• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK PENAMAAN KRI USMAN HARUN TERHADAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DAMPAK PENAMAAN KRI USMAN HARUN TERHADAP"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK KONFLIK PENAMAAN KRI USMAN-HARUN TERHADAP HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-SINGAPURA PERIODE 2014-2015

Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah

Oleh :

Nama : Tamara Nadya Citra Ayu NPM : 04320120062

JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS PELITA HARAPAN KARAWACI

(2)

Dampak Konflik Penamaan KRI Usman - Harun Terhadap Hubungan Bilateral Indonesia - Singapura Periode 2014 – 2015

Proposal penelitian ini ditulis untuk membahas dampak konflik penamaan KRI Usman Harun terhadap hubungan bilateral Indonesia Singapura periode 2014-2015. Selain itu tulisan ini juga membahas bagaimana pentingnya kerja sama bilateral antar kedua negara. Penelitian ini juga akan mengkaji konsep-konsep yang dianggap penting seperti struggle for power dan kedaulatan negara.

1. Latar Belakang

Pada era globalisasi ini, kerjasama antar negara dalam segala hal sangatlah penting, agar membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan isu-isu internasional, dapat diselesaikan secara mudah, dan kerjasama antar negara ini dapat menjalin hubungan yang harmonis antar negara. Tetapi sebaliknya, terkadang bisa terjadi berbagai macam konflik, isu-isu internasional, dsb, yang membuat kerjasama itu tertunda menjadikan kerjasama itu tidak terjadi. Akan tetapi, munculnya konflik – konflik internasional ini tidak dapat terelakan. Kerjasama bilateral Indonesia dengan negara – negara anggota ASEAN sangat penting, karena Negara – Negara anggota ASEAN adalah Negara tetangga terdekat yang berbatasan dengan Negara Indonesia.

(3)

pada 10 Maret 1965 dua anggota Korps Komando atau KKO (kini Marinir) Indonesia, yakni Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said melakukan pengeboman di MacDonald House, Orchard Road, Singapura, yang menewaskan tiga orang dan melukai 33 lainnya. Keduanya, tertangkap setelah melakukan pengeboman dan gugur setelah dihukum mati oleh pemerintah Singapura pada 17 Oktober 1968. Jenazahnya lalu dikirim ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata karena mereka dianggap sebagai pahlawan nasional.1

Pemerintah Indonesia tidak terpengaruh oleh pernyataan keberatan dari Singapura terkait penamaan kapal perang terbaru KRI Usman Harun, karena hal ini dianggap hanya perbedaan persepsi antara kedua negara. Disuatu sisi Indonesia menganggap Usman dan Harun merupakan pahlawan nasional, sedangkan di Singapura menganggap mereka adalah teroris. Menurut survey dari KBRI Singapura, masyarakat Singapura tidak menganggap persoalan ini penting.2 Akibat dari konfrontasi terhadap penamaan KRI Usman Harun ini,

Singapura membatalkan partisipasi Indonesia dalam Singapore Airshow pada 11 Februari 2014 lalu. Akibatnya seluruh delegasi yang berjumlah mencapai 100 orang tidak jadi berangkat ke Singapura.3 Bentuk protes Singapura terhadap Indonesia diantaranya, melarang

KRI Usman Harun melintasi perairan Singapura.4 Selain itu, Singapura batal mengikuti

Patroli Terkoordinasi (Patkor) Indonesia-Singapura (Indoesin) ke-87 di Selat Malaka. Gugus Keamanan Laut Armada Kawasan Barat (Guskamlabar) telah menggelar operasi itu sesuai

1 Dewi Savitri, “TNI Tak Akan Ganti Nama KRI Usman Harun” , BBC, diakses dari

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140206_kriusmanharun pada tanggal 2 April 2015

2Ibid

3 “Singapura Tolak Delegasi Indonesia di Singapore Airshow 2014”, Jakarta Greater, diakses dari

http://jakartagreater.com/singapura-tolak-delegasi-indonesia-di-singapore-airshow-2014/ pada tanggal 2 April 2015

4 Indra Akuntono, “Singapura Larang KRI Usman Harun Melintas Pemerintah Diminta Putus Kerja Sama Pertahanan”, Kompas, diakses dari

(4)

jadwal pada tanggal 17 Februari 2014 tanpa unsur Angkatan Laut Singapura. Jalinan kerja sama ini sudah dilakukan bertahun-tahun. 5 Selanjutnya, penulis akan menjabarkan lebih jelas

dan lengkap mengenai dampak penamaan KRI Usman – Harun terhadap hubungan bilateral Indonesia – Singapura Periode 2014 – 2015.

2. Rumusan Masalah

Kasus mengenai penamaan KRI Usman – Harun ini menyebabkan penulis banyak pandangan apakah pemerintahan Indonesia telah memiliki solusi untuk mengatasi dampak dari konflik tersebut. Hal ini tentu saja akan mempersempit ruang gerak Indonesia dalam kerjasama perekonomian, pertahanan, maupun politik dengan Singapura. Konflik penamaan KRI Usman - Harun ini dengan cepat menurunkan kerjasama Indonesia dengan Singapura. Disamping itu penulis berpikir betapa pentingnya kerjasama bilateral kedua negara tersebut. Karena sebelum konflik ini terjadi, kerajasama antar kedua negara sangat kuat.

Berdasarkan itu, maka masalah penilitian ini dirumuskan sebagai berikut :

1. Apakah dampak dari konflik penamaan KRI Usman – Harun terhadap hubungan bilateral Indonesia – Singapura periode 2014 – 2015 ?

2. Bagaimana pentingnya kerjasama bilateral antara dua Negara ?

3. Tujuan Penelitian

Dari uraian yang telah dijelaskan diatas, maka tujuan dari pembahasan dampak penamaan KRI Usman – Harun terhadap hubungan bilateral Indonesia – Singapura periode 2014 – 2015 dirumuskan sebagai berikut:

5 Hendra Gunawan, “Singapura Batalakan Patroli Indosin Melalui Pesan WhatsApp”, Tribunnews, diakses dari

(5)

1. Untuk mengetahui apakah dampak dari konflik penamaan KRI Usman – Harun terhadap hubungan bilateral Indonesia – Singapura periode 2014 – 2015.

2. Untuk mengetahui bagaimana pentingnya kerjasama bilateral antara kedua Negara.

4. Tinjauan Pustaka

4.1 Salim. 2013. Peningkatan Kerjasama Pertahanan Indonesia di Kawasan Asia Tenggara Guna Mendukung Diplomasi Pertahanan Dalam Rangka

Mewujudkan Stabilitas Kawasan. Jurnal Maritim Indonesia. Vol 1. No.1. Hal 37-52

Indonesia sebagai salah satu Negara kunci bagi keamanan dan stabilitas regional Asia Tenggara, selalu harus meningkatkan diplomasi pertahanan dalam rangka untuk tetap sejajar dalam menangani ancaman dan tantangan. Terkait hal itu, kerjasama pertahanan Indonesia harus mampu memainkan peran yang lebih besar dalam memproyeksikan kepentingan nasional. Untuk mencapai hal ini, perbaikan harus dalam kualitas peralatan dan evaluasi kebijakan sebagai andalan diplomasi pertahanan untuk membangun stabilitas regional. Dalam mengoptimalkan kerjasama pertahanan Indonesia membutuhkan kerjasama antar lembaga yang mencakup Departemen Pertahanan, Kementrian Luar Negeri, dan TNI.

(6)

hubungan diplomatik antar kedua negara sulit untuk diraih. Karena hubungan diplomatik antar kedua negara sangat penting terutama pada negara Asia Tenggara dalam meningkatkan stabilitas pertahanan dan keamanan dalam lingkup regional maupun internasional.

4.2 Edwin M.B. Tambunan. 2010. Realisme Politik Morenthau : Suatu Tinjauan Singkat. Verity Jurnal Hubungan Internasional. Vol 2. Nomor 3. Hal 17-26.

Morgenthau paling diingat sebagai salah satu yang mencoba untuk mengembangkan teori komprehensif “kekuasaan politik” atas dasar filosofis prinsip sifat natural manusia. Sebagai salah satu pakar kontemporer besar teori realis, Morghentau menetapkan enam prinsip terkenal realisme. Dalam relevansi dengan tulisan imliah ini, penulis mengambil prinsip ketiganya. Prinsip ketiga realisme adalah asumsi bahwa konsep kepentingan yang didefinisikan dalam ukuran kekuasaan merupakan konsep yang objektif dan abash (valid) secara universal. Sifat universal ini jangan dipahami secara keliru dan menganggap sekali ditetapkan akan berlaku selamanya. Yang abadi adalah kepentingan, tetapi isi kepentingan itu bervariasi sesuai konteks budaya dan politik dari waktu ke waktu.

4.3 Begi Hersutanto. 2012. Tantangan Diplomasi Perbatasan Republik Indonesia. Jurnal Diplomasi. Vol.4. Nomor.1. Hal 65

(7)

dan mengelola perbatasan. Dari sudut pandang kebijakan luar negeri Indonesia dan pelaksanaan melalui diplomasi, faktor geografis wilayah Indonesia juga memiliki tantangan lain di mana diplomasi perbatasan perlu didukung oleh faktor yang. Dikembangkan melalui sinergi dari semua elemen, diantaranya meliputi keamanan militer dan elemen.

5. Kerangka Konseptual

5.1 Perspektif Realisme

Secara garis besar, realis mempercayai bahwa sistem internasional bersifat konfliktual, yaitu cenderung menguntungkan yang kuat dan merugikan yang lemah atau sebut saja zero sum games. Tidak seperti liberalis yang mengatakan bahwa sistem internasional bersifat harmonis itu menguntungkan semua pihak. Disamping itu realis juga mengenal konsep struggle for power. Berikut penjelasan mengenai konsep struggle for power 6:

Realists consider the principal actors in the international arena to be states, which are concerned with their own security, act in pursuit of their own national interests, and struggle for power.

Seperti penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ada kesinambungan antara kasus ini dengan prespektif realisme. Penulis berpendapat bahwa konsep struggle for power dapat diimplementasikan dalam kasus ini. Dimana Singapura sebagai negara penuntut Indonesia ingin mencari national interest.

National interest tersebut merupakan pengubahan nama KRI Usman-Harun. Khususnya hal tersebut dapat menggoyahkan nasionalisme masyarakat Indonesia.

(8)

Kemudian konsep realisme lain yang dapat dimasukan oleh penulis kedalam kasus ini adalah konsep security dilemma. Berikut penjelasan dari Paul R. Viotti mengenai security dilemma 7:

The more one state arms to protect itself from other state, the more threatened these states become and the more prone they are to resort to arming themselves to protect their own national security interests.

Seperti kita ketahui bahwa Singapura merasa terancam dengan penamaan KRI Usman-Harun. Maka dari itu dengan konsep security dilemma yang dijelaskan Paul R. Viotti diatas, penulis berpendapat bahwa Singapura ingin menjatuhkan pertahanan Indonesia dan khususnya nasionalisme masyarakat Indonesia untuk mengubah nama KRI Usman-Harun tersebut.

5.2 Struggle for Power

Seperti penjalasan mengenai perspektif Realisme diatas, struggle for power merupakan salah satu asumsi yang dikemukakan oleh Hans J. Morgenthau yang mengatakan bahwa suatu negara yang dimana kebijakan luar negeri nya berkeinginan menunjukkan power yang dimiliki, merupakan pencapaian yang dinamakan policy of prestige8.

Prestige merupakan wujud dari konsep struggle for power. Prestige Indonesia sangatlah penting didunia internasional karena hal tersebut mengakibatkan bagaimana pandangan negara-negara lain terhadap Indonesia. Dengan adanya penamaan KRI Usman Harun, maka terlihat bahwa Indonesia sedang melakukan policy of prestige terhadap negara-negara tetangga. Dalam hal ini, Indonesia akan terwujud prestige nya didunia internasional jika tetap menetapkan KRI AL tersebut bernama Usman-Harun.

7 Paul R.Viotti, International Relations Theory4th edition, 2010, Hal.57

8 Hans J. Morgenthau. Politics Among Nations7th Edition. 2006. New York: McGraw Hil Higher Education.

(9)

Maka dari itu, protes yang dikemukakan oleh Singapura merupakan suatu ancaman dan adalah suatu pelanggaran terhadap kedaulatan Indonesia. Selanjutnya, penulis akan menjabarkan mengenai konsep Kedaulatan.

5.3 Kedaulatan

Kedaulatan merupakan suatu konsep yang sangat penting didunia internasional. Kedaulatan suatu negara sangat krusial untuk dijaga agar suatu negara tersebut tetap terjaga pula prestige-nya di dunia internasional. Berikut merupakan kutipan mengenai penjelasan kedaulatan oleh Hans J. Morgenthau9:

Aside from these few common and necessary rules of international law, each individual nation is the highest lawgiving authority, insofar as the rules of international law binding upon it are concerned. There is no lawgiving authority above it, for there is no state or group of states that can legislate for it.

Dari penjelasan Morgenthau diatas, dikatakan bahwa tidak ada negara atau institusi diatas negara yang dapat mengatur otoritas suatu negara, dan inilah yang dinamakan kedaulatan suatu negara. Dalam topik yang diteliti oleh penulis ini, Singapura telah melanggar kedaulatan Indonesia dalam hal protes terhadap penamaan KRI Usman-Harun. Hal ini tidak dapat ditolerir karena pelanggaran kedaulatan suatu negara merupakan suatu hal yang melanggar etika internasional.

Maka dari itu, sangat penting bagi Indonesia untuk mempertahankan kedaulatannya dengan tidak mengganti nama KRI Usman-Harun sebagaimana yang diprotes oleh Singapura. Seperti penjelasan diatas, dengan Indonesia tetap berpegang pada penamaan KRI Usman-Harun, maka prestige Indonesia didunia internasional akan semakin meningkat.

6. Metoode Penelitian

(10)

Dalam penulisan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan metode penulisan kualitatif deskriptif, penulis ingin menjabarkan banyak mengenai kasus penamaan KRI Usman Harun ini. Karena dengan metode kualitatif deskriptis pembaca akan lebih mengerti untuk memahami tulisan ilmiah ini. Berikut adalah penjelasan pendekatan kualitatif oleh JW Heynink dan TJ Tymstra.10

Everyone writing a scientific article or report, has to perform qualitative research. That research refers to preparing a summary of relevant literature. An inventory has to be made for information, which has to be selected and categorized. That is work of a qualitative nature: words, “qualification” are at the centre, numbers are of minor importance.

Bedasarkan penjelasan diatas, penulisan dengan pendekatan kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan mengumpulkan data-data dari rangkuman berbagai literatur, serta dengan cara pengumpulan data-data atau sejumlah informasi yang faktual, yang salah satu caranya dapat dipatkan dari wawancara kepada sumber-sumber yang relevan dan terpercaya. Penelitian ini membahas mengenai dampak dari penamaan KRI Usman Harun terhadap hubungan bilateral Indonesia Singapura periode 2014-2015. Penulis memilih periode tersebut karena periode tersebut menarik untuk diteliti, dimana pada periode tersebut adalah periode pergantian kepemimpinan.

7. Sistematika Penulisan

Penulisan penelitian yang berjudul “ Dampak Penamaan KRI Usman Harun Terhadap Hubungan Bilateral Indonesia Singapura Periode 2014-2015” ini akan disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

10 Heyink, J.W, TJ Tymstra, The function of qualitative research, ( cet : Springer, 1993 ), vol 1, no. 3,

(11)

Bab I Pendahuluan

Dalam pendahuluan akan berisi mengenai latar belakang masalah yang akan dibahas. Mengapa penulis memilih topic tersebut, dan masalah apa yang akan dibahas dalam topic tersebut. Serta tujuan dari penulisan karya ilmiah ini.

Bab II Kerangka Berpikir

Bagian kerangka berpikir ini berisi uraian definisi konseptual dan teori-teori serta kutipan-kutipan mengenai konsep dan teori tersebut. Dalam topic ini penulis memilih teori realisme relevan dengan masalah yang dibahas. Selain itu terdapat tinjauan pustaka dari beberapa jurnal yang penulis pilih. Tentunya jurnal itu relevan dengan masalah yang penulis bahas.

Bab III Metode Penelitian

Pada Bab III ini, berisi uraian tentang pendekatan metodik yang penulis gunakan. Dalam karya ilmiah ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan mengumpulkan data-data dan hal-hal lain yang terkait dengan penelitian.

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Dalam bab ini penulis ingin menjelaskan tentang kasus penamaan KRI Usman Harun serta dampaknya terhadap hubungan bilateral Indonesia Singapura periode 2014-2015.

Bab V Kesimpulan

Pada bab ini penulis menyimpulkan hasil penelitian mengenai dampak penamaan KRI Usman Harun terhadap hubungan bilateral Indonesia Singapura periode 2014-2015. Kesimpulan tersebut merupakan rangkuman dari bab I sampai bab IV.

(12)

Buku

Viotti, Paul R. 2010. International Relations Theory 4th edition, New York : Pearson.

Morgenthau, Hans J. 2006. Politics Among Nations 7th Edition. New York : Hil Higher

Education

Jurnal

Salim. 2013. Peningkatan Kerjasama Pertahanan Indonesia di Kawasan Asia Tenggara Guna Mendukung Diplomasi Pertahanan Dalam Rangka Mewujudkan Stabilitas Kawasan. Jurnal Maritim Indonesia. Vol 1. No.1.

Tambunan. Edwin M.B. 2010. Realisme Politik Morenthau : Suatu Tinjauan Singkat. Verity Jurnal Hubungan Internasional. Vol 2. Nomor 3.

Hersutanto, Begi. 2012. Tantangan Diplomasi Perbatasan Republik Indonesia. Jurnal Diplomasi. Vol.4. Nomor.1.

J.W, Heynik. 1993. The Function of Qualitative Research. JSTOR. Vol.1. No. 3.

http://www.jstor.org/stable/27522699; Internet ; Accesed 2 April 2015.

Internet

Korab, Julian. Political Realism in International Relations. Homepage online. Available from

(13)

Savitri, Dewi. TNI Tak Akan Ganti Nama KRI Usman Harun. Homepage online. Available from

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140206_kriusmanharu

n; ; Internet ; Accesed 2 April 2015.

Singapura Tolak Delegasi Indonesia di Singapore Airshow 2014. Homepage online. Available from

http://jakartagreater.com/singapura-tolak-delegasi-indonesia-di-singapore-airshow-2014/ ; Internet ; Accesed 2 April 2015.

Akuntono, Indra. Singapura Larang KRI Usman Harun Melintas Pemerintah Diminta Putus Kerja Sama Pertahanan. Homepage online. Available from

http://nasional.kompas.com/read/2014/02/19/0556362/Singapura.Larang.

KRI.Usman-Harun.Melintas.Pemerintah.Diminta.Putus.Kerja.Sama.Pertahanan; Internet ; Accesed 2 April 2015.

Gunawan, Hendra. Singapura Batalakan Patroli Indosin Melalui Pesan WhatsApp,

Homepage online. Available from.

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat menarik kesimpulan Pengembangan pariwisata berpengaruh signifikan terhadap dampak Sosial

Berdasarkan uraian diatas dijelaskan bahwa, model pembelajaran problem based learing dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa karena dalam model pembelajaran problem

Berdasarkan uraian diatas maka upaya pencegahan terjadinya dampak negatif dari pacaran menggunakan layanan informasi menurut (Evi et al., 2013) yaitu dari beberapa

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan maka dapat dibahas dan dijelaskan beberapa hal yang dapat menganalisis Dampak Keberadaan Minimarket

Dari semua pertanyaan diatas memunculkan tujuan untuk mengetahui dampak penerapan digital marketing terhadap jumlah pengunjung dan registrasi website, dan mengetahui

Berdasarkan dari uraian latar belakang diatas maka masalah yang akan diambil dalam penelitian ini adalah Bagaimana dampak alih fungsi lahan terhadap pendapatan petani di

Dari uraian diatas menjadi jelas bahwa untuk menguji dampak aktivitas akademik kampus UMY terhadap nilai penjualan UKM yang berada disekitarnya adalah

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini membahas mengenai permasalahan dampak yang ditimbulkan dari limbah sampah rumah tangga bagi lingkungan serta