LAPORAN HASIL AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
OPTIMALISASI PENATAAN ARSIP SURAT PERINTAH TUGAS MELALUI PENGKLASIFIKASIAN DI GOOGLE DRIVE
PADA INSPEKTORAT KABUPATEN BUTON SELATAN
Oleh :
RESTI ARNIANTI, S.Ak NDH : 05
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CVI TAHUN 2021
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KENDARI 2021
LEMBAR PERSETUJUAN HASIL AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
OPTIMALISASI PENATAAN ARSIP SURAT PERINTAH TUGAS MELALUI PENGKLASIFIKASIAN PADA GOOGLE DRIVE
DI INSPEKTORAT KABUPATEN BUTON SELATAN
Oleh :
RESTI ARNIANTI, S.Ak NDH : 05
Telah disetujui untuk diseminarkan tanggal : 9 Juni 2021
di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara.
Coach Mentor
Dr. Misnawati Lily, M.Si Wa Ode Farni, SE
NIP 19731228 199201 2 001 NIP 1981114 200012 2 002
LEMBAR PENGESAHAN HASIL AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
OPTIMALISASI PENATAAN ARSIP SURAT PERINTAH TUGAS MELALUI PENGKLASIFIKASIAN PADA GOOGLE DRIVE
DI INSPEKTORAT KABUPATEN BUTON SELATAN
Oleh :
RESTI ARNIANTI, S.Ak NDH : 05
Telah diperbaiki sesuai saran Penguji, Coach dan Mentor
Pada Seminar Hasil Aktualisasi yang dilaksanakan pada tanggal : 13 Agustus 2021 dan dinyatakan memenuhi syarat untuk di aktualisasikan pada Pelatihan Dasar CPNS
Golongan III Angkatan CV Tahun 2021
PENGUJI COACH MENTOR
Ir. H. AMIR MAS’UM DR. MISNAWATI LILY, M.Si WA ODE FARNI, SE NIP 19671001 199303 1 008 NIP 19731228 199201 2 001 NIP 1981114 200012 2 002
Mengetahui,
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
SYAHRUDDIN NURDIN, SE NIP 19660621 199012 1 002
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai bentuk implementasi reformasi kepegawaian untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik serta selalu mengedepankan kepentingan negara dan masyarakat, diperlukan ASN yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, maupun menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu melaksanakan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa bersadarkan pancasila dan UUD 1945.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan merujuk Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) UU ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PP Manajemen PNS), menjelaskan bahwa CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses Diklat Terintegrasi (Latihan Dasar) untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan sebuah Penyelenggaraan Pelatihan Dasar (latsar) yang inovatif dan terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja. Diharapkan peserta Pelatihan Dasar mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktulisasikan, membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya.
Peserta latsar mengikuti proses pembelajaran yang mencakup nilai-nilai dasar profesi PNS yang disebut dengan ANEKA yakni: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Oleh sebab itu sebagai peserta diklat yang telah terbentuk dalam diklat Pola Baru ini diwajibkan untuk membuat laporan aktualisasi yang sesuai dengan tempat tugas masing – masing peserta diklat. Dalam hal ini, Penulis melakukan aktualisasi pelayanan pada bidang keuangan sebagai seorang analis keuangan di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan.
Inspektorat memiliki tugas pokok membantu Bupati dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh organisasi perangkat daerah. Susunan organisasi Inspektorat Daerah terdiri atas Inspektur, Sekretariat yang terdiri dari Sub Bagian Program dan Pelaporan dan Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan, Inspektur Pembantu terdiri atas Inspektur Pembantu Wilayah I, Inspektur Pembantu Wilayah II, Inspektur Pembantu Wilayah III, Inspektur Pembantu Investigasi, Kelompok Jabatan Fungsional.
Fungsi arsip sebagai ingatan, pusat informasi dan sumber sejarah perlu dikelola dengan baik agar dapat memperlancar seluruh kegiatan dan proses pekerjaan kantor yang berhasil guna dan berdaya guna.
Penataan arsip merupakan suatu hal yang berpengaruh besar dalam suatu kantor karena dengan adanya
penataan arsip maka pekerjaan kantor berjalan dengan lancar. Tugas-tugas kearsipan dalam suatu instansi dapat berupa sistem penyimpanan arsip sesuai dengan sistem penyimpanannya, penataan arsip, penemuan arsip kembali, pengawasan arsip, pemusnahan arsip. Meskipun kearsipan mempunyai peranan penting namun kenyataannya masih ada juga pegawai yang tidak tertib melakukan penataan arsip sebaik-baiknya.
Kondisi faktual yang ada di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan adalah belum optimalnya penyimpanan arsip surat perintah tugas yang masih menggunakan metode lama mengakibatkan saat arsip dibutuhkan susah untuk di cari karena terlalu menumpuk atau hilang dan tidak terklasifikasi dengan baik.
Hal ini juga menghambat proses saat akan menyiapkan dokumen GU karena surat perintah tugas merupakan salah satu dokumen kelengkapan GU. Selain itu, hilang atau tercecernya arsip surat perintah tugas menghambat perhitungan angka kredit bagi auditor.
Berdasarkan keadaan faktual tersebut maka untuk mengatasi isu tersebut diusulkan gagasan Optimalisasi Penataan Arsip Surat Perintah Tugas Melalui Pengklasifikasian di Google Drive.
B. Tujuan
Adapun tujuan diadakannya aktualisasi ini adalah sebagai berikut:
1. Teraktualisasinya nilai-nilai dasar ASN meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, WoG, Manajemen ASN, dan Pelayanan Publik dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai analis keuangan.
2. Optimalnya penataan arsip surat perintah tugas sebagai kelengkapan dokumen GU di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan.
C. Manfaat
Adapun manfaat adanya kegiatan aktualisasi melalui pengklasifikasian google drive adalah sebagai berikut:
1. Manfaat untuk diri sendiri
Penerapan nilai-nilai ANEKA sebagai aparatur sipil Negara (ASN)
Menjadi pengalaman untuk mengembangkan tanggung jawab penuh sebagai abdi Negara dan pelayan masyarakat.
Menjadi ASN yang lebih professional, berkomitmen, beretika dan berintegrasi tinggi
Menjadi ASN yang mampu menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan professional.
2. Manfaat untuk lembaga
Dengan digitalisasi dokumen pendukung GU ke dalam google drive akan memudahkan dalam mendokumentasikan, melaporkan, dan mengakses hasil kegiatan.
3. Manfaat bagi masyarakat.
Dengan digitalisasi dokumen maka semua pihak yang membutuhkan SPT akan mudah mengakses dan menemukan file dengan cepat.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi ini mengarsipkan surat perintah tugas yang dikeluarkan dari tahun 2020-2021 dengan pengklasifikasian berdasarkan waktu kegiatan dan subdit.
E. Waktu Pelaksanaan
Adapun waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi adalah dimulai pada tanggal 11 Juni – 20 Juli 2021 bertempat di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan.
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI DASAR, KEDUDUKAN DAN PERAN ASN
A. Gambaran Umum Organisasi.
1. Dasar Hukum Organisasi
Inspektorat Kabupaten Buton Selatan merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berada di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Buton Selatan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi dan Uraian Tugas Serta Tata Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Inspektorat merupakan unsur pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dipimpin oleh Inspektur yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah.
Tugas pokok Inspektorat adalah mempunyai tugas membantu Bupati dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh Organisasi Perangkat Daerah.
2. Visi, Misi dan Nilai Organisasi a. Visi Organisasi
“Mewujudkan Kabupaten Buton Selatan sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, melalui Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”
b. Misi Organisasi
- Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar untuk menjamin mobilitas penduduk yang dinamis dalam prinsip pembangunan berkelanjutan.
- Meningkatkan pembangunan sumberdaya manusia Buton Selatan yang berkualitas dan berdaya saing
- Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien - Mengembangkan perekonomian masyarakat yang berbasis potensi lokal daerah
- Mengembangkan nilai-nilai budaya lokal dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan dan pariwisata
3. Struktur Organisasi
Gambar 2.1 Struktur Organisasi
INSPEKTUR
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
SEKRETARIAT
SUB BAGIAN PROGRAM DAN
KEUANGAN
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN
INSPEKTUR PEMBANTU I
INSPEKTUR PEMBANTU II
INSPEKTUR PEMBANTU III
INSPEKTUR PEMBANTU INVESTIGASI
KELOMPOK JABATAN AUDITOR
KELOMPOK JABATAN AUDITOR
KELOMPOK
JABATAN AUDITOR KELOMPOK
JABATAN AUDITOR
4. Deskripsi Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana
Data Kepegawaian berdasarkan jabatan, golongan dan pendidikan terakhir sebagai berikut : a. Jumlah pegawai : 25 Orang
b. Kualifikasi Pendidikan :
- Doktor (S3) : 0 Orang - Magister (S2) : 2 Orang
- Strata 1 (S1) : 20 Orang - Diploma (D1-D3) : 0 Orang
- SMA : 3 Orang
c. Pangkat dan Golongan
- Golongan IV : 9 Orang - Golongan III : 13 Orang - Golongan II : 3 Orang d. Jumlah Pejabat Struktural
- Eselon II : 1 Orang
- Eselon II : 5 Orang
- Eselon IV : 2 Orang
Sarana dan prasarana yang dimiliki Inspektorat Kabupaten Buton Selatan dapat dijelaskan dalam tabel dibawah ini :
Tabel 2.1
Jumlah sarana dan prasarana
No Nama Barang Jumlah
1 Kendaraan Dinas Operasional
- Kendaraan Roda 4 1 unit
- Kendaraan Roda 2 11 unit
2 Peralatan Kantor
- Komputer / PC 5 unit
- Laptop 22 unit
- Notebook 1 buah
- Printer 17 unit
- Harddisk Eksternal 2 unit
3 Perlengkapan kantor
- Infokus 1 unit
- Kamera 2 unit
- AC 2 unit
- Dispenser 1 unit
- Brankas 1 unit
- Kulkas 1 unit
4 Mebelleur Kantor
- Meja Pejabat Ess. II 1 unit
- Meja Pejabat Ess. III 4 unit
- Meja Pejabat Ess. IV 4 unit
- Meja Kerja Staff 10 unit
- Kursi Pejabat Ess.II 1 unit
- Kursi Pejabat Ess. III 3 unit
- Kursi Pejabat Ess. IV 2 unit
- Kursi Kerja Staf 30 unit
- Lemari / Rak Arsip 8 unit
5. Tugas Pokok Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Buton Selatan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi dan Uraian Tugas Serta Tata Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Inspektorat merupakan unsur pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dipimpin oleh Inspektur yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Bupati dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari Sekretaris Daerah. Tugas pokok Inspektorat adalah membantu Bupati membina dan mengawasi pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pelaksanaan urusan Pemerintahan Desa.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Inspektorat Kabupaten Buton Selatan mempunyai fungsi :
a. Perumusan kebijakan tekhnis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;
b. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, review, dan evaluasi pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya;
c. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati;
d. Penyusunan laporan hasil pengawasan;
e. Pelaksanaan administrasi inspektorat;
f. Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan urusan pemerintah kabupaten dan desa;
g. Pelaksanaan pemeriksaan, pengusutan pengujian, review, evaluasi dan penilaian tugas pengawasan;
h. Pengelolaan kegiatan sekretariatan; dan
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.
6. Tugas Pokok Peserta
Sesuai Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2020, Sub bagian program dan pelaporan mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan dan pengendalian rencana/program kerja pengawasan,menghimpun dan menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, kerjasama pengawasan,dan dokumentasi sesuai dengan pedoman dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sub bagian program dan pelaporan mempunyai fungsi :
a. Pengordinasian penyiapan rencana program dan anggaran Inspektorat Daerah;
b. Pengordinasian penyiapan rencana program kerja pengawasan;
c. Pengordinasian dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum;
d. Pengordinasian dan kerja sama pengawasan dengan aparat pengawasan intern pemerintah Dalam menjalankan tugas tersebut, Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan mempunyai uraian tugas jabatan :
a. Merencanakan kegiatan operasional program kerja Sub Bagian Program dan Pelaporan;
b. Membagi tugas kepada bawahan agar tercipta kelancaran tugas;
c. Menyelia pelaksaan tugas bawahan agar berjalan lancar;
d. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas bawahan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan;
e. Mengevaluasi hasil capaian pelaksanaan tugas bawahan agar dapat mencapai target dan kualitas yang ditetapkan;
f. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran kepada atasan terkait pelaksanaan tugas;
g. Melaksanakan penyiapan bahan dan menyusun rencana teknis kebutuhan anggaran sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
h. Melaksanakan pembuatan daftar usulan kegaitan, membuat daftar gaji dan melaksanakan penggajian;
i. Melaksanakan penyiapan proses administrasi terkait dengan penataanusahaan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
j. Melaksanakan perbendaharaan keuangan;
k. Melaksanakan koordinasi penyusunan anggaran untuk periode tahunan dan lima tahunan;
l. Melaksanakan pengelolaan dan verifikasi anggaran, pembukuan dan laporan keuangan;
m. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan kegiatan dinas;
n. Melaksanakan pengendalian tugas pembantu pemegang kas; dan
o. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh pimpinan baik lisan maupun tertulis.
B. Konsep Nilai-Nilai Dasar ASN
Ada 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi ASN yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat meliputi : 1) Akuntabilitas; 2) Nasionalisme; 3) Etika Publik; 4) Komitmen Mutu; dan 5) Anti Korupsi atau dapat disingkat sebagai ANEKA. Penjelasan dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain:
1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan pribadi;
2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
3. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan pribadi;
4. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
5. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik; dan
6. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintah.
Nilai-nilai dasar akuntabilitas : 1. Kepemimpinan
2. Transparansi 3. Integritas 4. Tanggung jawab
5. Keadilan 6. Kepercayaan 7. Keseimbangan 8. Kejelasan 9. Konsistensi
Selain itu, menurut LAN RI (2015: 11), akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan sebagai berikut.
1. Akuntabilitas personal;
2. Akuntabilitas individu;
3. Akuntabilitas kelompok;
4. Akuntabilitas organisasi; dan 5. Akuntabilitas stakeholder.
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinism). Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain (LAN RI, 2015:1). Secara politis nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat dilakukan dengan integritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam menjadi pelayan publik yang professional. ASN adalah aparat pelaksana yang melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.
Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut:
1. Berwawasan kebangsaan yang kuat;
2. Memahami pluralitas;
3. Berorientasi kepublikan yang kuat; dan
4. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya.
3. Etika Publik
Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (LAN, 2015: 6). Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan kebijaksanaan di dalam pelayanan publik (Haryatmoko dalam LAN, 2015: 7).
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara pancasila
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945 3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
4. Membuat keputusan berdasarkan keahlian
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif 6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
8. Memiliki kemampuan dala m melaksanakan kebijakan dan program pemerintah
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi 11. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai 13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Aspek utama yang menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada mutu melalui penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan berorientasi mutu.
5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani coruptio artinya perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum. Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–norma dengan tujuan
memperoleh keuntungan pribadi, merugikan Negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
C. Kedudukan dan Peran ASN 1. Manajemen ASN
Manejemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memilikinilai dasar, etika profesi, beba dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
2. Kedudukan ASN
Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi selama ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang profesional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas.
3. Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN berfungsi dan bertugas sebagai berikut:
Pelaksana kebijakan publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan.
Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, serta harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kep entingan publik
Pelayan publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional da berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutu han pelayanan sesuai peraturanperundang-undangan bagi setiap warga negaradan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.
Perekat dan Pemersatu Bangsa
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. ASN senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, negara danpemerintah. ASN senantiasa menjunung tinggi martabat ASN serta
senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang dan golongan. Dalam UU ASN disebutkan bahwa dalam penyelengaraan dan kebijakan manajemen ASN, salah satu diantaranya asas persatuan dan kesatuan 4. Hak dan Kewajiban ASN
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh hukum, suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi maupun umum. Dapat diatikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau layak diterima. Agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejateraan ASN dan akuntabel, maka setiap SN diberikan hak. Hak ASN dan PPPK yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN sebagai berikut:
PNS berhak memperoleh:
a. gaji, tunjangan, dan fasilitas b. cuti;
c. jaminan pensiun dan jaminan hari tua;
d. perlindungan; dan
e. pengembangan kompetensi.
PPPK berhak memperoleh:
a. gaji dan tunjangan;
b. cuti;
c. perlindungan; dan
d. pengembangan kompetensi.
Selain hak sebagaimana disebutkan di atas, berdasarkan pasal 70 UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Berdasarkan Pasal 92 pemerintah juga wajib memberikan perlindungan berupa:
a. Jaminan kesehatan;
b. Jaminan kecelakaan kerja;
c. Jaminan kematian; dan d. Bantuan hukum.
5. Kode Etik dan Perilaku ASN
Dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan
untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar pegawai ASN.
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang- undangan dan etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN; dan
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
6. Whole of Government.
Berdasarkan interpretasi analitis dan manifestasi empiris di lapangan maka WOG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku. Sesuai dengan karakteristik wicked problems.
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik berdasarkan nilai-nilai dasar berikut ini.
a. Koordinasi
Kompleksitas lembaga membutuhkan koordinasi yang efektif dan efisien antar lembaga dalam menjalankan kegiatan kelembagaan
b. Integrasi
Integrasi dilakukan dengan pembauran sebuah sistem antar lembaga sehingga menjadi kesatuan yang utuh
c. Sinkronisasi
Singkronisasi merupakan penyelarasan semua kegiatan/data yang berasal dari berbagai sumber, dengan menyingkronkan seluruh sumber tersebut.
d. Simplifikasi
Simplikasi merupakan penyederhanaan segala sesuatu baik terkait data/proses di suatu lembaga untuk mengefisienkan waktu, tenaga dan biaya.
7. Pelayanan Publik
Berkaitan dengan pelayanan, ada dua istilah yang perlu diketahui, yaitu melayani dan pelayanan. Pengertian melayani adalah membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang". Sedangkan pengertian pelayanan adalah "usaha rnelayani kebutuhan orang lain"
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995). Contoh: menerima telepon dari pihak lain yang berhubungan dengan unit kerja kita, adalah bentuk pelayanan yang rutin kita lakukan.
D. Penetapan Isu dan Dampaknya 1. Identifikasi Isu
Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu atau problematika yang ditemuka selama melaksanakan tugas di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar laporan aktualisasi ini bersumber dari aspek :
a. Whole of Government (WoG;) b. Pelayanan publik;
c. Manajemen ASN.
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
a. Belum optimalnya pengawasan BMD di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan b. Belum adanya website Inspektorat Kabupaten Buton Selatan
c. Belum optimalnya penataan arsip Surat Perintah Tugas di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan
Daftar isu yang diperoleh di lingkungan kerja penulis yang dikaitkan dengan agenda ketiga Pelatihan CPNS (Manajemen ASN, Whole of Government(WoG), dan Pelayanan Publik) ditampilkan melalui tabel berikut :
Tabel 2.2
Identifikasi Isu kondisi saat ini, kondisi yang diharapkan dan kaitannya dengan agenda III
No Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat ini Kondisi yang diharapkan 1 Belum optimalnya
pengawasan BMD di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan
Nilai Manajemen ASN yang
terkandung adalah profesionalitas
Inventarisasi BMD sudah ada, tetapi belum dilaksanakan secara optimal
Optimalnya
inventarisasi BMD di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan
2 Belum adanya website Inspektorat Kabupaten Buton Selatan
Nilai Pelayanan Publik yang terkandung adalah aksesibel dan transparan
Website Inspektorat belum ada sehingga belum bisa
menyajikan berita terkini terkait
program-programnya
Website Inspektorat menyajikan berita terkini terkait program- program yang telah dan akan dilaksanakan
3 Belum optimalnya penataan arsip Surat Perintah Tugas sebagai dokumen kelengkapan GU.
Nilai Manajemen ASN yang
terkandung adalah efektif dan efisien, dan profesionalitas
Sering hilang atau tercecernya arsip surat perintah tugas
Optimalnya penataan arsip-arsip Inspektorat pada Surat perintah tugas.
Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu tersebut, perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses tersebut menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni berupa:
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan.
1. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat.
2. Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan solusi permasalahannya.
3. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sedangkan;
4. Layak artinya isu yang diangkat realistis dan masuk akal untuk dipecahkan permasalahannya.
Tabel 2.3
Penetapan Isu Prioritas dengan Metode APKL
No Identifikasi Isu Kriteria Total
Ranking A P K L Total
1 Belum optimalnya pengawasan BMD di
Inspektorat Buton Selatan. 5 4 3 4 16 II
2 Belum adanya website Inspektorat Kabupaten
Buton Selatan. 5 2 5 2 14 III
3
Belum optimalnya penataan arsip Surat Perintah Tugas sebagai kelengkapan dokumen GU di Inspektorat Buton Selatan.
5 5 3 4 17 I
Berdasarkan hasil analisis tersebut, diangkatlah isu prioritas nomor 3 yaitu belum optimalnya penataan arsip surat perintah tugas sebagai kelengkapan dokumen GU.
2. Analisis Isu
Berdasarkan penetapan peringkat pertama pada metode APKL, ditetapkan isu belum optimalnya penataan arsip surat perintah tugas sebagai dokumen kelengkapan GU. Dampak jika isu tidak diselesaikan yaitu :
a. Sulitnya menemukan arsip dengan cepat saat dibutuhkan.
b. Tidak adanya backup data apabila hard file sudah hilang.
c. Menghambat kinerja pegawai saat akan pencairan GU.
Dalam menganalisis masalah, penulis menggunakan metode Fish Bone,seperti tampak pada gambar :
Berdasarkan analisis diagram Fishbone, maka dapat di identifikasi bahwa isu yang terjadi yakni belum optimalnya penataan arsip SPT disebabkan dari beberapa faktor. Faktor penghambat diantaranya adalah dari sisi Man atau SDM yakni tidak tertibnya petugas melakukan pengarsipan. Untuk Method atau metode kondisi yang terjadi adalah pengarsipan SP masih secara manual. Dan dari segi material adalah arsip SPT yang terus bertambah.
Merujuk dari akar penyebab masalah sesuai kondisi diatas, maka sangat penting untuk
memecahkan masalah sesuai dengan gagasan yang diangkat yakni Optimalisasi Penataan Arsip SPT Melalui Pengklasifikasian di Google Drive pada Inspektorat Kabupaten Buton Selatan.
BAB III
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Gagasan Kreatif sebagai Pemecahan Isu
Berdasarkan penetapan peringkat pertama pada metode APKL, ditetapkan isu belum optimalnya penataan arsip surat perintah tugas sebagai dokumen kelengkapan GU. Oleh karena itu, muncul gagasan pemecahan isu yaitu penataan arsip melalui pengklasifikasian pada google drive di Inspektorat Kabupaten Buton Selatan. Pengklasifikasian perlu dilakukan karena sulitnya menemukan arsip dengan cepat saat dibutuhkan, tidak adanya backup data apabila hard file sudah hilang, menghambat kinerja pegawai saat akan pencairan GU.
B. Deskripsi/ Penjelasan Kegiatan Langkah-langkah kegiatan kreatif :
1. Melakukan konsultasi dengan pimpinan terkait mengenai kegiatan yang akan dilakukan 2. Pembuatan SOP
3. Melakukan sosialisasi hasil digitalisasi dokumen dalam google drive kepada seluruh pegawai yang bertanggung jawab dalam pembuatan Surat Perintah Tugas
4. Menyiapkan berkas dan membuat akun google drive 5. Melakukan penginputan dokumen ke dalam google drive 6. Melakukan evaluasi.
Unit Kerja : Inspektorat Kabupaten Buton Selatan
Isu : Kurang optimalnya penataan arsip Surat Perintah Tugas sebagai kelengkapan Dokumen GU Solusi : Melakukan penataan arsip surat perintah tugas melalui klasifikasi dengan google drive
Tabel 3.1
Deskripsi / Penjelasan kegiatan
No. Kegiatan Tahapan
Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 1 Melakukan konsultasi
dengan pimpinan terkait kegiatan yang akan dilakukan
Menyiapkan bahan konsultasi
Tersedianya Bahan konsultasi
Pada kegiatan ini, nilai WoG yang terkandung adalah konsultasi dengan pimpinan
Akuntabilitas : Menyiapkan bahan konsultasi dengan penuh tanggung jawab.
Nasionalisme: dalam berkonsultasi harus sopan dan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
Komitmen Mutu : bahan konsultasi yang disiapkan harus efektif.
Visi organisasi yaitu
“Mewujudkan Kabupaten Buton Selatan sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, melalui Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”
Misi organisasi sama dengan misi ke 3 daerah yaitu
“Meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pemerintahan yang efektif dan efisien.
Melakukan pertemuan dengan pimpinan
Terlaksananya pertemuan dengan
pimpinan dan menghasilkan rekomendasi
Etika Publik :
Melakukan pertemuan dengan pimpinan harus bersikap sopan santun.
Komitmen Mutu : dalam melakukan kegiatan ini, akan dilakukan dengan se efisien mungkin
Anti Korupsi :
Dalam kegiatan ini, akan dilakukan dengan mandiri
Meminta Saran dan persetujuan pimpinan
Adanya izin dari pimpinan terkait
pelaksanaan kegiatan
Nasionalisme :
Diberi persetujuan akan dijalankan dengan amanah
Etika Publik :
Meminta saran dan masukkan dengan sopan santun.
Komitmen Mutu :
Dalam menjalankan kegiatan ini, akan dilakukan se efektif dan efisien mungkin
Prediksi Hambatan Pimpinan tidak setuju dengan rancangan yang diajukan
Rencana Antisipasi Melaksanakan konsultasi intensif kepada pimpinan agar mendapatkan dukungan dan arahan yang baik
Analisis dampak kegiatan
Kegiatan aktualisasi tidak akan terlaksana karena tidak ada surat izin dari pimpinan
No. Kegiatan Tahapan
Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 2 Pembuatan SOP
Mengkaji SOP penataan arsip google drive yang sudah ada
Hasil kajian SOP penataan arsip google drive
Pada kegiatan ini, nilai WoG yang terkandung adalah konsultasi dengan pimpinan terkait usulan baru SOP Akuntabilitas : SOP dikaji dengan tanggung jawab
Komitmen Mutu : SOP akan terus diperbaiki
Nasionalisme : mengkaji SOP yang sudah ada dengan menghargai karya orang lain
Visi “Mewujudkan
Kabupaten Buton Selatan sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, melalui Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”
Misi organisasi sama dengan misi ke 3 daerah yaitu
“Meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pemerintahan yang efektif dan efisien.
Membenahi poin poin SOP hasil kajian
Rancangan SOP penetapan arsip google drive hasil kajian
Akuntabilitas: membenahi SOP secara konsisten
Etika Publik : saat membenahi SOP siap menerima masukan dari pihak lain
Anti Korupsi : hasil kajian SOP disajikan secara jujur
Mengusulkan rancangan SOP penataan arsip google drive yang baru kepada pimpinan
Nota Usulan SOP penataan arsip google drive
Etika Publik : mengusulkan SOP dengan santun.
Nasionalisme: mengusulkan SOP kemudian di musyawarahkan dengan pimpinan
Anti Korupsi : mengusulkan SOP yang sesuai dengan aturan (disiplin) Menetapkan
SOP penataan arsip google drive
SK penetapan SOP penataan arsip google drive
Akuntabilitas: konsisten untuk terus menggunakan SOP
Nasionalisme : menjalankan SOP dengan amanah
Etika Publik : tidak
menyalahgunakan SOP untuk kepentingan pribadi (transparansi) Prediksi Hambatan Pimpinan keluar daerah
Rencana Antisipasi Berusaha menyelesaikan secepat mungkin rancangan SOP
Analisis dampak
kegiatan Tidak adanya SOP dalam kegiatan ini akan mengakibatkan proses tidak berjalan sesuai yang direncanakan.
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi dan Misi
Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 3 Melakukan sosialisasi
hasil digitalisasi dokumen dalam google drive kepada seluruh
pegawai yang
bertanggung jawab dalam pembuatan Surat
Perintah Tugas Membuat panduan
penggunaan google drive bagi pegawai
Panduan
penggunaan google drive
Kegiatan Pada kegiatan ini nilai WoG yang terkandung adalah kerjasama dan koordinasi kepada seluruh pegawai yang bertanggung jawab atas SPT
Akuntabilitas : membuat panduan dengan penuh tanggung jawab.
Komitmen mutu : panduan dibuat se inovatif mungkin Nasionalisme : dalam membuat panduan dilakukan dengan amanah
Visi “Mewujudkan Kabupaten Buton Selatan sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, melalui Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”
Misi organisasi sesuai
dengan Misi ke dua yaitu “Meningkatkan Pembangunan
sumberdaya manusia Buton Selatan yang berkualitas dan berdaya saing”
Sosialisasi penggunaan google drive kepada seluruh pegawai yang bertanggung jawab.
Pengetahuan penggunaan google drive kepada seluruh pegawai yang bertanggung jawab
Akuntabilitas : adil saat memberikan sosialisasi kepada pegawai.
Nasionalisme : dalam melakukan sosialisasi akan dilakukan dengan sopan santun.
Anti Korupsi : Jujur saat memberikan informasi terkait google drive
Membagikan link dokumen google drive kepada seluruh pegawai.
Terbagikannya link dokumen dalam google drive
Akuntabilitas: dalam melakukan kegiatan ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Nasionalisme: saat membagikan link dokumen google drive harus saling hormat-menghormati.
Etika publik : dalam membagikan link dilakukan dengan sopan santun.
Prediksi Hambatan Sebagian pegawai perjalanan luar daerah, atau tidak datang Rencana Antisipasi Mengirimkan link atau panduan ke grup WA kantor Analisis dampak
kegiatan
Dapat mengembangkan sistem pengarsipan dimasa mendatang.
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi Mata Kontribusi Penguatan
Pelatihan terhadap Visi dan Misi Organisasi
Nilai Organisasi 4 Menyiapkan berkas dan
membuat akun google drive
Menyiapkan berkas- berkas surat perintah tugas
Tersedianya berkas- berkas surat perintah tugas
Pada kegiatan ini nilai WoG yang terkandung adalah kerjasama dengan pihak terkait untuk mengumpulkan berkas.
Komitmen Mutu : dalam menyiapkan berkas harus dilakukan dengan se efektif mungkin.
Etika Publik : saat menyiapkan berkas harus menjaga informasi yang bersifat rahasia.
Nasionalisme : menyiapkan berkas selalu semangat dan pantang menyerah hingga semua berkas terkumpul.
Visi “Mewujudkan Kabupaten Buton Selatan sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, melalui Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”
Misi organisasi sesuai dengan Misi ke dua yaitu
“Meningkatkan Pembangunan
sumberdaya manusia Buton Selatan yang berkualitas dan berdaya saing”
Mengelompokan
dokumen sesuai dengan waktu kegiatan dan subdit
Terkelompoknya dokumen sesuai
dengan waktu
kegiatan dan subdit
Akuntabilitas :
mengelompokkan dokumen dengan konsisten.
Anti Korupsi : melaksanakan tugas dengan disiplin.
Etika Publik : pengelompokkan
dilakukan dengan cermat Scan dokumen dokumen Dokumen telah
terscan
Akuntabilitas : scanning dilakukan secara konsisten Etika Publik : saat scanning harus bertanggung jawab terhadap BMD yang dipakai.
Anti korupsi : akan dilakukan dengan kerja keras.
Membuat akun google drive
Akun google drive telah dibuat
Akuntabilitas : membuat akun dengan penuh tanggung jawab.
Nasionalisme : dalam membuat akun google drive akan dilakukan dengan kerja keras Etika Publik : dalam proses pembuatan akun dilakukan dengan tulus.
Prediksi Hambatan Berkas yang akan akan dikelompokkan hilang, listrik padam, sarana dan prasarana yang kurang memadai Rencana Antisipasi Mencari dengan teliti berkas-berkas di lemari penyimpanan arsip, menunggu listrik berfungsi kembali.
Analisis dampak kegiatan
Jika berkas ditemukan lengkap maka akan memudahkan dalam proses scanning
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi dan Misi
Organisasi
Penguatan Nilai Organisasi 5 Melakukan
penginputan
Membuat folder
berdasarkan waktu kegiatan dan subdit
Terkelompoknya dokumen
berdasarkan waktu kegiatan dan subdit
Pada kegiatan ini nilai manajemen ASN yang
terkandung adalah
profesionalitas
Akuntabilitas: kegiatan ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab
Etika Publik : dalam melakukan pengelompokkan dilakukan dengan cermat
Komitmen Mutu :
mengelompokkan dokumen dilakukan dengan waktu yang se efisien mungkin
Mengunggah dokumen ke dalam google drive
Terunggahnya dokumen ke dalam google drive
Akuntabilitas: kegiatan ini akan dilakukan secara konsisten
Etika Publik : saat mengunggah dokumen ke dalam google drive dilakukan dengan cermat
Anti Korupsi : dalam mengunggah dokumen dilakukan secara mandiri Memverifikasi dokumen
pada google drive
Terverifikasinya dokumen pada google drive
Etika Publik : Tulus dalam memverifikasi dokumen Nasionalisme : memverifikasi dokumen dengan semangat Anti Korupsi : kerja keras dalam memverifikasi dokumen Prediksi Hambatan Listrik padam, jaringan internet yang tidak stabil
Rencana Antisipasi Menunggu listrik berfungsi kembali, menggunakan kuota mandiri Analisis dampak
kegiatan
Apabila kegiatan ini tidak berjalan dengan baik, maka dokumen tidak akan terunggah dan tidak terklasifikasi ke dalam google drive
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi Mata Kontribusi terhadap Penguatan
Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Nilai Organisasi 6 Melakukan Evaluasi
Membuat google form evaluasi dan membagikan link evaluasi kepada seluruh pegawai untuk diisi.
Terbentuknya google form dan link yang akan di isi oleh seluruh pegawai
Prinsip ASN yang terkandung dalam kegiatan ini manajemen ASN yang profesionalitas dan WoG yaitu kerjasama dengan pegawai untuk mengisi google form
Etika Publik : dalam membagikan link dilakukan dengan sopan.
Nasionalisme : membagikan link evaluasi saya tidak akan memaksakan kehendak
Akuntabilitas: dalam membuat google form dan membagikan linknya dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Visi “Mewujudkan Kabupaten Buton Selatan sebagai Pusat Pertumbuhan Baru, melalui Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”
Misi organisasi sesuai dengan Misi ke dua yaitu “Meningkatkan Pembangunan
sumberdaya manusia Buton Selatan yang berkualitas dan berdaya saing”
Menganalisis dan menyusun laporan hasil
Hasil analisis dan laporan akhir aktualisasi
Anti Korupsi : hasil analisis disajikan dengan jujur
akhir aktualisasi. Komitmen Mutu : dalam hasil analisis akan terus dilakukan perbaikan
Etika Publik : dalam menganalisis dilakukan dengan jujur dalam memberikan informasi.
Konsultasi dengan pimpinan terkait hasil akhir kegiatan
Hasil konsultasi Nasionalisme : saat berkonsultasi tidak memaksakan kehendak.
Etika Publik: berkonsultasi dengan pimpinan dilakukan dengan sopan
Komitmen mutu: melakukan perbaikan demi mendapatkan hasil terbaik
Prediksi Hambatan Jaringan internet yang tidak stabil
Rencana Antisipasi Menunggu jaringan internet stabil atau menggunakan kuota mandiri Analisis dampak
kegiatan
Jika tidak dilakukan evaluasi, maka tidak bisa ada perbaikan terkait sistem tersebut