Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
KELAS-KELAS RING DAN IMPLIKASINYA SERTA MODUL SEMI-KOMUTATIF DAN P.Q-BAER
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains
Program Studi Matematika
Oleh
BARRY YONATHAN 0808542
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
KELAS-KELAS RING DAN
IMPLIKASINYA SERTA
MODUL SEMI-KOMUTATIF
DAN P.Q-BAER
Oleh Barry Yonathan
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si) pada Fakultas Pendidikan Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam
© Barry Yonathan 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
Juni 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Barry Yonathan, 2013
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BARRY YONATHAN
KELAS-KELAS RING DAN IMPLIKASINYA SERTA MODUL SEMI-KOMUTATIF DAN P.Q-BAER
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH PEMBIMBING:
Pembimbing I
Dra. Dian Usdiyana, M.Si. NIP. 196009011987032001
Pembimbing II
Ririn Sispiyati, S.Si., M.Si. NIP. 198106282005012001
Mengetahui
Ketua Jurusan Pendidikan Matematika,
Barry Yonathan, 2013
ii Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
ABSTRAK
Suatu ring � disebut ring terreduksi jika 2 = 0 mengakibatkan = 0 untuk setiap ∈ �, suatu ring � disebut ring McCoy jika untuk setiap polinom tak nol
� = 0+ 1�+⋯+ � , dan � = 0+ 1�+⋯+ � ∈ � � ,
sedemikian sehingga � � = 0, maka terdapat , ≠0∈ �, sedemikian sehingga � = 0 dan � = 0. Suatu ring � disebut ring 2-primal jika berlaku � � = � . Kelas dari ketiga ring tersebut beserta kelas ring simetrik, kelas ring reversibel, kelas ring semi-komutatif, kelas ring abelian, dan kelas ring Dedekind finite, kelas ring Armendariz, dan kelas ring duo memiliki suatu hubungan implikasi yang secara keseluruhan dapat dinyatakan dalam suatu diagram. Suatu modul atas ring � disebut modul semi-komutatif, jika untuk setiap ∈ �, dan ∈ , sedemikian sehingga = 0, maka � = 0, dan suatu modul atas ring � disebut modul P.Q-Baer jika untuk setiap ∈ , berlaku � � = �, untuk suatu idempoten .
iii Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
ABSTRACT
A ring � is said to be reduced if 2 = 0 implies = 0 for every ∈ �, a ring
� is said to be McCoy if for every non-zero polynomial � = 0+ 1�+⋯+ � , and � = 0+ 1�+⋯+ � ∈ � � such that � � = 0, then
there exist , ≠0∈ �, such that � = 0 and � = 0. A ring � is called
2-primal if � =�(�). Each class of those rings with the classes of symmetric, reversible, semi-commutative, abelian, Dedekind finite, Armendariz, and duo rings may have some implicative relations which can be drawn as an implication chart. A module over ring � is said to be semi-commutative if = 0 implies
� = 0, for all ∈ and ∈ �. A module over ring � is said to be P.Q-Baer if � � = �, for all ∈ , and some idempoten .
vi Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ... i
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
UCAPAN TERIMA KASIH ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR SIMBOL ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penulisan ... 2
1.4 Pembatasan Masalah ... 2
1.5 Sistematika Penulisan ... 3
BAB II RING DAN MODUL ... 4
2.1 Ring ... 4
2.2 Ideal ... 8
2.3 Ring Polinom ... 16
2.4 Modul ... 24
BAB III KELAS-KELAS RING DAN IMPLIKASINYA ... 33
3.1 Kelas-kelas Ring Berdasarkan Hasil Operasi ... 33
3.2 Kelas-kelas Ring yang Melibatkan Polinom ... 39
3.3 Kelas-kelas Ring yang Melibatkan Ideal ... 55
BAB IV MODUL SEMI-KOMUTATIF DAN P.Q-BAER ... 61
vii Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
4.2 Modul P.Q-Baer ... 72
BAB V PENUTUP ... 78
5.1 Kesimpulan ... 78
5.2 Saran ... 79
DAFTAR PUSTAKA ... 80
1 Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Suatu himpunan tak kosong � beserta dua operasi biner + (penjumlahan) dan
· (perkalian) disebut ring jika � merupakan grup komutatif penjumlahan, �
merupakan semigrup perkalian, dan memenuhi sifat distributif perkalian terhadap
penjumlahan. Dari subset suatu ring, dapat dibentuk suatu struktur aljabar yang
disebut ideal. Selain itu, dari suatu ring � dapat dibentuk suatu ring polinom �[�]
dimana elemen ring � menjadi koefisien dari polinom di �[�].
Suatu ring � disebut ring tereduksi jika �2= 0 mengakibatkan �= 0 untuk
setiap � ∈ �, suatu ring � disebut ring McCoy kanan jika untuk setiap polinom
tak nol � , � ∈ �[�] sedemikian sehingga � � = 0, maka terdapat
suatu elemen � ∈ � sedemikian sehingga � �= 0. Suatu ring � disebut ring
duo jika setiap ideal dari ring � merupakan ideal dua sisi.
Selain ketiga ring di atas, dalam skripsi ini dijelaskan pula definisi dari ring
lainnya, di antaranya yakni ring simetrik, ring reversibel, ring semi-komutatif,
ring abelian, ring Dedekind finite, ring Armendariz, dan ring 2-primal.
Dari suatu grup komutatif dan ring, dapat dikonstruksi suatu struktur aljabar
lain, yang dikenal dengan modul. Suatu himpunan tak kosong � disebut modul
kanan atas suatu ring � jika � merupakan grup komutatif, dan memenuhi sifat
perkalian skalar terhadap elemen-elemen di ring �.
Konsep mengenai ring semi-komutatif dapat diperluas ke dalam konsep
modul. Suatu modul kanan � atas ring � disebut modul semi-komutatif jika untuk
setiap � ∈ � dan � ∈ � sedemikian sehingga ��= 0, maka ���= 0. Suatu
modul kanan � atas ring � disebut modul P.Q-Baer jika untuk setiap � ∈ �,
berlaku � �� = �, untuk suatu idempoten .
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengkaji keterkaitan kelas
ring tereduksi, kelas ring McCoy, dan kelas-kelas ring lainnya, serta sifat dari
Barry Yonathan, 2013
3
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada Latar Belakang, rumusan masalah skripsi ini
meliputi:
1. Bagaimanakah implikasi yang terbentuk dari kelas ring tereduksi, kelas ring
simetrik, kelas ring reversibel, kelas ring semi-komutatif, kelas ring abelian,
dan kelas ring Dedekind finite, kelas ring McCoy, kelas ring Armendariz,
kelas ring duo, dan kelas ring 2-primal?
2. Bagaimanakah sifat dari modul semi-komutatif?
3. Bagaimanakah sifat dari modul P.Q-Baer?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan skripsi ini meliputi:
1. Mengetahui implikasi yang terbentuk dari kelas ring tereduksi, kelas ring
simetrik, kelas ring reversibel, kelas ring semi-komutatif, kelas ring abelian,
dan kelas ring Dedekind finite, kelas ring McCoy, kelas ring Armendariz,
kelas ring duo, dan kelas ring 2-primal.
2. Mengetahui sifat dari modul semi-komutatif.
3. Mengetahui sifat dari modul P.Q-Baer.
1.4 Batasan Masalah
Dalam skripsi ini, hubungan antar kelas ring yang dikaji adalah hubungan
implikasi dan bukan hubungan implikasi dua arah (biimplikasi). Yang dimaksud
dengan kelas ring tereduksi adalah kumpulan dari semua ring tereduksi, begitu pula
kelas ring McCoy adalah kumpulan dari semua ring McCoy, dan seterusnya.
1.5 Sistematika Penulisan
Skripsi ini disusun dalam lima bab, yakni
1. Bab I merupakan pendahuluan, yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
2. Bab II merupakan landasan teori, yang membahas ring dan modul, yang terdiri
dari penjelasan mengenai ring, homomorfisma ring, ideal, ring polinom, modul,
dan modul polinom.
3. Bab III merupakan kajian inti pertama, sekaligus landasan untuk bab
selanjutnya. Pada bab ini dibahas mengenai definisi dan contoh, serta hubungan
implikasi dari kelas-kelas ring tereduksi, ring simetrik, ring reversibel, ring
semi-komutatif, ring abelian, ring Dedekind finite, ring Armendariz, ring
McCoy, ring duo, serta ring 2-primal.
4. Bab IV merupakan kajian inti kedua, yang dilandasi oleh Bab 2 dan Bab 3.
Pada bab ini dibahas mengenai definisi dan contoh dari modul semi-komutatif,
modul McCoy, modul P.P, modul P.Q-Baer, beserta sifat-sifatnya.
5. Bab V merupakan bagian penutup dari skripsi ini, yang berisi kesimpulan dari
seluruh pembahasan pada Bab III dan Bab IV, yang mengacu pada rumusan
masalah. Selain itu, pada bab ini disampaikan rekomendasi untuk penelitian
33 Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BAB III
KELAS-KELAS RING DAN IMPLIKASINYA
Dalam bab ini terdapat 10 kelas ring yang dibagi ke dalam tiga macam kelas
ring, yakni kelas ring berdasarkan hasil operasi, kelas ring yang melibatkan
polinom, dan kelas ring yang melibatkan ideal. Selain itu, dibahas juga mengenai
implikasi dari kelas-kelas ring tersebut. Dalam bab ini, semua ring yang dimaksud
merupakan ring dengan elemen kesatuan.
3.1 Kelas-kelas Ring Berdasarkan Hasil Operasi
Dalam subbab ini terdapat enam kelas ring yang akan ditunjukkan hubungan
implikasinya. Keenam kelas ring tersebut adalah kelas ring tereduksi, kelas ring
simetrik, kelas ring reversibel, kelas ring semi-komutatif, kelas ring abelian, dan
kelas ring Dedekind finite.
Kelas ring yang pertama dalam subbab ini adalah kelas dari ring tereduksi,
dengan definisinya sebagai berikut.
Definisi 3.1.1 (Kose et al., 2012: 689)
Suatu ring � disebut ring tereduksi jika 2= 0 maka = 0, untuk setiap
∈ �, atau ekivalen dengan pernyataan bahwa jika ≠ 0 maka 2≠0.
Contoh
Diketahui ℤ5 merupakan ring.
Perhatikan bahwa
1 5≠ 0 5 ⇒ 1 5 2= 1 5≠ 0 5,
2 5≠ 0 5 ⇒ 2 5 2= 4 5≠ 0 5,
3 5≠ 0 5 ⇒ 3 5 2= 1 5≠ 0 5,
4 5≠ 0 5 ⇒ 4 5 2= 3 5≠ 0 5.
Jadi, jika ≠ 0 5 maka 2 ≠ 0 5 untuk setiap ∈ ℤ5.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Kelas ring yang kedua merupakan kelas dari ring simetrik. Berikut ini
merupakan definisi dari ring simetrik.
Definisi 3.1.2 (Pourteharian dan Rakminhov, 2012: 2)
Suatu ring � disebut ring simetrik jika = 0 maka = 0, untuk setiap
, , ∈ �.
Contoh
Diketahui bahwa ℤ6 merupakan ring.
Perhatikan bahwa
0 6 2 6 3 6= 0 6 ⇒ 2 6 0 6 3 6= 0 6,
1 6 2 6 3 6= 0 6 ⇒ 2 6 1 6 3 6= 0 6,
0 6 3 6 4 6= 0 6 ⇒ 3 6 0 6 4 6= 0 6,
1 6 3 6 4 6= 0 6 ⇒ 3 6 1 6 4 6= 0 6.
Jadi, jika = 0 6, maka = 0 6 untuk setiap , , ∈ ℤ6. ℤ6 merupakan ring simetrik.
Kelas ring yang ketiga adalah kelas ring reversibel. Berikut ini merupakan
definisi dari ring reversibel.
Definisi 3.1.3 (Pourteharian dan Rakminhov, 2012: 2)
Suatu ring � disebut ring reversibel jika = 0 maka = 0, untuk setiap
, ∈ �.
Contoh
Pada ring ℤ6, misalkan = 0 6 untuk suatu , ∈ ℤ6, sehingga terdapat
kemungkinan sebagai berikut:
1. Jika salah satu dari atau adalah 0 6, maka jelas = 0 6.
2. Jika , ≠ 0 6.
Perhatikan bahwa
35
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
= 3 6 2 6,
4 6 3 6 = 0 6
= 3 6 4 6.
Jadi, jika = 0 6, maka = 0 6 untuk setiap , ∈ ℤ6.
ℤ6 merupakan ring reversibel.
Selanjutnya, kelas ring yang keempat adalah kelas ring semi-komutatif,
dengan definisi sebagai berikut.
Definisi 3.1.4 (Camillo dan Nielsen, 2008: 599)
Suatu ring � disebut ring semi-komutatif jika = 0 maka � = 0, untuk
setiap , ∈ �.
Contoh
Pada ring ℤ4, misalkan = 0 4 untuk suatu , ∈ ℤ4, sehingga terdapat
kemungkinan sebagai berikut:
1. Jika salah satu dari dan adalah 0 4.
Misalkan = 0 4, maka ℤ4 = 0 4, sehingga ℤ4 = 0 4.
2. Jika , ≠ 0 4, maka = 0 4 ⇔ = = 2 4.
Perhatikan bahwa
2 4 0 4 2 4 = 0 4,
2 4 1 4 2 4 = 2 4 2 4
= 0 4,
2 4 2 4 2 4 = 0 4 2 4
= 0 4,
2 4 3 4 2 4 = 2 4 2 4
= 0 4.
Jadi, jika = 0 4 maka ℤ4 = 0 4.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Kelas ring yang kelima dalam subbab ini adalah kelas ring abelian, yang
didefinisikan sebagai berikut.
Definisi 3.1.5 (Pourteharian dan Rakminhov, 2012: 2)
Suatu ring � disebut ring abelian jika setiap elemen idempotennya merupakan
central, yakni = untuk setiap idempoten dan ∈ �.
Contoh
Pada himpunan bilangan real ℝ, elemen nilpoten adalah 0 dan 1.
Perhatikan bahwa untuk setiap ∈ ℝ, berlaku
0 = 0 = 0, dan
1 = = 1.
Jadi ℝ merupakan ring abelian.
Dalam teorema berikut ini ditunjukkan hubungan implikasi dari kelas lima
ring yang telah didefinisikan di atas.
Teorema 3.1.6 (Pourteharian dan Rakminhov, 2012: 3)
Misalkan � suatu ring. Hubungan implikasi pada � berikut ini benar:
Tereduksi ⇒ Simetrik ⇒ Reversibel ⇒ Semi-komutatif ⇒ Abelian.
Bukti
1. Tereduksi ⇒ Simetrik.
Misalkan � suatu ring tereduksi, , , ∈ �, sedemikian sehingga = 0.
Perhatikan bahwa
= 0 ⇒ = 0
⇒ = 0
⇒ 2= 0
⇒ = 0 (karena � tereduksi)
⇒ = 0
37
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
⇒ = 0 (karena � tereduksi)
3. Reversibel ⇒ Semi-komutatif.
Misalkan � suatu ring reversibel dan , ∈ � sedemikian sehingga = 0.
Karena � ring reversibel, maka = 0.
Perhatikan bahwa untuk setiap ∈ �, berlaku
= 0 ⇒ = 0
⇒ = 0 (karena � reversibel)
⇒ = 0.
Karena = 0 mengakibatkan = 0, untuk setiap ∈ �, maka � = 0,
sehingga terbukti bahwa � semi-komutatif.
4. Semi-komutatif ⇒ Abelian.
Misalkan � suatu ring semi-komutatif, dan suatu elemen idempoten dari �.
Perhatikan bahwa untuk setiap ∈ �,
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
⇒ −1 = 0
⇒ −1 = 0 (karena � semi-komutatif)
⇒ − = 0
⇒ = . (3.2)
Dari (3.1), diperoleh
−1 = 0 ⇒ −1 = 0 (karena � semi-komutatif)
⇒ − = 0
⇒ = . (3.3)
Berdasarkan (3.2) dan (3.3), maka = = ,
akibatnya merupakan central di �, sehingga � ring abelian.
Jadi terbukti bahwa hubungan implikasi yang dinyatakan di atas adalah benar. ∎
Selanjutnya, kelas ring yang terakhir dalam subbab ini adalah kelas ring
Dedekind finite, yang didefinisikan sebagai berikut.
Definisi 3.1.7 (Camillo dan Nielsen, 2008: 606)
Suatu ring � disebut ring Dedekind finite jika = 1, maka = 1, untuk
setiap , ∈ �.
Contoh
Dapat ditunjukkan bahwa ℤ5 merupakan ring Dedekind finite.
Perhatikan bahwa
2 5 3 5= 1 5 ⇒ 3 5 2 5 = 1 5,
4 5 4 5= 1 5 ⇒ 4 5 4 5 = 1 5.
Jadi ℤ5 merupakan ring Dedekind finite.
Dalam proposisi berikut ini, ditunjukkan hubungan dari kelas ring abelian dan
kelas ring Dedekind finite.
Proposisi 3.1.8 (Camillo dan Nielsen, 2008: 606)
39
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Bukti
Jadi terbukti, jika � ring abelian maka � merupakan ring Dedekind finite. ∎
Jadi dalam subbab ini telah ditunjukkan hubungan implikasi dari keenam
kelas ring tersebut. Dalam subbab berikutnya dijelaskan kelas ring yang lainnya.
3.2 Kelas-kelas Ring Melibatkan Polinom
Dalam subbab ini terdapat dua kelas ring yang dalam definisinya melibatkan
polinom, dan akan ditunjukkan hubungan implikasinya. Kedua kelas ring tersebut
yakni kelas ring McCoy dan kelas ring Armendariz, dengan definisinya sebagai
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Definisi 3.2.1 (Camillo dan Nielsen, 2008: 599)
Suatu ring � disebut ring McCoy kanan jika untuk setiap polinom tak nol di
�[ ], yakni
Definisi 3.2.2 (Camillo dan Nielsen, 2008: 606)
Suatu ring � disebut ring McCoy linier kanan jika untuk setiap polinom linier
tak nol di �[ ], yakni
Jika ring � merupakan ring McCoy linier kanan dan McCoy linier kiri, maka
41
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Contoh
Diketahui bahwa 2(ℝ) merupakan ring. Misalkan dua polinom atas 2 ℝ
yakni = 1 0
Ini kontradiksi, akibatnya tidak ada ≠ 0 0
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Proposisi 3.2.3 (Camillo dan Nielsen, 2008: 607)
Semua ring semi-komutatif adalah ring McCoy linier.
Bukti
Misalkan � ring semi-komutatif, dan dua polinom linier tak nol, yakni = 0+ 1 , = 0+ 1 ∈ �[ ],
Akan ditunjukkan terdapat , ≠0∈ �, sedemikian sehingga
43
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Akibatnya terdapat 0, 1, 1≠0∈ � sedemikian sehingga
Berdasarkan (3.7) dan (3.6), maka
0 = 0 1 = 0, dan
Dari (3.5) dan (3.8), didapat
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
= 0,
Dari (3.5) dan (3.10), didapat
0 1 ≠ 0. (3.11)
Berdasarkan (3.12) dan (3.16), maka
0 1 0+ 1 1 0 = 0 ⇒ 0+ 1 1 0 = 0
45
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Berdasarkan (3.13) dan (3.17), maka
0 1 0+ 0 1 1 = 0 ⇒ 0 1 0+ 1 = 0
Dalam proposisi berikut ini ditunjukkan hubungan dari kelas ring McCoy
linier kanan dengan kelas ring Dedekind finite.
Proposisi 3.2.4 (Camillo dan Nielsen, 2008: 606)
Jika � merupakan suatu ring McCoy linier kanan, maka � merupakan ring
Dedekind finite.
Bukti
Akan dibuktikan dengan kontrapositif, yakni jika � bukan ring Dedekind
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
= + 1−
Dari (3.18), (3.19), dan (3.20), didapat
= + + −
Perhatikan bahwa untuk setiap ∈ �, berlaku:
0 = = + 1−
= + 1−
⇒ = 0 dan 1− = 0
47
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
⇒ − 0 = 0 ⇒ −0 = 0 ⇒ = 0.
Ini kontradiksi dengan pernyataan bahwa terdapat ≠0∈ � sedemikian sehingga = 0. Akibatnya tidak ada ≠0∈ � yang memenuhi = 0, sehingga � bukan ring McCoy linier kanan.
Jadi terbukti, jika � bukan ring Dedekind finite, maka � bukan ring McCoy linier
kanan. ∎
Kelas ring yang selanjutnya adalah kelas ring Armendariz, yang didefinisikan
sebagai berikut.
Definisi 3.2.5 (Camillo dan Nielsen, 2008: 599)
Suatu ring � disebut ring Armendariz jika untuk setiap = 0+ 1 +
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Ring berikut ini merupakan bentuk khusus dari ring Armendariz dimana
polinomnya merupakan polinom linier.
Definisi 3.2.6 (Antoine, 2009: 4132)
Suatu ring � disebut Armendariz linier jika untuk setiap = 0+ 1 ,
Kasus 2: Jika salah satunya tak nol.
Misalkan 0 3≠ 0 3 dan 0 3 = 0 3, maka
1 0 3 = 1 3 0 3
= 0 3,
dan berdasarkan (3.22), maka
0 3 = 1 0 3+ 0 1 3
= 0 3 + 0 1 3
49
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Dari kedua kasus tersebut, didapat
1 0 3 = 0 1 3= 0 3. (3.24)
Berdasarkan (3.21), (3.23), dan (3.24), maka
0 0 3= 1 1 3 = 1 0 3= 0 1 3 = 0 3.
Jadi ℤ3 merupakan ring Armendariz linier.
Dalam proposisi berikut ini ditunjukkan hubungan dari kelas ring Armendariz
dengan kelas ring tereduksi.
Proposisi 3.2.7 (Pourteharian dan Rakminhov, 2012: 2)
Jika ring � merupakan ring tereduksi, maka ring � merupakan ring
merupakan ring reversibel, sehingga 0 0= 0 mengakibatkan 0 0= 0.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
1. Persamaan untuk koefisien :
0 1+ 1 0= 0 ⇒ 0 0 1+ 1 0 = 0
Persamaan yang tersisa untuk koefisien adalah
0 1 = 0.
2. Persamaan untuk koefisien 2:
0 2+ 1 1+ 2 0= 0 ⇒ 0 0 2+ 1 1+ 2 0 = 0
Persamaan yang tersisa untuk koefisien 2 adalah
0 2+ 1 1 = 0.
3. Persamaan untuk koefisien 3:
51
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
⇒ 3 0 = 0 (karena � ring tereduksi)
⇒ 0 3 = 0. (karena � ring reversibel)
Persamaan yang tersisa untuk koefisien 3 adalah
0 3+ 1 2 + 2 1 = 0.
4. Jika langkah 1, 2, dan 3 diteruskan sampai koefisien , maka akan didapat
0= 0, akibatnya 0 = 0, untuk setiap 1≤ ≤ , dan
persamaan yang tersisa untuk koefisien adalah
0 + 1 −1+ + −1 1 = 0.
Jadi persamaan-persaman yang tersisa untuk masing-masing koefisien adalah
0 1 = 0,
serupa seperti keempat langkah di atas, akan didapat
1= 0, untuk setiap 0≤ ≤ −1.
Jika diteruskan, maka akan didapat = 0 untuk setiap 0≤ ≤ , 0≤ ≤ ,
sehingga � merupakan ring Armendariz.
Jadi terbukti jika � merupakan ring tereduksi, maka � merupakan ring
Armendariz. ∎
Selanjutnya, Proposisi 3.2.7 dan Akibat 3.2.8 berikut ini menunjukkan
hubungan kelas ring Armendariz dengan kelas ring McCoy dan kelas ring abelian.
Proposisi 3.2.8 (Camillo dan Nielsen, 2008: 600)
Jika ring � merupakan ring Armendariz, maka ring � merupakan ring
McCoy.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Misalkan , ∈ � merupakan polinom tak nol, sedemikian
Jadi terbukti jika � ring Armendariz maka � merupakan ring McCoy. ∎
53
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
0 0 = 0 1 = 1 0 = 1 1 = 0.
Jadi jika � adalah ring Armendariz linier, maka � adalah ring McCoy linier. ∎
Proposisi 3.2.10 (Camillo dan Nielsen, 2008: 611)
Jika � adalah ring Armendariz linier, maka � adalah ring abelian.
Bukti
Akan dibuktikan dengan kontrapositif, yakni jika � bukan ring abelian maka
� bukan ring Armendariz linier.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
= − 1−
Berdasarkan (3.27), (3.28), dan (3.29) maka
= + − +
55
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
0 =
= − 1− 1− + 1−
= 1− + 1− + − 1− 1−
+ − 1− 1− ,
mengakibatkan
1− = 0,
1− = 0, (3.30)
− 1− 1− = 0, − 1− 1− = 0. Dari (3.30) didapat
1− = 0 ⇒ 1− = 0
⇒ − = 0
⇒ − = 0
⇒ − = 0. (karena idempoten) Ini kontradiksi dengan (3.26), sehingga haruslah � bukan ring Armendariz.
Jadi terbukti jika � bukan ring abelian, maka � bukan ring Armendariz. ∎
Jadi dalam subbab ini telah dibahas hubungan dari kelas ring McCoy dengan
kelas ring Armendariz, dan juga dengan kelas-kelas ring pada subbab sebelumnya.
3.3 Kelas-kelas Ring Melibatkan Ideal
Dalam subbab ini terdapat dua kelas ring yang dalam definisinya melibatkan
ideal. Kedua kelas ring tersebut yakni kelas ring duo dan kelas ring 2-primal.
Berikut ini merupakan definisi dari ring duo.
Definisi 3.3.1 (Camillo dan Nielsen, 2008: 612)
Suatu ring � disebut ring duo jika setiap ideal dari � merupakan ideal dua
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Jika � merupakan suatu ring komutatif, maka jelas setiap ideal dari � adalah
ideal dua sisi, sehingga setiap ring komutatif merupakan ring duo. Salah satu
contohnya adalah sebagai berikut:
Contoh
Seluruh ideal dari ℤ6 adalah ideal dua sisi, yakni 0 6, 0 6, 2 6, 4 6 ,
0 6, 3 6 , dan ℤ6.
Perhatikan tabel berikut ini.
Tabel 3.1. Pengurangan pada 0 6, 2 6, 4 6 −
0 6 4 6 2 6
2 6 0 6 4 6
4 6 2 6 0 6
Tabel 3.2. Perkalian 0 6, 2 6, 4 6 dengan ℤ6
⊗ 0 6 0 6 0 6 0 6 0 6 0 6
0 6 2 6 4 6 0 6 2 6 4 6
0 6 4 6 2 6 0 6 4 6 2 6
Berdasarkan Tabel 3.1, Tabel 3.2, dan karena ℤ6 adalah ring komutatif, maka
0 6, 2 6, 4 6 merupakan ideal dua sisi dari ℤ6.
Selanjutnya perhatikan tabel-tabel berikut ini:
Tabel 3.3. Pengurangan pada 0 6, 3 6 −
0 6 3 6
57
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tabel 3.4. Perkalian 0 6, 3 6 dengan ℤ6
Berikut ini merupakan contoh ring non-komutatif yang merupakan ring duo.
Contoh
Jadi � adalah ring non-komutatif.
Ideal-ideal dari � hanyalah ideal trivial, yakni 0 2 0 2
0 2 0 2 dan �.
Baik 0 2 0 2
0 2 0 2 maupun � merupakan ideal dua sisi, sehingga � dapat
dikatakan sebagai ring duo.
Lemma 3.3.2 (Abdelkader, 2013: 1538)
Jika � merupakan ring duo, maka berlaku � = � , untuk setiap ∈ �.
Bukti
Misalkan � suatu ring duo, ∈ � , dan ∈ �.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
= 1∈ �, dan
= 1 ∈ � .
Karena � merupakan ring duo, maka � merupakan ideal kiri, sehingga
� ⊆ �, untuk setiap ∈ �, dan akibatnya � ⊆ �.
Karena � merupakan ring duo, maka � merupakan ideal kanan, sehingga
� ⊆ � , untuk setiap ∈ �, dan akibatnya � ⊆ � .
Jadi terbukti, jika � merupakan ring duo, maka � = � untuk setiap ∈ �. ∎
Dari Lemma 3.3.2, dapat ditunjukkan hubungan kelas ring duo dan kelas ring
semi-komutatif, yang dinyatakan oleh proposisi berikut ini.
Proposisi 3.3.3 (Camillo dan Nielsen, 2008: 612)
Jika � merupakan ring duo, maka � merupakan ring semi-komutatif.
Bukti
Misalkan , ∈ � sedemikian sehingga = 0.
Perhatikan bahwa untuk setiap ∈ � berlaku
= 0 ⇒ = 0
⇒ � = 0.
Berdasarkan Lemma 3.3.2, maka � = �, sehingga � = � = 0.
Jadi terbukti bahwa jika � merupakan ring duo, maka � semi-komutatif. ∎
Kelas ring yang terakhir dalam bab ini adalah kelas dari ring 2-primal.
Definisi 3.3.4 (Camillo dan Nielsen, 2008: 617)
Suatu ring disebut ring 2-primal jika setiap elemen nilpoten termuat di �(�),
59
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Pada Lemma 2.2.11 telah ditunjukkan bahwa untuk setiap ring �, berlaku
� � ⊆ (�), sehingga jika � merupakan ring 2-primal, maka � = �(�). Selanjutnya, pada proposisi berikut ini ditunjukkan hubungan kelas ring 2-primal
dengan kelas ring Dedekind finite.
Proposisi 3.3.5 (Lam, 2003: 198)
Jika � merupakan ring 2-primal, maka � merupakan ring Dedekind finite.
Bukti
Misalkan , ∈ � sedemikian sehingga = 1.
Akan ditunjukkan bahwa = 1.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
= 1 + + 2+ + −1− − 2 − − −1 −
= 1 + + 2 + + −1 + − − 2 − − −1− (3.32)
= 1 + + 2 + + −1 1 + 1 + + + −2+ −1 −
= 1 + + 2 + + −1 (1− ). (3.33)
Berdasarkan (3.32), didapat
1 = 1 1 + + 2+ + −1 + − 1 + + + −2+ −1
= 1− 1 + + + −2+ −1 . (3.34)
Berdasarkan (3.33) dan (3.34), dapat disimpulkan bahwa untuk sembarang
nilpoten , bentuk (1− ) merupakan unit.
Karena 1− nilpoten, maka 1− 1− = adalah unit, sehingga
terdapat ∈ � sedemikian sehingga = 1, dan akibatnya
1 = ⇒1 = ( )
⇒ =
⇒ =
⇒ = 1
⇒ =
⇒ = 1.
Karena = 1 mengakibatkan = 1, maka � merupakan ring Dedekind finite.
Jadi terbukti jika � merupakan ring 2-primal, maka � merupakan ring Dedekind
finite. ∎
Pada bab selanjutnya dibahas mengenai sejumlah modul yang merupakan
78 Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BAB V
seluruh kelas-kelas ring, yang ditunjukkan oleh bagan berikut.
2. Berdasarkan pembahasan pada Subbab 4.1, disimpulkan sifat-sifat dari modul
semi-komutatif, yakni
a. Jika � merupakan modul semi-komutatif atas ring tereduksi , maka �
merupakan modul McCoy atas .
b. Jika terdapat suatu homomorfisma ring � dari ke , dan � modul atas
, maka � adalah modul atas .
Jika � merupakan homomorfisma onto, � merupakan modul
semi-komutatif atas jika dan hanya jika � modul semi-komutatif atas .
c. Jika � merupakan modul simetrik atas ring , maka � merupakan
modul semi-komutatif atas .
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
3. Berdasarkan pembahasan pada Subbab 4.2, disimpulkan sifat-sifat dari modul
P.Q-Baer sebagai berikut.
a. Jika � merupakan modul semi-komutatif atas ring , maka �
merupakan modul P.Q-Baer atas jika dan hanya jika � modul P.P atas
.
b. Jika � merupakan modul P.Q-Baer dan modul semi-komutatif atas ring
, maka � merupakan modul tereduksi atas .
5.2 Rekomendasi
Dalam skripsi ini, masih ada implikasi yang belum diulas oleh penulis, yakni
implikasi dari kelas ring duo ke kelas ring McCoy, dan implikasi dari kelas ring
semi-komutatif ke kelas ring 2-primal. Sebagian besar contoh ring yang disajikan
adalah ring komutatif, diharapkan agar kelak dapat dikaji contoh dari ring yang
tak komutatif (contoh tak trivial). Selain itu penulis baru membahas sebagian kecil
mengenai modul P.Q-Baer dan modul P.P.
Diharapkan oleh penulis agar kelak modul P.Q-Baer, modul P.P, serta modul
lain seperti modul Rickart, modul flat, dan modul nonsingular dapat dikaji lebih
80 Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Abdelkader, M. O. (2013). “MP-Dimension of a Meta-Projective Duo-Ring”,
Applied Mathematical Sciences. 7, (31), 1537-1543.
Antoine, R. (2009). “Examples of Armendariz Rings”, Communications in Algebra. 38, (11), 4130-4143.
Baser, M. dan Agayev, N. (2006). “On Reduced and Semicommutative Modules”. Turk J Math. 30, 285-291.
Baser, M. dan Harmanci, A. (2007). “Reduced and P.Q-Baer Modules”.
Taiwanese Journal of Mathematics. 11, (1), 267-275.
Calugareanu, G. dan Schultz, P. (2010). “Modules with Abelian Endomorphism Rings”. Bull. Aust. Math. Soc. 82, (1), 99-112.
Camillo, V. dan Nielsen P.P. (2008). “McCoy Rings and Zero Divisors”. Journal of Pure and Applied Algebra. 212, (3), 599-615.
Conrad, K. Zorn’s Lemma and Some Applications. [Online]. Tersedia:http://www.math.uconn.edu/~kconrad/blurbs/zorn1.pdf. [25 April 2013].
Cui, J. dan Chen J. (2011). “On McCoy Modules”. Bull. Korean Math. Soc. 48,
(1), 23-33.
Durbin, J. R. (2000). Modern Algebra – An Introduction. New York: John Wileys
and Sons.
Herstein, I. N. (1975). Topics in Algebra. New York: John Wiley and Sons.
Hungerford, T. W. (1996). Algebra. New York: Springer.
Kafkas G, et al. (2011), “Generalized Symmetric Rings”. Algebra and Discrete Mathematics. 12, (2), 72-84.
Kim, N. K. dan Lee, Y. (2000). “On Right Quasi-Duo Rings which are � -Regular”. Bull. Korean Math. Soc. 37, (2), 217-227.
Kose, H., Ungor, B. dan Halicioglu, S. (2012). “A Generalization on Reduced Rings”. Hacettepe Journal of Mathematics and Statistics. 41, (5), 689-696.
Barry Yonathan, 2013
Kelas Ring Dan Implikasinya Serta Modul Semi-Komunikatif Dan P.Q-Baer Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Ludiana, M. (2012). Ring Armendariz. Skripsi Sarjana pada FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Novianto, A. (2012). Ring Abelian dan Modul Abelian. Skripsi Sarjana pada FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Pourtaherian H. dan Rakhimov I. S. (2012). On Some Class of Rings and Their
Links, [Online]. Tersedia:http://arxiv.org/pdf/1210.2844v1.pdf [9 April
2012].
Rege, M. B. dan Buhpang A. M. (2008). “On Reduced Modules”. International Electronic Journal of Algebra. 3, 58-74.