• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI PASAL 44 UNDANG-UNDANG POKOK AGRARIA (UUPA No. 5/1960). DALAM MENDIRIKAN BANGUNAN DIATAS TANAH HAK MILIK ORANG LAIN DI SUMATERA BARAT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IMPLEMENTASI PASAL 44 UNDANG-UNDANG POKOK AGRARIA (UUPA No. 5/1960). DALAM MENDIRIKAN BANGUNAN DIATAS TANAH HAK MILIK ORANG LAIN DI SUMATERA BARAT."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3. Bentuk-bentuk hak-hak atas tanah objek dari hak sewa
Tabel 4. Kegunaan Tanah Yang Disewakan
Tabel 5. Jangka Waktu Lamanya Hak Sewa
Tabel 7. Bentuk-bentuk Pembayaran Sewa
+3

Referensi

Dokumen terkait

Obyek penertiban tan ah terlantar meliputi tanah yang sudah diberikan hak oleh Negara berupa Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, dan Hak

ke permukaan bumi, yang disebut tanah, yang dapat diberikan dan dimiliki oleh orang, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain dan badan hukum.” Ketentuan ini

Pasal 36 (2) menyebutkan “orang atau badan hukum yang mempunyai hak guna bangunan dan tidak lagi memenuhi syarat-syarat yang tersebut dalam ayat (1) Pasal ini dalam

perikanan, peternakan, dan perkebunan. 5) Hak Sewa untuk Bangunan. 7) Hak memungut Hasil Hutan. 8) Hak-Hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut di atas tanah..

Tanah merupakan salah satu prasarana di bumi. Tanah merupakan aspek terpenting bagi setiap manusia karena manusia selalu berpijak dan beraktivitas di atas tanah. Akan tetapi

Ketika atas suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan

Selanjutnya disebutkan pengertian tanah dalam Pasal 4 ayat (1) Undang- Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria bahwa atas dasar

Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 mengatur tentang kepemilikan hak atas tanah untuk menjamin kepastian hukum dan melindungi pemegang