ISLAMIC (SYARI’AH)
ECONOMIC
THOUGHT:
IBN RUSYD
POINT OF VIEW
PENDAHULUAN
Pemikiran Ekonomi Islam lahir dari kenyataan bahwa Islam adalah sistem yang diturunkan Allah SWT
kepada seluruh manusia untuk menata seluruh
kehidupan dalam seluruh ruang dan waktu. Kesatuan sumber ini melahirkan suatu karakteristik tertentu yang membedakan Islam dengan sistem yang lain.
Ekonomi syari’ah atau ekonomi Islam dalam sejarah pemikiran Islam, ada dan muncul sejak lahirnya Islam itu sendiri. Dia bukan bagian tersendiri atau buah
pemikiran tersendiri yang muncul dikemudian hari. Islam yang diyakini oleh penganutnya oleh agama yang terakhir, menjadi penyempurna (kamil) dan paripurna atau komprehensif (syamil). Tentunya
mengatur segala aspek kehidupan manusia baik yang menyangkut i’tiqod, pola pikir maupun perilaku
Keduanya tidak dapat dipisahkan kohesif,
Al-Qur’an iman + amal soleh, puasa (shaum) diikuti oleh zakat.
Baik kata-kata iman maupun puasa al-Kholik, amal sholeh dan zakat mahluk.
Dalam Islam tidak boleh hanya karena
beribadah kepada Allah, tapi menyakiti orang lain, hal ini tidak iq’tidal (balance) ada orang pagi-pagi di mesjid dzikir lebih mulia yg kerja
kisah seorang wanita yang rajin sholat malam dan puasa sunah, tetapi dia divonis masuk
neraka karena jahat terhadap tetangga tidak aman dari tangan dan lisannya (suka caci
Masyarakat Lebah yg keluar maupun yang masuk dalam mulutnya bermanfaat bagi masyarakat.
makan sari bunga dan mengeluarkan madu. Jadi
makanan (konsumsi) masyarakat muslim harus baik (halalan toyyiban), & tidak menimbulkan waste
(polusi) justru beri manfaat berupa penyerbukan
pada bunga yang dihisap (externalitas positif).
Sementara distribusi diatur dengan cara sistematik dan luar biasa (fairness)tidak semua
masyarakatnya pergi bekerja, tetapi ada yang
menjaga ratu (security) dan bahkan ada banyak lagi bagian-bagian yang dikerjakan dengan disiplin. Hal ini mengisyarakatkan devision of work (spesialisasi versi Adam Smith) tetapi mereka bekerja dengan
sangat patuh, makanan ratunya: royal jelly umurnya lebih panjang.
Dimanapun tidak membuat distorsi terhadap
lingkungan. Tetapi memang lebah tidak akan diam ketika komunitasnya merasa terusik, maka mereka kemudian dapat menyerang walaupun sekedar
defensive agar tatanan komunitasnya tidak
Ekonomi syariah muncul dan dipraktekkan sebelum lahirnya madhab kapitalis maupun sosialis, namun kadar keilmiahannya memang tidak selengkap teori-teori kedua mdzhab
tersebut.
Akselerasi perkembangan teori ekonomi Islam dlm beberapa abad terakhir mengalami
stagnasi. Faktor penyebab :
Pertama, banyaknya negara-negara Islam yang dijajah. Kedua, periodisasi siklis dimana mulai mencapai puncak kejayaan Islam pada masa
Harun Al –Rasyid tapi kemudian menglami degradasi
Ketiga, Adanya ’kekhilafan intelktual’ dimana tokoh-tokoh Muslim sengaja disembunyikan oleh orang barat. Mereka menganggap bahwa abad Islam tidak ada, dan menggantikannya dengan sebutan abad kegelapan sampai
Konsep pengembangan pemikiran Islam tetap
adagradual dan diperkirakan akan menjadi ekonomi
alternatif berpengaruh di masa-masa yang akan
datang. Alasan. Pertama, konsep bersumber pada nilai yang utuh bsb dr transenden yang tidak sekedar menangkap fenamena alam. Kedua, bukti empirik
bahwa perekonomian baik sosialis maupun kapitalis terus belum bisa menjawab sebagian besar PR
manusia agar bisa hidup sejahtera, tentram dan makmurdg i= 6% /th tdk dpt bangkit
Profesor perancis ’Jacquen Austry’ jalan mengemb ekonomi tidak terbatas pada 2 madzhab tersebut ada madzhab ketiga yang lebih kuat yaitu ekonomi Islam
akan memimpin dunia di kemudian hari merupakan susunan yang sempurna. Juga seorang perancis,
Raymon Charles, Islam telah menggariskan jalan kemajuan tersendiri. Di bidang produksi , ia
memuliakan kerja dan mengharamkan segala bentuk eksploitasi. Dan di bidang distribusi ia mnentapkan dua kaidah: Bagi masing- maing menurut
kebutu-hannya seperti hak ilahi yang kudus, dibebankan pada setiap orang. Dan bagi masing-masing menrut hasil kerjanya tanpa mengabaikan perbedaan yang
Secara teoritik maupun empirik terbukti
ekonomi Islam dapat berguna (
usefull
)
dan unggul
Konvensional:
jatuh
ketiban tangga
). Hal ini sekaligus
mencounter
terhadap pendapat bahwa
Islam sebagai faktor penghambt
pembangunan (
an obstacle to economic
growth
). Kesimpulan yang tergesa-gesa
ini hampir dapat dipastiakn timbul
karena kesalahpahaman terhadap Islam.
Seolah-oleh Islam hanya mengatur
masalah
ritual
saja dan bukannya
sebagai suatu sitem yang komprehensip
dan mencakup
seluruh aspek kehidupan
termasuk masalah yang berkaitan
Periodisasi Sejarah Pemikiran
Ekonomi Islam:
Periodisasi perkembangan
pemikiran Ekonomi Islam
didasarkan atas berkembangnya
Islam dari jaman nabi kemudian
kekhalifahan. Dirintis oleh Rosul
Muhammad SAW, kemudian
Pembagian Tahap Perkembangan
Pemikiran Ekonomi Islam
:
1.Masa Wahyu
2.Masa Ekspansi
3.Masa Ijtihad
4.Masa Stagnasi
5.Masa Kebangkitan
:
Tahap komparasi
Tahap konseptualisasi
Tahap Institusinalisasi
Perkembangan Pemikiran Ekonomi Islam
Masa Ekspansi
Masa Wahyu
Masa Ijtihad
Masa Kebangkitan :
1.Tahap komparasi
2Tahap konseptualisasi
3Tahap Institusinalisasi
4Tahap Evaluasi, dan Pengembangan
Masa Wahyu
(611 M – 633 M)
Al-Qur’an dan sunah merupakan sumber
utama ajaran Islam. Al-Qur’an diturunkan
secara bertahap selama 22 tahun, 2
bulan, 22 hari. Fase perjalanan umat
muslim pada masa wahyu secara umum
dibagi dua yakni yakni periode Makkah
dan periode Madinah. Sebagai
subsistem dari seluruh sistem Islam,
masalah ekonomi dijelaskan dalam
Al-Qur’an dan Sunah dalam tiga pola yakni
paradigma, prinsip umum dan rincian
Masa Baginda Rasulullah SAW:
Rasulullah saw mengeluarkan sejumlah
kebijakan yang menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kemasyarakatan, selain masalah hukum (fiqh’), politik (siyasah), juga masalah perniagaan atau ekonomi
(muamalah). Masalah-masalah ekonomi umat menjadi perhatian Rasulullah saw, karena
masalah ekonomi merupakan pilar penyangga keimanan, yang harus diperhatikan.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullh saw bersabda, “kemiskinan
membawa orang kepada kekafiran”. Maka
upaya untuk mengentas kemiskinan merupakan bagian dari kebijakan-kebijakan sosial yang
Rasulullah saw mendirikan majelis
syura
, majelis ini terdiri dari pemimipin
kaum yang sebagian dari mereka
bertanggung jawab mencatat wahyu.
Pada tahun ke-6 hijrah, sekretaris
dengan bentuk sederhana telah
dibangun. Utusan negara telah dikirim ke
berbagi raja dan pemimpin-pemimpin.
Orang-orang ini mengerjakan tugasnya
dengan sukarela dan membiayai
hidupnya dari sumber independen,
Bilal bertugas mengurus keperluan
rumah tangga Rasulullah saw dan
bertanggung jawab mengurus
tamu-tamunya. Umumnya, orang
yang ingin bertemu Rasulullah saw
adalah orang miskin. Mereka
diberikan makanan dan juga
pakaian. Demikian pula ketika Bilal
tidak punya uang, Ia biasanya
Rasulullah saw mengadopsi praktik yang
lebih manusiawi terhadap tanah
pertanian yang ditaklukan sebagai
fay’
atau tanah dengan pemilikan umum.
Tanah-tanah ini dibiarkan dimiliki oleh
pemilik dan menanam asal,
berbeda dari praktek kekaisaran Romawi
dan Persia yang memisah-misahkan
tanah-tanah ini dari pemiliknya dan
membagikannya buat para elit militernya
dan para prajurit. Semua tanah yang
dihadiahkan kepeda Rasulullah saw
(iqta’)
relatif lebih kecil jumlahnya dan
terdiri dari tanah-tanah yng tidak
Masa Ekspansi
(633 M – 850 M/
…Abad 2 H)
Banyak Karya ilmiah Khalifah pertama adalah Abu Bakar (633-634).
Ketika Umar bin Khatab menjadi khalifah
(634-644), seluruh wilayah Syam berhasil bebas dari Romawi. Kemudian sebagian besar wilayah
Persi, Irak, Mesir juga menjadi wilayah muslim. Perkembangan ini terus berlanjut pada masa Usman bin Affan, sehingga kaum muslim
berhasil mengontrol seluruh wilayah Persia, dari Irak hingga wilayah Asia Tengah dan Perbatasan Asia Selatan, seluruh wilayah subordinat
Romawi dari Syam hingga Mesir dan beberapa wilayah Afrika, serta beberapa wilayah Afrika Utara.
Penguasaan atas wilayah yang sangat luas
menimbulkan masalah baru, baik dalam bidang
politik dan keamanan, ekonomi, dan keuangan
Sedangkan sumber pendapatan
negara pada masa itu adalah
:
a.Zakat : harta yang diambil dari kaum muslimin yang telah mencapai nisab
b.Ghanimah : harta rampasan perang yang bergerak ;
seperti uang, kendaraan dan senjata, yang diperoleh oleh orang musrik atau kafir melali perang.
c.Kharaj : harta tidak bergerak sperti tanah dan
bangunan yang diperoleh dari orang non muslim baik dengan cara perang atau perjanjian damai.
d.Jizyah : pajak yang ditarik dari orang yang non muslim yang hidup diwilayah Islam dengan mendapat jaminan keamanan
Masa Khalafaur Rasidin:
Sejak menjadi khalifah, kebutuhan
keluarga Abu Bakar diurus dari
kekayaan Baitul Mal. Menurut beberapa
keterangan beliau diperbolehkan
mengambil dua setengah atau dua
seperempat dirham setiap hari hanya
dari Baitul Mal dengan beberapa waktu.
Ternyata tunjangan tersebut kurang
Masa Pasca khulafaurrasyidin
Pendapatan masa pemerintahan pasca
khulafaurrasyidin masih menggunakan sistem perpajakan yang dikenal oleh kaum muslim dengan nama kharaj. Pajak ini dikenakan
terhadap tanah pertanian kawasan-kawasan baru milik orang-orang Byzantium dan Persia. Tanah dan barang-barang tersebut tetap
menjadi hak milik mereka sesuai dengan
ketentuan aqidah Islam yang menghormati hak milik pribadi. Namun sejak sebagian besar
Di masa Dinasti Ummayah
(611-750 M):
Di masa dinasti Ummayah (611-750 M), khalifah Umar bin Abdul Aziz (60-101 H/608-720 M)
memberlakukan peraturan yang mengatakan bahwa lahan pertanian adalah hak milik negara secara simbolis. Dalam hal ini lahan pertanian dipandang sebagai milik seluruh umat Islam yang diwakili oleh khalifah. Pemilik tanah
pertanian yang sebenarnya dipandang sebagai pemakai hak guna atau penyewa. Ketika dinasti Abbasiyyah (700-850 M) memerintah, sistem
tersebut mengalami perubahan. Lahan
pertanian pada masa ini berubah menjadi milik negara, bukan milik umat Islam lagi. Negara
Masa Ijtihad : penyusunan ilmu
pengetahuan
(850 M-1100 M/abad 2-5 H):
Pada masa ini adalah masa dimana
kaum muslimin mulai beralih dari
Era negara Islam menuju era
peradaban Islam. Salah satu bidang
yang berkembang pesat adalah
Tokoh-tokoh Pemikir Ekonomi
Islam dan Karyanya
:
1. Zayd bin Ali
:
Tercatat sebagai ekonomi pertama yang
menjelaskan bolehnya harga tangguh tempo lebih tinggi daripada harga tunai, Zayd bin Ali membolehkan penjualan suatu komoditi secara kredit dengan harga yang lebih tinggi dari
harga tunai. Zayd tidak membolehkan harga yang ditangguhkan lebih tinggi dari
pembayaran tunai, sebagaimana halnya
2.
Abu Yusuf (113-182
H/731-798 M)
:
Di antara kitab-kitab Abu Yusuf, kitab yang paling terkenal adalah kitab Al-Kharaj. Kitab ini ditulis atas permintaan khalifah Harun ar-Rasyid untuk pedoman
dalam menghimpun pemasukan atau pendapatan negara dari kharaj, ushr, zakat, dan jizyah. Kitab ini dapat
digolongkan sebagai public finance dalam pengertian ekonomi modern.
Kharaj adalah pajak tanah yang dikuasai oleh kaum muslim, baik karena peperangan maupun karena pemiliknya mengadakan perjanjian damai dengan
pasukan muslim. Mereka tetap menjadi pemilik sah dari tanah-tanahnya tetapi dengan membayar pajak (kharaj) sejumlah tertentu kepada Baitul Mal. Sedangkan usyur merupakan bentuk jama’ dari kata usyr sepersepuluh atau 10 persen. Ia merujuk pada kadar zakat pertanian dan bea cukai yang dikenakan kepada pedagang muslim maupun non muslim yang melintasi wilayah Daulah
3.
Abu Hanifa
(80-150 H/699-767 M)
Abu Hanifa menyumbangkan beberapa konsep ekonomi, salah satunya adalah salam, yaitu
suatu bentuk transaksi dimana antara pihak penjual dan pembeli sepakat bila barang yang dibeli dikirimkan setelah dibayar secara tunai pada waktu kontrak disepakati. Abu Hanifa mengkritisi prosedur kontrak tersebut yang
cenderung mengarah pada perselisihan antara yang memesan barang dengan cara membayar lebih dulu, dengan orang yang membelikan
barang. Beliau mencoba menghilangkan
perselisihan ini dengan menent spek yg jelas di dalam kontrak, seperti jenis komoditi, kualitas, kuantitas, waktu, dan tempat
4. Abu Ubayd
:
Dalam kitab
Al Amwal
menjelaskan
public finance
dalam Islam yang diawali
dengan bab “ Hak Pemerintah Atas
Rakyat Dan Hak Rakyat Atas
Pemerintah”. Dijelaskan pula ditiga jenis
pendapatan : zakat (termasuk “usyur”),
khums dan fay (termasuk kharaj dan
jizyah). Adam Smith yang disebut Bapak
Ekonomi Barat dengan bukunya
The
Wealth Of Nation
, diduga banyak
mendapatkan inspirasi dari
Al Amwal
(yang dalam bahasa inggris adalah
The
5. Mawardi:
Dalam kitab
Al Ahkam Al
Sulthaniyah
menjelaskan APBN
pemerintah dan administrasi
tanah-tanah negara. Serta pengawasan
pasar, yaitu fungsi dari muhtasib.
Dalam kitab
Al Din Wal Dunya
menjelaskan perilaku ekonomi
seorang muslim dan
Masa Stagnasi
(Abad 8 H/1400
M – 1930 M):
Gerakan ilmiah yang menandai sejarah
peradapan Islam masih meningkat tetapi
mulai mengalami deminishing
(penurunan) setelah abad kedelapan
hijriah. Pada waktu itu, isu penutupan
Tokoh pemikir walaupun jumlahnya tidak
sebanyak masa sebelumnya
:
Tokoh-tokoh Pemikir dan Karyanya :
Nizamul Mulk Tusi (1093 M)
Al Ghazali (1111 M)
Muhammad Abdul Wahab (1787 M)
Mufti Muhammad Abduh (1905 M)
Shah Walilullah Al Dehli (1762 M)
1.Al Ghazali
:
Menjelaskan bahwa kebutuhan dasar (basic needs) termasuk juga alat-alat rumah tangga yang diperlukan, furniture, pernikahan, alat-alat untuk kebutuhan membesarkan keluarga dan beberapa asset.
Al-Ghazali juga memperkenalkan teori
permintaan dan penawaran; jika petani
tidak mendapatkan pembeli, ia akan
menjualnya pada harga yang lebih
murah, dan harga dapat diturunkan
dengan menambah jumlah barang di
pasar. Ghazali juga memperkenalkan
elastisitas permintaan, ia
mengidentifikasi permintaan makanan
adalah inelastis, karena makanan adalah
kebutuhan pokok. Oleh karena dalam
perdagangan makanan motif mencari
keuntungan yang tinggi harus
2. Ibnu Taimiyah
(661-728
H/1263-1326 M)
:
Menjelaskan publik duties mencakup
manejemen uang, peraturan tentang timbangan dan ukuran, kontrol harga bila diperlukan, dan keadaan abnormal yang dapat diperbolehkan memungut zakat di atas apa yang ditetapkan syariah. Ibnu Taimiyah tidak berbicara hanya normative economocs, namun juga
menerangkan tentang positive economics. Antara lain mengenai mekanisme supply dan demand dalam menentukan harga. Ibnu
Taimiyah juga menjelaskan pajak tidak
langsung dan bagaimana beban pajak tersebut dialihkan dari produsen kepada konsumen
Menurut Ibnu Taimiyah dalam Al-Hisbah
fi Al-Islam ia mengatakan:
Penawaran bisa datang dari produksi
domestik dan impor. Perubahan dalam
penawaran digambarkan sebagai
peningkatan atau penurunan dalam
jumlah barang yang ditawarkan,
sedangkan permintaan sangat
ditentukan oleh selera dan pendapatan.
Besar kecilnya kenaikan harga
bergantung pada besarnya perubahan
penawaran dan atau permintaan. Bila
seluruh transaksi sudah sesuai aturan,
kenaikan harga yang terjadi merupakan
3. IBNU RUSYD (1126-1198 M)
:
Hukum sebab akibat dalam gejala alam dan
sosial termsuk hukum ekonomi Demand dan supply yang dikembangkan oleh ilmuwan
berikutnya
Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup itu, kata Rusyd, semakin tinggi pula berbagai macam kegiatan (termsuk konsumsi &
produksi) dan pekerjaannya
masyarakat dibagi kepada dua
golongan: golongan elit yang terdiri
daripada ahli falsafah dan masyarakat
4. Ibnu Khaldun
(732-807
H/1332-1383 M)
:
Membahas
devision of labor, money, &
price, production & distribution, internal
trade, capital formation & growth, trade
cycles, property and prosperity,
population, agricultural, industry &
trade, macroeconomics of taxation, dan
public expenditure
. Ibnu Khaldun
menyarankan obat untuk resesi, yaitu
mengecilkan pajak dan meningkatkan
pengeluaran pemerintah
(
KF Expansif
Kekayaan suatu negara tidak ditentukan
oleh banyaknya uang tetapi oleh tingkat
produksi dan neraca pembayaran yang
positif. mencetak uang banyak jika
bukan refleksi pesatnya pertumbuhan
sektor produksi
uang tidak ada
nilainya. Sektor produksilah yang
menjadi motor pembangunan, menyerap
tenaga kerja, meningkatkan pendapatan
pekerja dan menimbulkan permintaan
atas faktor produksi lainnya
(Supply
side– Klasik
)
perdagangan
internasional menjadi bahasan utama
para ulama ketika itu. Negara yang
mengekspor
kemampuan berproduksi
lebih besar dari kebutuhan domestiknya
Sejalan dengan pendapat Al Ghazali
mengenai uang, Ibnu Khaldun
menjelaskan,
Bahwa uang tidak perlu mengandung
emas dan perak, tetapi emas dan perak
menjadi standar nilai uang (
paper
money
). Uang tidak mengandung emas
dan perak merupakan jaminan
pemerintah menetapkan nilainya. Karena
itu pemerintah tidak boleh merubahnya.
Pemerintah wajib menjaga nlai uang
(
internal value of money
)yang dicetak
karena masyarakat menerimanya tidak
lagi berdasarkan berapa kandungan
Oleh karena itu Ibnu Khaldun selain
menyarankan digunakannya uang
standar emas/perak, beliau juga
menyarnkan konstannya harga emas
dan perak (
stablitas moneter
).
Harga-harga lain boleh berfluktuasi tetapi tidak
untuk harga emas dan perak. Dalam
keadaan nilai uang yang tidak berubah,
kenaikan harga atau penurunan harga
semata-mata ditentukan oleh kekuatan
penawaran dan permintaan
. Setiap
barang akan mempunyai harga
Masa Kebangkitan
( > 1930 M )
Setelah sekian lama terpuruk dalam berbagai sektor, gerakan Islamisasi mulai bangkit. Dimulai dari Al
Afghani dan kawakabi yang terfokus pada politik, Muhammad Abdul dan Rasyid Ridha yang
memfokuskan pada pemikiran dan pendidikan. Hasan Al Banna hadir ke pentas pergerakan Islam melakukan dua hal:
a.Merumuskan visi Islam secara umum, visi yang universal, integral, dan mampu mengakses seluruh aspek kehidupan manusia
b.Merumuskan visi pergerakan Islam yang utuh, mulai dari bentuk organisasi sampai pola pembinaan dan kader.
Setelah gerakan pemikiran Islam begitu ekspansi, maka gerakan yang lebih jauh adalah Islamisasi ilmu
pengetahuan. Era ini lahir dari keyakinan yang kuat akan keunggulan kompetitif.
Konsep Islam setelah para pemikir berhasil melakukan komparasi anatar sistem, baik sekala konseptual
Shah Walilullah Al-Delhi (1762),
Muhammad bin Abdul Wahab (1787),
Jamaluddin Al Afgahni (1897),
Mufti Muhammad Abduh (1905),
Muhammad Iqbal (1938),
Ibnu Nujaym (1562),
Ibnu Abidin (1836),
Syeh Ahmad Sihindi (1524).
Tahapan-Tahapan
Komparasi
:
Karya awal yang lahir dalam pemikiran ekonomi Islam memiliki kecenderungan yang kuat antar sistem. Disini Islam sebagai sistem dihadapkan dengan sistem-sistem lainnya seperti : sosialisme dan kapitalisme. Komparasi/ perbandingan semacam ini selalu menjadi kebutuhan psikologis dan rasional sekligus. Beberapa pemikiran dan karyanya :
a.Sayyid Quthub dalam "Al Adalah Al Ijtimai'yyah Fi Al Islam" (keadilan sosial dalam Islam). Buku ini terfokus pada masalah kebijakan keuangan dalam Islam dan kaitannya keadilan sosial.
b.Dr. Musthafa Al Sibai dalam "Isytirakiyyat Al Islam (sosialisme Islam) merupakan perbandingan Islam dan Sosialisme.
c.Abdul A'la Al Maududi, menulis buku perbandingan antara Islam, sosialisme, dan kapitalisme dengan judul "Usus Al Igtishad Baen Al Islam Wa Al Nuzum Al
Tahap Konseptualisasi
:
Studi-studi komparatif telah berhasil membangun afiliasi baru kepada Islam dikalangan cendekiawan. Mereka kemudian
melangkah lebih jauh dengan merumuskan konsep Islam
dengan pendekatan teoritis yang kuat. Pada awal dekade 60-an, beberapa karya ilmiah yang membahas konsep ekonomi Islam mulai bermunculan. Misalnya :
a.DR. Abdul hanid Abu Sulaiman membuat buku "Nazhariyat Al Islam Al Iqtshadiyah : Al Falsafah Wa Al Mu'ashirah" (konsep ekonomi Islam : filosofi dan sarana-sarana modern)
b.DR Issa Abduh menulis tentang " Al Faidah 'Ala Ras Al Mal" (bunga atas modal ) dan "Al Iqtishad Al Siyasi" (ekonomi
politik)
Pada tahun 1973 Muktamar II WAMY (World Assembly Moslem Young) mengeluarkan rekomendasi untuk mengadakan
konferensi Islam Internasional tentang Ekonomi
Pada tahun 1976 Konferensi silam tentang Ekonomi diadakan di Mekkah. Pada tahun 1977 Konferensi Islam I tentang Islam dan tatanan ekonomi dunia baru diadakan di London. Pada tahun 1978 Konferensi Moneter dan Keuangan Dalam Islam di
Diantara bagian-bagian kosep ekonomi
Islam yang banyak mendapat perhatian
adalah aspek moneter dan keuangan,
kecenderungan ini disebabkan 2 hal :
a.Tema ekonomi yang dibahas secara
luas didalam Alquran adalah Riba. Dan
ini merupakan dasar dari sitem ekonomi
non Islam, dimana riba terkait dengan
moneter dan keuangan.
b.Masalah moneter dan finance terkait
BIOGRAFI IBNU RUSYD
(520-595 H / 1126-1198 M)
Ibn Rusyd (
Ibnu Rusyd) atau nama
lengkapnya Abu Walid Muhammad Ibnu
Ahmad lahir di Kardova pada tahun 1126.
Beliau ahli falsafah yang paling agung
pernah dilahirkan dalam sejarah Islam.
Pengaruhnya bukan sahaja berkembang
luas didunia Islam, tetapi juga di kalangan
masyarakat di Eropah. Di Barat, beliau
Abu Walid Muhammad bin Ahmad bin
Rusd lahir di Cordova tahun 520 H /
1126 M.
Ibnu Rusyd mendapat kedudukan yang
baik dari Khalifah Abu Yusuf Al-Mansur
(masa kekuasannya 1184 – 1194 M)
sehingga pada waktu itu Ibnu Rusyd
menjadi raja semua pikiran
tidak ada
pendapat kecuali pendapatnya, dan
Dia lebih dikenal dan dihargai di Eropa
Tengah daripada di Timur
(1)
tulisan-tulisannya yang banyak jumlahnya
itu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin
dan diedarkan serta dilestarikan, sedangkan
teknya yang asli dalam bahasa Arab dibakar
atau dilarang diterbitkan
(2)
Eropa pada zaman Renaissance dengan
mudah menerima filsafat dan metode ilmiah
sebagaimana dianut oleh Ibnu Rusyd,
Ibnu Rusyd lebih terkenal sebagai
seorang filsuf yang bersebrangan
dengan Al-Ghazali, yang ditunjukkan
dalam bukunya
Tahafutut-tahafut.
Sebagai pembela Aristoteles, Ibnu
Karangan-karangan Ibnu Rusyd
dalam soal Filsafat:
– Tahafutul-Tahafut
– Risalah fi Ta’alluqi ‘Ilmillahi ‘an ‘Adami Ta’alluqihi bil-Juziyat
– Tafsiruma ba’dath-Tahbiat
– Fashlul-Maqal fi ma Bainal-hikmah wasy-Syariah Minal-Ittishal
– Al-Kasyfu ‘an Manahijil ‘Adilah fi ‘Aqaidi Ahlil Millah
– Naqdu Nahariyat ibni Sina ‘Anil-Mumkin Lidzatihi wal-Mumkin Lighairihi
– Risalah fil-Wujudil-Azali wal-Wujudil-Muaqqat
Di dalam kitabnya, Fashul Maqal…, Ibnu Rusyd
menandaskan bahwa logika harus dipakai sebagai dasar segala penilaian tentang kebenaran.
Disamping itu Ibnu Rusyd juga mengritik pada
kelemahan akal manusia sendiri dalam memecahkan masalah yang gaib dan aneh yang berhubungan
dengan agama.
Filsafat diwajibkan atau paling tidak dianjurkan
dalam agama (agama dalam pengertian ini dianggap sama denan Syari’ah, terutama Islam) sebab
fungsi filsafat hanyalah membuat spekulasi atas
Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk berpikir (I’tibar) dalam banyak ayatnya seperti: “Berpikirlah, wahai yang bisa melihat.” Al-I’tibar merupakan suatu ungkapan Qur’ani yang berarti sesuatu yang lebih dari sekadar spekulasi atau refleksi (nazar)
Agama sejalan dengan filsafat tujuan dan
tindakan filsafat sama dengan tujuan dan tindakan agama jika yang tradisional itu (al-mangul)
ternyata bertentangan dengan yang rasional (al-ma’qul), maka yang tradisional harus ditafsirkan sedemikian rupa supaya selaras dengan yang rasional.
Pokok tujuan syariat Islam yang sebenarnya
menurut Ibnu Rusyd ialah pengetahuan yang benar dan amal perbuatan yang benar (al-ilmulhaq
Ibnu Rusyd bermaksud mengadakan
kompromi antara filsafat dan agama yang
sepintas saling berlawanan satu sama lain.
Aristoteles berpendapat bahwa
jauhar
(substansi) pertama dari materi itu
menyebabkan adanya
jauhar
yang kedua
tanpa berhajat bantuan zat lain diluar dirinya
sebab dan akibat penciptaan dan amal
Surat Hud ayat 7 yang artinya: dan
Allah itulah yang menjadikan beberapa
langit dan bumi dalam waktu enam hari,
dan ‘arasy-Nya di atas air.--> teori
kabut dst)
Menurut Ibnu Rusyd sebab pertama
Ibnu Rusyd menetapkan bahwa
tiap-tiap sesuatu mempunyai sebab (illat)
yang mempengaruhi apa yang datang
sesudahnya, dan yang terpengaruh
oleh apa yang ada sebelumnya,
Menurut Ibnu rusyd, apabila kita
membaca Al-Qur’an dan memahaminya
benar-benar, akan nampak kepada kita
penunjukkannya kepada sifat kenabian,
sebab Al-Qur’an berisi
Antara karya besar yang pernah dihasilkan oleh Ibnu Rusyd termasuk :
"Kulliyah fit-Thibb" yang mengandungi 16 jilid,
mengenai medis secara umum,
Mabadil Falsafah (Pengantar Ilmu Falsafah),
Tafsir Urjuza yang membicarakan medis dan tauhid,
Taslul, buku mengenai ilmu kalam,
Kasyful Adillah, yang mengungkap persoalan falsafah dan agama,
Tahafatul Tahafut, ulasannya terhadap buku Imam Al-Ghazali yang berjudul Tahafatul Falaisafah, dan
Buku "Kulliyah fit-Thibb" telah diterjemahkan ke
dalam bahasa Latin pada tahun 1255 oleh Bonacosa, orang Yahudi dari Padua.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan
judul General Rules of Medicine. Bidang falsafahnya, telah mempengaruhi ahli falsafah Barat. Dua orang ahli falsafah Eropah, yaitu Voltaire dan Rousseau dikatakan bukan sekadar terpengaruh oleh falsafah Ibnu Rusyd, tetapi memperolehi ilham dari karyanya.
Pemikiran Voltaire dan Rousseau telah mencetuskan era Renaissance di Perancis sehingga merubah
wajah Eropah keseluruhannya sebagaimana yang ada pada hari ini. Masyarakat Barat sebenarnya terhutang budi kepada Ibnu Rusyd karena
pemikirannya, baik secara langsung ataupun tidak langsung, telah mencetuskan revolusi di benua
Pemikirannya memungkinkan
masyarakat di sana keluar daripada
zaman kegelapan menuju era kemajuan
industri yang pesat.
Hospital Les
Quinze-Vingt
yang juga merupakan
hopital pertama di Paris didirikan oleh
Raja Louis IX berdasarkan model
hospital
Sultan Nuruddin di Damsyik
Berkaitan dengan penciptaan alam, Rusyd yang
menganut teori Kausalitas (hukum
sebab-akibat):setidaknya ada tiga dalil untuk
menjelaskan teori itu, kata Rusyd, yaitu:
Pertama, dalil inayah yakni dalil yang
mengemukakan bahwa alam dan seluruh
kejadian yang ada di dalamnya, seperti siang dan malam, matahari dan bulan, semuanya menunjukkan adanya penciptaan yang teratur dan rapi yang didasarkan atas ilmu dan
Kedua, dalil ikhtira' yaitu asumsi yang menunjukkan bahwa penciptaan alam dan makhluk di dalamnya
nampak jelas dalam gejala-gejala yang dimiliki makhluk hidup. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup itu, kata Rusyd, semakin tinggi pula berbagai macam kegiatan dan pekerjaannya. Hal ini tidak terjadi secara kebetulan. Sebab, bila terjadi secara kebetulan, tentu saja tingkatan hidup tidak berbeda-beda. Ini menunjukkan adanya
pencipta yang mengatur kehidupan. Dalil ini sesuai dengan syariat Islam, dimana banyak ayat yang
menunjukkan perintah untuk memikirkan seluruh kejadian alam ini.
Ketiga, dalil gerak disebut juga dalil penggerak pertama yang diambil dari Aristoteles. Dalil tersebut
mengungkapkan bahwa alam semesta bergerak dengan suatu gerakan yang abadi, dan gerakan ini mengandung adanya penggerak pertama yang tidak bergerak dan
Terlepas dari perbedaan itu, betapapun
Ibnu Rusyd telah mengajarkan kita
prinsip dan nilai-nilai beragama yang
rasional, toleran, dan ramah.
Pengalaman dan pelajaran yang baik di
masa lalu itu pula yang pernah
mengantarkan kejayaan Islam di abad
pertengahan.
Barat Terkagum Karya Rusyd
Pemikiran dan karya-karya Ibnu Rusdy
sampai ke dunia Barat melalui
Ernest
Renan,
seorang penulis dan sejarawan
asal Perancis. Renan, penulis biografi
Rusyd berjudul
Averroes et j'averroisme
mengatakan, filosof Rusyd telah menulis
lebih dari 20 ribu halaman dalam
Apresiasi dunia Barat yang demikian
besar terhadap karya Rusyd, kata
Alfred
Gillaume
dalam "Warisan Islam",
menjadikan Rusyd lebih menjadi milik
Eropa dari pada milik Timur.
"Averroisme tetap merupakan faktor
yang hidup dalam pemikiran Eropa
sampai kelahiran ilmu pengetahuan
eksperimental modern," tulis Gillaume.
"Ibnu Rusyd adalah seorang rasionalis,
dan menyatakan berhak menundukkan
segala sesuatu kepada pertimbangan
akal, kecuali dogma-dogma keimanan
yang diwahyukan. Tetapi ia
bukanlah
free thinker
, atau seorang tak beriman,"
Ia melepaskan belenggu taklid dan
menganjurkan kebebasan berpikir ulas pemikiran Aristoteles dengan cara bebas.
Demikian besar pengaruhnya di Eropa, hingga di Eropa timbul gerakan Averroeisme (Ibn
Rusydisme) yang menuntut kebebasan berpikir. Pihak gereja menolak pemikiran rasional yang dibawa gerakan Averroeisme ini.
Berawal dari gerakan Averroeisme inilah di Eropa kemudian lahir reformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M.
Buku-buku Ibn Rusyd dicetak di Venesia tahun 1481, 1482, 1483, 1489, dan 1500 M. Bahkan
edisi lengkapnya terbit pada tahun 1553 dan 1557 M. Karya-karyanya juga diterbitkan pada abad ke-16 M di Napoli, Bologna, Lyonms, dan Strasbourg, dan di awal abad ke 17 M di
Pengaruh peradaban Islam, termasuk di dalamnya
pemikiran Ibn Rusyd, ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di
universitas-universitas Islam di Spanyol, seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca. Selama belajar di Spanyol, mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim.
Pusat penerjemahan itu adalah Toledo. Setelah pulang ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Universitas di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M, tiga puluh tahun
setelah wafatnya Ibn Rusyd. Di akhir zaman pertengahan Eropa, baru berdiri 18 buah universitas. Di dalam
universitas-universitas itu, ilmu yang mereka peroleh dari universitas-universitas Islam diajarkan, seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat. Pemikiran filsafat
Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali
(renaissance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-1 4 M. Berkembangnya pemikiran Yunani di Eropa kali ini adalah melalui
terjemahan-terjemahan Arab yang dipelajari
dan kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Latin.
Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri
Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah:
kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan
Ibnu Rusyd juga membahas masalah
kemasyarakatan masyarakat dibagi kepada dua golongan: golongan elit yang terdiri daripada ahli falsafah dan masyarakat awam.
Strata sosial ini merupakan awal mula pembahagian masyarakat berdasarkan kelas seperti yang
dilakukan oleh ahli falsafah terkemudian, seperti Karl Max dan mereka yang sealiran dengannya.
Ibnu Rusyd tidak diragukan lagi tokoh ilmuwan
PELUANG EKONOMI SYARIAH DI
PELUANG EKONOMI SYARIAH DI
INDONESIA
INDONESIA
Faktor sosial-budaya
Faktor sosial-budaya
:
:
jumlah penduduk yang relatif sangat banyak
jumlah penduduk yang relatif sangat banyak
(lebih dari 220 juta)
(lebih dari 220 juta)
Indonesia merupakan pangsa pasar yang
Indonesia merupakan pangsa pasar yang
menjanjikan,
menjanjikan,
Taraf pendidikan pada tingkat rata-rata relatif
Taraf pendidikan pada tingkat rata-rata relatif
rendah lebih cocok dengan pola manajemen
rendah lebih cocok dengan pola manajemen
PELUANG EKONOMI SYARIAH DI
PELUANG EKONOMI SYARIAH DI
INDONESIA:
INDONESIA:
Faktor agama
Faktor agama
Mayoritas penduduk beragama Islam sehingga
Mayoritas penduduk beragama Islam sehingga
sentimen normatif merupakan peluang yang
sentimen normatif merupakan peluang yang
baik
baik
Adanya kelompok fanatis terhadap norma
Adanya kelompok fanatis terhadap norma
menjadi pasar yang khusus, sebagai konsumen
menjadi pasar yang khusus, sebagai konsumen
PELUANG EKONOMI SYARIAH DI
PELUANG EKONOMI SYARIAH DI
INDONESIA:
INDONESIA:
Faktor ekonomi
Faktor ekonomi
tingkat pendapatan yang masih relatif rendah,
tingkat pendapatan yang masih relatif rendah,
lebih “pas” dengan pola dan prinsip-prinsip
lebih “pas” dengan pola dan prinsip-prinsip
manajemen syariah
manajemen syariah
Manajemen syariah relatif lebih sederhana dan
Manajemen syariah relatif lebih sederhana dan
cocok dengan kalangan ekonomi menengah dan
cocok dengan kalangan ekonomi menengah dan
Lingkungan Ekonomi Islami:
Lingkungan Ekonomi Islami:
• Pertama, Memiliki pemahaman yang mendalam tentang misi dan visinya (walaupun dalam skala yang berbeda) Mengetahui untuk apa dia bergabung di dalamnya Tanggung jawab masing-masing.
• Kedua, Disiplin terhadap aturan yang disepakati bersama Waktu, tugas yang diemban, sasaran yang mau dicapai, dan lain sebagainya.
ِهللا ُلْوُسَر َلاَق
"Rasulullah Saw. bersabda: "Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu. Seorang imam (ketua) adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin bagi keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang wanita (isteri) adalah pemimpin rumah tangga suaminya,
dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang akan adalah pemimpin bagi harta ayahnya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Setiap dari kalian adalah pemimpin,dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian." (HR.
Lingkungan Ekonomi Islami
Ketiga,
Keikhlasan
melakukan suatu kewajiban
dengan maksimal atau yang terbaik dengan niat yang
"Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai orang yang jika melakukan suatu pekerjaan, dilakukan secara itqan (tepat, terarah, profesional, jelas dan tuntas).” (HR. Tharani).
ْمُكَوُلْبَيِل َةاَيَحْلاَو َتْوَمْلا َقَلَخ يِذّلا :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق
: كلملا{ .ُروُفَغْلا ُزيِزَعْلا َوُهَو ًلَمَع ُنَسْحَأ ْمُكّيَأ
2
.}
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Firman Allah SWT
ْمُكّبَرَف ِهِتَلِكا َش ىَلَع ُلَمْعَي ّلُك ْلُق :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق
: سءارسلا{ .ًلْيِبَس ىَدْهَأ َوُه ْنَمِب ُمَلْعَأ
84
.}
“Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya
masing-masing." Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
(QS. Al-Isra’: 84).
اَنَلُبُس ْمُهّنَيِدْهَنَل اَنيِف اوُدَهاَج َنيِذّلاَو :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق
: توبكنعلا{ .َنْيِنِسْحُمْلا َعَمَل َهللا ّنِإَو
69
.}
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
Lingkungan Ekonomi Islami
Keempat, Kebersamaan. Tanpa nilai-nilai kebersamaan, seorang pegawai akan berpikir,
“Yang penting melaksanakan tugas sendiri, tidak peduli dengan tugas orang lain.” Membangun kebersamaan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara: Ibadah berjamaah, pelatihan bersama, rekreasi, menumbuhkan rasa empati dan simpati.
ٌناَيْنُب ْمُهّنَأَك اّفَسص ِهِليِبَس ِيف َنوُلِتاَقُي َنيِذّلا ّسبِحُي َهللا ّنِإ :سىَلاَعَت ُهللا َلاَق : سفصلا{ .ٌصسوُسصْرَم
4 .}
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shaff: 4).
Kelima, Pengorbanan. Seorang manajer harus berani berkorban, bukan
justru memanfaatkan organisasi itu. Artinya memanfaatkan kebodohan karyawannya. Jika bawahannya tidak mengerti hal-hal yang semestinya diketahui, sang manajer justru bersyukur.
Keenam, Kesejahteraan lahiriyyah maupun bathiniyyah yang relatif
Lingkungan Ekonomi Islami
LINGKUNGAN Ekonomi
ISLAM
Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi Ekonomi
Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi Ekonomi
Pertama,
Pertama,
Pemimpin yang dicintai oleh
Pemimpin yang dicintai oleh
bawahan
“Rasulullah Saw. bersabda: “Jika Allah bermaksud menjadikan seorang pemimpin yang baik (berhasil), maka Allah akan menjadikan para pembantunya itu adalah orang-orang yang jujur. Jika pemimpin itu lupa (berbuat salah), maka pembantu
Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi
Ekonomi:
Ketiga,
adalah pemimpin yang selalu bermusyarawah.
Seorang pemimpin selain harus siap menerima dan
mendapatkan tausiyah atau kritikan, pemimpin yang
sukses juga selalu bermusyawarah.
Keempat,
adalah tegas dalam bersikap.
Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi
Ekonomi (Governtment or Privat):
PEMIMPIN
YANG SUKSES
DICINTAI
BAWAHAN
MENAMPUNG ASPIRASI
SELALU MUSYAWARAH
BERSIKAP TEGAS
MENJADI SURI
CORPORASI YANG KUAT
Corporasi yang kuat secara internal harus pula didukung dengan upaya yang bersifat eksternal, antara lain dengan membangun jaringan yang kuat (nerwork). Dalam bahasa agama, membangun jaringan ini sama dengan membangun silaturrahim, yang ujungnya berakibat pada dua hal, yaitu memperpanjang umur (usia) dan memudahkan rizki.
ِهللا ُلْوُسَر َلاَق
s
ِهِقْزِر ِيف ُهَل َطَسْبُي ْنَأ ّبَحَأ ْنَم :
.}يراخبلا هاور{ .ُهَمِحَر ْلِصَيْلَف ِهِرَثَأ ِيف ُهَل
َأَسْنُيَو
“Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang ingin rizkinya diperluas dan diperpanjang umur (usia)nya (oleh Allah), maka hubungkanlah tali silaturrahim.” (HR. Bukhari).
ِهللا ُلْوُسَر َلاَق s
َةَلِص ّنِإَف ْمُكَماَحْرَأ ِهِب َنْوُلِصَتاَم ْمُكِباَسْنَأ ْنِم أْوُمَلْعَت :
هاور{ .ِرَثَلا ِيف ٌةَأَسْنَم ِلاَمْلا ِيف ٌةَرْثَم ِلْهَلا ِيف ًةّبَحَم ِمِحّرلا .}يذمرتلا
“Rasulullah Saw. bersabda: “Kenalilah orang-orang yang satu nasab (memiliki hubungan persaudaraan berdasarkan hubungan darah) dengan kalian, kemudian sambungkanlah tali silaturrahim (persaudaraan) itu. Sesungguhnya menyambung tali silaturrahim adalah melahirkan kecintaan antar keluarga, mempengaruhi harta dan memperpanjang
Firman Allah SWT
Jaringan Yang Kuat
Sinergi, ta’awun dan koordinasi.
:ةدئاملا{ ... ِناَوْدُعْلاَو ِمْثِلا ىَلَع اْوُنَواَعَت َلَو ىَوْقّتلاَو ّرِبْلا ىَلَع اْوُنَواَعَتَو ... :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق 2
.}
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran….” (QS. Al-Maidah: 2).
َنوُرُمْأَي ٍضْعَب ُءاَيِلْوَأ ْمُهُضْعَب ُتاَنِمْؤُمْلاَو َنوُنِمْؤُمْلاَو :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..” (QS. At-Taubah: 71).
Ciri-ciri ekonomi Islam:
bagian dari system secara menyeluruh terkait erat
dengan akidah dan syari’ah. Disini terdapat aspek-aspek normative tidak seperti perekonomian kapitalis atau
sosialis yang terlepas dari alam transenden, misalnya: Adam Smith mengatakan invisible hand itu bukan tangan malaikat tapi mekanisme harga.
punya cita-cita luhur
menjaga equilibrium antara individu dan masyarakat.
Dalam kapitalis individu merupakan poros (sentral) dan tujuan dari system ekonomi yang ada sehingga individu didahulukan dari kepentingan keseluruhan (leise fire dan leise aller) sehingga menimbulkan dampak disparitas
outline
Introduction
Muslim’s contribution on GNP
7 deadly obstacles of national development
Urgency of new management paradigm for
growth
Shariah solution
KONDISI
EKONOMI INDONESIA
12,1 %
87,9 % Muslim
58% GNP ---Konglomerat
24% GNP ---158 BUMN
10% GNP ---Koperasi & Sektor Formal
8% GNP ---33,5 juta Usaha Kecil
Piramida Penduduk Piramida Penguasaan
3 Fenomena Besar
Pembangunan Bangsa
Lokal
UU no 22/99 ttg otonomi daerah
UU no 25/99 ttg perimbangan anggaran pusat daerah
Nasional
Transformasi dari Centralistic bureaucratic ke
democratic accommodative
Regional Global
Dari local orientation ke global cosmopolitan
Reorientasi Management
Korporasi
Bureaucratic Monopolistic Management ke
Entrepreneurial- Competitive management
Entrepreneurial management adalah manajemen
yg jeli dan slalu berfikir keras untuk
memanfaatkan peluang yg muncul untuk
7 Deadly developmental
obstacles of Indonesia
7 Deadly developmental
obstacles of Indonesia
7 Deadly developmental
obstacles of Indonesia
7 Deadly developmental
obstacles of Indonesia
7 Deadly developmental
obstacles of Indonesia
7 Deadly developmental
obstacles of Indonesia
Political instability
(lack of political vision and
7 Deadly developmental
obstacles of Indonesia
Poor quality of
Shariah
and
1998
177 Trilyun
1999 – 2000
± 650 Trilyun