Pencarian Prinsip-Prinsip
Pencarian Dimulai
Kata prinsip diturunkan dari kata Latin principe, yang berarti pertama dalam pengertian tingkat dasar. Karena buku teks pertama yang dihadapi mahasiswa akuntansi merupakan buku tingkat dasar, istilah Dasar-dasar Akuntansi sepenuhnya tepat. Apa yang kita pelajari dalam pelajaran akuntansi pertama kali adalah prinsip-prinsipnya dalam pengertian materi yang pertama dalam hal waktu dan yang pertama dalam hal kesulitan. Prinsip-prinsip akuntansi mungkin menjadi pelajaran pertama, tetapi ini bukanlah pelajaran mengenai kebenaran mendasar dari akuntansi. Untuk mempelajari hal ini, sebagai lawan dari pengenalan ke unsure-unsur prakteknya, seseorang harus beralih ke pelajaran teori akuntansi.
Usaha-usaha Pertama
Banyak individu dan kelompok mulai bekerja pada tahun 1930an untuk menguak apa yang seharusnya yang mereka anggap sebagai prinisp-prinsip akuntansi. Sebagai yang pertama keluar dari perkumpulan, yang mungkin agak memalukan bagi AIA adalah American Accounting Association (AAA). Dibawah kepemimpinan professor Michigan William Paton, yang dipilih sebagai direktur peneliti pertama dari AAA pada awal 1936, AAA menerbitkan dalam bulan Juni 1936 yang pertama dari apa yang akan menjadi seri monograf singkat tentang prinsip-prinsip akuntansi. Edisi tahun 1936 diberi judul A Tentative Statement of Accounting Principles Underlying Corporate Financial Statement. 5 harapan yang dinyatakan adalah akan mungkin “untuk menyepakati suatu fondasi dari pertimbangan mendasar yang akan cenderung menghilangkan variasi acak dalam prosedur akuntansi yang berasal bukan dari kekhasan masing-masing perusahaan, tetapi dari berbagai ide ahli keuangan dan eksekutif perusuhaan mengenai apa yang mungkin tepat, sah atau persuasive bagi investor pada suatu waktu tertentu”.
Fondasi Awal
bahkan dari ukuran standar sekarang. Didalamnya ia mendukung pandangan liberal yaitu, secara ideal, semua perubahan nilai yang dapat dipercaya dalam arah apapun, dari sebab apapun, seharusnya disajikan dalam akun…”Di atas segalanya adalah penting,” ia mengatakan, “bahwa laporan akuntansi menyajikan suatu gambaran data kini dalam bentuk dolar aktual seakurat tanggal laporan.”
Bangkitnya Investor
Pergeseran paling penting dalam pemikiran dasar akuntansi yang muncul dari tulisan-tulisan ini dan diskusi pada akhir 1920an dan awal 1930an adalah perubahan dalam tujuan akuntansi dari menyajikan informasi ke manajemen dan kreditur menjadi menyajikan keuangan untuk investor dan pemegang saham. Tekanan untuk perubahan dalam tujuan ini muncul dari sektor keuangan dan perdagangan saham, bukan dari akuntan.
Perubahan dalam tujuan laporan keuangan menyebabkan:
1. Berkurangnya penekanan pada neraca sebagai laporan nilai-nilai.
2. Konsekuensi meningkatnya penekanan pada laporan rugi laba dan suatau konsep laba yang seragam.
3. Kebutuhan akan pengungkapan menyeluruh mengenai informasi yang relevan, dengan menyajikan laporan keuangan yang lebih lengkap dan meningkatkan penggunaan catatan kaki.
4. Penekanan pada konsistensi pelaporan, khususnya sehubungan dengan laporan rugi laba.
Upaya-upaya Penting Lainnya
Pencarian Dipercepat
Pencarian prinsip akuntansi luas diperbaharui segera setelah perang. Kembali lagi, AAA memimpin dengan mengeluarkan revisi prinsip-prinsip sementara 1948 yang sekarang diberi judul Accounting Concepts and Standart. Akan tetapi, seperti sebelumnya, pendekatan mereka bersifat sepotong-sepotong dan tidak dimaksudkan untuk meneruskan pencarian prinsip-prinsip secara luas.
Accounting Research Division
Pada tahun 1959, bertindak atas rekomendasi special committee on research program, Institut direorganisasi untuk memajukan “ekspresi tertulis mengenai apa yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, sebagai pedoman untuk anggota-anggotanya dan pihak lainnya. Satu dari tujuan reorganisasi adalah agar dapat menanggulangi masalah luas dari akuntansi keuangan pada empat tingkat:
1. Pembentukan postular dasar.
2. Perumusan prinsip-prinsip secara luas.
3. Pengembangan aturan atau pedoman lain untuk aplikasi prinsip dalam situasi-situasi khusus.
4. Penelitian.
Seorang staf penelitian akuntansi permanen direkrut untuk melaksanakan program penelitian dengan maksud agar hasil-hasil dari upayanya.
Pencarian Bergeser
Suatu Pernyataan Teori Akuntansi Dasar
Serangan Vatter pada pendekatan postulat/prinsip yang dinyatakan dalam dokumen baru terbit dari American Accounting Association tahun 1966, berjudul A Statement of Basic Accounting Theory dan dikenal dengan singkatannya ASOBAT. Ini dimulai dengan suatu penegasan bahwa akuntansi adalah “proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengomunikasikan informasi akuntansi untuk memungkinkan pertimbangan dan keputusan yang terinformasi oleh pemakai informasi tsb”. Dengan demikian ASOBAT menamakan dirinya sebagai pernyataan teori akuntansi baru pertama yang berorientasi pada pemakai. Ini tidak berarti bahwa akuntansi tidak dianggap sebagai berorientasi pemakai sebelum ini.
ASOBAT berusaha untuk mengelakkan kesulitan-kesulitan menentukan keinginan-keinginan investor tertentu dengan menyarankan bahwa ketentuan informasi keuangan seharusnya terkena empat standar atau kriteria. Komite menyimpulkan bahwa satu-satunya cara agar pendekatan baru ini dapat direalisasikan adalah dengan perluasan data, yaitu dengan melaporkan banyak ukuran dan beberapa jumlah memenuhi kisaran kebutuhan yang cukup luas.
ASOBAT lebih berpegaruh dari pada pernyataan AAA yang mendahuluinya, Orientasi pemakai telah berlanjut mendominasi penetapan standar akuntansi, seperti halnya penggunaan tujuan.
APB Statement No.4
Tujuaan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajir dan sesuai prinsip akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam posisi keuangan.
Tujuan umum laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomis dan kewajiban suatu usaha binis dengan tujuan untuk :
Menunjukkan pendanaan dan investasi
Mengevaluasi kemampuan perusahaan memenuhi komitmen
Menunjukkan basis sumber daya untuk pertumbuhan
2. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang menghasilkan profit dengan tujuan untuk :
Menunjukkan tingkat kembalian dividen harapan bagi investor.
Menunjukkan kemampuan operasi untuk membayar kreditor dan pemasok,
menyediakan pekerjaan bagi karyawan, membayar pajak dan menghasilkan dana untuk ekspansi.
Menyediakan informasi keuangan bagi manajemen untuk perencanaan dan
pengendalian.
5. Mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai.
Tujuan Kualitatif akuntansi keuangan adalah sebagai berikut :
1. Relevan, memilih informsi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam pembuatan keputusan ekonomi .
2. Dapat dipahami selain harus jelas informasi yang dipilih, juga harus dapat dipakai pemakai
3. Dapat diuji kebarannya , hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang independent, menggunakan metode pengukuran yang sama.
4. Netral. Informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan bukan kebutuhan khusus pemakai tertentu.
5. Tepat Waktu. Berarti mengkomunikasikan informasi se-awal mungkin untuk menghindari dari keterlambatanpembuatan keputusan ekonomi.
perlakuan akuntansi yang berbeda.