Etika Dalam Bermedia Sosial Di Youtube
Proposal Etika dan Hukum Media
Oleh Kelompok 2:
Fachri Widi Partyadi (1400410001)
Josua Yulianto (1400410027)
Mutia Khairunnisa (1400410031)
DIGITAL COMMUNICATION STUDY PROGRAM
GREEN ECONOMY AND DIGITAL COMMUNICATION FACULTY
SURYA UNIVERSITY
SERPONG
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kelimpahan berkah dan kemudahan sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar sampai akhir. Tim peneliti juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada
dosen pengampu mata kuliah Etika dan Hukum Media, Ibu Dr. Umaimah Wahid, atas segala bimbingan dan ilmu yang diberikan.
Tim peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada referensi literatur komunikasi dan media.
Akhir kata, tim peneliti mengucapkan terima kasih atas perhatian kepada semua pihak dan dengan terbuka menerima masukan, kritik, dan saran agar dapat berkarya dengan lebih baik lagi ke depannya.
Serpong, Desember 2016
iv ABSTRAK
Ruang publik merupakan sebuah istilah yang populer sebagai wujud representasi diskusi publik dalam menanggapi suatu fenomena. Sejatinya, ruang publik
tidak memandang status sosial penggunanya dalam mengemukakan pendapat karena ruang publik murni sebagai wadah diskusi yang mengedepankan logika. Ruang publik berwujud seperti media massa. Sejalan dengan berjalannya waktu, teknologi
memengaruhi cara berkomunikasi, yaitu dengan adanya jaringan internet.
Internet membuat semua menjadi tanpa batas dan setiap orang memiliki hak
untuk berekspresi. Namun, kebebasan kadangkali disalahgunakan sebagai ajang narsis yang berefek tidak baik untuk beberapa kalangan. Peneliti melihat kondisi ini dengan
menjadikan salah satu video klip musik yang kontroversial oleh Young Lex dan Awkarin yang berjudul Bad sebagai acuan diskusi ruang publik apakah sesuai dengan etika menggunakan media sosial.
v
1.5 Manfaat Penelitian ... 10
BAB II LANDASAN TEORI ... 11
2.1 Landasan Teori ... 11
2.2 Konsep Video ... 12
2.3 Elaborasi Konsep ... 13
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 14
3.1 Paradigma Penelitian ... 14
3.2 Metode Penelitian ... 14
3.3. Unit analisis ... 15
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 15
3.5 Konsep Video ... 16
BAB IV HASIL KARYA DAN ANALISIS ... 17
4.1 Projek ... 17
4.2 Efek ... 17
4.3 Analisis Sasaran Penonton Vidio Bad oleh Young Lex dan Awkarin ... 18
BAB V PENUTUP ... 19
5.1 Simpulan ... 19
5.2 Saran ... 19
DAFTAR PUSTAKA ... 20
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Indonesia, Youtube menjadi media sosial yang sangat banyak dipakai oleh semua
orang. Lebih dari 33 juta pengguna aktif pengguna Youtube di Indonesia (kominfo). Youtube merupakan media sosial yang pertama kali ditemukan oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim bekas pegawai dari PayPal pada tahun 2005. Youtube
pertama kali beroperasi pada November 2015. Youtube mengandung konten yang beragam seperti tutorial, hiburan, dan video log. Para pengguna Youtube yang sering
mengunggah video ke Youtube disebut dengan Youtuber. Youtuber mengunggah video untuk beberapa kepentingan seperti keuntungan, memberikan informasi, bahkan untuk menghibur.
Seorang Youtubers mempunyai popularitas yang dapat dilihat dari indikasi dari jumlah pengikutnya/subscribe. Youtubers juga mendapatkan uang dari youtube, jumlah uang
yang didapat dihitung dari jumlah viewernya setiap vidio yang diupload. Hal ini menyebabkan banyak orang berlomba-lomba mengejar kepopuleran agar dapat
memperoleh keuntungan tersebut. Terkadang ada beberapa youtubers yang ingin mengejar kepopuleran tersebut sehingga melupakan ketentuan, peraturan dan menyebabkan terjadinya sensasi yang dapat menyebabkan viral dalam dunia media
sosial.
Akhir-akhir ini, bisnis dalam Youtube menjadi populer di Indonesia. Banyak pengguna
8 menguntungkan bagi pengguna internet yang berperan aktif dalam konten kreatif berbentuk vidio. Hal ini mendatangkan banyak keuntungan seperti mendapatkan fans, subscriber yang banyak, bahkan uang yang melimpah. Sebut saja Chanra Liow, Edho
Zell, Agung Hapsah, dan sederet Youtuber sukses dengan konten mereka. Namun, beberapa waktu yang lalu, seorang vlogger yang memiliki nama channel Awkarin,
mengunggah vidio aktifitas pribadinya ke channel-nya yang berisi vidio yang mengandung unsur seksual dan vulgar, seperti adegan ciuman dengan pacarnya, Gaga Muhammad. Hal ini mengundang banyak kontroversial di kalangan netizen pengguna
Youtube. Puncak kepopularitasan Awkarin ini ditandai dengan vidio pengakuan saat ia ditinggalkan oleh Gaga dalam hubungan asmara mereka. Alhasil, Awkarin mampu
meraup sekitar dua juta penonton setelah ia mempublikasikan vidio itu.
Awkarin pun terkenal semenjak ia mengunggah video itu ke channel-nya. Setelah itu, seorang penyanyi muda, Young Lex, berkolaborasi dengan Awkarin dalam vidio klip
terbarunya, yaitu Bad. Lagu ini dipublikasikan di Youtube pada tanggal 18 September 2016. Hingga saat ini, vidio musik ini sudah ditonton 11 juta kali.
Lagu ini menjadi kontroversial karena mengandung lirik-lirik yang bermakna
pembelaan bahwa menjadi orang nakal adalah hal yang wajar. Lirik lagunya menuai banyak reaksi dari netizen.
9 1.2 Pemilihan Kasus
Salah satu video yang viral di media sosial Youtube adalah video Bad karya Young Lex feat Awkarin, Video ini merupakan musik video yang mempunyai genre
musik hiphop atau rap. Namun dalam video ini yang membuat menjadi viral dalam media sosial merupakan lirik dari lagu tersebut, lirik lagu yang dipakai mendapatkan
berbagai macam tanggapan dari pengguna media sosial Youtube, Sebab itu tim peneliti mengambil Vidio Bad sebagai kasus yang akan ditiliti sebagai etika dalam bermedia sosial di Youtube.
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana etika yang ditunjukkan Young Lex dan Awkarin dalam video yang
berjudul “Bad”?
2. Apakah video Young Lex dan Awkarin yang berjudul “Bad” sesuai dengan etika
media ?
3. Haruskah ada sasaran umur untuk video tersebut ?
1.4 Tujuan Penelitian
1. Menganalisis etika media yang ditunjukkan Young Lex dan Awkarin dalam video
“Bad”
2. Menganalisis tanggapan responden mengenai video “Bad”
10 1.5 Manfaat Penelitian
Memberikan informasi bahwa new media merupakan salah satu wadah ruang publik yang dituangkan dalam bentuk wujud baru media massa yang berbasis daring. Publik
11 BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Landasan Teori
Teori ruang publik merupakan teori yang dikemukakan oleh seorang filsuf asal Jerman, Jurgen Habermas. Menurut Habermas, ruang publik telah terbentuk sejak
tahun 1989 di Inggris dan Prancis. Di Inggris, orang-orang biasanya bertemu dan berbincang informal di dalam warung kopi (coffee shop). Sedangkan di Prancis, ruang
publik biasanya terjadi di dalam salon. Habermas mengatakan bahwa ruang publik merupakan sebuah wadah untuk berkomunikasi dan membentuk opini mereka. Diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut merupakan diskusi yang rasional.
Masyarakat yang bertemu dan berdebat mengenai sebuah isu atau permasalahan disebut sebagai masyarakat madani. Secara teori, masyarakat madani dapat dikatakan
sebagai masyarakat yang saling berbagi minat, tujuan, dan nilai.
Ruang publik tidak hanya bersifat fisik saja seperti warung kopi atau salon. Ruang publik dapat bersifat non fisik. Ruang publik yang bersifat nonfisik adalah
media massa. Melalui media massa, masyarakat dapat berkomunikasi untuk membahas isu-isu yang terjadi di daerah masing-masing.
Seiring perkembangan teknologi, ruang publik semakin berkembang dan luas. Salah satunya adalah lahirnya media baru (new media). Media baru adalah sebuah media yang terkomputerisasi dan terhubung kedalam sebuah jaringan bernama
12 terhadap informasi, tidak ada perlakuan istimewa terhadap peserta diskusi, dan peserta diskusi mengemukakan alasan rasional dalam berdiskusi.
Ruang publik memiliki tiga konsep utama, dikemukakan oleh Rouper, yaitu:
1. Kemudahan akses informasi
Teknologi memberikan segala kemungkinan bagi siapa saja untuk mengakses berbagai
macam informasi oleh publik di mana saja. Orang-orang borjuis merupakan orang yang bisa mengakses informasi ini ketika ruang publik populer. Namun seiring dengan berjalannya waktu, siapa saja bisa menikmati informasi tanpa memandang status sosial.
2. Semua partisipan diperlakukan sama
Dalam ruang diskusi publik, semua orang yang mengemukakan ide dipandang
sama dan memiliki hak yang sama untuk berbicara. Tidak ada yang lebih rendah ataupun lebih tinggi status sosialnya.
3. Partisipan mengemukakan pendapat yang rasional
Dalam berdiskusi di ruang publik, logika menjadi hal utama sebagai jaminan keberlangsungan diskusi publik yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan (repository.usu.ac.id n.d.).
2.2 Konsep Video
Tim Peneliti yang beranggotakan tiga orang akan membuat sebuah video social
13 akan memberi video yang berjudul Bad kepada narasumber untuk dilihat terlebih dahulu. Setelah itu, tim peneliti akan memberikan beberapa pertanyaan berdasarkan rumusan masalah yang telah dikonsepkan terlebih dahulu. Sasaran dari penelitian kali
ini adalah orang awan, orang yang sering mengakses Youtube, dan kalangan akademis (mahasiswa). Data yang telah didapatkan oleh tim peneliti akan dikumpulkan
,dianalisis, dan diambil simpulannya apakah video tersebut sesuai dengan etika bermedia atau tidak. Vidio yang akan dibuat akan berkisaran total durasi 5 hingga 7
menit.
2.3 Elaborasi Konsep
Tim peneliti memilih teori ruang publik karena cukup berhubungan kasus yang akan diteliti. teori ini juga berhubungan dengan konsep vidio peneliti yang akan buat,
yaitu vidio social experiment, mendapatkan aksi atau adegan dari vidio yang dibuat dengan faktual tanpa adanya pengaturan yang dibuat-buat. konsep ini bila dihubungan
dengan teori ruang publik memiliki prinsip tidak ada perlakuan istimewa terhadap perserta atau narasumber saat berdiskusi, dan para perserta atau narasumber dapat
14 BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Paradigma Penelitian
Paradigma yang digunakan adalah post-positivisme, yaitu paradigma penelitian
yang digunakan dalam situasi objektif apa-adanya dan peneliti berperan sebagai instrumen kunci. Peneliti terjun langsung ke lapangan mengamati objek penelitian.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dekriptif kualitatif menjelaskan hasil penelitian berdasarkan data yang didapat di lapangan. Menurut Bogdan dan Taylor, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
data akhir berupa data deskriptif atau lisan dari subjek penelitian yang diamati. Peneliti dalam metode analisis deskriptif kualitatif hendaknya bisa menguasai instrument penelitian agar mendapat hasil dari tujuan penelitian.Menurut Boden dan Biklen
(1982:27-29), peneliti dalam penelitian deskriptif kualitatif harus memiliki karakteristik, diantaranya:
a. Pengambilan kesimpulan lebih banyak menggunakan kata-kata daripada angka b. Peneliti merupakan instrumen langsung penelitian dengan cara ikut serta ke lapangan mengambil data
15 d. Peneliti mengungkapkan makna dari dari keadaan yang terjadi berdasarkan analisis induktif.
e. Mengungkapkan makna dari hasil eksplorasi.
3.3. Unit analisis
Tim peneliti akan memilih orang awam dari kalangan masyarakat awam, yaitu masyarakat biasa yang tidak ada pekerjaan spesifik tentang suatu keahlian di bidang
profesional, pengguna aktif Youtube, dan kaum akademik (pelajar dan mahasiswa).
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Tim peneliti mengumpulkan data dengan wawancara objek yang menjadi sasaran. Wawancara sebagaimana yang diungkapkan oleh Lincoln dan Guba adalah proses
merekonstruksi mengenai orang, kejadian, waktu, lalu memproyeksikan hasil rekonstruksi sebagai suatu hal yang diharapkan terjadi di masa akan datang. Wawancara objek ini dirangkum secara menyeluruh dengan cara merekam langsung
proses wawancara sebagai hasil akhir penelitian, yaitu social experiment. Social
experiment merupakan penelitian langsung dengan subjek penelitian tanpa ada rekayasa. Tim peneliti memilih teknik wawancara karena dengan cara ini peneliti bisa mengetahui langsung reaksi dari orang yang diwawancarai setelah menonton video
16 3.5 Konsep Video
Konsep video memakai konsep seperti reaction video, yaitu merekam langsung reaksi orang yang menonton vidio yang disajikan. Setelah sampel penelitian menonton
17 BAB IV HASIL KARYA DAN ANALISIS
4.1 Projek
Projek yang dilakukan oleh tim peneliti adalah membuat vidio yang berkonsep
seperti “reaction video”. Peneliti merekam langsung reaksi dan mempertanyakan
tanggapan dari responden. Awal vidio akan dimulai dari para responden menonton vidio Bad dalam hal ini peneliti tidak merekayasa reaksi dari responden, peneliti hanya
merekam saat para responden menonton vidio Bad. Setelah responden menonton vidio tersebut peneliti mepertanyakan pendapat tentang vidio tersebut. Responden yang peneliti rekam adalah seorang ibu-ibu, seorang pemuda, dua orang siswa SMA, dan
dua orang mahasiswa.
4.2 Efek
Efek dari projek yang peneliti buat menemukan etika yang ditunjukan Young Lex dan Awkarin dalam vidio yang berjudul Bad adalah Young Lex memperlihatkan etika yang tergolong tidak mendidik atau tidak dapat dijadikan panuntan. Dari projek
tersebut peneliti analisis bahwa vidio yang dibuat oleh Young Lex harus diberikan batasan umur untuk menonton vidio tersebut di bagian batasan umur penonton. Fitur
ini dapat diaktifkan ketika mengunggah vidio ke Youtube sehingga akses yang diberikan bersifat terbatas.
Dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh responden, semuanya setuju
18 akan berpengaruh kepada anak-anak yang tidak memiliki pengalaman yang banyak untuk mencerna mana hal yang baik dan yang salah sehingga akan ada kecenderungan
meniru apa yang dia lihat.
4.3 Analisis Sasaran Penonton Vidio Bad oleh Young Lex dan Awkarin
Dari hasil observasi lapangan, responden menyatakan bahwa vidio musik Bad
oleh Young Lex dan Awkarin tidak cocok untuk dinikmati oleh anak-anak di usia di bawah 17 tahun. Alasan responden adalah karena musiknya mengandung lirik yang tidak mendidik sama sekali dan dapat berefek negatif. Efek yang ditimbulkan diantara
lain adalah anak-anak akan meniru penampilan idolanya dari mulai cara berpakaian sampai cara berbicara. Vidio musik Bad mempunyai lirik pembelaan bahwa menjadi
nakal merupakan suatu hal yang harus dibela.
Vidio musik Bad bebas diakses siapa saja yang memiliki jarigan internet sehingga anak-anak di bawah umur pun bebas mendengarkan lagu itu dan menonton
19 BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Video Bad oleh Young Lex dn Awkarin merupakan ekspresi kebebasan seorang anak
muda dalam berkarya di dala bentuk musik. Dilihat dari sisi hiburan, lagu ini cukup menarik
dan mampu membuat orang mendengarkannya sampai habis. Namun, dilihat dari sisi etika,
lagu ini tidak cocok dikonsumsi oleh kalangan tertentu, seperti anak-anak di bawah umur yang
butuh bimbingan dan pengawasan orangtua. Anak-anak yang belum matang secara psikologis
akan sangat mudah menyerap dan meniru apa yang mereka lihat di lingkungan sekitar mereka.
Ruang publik digunakan untuk sarana diskusi dan bertukar pendapat agar bisa menjadi
pertimbangan sosial untuk ke depannya dan publik mengharapkan adanya perubahan. Vidio
testimoni yang direkam langsung di lapangan merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan
suara dari berbagai kalangan bahwa ada suatu hal yang harus dibahas secepat mungkin agar
fungsi ruang publik sebagai wadah diskusi dapat digunakan dengan baik.
5.2 Saran
Vidio musik Bad oleh Young Lex dan Awkarin tidak boleh ditonton oleh anak-anak
di bawah umur. Jika ingin dilakukan, pengawasan orangtua harus menjadi benteng utama untuk
melindungi anak-anak dari konten yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis.
Orangtua juga dapat memasang filter internet di rumah masing-masing agar anak-anak
20 DAFTAR PUSTAKA
Afta, P. (2014). New Media dan Fenomena Hikikomori. Kajian Budaya dan Media Pada Masyarakat Jepang dalam Perspektif Teori Efek Kuat Media, 1.
APJII. (2014). Profil Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2014. 2-3.
Indonesia, K. P. (2015). Buku Media Sosial Kementrian Perdangangan Indonesia. 15.
J.T., H. (2008). Pemberitaan Politik dan Media Massa. 17.
Nielsen, A. (2014, Mei 22). Konsumsi Media Lebih Tinggi Diluar Jawa. Retrieved Oktober 27, 2016, from nielsen: http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2014/nielsen-konsumsi-media-lebih-tinggi-di-luar-jawa.html
Safitri, K. (2010). Pengaruh Waspada Online terhadap Pengetahuan Politik Pembacanya. Studi Korelasi Pada Komunitas Waspada Online, 1.
repository.usu.ac.id (t.thn).
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/46225/4/Chapter%20II.pdf
(diakses Desember 2016)
Virgianti, A. (2011). Simulacra
21 LAMPIRAN
Bad
Mereka bilang diriku tak berguna Tapi sejak remaja
Ku tak pernah meminta
Biaya untuk bergaya Bukan duit dari orang tua Lulus sekolah tak mau manja
Ku kerja tuk biaya kuliah
2011 mereka bertanya
Nanti besar elo itu mau jadi apa
Mereka mengejek, Mereka mencela
Ini anak nakal
Masa depan nggak ada
Memang sekarang aku tak bekerja Bisnisku lebih dari mereka
22 Memang gue anak nakal
Seringkali ngomong kasar Tapi masih batas wajar
Loe semua lah yang paling benar
Loe semua nilai kita dari luar Tatoan tapi tak pakai narkoba Jangan nilai kami dari covernya
I'm bad girl
Bila kau tak pernah buat dosa Silahkan hina ku sepuasnya Kalian semua suci aku penuh dosa
I'm bad boy
Kau benci ku yang apa adanya
Dan silahkan sukai mereka
Yang berlaga baik didepan kamera
I'm bad girl
Bila kau tak pernah buat dosa
23 I'm bad boy
Kau benci ku yang apa adanya
Dan silahkan sukai mereka
Yang berlaga baik didepan kamera
Mereka bilang aku penuh drama Tak punya bakat aku vlogger biasa
Gak niat tuk kenal iseng aja
Tapi fenomenal kini ku mulai berkarya
Namun kuraih yang sebaliknya Gue matre yang bayarin dia Padahal bukan itu faktanya
Dasar loe banci potong aja itunya
Gue cuma pengen tetep jadi apa adanya
Dari pada disukai tapi munafik aslinya
Yes
Memang gue anak nakal Seringkali ngomong kasar
24 Loe semua lah yang paling benar
Loe semua nilai kita dari luar
Tatoan tapi tak pakai narkoba Jangan nilai kami dari covernya
I'm bad girl
Bila kau tak pernah buat dosa
Silahkan hina ku sepuasnya Kalian semua suci aku penuh dosa
I'm bad boy
Kau benci ku yang apa adanya
Dan silahkan sukai mereka
Yang berlaga baik didepan kamera
I'm bad girl
Bila kau tak pernah buat dosa
Silahkan hina ku sepuasnya Kalian semua suci aku penuh dosa
I'm bad boy
25 Dan silahkan sukai mereka
Yang berlaga baik didepan kamera
Dan silahkan sukai mereka
Yang berlaga baik didepan kamera
Silahkan hina ku sepuasnya Kalian semua suci aku penuh dosa
Dan silahkan sukai mereka
Yang berlaga baik didepan kamera
Silahkan hina ku sepuasnya