IKHTISAR
PENGANTAR AKUNTANSI &
MANAJEMEN KEUANGAN
Hary - Harysmatta
Universitas Persada Indonesia - YAI
Nanda membuka rekening dan menyetor modalnya sebesar Rp7.500.000 ke rekening tersebut.
Modal Nanda
7.500.000 Investasi oleh
Nanda
Kas
7.500.000
a.
Aset
=
Ekuitas Pemilik
=
Nanda mendirikan perusahaan salon
kecantikan pada bulan Januari 2018
Salon nanda membeli sebidang tanah untuk digunakan sebagai pembangunan gedung kantor di masa yang akan datang sebesar Rp5.000.000
Modal Nanda
7.500.000
Kas
+ Tanah
7.500.000
Sal.
Aset
=
Ekuitas Pemilik
=
b.
(5.000.000) +5.000.000
Selama bulan ini, Salon Nanda membeli secara kredit perlengkapan sebesar Rp675.000. Perlengkapan yang digunakan dalam usaha salon termasuk sebagai unsur dari biaya dibayar di muka (prepaid expenses) dan kewajiban yang timbul yang disebut dengan utang dagang (account payable). Selanjutnya untuk piutang dagang disebut Account Receivable.
Perleng-
Utang
Modal
Kas + kapan + Tanah
Usaha Chris Clark
Aset
Ekuitas
Kewajiban + Pemilik
=
Sal..2.500.000
5.000.000
7.500.000
c.
+ 675.000
+675.000
Sal. 2.500.000
675.000 5.000.000
675.000
7.500.000
Nona Nanda memperoleh pendapatan jasa (service revenue) dengan memberikan jasa salon kepada pelanggannya. Selama bulan pertama menjalankan usaha, Nona Nanda memperoleh pendapatan jasa salon sebesar Rp3.750.000.
Perleng-
Utang
Modal
Kas + kapan + Tanah
Usaha Chris Clark
Aset
Ekuitas
Kewajiban + Pemilik
=
Sal. 2.500.000
5.000.000
7.500.000
c. +3.750.000 + 675.000
+675.000
+3.750.000
Sal. 6.250.000
675.000 5.000.000
675.000
11.250.000
Selama bulan itu, Nona Nanda membayar beban-beban sebagai berikut: Gaji Karyawan Rp1.062.500, sewa kantor Rp400.000, listrik dan telepon Rp225.000, dan rupa-rupa Rp137.500.
e.
–
1.825.000
–
1.062.500
–
400.000
–
225.000
–
137.500
Gaji
Sewa
Listrik
Rupa-rupa.
Aset
Ekuitas
Kewajiban + Pemilik
=
Sal. 6.250.000 675.000 5.000.000
675.000
11.250.000
=
Sal. 4.425.000 675.000 5.000.000
675.000
9.425.000
Perleng-
Utang
Modal
Selama bulan itu salon Nona Nanda membayar utang dagang (account payable) sebesar Rp475.000.
Aset
Ekuitas
Kewajiban + Pemilik
=
Sal. 4.425.000 675.000 5.000.000
675.000
9.425.000
f.
–
475.000
–
475.000
=
Sal. 3.950.000 675.000 5.000.000
200.000
9.425.000
Perleng-
Utang
Modal
Pada akhir bulan, jumlah perlengkapan yang masih ada sebesar Rp275.000. Perlengkapan yang dipakai selama bulan itu (Rp675.0000-Rp275.000) harus diperlakukan sebagai beban (expense).
Aset
Ekuitas
Kewajiban + Pemilik
=
Sal. 3.950.000 675.000 5.000.000
200.000
9.425.000
f.
- 400.000
400.000
=
Sal. 3.950.000 275.000 5.000.000
200.000
9.025.000
Perleng-
Utang
Modal
Pada akhir bulan Nona Nanda mengambil uang Rp1.000.000 dari perusahaan untuk keperluan pribadinya. Transaksi ini mengakibatkan penurunan dalam kas dan modal Nanda, Bagi perusahaan, pengambilan uang ini bukan merupakan beban (expense) dan biasanya disebut prive.
Aset
Ekuitas
Kewajiban + Pemilik
=
Sal. 3.950.000 275.000 5.000.000
200.000
9.025.000
f.
–
1.000.000
- 1.000.000
=
Sal. 2.950.000 275.000 5.000.000
200.000
8.025.000
Perleng-
Utang
Modal
Dari analisis transaksi yang terjadi pada Salon Nanda, dapat disusun
laporan keuangan (financial statements). Laporan keuangan
pokok untuk bentuk usaha perseorangan yang terdiri atas:
Laporan Laba Rugi (income statements). Merupakan ikhtisar dari pendapatan (revenue) dan
beban-beban (expenses)untuk suatu periode tertentu.
Laporan perubahan ekuitas
(statement of owner’s equity).
Merupakan ikhtisar dari
perubahan-perubahan dalam ekuitas atau modal yang terjadi
sekana waktu tertentu.
Neraca (balance sheet).
Merupakan suatu daftar yang
menunjukkan posisi keuangan (asset, kewajiban, dan ekuitas)
pada tanggal tertentu, biasanya pada penutupan hari terakhir dari
suatu bulan atau tahun tertentu.
Laporan arus kas (statement of cash flows). Merupakan ikhtisar
dari penerimaan dan pengeluaran kasuntuk suatu periode waktu tertentu, misalnya
sebulan atau setahun.
Pendapatan Jasa
Rp3.750.000
Beban Gaji
Rp1.062.500
Beban Perlengkapan
Rp400.000
Beban Listrik dan Telepon
Rp225.000
Beban Rupa-Rupa
Rp137.500
Beban Sewa
Rp400.000
Total Beban Operasi
Rp2.225.000
Laba Bersih
Rp1.525.000
Modal Nanda, 1 Januari 2018
Rp0
Investasi pada 1 Januari 2018
Rp7.500.000
Laba Bersih untuk bulan Januari
Rp1.525.000
Rp9.025.000
Dikurangi pengambilan prive
Rp1.000.000
Kenikan dalam ekuitas
Rp8.025.000
Modal Nanda, 31 Januari 2018
Rp8.025.000
Salon Nanda
Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk Bulan yang Berakhir 31 Januari 2018
Dari analisis transaksi yang terjadi pada Salon Nanda, dapat disusun
laporan keuangan (financial statements). Laporan keuangan
pokok untuk bentuk usaha perseorangan yang terdiri atas:
Laporan Laba Rugi (income statements). Merupakan ikhtisar dari pendapatan (revenue) dan
beban-beban (expenses)untuk suatu periode tertentu.
Laporan perubahan ekuitas
(statement of owner’s equity).
Merupakan ikhtisar dari
perubahan-perubahan dalam ekuitas atau modal yang terjadi
sekana waktu tertentu.
Neraca (balance sheet).
Merupakan suatu daftar yang
menunjukkan posisi keuangan (asset, kewajiban, dan ekuitas)
pada tanggal tertentu, biasanya pada penutupan hari terakhir dari
suatu bulan atau tahun tertentu.
Laporan arus kas (statement of cash flows). Merupakan ikhtisar
dari penerimaan dan pengeluaran kasuntuk suatu periode waktu tertentu, misalnya
sebulan atau setahun.
Dari analisis transaksi yang terjadi pada Salon Nanda, dapat disusun
laporan keuangan (financial statements). Laporan keuangan
pokok untuk bentuk usaha perseorangan yang terdiri atas:
Laporan Laba Rugi (income statements). Merupakan ikhtisar dari pendapatan (revenue) dan
beban-beban (expenses)untuk suatu periode tertentu.
Laporan perubahan ekuitas
(statement of owner’s equity).
Merupakan ikhtisar dari
perubahan-perubahan dalam ekuitas atau modal yang terjadi
sekana waktu tertentu.
Neraca (balance sheet).
Merupakan suatu daftar yang
menunjukkan posisi keuangan (asset, kewajiban, dan ekuitas)
pada tanggal tertentu, biasanya pada penutupan hari terakhir dari
suatu bulan atau tahun tertentu.
Laporan arus kas (statement of cash flows). Merupakan ikhtisar
dari penerimaan dan pengeluaran kasuntuk suatu periode waktu tertentu, misalnya
sebulan atau setahun.
Aset
Kewajiban
Kas
Rp2.950.000
Utang Dagang
Rp200.000
Perlengkapan
Rp275.000
Tanah
Rp5.000.000
Ekuitas
Modal Nanda
Rp8.025.000
Total Aset
Rp8.225.000
Total Kewajiban dan Ekuitas
Rp8.225.000
Salon Nanda
Laporan Neraca
Untuk Bulan yang Berakhir 31 Januari 2018
Dari analisis transaksi yang terjadi pada Salon Nanda, dapat disusun
laporan keuangan (financial statements). Laporan keuangan
pokok untuk bentuk usaha perseorangan yang terdiri atas:
Laporan Laba Rugi (income statements). Merupakan ikhtisar dari pendapatan (revenue) dan
beban-beban (expenses)untuk suatu periode tertentu.
Laporan perubahan ekuitas
(statement of owner’s equity).
Merupakan ikhtisar dari
perubahan-perubahan dalam ekuitas atau modal yang terjadi
sekana waktu tertentu.
Neraca (balance sheet).
Merupakan suatu daftar yang
menunjukkan posisi keuangan (asset, kewajiban, dan ekuitas)
pada tanggal tertentu, biasanya pada penutupan hari terakhir dari
suatu bulan atau tahun tertentu.
Laporan arus kas (statement of cash flows). Merupakan ikhtisar
dari penerimaan dan pengeluaran kasuntuk suatu periode waktu tertentu, misalnya
sebulan atau setahun.
Arus Kas dari Aktifitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 3750000 Pembayaran kas untuk kreditor dan karyawan -2300000 Arus kas bersih dari aktifitas operasi 1450000 Arus Kas dari Aktifitas Investasi
Tanah -5000000
Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan
Investasi pemilik 7500000 Pengambilan oleh pemilik -1000000
Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan 6500000
Kenaikan bersih dalam kas 2950000
Saldo kas 1 Januari 2018 0
Saldo kas 31 Januari 2018 2950000
Salon Nanda Laporan Arus Kas Untuk Bulan yang Berakhir 31 Januari 2018
Harus sama dengan jumlah di laporan neraca
Alat untuk Analisis dan Interpretasi Keuangan
Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik
memungkinkan pemilik perusahaan seperti Nona Nanda untuk menganalisis kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam kondisi bisnis yang buruk.
Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik = Total kewajiban
PENCATATAN TRANSAKSI
DENGAN AKUN
Akun (account), adalah media atau formulir yang paling utama dari akuntansi yang dipakai untuk tujuan pengikhtisaran transaksi. Dimana bentuk akun yang paling sederhana dan banyak digunakan adakah bentuk huruf besar
‘T’.
Kelompok akun yang digunakan dalam suatu perusahaan disebut buku besar (ledger).
Ledger merupakan kumpulan dari akun-akun perusahaan
yang saling berhubungan, dan dibagi dalam 2 kelompok.
a. Akun-akun neraca : Aset, kewajiban, dan Ekuitas
Daftar dari akun yang dipergunakan dalam suatu perusahaan dengan mencatumkan
seluruh nama akun dan nomor kodenya disebut dengan bagan akun (Chart of Accounts).
Akun-akun dalam bagan akun dapat diberi nomor dengan dua angka atau lebih. Kelompok aset biasanya diidentifikasi dengan nomor 1 yang berarti semua nomor akun aset dimulai dari nomor 1, kelompok kewajiban dimulai dengan nomor 2, kelompok ekuitas dengan nomor 3, kelompok pendapatan dengan nomor 4, dan kelompok beban dengan nomor 5. Sistem pemberian nomor akun ini harus fleksibel agar dapat menambahkan akun-akun baru di masa datang tanpa mengubah nomor-nomor akun-akun yang lama.
Sebagai contoh dari pemberian nomor akun, akun kas sebagai akun aset yang pertama diberi nomor 101, piutang dagang sebagai aset kedua dengan nomor 111, utang dagang sebagai akun kewajiban yang pertama diberi nomor 201, dan seterusnya.
Aturan Debit dan Kredit
Aturan debit dan kredit akan membantu kita dalam mencatat informasi kedalam buku besar. Aturan ini dapat dipahami secara lebih mudah dengan melihat penggunaannya pada akun-akun T yang tercakup dalam persamaan akuntansi berikut ini:
Pemindahbukuan dari Jurnal ke Buku Besar
Pemindahbukuan (Posting) berarti pemindahan jumlah uang dari jurnal ke akun-akun yang
bersangkutan dalam buku besar. Ini merupakan suatu tahap dari proses akuntansi, yakni setelah tahap pencatatan transaksi dalam buku harian atau jurnal. Transaksi setoran modal dari Nona Nanda yang telah dicatat dalam jurnal pada contoh sebelumnya dapat kita jadikan contoh. Berikut gambarannya:
Tahap pemindahbukuan dari transaksi setoran modal diatas, berikutnya akan dilanjutkan dengan menggunakan format jurnal standar dan buku besar bentuk empat kolom. Prosedur pemindahbukuan untuk transaksi diatas dari jurnal ke buku besar, dengan menggunakan format jurnal bentuk standar dan akun buku besar dalam bentuk empat kolom, dapat digambarkan pada slide berikutnya:
Kas
Modal Nanda
Pemindahbukuan ke buku besar
7500000
7500000
Kas Modal Nona Nanda
Pemindahbukuan dari Jurnal ke Buku Besar
1). Catat tanggal yang tercantum dalam jurnal ke dalam kolom “Tanggal” pada akun yang
bersangkutan (Dalam contoh di atas adalah akun Kas)
2). Catat nomor halaman dengan singkatan j1 (jurnal halaman 1) kedalam kolom “Ref” pada akun
yang bersangkutan.
3). Catat jumlah yang di debit dalam jurnal ke dalam kolom “Debit” pada akun yang bersangkutan. 4). Catat nomor kode akun (nomor akun kas adalah 101) ke dalam kolom “Ref” pada jurnal.
5). Keterangan singkat dari transaksi diambil dari keterangan dalam jurnal.
Hal : 1
Nama Akun dan
Keterangan Ref Debit Kredit
Kas 101 7500000
Modal Nanda 301 7500000 Penyetoran modal awal
Nomor Akun : 101
Debit Kredit
Nomor Akun : 301
Debit Kredit
7500000 (4)
(2)
2008
Jan 2 Setoran modal j 1 7500000
Kas
Modal Nanda
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo Saldo Kredit
Ref
2008
Jan (1) 2 Setoran modal (5) j 1 7500000 7500000
Ilustrasi dari Pencatatan Transaksi Dalam Jurnal dan Memindahbukukan ke Buku Besar pada Salon Nanda
Ayat Jurnal : Kas 7500000
Modal Nanda 7500000
Buku Besar :
3/12 7500000 3/12 7500000
Ayat Jurnal : Kas 5000000
Pembelian Tanah 5000000
Buku Besar :
3/12 7500000 4/12 5000000 4/12 5000000
5000000
Ayat Jurnal : Perlengkapan 675000
Utang Dagang 675000
Buku Besar :
5/12 675000 5/12 675000
Ayat Jurnal : Pendapatan Jasa 3750000
Kas 3750000
Buku Besar :
6/12 3750000 3/12 7500000 4/12 5000000
3750000 6/12 3750000
Ayat Jurnal : Beban Operasional 1825000
Kas 1825000
Buku Besar :
7/12 1825000 3/12 7500000 4/12 5000000 6/12 3750000 7/12 1825000 Perlengkapan Utang Dagang
Ayat Jurnal : Utang Dagang 475000
Kas 475000
Buku Besar :
8/12 475000 5/12 675000 3/12 7500000 4/12 5000000
200000 6/12 3750000 7/12 1825000 8/12 475000
Ayat Jurnal : Perlengkapan 400000
Beban Operasional 400000
Buku Besar :
5/12 675000 9/12 400000 7/12 1825000
275000 9/12 400000
2225000
Ayat Jurnal : Kas 1000000
Modal Nanda 1000000
Buku Besar :
3/12 7500000 4/12 5000000 10/12 1000000 3/12 7500000 6/12 3750000 7/12 1825000 6500000
Ilustrasi dari Pencatatan Transaksi Dalam Jurnal dan Memindahbukukan ke Buku Besar pada Salon Nanda
Untuk memperoleh keyakinan yang lebih besar bahwa bagian dari siklus atau proses akuntansi yaitu dimulai dari penjurnalan dan pemindahbukuan ke akun-akun buku besar pada sisi debit dan kredit, telah dilaksanakan dengan tanpa kesalahan, maka salah satu caranya adalah dengan menyusun neraca saldo.
Nanda Salon Neraca Saldo
2018
Nama Akun Debit Kredit
Kas Rp2.950.000
Modal Nanda Rp6.500.000
Tanah Rp5.000.000
Perlengkapan Rp275.000
Utang Dagang Rp200.000
Pendapatan Jasa Rp3.750.000
Beban Operasional Rp2.225.000
MANAJEMEN KEUANGAN
Seorang manajer keuangan seyogyanya mengetahui cukup mendalam seluk-beluk laporan keuangan (neraca, laba-rugi, dan arus kas). Ia harus dapat membaca laporan keuangan, sekaligus memanfaatkan seoptimal mungkin informasi yang diperoleh dari laporan keuangan untuk pengambilan keputusan keuangan.
Pencatatan transaksi keuangan dapat didasarkan pada salah satu dari dua macam metode: dasar kas (cash basis) dan dasar akrual (accrual basis). Dalam dasar kas, transaksi diakui jika kas pendapatan (revenue) telah diterima dan kas beban (expenses) sudah dibayarkan. Prinsip dasar akrual adalah penyamaan (matching) perbedaan waktu antara manfaat yang diterima dan beban yang harus dibayarkan. Sebagai contoh, penjualan barang dagangan secara kredit telah dicatat sebagai pendapatan-sekalipun kasnya belum diterima-karena beban untuk barang dagangan itu (harga pokok penjualan) sudah dikeluarkan pada periode yang bersangkutan. Sebaliknya, utang gaji (gaji yang masih harus dibayar) sudah dianggap sebagai beban-walaupun kasnya belum dibayarkan-karena perusahaan telah menerima manfaat dari pekerjaan pegawainya pada periode itu. Dua laporan keuangan yang umumnya memakai dasar akrual adalah laporan laba-rugi (profit and loss statement) dan neraca (balance sheet). Sementara itu, laporan arus kas
MANAJEMEN KEUANGAN
Laporan Laba-Rugi
Laporan yang menunjukkan kegiatan operasi perusahaan pada periode tertentu, terbagi dalam dua bagian utama. Pertama, pendapatan, yang meliputi pendapatan operasi (berasal dari aktifitas penjualan) dan pendapatan non-operasi, misalnya, hasil penjualan aktiva tetap). Pendapatan operasi (penjualan) biasanya dinyatakan dalam istilah penjualan bersih, yakni penjualan mula-mula dikurangi oleh potongan penjualan dan retur penjualan. Kedua, beban-beban, yang mencakup harga pokok penjualan, beban operasi (beban penjualan dan beban administrasi), beban bunga, dan pajak.
Laporan Neraca
Utang dan ekuitas dicatat di sebelah kanan atau bagian bawah neraca. Utang meliputi utang lancar (misalnya, utang usaha, utang gaji, dan utang pajak) serta utang jangka panjang (misalnya, hipotik dan obligasi). Sementara itu, ekuitas untuk perusahaan perseroan terbatas mencakup saham preferen, saham biasa, tambahan modal disetor, dan laba tertahan.
Penjualan bersih X
Harga pokok penjualan (X)
Laba kotor X
Beban operasi:
Beban penjualan X
Beban umum administrasi X
Jumlah beban operasi (X)
Laba operasi (laba sebelum bunga dan pajak) X
Beban nonoperasi:
Beban bunga (X)
Laba sebelum pajak X
Pajak (X)
Laba bersih setelah pajak XX
Dividen saham preferen (XX)
Beban Penyusutan
Beban penyusutan (depreciation expense) adalah alokasi atas harga perolehan suatu aktiva tetap. Karena hanya merupakan alokasi (penyebaran) beban, tidak adal lagi kas yang keluar pada saat beban penyusutan ditetapkan untuk suatu periode tertentu.
Apablia harga sebuah mobil adalah Rp200 juta dan mobil diperkirakan dapat dipakai secara ekonomis selama lima tahun; maka setiap tahun selama lima tahun kedepan perusahaan akan mengalokasikan jumlah Rp200 juta sedemikian rupa sehingga seolah-olah setiap tahun perusahaan ‘mengangsur’ mobil itu. Dua dari beberapa metode perhitungan penyusutan adalah metode garis lurus (straight line) dan metode saldo menurun(declining balance).
Straight Line
Harga perolehan : Harga beli aktiva tetap ditambah biaya pemasangan dan semua beban yang terkait dengan pembelian aktiva tetap.
Nilai sisa : Perkiraan harga jual aktiva tetap jika aktiva tersebut telah habis umur ekonomisnya.
Umur ekonomis : Masa pemakaian aktiva tetap yang paling optimal.
Jika nilai sisa dianggap nol, rumus diatas dapat dinyatakan demikian:
Misalnya, umur ekonomis suatu aktiva tetap lima tahun, penyusutan aktiva yang bersangkutan ialah 1/5 (20%) x harga perolehannya. Dengan demikian, jika dalam metode garis lurus ditemui suatu persentase tertentu, itu adalah ungkapan lain dari umur ekonomisnya; 10% berarti umur ekonomisnya sepuluh tahun (1/10), dan seterusnya.
Penyusutan = Harga Perolehan - Nilai Sisa Umur Ekonomis
Beban Penyusutan
Saldo menurun
Penyusutan = 50% x (Harga Perolehan – Akumulasi penyusutan) 1
Akumulasi penyusutan : Jumlah beban penyusutan dari tahun ke tahun.
Tingkat Pajak
Besarnya tarif atau tingkat pajak yang harus dibayarkan oleh sebuah perusahaan di Indonesia didasarkan atas ketentuan yang tertuang dalam pasal 17 UU PPh, yaitu 2
Lapisan Penghasilan Kena Pajak (dalam setahun)
- Sampai dengan Rp25.000.000,00 10%
- Diatas Rp25.000.000,00 sampai dengan Rp50.000.000,00 15%
- Diatas Rp50.000.000,00 30%
Sebagai contoh, apabila PT A berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2.050.000.000,00 pada akhir tahun 2007, perusahaan tersebut diwajibkan membayar pajak sebesar:
10% x Rp25.000.000,00 = Rp2.500.000,00 15% x Rp25.000.000,00 = Rp3.750.000,00 30% x Rp.2.000.000.000,00 = Rp600.000.000,00
Rp606.250.000,00
---1 Harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dinamakan nilai buku (book value).
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Konsep dasar nilai waktu uang
(time value of money)
meliputi :
1.
Nilai mendatang
(Future Value/ FV) atau disebut juga Compounding/
pemajemukan
,
dibedakan menjadi 2 yakni
nilai tunggal
dan
nilai anuitas
(suatu pembayaran atau penerimaan arus kas yang
HARUS
mengandung
unsur : jumlah uangnya sama dan periode waktunya sama atau tidak
berubah). Untuk anuitas sendiri perlu dibedakan terlebih dahulu apakah
pemebayaran/ penerimaan arus kas terjadi pada akhir tahun
(ordinary
annuity/ anuitas biasa
atau
deferred annuity/ anuitas tertunda)
atau awal
tahun
(annuity due/ anuitas jatuh tempo).
2.
Nilai sekarang
(Present Value/ PV) atau disebut juga Discounting/
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Teori/ Konsep
1. Nilai mendatang
(Future Value/ FV).
Untuk mempermudah penyelesaian
atas kasus nilai waktu uang, perhatikan garis waktu berikut.
0 : awal tahun ke-1
1 : awal tahun ke-2 atau akhir tahun ke-1
2 : awal tahun ke-3 atau akhir tahun ke-2
3 : awal tahun ke-4 atau akhir tahun ke-3
Anggap tingkat bunga nominal 10% per tahun dan besarnya tetap
selama tiga tahun kedepan. Jika PT A menyimpan uang sebesar Rp.100,00
pada
awal tahun
ke-1 saja, berapa uang perusahaan itu pada akhir tahun
ke-1, ke-2, dan ke-3. Berikut gambarannya.
Kita bisa menggunakan rumus FV atau tabel keuangan.
0 1 2 3
? ?
0 1 2 3
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
FVn = P x (1+k)n = P x FVIF k,n
FVn = nilai mendatang pada tahun ke n
P = jumlah arus kas masuk atau arus kas keluar
k = tingkat bunga
n = tahun
FVIF = Future Value Interest Factor (Faktor bunga FV)
Dengan rumus FV, besar uang PT A pada akhir tahun ke-1, ke-2, dan ke-3 :
FV1 = 100(1+10%)1 = Rp110,00
FV2 = 100(1+10%)2 = Rp121,00
FV3 = 100(1+10%)3 = Rp133,10
Jika melihat tabel keuangan, kita akan memperoleh masing-masing angka FVIF untuk
tiap tahunnya di tingkat bunga 10%. Cara lain ialah dengan menggunakan financial
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Nilai mendatang (Future Value/ FV) Anuitas Biasa (Tertunda)
Misalnya, PT A menyimpan uang sebesar Rp100,00 pada setiap akhir tahun, dari akhir tahun 1 hingga akhir tahun ke-3. Berapa uang perusahaan itu pada akhir tahun ke-3?.
Dengan menggunakan rumus FV, kita dapat menghitung demikian:
FV1-3 = 100(1+10%)2 = 121
FV2-3 = 100(1+10%)1 = 110
FV3-3 = 100(1+10%)0 = 100
= 331
Rumus FVA untuk Anuitas Biasa
FVAn = nilai mendatang anuitas pada tahun ke n
FVIFA = future value interest factor annuity (faktor bunga FVA)
Dengan rumus FVA untuk anuitas biasa, besarnya uang PT A di akhir tahun ke-3 adalah :
TIFOSILINUX.WORDPRESS.COM
FVAn = P x (1+k)n– 1 = P x FVIFAk,n
k
FVA3 = 100 x (1+10%)3– 1 = 100 x 3,31 = Rp331,00
10%
100 100 100
0 1 2 3
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Nilai Mendatang Anuitas Jatuh Tempo (Annuity Due)
Misalnya, PT A memutuskan untuk menyimpan uangnya sebesar Rp100,00 pada setiap awal tahun, dari awal tahun ke-1, ke-2, dan ke-3. Berupa uang perusahaan itu pada akhir tahun ke-3 ?
Dengan menggunakan rumus FV, kita dapat menghitung demikian:
FV0-3 = 100(1+10%)3 = 133,10
FV1-3 = 100(1+10%)2 = 121
FV2-3 = 100(1+10%)1 = 110
= 364,10
Rumus FVA untuk Anuitas Jatuh Tempo
Jika kasus FVA jatuh tempo hendak diselesaikan dengan tabel, maka angka FVIFA pada tabel harus dikalikan dulu dengan (1+k).
100 100 100 ?
0 1 2 3
FVAn = P x (1+k)n– 1 x (1+k) = P x FVIFAk,n
k
FVA3 = 100 x (1+10%)3– 1 x (1+10%) = Rp364,10
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Teori/ Konsep
2. Nilai Sekarang (Present Value/ PV)
Nilai sekarang sebenarnya hanya kebalikan dari nilai mendatang. Anggaplah PT A akan menerima uang sebesar RP133,00 pada akhir tahun ke-3 mendatang. Bila tingkat bunga 10% per tahun dan besarnya tetap selama tiga tahun ke depan, berapa nilai uang sebesar Rp133,10 itu jika diterima di awal tahun sekarang?
Jika dikaitkan dengan kasus PT A yang pertama, secara intuitif kita duga bahwa nilai sekarang dari Rp133,10 itu adalah Rp100,00. Hasil itu diperoleh dengan menggunakan rumus PV atau tabel keuangan :
Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity/ PVA)
Seperti halnya nilai mendatang anuitas, nilai sekarang anuitas juga harus dibedakan atas anuitas biasa atau anuitas tertunda (pada akhir tahun), atau anuitas jatuh tempo (pada awal tahun).
100 100 100 ?
0 1 2 3
PVn = P x 1 = P x (1+k)-n = P x PVIFk,n
(1+k)n
PV0-3 = 133,1 x 1 = 133,1 x (1+10%)-3 = Rp100,00
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Nilai Sekarang (Present Value/ PV) Anuitas Biasa
PT A kini akan menerima uang sebesar Rp100,00 setiap akhir tahun selama tiga tahun berturut-turut. Berapa nilai sekarang (pada awal tahun ke-1) dari anuitas tersebut?
Dengan menggunakan rumus FV, kita dapat menghitung demikian (terlebih dahulu pahami perhitungan pangkat minus):
FV0-1 = 100(1+10%)-1 = 90,909
FV0-2 = 100(1+10%)-2 = 82,645
FV0-3 = 100(1+10%)-3 = 75,131
= 248,685 (≡ 248,69)
Rumus PVA untuk Anuitas Biasa
PVAn = nilai sekarang anuitas pada tahun ke n
PVIFA = Present Value Interest Factor Annuity (faktor bunga PVA)
TIFOSILINUX.WORDPRESS.COM
? 100 100 100
0 1 2 3
PVAn = P x 1 - (1+k)-n = P x PVIFAk,n
k
PVA3 = 100 x 1 - (1+10%)-3 = 100 x 2,4869 = Rp248,69
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Nilai Sekarang (Present Value/ PV) Anuitas Jatuh Tempo
PT A kini akan menerima uang sebesar Rp100,00 setiap awal tahun selama tiga tahun berturut-turut. Berapa nilai sekarang (pada awal tahun ke-1) dari anuitas tersebut?
Dengan menggunakan rumus FV, kita dapat menghitung demikian (terlebih dahulu pahami perhitungan pangkat minus):
FV0 = 100(1+10%)0 = 100
FV0-1 = 100(1+10%)-1 = 90,909
FV0-2 = 100(1+10%)-2 = 82,645
= 273,554
Rumus PVA untuk Anuitas Jatuh Tempo
Jika kasus PVA jatuh tempo hendak diselesaikan dengan tabel, maka angka PVIFA pada tabel harus dikalikan dulu dengan (1+k).
?
100 100 100
0 1 2 3
PVAn = P x 1 - (1+k)-n x (1 + k) = P x PVIFAk,n
k
PVA3 = 100 x 1 - (1+10%)-3 x (1 + 10%) = Rp273,55
TIFOSILINUX.WORDPRESS.COM
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Disamping itu, terdapat dua kasus khas yang berkaitan dengan nilai sekarang anuitas :
a). Perpetuity (Perpetuitas) : nilai sekarang anuitas jika tahun waktunya kontinu
b). Loan Amortization (Amortisasi Utang) : perhitungan bunga dan saldo utang yang
dibayarkan secara angsuran dengan jumlah tetap.
Waktu kurang dari setahun
Tingkat bunga per tahun
berbeda
Pemajemukan serta pendiskontoan
yang kontinu.
Kasus Khusus
Nilai Waktu
Uang
PVAk,∞ = 1
K
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Waktu Kurang dari Setahun
Jika waktu penerimaan atau pembayaran kurang dari satu tahun (misalnya, enam bulan), rumus FV harus disesuaikan demikian :
Misalnya, untuk waktu enam bulan, m = 12/ 6 = 2. Tingkat bunga k sekarang menjadi k/2, kemudian (1 + k/2) dipangkatkan n x 2.
Tingkat Bunga per Tahun Berbeda
Misalnya, K1 adalah tingkat bunga pada tahun 1, K2 tingkat bunga pada tahun 2, K3 tingkat bunga pada tahun 3, Andai sebuah perusahaan mendepositokan kasnya sebesar Rp Z pada awal tahun ke 1, dan membayarnya selama tiga tahun kedepan. Maka uang perusahaan itu pada akhir tahun ke-3 adalah:
Rp Z
FV3 = Rp Z (1+ K1) (1+ K2) (1+ K3)
k1 k2 k3
0 1 2 3
FVn = P x ( 1 + k ) n x m = P x FVIF k/m, n x m
MANAJEMEN KEUANGAN
Nilai Waktu Uang
Pemajemukan dan Pendiskontoan yang Kontinu
Kasus sebelumnya selalu mengandaikan bahwa bunga dimajemukan dan didiskontokan secara diskrit (setiap tahun sekali, setiap enam bulan sekalim dan seterusnya). Jika bunga dimajemukan secara kontinu (dari detik ke detik, bahkan lebih kecil dari satu detik), rumus untuk FV sekarang menjadi :
MANAJEMEN KEUANGAN
Contoh Kasus Nilai Waktu Uang
Jika kita meminjam uang di bank untuk mengembangkan usaha sebesar Rp150.000.000,00 selama empat tahun, dan bank menetapkan bunga sebesar 12% per tahun dengan angsuran tetap setiap akhir tahun. Kita bisa menganalisis tabel amortisasi utang sebagai berikut :
Angsuran per tahun = 150 / PVIFA12%,4 = 150 / 3,0373 = 49,39
Tabel Amortisasi Utang (dalam juta rupiah)
Dapat kita ketahui bahwa Total angsuran (49,39 x 4) memiliki selisih dengan total pinjaman sekitar 47,56 dimana 47,56 ini merupakan total bunga yang masuk ke nilai angsuran yang setiap tahun kita bayar. Untuk pokok utang (angsuran bersihnya) sendiri jika ditotal sama dengan Rp149,93 juta.
Catatan : Nilai saldo terakhir seharusnya Nol. Kalaupun ada angka yang masih
tersisa, itu akibat faktor pembulatan semata. Tahun Saldo Awal Angsuran Bunga Pokok Utang Saldo Akhir
1 2 3 4 5 6
(12% x 2) (3-4) (2-5)
1 Rp150,00 Rp49,39 Rp18,00 Rp31,39 Rp118,61
2 Rp118,61 Rp49,39 Rp14,23 Rp35,16 Rp83,45
3 Rp83,45 Rp49,39 Rp10,01 Rp39,38 Rp44,08
SEBUAH PERSEMBAHAN :
1. Mengenal Java Sebagai Pemrograman Berorientasi Objek dan
Implementasi Thread di Lingkungan UNIX/ Linux.
2. Implementasi SMS Gateway dengan Kannel dan Modem
WAVECOM di Linux OpenSuSE 11.2.
3. Mengenal PL (Procedural Language)/ SQL.
4. Metode Praktis Penetapan Nishab Zakat.
5. Panduan Sholat dan Hadits Shahih - Mengevaluasi Cara Sholat
Kita.
6. Cloud Computing dengan VMWare - Panduan dan Implementasi.
7. Vcenter Server Appliance
8. Esensi Sholat Berjama’ah
9. Raih Dunia dengan Superkomputer di Linux Native - Catch The