• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN

PERUSAHAAN DAGANG

PERUSAHAAN DAGANG

PERUSAHAAN DAGANG

PERUSAHAAN DAGANG

PERUSAHAAN DAGANG

BAB

BAB

BAB

BAB

BAB

7

7

7

7

7

PETA KONSEP

diperoleh Laporan keuangan

terdiri dari

Penyesuaian mempengaruhi Penerapan Pembalikan

dibandingkan dengan

Neraca tahun sebelumnya mempengaruhi

(2)

PERAGA 7.1

Laporan laba rugi perusahaan dagang

Laporan keuangan, terutama untuk perusahaan jasa, telah dijelaskan secara umum pada buku jilid 1. Pada bab ini, kita akan membahas tentang laporan keuangan perusahaan dagang. Sumber data untuk membuat laporan keuangan perusahaan dagang berasal dari kertas kerja perusahaan dagang. Perbedaan laporan keuangan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa sebagaimana telah kita pelajari pada buku jilid 1 adalah pada laporan laba rugi. Perbedaan itu terlihat pada jenis pendapatan. Pendapatan pada perusahaan jasa adalah pendapatan dari menjual jasa, sementara pendapatan dari pe-rusahaan dagang adalah hasil penjualan dan pembelian barang dagang.

HARGA POKOK PENJUALAN

Perhatikan bentuk laporan laba rugi pada Peraga 7.1. Peraga tersebut memperlihatkan letak harga pokok penjualan pada laporan laba rugi perusahaan dagang. Harga pokok penjualan pada laporan laba rugi itu mengurangi penjualan bersih. Secara keseluruhan, unsur-unsur untuk menghitung harga pokok penjualan adalah persediaan barang dagang awal dan akhir, serta pembelian bersih barang dagang (lihat Peraga 7.2). Pembelian bersih adalah semua pembelian barang dagang baik secara tunai maupun kredit ditambah biaya angkut pembelian, dikurangi retur pembelian dan pengurangan harga, serta potongan pembelian.

LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN DAGANG

Pendapatan/beban di luar usaha:

Pendapatan di luar usaha Rp . . . . Beban di luar usaha (. . . .)

. . . .

Laba bersih Rp . . . .

T U J U A N P E M B E L A J A R A N

Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:

• Menjelaskan perhitungan harga pokok penjualan

• Mendeskripsikan masing-masing laporan keuangan perusahaan dagang

• Menyusun laporan keuangan dari neraca saldo dan ayat jurnal

penyesuaian.

KATA KUNCI:

• Persediaan barang dagang awal dan

akhir

• Pembelian

• Beban angkut pembelian

• Retur pembelian dan pengurangan

harga

(3)

PERAGA 7.2

Perhitungan harga pokok penjualan

HARGA POKOK PENJUALAN

Persediaan awal barang dagang Rp . . . .

Pembelian Rp . . . .

Beban angkut pembelian . . . .

Rp . . . . Retur pembelian dan

pengurangan harga Rp. . . .

Potongan pembelian . . . .

(. . . .)

Jumlah pembelian bersih . . . .

Barang yang tersedia untuk dijual Rp . . . .

Persediaan akhir barang dagang (. . . .)

Harga pokok penjualan Rp . . . .

Contoh:

Sebuah kertas kerja perusahaan dagang menunjukkan akun-akun sebagai berikut.

Persediaan barang dagang (awal) Rp 2.600.000

Pembelian Rp 9.250.000

Retur pembelian dan pengurangan harga Rp 600.000

Potongan pembelian Rp 408.000

Persediaan barang dagang (akhir) Rp 3.700.000

Diminta:

Hitunglah harga pokok penjualannya!

Jawab:

Persediaan barang dagang (awal) Rp 2.600.000

Pembelian Rp 9.250.000

Retur pembelian dan

pengurangan harga Rp 600.000

Potongan pembelian 408.000

(1.008.000)

Jumlah pembelian bersih 8.242.000

Barang yang tersedia untuk dijualRp 10.842.000

Persediaan barang dagang (akhir) (3.700.000)

(4)

PERAGA 7.3

LAPORAN LABA RUGI

Beban usaha pada laporan laba rugi perusahaan dagang dibedakan antara beban penjualan serta beban umum dan administrasi, sehingga memudahkan pemimpin perusahaan untuk menganalisis pengeluaran beban usaha. Beban penjualan adalah beban usaha berhubungan langsung dengan penjualan, antara lain beban iklan, beban gaji bagian penjualan, beban perlengkapan toko, dan se-bagainya. Beban umum dan administrasi adalah beban usaha yang berkaitan dengan administrasi kantor.

Terkait dengan pencatatan beban, laporan laba rugi dapat disusun dengan dua metode: (1) langkah langsung (single step)

1. Langkah LangsungLangkah LangsungLangkah LangsungLangkah LangsungLangkah Langsung. Laporan laba rugi yang menggunakan langkah langsung tidak membedakan beban penjualan dengan beban umum dan administrasi. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan kecil dengan jenis transaksi yang tidak terlalu banyak. Peraga 7.3 memperlihatkan bentuk laporan laba rugi yang menggunakan langkah langsung.

PERUSAHAAN . . . LAPORAN LABA RUGI

Periode . . .

PENJUALAN

Penjualan kotor Rp . . . .

Retur penjualan dan pengurangan

harga Rp . . . .

Potongan penjualan . . . .

( . . . .)

Penjualan bersih . . . .

HARGA POKOK PENJUALAN

Persediaan awal barang dagang Rp . . . .

Pembelian Rp . . . .

Beban angkut pembelian . . . .

Rp . . . . Retur pembelian &

pengurangan harga Rp . . . .

Laporan laba rugi disusun menggunakan metode langkah langsung.

KATA KUNCI:

• Penjualan

• Harga pokok penjualan

• Beban usaha

• Langkah langsung

(5)

PERAGA 7.4 2.

2. 2. 2.

2. Langkah BertahapLangkah BertahapLangkah BertahapLangkah BertahapLangkah Bertahap. Pada langkah bertahap, beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta pendapatan dan beban lain-lain, dibedakan satu sama lain dan dikelompokkan sesuai dengan kelompok masing-masing, sehingga dalam laporan laba rugi terlihat dengan jelas jumlah beban usaha dan beban di luar usaha, serta pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha. Metode pengelompokan beban dan pendapatan semacam ini dapat memudahkan pihak manajemen menganalisis penyim-pangan beban dan pendapatan, antara lain terhadap anggaran. Bentuk laporan laba rugi menggunakan metode langkah bertahap diperlihatkan pada Peraga 7.4.

PERUSAHAAN . . . LAPORAN LABA RUGI

Periode . . .

PENJUALAN

Penjualan Rp . . . .

Retur penjualan dan pengurangan

harga Rp . . . .

Potongan penjualan . . . .

Penjualan bersih ( . . . . )

HARGA POKOK PENJUALAN

Persediaan barang dagang (awal) Rp . . . .

Pembelian Rp . . . .

Beban angkut pembelian . . . .

Rp . . . . Retur pembelian &

pengurangan harga Rp . . . .

Beban umum & administrasi:

Beban . . . . Rp . . . .

PENDAPATAN DAN BEBAN LAIN-LAIN

Pendapatan . . . . Rp . . . .

(6)

Contoh:

Pembuatan Laporan Laba Rugi PD Hidup Baru (Bab 6, hal 98) menggunakan metode langkah langsung dan langkah bertahap berdasarkan Kertas Kerja PD Hidup Baru adalah sebagai berikut. Laporan Laba Rugi PD Hidup Baru menggunakan metode langkah langsung.

1. Laporan Laba Rugi PD Hidup Baru menggunakan metode langkah bertahap.

PD HIDUP BARU LAPORAN LABA RUGI 1 Januari - 31 Desember 2005

PENJUALAN

Penjualan kotor Rp 25.275.000

Retur penjualan & pengurangan harga Rp 1.550.000

Potongan penjualan 2.005.500

(3.555.500)

Penjualan bersih Rp 21.719.500

HARGA POKOK PENJUALAN

Persediaan barang dagang (awal) Rp 2.600.000

Pembelian kotor Rp 9.250.000

Retur pembelian &

pengurangan harga Rp 600.000

Potongan pembelian 408.000

(1.008.000)

Pembelian bersih 8.242.000

Barang yang tersedia untuk dijual Rp 10.842.000

Persediaan barang dagang (akhir) (3.700.000)

Harga pokok penjualan (7.142.000)

Rp 14.577.500

Pendapatan sewa 1.270.000

Laba kotor 15.847.500

BEBAN USAHA

Beban gaji bagian penjualan Rp 1.375.000

Beban asuransi 1.350.000

Beban penyusutan gedung 1.250.000

Beban gaji pegawai kantor 1.210.000

Beban perlengkapan toko 1.150.000

Beban iklan 900.000

Beban penyusutan peralatan toko 800.000

Beban administrasi 760.000

Beban angkutan penjualan 750.000

Beban perlengkapan kantor 550.000

Pajak penghasilan 540.000

Beban penyusutan peralatan kantor 500.000

Beban listrik dan telpon 220.000

Macam-macam beban penjualan 275.000

Jumlah beban usaha ( 11.630.000)

(7)

PD HIDUP BARU LAPORAN LABA RUGI 1 Januari - 31 Desember 2005

PENJUALAN

Penjualan Rp 25.275.000

Retur penjualan dan pengurangan

harga Rp 1.550.000

Potongan penjualan 2.005.500

(3.555.500)

Penjualan bersih Rp 21.719.500

HARGA POKOK PENJUALAN

Persediaan barang dagang (awal) Rp 2.600.000

Pembelian kotor Rp 9.250.000

Retur pembelian &

pengurangan harga Rp 600.000 Potongan pembelian 408.000

(1.008.000)

BEBAN USAHA

Beban Penjualan:

Beban gaji bagian penjualan Rp 1.375.000

Beban Perlengkapan toko 1.150.000

Beban iklan 900.000

Beban penyusutan peralatan toko 800.000

Beban angkut penjualan 750.000

Macam-macam beban penjualan 275.000

Jumlah beban penjualan Rp 5.250.000

Beban umum & administrasi:

Beban asuransi Rp 1.350.000

Beban penyusutan gedung 1.250.000

Beban gaji pegawai kantor 1.210.000

Beban administrasi 760.000

Beban perlengkapan kantor 550.000

Beban penghasilan 540.000

Beban penyusutan peralatan kantor 500.000

Beban listrik dan telepon 220.000

Jumlah beban umum dan administrasi 6.380.000

Jumlah beban usaha (11.630.000)

Laba Usaha Rp 2.947.500

PENDAPATAN DAN BEBAN LAIN-LAIN

Pendapatan sewa 1.270.000

Laba-rugi bersih Rp 4.217.500

Pembelian bersih 8.242.000

Barang yang tersedia untuk dijual Rp 10.842.000

Persediaan barang dagang (akhir) (3.700.000)

Harga pokok penjualan (7.142.000)

Laba kotor Rp 14.577.500

(8)

PERAGA 7.5

LAPORAN PERUBAHAN MODAL

Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan berisikan informasi mengenai perubahan modal perusahaan untuk suatu periode tertentu. Pembuatan laporan perubahan modal pada perusahaan dagang sama dengan pembuatan laporan keuangan pada perusahaan jasa. Peraga 7.5 memperlihatkan bentuk laporan perubahan modal.

LAPORAN PERUSAHAAN PERUBAHAN MODAL untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2005

Pembuatan Laporan Perubahan Modal PD Hidup Baru berdasarkan Kertas Kerja dan Laporan Laba Rugi PD Hidup Baru adalah sebagai berikut.

Laporan perubahan modal

Modal Komarudin awal tahun Rp 30.875.000,00

Laba bersih Rp 4.217.500,00

Prive Komarudin (1.000.000,00)

Penambahan modal 3.217.500,00

Modal Komarudin akhir tahun Rp 34.092.500,00

NERACA

Neraca adalah laporan keuangan berisikan informasi mengenai keadaan harta, utang, dan modal perusahaan sampai dengan suatu waktu tertentu, biasanya akhir tahun. Pembuatan neraca pada perusahaan dagang sama dengan pembuatan neraca pada perusahaan jasa. Neraca dapat berbentuk akun T (scontro) dan dapat pula berbentuk laporan (staffel)

1. 1. 1. 1.

1. Neraca Bentuk Akun TNeraca Bentuk Akun TNeraca Bentuk Akun TNeraca Bentuk Akun TNeraca Bentuk Akun T. Neraca bentuk akun T adalah neraca dengan susunan kelompok harta di sebelah kiri dan kelompok utang dan modal di sebelah kanan. Perhatikan Peraga … untuk melihat bentuk neraca akun T. LAPORAN PERUBAHAN MODAL

(9)

PERAGA 7.7 PERAGA 7.6

NERACA Per 31 Desember 2005

HARTA UTANG

Harta lancar:Utang lancar:

. . . . Rp . . . . . . . . Rp . . . .

. . . . . . . . . . . . Rp . . . . +

. . . . . . . .

Jumlah harta lancar Rp . . . . Jumlah utang lancar Rp . . . .

Harta tetap:Utang Jangka Panjang:

. . . . Rp . . . . . . . . Rp . . . .

2.2. Neraca Bentuk LaporanNeraca Bentuk LaporanNeraca Bentuk LaporanNeraca Bentuk LaporanNeraca Bentuk Laporan. Neraca bentuk laporan adalah neraca dengan susunan kelompok harta pada bagian atas, disusul dengan kelompok utang dan modal pada bagian bawah. Perhatikan Peraga … untuk melihat bentuk neraca laporan.

NERACA

Utang jangka panjang

. . . . Rp . . . .

(10)

Contoh:

Neraca PD Hidup Baru dengan bentuk akun T dan bentuk laporan berdasarkan kertas kerja pada Bab 6 hal 98 adalah sebagai berikut. 1. Neraca PD Hidup Baru bentuk akun T.

PD HIDUP BARU NERACA Per 31 Desember 2005

HARTA UTANG

Harta Lancar:Utang lancar

Kas Rp 6.312.500 Utang dagang Rp 2.050.000

Piutang dagang 1.225.000 Utang gaji 25.000

Persediaan barang dagang 3.700.000 Utang pajak penghasilan 420.000

Perlengkapan toko 500.000 Jumlah utang lancar Rp 2.495.000

Perlengkapan kantor 150.000

Asuransi dibayar di muka 450.000

Iklan dibayar di muka 300.000 Utang Jangka Panjang —

Jumlah harta lancar Rp 12.637.500

Harta Tetap:

Peralatan toko Rp 8.000.000

Akum peny. peralatan toko (4.800.000)

Rp 3.200.000 MODAL

Gedung Rp 25.000.000 Modal Komarudin 34.092.500

Akum peny. gedung (6.250.000)

18.750.000

Peralatan kantor Rp 5.000.000

Akum peny. peralt kantor (3.000.000)

2.000.000

Jumlah harta tetap 23.950.000

Jumlah harta Rp 36.587.500 Jumlah utang dan modal Rp36.587.500

2. Neraca PD Hidup Baru bentuk laporan.

Persediaan barang dagang 3.700.000

Perlengkapan toko 500.000

Perlengkapan kantor 150.000

Asuransi dibayar di muka 450.000

Iklan dibayar di muka 300.000

Jumlah harta lancar Rp12.637.500

Harta Tetap:

Peralatan toko Rp 8.000.000

Akum. peny. peralatan toko (4.800.000)

Rp 3.200.000

Peralatan kantor Rp 5.000.000

Akum. peny. peralatan kantor (3.000.000)

(11)

Gedung Rp 25.000.000

Akum. peny. gedung (6.250.000)

18.750.000

Jumlah harta tetap 23.950.000

Jumlah harta Rp 36.587.500

UTANG

Utang lancar:

Utang dagang Rp 2.050.000

Utang gaji 25.000

Utang pajak penghasilan 420.000

Jumlah utang lancar

Rp 2.495.000

MODAL

Modal Komarudin 34.092.500

Jumlah utang dan modal Rp 36.587.500

LAPORAN ARUS KAS (STATEMENT OF CASH

FLOW)

Laporan arus kas melaporkan jumlah uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan perusahaan pada saat tertentu.

Arus kas yang dilaporkan dibagi atas tiga jenis aktivitas. Tiga jenis aktivitas itu antara lain sebagai berikut.

1. 1.1.

1.1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi. Arus Kas dari Aktivitas Operasi. Arus Kas dari Aktivitas Operasi. Arus kas dari aktivitas operasiArus Kas dari Aktivitas Operasi. Arus Kas dari Aktivitas Operasi. adalah arus kas dari transaksi-transaksi yang mempengaruhi laba bersih. Sebagai contoh, pembelian dan penjualan barang dagang yang dilakukan perusahaan.

2. 2.2.

2.2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi. Arus kas dari aktivitasArus Kas dari Aktivitas Investasi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi. investasi adalah arus kas dari transaksi-transaksi yang mem-pengaruhi investasi pada aktiva tidak lancar. Sebagai contoh, pembelian dan penjualan aktiva tetap seperti gedung, peralatan, dan sebagainya.

3. 3.3.

3.3. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan. Arus kas dari aktivitasArus Kas dari Aktivitas Pembiayaan. Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan. pembiayaan adalah arus kas dari transaksi-transaksi yang mempengaruhi utang dan modal. Sebagai contoh, membayar dividen, menerbitkan saham, dan sebagainya.

Pelaporan arus kas dari aktivitas operasi dapat menggunakan dua metode alternatif sebagai berikut.

■ Metode Langsung Metode Langsung Metode Langsung Metode Langsung Metode Langsung. Dengan menggunakan metode ini, arus kas dari aktivitas operasi melaporkan sumber-sumber utama dari penerimaan kas dan penggunaan utama dari pengeluaran kas dari aktivitas operasi.

Metode langsung membagi penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

KATA KUNCI:

(12)

Harga Pokok Penjualan (dilaporkan pada laporan

laba rugi)

+ Kenaikan persedian

+ penurunan utang dagang – penurunan piutang

dagang

– kenaikan utang dagang

Pembayaran kas untuk pemasok Penjualan Bersih

(dilaporkan pada laporan Laba Rugi)

+ Kenaikan piutang dagang

– Penurunan piutang dagang

Penerimaan kas dari pelanggan

1. Penerimaan kas dari pelanggan.

2. Pembayaran kas untuk beban-beban operasi.

3. Pembayaran kas untuk beban-beban operasi

Beban operasi selain depresiasi yang dilaporkan pada laporan laba rugi

+ beban-beban yang tidak melibatkan kas

(13)

Laba Bersih (dilaporkan pada laporan laba rugi)

+ penurunan beban yang masih harus dibayar

Pembayaran kas untuk beban-beban operasi

– kenaikan beban yang masih harus dibayar

■ Metode Tidak LangsungMetode Tidak LangsungMetode Tidak LangsungMetode Tidak LangsungMetode Tidak Langsung. Dengan menggunakan metode ini, pelaporan arus kas dari aktivitas operasi diawali dengan laba bersih dan melakukan penyesuaian untuk pendapatan dan beban yang tidak melibatkan penerimaan atau pembayaran kas.

+ beban-beban yang tidak melibatkan kas (depresiasi, beban asuransi yang telah dibayar di muka, dll

– kenaikan beban yang masih harus dibayar

– kenaikan beban yang masih harus dibayar

– kenaikan beban yang masih harus dibayar

– kenaikan beban yang masih harus dibayar

Arus kas masuk (keluar) dari kegiatan operasi Harga Pokok Penjualan

(dilaporkan pada laporan laba rugi)

31 Desember 2007 31 Desember 2008

Kas Rp 24.795.000,00 Rp 10.000.000,00

Asuransi dibayar di muka 800.000,00 600.000,00

Persediaan barang dagang 600.000 1.000.000,00

Tanah 0,00 20.000.000,00

Peralatan kantor 2.000.000,00 2.000.000,00

Akum penyus. peralt. kantor Rp 300.000,00 Rp 400.000,00

Modal Thomas 27.895.000,00 33.180.000,00

Beban umum YMH dibayar 20.000,00

Rp 28.195.000,00 Rp 28.195.000,00 Rp 33.600.000,00 Rp 33.600.000,00

Contoh:

Perhatikan neraca PD Thomas per 31 Desember 2007 dan per 31 Desember 2008 serta laporan laba rugi PD Thomas sebagai berikut.

(14)

Laporan arus kas langsung:

PD Thomas LAPORAN ARUS KAS

untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2008

Arus kas untuk kegiatan operasi

Total kas yang diterima dari pembeli

Kas yang diterima dari pembeli Rp 17.700.000,00 Total kas yang dibayarkan kepada pemasok

Harga Pokok Penjualan Rp 11.525.000,00 Ditambah: Kenaikan persediaan 400.000,00

Kas yang dibayarkan kepada pemasok (11.925.000,00) Total kas yang dibayarkan untuk biaya-biaya

Beban umum lain-lain (450.000,00)

Arus kas masuk dari kegiatan operasi Rp 5.325.000,00

Arus kas dari kegiatan investasi

Kas yang dikeluarkan untuk pembelian tanah (20.000.000,00)

Arus kas dari kegiatan pendanaan

Prive (120.000,00)

Penurunan kas (Rp 14.795.000,00) Saldo kas awal 24.795.000,00 Saldo kas akhir Rp 10.000.000,00

PD Thomas LAPORAN LABA RUGI

untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2008

Pendapatan dari penjualan

Penjualan Rp18.000.000,00 Dikurangi:Retur penjualan (100.000,00) Potongan penjualan (200.000,00) Penjualan bersih Rp 17.700.000,00 Harga Pokok Penjualan

Persediaan awal Rp 600.000,00 Ditambah:Pembelian bersih 11.925.000,00 Barang dagang tersedia unt. dijual Rp 12.525.000,00 Dikurangi:Persediaan akhir (1.000.000,00)

HPP (11.525.000)

Laba kotor Rp 6.175.000 Beban operasi

Beban asuransi Rp 200.000,00 Beban penyst. peralt. ktr. 100.000,00 Beban umum lain-lain 470.000,00

(15)

Laporan arus kas tidak langsung:

PD Thomas LAPORAN ARUS KAS

untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2008

Arus kas untuk kegiatan operasi

Pendapatan bersih Rp 5.405.000,00 Ditambah: Beban penyst. peralt. ktr. Rp 100.000,00

Beban asuransi 200.000,00 Peningkatan pada b. umum YMH dibayar 20.000,00

320.000,00 Dikurang: Peningkatan nilai persediaan (400.000,00)

Arus kas masuk dari kegiatan operasi Rp 5.325.000,00

Arus kas dari kegiatan investasi

Kas yang dikeluarkan untuk pembelian tanah (20.000.000,00)

Arus kas dari kegiatan pendanaan

Prive (120.000,00)

Penurunan kas (14.795.000,00) Saldo kas awal Rp 24.795.000,00 Saldo kas akhir Rp 10.000.000,00

1. Laporan Laba rugi: a. Penjualan

bersih = penjualan – (retur penjualan dan

pengurangan harga + potongan penjualan) b. Pembelian

bersih = pembelian + beban angkut pembelian – (retur pembelian dan pengurangan harga + potongan pembelian)

c. Harga pokok

penjualan = persediaan awal barang dagang + pembelian bersih – persediaan akhir barang dagang. d. Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok

penjualan.

e. Beban-beban = beban penjualan + beban administrasi dan umum.

f. Laba bersih sebelum pajak = laba kotor – beban-beban. 2. Laporan Perubahan Modal:

Modal akhir = modal awal ± laba-rugi – prive.

Tanda + digunakan jika perusahaan memperoleh laba, dan Tanda – digunakan jika perusahaan memperoleh rugi. 3. Laporan Neraca:

a. bentuk skontro b. bentuk staffel

(16)

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Hitunglah jumlah pembelian kotor bila diketahui:

Harga pokok penjualan Rp 700.000,00 Biaya angkut pembelian Rp 7.900,00 Persediaan awal barang

dagang Rp 90.000,00

Retur pembelian dan

pengurangan harga Rp 50.000,00 Persediaan akhir barang

dagang Rp 60.000,00

Penjualan Rp 900.000,00

2. Hitunglah berapa persediaan awal barang dagang bila diketahui: Persediaan akhir barang

dagang Rp 600.000,00

Pembelian Rp 800.000,00

Harga pokok penjualan Rp 700.000,00 Beban angkut pembelian Rp 40.000,00 Retur pembelian dan

pengurangan harga Rp 70.000,00

3. Berikut ini adalah kertas kerja UD Panorama per 31 Desember

No Nama Akun Neraca Saldo Penyesuaian Laporan Laba Rugi Neraca Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit

(17)

18 Beban piutang

Susunlah laporan laba-rugi UD Meranti! (Catatan: Persediaan awal barang dagang adalah Rp14.000.000,00 dan persediaan akhir barang adalah Rp 12.000.000,00)

UD MERANTI

5. Sejumlah akun berikut diambil dari neraca saldo PT Serayu yang telah disesuaikan per 31 Desember 2005.

Diminta:

a. Susunlah laporan laba rugi bentuk langsung.

(18)

Utang dagang ... Rp 42.300.000,00 Piutang dagang ... 134.250.000,00 Akumulasi penyusutan peralatan kantor ... 34.000.000,00 Akumulasi penyusutan peralatan toko ... 62.700.000,00 Modal saham ... 200.000.000,00 Kas ... 87.550.000,00 Harga pokok penjualan ... 605.500.000,00 Dividen ... 80.000.000,00 Utang dividen ... 20.000.000,00 Beban umum ... 82.650.000,00 Beban bunga ... 15.200.000,00 Persediaan barang dagang ... 172.500.000,00 Utang bank jangka panjang ... 75.000.000,00 Asuransi dibayar di muka ... 8.700.000,00 Pendapatan sewa ... 12.900.000,00 Laba ditahan ... 112.800.000,00 Utang gaji ... 8.100.000,00 Penjualan ... 942.700.000,00 Beban penjualan ... 111.250.000,00 Peralatan toko ... 145.700.000,00

(19)

1. Buatlah AYAT JURNAL PENUTUP untuk PD. DWIPA JAYA, JAKARTA berdasarkan KERTAS KERJA PD. DWIPA JAYA, JA-KARTA Tahun 2005 (terlampir) pada lembar jawaban yang tersedia di bawah ini: (Kertas kerja Anda selesaikan terlebih dahulu).

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

2005 Des.

Ayat Jurnal Penutup

PD DWIPA JAYA, JAKARTA

LEMBAR KERJA SISWA

Nilai Paraf MATERI :Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

(20)

Eko

509 Beban Peny. Peralatan Toko

510 Beban Sewa

Akun Neraca Saldo Ayat Jurnal Penyesuaian Debet Kredit Debet Kredit

Neraca Saldo Disesuaikan

Debet

Laporan Laba-Rugi Neraca

(21)

2. Berdasarkan KERTAS KERJA PD. DWIPA JAYA, JAKARTA tahun 2005 (Hal. 328), buatlah LAPORAN KEUANGAN untuk PD. DWIPA JAYA, JAKARTA:

A. Laporan Laba Rugi B. Neraca

C. Laporan Perubahan Modal.

A. Laporan Laba-Rugi

PD DWIPA JAYA Laporan Laba-Rugi

(22)

C. Laporan Perubahan Modal B. Neraca

PD DWIPA JAYA, Laporan Perubahan Modal

Untuk Tahun yang Ditutup 31 Desember 2005 PD DWIPA JAYA

Referensi

Dokumen terkait

tidak seperti layaknya komputer biasa, PLC diciptakan dengan memiliki input dan output yang dapat dapat dihubungkan dengan sensor dan aktuator sebagai pemicu atau

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh kualitas pelayanan, harga, dan nilai pelanggan terhadap kepuasan pelanggan Bengkel Motor Honda

Satu tugas dapat diberikan pada beberapa kelas yang berbeda dalam terminologi pemodelan data, ini berarti antara entitas Tugas Matakuliah dan entitas Kelas ter

Hampir semua obat kumur mengandung lebih dari satu bahan aktif dan hampir semua dipromosikan dengan beberapa keuntungan bagi pengguna. Masing-masing obat kumur merupakan

• Harga saham AS jatuh di hari Rabu, semakin menjauhi rekor tertinggi dipicu laporan laba yang mengecewakan dari sejumlah perusahaan, sementara data manufaktur AS dan Eropa yang

Sebuah mobil bergerak dengan kelajuan awal 72 km/jam kemudian direm hingga berhenti pada jarak 8 meter dari tempat mulainya pengereman. Tentukan nilai perlambatan yang diberikan

memicu kelompok sejenis bermunculan dengan simbol yang berbeda (misalnya agama kristen). Perbedaan antar kelompok akan menguat pada suku yang didominasi oleh simbol kristen)..

Skripsi Letter of credit sebagai .... Ayu