• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEGMENTASI TARGETING DAN DIFERENSIASI DA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SEGMENTASI TARGETING DAN DIFERENSIASI DA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

SEGMENTASI, TARGETING DAN DIFERENSIASI DALAM

MEREBUT PELUANG PASAR

DISUSUN OLEH :

1. DEDE IRAMA

NPM. 1210005530099

2. EFRYANTI

NPM . 1210005530021

3. LINDA SRI WULAN

NPM. 1210005530144

JURUSAN EKONOMI MANAJEMEN

UNIVERSITAS TAMANSISWA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas “Segmentasi, Targeting dan Diferensiasi Dalam merebut Peluang Pasar

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan

tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu

dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan

Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk

penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk

penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Padang Mei 2014

(3)

BABI

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam perkembangan konsep pemasaran mutakhir, konsumen ditempatkan sebagai

sentral perhatian. Setidaknya ada dua alasan mengapa perilaku konsumen perlu dipelajari.

Pertama, konsumen sebagai titik sentral perhatian pemasaran. Mempelajari apa yang

diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen pada saat ini merupakan hal yang sangat penting.

Untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen, maka aspek-aspek yang

mempengaruhi konsumen secara individu seperti persepsi, cara memperoleh informasi, sikap,

demografi, kepribadian dan gaya hidup konsumen perlu dianalisa. Selain itu juga perlu

dianalisa aspek lingkungan seperti budaya, kelas sosial, kelompok rujukan, proses

komunikasi, keluarga, dan lain-lain yang semuanya bisa mempengaruhi perilaku konsumen.

Kedua, perkembangan perdagangan pada saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak produk

yang ditawarkan daripada permintaan.

Kelebihan penawaran ini menyebabkan banyak produk yang tidak terjual atau tidak

dikonsumsi oleh konsumen. Kelebihan penawaran tersebut bisa disebabkan faktor seperti

kualitas barang tidak layak, tidak memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen atau

mungkin juga konsumen tidak mengetahui keberadaan produk tersebut.

Implikasi penting dari perilaku konsumen adalah untuk mendefinisikan dan

mensegmentasikan pasar yang jelas sehingga memungkinkan untuk menentukan pasar

sasaran (target market) dan memposisikan produk (product positioning) dengan proses

(4)

Segmentasi pasar adalah strategi yang dirancang untuk mengalokasikan sumber daya

pemasaran kepada segmen yang telah didefinisikan. Memposisikan produk adalah strategi yang

dirancang untuk mengkomunikasikan manfaat produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen

(Kasali, 1998).

Pemasar tidak menciptakan segmen, tugas pemasar adalah mengidentifikasi segmen dan

memutuskan yang mana yang akan menjadi target. Pemasaran segmen memberikan beberapa

manfaat dibandingkan pemasaran masal. Perusahaan dapat lebih mudah memilih saluran

distribusi dan saluran komunikasi yang terbaik, dan ia juga akan memiliki gambar yang jelas

tentang para pesaingnya, yang merupakan perusahan-perusahaan yang mengejar segmen yang

sama. Akan tetapi, walaupun segmen itu sebagiannya merupakan keinginan saja dalam arti tidak

setiap barang dalam segmen itu mengiginkan barang-barang yang persis sama.

Beberapa periset berusaha untuk membentuk segmen dengan mengamati ciri-ciri

konsumen: secara geografis, demografis, dan psikologis. Tidak semua segmentasi itu bermanfaat.

Agar dapat berguna segmen pasar haruslah :

1. Dapat diukur : ukuran, daya beli, dan profil segmen dapat diukur.

2. Besar : segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani.

Segmen tersebut harus merupakan kelompok homogen terbesar yang paling mungkin,

yang berharga sehingga memungkinkan diraih dengan program pemasaran yang

dirancang khusus.

3. Dapat diakses: segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif

4. Dapat dibedakan: segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan

memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program bauran pemasaran

(5)

5. Dapat dilaksanakan : program-program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik

dan melayani segmen-segmen tersebut.

Targeting pemasaran setelah perusahan mengidentifikasi peluang-peluang segmen

pasarnya, ia harus mengevaluasi beragam segmen dan memutuskan berapa banyak dan segmen

mana yang akan menjadi target pemasarannya.

Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda, perusahaan harus memperhatikan 2

faktor daya tarik segmen secara keseluruhan serta tujuan dan sumber daya perusahaan. Apakah

calon segmen memiliki karakteristik yang secara umum membuatnya menarik, seperti ukuran

pertumbuhan, profitabiltas, skala ekonomis, resiko yang rendah. Beberapa segmen yang menarik

mungkin dilepas karena mereka tidak berkaitan dengan tujuan jangka panjang perusahaan atau

segmen tersebut harus dilepas jika perusahaan kekurangan satu atau lebih kompetensi yang

dibutuhkan untuk menawarkan nilai yang unggul.

Dua hal ini jelas mempunyai fungsi yang berbeda tetapi keduanya mempunyai kaitan

yang sangat erat sehingga satu sama lain tidak bisa saling menghilangkan. Dengan perkataan

lain jika ingin melakukan produk positioning, sebelumnya harus dilakukan identifikasi

kebutuhan target market, terlebih dahulu harus diidentifikasi segmen yang akan dilayani.

Jadi segmentasi merupakan syarat untuk menentukan pasar sasaran dan rnemenuhi

kebutuhan target ( market dan menentukan kebutuhan pasar sasaran merupakan syarat untuk

melakukan produk positioning. Hal yang membedakan juga adalah bahwa segmentasi

adalah upaya membedakan konsumen.

Persepsi dan preferensi mempunyai manfaat yang lebih untuk menbangun strategi

pemasaran. Positioning berhubungan dengan atribut-atribut produk. Konsumen pada dasarnya

(6)

Artinya produk tersebut mempunyai karakteristik dan karakteristik itulah yang

membangkitkan manfaat (benefit), misalnya dalam memilih tempat berbelanja, pelanggan

memperoleh manfaat karena tersedianya fasilitas, kenyamanan serta service yang

memuaskan. Atribut yang memberikan manfaat inilah yang perlu ditonjolkan dalam positioning.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang diangkat dalam

penelitian ini adalah :

1. Apakah pengaruh segmentasi dalam merebut peluang pasar

2. Apakah pengaruh targeting dalam merebut peluang pasar

3. Apakah pengaruh Diferensiasi dalam merebut peluang pasar

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pemasalahan yang telah diuraikan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai

dalam penelitian ini adalah :

1. Mengetahui karakteristik pasar berdasarkan pendekatan demografi dan perilaku

konsumen.

2. Mengetahui segmentasi pasar berdasarkan preferensi beserta karakteristik tiap

segmennya.

(7)

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini secara umum adalah:

1. Untuk memberikan informasi kepada pihak manajemen perusahaan tentang

karakteristik pelanggan berdasarkan pendekatan demografi dan perilaku, segmentasi

pelanggan berdasarkan preferensi beserta karakteristik tiap segmennya serta posisi

perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya berdasarkan persepsi pelanggan. Semua

itu tidak lain adalah untuk peningkatan penjualan produk yang ditawarkan kepada

pelanggan.

(8)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Definisi

Segmentasi adalah pengelompokan konsumen ke dalam golongan yang berbeda-beda

dengan tujuan agar perusahaan dapat memasarkan produknya agar sampai kepada konsumen

dengan hasil optimal.

Pengelompokan konsumen bisa dilakukan berdasarkan ekonomi kebiasaan si konsumen

sehari-hari, jenis kelamin dll.

Sedangkan peran segmentasi dalam marketing:

1. Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk kepasar sesuai keunggulan kompetitif suatu

perusahaan

2. Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita dipasar

3. Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya Dalam segmentasi pasar ini manajemen harus memiliki kriteria tertentu agar

menempatkannya dalam posisi yang baik. Tingkat permintaan rata-rata untuk suatu merek harus

berbeda antara segmen yang satu dengan yang lainnya.

Adapun dasar-dasar yang dapat dipakai untuk segmentasi pasar ini adalah:

1. Faktor Demografi seperti umum, kepadatan penduduk, jenis kelamin, agama kesukuan,

pendidikan dan sebagainya.

2. Faktor Sosiologi seperti kelompok budaya, kelas-kelas social dan sebagainya. 3. Faktor Geografis seperti daerah sejuk, daerah panas/pantai dan sebagainya.

Tageting adalah proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih

karakteristik untuk dilayani.

Targeting merupakan langkah - langkah selanjutnya dari segmentasi dalam hal ini targeting lebih

menentukan kesan detail siapa yang akan menjadi calon konsumen produk suatu perusahaan itu,

targeting sangat penting untuk menetapkan secara jelas peruntukan suatu produk yang akan dijual

(9)

Diferensiasi adalah usaha suatu perusahaan untuk membuat perbedaan terhadap perusahaan

lainnya. Perbedaan tersebut dibuat agar peusahaan dapat menampilkan ciri khas tersendiri yang

berbeda dibandingkan dengan perusahaan lainnya B. Teori Pendukung

Menurut Swastha & Handoko (1997) mengartikan Segmentasi merupakan sebagian

kegiatan membagi-bagi pasar/market yang bersifat heterogen (berbagai sifat atau berlainan jenis)

kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen (sejenis)

Menurut Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi adalah suatu proses

membagi pasar kedalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik

yang menunjukan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Menurut Keegen & Green (2008) Targeting adalah proses pegevaluasian segmentasi dan

pemfokusan strategi pemasaran pada suatu negara, provinsi atau sekelompok orang yang

memiliki potensi untuk memberikan respon.

Menurut Porter (david,2001,pp 180-182) Diferensiasi adalah sebagai strategi yang

bertujuan memproduksi produk dan jasa yang unik dalam industri dan ditujukan untuk konsumen

yang relative sensitive terhadap harga.

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

A. Sumber Data

1. Riset Kepustakaan

Riset kepustakaan adalah pengumpulan data dengan membaca literatur-literatur kepustakaan

yang ada kaitannya dengan masalah yang dibahas.

(10)

Data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan melakukan riset kepustakaan dengan cara

mencari dan mengumpulkan berbagai buku da n literatur yang mempunyai hubungan baik

secara langsung maupun tidak langsung

B. Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Kualitatif

Tahap analisis data merupakan tahap akhir dari metodologi statistik, sebelum penarikan

kesimpulan. Pada tahap itu diinterprestasikan hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Setelah itu,

dibuat kesimpulan yang merupakan titik akhir suatu permasalahan, Berupa keputusan atau

rencana yang menjadi jawaban terbaik dari permasalahan tersebut.

BAB IV

PEMBAHASAN

Pepsodent adalah salah satu merek pasta gigi dari unilever. Pepsoden adalah pasta gigi yang

tertua di Indonesia. Pepsodent pertama kali diluncurkan di Inggris pada decade 1920-an dan

menyebarkan kenegeri-negeri jajahannya termasuk Hindia-Belanda (Indonesia), Malaya

(Malaysia) dan Temasek (Singapura). Pepsodent adalah produk yang cukup terkenal pada masa

penjajahan ketika unilever memasuki pasaran Indonesia di era penjajahan sekitar dasawarsa

(11)

Pasta gigi merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi pemeliharaan dan kesehatan

gigi dan gusi. Kesadaran masyarakat akan pentingya kebersihan gigi membuat produsen pasta

gigi sering kali mengeluarkan pasta gigi jenis baru, hal ini dapat dilihat dipasaran bahwa pasta

gigi yang ada tidak lagi seperti pasta gigi dengan rasa segar, tetapi sudah sangat beragam

macamnya.

Berdasarkan daftar produk yang variatif, Pepsodent mengelompokkan produknya

berdasarkan segmentasi demografis pada variable usia yaitu anak-anak dan dewasa. Pada produk

ini khususnya pembahasan tentang produk pepsodent unutuk anak-anak disesuaikan dengan rasa

yang biasanya disukai oleh anak-anak misalnya rasa buah dan mengandung mint yang lebih

sedikit seperti pepsodent kinds, gigi susu trawberry dan gigi susu orange. Kemudian untuk

dewasa seperti pepsodent complete, pepsodent center fresh dan lainnya. Selain segmentasi

demografis, pepsodent juga mengelompokkan produk untuk konsumen , dimana pepsodent

menciptakan beberapa produk yang menyediakaaan manfaat utama pada tiap merek bagi para

konsumennya seperti pepsodent white pencegah gigi berlubang, pepsodent whitening untuk

pemutih gigi, pepsodent sensitive dan pepsodent sensitive expert untuk gigi sensitive.

Pada proses segmentasi ini menerapkan bauran pemasaran yang tepat untuk setiap segmen

yang tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kelompok pelanggan yang sama dan pelanggan

potensial untuk memprioritaskan kelompok, untuk memahami perilaku mereka dan untuk

merespom strategi pemasaran yang tepat dalam memenuhi preferensi yang berbeda dari setiap

segmen yang dipilih.

Targeting berdasarkan analisis segmentasi diatas, bahwa pepsodent berada di segmentasi

demografi pada variable usia. Pepsodent menetapkan target yang sesuai untuk produk-produknya

(12)

memerlukanpasta gigi untuk perlindungan gigi mereka. Hal ini jelas terlihat pada iklan yang

mereka publikasikan diberbagai media. Model dalam iklan tersebut menampilkan seorang anak

yang sedang menggosok gigi bersama ayahnya. Hal ini menunjukan segmentasi pasar pepsodent

yaitu pada suatu keluarga. Kemudian produk pepsodent juga berada pada segmentasi tingkah laku

yaitu manfaat dimana beberapa produk pepsodent ditujukan pada para konsumen yang

mengalami permasalahan gigi senitif mencegah gigi berlubang dan memutihkan gigi. Maka

pepsodent menyediakan produk-produk tertentu untuk membidik pasar konsumen jenis tersebut.

Dalam diferensiasi pada produk pepsodent ini juga beraneka ragam seperti yang telah

ditentukan pada pepsodent kids (anak-anak) seperti kemasaran dan rasa yang beraneka ragam

yang menguatkan. Dengan diferensiasi ini dapat merancang suatu produk yang dapat dibedakan

dengan produk pasta gigi lainnya, begitu juga dengan loyalitas yang ada pada produk ini dapat

meningkatkan suatu penjulan produk dan mampu bersaing dengan produk pasta gigi lainnya.

Begitu juga dengan harga dapat terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

Didalam produk ini diferensiasi yang sukses juga harus mempunyai strategi:

1. Strategi yang mampu

2. Menghasilkan nilai pelanggan

3. Memunculkan persepsi yang bernilai khas dan baik serta

(13)

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dalam pemasaran sasaran menghendaki 3 langkah utama:

1. Sasaran segmentasi pasar yaitu tindakan membagi pasar yaitu tindakan membagi pasar

menjadi beberapa kelompok pembeli yang mungkin memerlukan produk atau bauran

(14)

2. Menetapkan pasaran sasaran yaitt tindakan mengevaluasi dan menyeleksi satu atau segmen

pasar yang hendak dimasuki

3. Penempatan produk yaitu tindakan merumuskan penentuan posisi bersaing untuk produk dan

bauran pemasaran secara terinci.

Penentuan pasar sasaran merupakan proses pengevaluasian dan pemilihan setiap segmen yang

akan dilayani oleh setiap perusahaan. Sedangkan strategi penentuan posisi merupakan kombinasi

kegiatan pemasaran yang dilakukan manajemen untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dari

setiap pasar sasaran. Strategi ini terdiri dari komponen produk dan jasa pendukung distribusi

harga dan promosi.

Dalam Siklus Hidup Produk Manajemen (PLCM) teknis strategi yang digunakan oleh

manajemen bisnis sebagai produk berjalan melalui siklus hidupnya. Kondisi dimana suatu produk

dijual (iklan) perubahan dari waktu ke waktu dan harus dikelola sebagai bergerak melalui sukses

bertahap. Dengan cara segmentasi, targeting maupun diferensiasi ini suatu perusahaan akan

sukses dan produknya apabila ketiga produk tersebut berjalan sejalan dengan baik sesuai dengan

kualitas yang dimiliki.

B. Saran

Agar terciptanya kualitas yang baik perusahaan harus tetap menargetkan penjualan seperti 3 cara

yang telah ditetapkan sebagai acuan dalam pelaksanaan penjualan suatu produk dengan kualitas

maupun kuantitas yang dimiliki. Serta menjadikan suatu produk dalam inovasi yang lebih

menonjol dari produk-produk yang ada yang dpat menjadikan produk ini sebagai kualitas yang

erat dan dekat dengan masyarakat baik masyarakat menengah kebawah maupun keatas. Dan

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7, jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid

Pertama.Salemba empat.Jakarta.

Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT.

(16)

Enggel,Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid

Pertama.Binarupa Aksara.Jakarta.

Arikunto,Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN

(17)

D. Manfaat Penulisan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Definisi

B. Teori Pendukung

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Sumber Data

B. Teknik Pengumpulan Data

BAB IV PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan B. Saran

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis dapat menarik kesimpulan tentang pengaruh perilaku kewirausahaan dan diferensiasi produk terhadap pendapatan pada

Ha: Terdapat Pengaruh Positif dari Diferensiasi Produk dan Inovasi Produk secara simultan terhadap Kepuasan Konsumen pada handphone Samsung dikalangan mahasiswa Universitas

Pengaruh Strategi Diferensiasi dan Positioning Produk Terhadap Motivasi Nasabah ( Studi Kasus Pada Produk Tabungan Investa Cendekia di BSM KCP Banyumanik2. Semarang )

Diferensiasi produk sebagai suatu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam memenangkan persaingan di pasar dengan menetapkan sekumpulan perbedaan- perbedaan yang berarti

Seperti halnya juga pada ibu hamil apabila mempunyai pengetahuan yang baik tentang indikator-indikator kadarzi yaitu mengkonsumsi makanan beraneka ragam, menggunakan

Mengacu pada kajian terdahulu, penelitian yang dilakukan oleh Ramdhani Harri Pratama dengan Judul Analisis pengaruh diferensiasi produk, kualitas pelayanan, dan

Jika variabel bebas yang terdiri dari diferensiasi produk, citra merek, kualitas produk, dan harga mempunyai nilai sama dengan nol, maka keputusan pembelian pada

Persaingan dalam pemasaran di waktu yang akan datang lebih membuat persaingan menjadi sangat ketat, seperti dalam hal diferensiasi produk, harga dan lokasi, dapat