• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 sejarah pemikiran ekonomi islam pemikiran ibnu rusyd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "4 sejarah pemikiran ekonomi islam pemikiran ibnu rusyd"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

ISLAMIC (SYARI’AH)

ECONOMIC

THOUGHT:

IBN RUSYD

POINT OF VIEW

(2)

PENDAHULUAN

Pemikiran Ekonomi Islam lahir dari kenyataan bahwa Islam adalah sistem yang diturunkan Allah SWT

kepada seluruh manusia untuk menata seluruh

kehidupan dalam seluruh ruang dan waktu. Kesatuan sumber ini melahirkan suatu karakteristik tertentu yang membedakan Islam dengan sistem yang lain.

Ekonomi syari’ah atau ekonomi Islam dalam sejarah pemikiran Islam, ada dan muncul sejak lahirnya Islam itu sendiri. Dia bukan bagian tersendiri atau buah

pemikiran tersendiri yang muncul dikemudian hari. Islam yang diyakini oleh penganutnya oleh agama yang terakhir, menjadi penyempurna (kamil) dan paripurna atau komprehensif (syamil). Tentunya

mengatur segala aspek kehidupan manusia baik yang menyangkut i’tiqod, pola pikir maupun perilaku

(3)

Keduanya tidak dapat dipisahkan kohesif,

Al-Qur’an iman + amal soleh, puasa (shaum) diikuti oleh zakat.

Baik kata-kata iman maupun puasa al-Kholik, amal sholeh dan zakat mahluk.

Dalam Islam tidak boleh hanya karena

beribadah kepada Allah, tapi menyakiti orang lain, hal ini tidak iq’tidal (balance) ada orang pagi-pagi di mesjid dzikir lebih mulia yg kerja

kisah seorang wanita yang rajin sholat malam dan puasa sunah, tetapi dia divonis masuk

neraka karena jahat terhadap tetangga tidak aman dari tangan dan lisannya (suka caci

(4)

Masyarakat Lebah yg keluar maupun yang masuk dalam mulutnyabermanfaat bagi masyarakat.

makan sari bunga dan mengeluarkan madu. Jadi

makanan (konsumsi) masyarakat muslim harus baik (halalan toyyiban), & tidak menimbulkan waste

(polusi) justru beri manfaat berupa penyerbukan

pada bunga yang dihisap (externalitas positif).

Sementara distribusi diatur dengan cara sistematik dan luar biasa (fairness)tidak semua

masyarakatnya pergi bekerja, tetapi ada yang

menjaga ratu (security) dan bahkan ada banyak lagi bagian-bagian yang dikerjakan dengan disiplin. Hal ini mengisyarakatkan devision of work (spesialisasi versi Adam Smith) tetapi mereka bekerja dengan

sangat patuh, makanan ratunya: royal jelly umurnya lebih panjang.

Dimanapun tidak membuat distorsi terhadap

lingkungan. Tetapi memang lebah tidak akan diam ketika komunitasnya merasa terusik, maka mereka kemudian dapat menyerang walaupun sekedar

defensive agar tatanan komunitasnya tidak

(5)

Ekonomi syariah muncul dan dipraktekkan sebelum lahirnya madhab kapitalis maupun sosialis, namun kadar keilmiahannya memang tidak selengkap teori-teori kedua mdzhab

tersebut.

Akselerasi perkembangan teori ekonomi Islam dlm beberapa abad terakhir mengalami

stagnasi. Faktor penyebab :

Pertama, banyaknya negara-negara Islam yang dijajah. Kedua, periodisasi siklis dimana mulai mencapai puncak kejayaan Islam pada masa

Harun Al –Rasyid tapi kemudian menglami degradasi

Ketiga, Adanya ’kekhilafan intelktual’ dimana tokoh-tokoh Muslim sengaja disembunyikan oleh orang barat. Mereka menganggap bahwa abad Islam tidak ada, dan menggantikannya dengan sebutan abad kegelapan sampai

(6)

Konsep pengembangan pemikiran Islam tetap

adagradual dan diperkirakan akan menjadi ekonomi

alternatifberpengaruh di masa-masa yang akan

datang. Alasan. Pertama, konsep bersumber pada nilai yang utuh bsb dr transenden yang tidak sekedar menangkap fenamena alam. Kedua, bukti empirik

bahwa perekonomian baik sosialis maupun kapitalis terus belum bisa menjawab sebagian besar PR

manusia agar bisa hidup sejahtera, tentram dan makmurdg i= 6% /th tdk dpt bangkit

Profesor perancis ’Jacquen Austry jalan mengemb ekonomi tidak terbatas pada 2 madzhab tersebut ada madzhab ketiga yang lebih kuat yaitu ekonomi Islam

akan memimpin dunia di kemudian hari merupakan susunan yang sempurna. Juga seorang perancis,

Raymon Charles, Islam telah menggariskan jalan kemajuan tersendiri. Di bidang produksi , ia

memuliakan kerja dan mengharamkan segala bentuk eksploitasi. Dan di bidang distribusi ia mnentapkan dua kaidah: Bagi masing- maing menurut

kebutu-hannya seperti hak ilahi yang kudus, dibebankan pada setiap orang. Dan bagi masing-masing menrut hasil kerjanya tanpa mengabaikan perbedaan yang

(7)

Secara teoritik maupun empirik terbukti

ekonomi Islam dapat berguna (

usefull

)

dan unggul

Konvensional:

jatuh

ketiban tangga

). Hal ini sekaligus

mencounter

terhadap pendapat bahwa

Islam sebagai faktor penghambt

pembangunan (

an obstacle to economic

growth

). Kesimpulan yang tergesa-gesa

ini hampir dapat dipastiakn timbul

karena kesalahpahaman terhadap Islam.

Seolah-oleh Islam hanya mengatur

masalah

ritual

saja dan bukannya

sebagai suatu sitem yang komprehensip

dan mencakup

seluruh aspek kehidupan

termasuk masalah yang berkaitan

(8)

Periodisasi Sejarah Pemikiran

Ekonomi Islam:

Periodisasi perkembangan

pemikiran Ekonomi Islam

didasarkan atas berkembangnya

Islam dari jaman nabi kemudian

kekhalifahan. Dirintis oleh Rosul

Muhammad SAW, kemudian

(9)

Pembagian Tahap Perkembangan

Pemikiran Ekonomi Islam

:

1.Masa Wahyu

2.Masa Ekspansi

3.Masa Ijtihad

4.Masa Stagnasi

5.Masa Kebangkitan

:

Tahap komparasi

Tahap konseptualisasi

Tahap Institusinalisasi

(10)

Perkembangan Pemikiran Ekonomi Islam

Masa Ekspansi

Masa Wahyu

Masa Ijtihad

Masa Kebangkitan :

1.Tahap komparasi

2Tahap konseptualisasi

3Tahap Institusinalisasi

4Tahap Evaluasi, dan Pengembangan

(11)

Masa Wahyu

(611 M – 633 M)

Al-Qur’an dan sunah merupakan sumber

utama ajaran Islam. Al-Qur’an diturunkan

secara bertahap selama 22 tahun, 2

bulan, 22 hari. Fase perjalanan umat

muslim pada masa wahyu secara umum

dibagi dua yakni yakni periode Makkah

dan periode Madinah. Sebagai

subsistem dari seluruh sistem Islam,

masalah ekonomi dijelaskan dalam

Al-Qur’an dan Sunah dalam tiga pola yakni

paradigma, prinsip umum dan rincian

(12)

Masa Baginda Rasulullah SAW:

Rasulullah saw mengeluarkan sejumlah

kebijakan yang menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kemasyarakatan, selain masalah hukum (fiqh’), politik (siyasah), juga masalah perniagaan atau ekonomi

(muamalah). Masalah-masalah ekonomi umat menjadi perhatian Rasulullah saw, karena

masalah ekonomi merupakan pilar penyangga keimanan, yang harus diperhatikan.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullh saw bersabda, “kemiskinan

membawa orang kepada kekafiran”. Maka

upaya untuk mengentas kemiskinan merupakan bagian dari kebijakan-kebijakan sosial yang

(13)

Rasulullah saw mendirikan majelis

syura

, majelis ini terdiri dari pemimipin

kaum yang sebagian dari mereka

bertanggung jawab mencatat wahyu.

Pada tahun ke-6 hijrah, sekretaris

dengan bentuk sederhana telah

dibangun. Utusan negara telah dikirim ke

berbagi raja dan pemimpin-pemimpin.

Orang-orang ini mengerjakan tugasnya

dengan sukarela dan membiayai

hidupnya dari sumber independen,

(14)

Bilal bertugas mengurus keperluan

rumah tangga Rasulullah saw dan

bertanggung jawab mengurus

tamu-tamunya. Umumnya, orang

yang ingin bertemu Rasulullah saw

adalah orang miskin. Mereka

diberikan makanan dan juga

pakaian. Demikian pula ketika Bilal

tidak punya uang, Ia biasanya

(15)

Rasulullah saw mengadopsi praktik yang

lebih manusiawi terhadap tanah

pertanian yang ditaklukan sebagai

fay’

atau tanah dengan pemilikan umum.

Tanah-tanah ini dibiarkan dimiliki oleh

pemilik dan menanam asal,

berbeda dari praktek kekaisaran Romawi

dan Persia yang memisah-misahkan

tanah-tanah ini dari pemiliknya dan

membagikannya buat para elit militernya

dan para prajurit. Semua tanah yang

dihadiahkan kepeda Rasulullah saw

(iqta’)

relatif lebih kecil jumlahnya dan

terdiri dari tanah-tanah yng tidak

(16)

Masa Ekspansi

(633 M – 850 M/

…Abad 2 H)

Banyak Karya ilmiah

Khalifah pertama adalah Abu Bakar (633-634).

Ketika Umar bin Khatab menjadi khalifah

(634-644), seluruh wilayah Syam berhasil bebas dari Romawi. Kemudian sebagian besar wilayah

Persi, Irak, Mesir juga menjadi wilayah muslim. Perkembangan ini terus berlanjut pada masa Usman bin Affan, sehingga kaum muslim

berhasil mengontrol seluruh wilayah Persia, dari Irak hingga wilayah Asia Tengah dan Perbatasan Asia Selatan, seluruh wilayah subordinat

Romawi dari Syam hingga Mesir dan beberapa wilayah Afrika, serta beberapa wilayah Afrika Utara.

Penguasaan atas wilayah yang sangat luas

menimbulkan masalah baru, baik dalam bidang

politik dan keamanan, ekonomi, dan keuangan

(17)

Sedangkan sumber pendapatan

negara pada masa itu adalah

:

a.Zakat : harta yang diambil dari kaum muslimin yang telah mencapai nisab

b.Ghanimah : harta rampasan perang yang bergerak ;

seperti uang, kendaraan dan senjata, yang diperoleh oleh orang musrik atau kafir melali perang.

c.Kharaj : harta tidak bergerak sperti tanah dan

bangunan yang diperoleh dari orang non muslim baik dengan cara perang atau perjanjian damai.

d.Jizyah : pajak yang ditarik dari orang yang non muslim yang hidup diwilayah Islam dengan mendapat jaminan keamanan

(18)

Masa Khalafaur Rasidin:

Sejak menjadi khalifah, kebutuhan

keluarga Abu Bakar diurus dari

kekayaan Baitul Mal. Menurut beberapa

keterangan beliau diperbolehkan

mengambil dua setengah atau dua

seperempat dirham setiap hari hanya

dari Baitul Mal dengan beberapa waktu.

Ternyata tunjangan tersebut kurang

(19)

Masa Pasca khulafaurrasyidin

Pendapatan masa pemerintahan pasca

khulafaurrasyidin masih menggunakan sistem perpajakan yang dikenal oleh kaum muslim dengan nama kharaj. Pajak ini dikenakan

terhadap tanah pertanian kawasan-kawasan baru milik orang-orang Byzantium dan Persia. Tanah dan barang-barang tersebut tetap

menjadi hak milik mereka sesuai dengan

ketentuan aqidah Islam yang menghormati hak milik pribadi. Namun sejak sebagian besar

(20)

Di masa Dinasti Ummayah

(611-750 M):

Di masa dinasti Ummayah (611-750 M), khalifah Umar bin Abdul Aziz (60-101 H/608-720 M)

memberlakukan peraturan yang mengatakan bahwa lahan pertanian adalah hak milik negara secara simbolis. Dalam hal ini lahan pertanian dipandang sebagai milik seluruh umat Islam yang diwakili oleh khalifah. Pemilik tanah

pertanian yang sebenarnya dipandang sebagai pemakai hak guna atau penyewa. Ketika dinasti Abbasiyyah (700-850 M) memerintah, sistem

tersebut mengalami perubahan. Lahan

pertanian pada masa ini berubah menjadi milik negara, bukan milik umat Islam lagi. Negara

(21)

Masa Ijtihad : penyusunan ilmu

pengetahuan

(850 M-1100 M/abad 2-5 H):

Pada masa ini adalah masa dimana

kaum muslimin mulai beralih dari

Era negara Islam menuju era

peradaban Islam. Salah satu bidang

yang berkembang pesat adalah

(22)

Tokoh-tokoh Pemikir Ekonomi

Islam dan Karyanya

:

(23)

1. Zayd bin Ali

:

Tercatat sebagai ekonomi pertama yang

menjelaskan bolehnya harga tangguh tempo lebih tinggi daripada harga tunai, Zayd bin Ali membolehkan penjualan suatu komoditi secara kredit dengan harga yang lebih tinggi dari

harga tunai. Zayd tidak membolehkan harga yang ditangguhkan lebih tinggi dari

pembayaran tunai, sebagaimana halnya

(24)

2.

Abu Yusuf (113-182

H/731-798 M)

:

Di antara kitab-kitab Abu Yusuf, kitab yang paling terkenal adalah kitab Al-Kharaj. Kitab ini ditulis atas permintaan khalifah Harun ar-Rasyid untuk pedoman

dalam menghimpun pemasukan atau pendapatan negara dari kharaj, ushr, zakat, dan jizyah. Kitab ini dapat

digolongkan sebagai public finance dalam pengertian ekonomi modern.

Kharaj adalah pajak tanah yang dikuasai oleh kaum muslim, baik karena peperangan maupun karena pemiliknya mengadakan perjanjian damai dengan

pasukan muslim. Mereka tetap menjadi pemilik sah dari tanah-tanahnya tetapi dengan membayar pajak (kharaj) sejumlah tertentu kepada Baitul Mal. Sedangkan usyur merupakan bentuk jama’ dari kata usyr sepersepuluh atau 10 persen. Ia merujuk pada kadar zakat pertanian dan bea cukai yang dikenakan kepada pedagang muslim maupun non muslim yang melintasi wilayah Daulah

(25)

3.

Abu Hanifa

(80-150 H/699-767 M)

Abu Hanifa menyumbangkan beberapa konsep ekonomi, salah satunya adalah salam, yaitu

suatu bentuk transaksi dimana antara pihak penjual dan pembeli sepakat bila barang yang dibeli dikirimkan setelah dibayar secara tunai pada waktu kontrak disepakati. Abu Hanifa mengkritisi prosedur kontrak tersebut yang

cenderung mengarah pada perselisihan antara yang memesan barang dengan cara membayar lebih dulu, dengan orang yang membelikan

barang. Beliau mencoba menghilangkan

perselisihan ini dengan menent spek yg jelas di dalam kontrak, seperti jenis komoditi, kualitas, kuantitas, waktu, dan tempat

(26)

4. Abu Ubayd

:

Dalam kitab

Al Amwal

menjelaskan

public finance

dalam Islam yang diawali

dengan bab “ Hak Pemerintah Atas

Rakyat Dan Hak Rakyat Atas

Pemerintah”. Dijelaskan pula ditiga jenis

pendapatan : zakat (termasuk “usyur”),

khums dan fay (termasuk kharaj dan

jizyah). Adam Smith yang disebut Bapak

Ekonomi Barat dengan bukunya

The

Wealth Of Nation

, diduga banyak

mendapatkan inspirasi dari

Al Amwal

(yang dalam bahasa inggris adalah

The

(27)

5. Mawardi:

Dalam kitab

Al Ahkam Al

Sulthaniyah

menjelaskan APBN

pemerintah dan administrasi

tanah-tanah negara. Serta pengawasan

pasar, yaitu fungsi dari muhtasib.

Dalam kitab

Al Din Wal Dunya

menjelaskan perilaku ekonomi

seorang muslim dan

(28)

Masa Stagnasi

(Abad 8 H/1400

M – 1930 M):

Gerakan ilmiah yang menandai sejarah

peradapan Islam masih meningkat tetapi

mulai mengalami deminishing

(penurunan) setelah abad kedelapan

hijriah. Pada waktu itu, isu penutupan

(29)

Tokoh pemikir walaupun jumlahnya tidak

sebanyak masa sebelumnya

:

Tokoh-tokoh Pemikir dan Karyanya :

Nizamul Mulk Tusi (1093 M)

Al Ghazali (1111 M)

Muhammad Abdul Wahab (1787 M)

Mufti Muhammad Abduh (1905 M)

Shah Walilullah Al Dehli (1762 M)

(30)

1.Al Ghazali

:

Menjelaskan bahwa kebutuhan dasar (basic needs) termasuk juga alat-alat rumah tangga yang diperlukan, furniture, pernikahan, alat-alat untuk kebutuhan membesarkan keluarga dan beberapa asset.

(31)

Al-Ghazali juga memperkenalkan teori

permintaan dan penawaran; jika petani

tidak mendapatkan pembeli, ia akan

menjualnya pada harga yang lebih

murah, dan harga dapat diturunkan

dengan menambah jumlah barang di

pasar. Ghazali juga memperkenalkan

elastisitas permintaan, ia

mengidentifikasi permintaan makanan

adalah inelastis, karena makanan adalah

kebutuhan pokok. Oleh karena dalam

perdagangan makanan motif mencari

keuntungan yang tinggi harus

(32)

2. Ibnu Taimiyah

(661-728

H/1263-1326 M)

:

Menjelaskan publik duties mencakup

manejemen uang, peraturan tentang timbangan dan ukuran, kontrol harga bila diperlukan, dan keadaan abnormal yang dapat diperbolehkan memungut zakat di atas apa yang ditetapkan syariah. Ibnu Taimiyah tidak berbicara hanya normative economocs, namun juga

menerangkan tentang positive economics. Antara lain mengenai mekanisme supply dan demand dalam menentukan harga. Ibnu

Taimiyah juga menjelaskan pajak tidak

langsung dan bagaimana beban pajak tersebut dialihkan dari produsen kepada konsumen

(33)

Menurut Ibnu Taimiyah dalam Al-Hisbah

fi Al-Islam ia mengatakan:

Penawaran bisa datang dari produksi

domestik dan impor. Perubahan dalam

penawaran digambarkan sebagai

peningkatan atau penurunan dalam

jumlah barang yang ditawarkan,

sedangkan permintaan sangat

ditentukan oleh selera dan pendapatan.

Besar kecilnya kenaikan harga

bergantung pada besarnya perubahan

penawaran dan atau permintaan. Bila

seluruh transaksi sudah sesuai aturan,

kenaikan harga yang terjadi merupakan

(34)

3. IBNU RUSYD (1126-1198 M)

:

Hukum sebab akibat dalam gejala alam dan

sosial termsuk hukum ekonomi Demand dan supply yang dikembangkan oleh ilmuwan

berikutnya

Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup itu, kata Rusyd, semakin tinggi pula berbagai macam kegiatan (termsuk konsumsi &

produksi) dan pekerjaannya

masyarakat dibagi kepada dua

golongan: golongan elit yang terdiri

daripada ahli falsafah dan masyarakat

(35)

4. Ibnu Khaldun

(732-807

H/1332-1383 M)

:

Membahas

devision of labor, money, &

price, production & distribution, internal

trade, capital formation & growth, trade

cycles, property and prosperity,

population, agricultural, industry &

trade, macroeconomics of taxation, dan

public expenditure

. Ibnu Khaldun

menyarankan obat untuk resesi, yaitu

mengecilkan pajak dan meningkatkan

pengeluaran pemerintah

(

KF Expansif

(36)

Kekayaan suatu negara tidak ditentukan

oleh banyaknya uang tetapi oleh tingkat

produksi dan neraca pembayaran yang

positif. mencetak uang banyak jika

bukan refleksi pesatnya pertumbuhan

sektor produksi

uang tidak ada

nilainya. Sektor produksilah yang

menjadi motor pembangunan, menyerap

tenaga kerja, meningkatkan pendapatan

pekerja dan menimbulkan permintaan

atas faktor produksi lainnya

(Supply

side– Klasik

)

perdagangan

internasional menjadi bahasan utama

para ulama ketika itu. Negara yang

mengekspor

kemampuan berproduksi

lebih besar dari kebutuhan domestiknya

(37)

Sejalan dengan pendapat Al Ghazali

mengenai uang, Ibnu Khaldun

menjelaskan,

Bahwa uang tidak perlu mengandung

emas dan perak, tetapi emas dan perak

menjadi standar nilai uang (

paper

money

). Uang tidak mengandung emas

dan perak merupakan jaminan

pemerintah menetapkan nilainya. Karena

itu pemerintah tidak boleh merubahnya.

Pemerintah wajib menjaga nlai uang

(

internal value of money

)yang dicetak

karena masyarakat menerimanya tidak

lagi berdasarkan berapa kandungan

(38)

Oleh karena itu Ibnu Khaldun selain

menyarankan digunakannya uang

standar emas/perak, beliau juga

menyarnkan konstannya harga emas

dan perak (

stablitas moneter

).

Harga-harga lain boleh berfluktuasi tetapi tidak

untuk harga emas dan perak. Dalam

keadaan nilai uang yang tidak berubah,

kenaikan harga atau penurunan harga

semata-mata ditentukan oleh kekuatan

penawaran dan permintaan

. Setiap

barang akan mempunyai harga

(39)

Masa Kebangkitan

( > 1930 M )

Setelah sekian lama terpuruk dalam berbagai sektor, gerakan Islamisasi mulai bangkit. Dimulai dari Al

Afghani dan kawakabi yang terfokus pada politik, Muhammad Abdul dan Rasyid Ridha yang

memfokuskan pada pemikiran dan pendidikan. Hasan Al Banna hadir ke pentas pergerakan Islam melakukan dua hal:

a.Merumuskan visi Islam secara umum, visi yang universal, integral, dan mampu mengakses seluruh aspek kehidupan manusia

b.Merumuskan visi pergerakan Islam yang utuh, mulai dari bentuk organisasi sampai pola pembinaan dan kader.

Setelah gerakan pemikiran Islam begitu ekspansi, maka gerakan yang lebih jauh adalah Islamisasi ilmu

pengetahuan. Era ini lahir dari keyakinan yang kuat akan keunggulan kompetitif.

Konsep Islam setelah para pemikir berhasil melakukan komparasi anatar sistem, baik sekala konseptual

(40)

Shah Walilullah Al-Delhi (1762),

Muhammad bin Abdul Wahab (1787),

Jamaluddin Al Afgahni (1897),

Mufti Muhammad Abduh (1905),

Muhammad Iqbal (1938),

Ibnu Nujaym (1562),

Ibnu Abidin (1836),

Syeh Ahmad Sihindi (1524).

(41)

Tahapan-Tahapan

Komparasi

:

Karya awal yang lahir dalam pemikiran ekonomi Islam memiliki kecenderungan yang kuat antar sistem. Disini Islam sebagai sistem dihadapkan dengan sistem-sistem lainnya seperti : sosialisme dan kapitalisme. Komparasi/ perbandingan semacam ini selalu menjadi kebutuhan psikologis dan rasional sekligus. Beberapa pemikiran dan karyanya :

a.Sayyid Quthub dalam "Al Adalah Al Ijtimai'yyah Fi Al Islam" (keadilan sosial dalam Islam). Buku ini terfokus pada masalah kebijakan keuangan dalam Islam dan kaitannya keadilan sosial.

b.Dr. Musthafa Al Sibai dalam "Isytirakiyyat Al Islam (sosialisme Islam) merupakan perbandingan Islam dan Sosialisme.

c.Abdul A'la Al Maududi, menulis buku perbandingan antara Islam, sosialisme, dan kapitalisme dengan judul "Usus Al Igtishad Baen Al Islam Wa Al Nuzum Al

(42)

Tahap Konseptualisasi

:

Studi-studi komparatif telah berhasil membangun afiliasi baru kepada Islam dikalangan cendekiawan. Mereka kemudian

melangkah lebih jauh dengan merumuskan konsep Islam

dengan pendekatan teoritis yang kuat. Pada awal dekade 60-an, beberapa karya ilmiah yang membahas konsep ekonomi Islam mulai bermunculan. Misalnya :

a.DR. Abdul hanid Abu Sulaiman membuat buku "Nazhariyat Al Islam Al Iqtshadiyah : Al Falsafah Wa Al Mu'ashirah" (konsep ekonomi Islam : filosofi dan sarana-sarana modern)

b.DR Issa Abduh menulis tentang " Al Faidah 'Ala Ras Al Mal" (bunga atas modal ) dan "Al Iqtishad Al Siyasi" (ekonomi

politik)

Pada tahun 1973 Muktamar II WAMY (World Assembly Moslem Young) mengeluarkan rekomendasi untuk mengadakan

konferensi Islam Internasional tentang Ekonomi

Pada tahun 1976 Konferensi silam tentang Ekonomi diadakan di Mekkah. Pada tahun 1977 Konferensi Islam I tentang Islam dan tatanan ekonomi dunia baru diadakan di London. Pada tahun 1978 Konferensi Moneter dan Keuangan Dalam Islam di

(43)

Diantara bagian-bagian kosep ekonomi

Islam yang banyak mendapat perhatian

adalah aspek moneter dan keuangan,

kecenderungan ini disebabkan 2 hal :

a.Tema ekonomi yang dibahas secara

luas didalam Alquran adalah Riba. Dan

ini merupakan dasar dari sitem ekonomi

non Islam, dimana riba terkait dengan

moneter dan keuangan.

b.Masalah moneter dan finance terkait

(44)

BIOGRAFI IBNU RUSYD

(520-595 H / 1126-1198 M)

Ibn Rusyd (

Ibnu Rusyd) atau nama

lengkapnya Abu Walid Muhammad Ibnu

Ahmad lahir di Kardova pada tahun 1126.

Beliau ahli falsafah yang paling agung

pernah dilahirkan dalam sejarah Islam.

Pengaruhnya bukan sahaja berkembang

luas didunia Islam, tetapi juga di kalangan

masyarakat di Eropah. Di Barat, beliau

(45)

Abu Walid Muhammad bin Ahmad bin

Rusd lahir di Cordova tahun 520 H /

1126 M.

Ibnu Rusyd mendapat kedudukan yang

baik dari Khalifah Abu Yusuf Al-Mansur

(masa kekuasannya 1184 – 1194 M)

sehingga pada waktu itu Ibnu Rusyd

menjadi raja semua pikiran

tidak ada

pendapat kecuali pendapatnya, dan

(46)

Dia lebih dikenal dan dihargai di Eropa

Tengah daripada di Timur

(1)

tulisan-tulisannya yang banyak jumlahnya

itu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin

dan diedarkan serta dilestarikan, sedangkan

teknya yang asli dalam bahasa Arab dibakar

atau dilarang diterbitkan

(2)

Eropa pada zaman Renaissance dengan

mudah menerima filsafat dan metode ilmiah

sebagaimana dianut oleh Ibnu Rusyd,

(47)

Ibnu Rusyd lebih terkenal sebagai

seorang filsuf yang bersebrangan

dengan Al-Ghazali, yang ditunjukkan

dalam bukunya

Tahafutut-tahafut.

Sebagai pembela Aristoteles, Ibnu

(48)

Karangan-karangan Ibnu Rusyd

dalam soal Filsafat:

Tahafutul-Tahafut

Risalah fi Ta’alluqi ‘Ilmillahi ‘an ‘Adami Ta’alluqihi bil-Juziyat

Tafsiruma ba’dath-Tahbiat

Fashlul-Maqal fi ma Bainal-hikmah wasy-Syariah Minal-Ittishal

Al-Kasyfu ‘an Manahijil ‘Adilah fi ‘Aqaidi Ahlil Millah

Naqdu Nahariyat ibni Sina ‘Anil-Mumkin Lidzatihi wal-Mumkin Lighairihi

Risalah fil-Wujudil-Azali wal-Wujudil-Muaqqat

(49)

Di dalam kitabnya, Fashul Maqal…, Ibnu Rusyd

menandaskan bahwa logika harus dipakai sebagai dasar segala penilaian tentang kebenaran.

Disamping itu Ibnu Rusyd juga mengritik pada

kelemahan akal manusia sendiri dalam memecahkan masalah yang gaib dan aneh yang berhubungan

dengan agama.

Filsafat diwajibkan atau paling tidak dianjurkan

dalam agama (agama dalam pengertian ini dianggap sama denan Syari’ah, terutama Islam) sebab

fungsi filsafat hanyalah membuat spekulasi atas

(50)

Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk berpikir (I’tibar) dalam banyak ayatnya seperti: “Berpikirlah, wahai yang bisa melihat.” Al-I’tibar merupakan suatu ungkapan Qur’ani yang berarti sesuatu yang lebih dari sekadar spekulasi atau refleksi (nazar)

Agama sejalan dengan filsafat tujuan dan

tindakan filsafat sama dengan tujuan dan tindakan agama jika yang tradisional itu (al-mangul)

ternyata bertentangan dengan yang rasional (al-ma’qul), maka yang tradisional harus ditafsirkan sedemikian rupa supaya selaras dengan yang rasional.

Pokok tujuan syariat Islam yang sebenarnya

menurut Ibnu Rusyd ialah pengetahuan yang benar dan amal perbuatan yang benar (al-ilmulhaq

(51)

Ibnu Rusyd bermaksud mengadakan

kompromi antara filsafat dan agama yang

sepintas saling berlawanan satu sama lain.

Aristoteles berpendapat bahwa

jauhar

(substansi) pertama dari materi itu

menyebabkan adanya

jauhar

yang kedua

tanpa berhajat bantuan zat lain diluar dirinya

sebab dan akibat penciptaan dan amal

(52)

Surat Hud ayat 7 yang artinya: dan

Allah itulah yang menjadikan beberapa

langit dan bumi dalam waktu enam hari,

dan ‘arasy-Nya di atas air.--> teori

kabut dst)

Menurut Ibnu Rusyd sebab pertama

(53)

Ibnu Rusyd menetapkan bahwa

tiap-tiap sesuatu mempunyai sebab (illat)

yang mempengaruhi apa yang datang

sesudahnya, dan yang terpengaruh

oleh apa yang ada sebelumnya,

(54)

Menurut Ibnu rusyd, apabila kita

membaca Al-Qur’an dan memahaminya

benar-benar, akan nampak kepada kita

penunjukkannya kepada sifat kenabian,

sebab Al-Qur’an berisi

(55)

Antara karya besar yang pernah dihasilkan oleh Ibnu Rusyd termasuk :

"Kulliyah fit-Thibb" yang mengandungi 16 jilid,

mengenai medis secara umum,

Mabadil Falsafah (Pengantar Ilmu Falsafah),

Tafsir Urjuza yang membicarakan medis dan tauhid,

Taslul, buku mengenai ilmu kalam,

Kasyful Adillah, yang mengungkap persoalan falsafah dan agama,

Tahafatul Tahafut, ulasannya terhadap buku Imam Al-Ghazali yang berjudul Tahafatul Falaisafah, dan

(56)

Buku "Kulliyah fit-Thibb" telah diterjemahkan ke

dalam bahasa Latin pada tahun 1255 oleh Bonacosa, orang Yahudi dari Padua.

Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan

judul General Rules of Medicine. Bidang falsafahnya, telah mempengaruhi ahli falsafah Barat. Dua orang ahli falsafah Eropah, yaitu Voltaire dan Rousseau dikatakan bukan sekadar terpengaruh oleh falsafah Ibnu Rusyd, tetapi memperolehi ilham dari karyanya.

Pemikiran Voltaire dan Rousseau telah mencetuskan era Renaissance di Perancis sehingga merubah

wajah Eropah keseluruhannya sebagaimana yang ada pada hari ini. Masyarakat Barat sebenarnya terhutang budi kepada Ibnu Rusyd karena

pemikirannya, baik secara langsung ataupun tidak langsung, telah mencetuskan revolusi di benua

(57)

Pemikirannya memungkinkan

masyarakat di sana keluar daripada

zaman kegelapan menuju era kemajuan

industri yang pesat.

Hospital Les

Quinze-Vingt

yang juga merupakan

hopital pertama di Paris didirikan oleh

Raja Louis IX berdasarkan model

hospital

Sultan Nuruddin di Damsyik

(58)

Berkaitan dengan penciptaan alam, Rusyd yang

menganut teori Kausalitas (hukum

sebab-akibat):setidaknya ada tiga dalil untuk

menjelaskan teori itu, kata Rusyd, yaitu:

Pertama, dalil inayah yakni dalil yang

mengemukakan bahwa alam dan seluruh

kejadian yang ada di dalamnya, seperti siang dan malam, matahari dan bulan, semuanya menunjukkan adanya penciptaan yang teratur dan rapi yang didasarkan atas ilmu dan

(59)

Kedua, dalil ikhtira' yaitu asumsi yang menunjukkan bahwa penciptaan alam dan makhluk di dalamnya

nampak jelas dalam gejala-gejala yang dimiliki makhluk hidup. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup itu, kata Rusyd, semakin tinggi pula berbagai macam kegiatan dan pekerjaannya. Hal ini tidak terjadi secara kebetulan. Sebab, bila terjadi secara kebetulan, tentu saja tingkatan hidup tidak berbeda-beda. Ini menunjukkan adanya

pencipta yang mengatur kehidupan. Dalil ini sesuai dengan syariat Islam, dimana banyak ayat yang

menunjukkan perintah untuk memikirkan seluruh kejadian alam ini.

Ketiga, dalil gerak disebut juga dalil penggerak pertama yang diambil dari Aristoteles. Dalil tersebut

mengungkapkan bahwa alam semesta bergerak dengan suatu gerakan yang abadi, dan gerakan ini mengandung adanya penggerak pertama yang tidak bergerak dan

(60)

Terlepas dari perbedaan itu, betapapun

Ibnu Rusyd telah mengajarkan kita

prinsip dan nilai-nilai beragama yang

rasional, toleran, dan ramah.

Pengalaman dan pelajaran yang baik di

masa lalu itu pula yang pernah

mengantarkan kejayaan Islam di abad

pertengahan.

Barat Terkagum Karya Rusyd

Pemikiran dan karya-karya Ibnu Rusdy

sampai ke dunia Barat melalui

Ernest

Renan,

seorang penulis dan sejarawan

asal Perancis. Renan, penulis biografi

Rusyd berjudul

Averroes et j'averroisme

mengatakan, filosof Rusyd telah menulis

lebih dari 20 ribu halaman dalam

(61)

Apresiasi dunia Barat yang demikian

besar terhadap karya Rusyd, kata

Alfred

Gillaume

dalam "Warisan Islam",

menjadikan Rusyd lebih menjadi milik

Eropa dari pada milik Timur.

"Averroisme tetap merupakan faktor

yang hidup dalam pemikiran Eropa

sampai kelahiran ilmu pengetahuan

eksperimental modern," tulis Gillaume.

"Ibnu Rusyd adalah seorang rasionalis,

dan menyatakan berhak menundukkan

segala sesuatu kepada pertimbangan

akal, kecuali dogma-dogma keimanan

yang diwahyukan. Tetapi ia

bukanlah

free thinker

, atau seorang tak beriman,"

(62)

Ia melepaskan belenggu taklid dan

menganjurkan kebebasan berpikir ulas pemikiran Aristoteles dengan cara bebas.

Demikian besar pengaruhnya di Eropa, hingga di Eropa timbul gerakan Averroeisme (Ibn

Rusydisme) yang menuntut kebebasan berpikir. Pihak gereja menolak pemikiran rasional yang dibawa gerakan Averroeisme ini.

Berawal dari gerakan Averroeisme inilah di Eropa kemudian lahir reformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M.

Buku-buku Ibn Rusyd dicetak di Venesia tahun 1481, 1482, 1483, 1489, dan 1500 M. Bahkan

edisi lengkapnya terbit pada tahun 1553 dan 1557 M. Karya-karyanya juga diterbitkan pada abad ke-16 M di Napoli, Bologna, Lyonms, dan Strasbourg, dan di awal abad ke 17 M di

(63)

Pengaruh peradaban Islam, termasuk di dalamnya

pemikiran Ibn Rusyd, ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di

universitas-universitas Islam di Spanyol, seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca. Selama belajar di Spanyol, mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim.

Pusat penerjemahan itu adalah Toledo. Setelah pulang ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Universitas di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M, tiga puluh tahun

setelah wafatnya Ibn Rusyd. Di akhir zaman pertengahan Eropa, baru berdiri 18 buah universitas. Di dalam

universitas-universitas itu, ilmu yang mereka peroleh dari universitas-universitas Islam diajarkan, seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat. Pemikiran filsafat

(64)

Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali

(renaissance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-1 4 M. Berkembangnya pemikiran Yunani di Eropa kali ini adalah melalui

terjemahan-terjemahan Arab yang dipelajari

dan kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Latin.

Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri

Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah:

kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan

(65)

Ibnu Rusyd juga membahas masalah

kemasyarakatan masyarakat dibagi kepada dua golongan: golongan elit yang terdiri daripada ahli falsafah dan masyarakat awam.

Strata sosial ini merupakan awal mula pembahagian masyarakat berdasarkan kelas seperti yang

dilakukan oleh ahli falsafah terkemudian, seperti Karl Max dan mereka yang sealiran dengannya.

Ibnu Rusyd tidak diragukan lagi tokoh ilmuwan

(66)

PELUANG EKONOMI SYARIAH DI

PELUANG EKONOMI SYARIAH DI

INDONESIA

INDONESIA

Faktor sosial-budaya

Faktor sosial-budaya

:

:

jumlah penduduk yang relatif sangat banyak

jumlah penduduk yang relatif sangat banyak

(lebih dari 220 juta)

(lebih dari 220 juta)

Indonesia merupakan pangsa pasar yang

Indonesia merupakan pangsa pasar yang

menjanjikan,

menjanjikan,

Taraf pendidikan pada tingkat rata-rata relatif

Taraf pendidikan pada tingkat rata-rata relatif

rendah lebih cocok dengan pola manajemen

rendah lebih cocok dengan pola manajemen

(67)

PELUANG EKONOMI SYARIAH DI

PELUANG EKONOMI SYARIAH DI

INDONESIA:

INDONESIA:

Faktor agama

Faktor agama

Mayoritas penduduk beragama Islam sehingga

Mayoritas penduduk beragama Islam sehingga

sentimen normatif merupakan peluang yang

sentimen normatif merupakan peluang yang

baik

baik

Adanya kelompok fanatis terhadap norma

Adanya kelompok fanatis terhadap norma

menjadi pasar yang khusus, sebagai konsumen

menjadi pasar yang khusus, sebagai konsumen

(68)

PELUANG EKONOMI SYARIAH DI

PELUANG EKONOMI SYARIAH DI

INDONESIA:

INDONESIA:

Faktor ekonomi

Faktor ekonomi

tingkat pendapatan yang masih relatif rendah,

tingkat pendapatan yang masih relatif rendah,

lebih “pas” dengan pola dan prinsip-prinsip

lebih “pas” dengan pola dan prinsip-prinsip

manajemen syariah

manajemen syariah

Manajemen syariah relatif lebih sederhana dan

Manajemen syariah relatif lebih sederhana dan

cocok dengan kalangan ekonomi menengah dan

cocok dengan kalangan ekonomi menengah dan

(69)

Lingkungan Ekonomi Islami:

Lingkungan Ekonomi Islami:

Pertama, Memiliki pemahaman yang mendalam tentang misi dan visinya (walaupun dalam skala yang berbeda)  Mengetahui untuk apa dia bergabung di dalamnya  Tanggung jawab masing-masing.

Kedua, Disiplin terhadap aturan yang disepakati bersama  Waktu, tugas yang diemban, sasaran yang mau dicapai, dan lain sebagainya.

ِهللا ُلْوُسَر َلاَق

"Rasulullah Saw. bersabda: "Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu. Seorang imam (ketua) adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin bagi keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang wanita (isteri) adalah pemimpin rumah tangga suaminya,

dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang akan adalah pemimpin bagi harta ayahnya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Setiap dari kalian adalah pemimpin,dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian." (HR.

(70)

Lingkungan Ekonomi Islami

Ketiga,

Keikhlasan

melakukan suatu kewajiban

dengan maksimal atau yang terbaik dengan niat yang

"Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT sangat mencintai orang yang jika melakukan suatu pekerjaan, dilakukan secara itqan (tepat, terarah, profesional, jelas dan tuntas).” (HR. Tharani).

ْمُكَوُلْبَيِل َةاَيَحْلاَو َتْوَمْلا َقَلَخ يِذّلا :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق

: كلملا{ .ُروُفَغْلا ُزيِزَعْلا َوُهَو ًلَمَع ُنَسْحَأ ْمُكّيَأ

2

.}

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha

(71)

Firman Allah SWT

ْمُكّبَرَف ِهِتَلِكا َش ىَلَع ُلَمْعَي ّلُك ْلُق :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق

: سءارسلا{ .ًلْيِبَس ىَدْهَأ َوُه ْنَمِب ُمَلْعَأ

84

.}

“Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya

masing-masing." Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

(QS. Al-Isra’: 84).

اَنَلُبُس ْمُهّنَيِدْهَنَل اَنيِف اوُدَهاَج َنيِذّلاَو :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق

: توبكنعلا{ .َنْيِنِسْحُمْلا َعَمَل َهللا ّنِإَو

69

.}

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan

sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

(72)

Lingkungan Ekonomi Islami

Keempat, Kebersamaan. Tanpa nilai-nilai kebersamaan, seorang pegawai akan berpikir,

“Yang penting melaksanakan tugas sendiri, tidak peduli dengan tugas orang lain.” Membangun kebersamaan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara:  Ibadah berjamaah, pelatihan bersama, rekreasi, menumbuhkan rasa empati dan simpati.

ٌناَيْنُب ْمُهّنَأَك اّفَسص ِهِليِبَس ِيف َنوُلِتاَقُي َنيِذّلا ّسبِحُي َهللا ّنِإ :سىَلاَعَت ُهللا َلاَق : سفصلا{ .ٌصسوُسصْرَم

4 .}

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shaff: 4).

Kelima, Pengorbanan. Seorang manajer harus berani berkorban, bukan

justru memanfaatkan organisasi itu. Artinya memanfaatkan kebodohan karyawannya. Jika bawahannya tidak mengerti hal-hal yang semestinya diketahui, sang manajer justru bersyukur.

Keenam, Kesejahteraan lahiriyyah maupun bathiniyyah yang relatif

(73)

Lingkungan Ekonomi Islami

LINGKUNGAN Ekonomi

ISLAM

(74)

Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi Ekonomi

Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi Ekonomi

Pertama,

Pertama,

Pemimpin yang dicintai oleh

Pemimpin yang dicintai oleh

bawahan

“Rasulullah Saw. bersabda: “Jika Allah bermaksud menjadikan seorang pemimpin yang baik (berhasil), maka Allah akan menjadikan para pembantunya itu adalah orang-orang yang jujur. Jika pemimpin itu lupa (berbuat salah), maka pembantu

(75)

Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi

Ekonomi:

Ketiga,

adalah pemimpin yang selalu bermusyarawah.

Seorang pemimpin selain harus siap menerima dan

mendapatkan tausiyah atau kritikan, pemimpin yang

sukses juga selalu bermusyawarah.

Keempat,

adalah tegas dalam bersikap.

(76)

Pemimpin Yang Sukses Dalam Organisasi

Ekonomi (Governtment or Privat):

PEMIMPIN

YANG SUKSES

DICINTAI

BAWAHAN

MENAMPUNG ASPIRASI

SELALU MUSYAWARAH

BERSIKAP TEGAS

MENJADI SURI

(77)

CORPORASI YANG KUAT

Corporasi yang kuat secara internal harus pula didukung dengan upaya yang bersifat eksternal, antara lain dengan membangun jaringan yang kuat (nerwork). Dalam bahasa agama, membangun jaringan ini sama dengan membangun silaturrahim, yang ujungnya berakibat pada dua hal, yaitu memperpanjang umur (usia) dan memudahkan rizki.

ِهللا ُلْوُسَر َلاَق

s

ِهِقْزِر ِيف ُهَل َطَسْبُي ْنَأ ّبَحَأ ْنَم :

.}يراخبلا هاور{ .ُهَمِحَر ْلِصَيْلَف ِهِرَثَأ ِيف ُهَل

َأَسْنُيَو

“Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang ingin rizkinya diperluas dan diperpanjang umur (usia)nya (oleh Allah), maka hubungkanlah tali silaturrahim.” (HR. Bukhari).

ِهللا ُلْوُسَر َلاَق s

َةَلِص ّنِإَف ْمُكَماَحْرَأ ِهِب َنْوُلِصَتاَم ْمُكِباَسْنَأ ْنِم أْوُمَلْعَت :

هاور{ .ِرَثَلا ِيف ٌةَأَسْنَم ِلاَمْلا ِيف ٌةَرْثَم ِلْهَلا ِيف ًةّبَحَم ِمِحّرلا .}يذمرتلا

“Rasulullah Saw. bersabda: “Kenalilah orang-orang yang satu nasab (memiliki hubungan persaudaraan berdasarkan hubungan darah) dengan kalian, kemudian sambungkanlah tali silaturrahim (persaudaraan) itu. Sesungguhnya menyambung tali silaturrahim adalah melahirkan kecintaan antar keluarga, mempengaruhi harta dan memperpanjang

(78)

Firman Allah SWT

Jaringan Yang Kuat

Sinergi, ta’awun dan koordinasi.

:ةدئاملا{ ... ِناَوْدُعْلاَو ِمْثِلا ىَلَع اْوُنَواَعَت َلَو ىَوْقّتلاَو ّرِبْلا ىَلَع اْوُنَواَعَتَو ... :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق 2

.}

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran….” (QS. Al-Maidah: 2).

َنوُرُمْأَي ٍضْعَب ُءاَيِلْوَأ ْمُهُضْعَب ُتاَنِمْؤُمْلاَو َنوُنِمْؤُمْلاَو :ىَلاَعَت ُهللا َلاَق

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan

shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..” (QS. At-Taubah: 71).

(79)

Ciri-ciri ekonomi Islam:

 bagian dari system secara menyeluruh terkait erat

dengan akidah dan syari’ah. Disini terdapat aspek-aspek normative tidak seperti perekonomian kapitalis atau

sosialis yang terlepas dari alam transenden, misalnya: Adam Smith mengatakan invisible hand itu bukan tangan malaikat tapi mekanisme harga.

 punya cita-cita luhur

 menjaga equilibrium antara individu dan masyarakat.

Dalam kapitalis individu merupakan poros (sentral) dan tujuan dari system ekonomi yang ada sehingga individu didahulukan dari kepentingan keseluruhan (leise fire dan leise aller) sehingga menimbulkan dampak disparitas

(80)

outline

Introduction

Muslim’s contribution on GNP

7 deadly obstacles of national development

Urgency of new management paradigm for

growth

Shariah solution

(81)

KONDISI

EKONOMI INDONESIA

12,1 %

87,9 % Muslim

58% GNP ---Konglomerat

24% GNP ---158 BUMN

10% GNP ---Koperasi & Sektor Formal

8% GNP ---33,5 juta Usaha Kecil

Piramida Penduduk Piramida Penguasaan

(82)

3 Fenomena Besar

Pembangunan Bangsa

Lokal

UU no 22/99 ttg otonomi daerah

UU no 25/99 ttg perimbangan anggaran pusat daerah

Nasional

Transformasi dari Centralistic bureaucratic ke

democratic accommodative

Regional Global

Dari local orientation ke global cosmopolitan

(83)

Reorientasi Management

Korporasi

Bureaucratic Monopolistic Management ke

Entrepreneurial- Competitive management

Entrepreneurial management adalah manajemen

yg jeli dan slalu berfikir keras untuk

memanfaatkan peluang yg muncul untuk

(84)

7 Deadly developmental

obstacles of Indonesia

(85)

7 Deadly developmental

obstacles of Indonesia

(86)

7 Deadly developmental

obstacles of Indonesia

(87)

7 Deadly developmental

obstacles of Indonesia

(88)

7 Deadly developmental

obstacles of Indonesia

(89)

7 Deadly developmental

obstacles of Indonesia

Political instability

(lack of political vision and

(90)

7 Deadly developmental

obstacles of Indonesia

Poor quality of

(91)

Shariah

and

(92)
(93)
(94)

1998

177 Trilyun

1999 – 2000

± 650 Trilyun

APBN RI 1998/1999 : 263,8 Trilyun

.

1999/2000 : 218,2 Trilyun

Referensi

Dokumen terkait

Ibnu Rusyd menyimpulkan bahwa ada tiga pendapat tentang kebangkitan. Pertama, ada golongan yang berpendapat bahwa kebangkitan itu adalah rohani saja yang merasakan nikmat dan

Ringkasan, dalam tulisan Harun, Ibnu Rusyd berpandangan bahwa Al-Ghazali salah paham karena kaum filsuf tidak pernah mengatakan yang demikian. Yang dikatakan kaum filsuf, menurut

Dengan adanya pola pikir filsafat hukum Islam Ibnu Rusyd tersebut, telah memberikan sebuah implikasi terhadap permaslahan hukum keluarga yang diakomodir dari istinbat} para

Ibnu Rusyd melihat bahwa demokrasi adalah bentuk negara yang paling sesuai dan memungkinkan untk diterapkan oleh umat Islam, mengingat kenyataan di dunia Islam

Sumber lain menyebutkan bahwa neneknya juga sebagai seorang hakim yang terkenal dengan sebutan Ibnu Rusyd Nenek adalah kepala hakim pengadilan di

Ibnu Rusyd sependapat dengan gurunya Ibn Taimiyyah bahwa’illat yang dijadikan sebagai pijakan hukum ada tidaknya hak tersebut adalah ‘illat usia kecil, sehingga menurut

Kalau Al-Ghazali mengatakan menurut para filosof tuhan tidak mengetahui perincian yang terjadi di alam, maka oleh Ibnu Rusyd dijawab, Al-Ghazali dalam hal ini salah faham, sebab

Relevansi pemikiran Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun terhadap penetapan harga di Bengkulu belum sepenuhnya sejalan, karena penetapan harga yang dilakukan di Bengkulu sudah memasuki