• Tidak ada hasil yang ditemukan

Redesain Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Redesain Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

REDESAIN PERMUKIMAN RELOKASI MASYARAKAT

GUNUNG SINABUNG

LAPORAN AKHIR SKRIPSI

RTA 4231 - STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 6 SEMESTER B TAHUN AJARAN 2014 / 2015

Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Arsitektur

Oleh :

ROBERT SIMBOLON 110406048

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

(2)

REDESAIN PERMUKIMAN RELOKASI MASYARAKAT

GUNUNG SINABUNG

Oleh :

ROBERT SIMBOLON 110406048

Medan, Juli 2015

Disetujui Oleh :

Ir. Morida Siagian, MURP, Ph.D Dosen Pembimbing

Ketua Departemen Arsitektur

(3)

REDESAIN PERMUKIMAN RELOKASI MASYARAKAT

GUNUNG SINABUNG

SKRIPSI

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

di Departemen Arsitektur

Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara

Oleh

ROBERT SIMBOLON

110406048

DEPARTEMEN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

(4)

PERNYATAAN

REDESAIN PERMUKIMAN RELOKASI MASYARAKAT

GUNUNG SINABUNG

SKRIPSI

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah

diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang

pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yan pernah ditulis atau diterbitkan

oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar

pustaka.

Medan, Juli 2015

(5)

Judul Skripsi : Redesain Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung

Nama Mahasiswa : ROBERT SIMBOLON

Nomor Pokok : 110406048 Program Studi : Arsitektur

Tanggal Lulus : Juli 2015 Koordinator Skripsi,

Ir. N Vinky Rahman, MT NIP. 196606221997021001

Ketua Departemen Arsitektur,

Ir. N Vinky Rahman, MT NIP. 196606221997021001 Menyetutui

Dosen Pembimbing,

(6)

Telah diuji pada Tanggal: Juli 2015

Panitia Penguji Skripsi

Ketua Komisi Penguji : Ir. Morida Siagian, MURP, Ph.d Anggota Komisi Penguji : 1. Devin Devriza, ST, MT

(7)

SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK TUGAS AKHIR (SHP2A)

Nama : Robert Simbolon

NIM : 110406048

Judul Proyek Tugas Akhir : Redesain Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung

Tema : Modular Architecture

Rekapitulasi Nilai :

A

B+

B

C

C+

D

E

Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan :

No. Status

2. Lulus Melengkapi

3. Perbaikan Tanpa Sidang

(8)

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi-Mu, Allah, yang berahta dalam kerajaan Surga, Tuhan semesta alam dan pemilik segala ilmu. Atas rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan segala keseluruhan dari proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini yang mana sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur di Departemen Arsitektur, Universitas Sumatera Utara, yang merupakan kampus tercinta.

Tugas Akhir yang memiliki judul “Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung” yang mengambil tema dan pendekatan “Sustainable Modular House”, baik dari konsep bangunannya hingga konsep metoda konstruksinya yang modular nan sederhana. Penggunaan teknologi modular dan sederhana ditujukan untuk mengkaitkan aspek partisipatif (masyarakat) sehingga setiap lapisan masyarakat yang direlokasi mampu secara partisipasi untuk membangun permukiman mereka di area yang baru.

Pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan dan kedalaman hati, saya menyampaikan rasa hormat sebesar-besarnya kepada:

 Dosen Pembimbing Tugas Akhir, Ibu Ir. Morida Siagian, MURP, Ph.D, yang mana atas kesediaannya untuk terus membantu, mendorong, memotivasi, pengarahan serta waktu yang terus diberikan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan Studio Perancangan Arsitektur 6 ini.

 Tidak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada para penguji bapak Ir. Samsul Bahri, MT dan bapak Devin Defriza,ST, MT yang memberikan komentar dan kritikan dengan tujuan untuk membangun tugas akhir ini semakin baik. Rasa hormat dan terima kasih juga saya haturkan kepada:

 Bapak Ir. N. Vinky Rahman, M.T. sebagai Ketua Departemen Arsitektur, sosok yang selalu mendukung saya baik di bidang akademik, maupun bidang non akademik.

 Bapak Ir. Rudolf Sitorus, M.L.A. Sekretaris Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, yang sudah saya anggap seperti sosok “Ayah Arsitek” saya sendiri. Saya sudah lulus, terima kasih banyak kepada Bapak, perjalanan panjang selama 4 tahun “kita” terukir dan terlihat dari prestasi anak akademismu ini, Pak! Semoga di lain waktu kita bisa “bersama” lagi, Pak!

 Ibu Ir. Basaria Talarosha, M.T. sosok yang saya selalu hormati, sosok yang selalu mengayomi, sosok yang pertama kali membuat saya semakin tertarik dengan arsitektur, konstruksi, dan struktur. Dosen yang sangat profesional.

(9)

 Kepada kedua sosok terhebat, Bapak, Pantun Marasal Toba Simbolon dan Mama, Sermida Redia Nainggolan, yang sudah menyucurkan keringat yang tak habis-habisnya untuk memberi semangat, dukungan, dan doa untuk anaknya ini. Terima kasih atas pengorbanan kalian selama ini.

Medan, Juli 2015 Penulis

(10)

iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Maksud dan Tujuan ... 5

1.3. Rumusan Masalah ... 6

1.4. Lingkup / Batasan Proyek ... 7

1.5. Pendekatan Perancangan ... 8

1.6. Kerangka Berfikir ... 9

BAB II DESKRIPSI PROYEK ... 10

2.1. Tinjauan Umum ... 10

2.1.1. Permukiman Desa ... 10

2.1.2. Hunian / Rumah ... 12

2.1.3. Standar Pelayanan Minimal untuk Permukiman ... 15

2.2. Tinjauan Khusus ... 19

2.2.1. Pengertian dan Penjelasan Singkat Proyek ... 19

2.2.2. Data-Data Kuantitatif ... 20

2.2.3. Data Kualitatif ... 27

2.2.4. Tinjauan Lokasi ... 31

2.2.5. Tinjauan 3 Desa Eksisting ... 41

2.4. Studi Banding Proyek Sejenis ... 52

2.4.1. Huntap Desa Karangkendal, Jogjakarta... 52

2.4.2. Kampung Kali Code ... 54

BAB III ELABORASI TEMA ... 57

3.1. Pengertian Tema ... 57

3.2. Penelaahan Tema berdasarkan isu dan permasalahan ... 58

3.3. Studi Banding Tema Sejenis ... 59

BAB IV ANALISA PERANCANGAN ... 62

4.1. Analisa Site Eksisting Hutan Siosar ... 63

(11)

4.1.2 Analisa Sirkulasi Exsisting, Matahari, dan Vegetasi Site ... 64

4.1.3. Potongan Site ... 64

4.1.4. Analisa Permukiman dan Hunian Eksisting ... 65

4.2. Analisa Permukiman dan Hunian di tiga desa eksisting ... 67

4.2.1. Pola Permukiman ... 67

4.2.2. Orientasi Bangunan (analisa secara makro)... 68

4.2.3. Orientasi Bangunan (analisa secara mikro) ... 71

4.2.4. Analisa Sirkulasi di tiga Desa ... 72

4.2.5. Analisa Ruang Sosial Permukiman Eksisting di tiga Desa ... 74

4.2.6. Analisa Pertumbuhan Penduduk ... 76

4.2.7. Analisa Pembagian Desa ... 78

4.2.8. Analisa Hunian Eksisting ... 81

4.2.9. Analisa Aktivitas Ruang Dalam ... 84

4.2.10. Analisa dan Program Ruang Hunian ... 85

4.3. Analisa Permasalahan Perancangan ... 86

4.3.1. Aspek Penting Rumah Yang Diperlukan ... 87

4.3.2. Kaitan aspek “Material” dan “Cost” ... 88

4.3.3. Kaitan aspek “Material” dan “Time” ... 88

4.3.4. Kaitan aspek “Cost” dan “Time” ... 88

4.3.5. Posisi Local Craftmanship Yaitu Sebagai Eksekutor ... 88

4.4. Analisa Goal, Constrain, dan Criteria... 89

BAB V KONSEP DESAIN ... 90

5.1. Konsep Permukiman ... 90

5.1.1. Konsep Makro Desa ... 90

5.1.2. Konsep Sirkulasi Desa ... 91

5.1.3. Konsep Pola Permukiman ... 92

5.1.3. Konsep Mitigasi Bencana ... 94

5.1.4. Konsep Street Furniture Permukiman ... 96

5.1.5. Konsep Manajemen Sampah... 97

5.1.6. Konsep Agraria ... 99

5.2. Konsep Kelompok Hunian / Rumah... 101

5.2.1. Tranformation Of The Past To The Present... 101

5.2.2. Penambahan Ruang ... 104

5.2.3. Communal Space... 105

5.2.4. Expanding Linear Circulation To Cross Circulation ... 106

(12)

vi

5.3. Konsep Hunian Tunggal ... 108

5.3.1. Konsep Makro ... 108

5.3.2. Konsep Space ... 109

5.3.3. Konsep Eksplorasi Modul Ruang ... 110

5.3.4. Struktur Dan Konstruksi ... 112

5.3.5. Modul-modul Material dan Modul Bangunan ... 113

5.3.6. Konstruksi Permanen Bangunan ... 114

5.3.7. Konsep Rumah Tumbuh ... 116

5.3.8. Detail Fungsi Rumah ... 118

5.3.9. Output Desain Rumah ... 121

5.4. Konsep Fasilitas Umum dan Sosial ... 123

BAB VI KESIMPULAN ... 127

DAFTAR PUSTAKA ... 129

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1. Diagram Kerangka Berfikir ... 9

Gambar 2. 1. Pola Permukiman Desa ... 12

Gambar 2. 2. Pesta Kerja Tahun ... 28

Gambar 2. 3. Peta Lokasi Perancangan - Hutan Siosar ... 33

Gambar 2. 4. Kondisi Fisik permukaan jalan menuju hutan siosar ... 34

Gambar 2. 5. Kondisi jalan yang berliku-liku dan naik turun ... 35

Gambar 2. 6. Signage Entrance Perkampungan Siosar ... 36

Gambar 2. 7. Kondisi Lingkungan Perkampungan Siosar dalam tahap konstruksi ... 36

Gambar 2. 8. Hunian yang sedang dalam tahap konstruksi ... 37

Gambar 2. 9. Area tengah yang akan dijadikan daerah taman dan fasilitas umum ... 37

Gambar 2. 10. Hutan Pinus disekitar kawasan permukiman ... 38

Gambar 2. 11. Papan Pinus yang digunakan untuk membantu proses konstruksi ... 38

Gambar 2. 12. Bentuk Hunian masyarakat Korban Gunung Sinabung ... 39

Gambar 2. 13. Hunian bagi masyarakat korban bencana Gunung Sinabung ... 40

Gambar 2. 14. Proses Konstruksi Perkampungan Siosar ... 40

Gambar 2. 15. Kondisi Permukiman Desa Bekerah ... 42

Gambar 2. 16. Foto udara Desa Bekerah dan Sukameriah... 43

Gambar 2. 17. Foto Udara Desa Simacem ... 43

Gambar 2. 18. Bentuk Desa Linear ... 44

Gambar 2. 19. Hunian Fisik Masyarakat sekitar Gunung Sinabung ... 45

Gambar 2. 20. Skema masyarakat bagian 1 ... 46

Gambar 2. 21. Skema masyarakat bagian 2 ... 46

Gambar 2. 22. Skema Kegiatan pria dewasa (ayah) di Rumah ... 47

Gambar 2. 23. Skema kegiatan wanita dewasa (ibu) di rumah ... 48

Gambar 2. 24. Skema Kegiatan anak laki-laki dan perempuan di rumah ... 49

Gambar 2. 25. Skema kegiatan ruang luar masyarakat di tiga desa ... 50

Gambar 2. 26. Balai Masyarakat ... 50

Gambar 2. 27. Tempat ibadah ... 51

Gambar 2. 28. Kondisi Fisik Sekolah yang telah rusak ... 51

Gambar 2. 29. Huntap Desa Karangkendal, Jogjakarta ... 52

Gambar 2. 30. Beberapa fasilitas di Huntap Karangkendal, Jogjakarta ... 53

Gambar 2. 31. Kampung Kali Code... 54

Gambar 3. 1. Rumah Ngibikan Bantul ... 59

Gambar 3. 2. Modul Struktur Rumah ... 60

Gambar 3. 3. Modul Utama Rumah ... 60

Gambar 3. 4. Proses Konstruksi Rumah ... 61

Gambar 4. 1. Analisa Titik Potensi Material Lokal ... 63

Gambar 4. 2. Rencana Taman tengah dan hunian non kopel yang berorientasi ke tengah ... 65

Gambar 4. 3. Syarat Pola permukiman terhadap fasilitas umum. ... 65

(14)

viii

Gambar 4. 5. Proses pembangunan Rumah Pengungsi ... 66

Gambar 4. 6. Foto udara Desa Bekerah dan hasil analisa grafis ... 67

Gambar 4. 7. Foto udara Desa Sukameriah dan hasil analisa grafis ... 68

Gambar 4. 8. Foto Udara Desa Simacem dan hasil analisa grafis ... 68

Gambar 4. 9. Letak Hunian Mixed Used ... 68

Gambar 4. 10. Ilustrasi Orientasi bangunan Mixed Used ... 69

Gambar 4. 11. Orientasi rumah mixed used / kios-kios ... 69

Gambar 4. 12. Letak Rumah Tinggal ... 70

Gambar 4. 13. Ilustrasi Orientasi bangunan Rumah Tinggal ... 70

Gambar 4. 14. Rumah masyarakat di Desa Sukameriah, Desa bekerah, dan Desa Simacem .. 71

Gambar 4. 15. Jalan Kolektor dan Jalan Lokal... 73

Gambar 4. 16. Gang Desa ... 74

Gambar 4. 17. Letak ruang sosial terhadap desa ... 74

Gambar 4. 18. Diagram pembagian ruang sosial ... 75

Gambar 4. 19. Ruang Sosial makro berupa balai masyarakat ... 75

Gambar 4. 20. Ruang sosial mikro berupa teras dan gang desa ... 76

Gambar 4. 21. Pembagian batas wilayah ... 79

Gambar 4. 22. Rumah Adat Waluh Jabu ... 82

Gambar 4. 23. Tipologi non-panggung yang umumnya digunakan untuk 1 keluarga ... 82

Gambar 4. 24. Tipologi Mixed Used ... 83

Gambar 4. 25. Analisa Aktivitas ruang dalam Ayah dan Ibu... 84

Gambar 4. 26. Analisa Aktivitas Ruang Dalam Anak Laki-laki dan Perempuan ... 85

Gambar 4. 27. Aspek Penting dalam rumah sebagai respon dari permasalahan perancangan 87 Gambar 5. 1. Pola Desa mengelilingi Fasilitas Umum ... 91

Gambar 5. 2.Penerapan Pola Desa berupa Sirkulasi ... 91

Gambar 5. 3. Jalan Kolektor ... 92

Gambar 5. 4. Jalan Lokal ... 92

Gambar 5. 5. Gang Desa ... 92

Gambar 5. 6. Skema Konsep Pola Permukiman ... 93

Gambar 5. 7. Penerapan Pola Permukiman pada Site ... 93

Gambar 5. 8. Pola Permukiman di desa eksisting ... 94

Gambar 5. 9. Pola Permukiman di lokasi yang baru ... 94

Gambar 5. 10. Area sirkulasi yang mengarah ke area evakuasi ... 95

Gambar 5. 11. Skema Evakuasi Antar-Kelompok Hunian ... 95

Gambar 5. 12. Area Evakuasi Skala Antar-Desa ... 96

Gambar 5. 13. Konsep Street Furniture ... 96

Gambar 5. 14. Diagram Manajemen Sampah secara Makro ... 97

Gambar 5. 15. Proses Manajemen Sampah Basah ... 97

Gambar 5. 16. Proses Manajemen Sampah Kering ... 97

Gambar 5. 17. Manajemen Limbah Hunian dan Kotoran Sapi ... 98

Gambar 5. 18.Aliran imbah Cair berupa saluran ... 98

Gambar 5. 19. Skema Wetland Irrigation ... 99

Gambar 5. 20. Skenario Permasalahan Agraria ... 99

Gambar 5. 21. Strata Sosial Petani ... 100

Gambar 5. 22. Konsep Manajemen Perkebunan ... 100

Gambar 5. 23. Skema manajemen perkebunan ... 101

(15)

Gambar 5. 25. Skema Transformasi ruang (sel) menjadi hunian tunggal (organisme) ... 103

Gambar 5. 26. Transformasi ruang bersama ... 104

Gambar 5. 27. Transformasi Ruang ke Hunian ... 105

Gambar 5. 28. Communal Space ... 105

Gambar 5. 29. Transformasi Sirkulasi ... 106

Gambar 5. 30. Skema Konsep Koridor Usaha ... 107

Gambar 5. 31. Skema Koridor Usaha ... 107

Gambar 5. 32. Letak Koridor Usaha dan Perspektif suasana ... 108

Gambar 5. 33. Kaitan Aspek Cost, Material, Time dan Local Craftmanship ... 108

Gambar 5. 34. Konsep Modular House dan Elemen Modular House ... 109

Gambar 5. 35. Perhitungan Luas dan Modul Inti Bangunan ... 109

Gambar 5. 36. Transformasi Space ... 110

Gambar 5. 37. (Kiri) Lahan Hunian dan Jarak sirkulasi, (Kanan) Penambahan Ruang ... 111

Gambar 5. 38. Pengembangan Hunian terhadap alur sirkulasi permukiman ... 111

Gambar 5. 39. Skema Pengambilan Material ... 112

Gambar 5. 40. Skema Perencanaan dengan Melibatkan Masyarakat ... 113

Gambar 5. 41. ProsesPembentukan Modul Dinding ... 113

Gambar 5. 42. Modul Dinding dan Kolom serta pemasangannya ... 114

Gambar 5. 43. Proses dan Metoda Konstruksi Permanen ... 115

Gambar 5. 44. Skema Transformasi Ruang ... 116

Gambar 5. 45. Alternatif Pengembangan Rumah Tipe A ... 117

Gambar 5. 46. Alternatif Pengembangan Rumah Tipe B ... 117

Gambar 5. 47. Alternatif Pengembangan Rumah Tipe C ... 117

Gambar 5. 48. Lubang Cahaya + Penjemur Hasil Panen ... 118

Gambar 5. 49. Teras Depan + Shared Space ... 118

Gambar 5. 50. Rainwater Harvest ... 119

Gambar 5. 51. Urban Farming ... 119

Gambar 5. 52. Kolong Bangunan yang dapat dijadikan gudang alat pertanian ... 120

Gambar 5. 53. Balai Masyarakat ... 123

Gambar 5. 54. Kandang Ternak Komunal ... 123

Gambar 5. 55. Denah Balai Desa, Koperasi Desa, dan Klinik ... 124

Gambar 5. 56. Skema Vertical Housing... 125

Gambar 5. 57. Posisi dan Letak Vertical Housing terhadap lahan perkebunan ... 125

(16)

x

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1. Tabel Klasifikasi Desa ... 20

Tabel 2. 2. Tabel Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk ... 21

Tabel 2. 3. Tabel Perubahan Jumlah Penduduk... 21

Tabel 2. 4. Tabel Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin ... 22

Tabel 2. 5. Tabel Rata-rata anggota Rumah Tangga ... 22

Tabel 2. 6. Tabel Jumlah Tenaga Kerja tiap Lapangan Pekerjaan ... 22

Tabel 2. 7. Tabel Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru SD ... 23

Tabel 2. 8. Tabel Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru SMP ... 23

Tabel 2. 9. Tabel Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru SMA... 23

Tabel 2. 10. Tabel Jumlah Rumah Menurut Jenisnya ... 24

Tabel 2. 11. Tabel Jumlah Tempat Ibadah ... 24

Tabel 2. 12. Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama yang Dianut ... 24

Tabel 2. 13. Tabel Luas Panen Tanaman Palawija ... 25

Tabel 2. 14. Tabel Luas Panen Tanaman Rakyat ... 25

Tabel 2. 15. Tabel Jumlah Fasilitas Kesehatan ... 25

Tabel 2. 16. Tabel Populasi Ternak Desa... 26

Tabel 2. 17. Tabel Populasi Unggas Desa ... 26

Tabel 2. 18. Tabel Jumlah Rumah Tangga Pelanggan Listrik dan PAM... 26

Tabel 2. 19. Tabel Jumlah Kendaraan Bermotor ... 27

Tabel 2. 20. Tabel Klasifikasi Desa ... 41

Tabel 4. 1. Tabel Perubahan Jumlah Penduduk di tiga desa ... 77

(17)

ABSTRAK

Gunung Sinabung merupakan fokus utama permasalahan yang saat ini menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di kaki gunung tersebut. Letusan Gunung Sinabung yang hampir memasuki tahun kedua ini memaksa pemerintah pusat untuk merelokasi masyarakat ke daerah yang relatif lebih aman yaitu di Hutan Siosar yang kini dijadikan kawasan Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung.

Kawasan Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung yang sedang dalam tahapan konstruksi ini menurut saya dan tim Studio Perancangan Arsitektur 6 – Universitas Sumatera Utara ini sangat jauh dari konteks Urgency, sehingga tidak heran bahwasannya masyarakat yang akan direlokasi sudah sangat lama menunggu untuk resmi direlokasi secara keseluruhan dan seutuhnya. Isu Urgency dalam Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung tidak akan lepas dari aspek Cost (Biaya), Materials (bahan bangunan), Time

(waktu), Sustainability, serta adanya Local Craftmanship yang menjadi aspek penting dalam memecahkan permasalahan tersebut.

Jika dianalisis lebih lanjut, aspek Cost, Materials, Time, Sustainability, dan Local Craftmanship dapat membentuk simpul-simpul yang terkait satu sama lain, sehingga satu aspek pun tidak dapat lepas menjadi satu bagian lain. Hubungan antara aspek Cost, Materials, Time, Sustainability, dan Local Craftmanship dengan konteks Urgency dalam Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung dapat dipecahkan dengan suatu konsep Sustainable Modular House, dimana konsep ini mampu menyentuh aspek Cost, Materials, Time, Sustainability, dan Local Craftmanship secara bersamaan tanpa terlepas dari aspek lainnya. Sehingga diharapkan konsep ini mampu menjadi respon dari konteks urgency dalam Permukiman Relokasi Masyarakat Gunung Sinabung.

Referensi

Dokumen terkait

Ajat

bahwa untuk mencapai daya guna dan hasil guna pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2016, perlu menunjuk Pengguna Anggaran,

Membuat laporan memang gampang- gampang susah, bagi pemula yang baru pertama kali mendapat tugas memang terasa membingungkan karena terdapat aturan yang mengatur dalam pembuatan

à Perawatan mempunyai peranan yang panjang untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia, perawat dapat berperan sebagai supporter, interpreter terhadap segala

formalin, 2 sampel mengandung boraks, dan 2 sampel mengandung klorit. 2) Tidak ditemukan sampel yang positif mengandung benzoat, methanil yellow, peroksida, nitrit,

By utilizing these tools, you can make cells blink by first designing a special style for the blinking cells, and then running a simple macro.. To create the special style,

Low dan Lamb Jr dalam Albari & Anindyo Pramudito,(2005:198), Obyek yang digunakan dalam penelitian adalah adalah produk Acer “Projector”, dengan meneliti segi brand extension,

Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 11 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Penanganan Tersangka dan/atau Terdakwa Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan