dengan melihat loading faktor dari hubungan antara

setiap obseverd variabel dan laten veriabel. Secara umum nilai variance extracted

yang dapat diterima adalah ≥ 0,5. Variance extracted dihitung dengan rumus sebagai berikut :

∑ [Standardize Loading] Variance Extracted =

∑ [Standardize Loading] + ∑εj

3.5.4.Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikator sebuah

konstruk yang menunjukkan derajat sampai dimana masing-masing indikator itu

mengindikasikan sebuah konstruk / faktor laten yang umum. Dengan kata lain

bagaimana hal-hal yang spesifik saling membantu dengan menjelaskan sebuah

fenomena yang umum. Coomposite Realibility diperoleh melalui rumus berikut

(Ferdinand, 2002 : 62) :

(∑ Std. loading)2

Construct Realibility =

(56)

Keterangan :

1. Standard loading diperoleh dari standardized loading untuk tiap-tiap indikator

yang didapat dari hasil perhitungan komputer.

2. ∑εj adalah measurement error dari setiap indikator. Measurement error dapat diperoleh dari 1 – realibilitas indikator.

Tingkat reliabilitas yang dapat diterima adalah ≥ 0.7, walaupun angka itu bukanlah sebuah ukuran yang “mati”. Artinya bila penelitian yang dilakukan

bersifat eksploratori maka nilai dibawah 0.7 pun masih dapat diterima sepanjang

disertai dengan alasan-alasan yang empirik yang terlibat dalam proses eksplorasi.

3.5.5. Pengujian Hipotesis dan Hubungan Ka usa l

Pengaruh langsung (koefisien jalur) diamati dari bobot regresi terstandar,

dengan pengujian signifikansi pembanding nilai CR (Critical Ratio) atau p

(probability) yang sama dengan nilai t hitung. Apabila t hitung lebih besar

daripada t tabel berarti signifikan.

3.5.6. Pengujian Model dengan Two-Step Appr oach

Two-Step Approach digunakan untuk mengatasi masalah sampel data yang

relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah butir instrumentasi yang digunakan

dan karena keakuratan reliabilitas indikator-indikator terbaik dapat dicapai dalam

two-step approach ini. Two-step approach bertujuan untuk menghindari interaksi

antara model pengukuran dan model struktural pada One Step Approach [Hair,

(57)

43

Yang dilakukan dalam two-step approach to SEM adalah : estimasi terhadap

measurement model dan estimasi terhadap structural model [Anderson dan

Gerbing, 1998]. Cara yang dilakukan dalam menganalisis SEM dengan two-step

approach adalah sebagai berikut :

a. Menjumlahkan skala butir-butir setiap konstrak menjadi sebuah indikator

summed-scale bagi setiap konstrak. Jika terdapat skala yang berbeda setiap

indikator tersebut distandarisasi [Z-scores] dengan mean = 0, deviasi standar

= 1, yang tujuannya adalah untuk mengeliminasi pengaruh-pengaruh skala

yang berbeda-beda tersebut [Hair, et.al, 1998].

b. Menetapkan error [ε] dan lambda [λ] terms, error terms dapat dihitung dengan rumus 0,95 kali σ [Anderson dan Gerbing, 1998]. Perhitungan

construct reliability [α] telah dijelaskan pada bagian sebelumnya dan deviasi

standar [σ] dapat dihitung dengan bantuan program aplikasi statistik SPSS. Setelah error [ε] dan lambda [λ] terms diketahui, skor-skor tersebut dimasukkan sebagai parameter fix pada analisis model pengukuran SEM.

3.5.7.Evaluasi Model

Didalam SEM peneliti dapat melakukan 3 kegiatan secara serempak, yaitu

pemeriksaan validitas dan reliabilitas instrumen, pengujian model hubungan antar

variabel laten (setara dengan analisis jalur), dan mendapatkan model yang

bermanfaat untuk perkiraan (setara dengan model struktural). Tahap yang

Gambar

Tabel 1.1 Top brand index tahun 2009,2011&2012
Tabel 1.2 data penjualan oli motor Bengkel Dasyi Jaya Motor              Surabaya Selatan
Gambar 2.3. Pengaruh karakteristik merek dan karakteristik perusahaan Terhadap loyalitas merek
Gambar 3.1. model penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pihak Hypermart Supermall Pakuwon Indah Surabaya hendaknya dapat mempertahankan atau lebih lagi meningkatkan citra toko yaitu meliputi kelengkapan produk, harga produk

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan yang bermanfaat bagi perusahaan Taxi Motor 86 dalam menjalankan strategi pemasaran dengan cara

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak manajemen sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemasaran yang berkaitan

Oleh sebab itu pihak dari bengkel Langen Jaya Motor perlu mengetahui dan memperhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam bekerja serta

Persaingan bisnis yang dihadapi perusahaan-perusahaan pada saat ini semakin ketat sehingga menuntut manajemen perusahaan untuk lebih cermat dalam menentukan

Dengan dibuatnya laporan biaya kualitas secara khusus dan berkala diharapkan pihak manajemen perusahaan dapat melakukan pengendalian atas kualitas produk serta

Dengan dibuatnya laporan biaya kualitas secara khusus dan berkala diharapkan pihak manajemen perusahaan dapat melakukan pengendalian atas kualitas produk serta

Perusahaan dapat menjual produknya dengan harga yang menguntungkan pada tingkat kualitas yang diharapkan, akan mampu mengatasi tantangan dari para pesaing terutama dalam bidang