MANAJEMEN KEUANGAN INTERNATIONAL
PENDAHULUAN
NAMA : SYAMBELLA NIM : 92217021
DOSEN : Dr. Sa’adah Siddik, M. Si. Ak. C.A Dr. Yuhanis ladewi, M. Si. Ak. C.A
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG PROGRAM STUDY MAGISTER SAINS MANAJEMEN
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, dimana berkat rahmat dan hidayahnya kami mampu menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Manajemen
Keuangan International “Manajemen Keuangan International”.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih terdapat banyak kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi. Oleh karena itu, saran dan kritik yang
bersifat membangun dari semua pihak baik dari dosen pengajar maupun dari teman-teman saya harapkan demi penyempurnaan makalah ini, dan agar dalam pembuatan
makalah-makalah selanjutnya dan di waktu yang akan datang bisa lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Palembang, Maret 2018
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perdagangan internasional merupakan salah satu aspek penting bagi negara agar suatu negara dapat mengukur perkembangannya melalui perekonomian negara. Warga negara akan berperan penting dalam pelaksanaan perdangan internasioanal ini baik dari
pemerintah, pegusaha-pengusaha dan tidak luput juga peran instanasi lain seperti universitasuniversitas khususnya di Indonesia yaitu dengan menciptakan mahasiswa
-mahasiswa yang dapat bersaing dalam dunia perekonomian dengan menanamkan Soft Skill pada mahasiswa. Maka yang melatarbelakangi pembuatan makalah ini adalah karena kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai perdagangan internasioanl dan
bagian-bagiannya.
B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca khusunya mahasiswa bisa mengetahui lebih dalam lagi mengenai bagian-bagian perdagangan internasioanal
diantaranya yang akan dibahas di makalah ini,yaitu: Manajemen Keuangan Internasioanl, International Trade Finance, Financing Global Operations, Managing
C. Rumusan Maslah
1. Mengetahui Manajemen Keuangan Internasioanal
2. Mengetahui International trade Finance
3. Mengetahui Financing Global Operation
4. Mengetahui Managing Foreign Exchange Risk and Exposure
5. Mengetahui Working Capital Management
BAB II PEMBAHASAN
A. Manajemen Keuangan Internasioanl
Manajemen keuangan internasional adalah perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian Keuangan Perusahaan
Multinasional (Multinational Corporation yang lazim disebut MNC).
Perusahaan multinasional ialah perusahaan yang beroperasi di
seluruh dunia. Mereka adalah perusahaan-perusahaan besar yang
dimiliki oleh kaum kapitalis global yang pusatnya di Kanada, Amerika
Serikat, Jepang, Jerman, Italia, Perancis, dan Inggris.
Perusahaan-perusahaan itu lazim disebut konglomerat global atau kapitalis global.
Mereka tidak mengenal negara, bangsa, tanah air, dalam
mengembangkan kapitalnya. Dewasa ini perusahaan-perusahaan
tersebut menguasai ekonomi dunia, dan menguasai ekonomi
negara-negara sedang berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Tujuan
mereka yang utama adalah mencari keuntungan.
Keuangan internasional penting bagi:
1. Ekspansi perusahaan multinasional (Multinational Corporation atau
MNC) ke Negara-negara sedang berkembang (NSB),
3. Perdagangan internasional (Ekspor-impor). Para pemikir ekonomi
liberal menyatakan bahwa ekspansi MNC ke negara-negara
sedang berkembang merupakan lokomotif pembangunan di NSB,
oleh sebab itu kehadirannya sangat diharapkan.
Untuk menyakinkan rakyat di negara-negara yang sedang
berkembang bahwa MNC itu penting, dipromosikan ideologi
globalisme, tanpa MNC tidak akan ada pembangunan di
negara-negara sedang berkembang karena mereka kukurangan modal, ilmu,
teknologi, dan tenaga ahli.
9. Di NSB Undang-undang Perburuhan memihak kapitalis
10. Di NSB pemerintahnya memberi jaminan keamanan investasi
11. Di NSB memberi kebebasan transfer modal dan laba bagi kapitalis
12. Di NSB system perbankan feksibel.
Manajemen keuangan internasional meliputi aktivitas:
1. Aliran fnancial, yaitu arus masuk modal dan pinjaman
2. Aliran riil, yaitu arus masuk barang dagangan barang (bahan
baku, barang setengah jadi, dan barang jadi
3. Aliran budaya, yaitu arus masuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan
pola pikir dan perilaku. Hakikatnya manajemen keuangan
internasional adalah eksport capital, budaya, dan barang
dagangan dari negara-negara kapitalis maju ke negara-negara
sedang berkembang
B. International Trade Finance
International trade finance eatau pembiayaan perdagangan internasional
merupakan proses pertukaran barang dan jasa antara suatu Negara dengan Negara lain. Sedangkan keuangan internasional berkaitan dengan dinamika exchange rate dan
foreign investment dalam salah satu cabang ekonomi. Dalam perdagangan internasional,
terdapat metode pembayaran yang sering ditemui dalam bidang keuangan, yaitu :
Cash in advance memberikan perlindungan kepada eksportir terhadap kemungkinan importir menunda pembayaran, hal ini mungkin dikarenakan
Letter of credit (L/C) adalah suatu surat yang ditandatangani oleh bank atas nama pembeli dan ditujukan kepada penjual. Dalam L/C terdapat beberapa keuntungan yaitu :
o Jika bank yang digunakan memiliki nama baik maka akan mengurangi
risiko kredit, sehingga risiko hutang tak terbayar semakin rendah.
o Terdapat syarat-syarat untuk mengurangi ketidakpastian
o Stabilisasi produksi karena pembayaran yang lancer membuat juga
proses pengiriman-pengiriman barang untuk proses produksi.
o L/C memfasilitasi keuangan, sehingga meyakinkan eksportir mengenai
calon pembeli bagi produknya.
Open account. Transaksi pembiayaan perdagangan internasional dengan sistem pembayaran kemudian, pihak eksportir mengirimkan barang terlebih dahulu dan pembeli akan melakukan pembayaran sesuai dengan syarat yang disetujui berdasarkan kesepatan bersama pada saat transkasi. Sistem pembiayaan
perdagangan ini dilakukan setelah barang telah diterima oleh pembeli dengan tidak ada cacat di dalamnya.
Private compensation. Cara pembiayaan perdagangan dengan sistem pembayaran yang berhubungan dengan masalah hutang piutang. Metode pembiayaan perdagangan ini dengan mengalihkan dalam mendapat
penyelesaian utang piutang pada seseorang penduduk dalam suatu negara di
Draft commercial bill of exchange. Metode pembiayaan perdagangan ini bisa
disamakan fungsinya dengan wesel. Metode pembiayaan perdagangan ini merupakan salah satu cara yang merupakan sebuah janji yang tidak bersyarat apa
pun yang ditarik oleh satu pihak dalam transaksi perdagangan internasional. Pihak yang membuat perjanjian yang tidak bersyarat ini biasanya para eksportir yang langsung meminta para pembeli untuk melakukan pembayaran dengan cara
mengirimkan wesel atau face amount.
Consignment / konsinyasi. Cara pembiayaan perdagangan internasional yang
mengharuskan para eksportir tersebut mengirimkan barang kepada importir
setelah melakukan transaksi perdagangan internasional. Akan tetapi, para eksportir tersebut tetap memegang hak kepemilikan atas barang yang dikirimkan tersebut jika pembeli tidak melakukan pembayaran, maka barang tersebut akan
dikembalikan
C. Financial Global Operations
Financial global operationspendanaan investasi dapat yang diperoleh dari pendanaan antar perusahaan, pendanaan dengan ekuitas (penerbit saham suatu perusahaan), pendanaan dengan hutang dan pendanaan dengan mata uang lokal.
Salah satu kunci keberhasilan perusahaan agar berhasil dalam persaingan adalah berusaha untuk bisa bersaing dengan perusahaan lainnya dengan strategi yang baik.
Pandangan global mengenai operasi :
Ada banyak alasan mengapa sebuah operasi bisnis domestik memutuskan untuk
berkembang menjadi internasional, diantaranya : 1. Mengurangi biaya
2. Memperbaiki rantai pasokan
3. Menyediakan barang dan jasa yang lebih baik 4. Menarik pangsa pasar baru
5. Belajar untuk memperbaiki operasi
6. Mendapatkan dan mempertahankan bakat global
Membangun misi dan strategi :
Sebuah usaha manajemen operasi yang efektif harus mempunyai sebuah misi,
sehingga tahu ke mana arah tujuannya dan sebuah strategi, sehingga tahu bagaimana cara untuk bisa mencapai misi tersebut.
1. Misi organisasi sebagaimana tujuannya – apa yang akan disumbangkan ke
masyarakat/ pelanggan
2. Pernyataan misi menghasilkan batasan dan fokus organisasi, juga konsep dalam
menjalankan perusahaan
Saat misi ditetapkan, strategi dan penerapannya dapat dimulai. Strategi adalah rencana tindak organisasi untuk mencapai misinya. Setiap wilayah fungsional
mempunyai strategi untuk mencapai misinya dan membantu organisasi mencapai misi keseluruhan. Strategi ini memanfaatkan peluang dan kekuatan, menetralkan ancaman,
dan menghindari kelemahan.
Perusahaan mencapai misinya dalam tiga jalan :
1. Perbedaan/ pembedaan
2. Kepemimpinan biaya
3. Respons yang cepat
Tiga strategi yang ada masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing (competitive advantage) berarti menciptakan sistem yang mempunyai keunggulan yang unik atas
4. Pemilihan lokasi
5. Perancangan tata letak
6. Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan 7. Manajemen rantai pasokan
8. Persediaan 9. Penjadwalan 10. Pemeliharaan
Permasalahan dalam strategi operasi :
1. Perubahan strategi terjadi karena dua alasan
a. Strategi menjadi dinamis karena peubahan dalam organisasi
b. Strategi juga menjadi dinamis karena adanya perubahan lingkungan
2. Pengembangan dan penerapan strategi :
Saat perusahaan memahami permasalahan yang ada dalam mengembangkan strategi yang efektif , mereka mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal mereka, juga peluang dan ancaman yang ada di lingkungan mereka
Permasalahan yang biasa timbul dalam strategi operasi : a. Mengidentifikasi faktor penentu keberhasilan
1. Strategi internasional, menggunakan ekspor dan lisensi untuk memasuki pasar
global. Menguntungkan, dimana tingkat tanggapan lokal rendah dan pengurangan
biaya sedikit
2. Strategi multidomestik, membagi kewenangan dengan memberikan otonomi yang
cukup berarti pada setiap bisnis. Strategi : mendirikan perusahaan cabang, menyediakan waralaba
3. Strategi global, mempunyai tingkat sentralisasi yang tinggi, dimana kantor pusat
mengkoordinasikan organisasi untuk mencari standar dan pembelajaran diantara pabrik, sehingga dapat menghasilkan skala ekonomis
D. Managing Foreign Exchange Risk And Exposure
Dalam menjalankan bisnis internasional yang berhubungan erat dengan pihak
Negara asing menyebabkan adanya risiko yang harus dapat dihadapi dan dikelola dengan baik. Perdagangan internasional melibatkan pertukaran nilai mata uang dan naik
turunnya kurs asing akan menyebabkan pengaruh positif dan negative terhadap perusahaan. Foreign exchange riskmerupakan risiko yang dapat terjadi karena perubahan relative nilai kurs suatu Negara sehingga dapat menurunkan nilai investasi
yang ditanam dalam nilai mata uang asing. Sedangkan foreign exchange exposuremerupakan pengaruh keuangan perusahaan mengenai arus kas dan
E. Working Capital Management
Pengertian Manajemen Modal Kerja. Manajemen Modal Kerja (working capital management) adalah manajemen yang terdiri dari unsur-unsur aktiva lancar dan hutang
lancar. Tujuan dari Manajemen Modal Kerja adalah mengelola aktiva lancar dan hutang lancar dan menjamin tingkat likuiditas atau daya kekuatan perusahaan. Working capital management secara kuantitatif modal kerja sama dengan jumlah aktiva lancar dikurangi
hutang lancar yang ada saat ini. Pada kenyataannya modal kerja lebih memperhatikan efisiensi dari aktiva lancar seperti kas, piutang, dan persediaan. Kas dan piutang sendiri
sangat mudah dipengaruhi oleh fluktuasi nilai mata uang, perubahan nilai tukar dan kebijakan pajak.
Menurut Husnan dan Pudjiastuti (2002), untuk mendanai investasi di luar negeri,
perusahaan dapat memilih alternative pendanaan yaitu perusahaan menghimpun dana di Negara asal dan menyalurkan ke Negara tempat ia melakukan investasi, perusahaan
menghimpun dana di Negara yang dituju (host country) untuk diinvestasikan di Negara pengundang, dan mencari dana dari Negara ketiga yang memiliki suku bunga pinjaman paling rendah.
Selain pendanaan, perusahaan harus memerhatikan kinerja keuangan melalui neraca dan laporan rugi laba. Neraca menunjukkan kondisi keuangan pada suatu saat tertentu yang
terdiri dari asset, hutang dan modal. Sedangkan laporan rugi laba menunjukkan kondisi pendapatan dan biaya-biaya yang digunakan dalam operasi perusahaan.
Konsep kuantitatif
Modal kerja menurut konsep kuantitatif adalah jumlah keseluruhan dari aktiva
lancar. Unsur-unsur dari modal kerja kuantitatif meliputi kas, piutang dan persediaan.
Konsep kualitatif
Modal kerja menurut konsep kualitatif adalah kelebihan aktiva lancar di atas hutang lancar. Modal kerja dihubungkan dengan besarnya hutang lancer yang
harus dilunasi. Sebagian aktiva lancar yang dipergunakan adalah hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak dan sebagian yang digunakan untuk membelanjai
kegiatan operasi perusahaan.
Konsep fungsional
Modal kerja menurut konsep fungsional adalah modal kerja yang terdiri dari
modal kerja riil dan modal kerja potensial. Modal yang digunakan untuk menghasilkan current income atau konsep yang berdasarkan pada fungsi dana
yang digunakan untuk memperoleh pendapatan baik pendapatan saat ini maupun pendapatan pada masa yang datang.
Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam mencapai tujuannya.
Untuk mencapai tujuan perusahaan, kebijakan dalam pengelolaan Manajemen Modal Kerja juga berbeda. Menurut Martono dan D. Agus Harjito, ada tiga tipe
2. Manajemen Modal Kerja
Kebijakan konservatif
Kebijakan konservatif merupakan kebijakan modal kerja yang dilakukan secara hati-hati. Pada kebijakan ini, modal kerja permanen dan sebagian modal kerja variabel
lainnya dibelanjai dengan sumber dana jangka pendek.
Kebijakan agresif
Kebijakan agresif merupakan kebijakan yang sebagian modal kerja permanen dibelanjai dengan sumber dana jangka panjang sedangkan sebagian modal kerja permanen dan modal kerja variabel dibelanjai dengan sumber dana jangka pendek.
Kebijakan moderat
Kebijakan moderat merupakan kebijakan yang mencerminkan manajemen modal kerja
yang konservatif dan agresif. Kebijakan ini memisahkan secara tegas bahwa kebutuhan modal kerja yang sifatnya tetap dibelanjai dengan sumber modal yang permanen
(saham) atau sumber dana yang berjangka panjang (obligasi).
Pengaturan keuangan perusahaan yang entrepreneurial. Perlu diketahui bahwa tantangan terbesar bagi seorang entrepreneur yang akan memulai usahanya, adalah
masalah pendanaan. Bagi entrepreneur, sistem pendanaan dapat dilakukan dengan berhutang atau menawarkan saham kepada investor, serta menggunakan dana yang
berasal dari internal dan eksternal perusahaan. Pendanaan dengan hutang biasanya memakai asset perusahaan seperti jaminan mobil, rumah, pabrik, mesin, atau tanah. Berhutang juga diwajibkan untuk membayar bunga pinjaman. Sedangkan pendanaan
dari ekuitas tidak memerlukan jaminan tetapi penawaran pada investor tentang beberapa bentuk kepemilikan usaha tersebut. Entrepreneur membutuhkan dana yang berasal dari
internal perusahaan tersebut dan eksternal. Dana internal dapat diperoleh dari laba, penjualan asset, pengurangan biaya, perpanjangan pembayaran hutang dan juga berasal dari piutang. Sedangkan dana eksternal berasal dari keluarga dan teman, pemerintah dan
bank komersial.
Kemampuan perusahaan untuk dapat mengembalikan pinjaman dana dengan
tepat waktu akan memiliki kepercayaan dari bank atau lembaga keuangan komersial sehingga apabila suatu saat perusahaan memerlukan pinjaman lagi, bank atau lembaga keuangan akan memiliki track record yang baik mengenai perusahaan tersebut dan
perusahaan tersebut akan lebih dimudahkan dalam urusan meminjam.
Selain dana dari keluarga, teman, dan bank serta lembaga komersial lainnya,
Indonesia, kredit seperti ini umumnya untuk usaha kecil dan menengah yang terkenal dengan nama KUKM (Kredit Usaha Kecil dan Menengah).
Seorang entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya harus memahami sistem keuangan dalam perusahaan yang dibangunnya. Beberapa komponen yang dapat
dianalisa oleh seorang entrepreneur yaitu :
Kebutuhan dana, dana yang berhubungan untuk aktiva tetap, modal kerja, dan pembiayaan awal
Sumber dana, seperti pembahasan sebelumnya dapat berupa internal dalam perusahaan dan eksternal
Proyeksi neraca, merupakan analisis untuk mengetahui asset perusahaan, serta kondisi keuangan lainnya, misal saldo lancar, aktiva tetap, kewajiban jangka panjang dan jangka pendek dan kekayaan bersih
Proyeksi laba rugi, ialah perkiraan laba dan rugi dari tahun ke tahun yang dapat menjadi perkiraan laba atau rugi dimasa yang akan datang, dan
Proyeksi arus kas yang menggambarkan kewajiban-kewajiban keuangannya.
Dalam arus kas terdapat 3 macam yaitu :
o Kas masuk, ialah jika ada penerimaan hasil penjualan atau pendapatan
o Kas keluar, mengeluarkan biaya-biaya atau pembayaran bunga dan pajak
dan
o Kas masuk bersih yang merupakan selisih dari arus kas masuk dan kas
Seorang entrepreneur sangat penting mengetahui kapan laba bisa diraih, apalagi jika perusahaan baru. Analisis break event point (BEP) adalah hal sederhana yang dapat
digunakan untuk menanalisa berapa unit produk yang harus dijual agar dapat mencapai
break event yaitu suatu titik yang menggambarkan berpa jumlah penjualan yang harus
dicapai sehingga perusahaan tidak rugi ataupun untung, biasanya disebut dengan titik impas. Kelemahan utama dalam metode ini adalah kesulotan dalam menentukan apakah suatu biaya tersebut merupakan biaya tetap atau variable. Perusahaan harus memeiliki
kebijakan sendiri mengenai klasifikasi biaya ini. Pada umumnya biaya tetap yaitu biaya sewa, biaya gaji dan penyusutan sering terhitung sebagai biaya tetap. Sedangkan
material, tenaga kerja langsung, komisi serta biaya penjualan umum lainnya sebagai biaya variabel. Setelah mengetahui jumlah unit yang harus diproduksi melaui perhitungan BEP, maka jika penjualan diatas jumlah unit hasil perhitungan tersebut,
BAB III PENUTUP Kesimpulan dan Saran
Manajemen keuangan internasional pasti menyangkut topik akuntansi keuangan .manajer keuangan harus mempertimbangkan fluktuasi-fluktuasi dan harus
bisa mengatasi risiko-risiko yang ditimbulkan fluktuasi tersebut. Perdagagangan internasional merupakan proses trasaksi antara suatu Negara dengan Negara lain dan metode yang sering digunalan dalam pembayaran adalah cash in advance dan letter of
credit (L/C). perusahaan harus memerhatikan kinerja keuangannya melalui laporan rugi laba dan neraca. Dan saran dari penulis untuk pembaca khususnya mahasiswa agar
DAFTAR PUSTAKA
Shino, 2013. Sistem Dasar Pembiayaan Perdagangan. http://shinobiapuy. blogspot.co .id/2013/05/sistem-dasar-pembiayaan-perdagangan.html
Indri, 2013. Manajamen Keuangan Internasianal. http://www.indri.ga/2013/01/ manajemen-keuangan-internasional.html
Srinurdianti, 2013. Manajamen Keuangan Internasioanl.
https://srinurdianti26.Wordpress.com/2013/11/25/manejemen-keuangan-internasional/
Cynthia, 2011. Manajemen Operasi Global. http://chiienthia.blogspot.co.id/ Isma, 2014. Manajamen Modal Kerja. http://isma-ismi