• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan dan Teori Manajemen docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tujuan dan Teori Manajemen docx"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

I. PENDAHULUAN

Setelah mengetahui dan memahami definisi, fungsi, serta prinsip –

manajemen, agar tercapainya keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan

secara maksimal,suatu manajemen juga perlu mengerti dan memahami tujuan

dan teori – teori manajemen sebelum menjalankan kegiatan atau pekerjaan

untuk tercapainya tujuan yang diharapkan.

II. RUMUSAN MASALAH

A. Apa tujuan manajemen ?

B. Bagaimana teori – teori manajemen ?

III. PEMBAHASAN A.Tujuan Manajemen

Manajemen berperan sangat penting bagi sebuah organisasi, agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis (teratur) dan dapat dievaluasi secara benar, akurat, dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif, dan efisien1. Adapun tujuan manajemen yang harus dicapai suatu organisasi antara lain :

1) Produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan suatu daya produksi dan merupakan perbandingan terbalik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang digunakan (input). Produktivitas dapat dinyatakan baik secara kuantitas maupun kualitas. Kuantitas output berupa jumlah tamatan yang berbanding terbalik dengan kuantitas input berupa jumlah tenaga kerja dan sumber daya selebihnya (uang, peralatan, perlengkapan, bahan dll). Sedang dalam ukuran kualitas tidak dapat diukur dengan uang, produktivitas ini digambarkan melalui ketepatan menggunakan metode atau cara kerja dan alat yang tersedia. Kajian terhadap produktivitas secara lebih komperhensif adalah keluaran

(2)

yang banyak dan bermutu dari tiap – tiap fungsi atau peranan penyelenggara.

2) Kualitas menunjukkan suatu ukuran penilaian / penghargaan yang diberikan atau dikenakan pada barang (product) atau jasa (service) berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot atau kinerjanya (Preffer and Coole, 1991). Jasa/pelayanan atau produk tersebut harus menyamai atau melebihi kebutuhan atau harapan pelanggannya. Dengan demikian mutu adalah jasa/produk yang menyamai bahkan melebihi harapan pelanggan sehingga pelanggan mendapat kepuasan.

3) Efektivitas merupakan ukuran keberhasilan tujuan organisasi. Etzioni (1964:187) mengatakan bahwa “Keefektifan adalah derajat dimana organisasi mencapai tujuannya”, atau menurut Sergiovani (1987:33) yaitu, “Kesuksesan hasil yang dicapai organisasi dengan tujuan”.

4) Efisiensi adalah pencapaian tujuan secara optimal dengan pemakaian/penggunaan sumber daya yang minimal. Dan bersangkutan dengan perbandingan antara rencana dengan tujuan yang dicapai. Efisiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output hasil tamatan.2

B. TEORI MANAJEMEN

1. Teori Klasik

Teori ini berasumsi bahwa para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir logik, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan. Oleh karena itu teori klasik berkesimpulan bahwa organisasi bekerja dalam proses yang logis dan rasional dengan pendekatan ilmiah dan berlangsung menurut struktur organisasi. Adapun para penganut teori klasik ini antara lain :

(3)

a) Frederik W. Taylor (1856-1915)

Frederik adalah pelopor manajemen ilmiah yang merupakan salah satu golongan dari teori klasik. Pendekatan ilmiah ini berpandanagn bahwa yang menjadi sasaran manajemen adalah mendapatkan kemakmuran maksimum bagi pengusaha dan karyawannya. Untuk itu manajemen harus melaksanakan prinsip-prinsip:

1) Perlunya dikembangkan ilmu bagi setiap tugas.

2) Pemilihan karyawan yang tepat sesuai dengan persyaratan kerja.

3) Perlunya pelatihan dan pemberian rangsangan.

4) Perlunya dilakukan penelitian-penelitian dan percobaan-percobaan.

b) Henry Fayol (1916)

Henry berpendapat bahwa manajemen harus berisi 5 pedoman manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengkomandoan,pengkoordinasian, dan pengawasan yang dikutip dalam bukunya “Administration Industrielle Et Generale”. Prinsip- prinsip pokok menurut Fayol adalah:

 Kesatuan komando, dianggap penting karena pembagian

tugas dalam organisasi sudah sangat spesialis.  Wewenang harus dapat didelegasikan.

 Inisiatif harus dimiliki setiap manajer.

 Adanya solodaritas kelompok.3

Menurut Fayol prinsip-prinsip diatas tidak bersifat kaku seperti halnya Taylor, tetapi dia menyarankan agar pelaksanaan prinsip-prinsip tersebut harus bersifat luwes.4

3 Nanang Fatah, Landasan Manajemen Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2011, hlm. 22)

(4)

c) Max Weber (1947)

Menurut Weber birokrasi merupakan ciri dari pola organisasi yang strukturnya dibuat sedemikian rupa sehingga secara maksimal dapat memanfaatkan tenaga ahli. Organisasi harus diatur secara rasional, impersonal, dan bebas dari sikap prasangka. Dia juga berpendapat birokrasi merupakan usaha untuk menghilangkan tradisi organisasi yang membuat keputusan secera emosional atau berdasarkan ikatan kekeluargaan sehingga, mengakibatkan organisasi tidak efektif.

2. Teori Neo-Klasik

Teori ini timbul karena pada para manajer terdapat berbagai kelemahan dengan pendekatan klasik. Nyatanya manajer kesulitan dan frustasi karena orang tidak selalu mengikuti tingkah laku yang rasional. Beberapa ahli berusaha memperkuat teori klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi. Dengan adanya peralihan yang lebih berorientasi pada manusia, dikenal dengan pendekatan perilaku sebagai ciri utama teori ini.5

Teori ini berasumsi bahwa manusia itu makhluk sosial dengan mengaktualisasikan dirinya. Beberapa pelopor aliran neo-klasik ini antara lain: Elton Mayo dengan Studi Hubungan Antar-Manusia, atau tingkah laku manusia dalam situasi kerja yang terkenal dengan studi Hawthorne. Berdasarkan hasil studi ini ternyata kelompok kerja informal lingkungan sosial pekerja mempunyai pengaruh yang besar terhadap produktivitas.

Pengikut lain aliran ini Chester I. Barnard yang menyatakan bahwa hakikat organisasi adalah kerjasama, yaitu kesediaan orang saling berkomunikasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama. Dia juga berpendapat bahwa “Suatu manajemen dapat bekerja secara efisien dan tetap hidup jika tujuan organisasi dan kebutuhan perorangan yang bekerja pada organisasi itu dijaga seimbang”.6

5 Ibid, hlm. 25

(5)

3. Teori Modern

Teori Modern merupakan pendekatan modern berdasarkan hal-hal yang sifatnya situasional. Artinya orang yang menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi dan mengambil keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan. Menurut teori ini orang itu berlainan dan berubah baik kebutuhannya, reaksinya, tindakannya yang semuanya bergantung pada lingkungan. Selanjutnya orang itu bekerja didalam suatu sistem untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Murdick dan Ross, sistem organisasi itu terdiri dari individu, organisasi formal, organisasi informal, gaya kepemimpinan, dan perangkat fisik yang satu sama lain berbeda namun saling berhubungan. Oleh karena itu teori ini bersifat situasional dan fleksibel artinnya sesuai dengan situasi dan kondisi.7

(6)

IV. KESIMPULAN

Dari pemaparan serta penjelasan tujuan dan teori manajemen di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen bertujuaan untuk terwujudnya suatu organisasi dalam melaksanakan pekerjaan atau usaha secara tepat sehingga tercapainya hasil yang produktif, berkualitas, efektif, dan efisien. Kemudian manajemen terbagi dalam tiga teori, antara lain :

1. Teori Klasik 2. Teori Neo klasik 3. Teori modern

(7)

V. PENUTUP

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Material komposit sudah dikembangkan dalam berbagai aplikasi, dengan memanfaatkan limbah (biowaste) tulang sapi yang diolah menjadi serbuk Hidroksiapatit dengan campuran

UNIVERSITAS EN AS ENDERAL SOEDIRMAN

Pengobatan bagi ternak yang sakit tidak dilakukan karena tidak ekonomis walau penyakit ini dapat menular atau membahayakan baik untuk sesama ternak maupun.

Perlakuan kombinasi pupuk organik, hayati dan anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap komponen-komponen mutu gabah berupa kadar air gabah, persentase gabah isi, gabah hampa, dan

Dengan ditemukannya kontrol optimal tersebut, maka juga ditemukan keadaan sistem persamaan diferensial ( model S I R ) dan vektor pengali Langrange yang sesuai untuk

Sistem Pengendalian Internal adalah suatu sistem usaha atau sistem sosial yang dilakukan perusahaan yang terdiri dari struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran untuk menjaga

1) Yoga selama hamil dapat meringankan edema dan kram yang sering terjadi pada bulan terakhir kehamilan, membantu posisi bayi dan pergerakan,meningkatkan sistem

Jika status hukum yang pertama, yaitu apakah mereka "gratis untuk semua" atau merupakan bagian dari warisan bersama umat manusia, tidak diklarifikasi, banyak