• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS MASA REMAJA DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS MASA REMAJA DAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS MASA REMAJA DAN DEWASA

Pekembangan adalah penambahan yang kompleks pada fungsi-fungsi tubuh dan pertambahan kemampuan yang cepat ini adalah kemampuan dan keahlian seseorang untuk berfungsi. Contoh : Perkembangan kemampuan seseorang untuk berjalan, berbicara dan berlari. Selain itu, proses perkembangan juga berkaitan dengan proses belajar, yaitu proses pencarian informasi dan ilmu pengetahuan melalui pergaulan dengan orang lain dan penghayatan nilai-nilai kehidupan. Dari proses inilah akan terjadi internalisasi nilai-nilai-nilai-nilai yang sangat penting berpengaruh pada perkembangan individu.

Masa Remaja (adolescence)

Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batas umurnya tidak dirinci dengan jelas, tetapi berkisar antara umur 12 sampai akhir belasan tahun, ketika pertumbuhan jasmani hampir selesai. Dalam masa ini, remaja itu berkembang ke arah

kematangan seksual memantapkan identitas sebagai individu yang terpisah dari keluarga, dan menghadapi tugas menentukan cara mencari mata pencaharian.

Para remaja belum diberi banyak hak istimewa orang dewasa sampai mereka menginjak usia belasan lebih lanjut, di sebagian besar negara bagian, mereka tidak dapat bekerja secara penuh, tidak dapat menandatangani dokumen resmi, minum-minuman beralkohol, menikah, atau memberi hak suara.

Perkembangan Seksual

Pada awal masa remaja, sebagian besar anak muda mengalami suatu masa perkembangan jasmani yang sangat cepat (Lonjakan pertumbuhan masa-remaja) diiringi dengan

perkembangan bertahap dari organ-organ reproduksi serta karakteristik seks keduanya

(perkembangan buah dada pada anak perempuan, tumbuhnya janggut pada anak laki-laki, dan munculnya bulu-bulu di daerah tertentu pada anak perempuan dan laki-laki). Perubahan-perubahan ini terjadi kira-kira selama dua tahun dan memuncak pada masa pubertas, yang ditandai oleh menstruasi pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki.

(2)

Meskipun anak perempuan umumnya menjadi matang lebih awal dari pada anak laki-laki, terdapat perbedaan individual yang besar. Beberapa anak perempuan menjadi matang lebih lambat daripada beberapa anak laki-laki.

Anak laki-laki yang terlambat matang menghadapi kesulitan utama dalam penyesuaian yang disebabkan oleh pentingnya kekuatan dan keunggulan fisik dalam kegiatan sesama teman. Beberapa perbedaan kepribadian antara yang cepat dan yang lambat matang tetap ada pada masa dewasa, lama sesudah perbedaan fisik menghilang.

Pada tahap ini, anak perempuan yang terlambat matang, seperti halnya anak laki-laki, kurang memiliki konsep diri dan mempunyai hubungan yang jelek dengan orang tua dan teman sebaya mereka.

Standar dan Perilaku Seksual

Dalam masa 20 tahun terakhir ini telah disaksikan adanya perubahan yang sangat besar dalam sikap terhadap kegiatan seksual. Pandangan mengenai hubungan seks sebelum menikah, homoseksualitas, hubungan seks di luar perkawinan, serta perilaku seks tertentu mungkin sekarang lebih terbuka dan bebas dibandingkan dengan pandangan masa lalu. Para remaja mendapat tontonan seks yang merangsang dalam majalah, internet, televisi, dan bioskop, tanpa ada batasnya. Metode pencegahan kelahiran yang berhasil dan adanya sarana menggugurkan mengurangi perasaan takut hamil.

Perubahan yang paling besar terjadi pada anak perempuan, yang kini hampir menyamai anak laki-laki dalam hal mengalami hubungan seks pada waktu mereka masih berusia belasan tahun. Meskipun menurut sebagian anak laki-laki mereka mengalami hubungan seks dengan beberapa pasangan, sebagian besar anak melaporkan bahwa mereka membatasi hubungan seks mereka dengan seorang laki-laki saja yang pada waktu itu mereka cintai.

Mencari Identitas

Tugas penting yang dihadapi para remaja ialah mengembangkan persepsi identitas diri (sense of individual identity) untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan ”siapakah saya?” dan "kemanakah saya akan pergi?".

(3)

Salah satu cara pendekatan terhadap masalah identitas ini ialah dengan mencoba berbagai peran dan cara berperilaku. Banyak ahli percaya bahwa masa remaja sebaiknya merupakan masa bereksperimen peran pada waktu dimana anak muda dapat bereksplorasi dengan ideologi dan minat yang berbeda. Akibatnya, sebagian remaja "putus sekolah" sementara waktu untuk.memikirkan apa yang mereka ingin perbuat dalam hidupnya dan untuk

bereksperimen dengan berbagai identitas. Bagi beberapa remaja, ”krisis identitas” mungkin sama sekali tidak terjadi, mereka ini adalah remaja yang menerima nilai-nilai orang tua tanpa pertanyaan dan mereka yang bertindak ke arah peran orang dewasa yang konsisten dengan pandangan orang tua mereka.

Tetapi ada anak-anak muda yang menganut identitas yang menyimpang, yaitu identitas yang bertentangan dengan nilai-nilai dalam masyarakat. Identitas pribadi seseorang sekali

terbentuk, tidak selalu statis. Orang dapat memperoleh minat, ide, dan keterampilan baru selama masa dewasa mereka yang mungkin mengubah persepsi mereka mengenai diri mereka.

Masa Dewasa

Tahap : Dewasa Muda Umur : 20 – 40 tahun

Ciri-ciri Penting : Gaya pribadi baik, pembentukan kepribadian sesuai dengan hal-hal yang penting, bertujuan (commitment) untuk segala sesuatu dan wewenang.

Implikasi : 1. Menyetujui gaya hidup orang dewasa dan membantu dengan keputusan-keputusan penting yang berhubungan dengan kesehatan.

2. Menghargai tanggung jawab pribadi dan fungsi.

3. Kemampuan kehidupan.

4. Mendukung perubahan-perubahan penting dalam kesehatan.

Tahap: Midle Adulthood

Umur : 40 – 65 tahun

(4)

Implikasi : Merencanakan segala sesuatu dalam rangka mengantisipasi perubahan-perubahan dalam hidup, mengenal faktor-faktor resiko kesehatan dan memfokuskan pada kekuatan yang lebih setelah sembuh dari sakit

Tahap: Dewasa tua

Umur : 65 tahun ke atas

Ciri-ciri Penting : Adaptasi untuk perubahan kemampuan fisik yang terpenting. Implikasi keperawatan: 1. Mempertahankan diri dari kehilangan pendengaran, penglihatan, dan kematian seseorang yang dicintai.

2. Mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk keluarga dan keturunannya.

Pertumbuhan dan Perkembangan Fisiologi

Pertumbuhan semua orang hampir sama. Kecepatan pertumbuhan bervariasi selama tingkat yang berbeda pada masa perkembangan.

Contoh :

- Pertumbuhan cepat: Prenatal, neonatal, bayi dan remaja

- Pertumbuhan lambat: Anak-anak dan pertumbuhan fisik minimal terjadi pada dewasa.

Periode Usia dan Tugas-tugas Perkembangan Dewasa Muda:

1. Memilih pasangan

2. Belajar hidup dengan pasangan 3. Memulai untuk berkeluarga 4. Mengasuh anak

5. Mengatur rumah tangga 6. Memulai dalam pekerjaan

7. Memberikan tanggung jawab sebagai warga 8. Mencari group-group sosial yang cocok

Usia Pertengahan:

1. Mencapai tanggung jawab sosial dengan warga dewasa

2. Mendirikan dan mempertahankan standar ekonomi untuk hidup

3. Membantu anak-anak yang dalam masa remaja menjadi bertanggung jawab dan menjadi orang dewasa yang bahagia

(5)

5. Mengadakan hubungan antara diri sendiri dengan suami/isteri sebagai pribadi 6. Menerima dan menyesuaikan perubahan fisiologis pada usia pertengahan 7. Menyesuaikan peran sebagai orang tua.

Dewasa Tua:

1. Menyesuaikan berubahnya kesehatan dan kekuatan fisik 2. Menerima kematian pasangan hidup

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Sejak tahun 1983, dimana pengukuran radius bumi dapat dilakukan lebih akurat dari hasil riset yang menggunakan GPS, maka nilai datum di Amerika diperbaiki dan dikenal dengan

Bank Muamalat Indonesia Divisi Konsumer Area Cabang Surabaya sebanyak 40 orang, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 orang yang diambil

Secara morfotektonik daratan dan perairan Indonesia yang dikenal dengan nama Busur Sunda-Banda didominasi oleh sistem parit laut dalam dan busur luar/ prisma akresi yang membentang

Hasil analisa persebaran daerah operasi penangkapan rajungan ( swimming crab ) dengan menggunakan bubu oleh nelayan Desa Betahwalang di perairan Betahwalang Demak, tersebar

Bagian depan diberi stiker dan produk kopi lelet diberi merek Bu’E (Gambar 5.). Kemasan yang menarik diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk sehingga dapat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) berpengaruh negatif terhadap tingkat pengembalian bank syariah yang diukur dengan

(1) Dengan tidak mengurangi yang ditentukan dalam Pasal 16 dan menyimpang daripada yang ditentukan pada ayat pertama Pasal 15, Bank wajib setiap kali Menteri Keuangan menganggap hal

Widodo, D., 2006, Demam Tifoid dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III (IV), Jakarta: Pusat Penerbit Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas