• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KULIAH KERJA MEDIA PERAN ASISTEN PRODUKSI DALAM PROGRAM BERITA ”TRANGSANDYAKALA” DI TERANG ABADI TELEVISI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN KULIAH KERJA MEDIA PERAN ASISTEN PRODUKSI DALAM PROGRAM BERITA ”TRANGSANDYAKALA” DI TERANG ABADI TELEVISI"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KULIAH KERJA MEDIA

PERAN ASISTEN PRODUKSI DALAM PROGRAM

BERITA ”TRANGSANDYAKALA”

DI TERANG ABADI TELEVISI

Oleh

ITA SEPTRIYANA PURWANINGRUM

D1408026

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat guna

memperoleh sebutan Ahli Madya bidang Komunikasi Terapan

PROGRAM DIPLOMA III KOMUNIKASI TERAPAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

commit to user

• Yashinta Titiek selaku general manager Terang Abadi Televisi , yang telah mengizinkan penulis melakukan Kuliah Kerja Media di Terang Abadi Televisi atas kemudahan dan kelancaran yang diberikan.

• Budi Sarwono , selaku coordinator news di Terang Abadi Televisi , memberikan pembimbingan dan arahan selam melaksanakan magang di Terang Abadi Televisi

• Seluruh crew Redaksi Terang Abadi Televisi atas bimbingannya selama penulis melaksanakan Kuliah Kerja Media di Terang Abadi Televisi

• Bapak dan ibuku , yang telah membimbing dengan baik sepanjang hidup

• Teman-teman Broadcasting 2008.

• Pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu-persatu tetapi secara nyata telah membantu dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih memiliki banyak kekurangan, maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang menbangun demi kebaikan laporan ini. Demikian Tugas akhir ini dibuat semoga dapt bermanfaat bagi pembaca.

Surakarta, Juni 2011 Penulis,

(3)
(4)
(5)

commit to user

MOTTO

¾ Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semua akan di tambahkan kepadamu ( Matius 6 : 33 )

¾ Apa yang tidak pernah di lihat mata , dan tidak pernah didengar oleh telinga , dan yang tidak pernah timbul didalam hati manusia , semua yang disedialan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 korintus 2:9 )

¾ Kesuksesan tidak pernah final , kegagalan tidak pernah fatal ,

keberanianlah yang utama untuk mengubah keadaan demi kemajuan kearah lebih baik …

¾ Kaki yang diawali dengan berdoa di pagi hari , akan menjadi kaki yang kuat untuk berjalan sepanjang hari.

¾ Belajar dan belajar lagi untuk menjadi yang lebih baik.

(6)

commit to user

PERSEMBAHAN

Penulis mempersembahkan laporan ini kepada :

1. Tuhan Yesus yang sudah memberkati pengerjakan Tugas Akhir

2. Papah, Mama dan Adik tercinta

3. Seluruh Crew TATV khususnya divisi pemberitaan

4. Vincentius Ferrer Sony Heryawan yang telah membantu dalam

penyelesain Tugas Akhir

5. Teman-teman broadcast 2008

6. Dan seluruh pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu

(7)

commit to user

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat yang melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “PERAN ASISTEN PRODUKSI DALAM PROGRAM BERITA ”TRANGSANDYAKALA” DI TERANG ABADI TELEVISI”

dengan baik.

Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran dan tugas reporter di dalam departemen pemberitaan Terang Abadi Televisi sekaligus untuk melengkapi persyaratan kelulusan program Diploma Tiga Komunikasi Terapan, jurusan Penyiaran guna mendapat sebutan Ahli Madya.

Dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, penulis tentunya mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Maka dari itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

• Prof. Drs. H. Pawito, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta

• Drs. A. Eko Setyanto, M.Si, selaku Ketua Jurusan program Diploma III atas bantuan yang diberikan sehingga kegiatan Kuliah Kerja Media dapat berjalan dengan lancar.

• Drs. Aryanto Budhi M.Si, selaku pembimbing akademik

(8)

commit to user

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PERSETUJUAN ii

HALAMAN PENGESAHAN iii

MOTTO iv

PERSEMBAHAN v

KATA PENGANTAR vi

DAFTAR ISI viii

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG 1

B. TUJUAN 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. TELEVISI SEBAGAI KOMUNIKASI 9

(9)

commit to user

ix

BAB III DESKRIPSI LEMBAGA / INSTANSI

A. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN 40 B. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN 44

C. VISI DAN MISI 47

D. KOMPOSISI ACARA TERANG ABADI TELEVISI 47 E. PROGRAM ACARA NEWS 48 F. PROGRAM OFF AIR 53

G. PENGHARGAAN 53

H. DATA MEDIA 54

BAB IV PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA

A. DIVISI NEWS 56

B. PRODUKSI BERITA DI “TATV” SECARA UMUM 58 C. FOCUS OF INTEREST 61 BAB V PENUTUP

A.KESIMPULAN 64

B. SARAN 66

DAFTAR PUSTAKA 68

(10)

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Televisi mulai diperkenalkan pada masyarakat umum sejak 1930-an di Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia. Pecahnya Perang Dunia II menyebabkan kegiatan penyempurnaan televisi siaran terhambat. Kegiatan ini baru dilanjutkan kembali dan televisi siaran kembali dimunculkan kepada umum setelah perang berakhir.

Komunikasi melalui televisi berkembang ke seluruh dunia. Negara-negara yang baru merdeka pada waktu itu pun mengoperasikan televisi siaran sebagai teknologi mutakhir. Untuk kawasan ASEAN sendiri, Negara yang paling awal menyelenggarakan televisi siaran adalah Philipina. Penyelenggaraan televisi siaran ini kemudian diikuti oleh Negara-negara ASEAN lainnya, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Di Indonesia, kegiatan penyiaran melalui televisi dimulai pada tahun 1962. Penyelenggaraan televisi siaran tersebut bertepatan dengan diselenggarakannya Asian Games IV yang dilaksanakan di Senayan, Jakarta. Hari pembukaan Asian Games IV ini yang jatuh pada tanggal 14 Agustus kemudian diperingati sebagai hari jadi TVRI.

(11)

karenanya, siaran televisi dapat menjangkau hampir seluruh masyarakat di Indonesia hingga sekarang ini. Sejak awal tahun 1989, di Indonesia mulai bermunculan stasiun-stasiun televisi selain TVRI yang bersifat komersial. Stasiun televisi komersial yang pertama berdiri adalah Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Kemunculan RCTI ini kemudian disusul oleh munculnya Surya Citra Televisi (SCTV), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), dan Andalas Televisi (ANteve). Dan hingga saat ini, terdapat begitu banyak stasiun televisi komersial di Indonesia, baik yang berskala nasional maupun lokal.

(12)

1

Menurut Peter Herford, setiap stasiun televisi dapat menanyangkan berbagai program hiburan seperti film, musik, kuis, talk show, dan sebagainya, tetapi program berita merupakan program yang mengidentifikasi suatu stasiun TV kepada pemirsanya. Program berita menjadi identitas khusus atau identitas lokal yang dimiliki suatu stasiun TV. Progarm berita juga menjadi bentuk kewajiban dan tanggung jawab pengelola TV kepada masyarakat yang menggunakan gelombang udara publik.

Tidak diragukan lagi bahwa informasi sangat dibutuhkan untuk berbagai kepentingan yang sifatnya mendasar, karena itu sifatnya sangat luar biasa.

Munculnya sebuah informasi dimulai dari diketemukannya cara cetak mencetak dengan huruf lepas tahun 1423 dan mesin pembuat kertas serta mesin uap pada abad ke-18, dan dari itu media cetak mulai berkembang menyebarkan informasi.

Radio kemudian mulai mengembangkan perannya di dunia informasi sejak Dane tahun 1802. Dan kini siaran radio bisa menyajikan siaran hiburan maupun informasi yang segar dan aktual selama 24 jam.

Televisi adalah medium berikutnya yang dipakai dalam penyebaran sebuah informasi dengan media gambar atau visualisasi bergerak yang berfungsi sebagai tambahan dan dukungan informasi penulisan narasi penyiar atau reporter.

       1

(13)

Adanya tulisan, suara dan gambar melalui siaran televisi dapat mengendap dalam daya ingat manusia lebih lama jika dibandingkan dengan perolehan informasi yang sama tetapi melalui membaca atau mendengarkan saja.

Perkembangan siaran televisi semakin pesat, sebagai industri media penyedia informasi dituntut untuk lebih aktif dan cepat dalam memberikan kebutuhan bagi masyarakat. Dalam hal ini kredibilitas suatu stasiun televisi sebagian besar di tentukan oleh kualitas berita yang ditampilkan. Suatu berita tak lepas adanya peranan sebuah Redaksi yang terdiri dari seorang Produser, Asisten Produser, Reporter, Kameramen , Editor, Presenter, dan masih banyak yang terlibat dalam sebuah produksi acara berita.

Dengan adanya beberapa program berita setiap harinya, stasiun televisi berlomba – lomba untuk menayangkan berita dan informasi terkini yang sedang terjadi di masyarakat.

(14)

Seiring berkembangnya dunia pertelevisian di Indonesia maka semakin banyak pula stasiun televisi yang bermunculan. Dari asalnya hanya stasiun televisi milik pemerintah yaitu TVRI, lalu berkembang dan bermunculan berbagai stasiun televisi swasta nasional. dan bermunculannya berbagai televisi lokal yang siarannya tidak berskala nasional, tetapi hanya berskala lokal. Karena TV lokal hanya sebagai media daerah, maka dalam penyajian dan kemasannnya pun TV lokal cenderung menampilkan dan mengedepankan permasalahan daerah, baik dari isu yang dibawa maupun dari bahasa yang digunakan. Seperti S-TV dan Bandung TV yang dominan menggunakan bahasa Sunda yang menjadi bahasa asli Jawa Barat sebagai wilayah siaran TV lokal tersebut, dan juga Bali TV yang sebagian besar menggunakan bahasa Bali. Selain pemakaian bahasa, dalam isi pemberitaan juga program acaranya TV lokal terfokus membahas permasalahan lokal daerah masing-masing.

Salah satunya adalah TV lokal yang ada di Kota Surakarta yaitu Terang Abadi Televisi atau TATV, yang menampilkan berbagai produksi acaranya hingga cara menyajikan suatu acara berita untuk dapat dinikmati oleh masyarakat lokal. TV lokal yang ada di Kota Surakarta memegang kekhasan bahasa yang ada di Kota Surakarta sendiri, yaitu Bahasa Jawa, dengan salah satunya adalah menyajikan atau memproduksi suatu acara berita yang dikemas dengan menggunakan bahasa jawa krama halus (krama).

(15)

dari hasil liputan peristiwa dan kejadian di Eks Karisedenan Surakarta, DIY, Magelang, Semarang dan sekitarnya.

Produksi dari pemberitaan ”TRANGSANDYAKALA” tidaklah mudah, karena membutuhkan sebuah redaksi yang kompak yang dipimpin oleh seorang Produser. Produser mengatur segala sesuatu mulai dari masa pra produksi, produksi dan yang terakhir pasca produksi. Selain itu Produser juga bertanggung jawab atas hasil produksinya, maka tugas seorang Produser acara televisi bukanlah hal yang mudah.

Produser harus mampu mengkoordinasi Talent, Redaksi, Penerjemah , dan seluruh anggota dalam suatu program acara. Karena tugas Produser cukup berat, maka diperlukan seorang Asisten Produser yang bertugas membantu Produser dalam menjalankan tugasnya. Asisten produser juga mewakili Produser apabila tugas Produser padat, Asisten Produser bisa membantu Produser memimpin jalannya salah satu proses produksi televisi, sementara Produser sendiri bisa mengerjakan tugas produksi acara lain.

(16)

penelitian format skrip. Maka seorang Produser biasanya memiliki seorang Asisten Produser yang dapat membantu kerja Produser sehingga sebuah produksi acara dapat berjalan dengan lancar.

B.TUJUAN

Tujuan Kuliah Kerja Media adalah :

1. Agar peserta Kuliah Kerja Media mampu menerapkan ilmu terapan yang telah dipelajari selama masa perkuliahan kedalam dunia kerja dengan metode Kuliah Kerja Lapangan.

2. Secara khusus, peserta Kuliah Kerja Media ingin mengetahui secara langsung proses produksi acara televisi baik acara live maupun rekaman.

3. Agar Peserta Kuliah Kerja Media dapat mengetahui tugas seorang Asisten Produser dalam suatu produksi acara, khususnya produksi acara berita “Trangsandyakala” di TATV.

4. Peserta Kuliah Kerja Media ingin menambah ilmu, keterampilan dan pengalaman yang berhubungan dengan dunia penyiaran khususnya News di PT. TATV, Surakarta.

(17)
(18)

commit to user

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A.TELEVISI SEBAGAI KOMUNIKASI

Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis

yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).

Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif, komunikasi bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.

(19)

sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio, televisi, telepon, satelit dan jaringan komputer seiring dengan industrialisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi massa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.

Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif, para peminat komunikasi seringkali mengutip paradigm yang dikemukakan Harold Lasswell dalam karyanya “ The Structure and Functioun of Communication in Society”. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan : Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?

Paradigma Lasswel menunjukkan bahawa komunikasi meliputi 5 unsur, yaitu :

9 Komunikator (Communicator, source, sender)

9 Pesan (Message)

9 Media (Channel, media)

9 Komunikan ( Communicant, receiver,recipient)

(20)

Jadi berdasarkan paradigm Lasswell, komunikasi dalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.2

Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya, karena komunikan sebagai sasarannya berda di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak . Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film dan masih bnyak lagi adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Kebanyakan media merupakan alat atau sarana yang diciptakan untuk meneruskan pesan komunkikasi dengan bahasa. Seperti media surat, atau telepon atau radio adalah media untuk menyampaikan atau menyebarkan pesan yang menggunakan bahasa.

Sejalan dengan perkembangan masyarakat, peradaban serta kebudayaannya, komunikasi bermedia mengalami kemajuan pula dengan memadukan komunikasi berlambang bahasa dengan komunikasi berlambang gambar dan warna. Hal itu sangat efisien, karena dengan menyiarkan sebuah pesan satu kali saja, dengan dukungan gambar, tatanan bahasa yang mendukung, dapat menyampaikan sebuah pesan yang ingin dicapai dan sudah dapat tersebar luas kepada khalayak yang begitu banyak jumlahnya.

Televisi siaran (television broadcast) merupakan media dari jaringan komunikasi dengan ciri-ciri yang dimiliki komunikasi massa yaitu berlangsung

       2

(21)

satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, sasarnnya menimbulkan keserempakan dan komikannya heterogin. Televisi merupakan audio dari segi penyiarannya dan video dari segi gambar bergeraknya.

Suatu programa televisi dapat dilihat dan didengar oleh para pemirsa, karene ditransmisikan oleh pemancar. Apabila pemancarnya “mati” atau tidak mengudara, misal disebabkan listrik mati atau salah satu alat rusak, maka pemirsa tidak akan melihat apa-apa.

Televisi pada pokoknya mempunyai 3 fungsi yakni fungsi penerangan, pendidikan, dan hiburan.

1. Fungsi penerangan (the information function)

Masyarakat mulai menaruh perhatian besar kepada televisi siaran, karena diannggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi yang amat memuaskan. Dua faktor yang terdapat pada media massa audio visual televisi adalah faktor “immediacy” dan faktor “realism”.

Immediacy mencakup pengertian langsung dan dekat. Peristiwa yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat didengar dan dilihat oleh para pemirsa pada saat peristiwa itu berlangsung.

(22)

dengan perantaraan mikrofon dan kamera, apa adanya sesuai dengan kenyataan.

2. Fungsi pendidikan (the educational function)

Sebagai media komukasi massa televisi merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acar pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya begitu banyak, yaitu meningkatkan pengetahuan dan penalaran masyarakat, stasiun televisi menyiarkan acara-acara tertentu, misalnya film edukasi, kuis edukasi, fragmen, ceramah, feature edukasi dan lain sebagainya.

3. Fungsi hiburan ( the entertainment function)

Sebagian besar dari alokasi waktu masa siaran diisi oleh acara-acara hiburan. Hal ini karena pada layar televisi dapat ditampilkan gambar hidup beserta suaranya bagaikan kenyataan, dan dapat dinikmati di rumah oleh seluruh anggota keluarga, serta dapat dinikmati oleh khalayak yang tidak mengerti bahasa asing, bahkan tuna aksara.

(23)

B. PROGRAM-PROGRAM TELEVISI

Stasiun televisi setiap harinya menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. Pada dasarnya apa saja bisa dijadikan program untuk ditayangkan di televisi selama program itu menarik dan disukai audience, dan selama tidak bertentangan dengan kesusilaan, hukum dan peraturan yang berlaku. Pengelola stasiun penyiaran dituntut untuk memiliki kreativitas seluas mungkin untuk menghasilkan berbagai program yang menarik.

Berbagai jenis program itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar berdasarkan jenisnya yaitu:

1. Program informasi (berita)

a. Berita keras (hard news) yang merupakan laporan berita terkini yang harus segera disiarkan

b. Berita lunak (soft news) yang merupakan kombinasi dari fakta, gosip dan opini.

2. Program hiburan (entertainment)

a. Musikal

(24)

klip-klip video musik dari penyanyi terkenal untuk pemirsa kaum muda.

b. Drama

Inti dari sebuah program video dan televisi bebentuk drama adalah adanya konflik dari orang – orang yang terlibat (pelaku) di dalamnya. Program berbentuk drama biasanya dimulai dengan mengenalkan karakter dari orang – orang yang terlibat di dalamnya yang kemudian diikuti dengan konflik yang dibangun secara dramatik yang melibatkan para pelaku tersebut. Konflik ini biasanya diselesaikan pada akhir cerita. Penyelesaian konflik pada akhir cerita dapat berupa happy ending atau sebaliknya.

c. Quiz

Bentuk program lain yaitu quiz. Saat ini banyak sekali program TV yang berbentuk quiz. Program berbentuk quizbiasanya berisi tantangan yang melibatkan pesertanya atau bahkan pemirsa untuk menjawab tantangan tersebut. Peserta yang berhasil menjawab tantangan akan memperoleh reward (hadiah) sebagai imbalan.

(25)

interaktif yang member kesempatan audience terlibat langsung dengan program yang ditayangkan.

Menurut Vane-Gross (1994) menentukan jenis program berarti menentukan atau memilih daya tarik (appeal) dari suatu program. Adapun yang dimaksud dengan daya tarik di sini adalah bagaimana suatu program mampu menarik audiennya. Menurut Vane-Gross: the programmers must select the appeal through which the audience will be reached (programer harus memilih daya tarik yang merupakan cara untuk meraih audien).3

Selain pembagian jenis program berdasarkan skema di atas, terdapat pula pembagian program berdasarkan apakah suatu program itu bersifat faktual atau fiktif (fictional). Program faktual antara lain meliputi: program berita, dokumenter atau reality show. Sementara program yang bersifat fiktif antara program drama atau komedi.

Dan berbagai program televisi lainnya antara lain : 1. Dokumenter

Dokumenter adalah program yang bercerita tentang suatu peristiwa yang telah berlangsung sebelumnya. Contoh film docudrama yang dikenal adalah Pengkhianatan G-30S PKI yang digarap oleh sutradara Arifin C. Noer, PearlHarbour karya Jerry       

3

(26)

Bruckheimer dan JFKyang ditulis dan disutradarai oleh Oliver Stone.Film tersebutmerupakan contoh – contoh film yang dikemas dengan menggunakan bentuk dokumenter.

2. Talk Show

Program talk show adalah program yang menampilkan pembicara, biasanya lebih dari satu orang, untuk membahas suatu thema atau topik tertentu. Program dengan format talk show biasanya dipandu oleh seorang moderator. Agar program talk show dapat menarik perhatian audience maka pembicara yang terlibat di dalam program harus memiliki latar belakang yang berlainan, pro dan kontra, terhadap topik yang dibahas.

3. Demo

Contoh program berbentuk demo adalah program masak memasak atau membuat kue dan tip otomotif. Program demo biasanya membahas resep atau cara yang dipraktekan secara procedural – tahap demi tahap. Melalui program berbentuk demo, pemirsa dapat mempelajari dan menerapkan suatu keterampilan (skill).

4. Features

(27)

C. BERITA TELEVISI

Berita menurut Bill Lawlor, seorang News Director dari WCAU TV PHL, Pennsylvania adalah sekumpulan kejadian penting sehari-hari yang menarik perhatian orang banyak, yang telah dikumpulkan, dipilih, dan diedit. Sedangkan Prof. Mitchel V. Charnley mengatakan, berita ialah laporan hangat, padat, cermat tentang suatu kejadian, dan bukan kejadian itu sendiri. Selain itu ia mengatakan, berita adalah laporan tercepat tentang fakta-fakta atau opini yang menarik atau kedua-duanya bagi sejumlah besar orang.

Wilbur Schramm mengatakan bahwa berita menjelma di dalam pikiran manusia. Berita bukanlah suatu peristiwa, melainkan sesuatu yang tampak setelah peristiwa. Berita bukanlah peristiwa itu sendiri, akan tetapi adalah suatu usaha untuk menyusun kembali kerangka hakiki peristiwa tersebut. Suatu kerangkan pokok yang disusun supaya peristiwa itu mempunyai arti bagi pembaca.

Pendapat yang hampir senada diungkapkan oleh Paul de Maeseneer. Ia menyebut bahwa berita adalah potongan-potongan informasi penting dari suatu kejadian yang menimbulkan efek bagi pemirsa dan membuat mereka tertarik. Dan yang paling penting, berita haruslah baru atau apa yang terjadi sekarang. Dan ia harus mempunyai nilai yang penting bagi orang banyak.

(28)

dan disusun berdasarkan keterikatan waktu suatu media dan kemampuan audiens dalam menyerap informasi yang disampaikan.

Kesimpulan yang dapat diambil, berita adalah informasi yang untuk diketahui, faktual (fakta), aktual (terbaru), yang diperlukan dan diinginkan masyarakat. Selain itu berita memiliki criteria-kriteria sebagai berikut;

• Baru dan hangat ( target berita sesuatu yang baru )

• Faktual

• Penting ( berhubungan dengan News Value )

• Berdampak

Fungsi utama berita adalah memberikan informasi, akan tetapi untuk pemuasan dan sebagai daya tarik agar para pemirsa memperhatikannya, maka berita TV kadang-kadang mengandung segi hiburan. Hiburan tidak selalu harus berbentuk musik atau kesenian, dapat pula yang mengandung minat insan (human interest).

Sumber Berita

a. Sumber Tetap: Rumah Sakit, Polisi, Departemen, Pemerintahan, dsb b. Hasil penggalian reporter

(29)

g. Press Release

h. Reporter

Jenis-jenis Berita Televisi

a. Straight Newscast

Dikenal juga dengan nama Spot News dan Hard News, adalah laporan peristiwa dan atau pendapat yang mempunyai nilai aktualitas tinggi yang perlu secepatnya disampaikan kepada khalayak. Berita jenis ini memiliki karakteristik tersendiri, yaitu: memiliki aktualitas tinggi dan terikat waktu.

Penyusunan berita TV umumnya mengikuti pola yang mencakup faktor-faktor : 5W + 1H (What,Who,Where,When,Why,dan How)

b. Siaran Pandangan Mata ( The On The Spot Telecast )

Atau juga disebut outside broadcast atau remote broadcast yang berarti menyiarkan peristiwa pada saat berlangsung.

c. Wawancara Udara ( Interview On The Air )

Wawancara yang diudarakan antara pewawancara dengan terwawancara

d. Komentar ( Commentary )

(30)

Format Berita Televisi :

1. Reader (RDR)

Reader atau RDR adalah jenis berita yang seluruh narasi atau ceritanya dibacakan oleh presenter. Format berita ini seolah hanya terdiri atas

lead, tidak ada gambar peristiwa atau wawancara dalam format berita ini. RDR ditampilkan jika suatu peristiwa dianggap teramat penting dan harus disampaikan segera kepada pemirsa, meski belum atau tidak ada peristiwanya.

2. ReaderSound on Tape (RDR-SOT)

ReaderSound on Tape (RDR-SOT) adalah berita yang leadnya dibaca oleh presenter, yang kemudian dilengkapi pernyataan narasumber. Berita jenis ini ditampilkan jika pernyataan seseorang sangat kuat, atau ketika suatu peristiwa penting kita peroleh informasinya lewat pernyataan seseorang atau pejabat. Pernyataan (suara/sound) narasumber yang kita rekam (tape/taping) itulah yang disebut sound on tape (SOT). Wawancara dengan narasumber yang direkam sering juga disebut sound bites. Berita RDR-SOT ini sering kali juga ditayangkan sebagai pelengkap atau sebagai rangkaian dari berita-berita sebelumnya. 3. Reader-Grapihics (RDR-GRAP)

(31)

Sebagaimana berita RDR, seluruh narasi RDR-GRAP dibaca oleh presenter. Bedanya, jika dalam RDR, seluruh gambar yang tampak dilayar adalah wajah presenter, dalam berita RDR-GRAP, yang tampak dilayar adalah kombinasi antara wajah presenter dan grafis.

4. Voice Over (VO)

Voice Over atau VO adalah berita yang seluruh naskah atau narasinya dibaca oleh presenter. Dengan perkataan lain, presenter membacakan lead sekaligus tubuh dan ending. Berita VO kita tulis jika kita mendapatkan gambar suatu peristiwa atau suasana. Informasi yang kita peroleh juga relatif lebih banyak.

5. Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT)

Merupakan gabungan antara VO dan SOT. Dengan kata lain, dari sisi gambar, VO-SOT adalah gabungan antara gambar suasana atau peristiwa dan gambar narasumber yang diwawancarai. SOT atau pernyataan narasumber berfungsi memperkuat VO atau peristiwa. Sesuai Standar internasional, berita televisi yang berakhir dengan SOT, sebaliknya dilengkapi dengan tag.

6. Paket atau Package (PKG)

Berita paket atau package (PKG) adalah format berita televisi yang lengkap. Berita paket sekurang-kurangnya terdiri atas gambar suasana, narasi voice over (dubbing), rekaman wawancara (sound on tape /

(32)

suasana, narasi yang di dubbing, natural sound, juga dilengkapi dengan grafik serta reporter yang tampil didepan kamera (on camera). Lead

dibacakan oleh presenter, dan tubuh berita dibacakan oleh dubber. 7. Live on Tape (LOT)

Live on tape atau LOT sesungguhnya merupakan berita dengan format paket atau package (PKG). Namun, dalam berita berformat LOT, reporter muncul dalam paket berita, untuk membuktikan bahwa sang reporter berada ditempat kejadian. Kemunculan reporter bisa di awal, tengah atau akhir paket atau tubuh berita. Ketika muncul diawal reporter membuka paket berita. Jika ditengah reporter menjembatani informasi awal dan informasi akhir paket berita. Sewaktu muncul diakhir, reporter merangkum paket berita atau menyampaikan informasi tambahan. Berita LOT sering disebut dangan half live report.

Struktur Penulisan Berita TV

Ada perbedaan besar antar menulis naskah berita untuk didengar (dengan telinga) dan menulis untuk dibaca (dengan mata). Narasi berita televisi memiliki awal (pembuka), pertengahan, dan akhir (penutup). Masing-masing bagian ini memiliki maksud tertentu.

(33)

yang mau disampaikan. Hal ini memberi suatu fokus dan alasan pada pemirsa untuk tertarik dan menyimak berita yang akan disampaikan.

Pertengahan. Karena semua rincian cerita tak bisa dijejalkan di kalimat-kalimat pertama, cerita dikembangkan di bagian pertengahan naskah. Bagian tengah ini member rincian dari Lead dan menjawab hal-hal yang ingin diketahui oleh pemirsa. Untuk memudahkan pemirsa dalam menangkap isi berita, sebaiknya kita membatasi diri pada dua atau tiga hal penting saja di bagian tengah ini.

Akhir (penutup). Jangan akhiri naskah berita tanpa kesimpulan. Rangkumlah dengan mengulang butir terpenting dari berita itu, manfaatnya bagi pemirsa atau perkembangan peristiwa yang diharapkan akan terjadi.

Gaya berita (TV news style)

Berita TV, disebabkan sifat mediumnya sendiri, mempunyai stlyte atau gaya tersendiri yang berbeda dengan surat kabar.

(34)

Karena sifat media TV adalah “akrab” (intimate), maka gaya berita TV adakah “gaya obrolan” atau conversational style. Kata-kata yang lazim (bukan kata-kata yang sukar atau asing lagi bagi pemirsa) yang disusun dalam yang singkat, lalu dibacakan oleh pembaca berita dengan jelas dan tegas, maka gaya obrolan tersebut akan mudah dimengerti oleh pemirsa.Dalm jurnalistik TV berlaku write as you talk bukan “ write like you talk”.

Warta berita TV tidak akan lengkap apabila tidak ada segi visualnya, tidak akan sempurna apabila seuah peristiwa yang diberitakan tidak diperlihatkan gambarnya.Segi visual berita TV atau gambar mengenai peristiwa atau hal yang bersangkutan dengan perisriwa yang diberitakan, yang dapat berbentuk film (motion picture) atau gambar diam (still picture). Penyajian segi visual yang terdiri dari wajah penyiar berita, film dan still picture harus disajikan kepada pemirsa sedemikian rupa, sehingga selama berlangsungnya masa siaran berita itu menyenangkan pemirsa, bukannya menjemukan. Penampilan wajah news-reader secara bergantian pula, membuat penyajian warta berita selama 10 sampai 15 menit itu menjadi hidup.

Kebenaran dan obyektivitas berita TV

(35)

Karena sifat penyiarannya yang elektronik, maka berita TV tak mungkin diralat seperti halnya pada berita surat kabar, sebab jika pemirsa mendengar ralat sebuah berita belum tentu mendengar berita yang diralatnya ; sebaliknya pemirsa yang mendengar berita yang ternyata tidak benar, belum tentu mendengar ralat berita yang salah tadi. Karena itulah, maka berita TV harus mutlak benar.

Kebenaran berita TV erat sangkut pautnya dengan kepercayaan khalayak. Berdasarkan penelitian, berita TV adalah yang paling dipercaya berbanding dengan berita melalui mass media lainnya.

Kebenaran bergandengan dengan obyektivitas. Memang tidak ada beritayang obyektif dalam arti kata sebenarnya obyektif. Tidak terlalu salah apabila para ahli mengatakan bahwa setiap berita adalah obyektif-subyektif. Seobjektif-objektifnya berita unsure subyektivitas wartawan yang meliput dan menyusun berita ikut berperan. Meskipun demikian, sebuah berita dapat dinilai sebagai obyektif, jika wartawan yang meliput dan menyusunnya tidak mewarnai, tidak berat sebelah, tidak mempunyai maksud tertentu. Tujuannya hanya semata-mata untuk melaporkan peristiwa yang terjadi di masyarakat kepada khalayak.

(36)

D.PROSES PRODUKSI BERITA TELEVISI

Sebelum sampai di layar kaca di rumah, perjalanan sebuah program berita relatif rumit, panjang dan melibatkan banyak orang. Melihat kemungkinan terjadinya penyimpangan informasi yang sangat tinggi, karena prosesnya yang panjang, pemantauan di setiap tahapan menjadi sangat penting. Cek dan ricek adalah hal wajib bagi penanggung jawab program. Proses penyajian berita ini bisa berbeda dari stasiun televisi satu dengan lainnya. Produksi berita televisi memanfaatkan audio visual seperti apa adanya dan tanpa manipulasi. Sehingga pengambilan gambarnya pun dilakukan ‘as it happen’ atau saat sebuah peristiwa sedang berlangsung .

Proses Produksi Berita :

1. Ide peliputan

Ide peliputan muncul dalam sebuah rapat redaksi. Rapat yang terdiri dari produser program, koordinator liputan, koordinator kamerawan, presenter dan produser eksekutif membicarakan sebuah ide liputan dan menimbangnya dari segala sisi. Pembicaraan termasuk informasi yang harus diperoleh, gambar yang harus direkam dan narasumber yang harus diwawancarai

2. Peliputan

(37)

Untuk meliput sebuah peristiwa yang akan disiarkan dalam berita, maka paling sedikit akan melibatkan 2 orang kerabat kerja yaitu seorang reporter dan kameramen. Seorang reporter harus dapat bekerjasama dengan kameramen mendapatkan data terinci yang cukup agar dapat menuliskan laporannya secara padat, singkat, dan akurat. Selain itu, seorang reporter dan kameramen harus dapat mengembangkan daya imajinasi masing-masing dalam menerjemahkan sebuah peristiwa atau kejadian kedalam visual berita televisi.

3. Pembuatan rundown

Beberapa jam menjelang siaran, redaksi sekali lagi berkumpul dalam sebuah rapat bernama ‘budgeting’. Koordinator liputan yang terdiri dari kameramen dan reporter menyampaikan perolehan berita kepada produser program, yang kemudian menyusunnya dalam sebuah rundown acara. Rapat sekali lagi mengevaluasi urgensi berita yang akan ditayangkan. Selain melihat kesesuaian dengan perintah rapat redaksi di awal juga menyinkronkannya dengan situasi terkini.

Urutan rundown berita biasanya dimulai dari peristiwa yang paling besar, menarik dan mengejutkan menuju ke berita-berita yang bobotnya lebih ringan atau ringan sekali seperti human interest atau

(38)

4. Pembuatan naskah

Setelah rundown disetujui, reporter yang beritanya akan ditayangkan segera menyiapkan naskah. Dalam proses ini, reporter harus mempertimbangkan ketersediaan gambar yang akan mendukung laporannya. Selain itu reporter perlu memastikan cuplikan wawancaranya agar sesuai dengan laporannya.

Dalam pembuatan naskah berita reporter harus dapat menjawab formula klasik yaitu 5W + 1H yaitu Who, What, Where, Why, When dan How. Apa yang telah terjadi, siapa yang terlibat, dimana peristiwa tersebut berlangsung, mengapa hal itu terjadi, kapan dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Setelah laporan selesai, produser akan memeriksanya, baik dari segi isi maupun bahasa. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah dasar penulisan naskah. Penggunaan tata bahasa atau istilah yang keliru dapat menyebabkan perbedaan arti.

5. Penyuntingan gambar

(39)

Dalam tahap ini editor seharusnya bekerja sama dengan reporter dan kamerawan peliput untuk memadukan gambar terbaik. Karena suntingan dan susunan komentar yang dilakukan seorang editor bergantung pada penjelasan elemen kunci oleh reporter dalam menjawab formula klasik 5W + 1H.

Produser program adalah pengontrol tahap ini untuk memastikan segala aspek telah sesuai dengan yang diinginkan.

6.Mengisi Suara (Dubbing)

Dubbing biasanya dilakukan oleh pembaca berita (news caster)

yang dilaukan setelah naskah sudah jadi yang disusun oleh reporter dan setelah penyusunan gambar sudah dilakukan oleh editor.

Pembaca berita membacakan berita sesuai naskah yang ditulis oleh reporter agar suntingan gambar dan isi berita sesuai. Pembaca berita biasanya hanya mengisi suara untuk isi berita karena Lead beritanya akan dibacakan langsung oleh pembaca berita pada saat berita ditayangkan (Live).

7.Memasukkan gambar (Inserting)

Tahap yang terakhir adalah memasukan gambar (inserting).

Tahap dimana editor gambar dan reporter yang dikontrol oleh Produser berita menyusun hasil suntingan gambar dan hasil dubbing

(40)

Dalam hal ini Produser berita mengontrol agar berita yang ditayangkan sesuai 5W + 1H , mempunyai nilai berita, hasil gambarnya baik sesuai isi berita, dan penanyangan berita tidak ”over” atau melebihi batas waktu.

8.On air

Pembaca berita masuk ke studio on air bersama kameramen dan

Produser berita mengontrol dari ruang Sub Control untuk mengarahkan dan

memberi tanda kepada pembaca berita yang ada di ruang studio.

Setelah semua proses ini dilalui, maka materi-materi liputan tersebut

siap untuk ditayangkan.4

       4

(41)

Skema Tahapan Kerja :

LIPUTAN

PENULISAN NASKAH

PENYUTINGAN

REKAMAN SUARA

MEMASUKKAN GAMBAR

(INSERTING)

(42)

E. PERAN DAN JABATAN DALAM PRODUKSI TELEVISI

Dalam suatu stasiun Televisi dan dalam suatu produksi televisi, setiap

Crew atau orang mempunyai perannya, tugas,dan tanggungjawabnya masing-masing. Dan setiap jabatan berpengaruh penting dalam sebuah produksi acara.

1. Executive Producer

Executive Producer sebaliknya tidak terlibat dalam proses produksi film. Gelar Executive Producer lebih sering diberikan pada private investor atau orang yang mendanai jalannya proses produksi. Walaupun otoritas besar ada di tangan produser, Executive Producer

berhak memastikan produksi film itu tepat dengan jadwal tayangnya. Selain itu, gelar Executive Producer juga bisa diberikan pada orang yang terlibat pada ide awal pembuatan script.

2. Produser

Produser adalah orang yang memegang aspek bisnis dalam sebuah karya film. Seorang produser biasanya mempunyai production house, lengkap dengan kru yang menangani kreatif, teknis, dan finansial. Seorang produser biasanya terlibat kontrak dengan sebuah

(43)

Dan pada suatu program berita produser bertanggung jawab terhadap suatu program berita. Stasiun televisi biasanya menyiarkan lebih dari satu program berita dalam sehari-semalam. Masing-masing program berita dipimpim oleh satu atau beberapa orang produser. Produser akan memutuskan berita-berita apa saja yang akan disiarkan dalam program beritanya, berapa lama durasi suatu berita dapat disiarkan, format berita apa yang akan digunakan; apakah Voice Over (VO), paket, reader dll. Berapa VO dan berapa paket yang harus dibuat. Produser harus menyusun bagaimana urutan beritanya, apa yang akan ditampilkan pertama dan apa yang akan dikeluarkan terakhir. Singkatnya, produser bertugas membentuk program beritanya. Jika dirinci lagi maka terdapat beberapa jenis produser yaitu: Produser Acara (Show Producer), Produser Rekanan (Associate Producer) dan Produser Lapangan (Field Producer).

(44)

3. Director (Sutradara)

Secara umum, fungsi sutradara adalah melayani dan sekaligus memimpin Program Acara. Secara ideal, fungsi seorang sutradara adalah merencanakan, memutuskan, mengarahkan, mewujudkan dan bertanggung jawab secara artistik dari pertunjukan atau pementasan yang dilaksanakan.

Ia membutuhkan orang lain yang dipilih dan diputuskannya (otoritas penuh!) untuk bekerja sama dalam menjalankan kedua fungsi tersebut. Kedua fungsi ini diemban dan dijalankan serempak dalam suatu ketika (bersama-sama). Tetapi seorang sutradara tidak dapat berjalan sendiri.

2. Assistant Production

(45)

untuk menjamin produksi berjalan koordinator produksi smoothly. Bekerja di lokasi syuting dan melakukan videoing sebenarnya dari program sementara asisten produksi bekerja pada produk jadi di studio atau galeri. Peran asisten produksi lebih teknis, sering melibatkan waktu dalam bekerja.

Peran bersifat teknis, kreatif dan administrasi dan melibatkan setup pengawasan dan pengoperasian peralatan produksi, perencanaan program dan penelitian format skrip

Mereka juga akan memelihara catatan produksi dan menyewa peralatan. Personal Assistant dan PC memiliki tanggung jawab untuk berbagai tugas, yang mungkin baik kasar dan kompleks.

Tugas asisten produser yang lain adalah membantu reporter mempersiapkan paket berita jika reporter berada dalam keadaan waktu yang mendesak atau jika reporter tidak sempat menyelesaikan paket beritanya karena ia harus berangkat lagi untuk melaksanakan tugas berikutnya. Dengan kata lain, asisten produser akan mengambil alih tugas reporter dalam hal reporter tidak mungkin mengerjakannya sendiri. Jika produser acara menginginkan suatu paket, harus diubah menjadi format yang lebih pendek (misalnya VO) atau sebaliknya maka tugas itu akan dilaksanakan oleh asisten produser.

(46)

harus memberitahu produser acara jika gambar gagal diterima atau gambar yang diterima tidak bagus. Asisten produser akan mengambil sebagian kecil gambar hasil feeding yang akan digunakan untuk

voiceover.

Singkatnya asisten produser adalah seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya. Kedudukan asisten produser berada diantara produser acara dan penulis berita (writer). Biasanya apa yang dikerjakan asisten produser, dapat pula dilakukan oleh penulis berita jika asisten produser belum memiliki cukup kemampuan untuk melaksanakan show program berita.

3. Art Director

Pengarah artistik dari sebuah produksi. 4. Boom Man

Seorang yang mengoperasikan mikrofon boom. 5. Cameraman

(47)

melakukan penyesuaian pada kamera atau mengoperasikan kamera selama syuting.

- First Assistant Cameramen sering disebut Kepala Asisten untuk pada operator kamera. Seringkali bertanggung jawab untuk mengatur fokus kamera (untuk kamera film).

- Second Assistant Cameraman, menjadi asisten operator kamera. 6. Cinematographer (Sinematografer)

Penata Fotografi. Orang yang melaksanakan aspek teknis dari pencahayaan dan fotografi adegan. Sinematografer yang kreatif juga akan membantu sutradara dalam memilih sudut, penyusunan, dan rasa dari pencahayaan dan kamera.

9. Costume Designer

Orang yang merancang dan memastikan produksi kostum secara sementara maupun permanen untuk sebuah film.

10. Editor

Sebutan bagi seseorang yang berprofesi sebagai ahli pemotongan gambar video dan audio.

11. Floor Director

(48)

12. Hairdresser

Spesialis penata rambut untuk film. Seorang hairdresser mungkin bekerja dengan penata rambut laki-laki maupun perempuan.

13. Make-Up Departement

(49)

commit to user

40 

BAB III

INSTANSI PERUSAHAAN

A.SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN

Belajar dari sejarah pertelevisian di Indonesia baik televisi swasta maupun pemerintah serta mencermati dari semua perkembangan bisnis pertelevisian telah menjadi bahan pertimbangan bagi pemrakarsa berdirinya PT. Televisi Terang Abadi (TATV). Meskipun bukan merupakan stasiun swasta yang pertama dan satu-satunya yang dapat diterima di Surakarta, namun nilai-nilai karakteristik yang unik dengan kekayaan sumber daya manusia dan budayanya di wilayah Surakarta ini memberikan potensi yang besar untuk dikembangkan dan dikemas dalam suatu produk penyiaran.

(50)

TATV didirikan pada tanggal 1 Juli 2003 dan telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 1 September 2004. Dalam pendiriannya TATV berkeinginan untuk berpartisipasi dalam mewujudkan visi dan misi Kota Surakarta dan tetap menjaga khasanah lingkungan dan memperluas wawasan serta ikut meningkatkan moral, pendidikan, budaya dan kesejahteraan masyarakat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan media masa modern.

Keberadaan TATV dimaksudkan sebagai media tayangan yang bisa menjadikan tontonan dan tuntunan bagi pemirsanya. TATV berusaha untuk dapat memberikan pelayanan berupa jenis siaran yang beragam, interaktif, atraktif, dan up-to date, sehingga diharapkan TATV dapat diterima di semua lapisan masyarakat, khususnya kota Solo, Jogjakarta & Jateng.

Pada tanggal 29 April 2005, TATV mulai melakukan siaran on air, dan disebut “Jelang Tayang Perdana”. Pada awalnya, TATV hanya melakukan siaran selama 3 (tiga) jam, dengan acara yang belum beragam. Setelah TATV melakukan grand lounching pada tanggal 1 September 2004, TATV mulai melakukan siaran selama 8 (delapan) jam per hari.

(51)

berperilaku. Dengan hadirnya TATV, diharapkan dapat membangun pola berpikir masyarakat supaya lebih baik lagi, sehingga dapat membangun manusia Indonesia seutuhnya.

TATV yang bermoto “TATV MANTEB –MASA KINI DAN TETAP BERBUDAYA” ini beralamat di Jl. Brigjend Katamso No 173, Mojosongo– Surakarta 57127. Dengan jam siaran 18 (delapan belas) jam per hari jam 06.00–24.00. Susunan program TATV berangkat dari informasi dan edukasi yang disajikan dalam bentuk hiburan (entertainment), yang bertujuan untuk menjangkau pemirsa dari segala usia, khususnya keluarga. Komposisi program acara TATV dikategorikan sebagai berikut:

1. Hiburan, yang terdiri dari acara musik, film dan drama, program acara anak, dan program acara variasi (variety show).

2. Berita, olahraga dan fitur, terdiri dari aneka macam berita (lokal, nasional, dan mancanegara), talkshow, ceremonial, fitur, olahraga, dll.

(52)

TATV dibagi menjadi 3 (tiga) divisi utama, yaitu divisi pemberitaan, divisi marketing, dan divisi operasional.

1. Divisi Pemberitaan

Divisi pemberitaan adalah divisi yang paling inti, yang mempunyai kewajiban untuk mencari, mengolah, dan menghasilkan berita yang akurat,

up-to date dan relevan.

2. Divisi Marketing

Merupakan divisi yang menjadi tulang punggung pemasukan TATV. Karyawan yang ditempatkan pada divisi marketing bertugas untuk mencari pihak lain (Klien) yang berminat untuk memasang iklan, mengadakan liputan, memberikan sponsor pada program acara tertentu, dan melakukan promosi-promosi lainnya.

3. Divisi Operasional

Merupakan divisi yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan administratif dan operasional perusahaan.

(53)

Selain itu TATV juga memiliki bus panggung, bus panggung TAV merupakan sebuah armada bus yang disetting secara khusus untuk keperluan sosillisai dan promosi. Sangat cocok untuk kegiatan kampanye produk di daerah dan di pusat-pusat keramean (out door) seperti taman kota, halaman parker mall, supermarket, kampus atau sekolah, pasar tradisional dan lain-lain.

B.STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Struktur organisasi TATV terbagi menjadi 3 (tiga) divisi utama, yaitu divisi pemberitaan, divisi marketing, dan divisi operasional.

1. Pimpinan (Direksi)

Pimpinan dipegang oleh satu direktur utama yang bertanggung jawab menyangkut kepentingan intern dan ekstern perusahaan. Tujuan pimpinan adalah sebagai berikut:

a. Sebagai pejabat tertinggi dan memimpin perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan serta mengambil kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan.

b. Mengawasi hasil kegiatan perusahaan dan administrasi melalui manajer-manajer perusahaan yang ada.

(54)

2. Divisi Pemberitaan

Divisi pemberitaan dipimpin oleh direktur pemberitaan, dan dibantu oleh general manager (GM) pemberitaan. GM pemberitaan membawahi Bagian Pemberitaan dan Bagian Spesial Program.

3. Divisi Marketing

Merupakan suatu divisi yang bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berhubungan dengan promosi dan pemasaran. Divisi marketing dipimpin oleh Direktur Marketing yang dibantu oleh satu orang GM Marketing dan Asisten GM Marketing. GM Marketing membawahi bagian-bagian yang saling terkait dalam kegiatan marketing perusahaan, yaitu Promo, Art & Property, dan Marketing.

4. Divisi Operasional

Divisi operasional adalah divisi yang paling kompleks dalam struktur organisasi TATV, karena hampir semua kegiatan penting perusahaan masuk ke dalam divisi ini. Divisi Operasional dipimpin oleh direktur operasional, yang dibantu oleh GM Operasional dan AGM Operasional. GM Operasional membawahi bagian-bagian yaitu: Teknik dan Operasional, Produksi, Program, IT (Information Technology), Keuangan, HRD, dan GA & ME.

(55)

dan lugas, sebagai televisi yang memberikan pencerahan pada paradigma berpikir dan berperilaku masyrakat pemirsa menuju pembangunan manusia indonesia seutuhnya tanpa meninggalkan budaya local dan tetap mengikuti perkembangan jaman. Dengan jangkauan yang luas menjadikan TATV dapat di nikmati banyak pemirsa di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Kehadiran TATV menambah semarak pertelevisian khususnya di kota Solo, Jogjakarta dan sekitarnya. Dengan tidak melupakan tanggung jawab sebagai pembawa pesan , mengedepankan dampak yang baik dan berbagai kemajuan yang berarti bagi perkembangan aspek dunia usaha, kebudayaan , pendidikan dan berbagai aspek laimya yang informatif , menarik , menghibur, mendidik, bermanfaat bagai masyarakat.

(56)

C.VISI DAN MISI

1. Visi

Menjadi televisi yang memberi pencerahan pada paradigma berpikir dan berperilaku bagi pemirsa dan masyarakat , menuju pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

2. Misi

Memberi sumbangsih yang berarti guna kemajuan daerah dan masyarakat pemirsa dalam segala bidang kehidupan , melalui perubahan paradigma berpikir dan berperilaku.

D. KOMPOSISI ACARA TERANG ABADI TELEVISI

(dihitung dengan persentase)

1. Content program

Local sebesar 60 % dan secara universal sebesar 40%

2. Komposisi program

a. Pemberitaan sebesar 37%

b. Talk show sebesar 20%

(57)

e. Olahraga 8%

f. Religion 5%

3. Format siaran

Siaran langsung 50%

Siaran recorded 50%

4. Sumber program

In house 60% dan out sourcing 40%

5. Penggolongan pemirsa berdasarkan usia

Dewasa 45%, pemuda 30%, remaja 20%, anak 10%

E. PROGRAM ACARA NEWS

1. Terang Pagi

(58)

2. Kabar Awan

Program berita siaran langsung yang menampilkan 10 berita pilihan yang bisa di pilih oleh pemirsa secara langsung dan pemirsa bisa memberikan komentar serta opini yang disampaikan dengan menggunakan bahasa jawa sehari-hari. Brdurasi 60 menit.

3. Kabar Wengi

Berita – berita yang tejadi disurakarta , DIY dan Magelang dengan menggunakan bahasa jawa ngoko , berdurasi 30 menit ,

4. TrangSandyakala

Merupakan berita lokal sore hari dengan muatan berita se karesidenan Surakarta dan DIY delam penyampaian menggnakan bahasa jawa karma inggil , berdurasi 30 menit , dalam bentuk live.

5. Surakarta Hari Ini

Program berita acara local dan sekitranya yang dikemas secara akurat dan merakyat dari hasil liputan dan peristiwa serta kejadian di Surakarta dan sekitarnya.

6. Jogja Hari Ini

(59)

7. Kabar Gasik

Program berita yang menyampaikan info terkini dan teraktual seputar Surakarta dan Jogja. Tayang setiap jam mulai pukul 10.00-13.00 WIB setiap hari.

8. Jurnal Nyenthang

Jurnal mengenai perkembangan berita – berita seputar pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum pilpres 2009

9. Kabar Bocah

Program berita mingguan seputar dunia anak-anak, informasi pendidikan dan perkembangan anak , serta agenda event dan kegiatan anak yang dikemas secara menarik untuk dapat dikonsumsi anak-anak. Berdurasi 30 menit.

10. Joglo Semar

Program berita kriminal yang terjadi selama sepekan dari hasil liputan peristiwa kriminal yang terjadi di daerah solo, jogja dan semarang. Bekerjasama dengan TV Borobudur menyuguhkan berita kriminal.

11. Surakarta Sepekan

(60)

12. Kecrek

Rangkuman berita kriminal pilihan yang terjadi di wilayah Jogja , Solo, dan Semarang. Hadir live dengan durasi 30 menit, setiap Senin, Rabu dan Jumat.

13. Denyut kota

Program yang mengupas isu-isu terhangat di wilayah Jawa Tengah dan DIY dengan pembahasan yang lebih berimbang dan mendalam. Berdurasi 30 menit termasuk program weekly.

PROGRAM TALK SHOW

Forum solusi

Forum solusi adalah suatu program talk show yang membahas mengenai pemecahan m,asalah dan terobosan baru tentang program – program pemerintah daerah dan pemeintah kota se eks karesidenan surakarta. Denagn mengundang pejabat – pejabat daerah dan dinas – dinas terkait guna megulas suatu program baru dan persoalan tertentu di masyarakat

Fokus kita

(61)

penyelesaian untk pesoalan tersebut . mengundang narasumber yang berkompenten .

Dialog Bisnis

Dialog Bisnis adalah perbincangan interaktif seputar dunia usaha, strategi marketing, launching product dan product knowledge, bersama para pemimpin perusahaan atau pelaku bisnis. Dikemas dalam durasi 30 menit , bentuk tayangan bisa live ataupun record.

Solusi Untuk Sehat

Solusi Untuk Sehat adalah program talkshow interaktif mengenai penyembuhan dan terapi alternatif terhadap berbagai masalah penyakit dengan menggunakan produk natural dan terapi fisik. Dikemas live dengan durasi 60 menit.

Jagongan sar gedhe

(62)

F. PROGRAM OFF AIR

Berbagi acara telah diadakan oleh TA TV guna mendekatkan diri dengan pemirsa secara langsung. Acara-acara tersebut dikemas dalam beragam format dan disiarkan secara live atau non live .

1. Simpati Zone Romatic Moment with Ari Lasso di Stadion Sriwedari. 2. Undian Simpedes BRI di Atrium Solo Square Guest Star Katon

Bagaskara Launching Suzuki Karimun Estilo di Atrium Solo Square. 3. Gardoe On d’Square di Atrium Solo Square.

4. Forum solusi bersama para Bupati dan Walikota SUBOSUKOWONOSRATEN.

5. Christmas Celebration di Solo Square Guest Pongki Jikustik dan Ello.

6. Launching Telkomsel Flash di Masjid UGM Jogja-pengajian bersama Hadad Alwi, dan masih banyak program off air.

G. PENGHARGAAN

Seiring dengan banyaknya pelayanan dan kemajuan yang telah di capai oleh TATV , maka banyak pula prestasi dan penghargaan yang telah di peroleh. Berikut adalah beberapa penghargaan :

1. Penghargaan dari Korem Warastratama 2. Penghargaan Bhakti Waratama

(63)

4. Penghargaan dari Lespi TV Sehat 5. Penghargaan pelestarian keroncong

6. Pengahargaan televisi penyaji berita terbanyak, puluhan penghargaan lainnya yang telah di raih TA TV

H. DATA MEDIA

Transmisi

9 Tower height : 110 meters

9 Antenna type: Omni Direction-Sira Italy 28 panels

9 Power:

•10 KWH (salatiga)

•2 KWH (mojosongo- solo)

9 Frequency : 703 . 25 MHZ

Studio

9 Camera : Sony DSR -390, DSR 50 P, DSR 170

9 Master control : character generator (inscriber dan titlebox)

9 Media player (air box), router ( Vikinx)

9 VTR Sony – 1600P, Mixer Audio Midas 16 channel, Mixer Video (Panasonic MX 70 ) dan VDA (Miranda )

(64)
(65)

commit to user

56 

BAB IV

PELAKSANAAN MAGANG

A.DIVISI NEWS

Dalam Kuliah Kerja Media kali ini penulisan mengambil kesempatan untuk melakukan praktek kerja di TATV Surakarata. Di instansi ini penulis ditempatkan di Divisi Berita dan berkesempatan untuk langsung praktek bekerja sebagai seorang Asisten Produser. Bagian ini merupakan bagian seorang yang membantu jalannya suatu produksi dengan seorang Produser, dan menjembatani antara Produser dengan para anggota redaksi yang lain agar berita yang ditayangkan menjadi tayangan berita yang menarik. Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Media (KKM) mulai tanggal 1 Februari 2011 sampai dengan 31 Maret 2011.

Selama mengikuti kuliah kerja menjadi bagian redaksi News, penulis mengikuti 7 buah produksi berita yaitu, Terang Pagi, Kabar Gasik, Kecrek, Trangsandyakala, Kabar wengi, Surakarta Hari Ini, Kabar Jateng juga acara lain seperti Forum Solusi, Denyut Kota dan Kabar Bocah.

(66)

setiap hari dibagi dalam 3 shift yaitu pukul 05.00 pagi sampai 13.00, 09.00 sampai pukul 17.00 dan pukul 13.00-21.00.

Dalam Kuliah Kerja Media ini, penulis dalam 2 minggu pertama masuk pada shift yang kedua pukul 09.00-17.00 karena masih dalam tahap pengenalan dan adaptasi terhadap lingkungan kerja. Dan dalam minggu selanjutnya penulis mulai masuk 1 minggu masuk pukul 09.00-17.00 dan 1 minggu berikutnya masuk pukul 13.00-21.00, karena program berita yang ada di TATV banyak ditayangkan antara pukul 16.00-21.00 maka dari itu kebanyakan penulis masuk pada shift 3 agar dapat membantu Produser lebih banyak dan tahu tentang bagaimana jalannya produksi berita.

Penulis dalam minggu-minggu awal melihat bagaimana kerja seorang asisten produser, seperti memindahkan berita dari wartawan yang dikirim lewat email, membuat promter dan membantu promter untuk memudahkan pembaca berita dalam membacakan lead berita agar tidak kelihatan seperti membaca, membantu Produser berkomunikasi dengan redaksi lain seperti MCR, Sub Control dan Editor gambar dengan menyerahkan rundown berita.

(67)

Dan di akhir Kuliah Kerja Media, penulis diajak untuk menjadi seorang

Floor Director dalam sebuah acara, disitu penulis dituntut untuk aktif, berani berbicara.

Penulis dalam Kuliah Kerja Media ini belajar membuat pertanyaan-pertanyaan untuk Narasumber yang hadir, running text, berita untuk website TATV, membuat promter dan menjadi telepromter, mengedit nasakh berita, VO statement untuk program berita Trangsandyakala, membantu menjadi kameramen.

B.PRODUKSI BERITA DI “TATV” SECARA UMUM

(68)

produser, kemudian diberikan kepada presenter untuk dibuat narasinya. Narasi yang telah dibuat oleh presenter kemudian diambil oleh editor. Editor mengedit berita yang telah ditetapkan dalam rundown, kemudian mengirimnya ke MCR dalam bentuk video berita yang siap ditayangkan. Produser mempersiapkan studio untuk acara on air di Studio 3. Setelah semua siap, presenter mulai mempersiapkan diri, kemusian program berita mulai disiarkan. Dalam hal ini MCR sebagai pengatur jalannya Program berita. Dimana jeda, berita yang ditayangkan semuanya diatur oleh MCR, tetapi tetap berpatokan dengan

Rundown yang telah dibuat oleh produser.

Berikut skema proses editing news dari mulai mulai materi awal (mentah) sampai ahkir menjadi sebuah berita yang siap ditayangakan:

 

(69)

SKEMA PRODUKSI BERITA

(70)

C.FOCUS OF INTEREST

Dalam Kuliah Kerja Media ini,penulis mengambil fokus pada tugas dari seorang Asisten Produser dalam program berita TRANGSANDYAKALA.

Program berita TRANGSANDYAKALA adalah program berita lokal yang ditayangkan sore hari dengan menggunakan bahasa krama halus (Krama), dari hasil liputan peristiwa dan kejadian di eks karesidenan Surakarta, DIY, Magelang, Semarang, dan sekitarnya.

Dalam produksi program berita TRANGSANDYAKALA melibatkan banyak orang dalam satu Crew,mulai dari Produser, Asisten Produser, Editor Naskah, Penerjemah, Editor Gambar, Presenter, Kontributor (Wartawan atau Reporter), Kameramen, Master Control, Sub Control, dll.

Pertama Produser menerima naskah dan gambar yang dikirim kontributor melalui email. Kemudian Asisten Produser membantu mengumpulkan naskah-naskah itu agar dapat dengan mudah diambil dan di edit oleh Editor Naskah. Sedangkan untuk gambar akan dikumpulkan oleh Editor gambar untuk dapat langsung di edit.

Setelah naskah-naskah yang sudah di edit dikumpulkan, Produser sudah bisa memilih berita apa yang akan ditayangkan, dengan membuat rundown.

Asisten Produser membantu Produser memberikan rundown itu kepada 3 penerjemah, editor gambar, MCR, Sub Control dan presenter.

(71)

Produser juga membantu Produser dalam komunikasi dengan penerjemah, editor naskah, editor gambar, presenter, MCR, dan Sub Control.

Asisten Produser dibantu Editor Naskah membuat running text atau berita yang berjalan dibawah. Isi berita dalam running text harus singkat, jelas, padat.

Setelah berita siap dalam bahasa Krama. Produser bersiap di ruang Sub Control yang adalah ruang untuk mengatur gambar,sedangkan Asisten Produser memanggil Presenter untuk melakukan VO (Voice Over), lalu presenter bersiap-siap di studio. Dan Asisten produser bersiap-siap membantu presenter untuk membancakan Lead berita yang ada di Telemprompter. Teleprompter merupakan satu set alat untuk membantu anchor atau pembawa acara membaca naskah. Teleprompter di “tempelkan” pada lensa kamera, sehingga ketika anchor membaca pandangan mata masih ke arah kamera. Nah,untuk beberapa hal telepromter ini bisa juga digunakan director atau producer untuk memberikan “isyarat” tertentu pada pembawa acara tadi.

(72)
(73)

commit to user

64 

BAB V

PENUTUP

A.KESIMPULAN

Waktu singkat yang telah dilewati oleh penulis selama Kuliah Kerja Media (magang) di Terang Abadi Televisi belum bisa dijadikan bekal untuk bekerja sebagai orang media khususnya jurnalisme dalam stasiun televisi. Namun, pengalaman yang didapat, menjadikan penulis merasakan dan sedikit banyak memahami pekerjaan yang dijalani oleh seorang insan media khususnya televisi. Ada beberapa hal yang bisa penulis simpulkan dari kegiatan Kuliah Kerja Media (magang) ini, antara lain :

(74)

pengembangan diri bagi penulis dalam hal beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru.

2. Selama di Terang abadi Televisi , penulis banyak sekali mendapatkan ilmu yang tidak penulis dapatkan dalam studi di kampus. Dengan banyaknya insan-insan media berpengalaman yang berada di Terang Abadi Televisi penulis telah mendapatkan materi, pemahaman, dan pengalaman mendalam mengenai ilmu jurnalistik secara praktis di lapangan .

3. Menjadi seorang Asisten Produser berita di televisi bukan hal yang mudah. Untuk menjadi jurnalis televisi, seseorang harus mempunyai mental yang kuat dan pengetahuan yang luas tentang ilmu apapun. Seorang jurnalis televisi harus siap menerima tugas peliputan kapanpun dan di manapun dibutuhkan, untuk membantu Produser.

(75)

B. SARAN

1. Sebagai sebuah lembaga penyiaran, hendaknya pimpinan redaktur mengawasi secara langsung setiap berita sebelum on air atau tayang sehingga dapat meminimalisir kesalahan pada tayangan gambar maupun isi berita.

2. Sebaiknya departemen pemberitaan menggunakan sistem rapat redaksi. Hal ini sangat bermanfaat dan efektif pada kerja redaktur pemberitaan maupun kerja wartawan di lapangan. Dengan adanya rapat redaksi, terdapat koordinasi yang baik antara redaktur dan wartawan sehingga mendapat berita yang aktual dan berkualitas.

3. Sebaiknya pimpinan redaksi rutin mengadakan evaluasi berkala bagi seluruh kinerja karyawan departemen pemberitaan sehingga ada peningkatan kualiatas pada program berita yang berdampak positif baik bagi perusaahan secara umum dan pada departemen pemberitaan secara khusus.

4. Terus kembangkan ide-ide kreatif dan menarik dalam penayangan program berita karena pada dasarnya media televisi merupakan media audio visual, misalnya dengan lebih banyak menonjolkan liputan gambar daripada narasi yang berkepanjangan sehingga dapat menambah semarak dan kualitas program tayangan berita Terang Abadi Televisi

(76)

lebih memuaskan. Selain itu, suasana kerjapun akan terasa lebih hangat dan lebih bersahabat.

Gambar

gambar dan warna. Hal itu sangat efisien, karena dengan menyiarkan sebuah
grafik serta reporter yang tampil didepan kamera (on camera). Lead
gambar yang
gambar yang diterima tidak bagus. Asisten produser akan mengambil

Referensi

Dokumen terkait

Assistant Produser , tidak boleh disamakan dengan Production Assistant adalah salah satu elemen penting yang membuat proses produksi berjalan dengan lancar, di sini

Yang dimaksud dengan kemandirian dalam Standar Program Siaran yaitu : Pimpinan redaksi harus memiliki independensi untuk menyajikan berita dengan obyektif, tanpa

PERAN EDITOR DALAM PROSES PRODUKSI BERITA PADA PROGRAM SEPUTAR JOGJA DI PT.. YOGYAKARTA

Irena Pretika selaku produser program Jalan Keluar yang telah membimbing dan memberikan banyak ilmu bagi penulis selama Kuliah Kerja Media di Kompas TVE. Amalina

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa, yang oleh karena kasih dan kemurahan-Nya, penulis dapat menyelesaikan praktik kerja magang sebagai news video

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Riau televisi dalam melakukan proses produksi program berita Detak Riau, melalui beberapa tahapan diantaranya

selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ijin penulisan laporan Tugas Akhir Kuliah Kerja Media.. Bapak

e Mengamati proses persiapan peliputan berita Pra Produksi Adapun secara lebih jelasnya dapat penulis uraikan tugas-tugas yang diberikan dalam persiapan peliputan berita Pra Produksi