Kebijakan Perlindungan Anak
Tanggal Berlaku Oktober 2013 Tanggal Tinjauan
Berikutnya Oktober 2015
Sponsor: Manajer Eksekutif, International Services
Tingkatan/Kelas: Perusahaan/ Organisasi
Persetujuan/Pengesahan:
Dewan
1. Tujuan
AVI memiliki komitmen yang kuat terhadap keselamatan, kesejahteraan dan perlindungan akan anak-anak dan remaja1. Kami bertujuan untuk ikut melindungi anak-anak dan remaja pada bidang pekerjaan kami dengan mendukung keadaan yang konsisten dengan keselamatan dan perawatan yang efektif. Hal ini memungkinkan kaum muda untuk berkembang dengan kesempatan yang optimal dalam hidup.
AVI mendukung hak-hak berdasarkan kepada pendekatan terhadap perlindungan anak-anak dan remaja dan memiliki tolak ukur yang diharapkan dalam perilaku seluruh pegawai, peserta dan orang-orang yang terkait dengan AVI. AVI mendorong budaya diskusi terbuka atas permasalahan mengenai pengamanan dan perlindungan anak-anak dan remaja. Langkah-langkah ini memperdayakan pegawai dan peserta AVI untuk meningkatkan kepedulian mengenai kesejahteraan anak-anak dan remaja dan mencari bimbingan.
AVI menilai dan mengatur resiko yang terjadi terhadap anak-anak dan remaja di seluruh bidang usaha kami.
Kebijakan ini menguraikan secara singkat kerangka kerja yang digunakan AVI untuk memastikan kami telah sesuai dengan tanggung jawab bersama untuk memberi masukan dan menjaga lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja.
Panduan Perlindungan untuk Anak AVI menguraikan secara singkat sistem-sistem yang digunakan ketika sebuah masalah/kekhawatiran dikemukakan
2. Ruang Lingkup
Kebijakan ini memiliki kepentingan untuk seluruh orang atau organisasi yang terkait dengan AVI atau kegiatannya, termasuk:
- Anggota dewan AVI 1
- Pegawai AVI di Australia dan di negara lain (termasuk pegawai kontrak)
- Peserta program AVI dan anak-anak pada semua program-program yang dikelola oleh AVI.
- Sukarelawan dan pegawai magang AVI.
- Mitra organisasi luar negeri (dimana peserta program AVI saat ini ditempatkan). - Kontraktor dan penyedia jasa (yang tidak secara langsung diawasi oleh pegawai AVI). - Siapa saja yang mewakili sebuah organsisasi atas permintaan AVI.
Kebijakan ini meliputi masalah-masalah tentang bahaya terhadap anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh karyawan AVI, para peserta program atau orang-orang yang terkait. Peristiwa yang akan membahayakan anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh tindakan host organisasiyang berada di luar lingkup dari kebijakan ini. Akan tetapi, AVI akan berusaha keras untuk menanggapi kasus-kasus tersebut dengan memberikan dukungan, saran dan memberi pengarahan dan melapor kepada pihak yang berwenang bila diperlukan dan dirasa sesuai.
Kebijakan ini berlaku untuk pegawai dan orang-orang yang terkait dalam bidang kerja mereka dan saat mewakili AVI, berlaku untuk peserta-peserta program dalam berbagai tingkatan ketika mereka sedang bertugas.
3. Prinsip-prinsip Panduan
Kepentingan dari Anak-anak adalah yang Utama
Pertimbangan dari hal-hal yang terbaik untuk anak adalah kunci dari keputusan apa pun dalam tugas kami . Kami akan dibimbing oleh pihak ahli yang sesuai tapi kebijakan kami bisa saja melampaui hal-hal yang sudah ada tersebut (yaitu AVI tidak akan perlu dibatasi dalam merespon untuk mematuhi dengan pihak berwenang yang bersangkutan).
Mengamankan dan Melindungi Anak-anak adalah Tanggung Jawab Bersama
Adalah tanggung jawab setiap orang untuk mempertahankan kewaspadaan, mempraktekkan manajemen resiko, dan untuk mendukung kesempatan hidup yang optimal untuk anak-anak dan remaja.
Mengambil Pendekatan Manajemen Resiko
AVI menyadari bahwa pekerjaan yang kami lakukan berhubungan dengan resiko perlindungan anak. Kami berkomitmen untuk mengidentifikasi dan meminimalisasi resiko yang dapa dihindari, dan mengurangi dampak serta resiko yang tak dapat dihindari ketika mereka muncul.
Mengenali Hak-hak Anak-anak
Convention on the Rights of the Child Dewan PBB2 mendukung pendekatan AVI dalam membuat keputusan akan pengamanan dan perlindungan anak-anak dan remaja. AVI akan mendukung hak-hak anak-anak untuk hidup, pertahanan dan perkembangan
2
hidup; partisipasi, tidak membeda-bedakan mereka untuk dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.
4. Peran-peran dan Tanggung Jawab-tanggung jawab
AVI mempertimbangkan bahwa perlindungan dan pengamanan anak-anak dan remaja adalah tanggung jawab bersama.
AVI, melalui petugas perlindungan anak yang telah ditunjuk, akan mendukung kesadaran dan perilaku yang diharapkan untuk semua pegawai dan peserta-peserta program melalui pelatihan yang teratur, prosedur yang jelas dan mendorong budaya diskusi terbuka dan manajemen resiko yang proaktif tentang perlindungan dan pengamanan anak-anak.
AVI akan mengambil semua tindakan pencegahan yang masuk akal untuk memastikan bahwa pegawai AVI dan peserta-peserta program telah lulus penyaringan dan tidak menimbulkan resiko yang tidak dapat diterima untuk anak-anak. Dimana AVI bertanggung jawab secara langsung dalam penarikan tenaga kerja, kami akan secara konsisten menerapkan prosedur perekrutan yang kuat. Pegawai dan peserta-peserta program yang bekerja dengan anak-anak harus sesuai dengan kriteria perlindungan anak yang dinilai melalui pemeriksaan catatan kriminal (bila sesuai), pemeriksaan dari peninjau secara lisan dan wawancara-wawancara berdasarkan perilaku.
Catatan: Tidak semua pegawai memiliki catatan kriminal yang telah diperiksa.
Semua orang yang terkait diharuska u tuk e atuhi Perilaku ya g Diharapka dala Bekerja dengan Anak-a ak (lampiran 1) sebagai syarat dalam keterlibatan bersama AVI. Hal ini meliputi persetujuan untuk melapor kepada AVI kapan saja mereka memiliki alasan yang masuk akal bahwa seorang anak atau remaja telah disakiti atau memiliki potensi beresiko untuk disakiti oleh pegawai, peserta-peserta program atau rekan AVI atau rekan organisasi di luar negeri.
Pihak Eksekutif bertanggung jawab untuk mengatur dan merespon kekhawatiran apa pun akan perlindungan anak. Petugas perlindungan anak akan memberikan dukungan tambahan kepada pihak Eksekutif selama proses mengatur dan merespon kekhawatiran-kekhawatiran.
5. Prosedur-prosedur Pelaporan
Ketika bekerja di luar negeri, pegawai dan peserta-peserta program atau orang dan organisasi-organisasi yang terkait dapat memantau kejadian-kejadian dimana anak-anak dan remaja disakiti atau beresiko untuk disakiti oleh orang tua mereka, penjaga-penjaga atau dalam lembaga seperti sekolah, rumah yatim-piatu atau rumah sakit. Melaporkan dengan segera peristiwa-peristiwa tersebut kepada pihak berwenang setempat tidak selalu menjadi kepentingan-kepentingan yang utama bagi anak yang terlibat sebagaimana banyak negara-negara tidak memiliki sumber daya-sumber daya, agensi-agensi atau jasa-jasa pendukung yang tersedia untuk mengatasi situasi semacam ini dengan efektif.
Pegawai, peserta-peserta program dan orang-orang yang terkait harus melapor kepada AVI ketika mereka memiliki keyakinan yang masuk akal bahwa seorang anak atau remaja telah disakiti atau berpotensi untuk disakiti:
- Saat hal tersebut disebabkan oleh tindakan oleh seorang pegawai, peserta program atau rekan AVI
- Saat hal tersebut disebabkan oleh tindakan oleh pegawai atau mitra dari organisasi rekan AVI di luar negeri.
Rekan organisasi-organisasi luar negeri dimana peserta-peserta program AVI pada saat itu ditempatkan juga disarankan untuk memberitahu AVI bila mereka memiliki keyakinan yang masuk akal bahwa seorang anak atau remaja telah disakiti atau berpotensi untuk disakiti.
Laporan harus dibuat untuk salah satu:
- AVI Country Manager/Program Coordinator yang sesuai
- Manajer Senior yang sesuai (Operasi Daerah/Proyek-proyek Internasional) - Petugas perlindungan anak AVI
- Pihak Eksektuif (hal ini bisa dilakukan melalui surat elektronik ke [email protected])
Kekhawatiran yang dilaporkan meliputi:
- Pengamatan atau berkas (dari orang dewasa atau anak) akan penyiksaan yang sesungguhnya terhadap seorang anak
- Pengamatan atau berkas dari resiko yang berpotensi akan penyiksaan kepada seorang anak
- Pela ggara dari kebijaka perli du ga a ak AVI atau Perilaku ya g Diharapka - Keadaan atau lingkungan dimana bekerja menentang atau memberi ancaman
kepada hak-hak anak-anak
- Pengamatan atau berkas akan perilaku yang dapat dianggap perawatan
- Materi-materi eksploitasi anak yang diterima melalui peralatan elektronik AVI (hal ini bisa termasuk, tapi tidak terbatas akan, pesan SPAM (sampah internet), pesan-pesan
6. Pelaksanaan dalam AVI
Semua kekhawatiran yang dilaporkan akan dikaji (menurut proses pengkajian resiko dalam Panduan Perlindungan Anak AVI), didokumentasikan dalam Catatan Resiko Perlindungan Anak oleh petugas perlindungan anak, dan ditetapkan peringkat resikonya). Peringkat resiko akan menentukan bagaimana sebuah kasus ditanggapi (seperti yang diuraikan dalam Panduan Perlindungan Anak AVI). Catatan Resiko Perlindungan Anak tidak mengidentifikasi perorangan. Rincian identifikasi hanya akan digunakan dalam berkas rahasia.
7. Kerahasiaan
AVI akan memastikan bahwa setiap kekhawatiran yang muncul akan ditangani sesuai prinsip dari kerahasiaan, keamanan, ketidakberpihakan, prosedur yang adil, ketepatan waktu dan akurasi.
Semua kekhawatiran, dan semua nama orang-orang yang terlibat, akan ditangani dengan keyakinan yang ketat. Rincian-rincian hanya akan diungkapan pada landasan
harus tahu , jika diperluka oleh pihak huku Australia atau lokal ya g sesuai, atau
ketika pemberitahuan kepada polisi atau pihak berwenang yang sesuai telah disampaikan. Dimohon untuk mengacu pada Kebijakan Privasi AVI.
8. Konsekuensi
AVI berkomitmen untuk menghindari seseorang bekerja dengan anak-anak dan remaja jika mereka menimbulkan resiko yang tidak dapat diterima. Setelah melakukan penyelidikan resmi, pelanggaran yang telah dipastikan dari Perilaku yang Diharapkan Untuk Bekerja bersama Anak-anak dapat merujuk pada penyuluhan prosedur-prosedur kinerja dan kedisiplinan untuk pegawai, atau pemberhentian dari sebuah tugas untuk peserta-peserta.
9. Kebijakan-kebijakan Terkait
Pedoman Perlindungan Anak Kesepakatan Perusahaan
Kebijakan Tugas-tugas Internasional Kebijakan-kebijakan HR Terkait
Perilaku yang Diharapkan dalam Bekerja dengan Anak-anak Kebijakan Privasi
Kebijakan Perlindungan Anak AusAID 10.Referensi-referensi
Konvesi Dewan PBB dalam Hak-hak Anak-anak Kode Etik ACFID
11.Riwayat Pembaruan
Tanggal
Nomor Pembaru an
Perubahan (-perubahan)
Bagian-bagian Referensi
Februari 2007 1.0 Pemenuhan Persyaratan AusAID – peluncuran kebijakan Maret 2008 November 2008 1.3 Menggabungkan rancangan AVI
dengan Kebijakan CP AusAID Maret 2008; Memasukkan komentar-komentar AVI CPWG & Childwise Januari 2009 1.5 Tambahan-tambahan ACFID Child
Rights Working Group & AVI TL
Asosiasi Anak-anak Cacat
Ijin dari
penjaga/orangtua Juni 2009 1.6 Penyuntingan keseluruhan
Juni 2010 2.0 Penghapusan dari elemen-elemen prosedur dan klausul manajemen resiko.
Prosedur juga mengalami sedikit perubahan
Bagian 6&7 dirubah. Bagian 8 dihapus.
Oktober 2013 3.0 Penyuntingan keseluruhan 12.Kosa Kata
Pegawai AVI: Semua pegawai AVI dan pegawai internasional yang saat ini memiliki kontrak kerja dengan AVI.
Anak-anak dan remaja: untuk tujuan-tujuan dalam kebijakan ini AVI mempertimbangkan seorang anak atau remaja sebagai individu yang berusia di bawah 18 tahun.
Penyiksaan anak: baik anak laki-laki dan anak perempuan dapat menjadi korban dari penyiksaan anak-anak, dan penyiksaan dapat diakibatkan ke seorang anak oleh laki-laki, perempuan atau anak yang lebih tua usianya. Hal ini termasuk penyiksaan fisik, penyiksaan seksual, menelantarkan atau kelalaian dalam perawatan, eksploitasi secara komersial dan lain-lain. Hal yang berakibat kerugian yang potensial terhadap kesehatan, perkembangan dan martabat anak.
- Penyiksaan secara fisik: hal yang disengaja menyebabkan kerugian secara fisik kepada seorang anak. Hal ini bisa dalam bentuk menampar, meninju, mengguncang, menendang, membakar, mendorong, menggigit, mencekik, meracuni atau hal-hal fisik lainnya yang menyakiti anak.
- Penyiksaan secara emosional: melibatkan pola perilaku oleh orang-orang dewasa kepada anak-anak, yang termasuk ancama-ancaman, penolakan, mengucilkan, meremehkan, memberi julukan atau bentuk non-fisik kejam lainnya atau menolak untuk merawat dimana hal itu mengikis kompetensi sosial dan harga diri seiring dengan waktu.
- Menelantarkan atau kelalaian dalam perawatan: adalah kelalaian untuk menciptakan kondisi-kondisi yang penting bagi perkembangan fisik dan emosi dan kesejahteraan seorang anak – dalam konteks sumber daya-sumber daya yang layak tersedia di dalam keluarga atau para pengasuh.
- Penyiksaan secara seksual: terjadi ketika seseorang menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk melibatkan seorang anak dalam aktifitas seksual. Perilaku penyiksaan secara seksual termasuk memegang alat kelamin, masturbasi, oral seks, penetrasi melalui vagina atau secara anal oleh penis, jari atau objek lainnya, pornografi. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan dapat menjadi korban-korban dari penyiksaan secara seksual.
Eksploitasi anak: eksploitasi anak secara komersil atau lainnya merujuk kepada penggunaan anak dalam pekerjaan atau aktifitas-aktifitas lainnya untuk keuntungan orang lain yang tidak dapat diterima karena hal tersebut mengurangi masa kecil, perkembangan dan martabat mereka. Hal ini termasuk, tapi tidak terbatas akan, buruh anak-anak dan prostitusi anak.
Eksploitasi anak secara material (dan/atau pornografi anak): Sesuai dengan Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child, por ografi a ak
Buruh anak: pekerjaan yang tidak sesuai karena anak-anak yang terlibat terlalu muda, pekerjaan tersebut mengurangi masa kecil dan martabat mereka, karena hal tersebut mengganggu pendidikan mereka3.
Perlindungan anak: aktifitas-aktifitas yang dirancang untuk mencegah dan merespon kerugian yang disengaja maupun yang tidak disengaja kepada anak-anak dan remaja. Tujuan dari perlindungan anak adalah untuk mendukun, melindungi dan memenuhi hak-hak anak-anak untuk mendapat perlindungan dari penyiksaan, penelantaran, eksploitasi dan kekerasan.
Pengamanan anak: aktifitas-aktifitas yang dirancang untuk memastikan keselamatan, kesejahteraan, dan perlindungan dari anak-anak dengan mendukung kondisi-kondisi yang konsisten dengan perawatan yang aman dan efektif dan yang dapat membuat anak-anak dan remaja berkembang dengan kesempatan hidup yang optimal.
Perawatan: perilaku-perilaku yang digunakan untuk memmbentuk hubungan istimewa atau berdasarkan kekuatan. Prosesnya dirancang untuk membangun kepercayaan keluarga dan anak dan membuatnya lebih mudah untuk seseorang untuk melakukan penyiksaan.
Lampiran 1
Perilaku yang Diharapkan dalam Bekerja dengan Anak-anak
Dalam menandatangi (masukkan perjanjian yang sesuai), Anda telah mengetahui dan setuju untuk mematuhi perilaku-perilaku yang diharapkan:
Saya Akan:
- Memperlakukan anak-anak dengan rasa hormat tanpa memandang ras, warna kulitm jenis kelamin, seksualitas, bahasa, agama, politik atau saran lain, kewarganegaraan, etnik,asal usul sosial, harta kekayaan, keketerbatasan, kelahiran atau status lainnya.
- Kapan pun memungkinkan, memastikan bahwa ada kehadiran orang dewasa lainnya ketika sedang terlibat dengan anak-anak.
- Menggunakan teknologi dan peralatan-peralatan elektronik dengan rasa tanggung jawab untuk memastikan anak-anak tidak dieksploitasi atau dilecehkan.
- Segera melaporkan kekhawatiran dan dugaan apa pun yang menyangkut penyiksaan anak dan pelanggaran kebijakan kepada Country Manager/Project Coordinator/petugas perlindungan anak AVI
- Mematuhi undang Australia dan daerah lokal yang relevan, termasuk undang-undang tenaga kerja, yang berhubungan dengan buruh anak.
- Mencari dukungan dari Country Manager/Project Coordinator/petugas perlindungan anak AVI dalam hal apa pun ketika kewajiban melapor menjadi syarat dari undang-undang Australia atau undang-undang internasional.
- Segera memgungkapkan seluruh tuduhan, keyakinan dan hasil-hasil apa pun dari pelanggaran yang berkaitan dengan anak, yang telah terjadi atau terjadi saat saya bergabung dengan AVI.
3
Saya tidak akan:
- Menggunakan bahasa atau melakukan pelecehan, penyiksaan, provokatif secara seksual, merendahkan, atau berlaku tidak pantas secara budaya, kepada, atau ketika ada kehadiran anak-anak
- Terlibat dalam bentuk hubungan atau aktifitas seksual apa pun, termasuk embayar untuk layanan atau aksi seksual, dengan anak di bawah usia 18 tahun
- menggunakan media sosial untuk mengeksploitasi, atau melecehkan atau berteman dengan tujuan pelecehan seksual anak-anak.
- Menggunakan teknologi atau peralatan-peralatan komunikasi untuk menciptakan atau mengakses materi-materi eksploitasi anak
- Mengundang anak-anak tanpa pendamping ke rumah saya kecuali mereka dalam resiko terluka atau bahaya fisik.
- Melakukan hal-hal yang bersifat pribadi dimana seorang anak bisa melakukannya sendiri, seperti membantu ke kamar kecil atau mengganti baju. Bila sangat diperlukan, saya akan melakukannya didampingi orang dewasa lainnya.
- Tidur dekat dengan anak-anak kecuali sangat diperlukan, dalam hal ini saya harus mendapat ijin yang jelas dari orangtua/pengasuh, memastikan bahwa ada kehadiran orang dewasa lainnya dan memberitahu AVI.
- Menyediakan transportasi pribadi kepada anak-anak kecuali sangat diperlukan, dalam hal ini saya harus mendapat ijin yang jelas dari orangtua/pengasuh, memastikan bahwa ada kehadiran orang dewasa lainnya dimana pun yang memungkinkan dan memberitahu AVI - Menggunakan hukuman secara fisik kepada anak-anak dalam bidang pekerjaan saya,
terlepas dari norma-norma komunitas
- Bertukar hadiah dengan anak-anak untuk tujuan mendapatkan kepercayaan mereka dengan niat pelecehan seksual
- Tidak memperkerjakan anak-anak untuk kerja domestik dan lainnya yang tidak sesuai mengingat usia, tahapan perkembangan mereka, yang mengganggu waktu untuk pendidikan dan aktifitas-aktifitas rekreasi mereka, atau yang menempatkan mereka dalam resiko terluka yang besar
Ketika menggunakan fotografi atau memfilmkan anak-anak untuk tujuan-tujuan pekerjaan
Saya akan:
- Mendapatkan persetujuan tertulis/lisan menggunakan AVI consent to use images forms
(formulir persetujuan AVI untuk menggunakan gambar-gambar/foto-foto)
- Memastikan bahwa penggunaan oleh saya foto-foto anak konsisten dengan komitmen AVI akan keselamatan, kesejahteraan dan keamanan anak-anak dan remaja
- foto-foto tidak akan membahayakan anak-anak dan tidak secara langsung atau tidak langsung mengungkapkan rincian-rincian pribadi (misalnya status HIV, rincian-rincian lokasi yang spesifik)
- Memastikan foto-foto tidak mengekspos anak-anak ke arah pembalasan yang negatif dengan cara menghubungkan mereka ke pendapat-pendapat, peristiwa-peristiwa atau kondisi-kondisi yang kontroversial dalam komunitas mereka
- Memastikan foto-foto memperlihatkan anak-anak dalam cara yang terhormat dan bermartabat, berpakaian secara layak dan bukan representasi seksualisasi