• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1 292012150 BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T1 292012150 BAB III"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

31

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research). Menurut Sugiyono (2011: 107) eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali.

Eksperimen boleh juga disebut sebagai metode riset aktif karena karena peneliti sacara aktif memanipulasi variabel independen dan mengeukur dampaknya pada variabel dependen, sedangkan pada metode lain.

Eksperimen semu merupakan penelitian yang mendekati eksperimen sungguhan (true experimental research). Penelitian ini melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2.

3.1.2 Desain Penelitian

Penelitian eksperimen semu ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Hal tersebut karena hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random (Sugiyono,2013: 79). Bagan desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut.

Grup Pretest Variable bebas Posttest

Kelompok Eksperimen O1 X1 O1

Kelompok kontrol O3 X2 O4

Gambar 3.1 Nonequivalent Control Group Design

Terdapat empat kelompok data dalam desain penelitian ini yaitu data pretest kelompok eksperimen 1 (O1) dan kelompok eksperimen 2 (O3), data posttest kelompok eksperimen 1 (O2) dan kelompok eksperimen (O4). Secara rinci keterangan dari desain penelitian tersebut adalah sebagai berikut.

(2)

O1 : hasil pretest kelompok eksperimen 1 O2 : hasil posttest kelompok eksperimen 1 O3 : hasil pretest kelompok eksperimen 2 O4 : hasil posttest kelompok eksperimen 2

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dalam penelitian yaitu: a) History

Menurut Setyosari (2013: 156) history adalah peristiwa yang terjadi di sekitar atau lingkungan pada saat yang sama ketika variabel eksperimental tersebut dilakukan melalui pengujian.

b) Selection

Menurut Setyosari (2013: 158) selection adalah upaya membandingkan pengaruh perlakuan pada kelompok subjek yang berbeda, kelompok yang mengalami suatu perlakuan.

c) Maturation

Menurut Setyosari (2013: 159) Maturation adalah proses perubahan yang terjadi dalam diri subjek yang dijadikan kelompok eksperimen.

d) Pretesting

Menurut Setyosari (2013: 160) Pretesting adalah pemberian tes awal sebelum melakukan atau tindakan dan setelah itu dilakukan pascates. e) Mortability

Menurut Setyosari (2013: 164) Mortbility adalah perbedaan hasil atau unjuk kerja setelah adanya suatu perlakuan tertentu yang mungkin terjadi, karena perubahan komposisi kelompok bukannya hasil perlakuan itu sendiri.

3.1.3 Lokasi Penelitian

(3)

dijadikan objek peneliti terdiri atas SD Negeri Inti yaitu SDN Tingkir Lor 2 dan SDN Imbas yaitu SDN Tingkir lor 1 dan SDN Tingkir Tengah 1.

3.2 Variabel Penelitian

Variabel penelitian menurut Sugiyono (2011:61) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Sedangkan variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Selain variabel bebas dan variabel terikat.

Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Model Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang diawali dengan pemberian masalah kepada siswa serta masalah yang diberikan merupakan masalah yang sering dijumpai siswa di dalam kehidupan sehari-hari.

Model Project based Learning adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan pemberian project kepada siswa.

Hasil belajar IPA adalah hasil atau tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, atau tinkat pemahaman siswa mengenai materi IPA.

3.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

(4)

Populasi Penelitian

No. Nama Sekolah Status Jumlah Siswa Kelas IV

1 SD N Tingkir Lor 02 SD Inti 34 2 SD N Tingkir Lor 01 SD Imbas 25 3 SD N Tingkir Tengah 01 SD Imbas 30 4 SD N Tingkir Tengah 02 SD Imbas 20

5 MI Kalibening SD Imbas 50

Jumlah siswa 159

Berbeda dengan populasi, sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakter yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2010: 62). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Tingkir Lor 01 sebagai kelompok eksperimen 1, dan siswa kelas 4 SD Negeri Tingkir Tengah 01 sebagai eksperimen 2. Kedua SD tersebut mewakili SD Negeri Imbas di Gugus Joko Tingkir Salatiga. Siswa kelas 5 SDN Tingkir Lor 02 akan dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama yaitu sebagai kelompok eksperimen 1 sedangkan kelompok kedua sebagai sebagai kelompok eksperimen 2. Lebih jelasnya akan dijelaskan dengan tabel berikut.

Tabel 3.2 Sampel Penelitian

No. Nama Sekolah Status Kelas Kelompok 1. SD N Tingkir

Lor 01 SD Imbas IV Eksperimen 1 2. SD N Tingkir

Tengah 01 SD Imbas IV Eksperimen 2 3. SD N Tingkir

Lor 02 SD Inti IV kelompok 1

Eksperimen 1

IV

Kelompok 2

(5)

3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data

Diperlukan serangkaian data untuk dapat mendukung dalam pembuatan simpulan (Slameto 2015: 227). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA SD kelas IV. Untuk mendapatkan data peneliti menggunakan teknik tes dan teknik observasi. Teknik tes digunakan sebagai metode pengumpulan data. Tes berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa yeng digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Bentuk tes yang digunakan adalah pilihan ganda. Teknik tes digunakan untuk melaksanakan pretest dan postest. Pretest digunakan untuk mengetahui kondisi awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan / sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model PBL dan PjBL. Posttest dilakukan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL dan PjBL. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data tentang pelaksanaan pembelajaran menggunakan model PBL dan PjBL.

Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara langsung untuk mengetahui atau mendapatkan data tertentu secara spesifik dan secara sistematis (Sugiyono 2011: 203) . Penelitian ini akan menggunakan dua instrumen lembar observasi yaitu observasi kegiatan guru dan observasi kegiatan siswa. Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati kegiatan siswa dan guru selama proses kegiatan belajar mengajar.

3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah lembar soal pretest dan posttest berupa pilihan ganda. Instrumen observasi digunakan untuk mendapatkan data mengenai kegiatan pembelajaran IPA kelas 4 SD menggunakan model PBL dan PjBL. Lembar observasi ini dibuat berdasarkan sintaks model pembelajaran PBL dan PjBL. Lembar kisi-kisi observasi ditunjukkan pada tabel berikut ini.

(6)

Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Menerapkan Model Pembelajaran PBL

No Kegiatan Nomor Item

Pertemuan Pertama

1 Guru memberikan soal pretest kepada siswa 1

2 Guru menunjukan contoh gambar sumber daya alam 2

3 Guru membacakan tujuan pembelajaran. 3

4 Guru membacakan langkah-langkah pembelajaran PBL 4

5 Guru membagi peserta didik menjadi kelompok. 5

6 Guru menyampaikan permasalahan. 6

7 Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran. 7

Pertemuan Kedua

1 Guru membimbing siswa dalam berdiskusi. 1

2 Guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan. 2

3 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk saling menanggapi jawaban dari kelompok. 3

4 Guru membuat kesimpulan bersama dengan siswa 4

5 Guru memberikan refleksi mengenai pembelajaran yang telah dilakukan. 5

6 Guru memberikan soal posttest 6

Tabel 3.4

Kisi-kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam penerapan Model Pembelajaran PjBL

No Kegiatan Nomor Item

Pertemuan Pertama

1 Guru membagikan soal pretest. 1

2 Guru membacakan langkah-langkah pembelajaran 2

3 Guru menunjukan gambar. 3

4 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. 4

5 Guru memberikan pengarahan mengenai proyek. 5

6 Guru membagikan gambar mengenai proyek. 6

7 Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan. 7

Pertemuan Kedua

1 Guru memeriksa kesiapan siswa mengenai materi yang telah dikumpulkan. 1

2 Guru meminta siswa bergabung dengan kelompok. 2

3 Guru meminta siswa menyelesaikan tugas. 3

4 Guru meminta siswa mempresentasikan hasil diskusi. 4

5 Guru meminta siswa memperhatikan siswa yang sedang presentasi. 5

6 Guru bersama siswa menyimpulkan materi. 6

7 Guru menayakan apakah ada yang belum dimengerti. 7

(7)

Tabel 3.5

Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan siswa dalam Penerapan Model Pembelajaran PBL

No Kegiatan Nomor Item

Pertemuan Pertama

1 Siswa menerima dan mengerjakan soal pretest dari guru. 1

2 Siswa memperhatikan gambar yang ditunjukan oleh guru.. 2

3 Siswa memperhatikan penjelasan dari guru mengenai tujuan pembelajaran. 3 4 Siswa mendengarkan penjelasan dari guru mengenai langkah-langkah pembelajaran. 4

5 Siswa berkumpul dengan kelompok yang telah dibagi oleh guru 5

6 Siswa mendengarkan permasalahan yang disampaikan oleh guru 6

7 Siswa bertanya kepada guru apabila ada yang mengalami kesulitan 7

Pertemuan Kedua

1 Siswa melakukan diskusi kelompok. 1

2 Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. 2

3 Siswa menanggapi hasil diskusi yang disampaikan oleh siswa lain. 3

4 Siswa bersama guru membuat kesimpulan. 4

5 Siswa menanggapi refleksi yang disampaikan oleh guru. 5

6 Siswa mengerjakan soal posttest. 6

Tabel 3.6

Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan siswa dalam Penerapan Model Pembelajaran PjBL

No Kegiatan Nomor Item

Pertemuan Pertama

1 Siswa menerima dan mengerjakan soal pretest dari guru. 1

2 Siswa mendengarkan penjelasan langkah-langkah pembelajaran. 2

3 Siswa memperhatikan gambar yang ditunjukan oleh guru 3

4 Siswa bergabung dengan kelompok yag telah dibagi oleh guru. 4

5 Siswa mendengarkan pengarahan dari guru mengenai proyek 5

6 Siswa mengambil gambar yang telah disedia 6

7 Siswa bertanya kepada guru mengenai proyek. 7

Pertemuan Kedua

1 Siswa menyiapkan materi yang telah dikumpulkan dirumah. 1

2 Siswa bergabung dengan kelompok 2

3 Siswa menyelesaikan tugas yang belum selesai. 3

4 Siswa mempresentasikan hasil diskusi. 4

5 Siswa memperhatikan kelompok lain yang mempresentasikan. 5

6 Siswa bersama guru menyimpulkan materi. 6

7 Siswa menanyakan kembali mengenai materi yang kurang dipahami 7

(8)

Kisi-Kisi Instrumen Tes

Standar

Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Butir Soal 11.

jenis SDA 16,18,22,26

Mendiskusikan

(9)

Tabel 3.8

Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Uji Coba Berdasarkan Anates Standar

Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Butir Soal Soal yang Valid

11.

jenis SDA 16,18,22,26

22,26

11,12,29 3,4,9,10,12,29

Menyebutkan

(10)

Berdasarkan hal itu instrumen yang telah dilakukan dikatakan reliabel.

Tingkat kesukaran soal uji coba menunjukkan bahwa terdapat 1soal mudah,2 soal sangat mudah, dan 26 soal sedang, dan 1 soal sukar. Dari 30 soal diambil soal 20 untuk digunakan soal pretest dan posttest. Fernandes seperti dikutip oleh Sulistya Wardani, (2011: 5.24) menyatakan klasifikasi daya pembeda sebuah soal tes adalah D≥ 0,40 adalah sama baik, 0,30 ≤ D < 0,40 adalah baik, 0,20 ≤ D < 0,30 adalah sedang, D < 0,20 adalah Tidak baik. Atau dapat diartikan daya beda dikatakan sudah layak apabila lebih dari 0,2 untuk digunakan sedangkan daya beda yang lebih dari 0,4, menunjukkan bahwa instrumen mempunyai daya beda yang baik.

Fungsi pengecoh dari 20 soal yang akan digunakan pada soal pretest dan posttest yang cukup baik. Suatu pengecoh dapat dikatakan berfungsi dengan baik jika paling sedikit dipilih oleh 5 % pengikut tes (Ayu, 2012: 5).

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang akan digunakan dalam penelitian adalah menggunakan teknik deskriptif dan teknik analisis statistik. Teknik analisis data terdiri atas Uji coba instrumen, prasyarat dan Uji Hipotesis.

3.5.1Teknik Deskriptif

Teknik Deskriptif akan dilakukan dengan program microsoft excel. Hasil dari teknik diskriptif akan berisi tentang nilai minimal, nilai maksimal, mean, standar deviasi, distribusi frekuensi dan grafik. Pada teknik akan dilakukan pada kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2 berupa hasil pretest dan posttest.

3.5.2Teknik Analisis Statistik

(11)

kesetaraan subjek yang akan diteliti. Kemudian dilakukan uji t (beda rata-rata) sebagai acuan untuk menguji hipotesis. .

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah setiap kelas mempunyai distribusi data yang normal atau tidak, apabila data berdistribusi normal maka dapat digunakan statistika parametrik sedangkan apabila data tidak berdistribusi normal maka digunakan statistik non parametrik. Acuan data dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansi/probabilitas > 0,05. Dalam uji normalitas data ini bisa menggunakan bantuan software SPSS yaitu analyze-descriptive statistic-explore-masukan data yang akan diujikan pada kolom dependent list-klik plots-klik normality test with plots-continue-ok.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas varian bertujuan untuk mengetahui apakah varian kedua kelompok homogen atau tidak. Tahap uji homogenitas untuk memastikan kelompok data berasal dari populasi yang homogen. Uji homogenitas menggunakan kriteria signifikansi untuk uji dua sisi hasil perhitungan >0,05 berarti variansi pada tiap kelompok sama(homogen) dengan menggunakan SPSS 20 For windows. Langkah-langkah untuk melakukan uji homogenitas adalah analyze-descriptives statistic- masukan data pada kolom dependent list- klik plot-klik untransformed pada levine test- continue- ok.

c. Uji Beda Rata-rata

(12)

group 1 dan 2 diisi-continue- klik oke.

3.5.3 Uji Hipotesis

Setelah melakukan uji anakova, hasil dari anakova kemudian dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui apakah H0 diterima atau tidak.

Langkah-langkah pengujian sebagai berikut: Menentukan hipotesis

HO : Tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai hasil belajar IPA siswa kelas SD menggunakan model pembelajaran PBL dan PjBL di Gugus Joko Tingkir Salatiga.

HA : Ada perbedaan yang signifikan mengenai hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD menggunakan model pembelajaran PBL dan PjBL di Gugus Joko Tingkir Salatiga.

Hipotesis Statistik

Hipotesis yang akan digunakan pada penelitian ini adalah hipotesis tipe A atau hipotesis 2 ekor (kiri dan kanan).

Ho: μ1 = μ2 Tidak ada perbedaan yang signifikan mengenai hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD menggunakan model pembelajaran PBL dan PjBL di Gugus Joko Tingkir Salatiga.

Ha: μ1 ≠ μ2 Ada perbedaan yang signifikan mengenai hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD model pembelajaran PBL dan PjBL di Gugus Joko Tingkir Salatiga.

Pengujian hipotesis dilakukan berdasarkan hasil uji t . Maka akan diambil kesimpulan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.

Gambar

Gambar 3.1 Nonequivalent Control Group Design
Tabel 3.1
Tabel 3.4 Kisi-kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam penerapan Model
Tabel 3.6 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan siswa dalam Penerapan Model
+3

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Bagi peserta pengadaan yang keberatan dengan pengumuman pemenang ini, dapat menyampaikan sanggahan yang ditujukan kepada Pokja ULP Barang – Alat Laboratorium Uji

Justeru, HA yang disinter dalam atmosfera N 2 pada 1300°C dalam kajian ini dijangka mempunyai sifat kekerasan yang lebih sesuai untuk dijadikan sebagai korona gigi jika

Berdasarkn hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nyeri disminore pada remaja di SMK N 1 Karanganyar sebelum melakukan senam yoga mayoritas adalah nyeri sedang dengan

[r]

LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT 31 WAYAN SUBADRE SMPN 3 TANJUNG LOMBOK UTARA NUSA. TENGGARA BARAT 32 MUHAMMAD ABROR SMPN 1 UNTER

(3) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil menulis karangan siswa sebelum dan setelah penggunaan metode pembelajaran. Examples Non Examples pada taraf

[Maksud perkataan di atas: Abu Zar’ suatu saat keluar di pagi hari pada waktu para pembantu dan para budak sedang sibuk bekerja dan diantara mereka ada yang sedang menggoyang-

Berdasarkan hasil pembahsan penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani padi dalam memasarkan produknya adalah harga gabah,