• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA HIMPUNAN KUBIK ASIKLIK DENGAN RECTANGLE.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA HIMPUNAN KUBIK ASIKLIK DENGAN RECTANGLE."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA HIMPUNAN KUBIK ASIKLIK

DENGAN

RECTANGLE

SKRIPSI SARJANA MATEMATIKA

OLEH :

SISKA NURMALA SARI BP. 0910431016

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS

(2)

ABSTRAK

Dalam tulisan ini akan dipelajari hubungan antara himpunan kubik asiklik dengan rectangle. Diberikan sebuah kubus dasar Q yang merupakan suatu hasil kali berhingga dari interval-interval dasarI = [l, l+ 1] atauI = [l, l] untuk suatu l ∈ Z. Suatu himpunan kubik X adalah gabungan berhingga dari kubus-kubus dasarQ. Himpunan kubik dengan bentukX = [k1, l1]×[k2, l2]×...×[kn, ln]⊂Rn

disebut rectangle, dimana ki, li adalah bilangan bulat dan ki ≤ li. Selanjutnya, diperoleh bahwa sebarang rectangle X adalah asiklik, dengan kata lain Hk(X) isomorfik dengan Z jika k = 0, dan Hk(X) isomorfik dengan 0 jika k >0.

Kata kunci : Himpunan kubik, asikluk, isomorfik .

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah

Topologi merupakan cabang matematika yang merupakan pengembangan

dari geometri. Sesuai dengan namanya, topologi, kajian awal bidang ini adalah

dengan mempertimbangkan konsep ’tempat’ dalam struktur lokal maupun

glob-alnya (konsep ruang topologi). Awal kajian topologi dilakukan oleh Euler pada

tahun 1752 (sejalan dengan berkembangnya teori graf) dan konsep topologinya

sendiri diperkenalkan beberapa abad kemudian oleh B. Listing. Kajian topologi

ini dikembangkan dengan menggunakan konsep teori himpunan dengan

memper-hatikan himpunan titik-titik dan keluarga himpunan tersebut. Istilah topologi

ini digunakan sebagai nama bidang kajiannya atau juga sebagai nama himpunan

dengan sifat-sifat tertentu yang digunakan dalam ruang topologinya. Salah satu

konsep penting yang dikaji dalam topologi adalah pemetaan (fungsi) yang bersifat

homomorfisma.

Seperti diketahui bahwa dua ruang vektor berdimensi hingga dan sama

(di-mensinya yang sama) adalah isomorfik [5]. Aljabar topologi adalah suatu konsep

(4)

Misalkan X suatu himpunan tak kosong. Suatu koleksi τ yang berisikan

himpunan-himpunan bagian dari X dikatakan topologi pada X, jika memenuhi

beberapa sifat-sifat (lihat definisi 2.4.18). Pasangan (X,τ) disebut ruang topologi

dan secara ringkas ditulis sebagai X.

Misalkan diberikan ruang topologiX. Selanjutnya didefinisikan suatu objek

aljabar H(X) yang disebut dengan homologi dari X, dimana secara topologi

H(X) adalah sebuah invarian, artinya jika X dan Y adalah homeomorfik maka

H(X) dan H(Y) adalah isomorfik,

X ≈Y ⇒H(X)∼=H(Y).

H(X)merupakan koleksi dari grup homologi ke-k dariXyang dinotasikan dengan

Hk(X).

Misalkan diberikan suatu ruang topologiG⊂Rn, yang mana dapat

diseder-hanakan menjadi suatu graf. Kemudian graf tersebut diobservasi dan

direpre-sentasikan secara kombinatorik dan dari kombinatorik ini diperoleh suatu objek

aljabar H(G) yang disebut homologi dari G.

Pada tulisan ini, Penulis akan fokus pada homologi kubik dimana ruang

topologi dapat direpresentasikan sebagai sebuah kubik. Sebuah kubus dasar Q

adalah suatu hasil kali hingga dari interval-interval dasarI = [l, l+1] atauI = [l, l]

untuk suatul∈Z. Jadi, Q=I1×I2×· · ·×In⊂Rn. Himpunan kubik merupakan

suatu kelas khusus dari ruang topologi.

Salah satu jenis dari himpunan kubik adalah himpunan kubik asiklik,

(5)

mana homologi dimensi ke-k adalah

rectangle, dimana ki, li adalah bilangan bulat dan ki ≤ li. Rectangle juga dapat

dikatakan sebagai kubus dasar jika ki =li atau ki+ 1 =li untuk setiap i.

Pada tulisan ini, akan dikaji hubungan antara himpunan kubik asiklik

de-ngan rectangle.

1.2

Perumusan Masalah

Permasalahan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimanakah

hubungan antara himpunan kubik asiklik dengan rectangle.

1.3

Batasan Masalah

Permasalahannya hanya dibatasi pada sudut pandang kombinatorik dan

al-jabar, yang berhubungan dengan suatu ruang topologi dalam mengkaji hubungan

antara himpunan kubik asiklik dengan rectangle.

1.4

Tujuan

(6)

him-1.5

Sistematika Penulisan

Penulisan terdiri atas 4 Bab yaitu, Bab I Pendahuluan yang berisi: latar

belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan. Bab

II Landasan Teori, berisi: materi dasar dan materi penunjang. Bab III

Pemba-hasan tentang hubungan antara himpunan kubik asiklik dengan rectangle. Bab

IV Kesimpulan dari hasil pembahasan.

Referensi

Dokumen terkait

NIM secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap CAR pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Indonesia periode triwulan I tahun 2007

Nilai MSE dari penaksir rasio regresi linear yang diperolehdengan menggunakan dua karakter tambahan untuk rata-rata populasi yang diajukan pada sampling acak

Untuk menanggapi beberapa terjadinya intoleransi dan kefantisme keagamaan dalam beragama, tulisan media sosial, baik beruapa quotes, meme ataupun vlog Husein Ja’far

Menimbang, bahwa Tergugat/Pembanding keberatan bahwa anak-anak ditetapkan di bawah asuhan Penggugat/Terbanding karena kelakuan Penggugat/Terbanding tidak bisa mendidik,

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan nikmat iman, ihsan, serta limpahan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Keterdedahan Iklan di Televisi dan Perilaku Khalayak (Kasus Iklan Produk Mie Instant di Televisi pada Dua Komunitas Urban dan Semi Urban

File FIS tersebut yang diaplikasikan untuk mengontrol sistem steam drum boiler.Implementasi kontroler pada penelitian ini dilakukan secara simulasi dengan