• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Humas dalam Pembangunan Reputasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Peranan Humas dalam Pembangunan Reputasi"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

menganugerahkan rahmat, karunia serta ridha-Nya, sehingga penulis

dapat menyelesaikan makalah tentang “Peranan Humas dalam

Pembangunan Reputasi/Citra Institusi”. Makalah ini disusun sebagai salah

satu syarat mengikuti Test Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Tingkat

III di lingkungan Departemen Hukum dan HAM RI.

Dalam penulisan tugas makalah ini diharapkan dapat memberikan

informasi yang bermanfaat bagi kita. Selama menjalankan tugas sebagai

Kepala Sub Bagian Humas dan Laporan Kantor Wilayah Departemen

Hukum dan HAM Lampung, penulis telah menerima banyak bimbingan

dan saran-saran dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini penulis

mengucapkan terima kasih yang setulusnya Kepada :

1. Bapak Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM

Lampung;

2. Bapak Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Departemen

Hukum dan HAM Lampung;

3. Bapak/Ibu Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala Divisi

Keimigrasian dan Kepala Divisi Pelayananan Hukum dan HAM

Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Lampung;

(2)

5. Rekan-rekan serta semua pihak yang tidak dapat penyusun

sebutkan satu persatu yang telah membantu penyususnan dalam

pembuatan makalah ini.

Akhirnya penyusun berharap karya tulis ini dapat berguna dan

dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Penyusun

mengharapkan kritik dan saran untuk kemajuan di masa-masa

mendatang. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Bandar Lampung, Agustus 2009

(3)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Era transparansi dan perkembangan teknologi informasi telah menjadikan masyarakat lebih kritis dan cenderung terjadi perubahan yang cepat di masyarakat. Kondisi seperti ini menuntut instansi/organisasi untuk mengakomodir dan mengantisipasi keinginan masyarakat/publik untuk memperoleh informasi. Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan perkembangan yang cukup pesat pada media massa cetak dan elektronik. Menjamurnya berbagai media massa dan derasnya arus informasi yang menerpa masyarakat belum merupakan jaminan akan memberi pencerahan kepada masyarakat, bahkan dalam beberapa kasus justru membuat bingung masyarakat.

Sementara itu muncul pendapat bahwa dengan berkembangnya teknologi informasi, maka informasi diserahkan kepada masyarakat dan tidak lagi diurus oleh pemerintah. Peran pemerintah lebih dititik beratkan hanya sebagai pembuat kebijakan, regulasi dan fasilitasi. Dengan kondisi tersebut, diperlukan kelembagaan Humas (Hubungan Masyarakat) dalam setiap instansi pemerintah untuk mengimbangi arus informasi di masyarakat yang sewaktu-waktu dapat merugikan instansi pemerintah. Humas atau yang lebih dikenal sebagai PR (Public Relation) merupakan salah satu metode komunikasi untuk menciptakan citra positif dari mitra organisasi/instansi atas dasar menghormati kepentingan bersama.

(4)

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi

berkenaan dengan peranan Humas instansi pemerintah sebagai

pembangun reputasi/citra organisasi. Sehingga dapat diharapkan

pembaca dapat memahami konsep-konsep tentang peranan Humas

dalam pembangunan reputasi/citra organisasi khususnya organisasi

pemerintah.

1.3 Metode

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi

kepustakaan, yaitu dengan meresume berbagai buku-buku dan

artikel-artikel tentang kehumasan.

II

PEMBAHASAN MATERI A. ARTI DAN PERANAN HUMAS

Seiring dengan diterapkannya sistem politik terbuka pada masa

reformasi, lembaga pemerintah mau tidak mau harus mengubah cara

pandangnya terhadap publiknya. Peran pemerintah di sini semakin

berkurang sedangkan peran masyarakat semakin besar. Paradigma ini

membawa pengaruh pada kualitas hubungan antara pemerintah dan

masyarakat. Jika dahulu perilaku pemerintah diposisikan lebih tinggi

(5)

pemerintahan adalah sisitem yang tertutup "tidak butuh siapa – siapa"

maka patternnya kini menjadi pemerintah dan rakyat memiliki posisi

yang setara. Perubahan paradigma ini berhubungan juga dengan

perubahan pola komunikasinya yaitu komunikasi yang interaktif dan

transaksional.

Seiring dengan perubahan cara pandang tersebut maka sudah

seharusnya setiap aparat pemerintah sebagai pelayan masyarakat

memiliki kemampuan berhubungan dengan publiknya secara timbal

balik. Sejalan juga dengan fungsinya sebagai pelayan masyarakat

maka pemerintah harus mampu menempatkan diri sebagai mitra

masyarakat dengan mampu melayani masyarakat secara prima.

Mungkin terdengar agak janggal membahas Humas atau Public

Relations di lembaga pemerintah. Apakah benar lembaga pemerintah

yang nota bene adalah lembaga non profit memerlukan humas atau

Public Relations? Apa hubungannya antara Humas/Public relations

dengan pelayanan prima?

Untuk menjawab keheranan ini perlu dipahami terlebih dahulu apa itu

terminologi Humas atau Public relations. Memang sangat banyak

definis mengenai humas, beberapa yang akan dikutip di bawah ini

hanya sebagian kecil saja mengenai humas:

(6)

hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan

publiknya baik dalam keadaan sukses maupun gagal.

2. Grunig mengembangkan definisi tersebut menjadi manajemen komunikasi antara organisasi dan publiknya.

3. Lawrence W.Long dan Vincent Hazelton mengembangkan sebuah definisi baru yang lebih modern dan memadai bahwa Public Relations adalah fungsi komunikasi melalui adaptasi organisasi, mengubah atau membina hubungan dengan lingkungan dengan

tujuan bersama-sama mencapai tujuan dari organisasi. Pendekatan

ini menggambarkan bahwa Public Relations adalah lebih dari sekedar mempersuasi melainkan juga membantu mengembangkan

kondisi komunikasi terbuka, saling pengertian/saling memahami

dengan didasari ide bahwa organisasi juga mau berubah (dalam

proses berperilaku dan bersikap) tidak hanya sebagi sasaran

khalayak saja. Dapat dikatakan bahwa organisasi dimungkinkan

mengubah kebijakan sebagai hasil tindak lanjut dari dialog dengan

lingkungannya.

Pemerintah saat ini telah memiliki kapasitas untuk mengungkapkan

informasi secara langsung. Kehadiran beragam situs resmi instansi

pemerintah yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah,

kehadiran puluhan media massa internal pemerintah serta beragam

jurnal menunjukkan kemampuan pemerintah menyediakan informasi

(7)

mengurangi peran instansi swasta dalam pemberian informasi.Hampir

seluruh instansi pemerintah memiliki bagian humas, divisi yang

melakukan manajemen media massa, pembangun citra, jembatan

pemerintah dengan masyarakat, serta penghubung pemerintah

dengan pers. Humas telah melakukan publikasi internal,

memberdayakan kantor-kantor wilayah serta unit pelayanan teknis

agar berperan sebagai outlet informasi. Berdasarkan Peraturan

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M – 01.PR.07.10

TAHUN 2005 tentang ORTA Kantor Wilayah Departemen Hukum dan

HAM, Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Laporan mempunyai

tugas melakukan pemberian informasi dan komunikasi kepada

masyarakat dan protokoler, serta penyiapan bahan evaluasi dan

laporan, pemantauan perkembangan program kegiatan-kegiatan di

lingkungan Kantor Wilayah.

Pejabat humas pemerintah sebenarnya memiliki kemampuan bersaing

dengan editor institusi swasta, khususnya dalam uji kompetensi.

Tetapi, citra pegawai negeri sipil selama ini selalu dianggap korup dan

terlalu santai. Kesan negatif pun telanjur menancap di benak

masyarakat kita. Citra warisan yang telah berumur puluhan tahun yang

semestinya diubah.

Sebelum bola reformasi bergulir, pemerintah memiliki imej sebagai

manipulator informasi. Bahkan setelah reformasi, imej ini tidak banyak

berubah. Pemerintah seolah dianggap 'musuh' yang harus dilawan.

Dengan bergulirnya reformasi, pemerintah menTransformasikan diri

(8)

Masyarakat telah memahami hak-haknya yang sekaligus juga menjadi

kewajiban pemerintah. Dalam bidang pelayanan publik, masyarakat

menuntut sistem pemerintahan yang bersih dan transparan.

Masyarakat berhak atas akses informasi, sebaliknya pemerintah wajib

menjamin akses tersebut terjaga dan terkontrol agar tidak

menimbulkan ekses negatif akibat eksploitasi pemberitaan yang

bombastis. Karena, pada akhirnya rakyat juga yang dirugikan.Wajah

aparat birokrasi kita yang memang carut-marut sudah saatnya

diperhatikan melalui perbaikan gaji sekaligus perbaikan kinerja dengan

terus meningkatkan citra pegawai negeri dan membangun sistem yang

transparan. Tentu implementasinya tidaklah mudah karena tradisi yang

tercipta selama puluhan tahun.

Seiring dengan perubahan menuju tatanan baru demokrasi, reformasi

segala bidang termasuk di dalamnya reformasi performa pegawai

negeri, sistem kehumasan serta sistem hubungan dengan media

massa, maka memberdayakan divisi humas untuk mengubah citra

aparat birokrasi agar lebih tanggap menyikapi fenomena masyarakat,

sangat penting.

Perkembangan teknologi informasi menuntut sub bagian humas

dituntut lebih responsif terhadap keluhan masyarakat. Bahwa institusi

pemerintah tidaklah seburuk yang disangka dan pegawai negeri

adalah juga rakyat Indonesia. Seyogianya bagian humas memang

harus diberdayakan untuk menjaga nama baik aparat pemerintah serta

menjalin kerja sama dengan pers agar tercipta pemberitaan yang

(9)

B. MEMBANGUN REPUTASI ORGANISASI

Seringkali diperbincangkan mengenai meningkatkan reputasi

organisasi, salah satu upaya untuk meningkatkan reputasi organisasi

dengan cara mendapatkan sertifikasi ISO 9001 : 2000. Dengan kita

mengantongi sertifikat ISO tersebut, pada akhirnya diharapkan dapat

mengangkat reputasi kita. Sebenarnya apakah reputasi organisasi itu ? Menurut Charles J. Fombrun, penulis buku Reputation : Realizing Value From The Corporate Image (1996). Ada 2 hal penting yang

perlu dilewati untuk mencapai reputasi organisasi ; ke-2 hal tersebut

adalah : Identitas organisasi, Citra organisasi baru menuju ke reputasi

organisasi.

Reputasi diawali dari identitas organisasi sebagai starting point atau

titik pertama yang tercermin dalam nama perusahaan (logo) ataupun

penampilan fisik atau visual dalam berbagai bentuk (interior, seragam

karyawan, alat transportasi, lingkungan). Dapat pula materi

komunikasi, brosur, leaflet, iklan, laporan tahunan, pemberitaan media,

majalah, newsletter, materi presentasi, audio-visual dan lainnya.

Identitas organisasi bukan hanya berbentuk fisik atau verbal, tetapi

juga hal-hal yang bersifat non fisik seperti sejarah perusahaan,

nilai-nilai, dan filosofi. Juga dalam berhubungan dengan masyarakat,

pengalaman pelanggan dan masyarakat dalam hubungan personal

dengan pimpinan dan karyawan perusahaan. Di sini juga menyangkut

pelayanan, gaya kerja dan komunikasi baik internal maupun interaksi

dengan pihak luar. Identitas organisasi tersebut menimbulkan atau

memberikan kesan pada masyarakat atau memancarkan citra kepada

(10)

sekitar, dan karyawan sendiri. Kesan-kesan yang timbul itulah yang

dinamakan citra organisasi sehingga terciptalah Citra Organisasi. Kumpulan citra di benak khalayak atau publik terkait itulah yang

membentuk reputasi organisasi.

Reputasi mencerminkan persepsi publik terkait mengenai

tindakan-tindakan organisasi yang telah berlalu dan prospek organisasi di masa

datang, tentunya dibandingkan dengan organisasi sejenis atau

pesaing.

Empat sisi reputasi

Dari reputasi yang terbentuk menurut Fombrun, ada 4 sisi reputasi

organisasi yang perlu ditangani secara cermat , yaitu : • Citra Kredibilitas (Credibility)

Merupakan citra yang ditujukan kepada investor (yayasan) di mana

credibility ini mempunyai 3 karakteristik yaitu, memperlihatkan

profitabilitas, dapat mempertahankan stabilitas dan adanya prospek

pertumbuhan yang baik. • Terpercaya (Trustworthiness)

Citra ini di mata karyawan, di mana organisasi mendapat kepercayaan

dari karyawan (karyawan percaya pada organisasi), organisasi dapat

memberdayakan karyawan dengan optimal dan organisasi dapat

menimbulkan rasa memiliki dan kebanggaan bagi karyawan. • Keterandalan (Reliability)

Citra ini dibangun untuk konsumen, melalui selalu menjaga mutu

produk atau jasa, menjamin terlaksananya pelayanan prima yang

diterima konsumen.

• Tanggungjawab sosial (Social Responsibility)

Citra untuk masyarakat sekitar, seberapa banyak atau berarti

organisasi membantu pengembangan masyarakat sekitar, seberapa

(11)

Kita dapat membuat prioritas kepada siapa atau khalayak mana yang

didahulukan, walaupun ke-4 macam citra tersebut saling terkait.

Dengan demikian untuk mencapai reputasi yang baik tidaklah dapat

diciptakan dengan segera, perlu upaya terus-menerus, konsisten serta

adanya komitmen untuk membangun citra melalui serangkaian

langkah-langkah dan penyediaan dana program.

Maka hendaknya ISO yang merupakan proses manajemen untuk

terciptanya standar mutu dapat memberikan kontribusi yang signifikan

dalam meningkatkan reputasi, paling tidak dalam membentuk citra

terpercaya dan citra keterhandalan.

C. PENINGKATAN PERANAN DAN FUNGSI HUMAS PEMERINTAH Secara definitif Humas adalah suatu fungsi manajemen yang bertujuan

menjembatani antara institusi dengan stakeholder baik luar maupun

dalam. Apa pun yang terjadi di organisasi, humas harus tahu. Humas

harus mengetahui segala kebijakan yang lalu, sedang dan akan

diberlakukan organisasi. Seperti humas di perusahaan swasta, seperti

itulah idealnya Bagian Humas pemerintah pusat ataupun daerah. Jadi,

humas sebagai juru bicara pemerintah harus mengetahui segala

kebijakan pimpinan, latar belakang kebijakan yang diambil dan tujuan

yang diharapkan. Setiap kebijakan publik yang diambil itu dapat

diimplementasikan dengan baik, sangat membutuhkan dukungan

publik. Tapi bagaimana publik mau mendukung, kalau tidak

mengetahui maksud kebijakan tersebut. Di samping itu, sering ditemui

masalah yaitu kebijakan publik yang diambil pejabat ditanggapi salah

(12)

masyarakat terkait dengan maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut.

Untuk itu sangat diperlukan ‘penyampai pesan’ yang baik, dan humas

harus mampu memfasilitasinya.

Untuk mewujudkan Bagian Humas yang ideal seperti perusahaan

swasta, maka humas pemerintah khususnya Kantor Wilayah

Departemen Hukum dan HAM Lampung harus benar-benar

diberdayakan. Menurut penulis, ada beberapa hal yang perlu dilakukan

yaitu meningkatkan SDM Bagian Humas, mengubah paradigma yang

keliru tentang humas, peningkatan sarana dan prasarana, koordinasi

pengelolaan informasi dan komitmen dari pimpinan. Meningkatkan SDM Bagian Humas

Kualitas dan kuantitas pegawai bagian humas harus ditingkatkan

sesuai kebutuhan. Bagian Humas tak mungkin dapat melaksanakan

tugas dengan baik jika SDM-nya tidak dibenahi.

Bagi mereka yang telah lama menduduki suatu jabatan dirotasi dalam

rangka penyegaran, supaya tidak mengalami kejenuhan. Apabila ada

gap antara kemampuan pegawai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, perlu dilakukan pelatihan sesuai proporsinya.

Pelatihan dimaksud meliputi pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan

kemampuan membuat rilis berita, sehingga kegiatan daerah lebih

banyak diekspos. Pelatihan pengetahuan kehumasan, sehingga dapat

mengetahui peran dan fungsi humas.

Mengubah Paradigma Keliru

Paradigma dimaksud menyempitkan peran dan fungsi humas

pemerintah, yaitu mengangap humas hanya sebagai peliput kegiatan,

urusan keprotokolan, penyusun rilis berita dan pengolah naskah

(13)

yaitu sebagai jembatan antara birokrasi dengan pihak luar.

Memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebijakan yang

diambil organisasi dan menerima serta menggali informasi yang

berkembang di masyarakat, menyangkut kegiatan pemerintahan dan

pembangunan.

Ini harus dipahami oleh semua pihak. Jadi, kalau kepala Sub Bagian

Humas berbicara di koran, jangan ada pihak yang merasa dilangkahi.

Sebab, kewajiban humas memberikan penjelasan kepada pihak luar

mengenai kebijakan yang diambil. Tentunya sepanjang yang

diinformasikan masih dalam rel kebenaran, kepatutan dan kelayakan.

Terkait dengan hal ini, humas harus diberikan informasi yang jelas

mengenai langkah kebijakan yang diambil, baik latar belakang maupun

maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Peningkatan Sarana Dan Prasarana

Sarana dan prasarana Sub Bagian Humas harus ditingkatkan sesuai

kebutuhan. Perangkat yang sangat dibutuhkan saat ini adalah fasilitas

internet, karena informasi harus dengan cepat diakses dan disebarkan

kepada pihak yang membutuhkan.

Peningkatan ini termasuk kemungkinan humas mempunyai media

sendiri baik cetak berupa jurnal atau buletin, maupun elektronik seperti

radio dan televisi dalam rangka penyebaran informasi secara luas dan

merata kepada masyarakat.

Kepentingan perlunya pemerintah pusat/daerah memiliki media sendiri,

untuk menutupi keterbatasan media massa. Misalnya, jika ada

pemberitaan yang keliru atau bersifat mengaburkan kebijakan

(14)

pemerintah untuk meluruskan hal itu dengan menyampaikan informasi

yang lebih lengkap dan rinci.

Informasi terperinci akan sangat membantu. Berita lintas di media

massa mengenai sesuatu hal yang dibaca masyarakat, dapat dicari

tambahannya melalui penerbitan pemerintah. Jadi, apabila dua

informasi --media massa dan media pemerintah-- dapat dipergunakan

bersama-sama dan saling melengkapi. Hal itu dapat memperlancar

lajunya arus informasi yang berguna bagi masyarakat dan pemerintah. Koordinasi Pengelolaan Informasi

Supaya informasi yang disampaikan berkualitas, cepat dan tepat

sasaran maka harus dilakukan koordinasi yang baik dengan berbagai

unit kerja dan instansi terkait. Bagian atau unit kerja sebaiknya

memberitahukan ke humas mengenai kegiatan di lingkungannya. Di

samping, memberikan informasi mengenai kebijakan yang diambil

dinas teknis terkait tentang pelayanan kepada publik. Dengan

demikian, humas punya persediaan ‘amunisi’ untuk bicara kepada

publik.

Informasi secara rutin dan berkala harus disampaikan ke humas,

sehingga data yang ada memiliki tingkat keakurasian yang tinggi dan

up to date. Selain itu, masyarakat yang memiliki informasi, masukan, saran dan kritik terkait kebijakan dan pelayanan pemerintah, dapat

menyampaikannya ke Sub Bagian Humas, namun selama ini hal

tersebut tidak pernah dilaksanakan. Komitmen Pimpinan

Semua hal di atas tak mungkin dapat berjalan dengan baik, jika tidak

(15)

humas untuk bekerja sesuai fungsinya. Pengaruh pimpinan ini sangat

dominan, karena mereka unsur kunci lahirnya kebijakan.

Pimpinan harus memiliki pandangan yang sama, bahwa humas adalah

penyampai informasi resmi pemerintah. Untuk itu humas harus

diberikan kewenangan guna mengali informasi seluasnya dan

menyampaikannya ke masyarakat, sesuai proporsi dan batas

kewenangannya. Pimpinan juga harus memahami, berita yang

disampaikan tidak harus mengenai keberhasilan institusi/organisasi

tetapi juga segala permasalahan yang dihadapi.

Kita beri kesempatan seluasnya kepada masyarakat untuk dapat

mengetahui kegagalan, kelemahan dan kekurangan yang mungkin

masih terdapat dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan

publik. Dengan demikian, semua pihak merasa terpanggil untuk

memberikan saran penyempurnaan baik yang bersifat teknis maupun

konseptual.

Jadi, informasi yang disampaikan harus jujur dan terbuka kepada

masyarakat, tak ada maksud menutupi, mengarahkan atau membela.

Semuanya dalam kerangka kebaikan dan pembangunan reputasi/citra

organisasi menuju kemajuan.

Kinerja Humas pemerintah, khususnya Departemen Hukum dan HAM

masih bisa dikembangkan lebih baik lagi. Bila diibaratkan dengan

pertandingan olahraga, humas belum menampilkan permainan terbaik.

Akibatnya para pemain masih canggung dalam bertanding dilapangan.

Kinerja yang terlihat masih jauh dari maksimal.

Bagaimana caranya agar humas dapat lebih diberdayakan dalam

(16)

Ada beberapa opsi yang bisa diaplikasikan dalam pemberdayaan

humas pemerintah. Program yang dapat dieksekusi dalam waktu yang

relatif singkat tetapi efektif dan efisien karena dapat menghemat

banyak waktu dan biaya di masa yang akan datang. Program yang

dirancang untuk merevitalisasi peran humas, sekaligus menjalankan

perannya yang strategis dalam kesinambungan kerja departemen

secara keseluruhan.

Humas dan Martabat Instansi

Reputasi, keberuntungan, bahkan eksistensi lanjutan suatu

instansi/lembaga, dapat bergantung dari keberhasilan humas

menafsirkan target publik untuk mendukung tujuan dan kebijakan dari

instansi tersebut. Seorang pejabat humas menyajikan review tersebut sebagaimana halnya seorang konsultan atau seorang penasehat.

Selain itu, humas juga membangun dan memelihara hubungan positif

dengan publik.

Martabat suatu instansi sebenarnya tergantung bagaimana seorang

pejabat humas dapat menterjemahkan apa yang harus diinformasikan

kepada masyarakat tanpa menghilangkan wibawa instansi yang

bersangkutan.

Pejabat humas harus dapat menguasai dinamika masyarakat

sekaligus memahami symbol dan kesan yang dapat ditimbulkannya.

Kerap terjadi martabat suatu instansi, sangat tergantung pada ikon –

ikon tertentu. Dalam kinerja humas pemerintah, ikon tersebut biasanya

adalah pemimpin seperti Menteri, Sekretaris Jenderal dan para

(17)

terjaga, bersih, berwibawa, karena citra ikon mencapai 65% dari citra

dan martabat institusi.

Pejabat Humas dalam Fungsi Organisasi

Fungsi manajerial adalah nadi seorang pejabat humas. Pejabat humas

menata sistem sekaligus menata lini tempurnya secara terstruktur

dalam menjalankan fungsi-fungsi organisasi, seperti menghadapi

media, komunitas dan masyarakat luas. Dalam hubungannya dengan

pemerintah, humas mengurus kampanye politik, representasi

pemerintah dengan parlemen, sebagai conflict-mediation, atau mengurus hubungan antara instansi dengan perwakilan negara asing

dan organisasi-organisasi internasional. Seorang pejabat humas tidak

bertugas untuk menjadi pajangan, tapi juga dituntut untuk mengerti

tingkah-laku dan memperhatikan media, pegawai dan kelompok lain

yang juga merupakan bagian dari deskripsi kerjanya. Untuk

meningkatkan komunikasi, humas juga membangun dan memelihara

hubungan yang kooperatif dengan wakil-wakil komunitas, masyarakat,

pegawai dan public interest group, juga dengan perwakilan dari media cetak dan broadcast.

Pendelegasian wewenang diperlukan karena humas adalah tim.

Tidaklah wajar bila tanggung jawab kehumasan dibebankan pada satu

personal saja. ‘One man show ’ cenderung menunjukkan kegagalan pejabat humas dalam memanage dan memberdayakan tim kerjanya. Humas dan Informasi

Humas menyampaikan informasi pada publik, mengenai kebijakan,

aktivitas dan prestasi dari suatu instansi. Tugas tersebut juga

(18)

sadar terhadap tingkah laku publik dan menaruh perhatian terhadap

grup-grup dan organisasi, dengan siapa mereka biasa berhubungan. Humas menyiapkan pers rilis dan menghubungi orang-orang di media,

yang sekiranya dapat menerbitkan atau menyiarkan materi dan

informasi terkait dengan instansi dimana humas tersebut bernaung.

Banyak laporan khusus di radio atau televisi, berita di koran dan artikel

di majalah, bermula dari meja humas.

Humas dan Laporan

Humas mengatur dan mengumpulkan program-program untuk

memelihara dan mempertahankan kontak antara perwakilan organisasi

dan publik. Humas mengatur speaking engagement, pidato untuk kepentingan sebuah instansi, membuat film, slide, atau presentasi

visual lain dalam rapat dan merencanakan konvensi. Sebagai

tambahan, humas juga bertanggung jawab menyiapkan annual reports dan menulis proposal untuk proyek-proyek yang beragam.

Humas Pemerintah

Dalam pemerintahan, humas sering disebut sebagai "sekretaris pers",

"information officer", "public affair specialist" atau "communications

specialist", bertugas menginformasikan pada publik mengenai aktivitas

yang dilakukan pemerintah dan pejabat-pejabat eselon I . Humas juga

berurusan dengan publisitas institusi, serta berurusan dengan semua

aspek pekerjaan. Humas akan menghubungi orang-orang,

merencanakan dan melakukan penelitian dan menyiapkan material

untuk distribusi. Humas juga mengurus pekerjaan advertising atau

promosi untuk mendukung kegiatan sosialisasi kebijakan pemerintah. Pemberdayaan Humas pemerintah dalam suatu pusat informasi juga

(19)

dan prasarana dibawah landasan hukum yang kokoh dalam

manajemen yang terintegrasi akan menciptakan sinergi dalam

berkarya dengan lebih profesional.

III KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi humas akan

menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mempermudah

pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa proses humas (tahapan fact finding,

planning, communicating, evaluation). sepenuhnya mengacu pada

pendekatan manajerial.

Untuk keperluan pembahasan manajemen hubungan masyarakat, maka

sementara manajemen itu dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari

kelompok orang-orang yang secara koordinatif, memimpin

kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.

Dalam proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu

yang dipergunakan oleh kelompok orang-orang yang disebut manajer di

dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu sendiri. Proses ini pun

mencakup fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti

perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam

melaksanakan manajemen (POAC, Planning, Organizing, Actuating,

(20)

Dengan melihat proses peranan manajemen dan hubungan masyarakat

(humas) dalam suatu organisasi yang sudah dikemukakan, dapatlah

dikatakan bahwa manajemen itu adalah upaya menyusun sasaran dan

kerja sama melalui orang lain. Di samping itu, untuk dapat mencapai

tujuan organisasi secara efisien dan efektif dan agar pekerjaan terlaksana

dengan baik. Fungsi dan tanggung jawab pejabat humas hendaknya

mengupayakan terjadinya hubungan yang lancar dan efektif antara semua

bagian dalam organisasi di satu sisi dan antara organisasi itu dengan

publik internal dan publik eksternal.

Staf humas harus menerapkan prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat

dan mampu secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik.

Dengan demikian ia dapat memberi masukan pada pimpinan untuk

menciptakan lingkungan pekerjaan yang saling menguntungkan dan

berkelanjutan serta mampu bersaing.

Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, tiap staf humas harus

mempelajari setiap langkah dan sasaran organisasi. Memantau

keadaannya sejauh mana langkah dan sasaran itu akan mempengaruhi

lingkungan. Apakah pendapat umum terhadap langkah dan sasaran itu.

Hasil pemantauan hari ini dibandingkan lagi dengan hasil pemantauan

esoknya dan begitu seterusnya secara berkesinambungan, sehingga

pembangunan reputasi/citra organisasi/institusi dapat berjalan dengan

baik. Pembentukan Humas instansi berfungsi untuk menterjemahkan

(21)

memonitor setiap sikap dan tingkah laku publik/masyarakat untuk

disampaikan kepada pimpinan instansi sebagai bahan pengambil

keputusan.

Bahan Bacaan :

1. Moore, Frazier. 2004. Humas, Membangun Citra dengan Komunikasi.

Bandung:Rosda.

2. Rachmadi. F. 1994. Public Relations dalam Teori dan Praktek. Jakarta:

Gramedia

3. Rumanti, Maria Assumpta. 2002. Dasar-dasar Public Relations: Teori dan

Praktek. Jakarta: Gramedia Widiasarana

4. Majalah Hukum dan HAM Edisi: Vol. V No. 22, Februari 2007,

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Pada gambar 15 terlihat gambaran mikroskopik testis ikan opudi yang normal dengan terlihatnya beberapa sel-sel germinal seperti sel spermatosit primer, sel

Pilih vertex w dlm V-S sedemikian sehingga D[w] adlh

View Initial Soil Stresses (Kondisi Relative Shear Contures ) ... View Initial Soil Stresses (Kondisi Relative Shear

Yang berarti bahwa variabel modal memiliki koefisien yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja IKM (Y)Jadi, dapat disimpulkan bahwa modal berpengaruh

pengamatan aktivitas siswa diperoleh pada kegiatan inti yang meliputi aktifitas mengamati demontrasi, aktifitas diskusi kelompok untuk memecahkan soal dan masih dijumpai

Dari hasil analisis data yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan: (1) Rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang diajar dengan metode pembelajaran

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem dan prosedur pengelolaan keuangan apakah sudah mengacu pada buku panduan yang telah dikeluarkan Diktilitbang Pimpinan

Ubaydillah Ibnu Sholihin, Definition Of Speaking Skill, (online), URL: Http:// Rujukanskripsi.. teacher should motivate the students to learn English and to feel