BIMBINGAN TEKNIS
PENGELOLAAN KEUANGAN
DAERAH DAN KEBENDAHARAAN
Dinas Pendapatan dan Pengelolaan
Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah
KEDUDUKAN, FUNGSI DAN TUGAS BENDAHARA
PENGELUARAN PEMBANTU
1) BPP ditunjuk untuk melaksanakan sebagian tugas dan wewenang Bendahara Pengeluaran dan ditetapkan
berdasarkan SK Gubernur.
2) Dalam pelaksanaan tugasnya BPP bertanggungjwab terhadap Bendahara Pengeluaran.
3) BPP di UP3AD bertanggungjawab atas penggunaan uang yang dikelolanya kepada Bendahara
Pengeluaran dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan masing-masing BPP yang ada di kantor Pusat. 4) BPP bertugas menerima dan menyimpan Uang
Persediaan yang berasal dari TU dan/atau pelimpahan UP dari Bendahara Pengeluaran
5) Melaksanakan pembayaran dari Uang Persediaan yang dikelolanya.
6) Meneliti kelengkapan dokumen pendukung atas
TUGAS KASUBAG TU SEBAGAI
VERIFIKATOR DI UP3AD
1) Meneliti kelengkapan dokmen SPJ
dan keabsahan bukti-bukti
pengeluaran yang dilampirkan.
2) Menguji kebenaran perhitungan atas
pengeluaran per rincian obyek.
AZAS UMUM PENATAUSAHAAN
PELAKSANAAN APBD
1.
Bendahara Pengeluaran / Bendahara
Pengeluaran Pembantu wajib
menyelenggarakan penatausahaan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
2.
Penatausahaan keuangan dilakukan
menggunakan aplikasi
Sistem Informasi
Pengelolaan Keuangan Daerah
TEKNIS PENATAUSAHAAN DENGAN
APLIKASI SIPKD
1) Dengan alasan kepraktisan maka ditunjuk Operator SIPKD yang fungsinya membantu melakukan
penatausahaan bagi seluruh Bendahara baik yang di pusat maupun di UP3AD.
2) Sebagai konsekwensinya maka setiap terjadi transaksi keluar/masuk uang masing-masing
Bendahara harus memberikan info disertai copy bukti transaksi (dengan mencantumkan Nama
Bendahara) kepada Operator SIPKD secara real time.
3) Bagi Bendahara yang ada di UP3AD bisa mengirim copy bukti transaksi via fax/email ke
[email protected] dan [email protected]
4) Hal tersebut dimaksudkan agar terjadi kesamaan antara laporan secara manual dengan laporan melalui SIPKD.
5) Namun apabila hal tersebut dirasa berat/tidak bisa dilakukan maka tanggungjawab penatausahaan
Setiap pengeluaran belanja harus memperhatikan pagu
anggaran. Penentuan pagu anggaran per bulan bisa dihitung dengan cara total pagu anggaran dibagi 12.
Dalam pembelian surat kabar harus memperhatikan
relevansi jenis surat kabar yang dibeli dengan kegiatan operasional kantor. Jangan membeli majalah gosip.
Belanja Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diusahakan
menggunakan voucher dengan cara membuat MoU terlebih dahulu dengan pihak SPBU.
Selama MoU belum terbit, belanja BBM agar dilengkapi
dengan print out elektrik dari SPBU bukan nota manual.
Rekap pemakaian BBM disesuaikan dengan pemegang
kendaraan.
Rekap BBM harus mencantumkan jumlah volume
penggunaan (liter) tanpa mencantumkan nilai (rupiah) dan Kasubag TU sebagai penanggung jawab.
Semua kegiatan pemeliharaan harus menggunakan
SPK berapa pun nilainya.
Dalam penulisan kode rekening belanja harus
disesuaikan dengan kode rekening yang ada di DPA tanpa ditambah/dikurangi.
Standard Biaya Tenaga Kerja minimal : Rp. 550.000,-
per orang per bulan, maksimal : menyesuaikan pagu anggaran.
HAL-HAL YANG HARUS
LAPORAN BENDAHARA PENGELUARAN
PEMBANTU
1)
Laporan SPJ
Laporan Realisasi Belanja yang berisi Bukti
Transaksi Belanja, Bend. 22, Buku Rincian
Obyek Belanja dan Daftar Pengumpul (LPJ)
2)
Laporan Akhir Bulan :
a. Tembusan BKU
b. Register Penutupan Kas
c. Laporan Pajak
BPP di UP3AD membuat laporan secara periodik yang disampaikan kepada Bendahara Pengeluaran dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan BPP di Kantor Pusat.
1.Laporan SPJ
- Disusun urut per tanggal transaksi berdasarkan
jenis kegiatan dan belanja masing-masing.
- Laporan SPJ dipisah untuk masing-masing program, disusun rapi dan dimasukkan kedalam map
snelhechter
- Bagian depan map ditulis Nama UP3AD, Nama Laporan, Nama Program dan Periode Laporan.
1.Laporan SPJ (…Lanjutan)
-
Apabila terjadi kesalahan/dokumen tidak
lengkap, maka harus segera
dikoreksi/dilengkapi dan diterima kembali oleh
kantor pusat paling lambat tanggal 11 bulan
berikutnya.
-
Penyampaian laporan disesuaikan dengan
jadwal yang telah ditetapkan.
-
Laporan sudah harus diterima oleh BPP kantor
pusat paling lambat jam 17.00 wib.
-
Penyampaian laporan yang tidak sesuai
dengan jadwal dan waktu yang telah
JADWAL LAPORAN SPJ UP3AD
KE KANTOR PUSAT
Tanggal 23 :
- Koordinator Magelang - Koordinator Surakarta
Tanggal 24 :
- Koordinator Pati
- Koordinator Semarang
Tanggal 25 :
2.Laporan Penutupan Akhir Bulan :
- Berisi tembusan BKU lembar ke-3, Laporan
Pajak dan Register Penutupan Kas dilampiri
print out Rekening Bank untuk
masing-masing UP3AD
-
Laporan sudah harus diterima di Kantor
Pusat selambat-lambatnya tanggal 11 bulan
berikutnya.
-
Laporan disusun rapi dan dimasukkan ke
dalam map.
-
Bagian depan map ditulis Nama UP3AD,
PEMBUKUAN BENDAHARA PENGELUARAN
PEMBANTU
Pembukuan Belanja oleh BPP terdiri dari : 1) Buku Kas Umum (BKU)
2) Buku Pembantu BKU : a. Buku Pembantu Bank
b. Buku Pembantu Kas Tunai c. Buku Pembantu Pajak
d. Buku Pembantu Panjar
e. Buku Pembantu Rincian Obyek Belanja
Dokumen yang Digunakan Sebagai Dasar Pembukuan : 1. SP2D TU/LS
FORMULA PEMBUKUAN
BKU
=
Jenis Transaksi
•
Pembukuan Pelimpahan UP/GU
•
Pembukuan Belanja Menggunakan
Uang Persediaan
•
Pembukuan SP2D LS Barang dan Jasa
PELIMPAHAN
BKU : kolom penerimaan
Buku Pembantu Kas Tunai/Bank :
kolom penerimaan
Pembukuan Belanja dengan
Menggunakan
Uang Persediaan
Pembayaran Belanja Melalui Uang Panjar
Pembayaran Belanja Tanpa Melalui Uang
Belanja Melalui Uang Panjar
BKU
: kolom pengeluaran
Pembukuan Pertanggungjawaban
Uang Panjar
Mencatat Pengembalian Panjar
•
BKU – kolom penerimaan
•
Buku Panjar – kolom penerimaan
Jumlah yang dicatat yaitu sebesar
Mencatat Belanja yang Sebenarnya
Terjadi :
•
BKU – kolom pengeluaran
•
Buku Rincian Obyek Belanja
Apabila Uang Panjar > Realisasi
Belanja,
PPTK mengembalikan sisa uang
panjar yang dia terima :
•
Buku Kas Tunai – kolom penerimaan,
Bila Uang Panjar < Realisasi
Belanja maka,
BPP membayar kekurangannya
kepada PPTK.
•
Buku Kas Tunai – kolom pengeluaran,
Pembayaran Belanja
Tanpa Melalui Uang Panjar
Berdasarkan bukti-bukti belanja yang
disiapkan PPTK :
•
BKU – kolom pengeluaran
•
Buku Kas Tunai – kolom pengeluaran
•
Buku rincian Obyek Belanja – kolom
Apabila ada pemungutan pajak
atas belanja maka dilakukan
pembukuan sebesar jumlah PPn /
PPh yang dipungut :
•
BKU – kolom penerimaan
•
Buku Pajak – Kolom Penerimaan
Pada Saat Penyetoran Pajak :
•
BKU – kolom pengeluaran
PENATAUSAHAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA
PENGELUARAN DAN BENDAHARA PENGELUARAN
PEMBANTU
1. Bendahara Pengeluaran wajib
menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh pengeluaran uang dalam rangka
pelaksanaan APBD
2. Berdasarkan SPD, Bendahara Pengeluaran mengajukan SPP kepada PPK
3. Pengajuan SPP terdiri dari : a. SPP-UP
PENATAUSAHAAN
PENGELUARAN
1) PENGAJUAN SPP UP
a. Diajukan oleh Bendahara Pengeluaran kepada PPK SKPD pada permulaan Tahun Anggaran
b. Maksimal 1/12 dari pagu anggaran setelah dikurangi belanja LS.
2) PENGAJUAN SPP GU
a. Diajukan apabila realisasi belanja UP telah mencapai minimal 75% dari toatal UP.
b. Besarannya sesuai dengan jumlah belanja yang sudah terealisasi
c. SPP GU dapat untuk satu kegiatan tertentu atau beberapa kegiatan sekaligus.
d. PengajuanSPP-GU harus dilengkapi : - Bukti-bukti yang lengkap dan sah - LPJ UP yang telah disahkan.
3) PENGAJUAN SPP TU
a. Diajukan untuk menambah Uang Persediaan.
b. Digunakan untuk kebutuhan satu bulan dan tidak digunakan untuk membiayai pengeluaran yang menurut peraturan harus harus dibayarkan dengan SPP-LS.
c.
4) PENGAJUAN SPP GU
a. Diajukan apabila realisasi belanja UP telah mencapai minimal 75% dari toatal UP.
b. Besarannya sesuai dengan jumlah belanja yang sudah terealisasi
c. SPP GU dapat untuk satu kegiatan tertentu atau beberapa kegiatan sekaligus.
d. PengajuanSPP-GU harus dilengkapi : - Bukti-bukti yang lengkap dan sah - LPJ UP yang telah disahkan.