• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori fungsionalisme struktural neofu (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Teori fungsionalisme struktural neofu (2)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Struktur mendasari kapasitas organisasi dan kelompok untuk menghentikan perubahan. Struktur berkaitan dengan konsep Giddens tentang lembaga atau kapasitas. Konsep teoritis berkaitan dengan struktur yang dikenal sebagai fungsionalisme struktural. Hal ini juga disebut teori sistem, teori keseimbangan, atau hanya fungsionalisme. Teori Fungsionalisme Struktural menekankan kepada keteraturan dan mengabaikan konflik dan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Konsep utamanya adalah fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifest dan keseimbangan. Menurut teori ini masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan.

Perubahan yang terjadi pada suatu bagian akan membawa perubahan pula terhadap bagian yang lain. Asumsi dasarnya adalah bahwa setiap struktur dalam sistem sosial, adalah fungsional terhadap yang lain. Sebaliknya kalu tidak fungsional maka struktur itu tidak akan ada atau akan hilang dengan sendirinya.

Fungsionalisme struktural atau lebih popular dengan struktural fungsionalmerupakan hasil pengaruh yang sangat kuat dari teori sistem umum di manapendekatan fungsionalisme yang diadopsi dari ilmu alam khususnya ilmu biologi,menekankan pengkajiannya tentang cara-cara mengorganisasikan danmempertahankan sistem. Dan pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik,menekankan pengkajiannya pada hal-hal yang menyangkut pengorganisasian bahasadan sistem sosial. Fungsionalisme struktural atau analisa system pada prinsipnya berkisar pada beberapa konsep, namun yang paling penting adalah konsep fungsi dan konsep struktur.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa defenisi atau pengertian teori fungsionalisme? 2. Siapa tokoh-tokoh tori fungsional struktural?

(2)

1.3 Tujuan

1. Mengetahui dan memahami pengertian atau definisi teori fungsionalisme 2. Mengetahui tokoh-tokoh yang terlibat dalam pencentusan teori

fungsionalisme

(3)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Teori Fungsionalisme

Teori Fungsionalisme struktural pertama kali dikembangkan dan dipopulerkan oleh Talcott Parsons. Talcott Parsons adalah seorang

sosiologkontemporer dari Amerika yang menggunakan pendekatan fungsional dalam melihatmasyarakat, baik yang menyangkut fungsi dan prosesnya.

Pendekatannya selain diwarnai oleh adanya keteraturan masyarakat yang ada di Amerika juga dipengaruhi oleh pemikiran Auguste Comte, Emile Durkheim, Vilfredo Pareto dan Max Weber.Kemunculan Teori Fungsionalisme Struktural dipengaruhi oleh adanya asumsi kesamaan antara kehidupan organisme biologis dengan struktur sosial tentang adanya keteraturan dan keseimbangan dalam masyarakat. Asumsi dasar dari Teori Fungsionalisme Struktural,yaitu bahwa masyarakat terintegrasi atas dasar kesepakatan dari para anggotanya akan nilai-nilaikemasyarakatan tertentu yang mempunyai kemampuan mengatasi

perbedaan-perbedaan sehingga masyarakat tersebut dipandang sebagai suatu sistem yang secarafungsional terintegrasi dalam suatu keseimbangan. Dengan demikian masyarakat merupakan kumpulan sistem-sistem sosial yang satu sama lain berhubungan dan saling ketergantungan.

1. Tindakan Sosial dan Orientasi Subjektif

(4)

pada tujuan. Di samping itu, tindakan itu terjadi pada suatukondisi yang unsurnya sudah pasti, sedang unsur-unsur lainnya digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Selain itu, secara normatif tindakan tersebutdiatur berkenaan dengan penentuan alat dan tujuan. Atau dengan kata lain dapatdinyatakan bahwa tindakan itu dipandang sebagai kenyataan sosial yang terkecildan mendasar, yang unsur-unsurnya berupa alat, tujuan, situasi, dan norma.Dengan demikian, dalam tindakan tersebut dapat digambarkan yaitu individusebagai pelaku dengan alat yang ada akan mencapai tujuan dengan berbagaimacam cara, yang juga individu itu dipengaruhi oleh kondisi yang dapatmembantu dalam memilih tujuan yang akan dicapai, dengan bimbingan nilai danide serta norma. Perlu diketahui bahwa selain hal-hal tersebut di atas, tindakanindividu manusia itu juga ditentukan oleh orientasi subjektifnya, yaitu berupaorientasi motivasional dan orientasi nilai. Perlu diketahui pula bahwa tindakanindividu tersebut dalam realisasinya dapat berbagai macam karena adanya unsur-unsur sebagaimana dikemukakan di atas.

2. Analisis Struktural Fungsional dan Diferensiasi Struktural

(5)

tingkatorganisme tingkat perkembangan evolusioner. Perlu diketahui bahwa sekalipunsejak semulaTalcott Parsonsingin membangun suatu teori yang besar, akantetapi akhirnya mengarah pada suatu kecenderungan yang tidak sesuai denganniatnya. Hal tersebut karena adanya penemuan-penemuan mengenai hubungan-hubungan dan hal-hal baru, yaitu yang berupa perubahan perilaku pergeseranprinsip keseimbangan yang bersifat dinamis yang menunjuk pada sibernetika teori sistem yang umum. Dalam hal ini, dinyatakan bahwa perkembanganmasyarakat itu melewati empat proses perubahan struktural, yaitu pembaharuanyang mengarah pada penyesuaian evolusinya Talcott Parsonsmenghubungkannya dengan empat persyaratan fungsional di atas untuk menganalisis proses perubahan. 2.2 Tokoh-Tokoh Tori Fungsional Struktural

1. Herbert Spencer

Ahli sosiologi Inggris pada pertengahan abad ke-19 yang membahastentang fungsional struktural dengan menganalogikan struktur biologi denganstruktur sosial. Pembahasan spencer tentang masyrakat sebagai suatu organismehidup terdapat dalam butir-butir ini (Margaret M. Poloma 2007: 24) , yaitu:

a. Masyarakat maupun organisme hidup sama-sama mengalamipertumbuhan

b. Strukur tubuh-sosial (social body) maupun organisme hidup (living body) juga mengalami pertumbuhan, dimana semakin besar suatu struktur sosialmaka semakin banyak pula bagian-bagiannya seperti halnya dengansistem biologis yang menjadi semakin kompleks sementara ia tumbuh menjadi semakin besar.

(6)

struktur institusionalmemiliki tujuan yang berbeda dengan sistem politik atau ekonomi.

d. Di dalam sistem organisme maupun sistem sosial,perubahan pada suatubagian akan mengakibatkan perubahan pada bagian lain dan padaakhirnya di dalam sistem secara keseluruhan. Misalnya perubahan sistempolitik dari suatu pemerintah demokratis ke suatu pemerintahantotaliterakan mempengaruhi keluarga,pendidikan, agama dan sebagainya. Bagian-bagian itus aling berkaitan satu sama lain

e. Bagian-bagian yang saling berkaitan tersebut merupakan suatu struktur-mikro yang dapat dipelajari secara terpisah. Demikianlah maka system peredaran atau sitem pembuangan merupakan pusat perhatian paraspesialis biologi dan media, seperti halnya sistem politik atau sistemekonomi merupakan sasaran pengkajian para ahli politik dan ekonomi.Butir-butir yang dikemukakan spencer merupakan model atau analogi yangtidak harus diterima mentah-mentah, dimana masyarakat tidak benar-benar miripdengan organisme hidup, dimana keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Misalnya saja di dalam sistem organisme yang dianalaogikan sebagaistruktural biologi, bagian-bagian saling terkait dalam suatu hubungan yangsangat dekat, sedangkan di dalam sistem-sosial hubungan yang sangat dekatseperti itu tidak begitu terlihat jelas, terkadang bagian-bagian tersebut terpisah.Pikiran spencer yang dilandasi oleh pemikiran comte bahwa masyarakat dapatdilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang salingbergantung satu sama lain.

2. Emile Durkheim

(7)

bagian-bagian yang menjadi anggotanya agardalam keadaan normal, tetap langgeng (Margaret M. Poloma 2007: 25).Dimana ada suatu dampak jika kebutuhan atau fungsi-fungsi tertentu tidak terpenuhi maka akan berkembang suatu keadaan yang bersifat patologis (keadaan tidak seimbang atau perubahan sosial, contohnya di dalam masyarakatmodern fungsi ekonomi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, jika dalamkehidupan ekonomi mengalami suatu fluktasi yang keras, maka bagian ini akanmempengaruhi bagian lain dari sistem tersebut seperti sistem politik, kemudiansistem keluarga dan kemudian menyebabkan perubahan dalam strukturkeagamaan dan akhirnya mempengaruhi sistem keseluruhannya. Keadaanpatologis tersebut akan teratasi dengan sendirinya yang mengakibatkan―equilibrium keadaan‖ normal atau suatu sistem yang seimbang.

3. Radcliffe Brown

Fungsionalisme Brown ini merupakan perkembangan dari teori Fungsional Durkheim. Fungsi dari setiap kegiatan selalu berulang, seperti penghukuman kejahatan, atau upacara penguburan, adalah merupakan bagian yang dimainkannya dalam kehidupan social sebagai keseluruhan dan, karena itu,merupakan sumbangan yang diberikan bagi pemelihara kelangsungan structural(Radcliffe Brown, 1976: 505).

4. Bronislaw Malinowsky

Para ahli antropologi menganalisa kebudayaan dengan melihat pada fakta-fakta antropologis dan bagian yang dimainkan oleh fakta-fakta itu‖ dalam systemkebudayaan (Malinowski, 1976: 551).

5. Talcott Parson

Fungsionalisme structural Talcott Parsons terkenal dengan skema AGIL. Parson yakin bahwa ada empat fungsi penting yang diperlukan semua system:

a. Adaptation (adaptasi)

Sebuah system harus menanggulangi situasi eksternal yang gawat. Sistemharus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan menyesuaikanlingkungan itu dengan kebutuhannya

(8)

Sebuah system harus mendefenisikan dan mencapai tujuan utamanya

c. Integration (integrasi)

Sebuah system harus mengatur antarhubungan bagian-bagian yangmenjadi komponennya. Sistem juga harus mengelola antarhubunganketiga fungsi penting lainnya (A, G, L).

d. Latency (latensi atau pemeliharaan pola)

Sebuah system harus memperlengkapi, memelihara, dan memperbaiki,baik motivasi individual maupun pola-pola cultural yang menciptakandan menopang motivasi.

6. Robert K. Merton

Robert K. Merton, sebagai seorang yang mungkin dianggap lebih dari ahliteori lainnya telah mengembangkan pernyataan mendasar dan jelas tentang teori-teori fungsionalisme, merton merupakan seorang pendukung yang mengajukantuntutan lebih terbatas bagi perspektif ini. Mengakui bahwa pendekatanfungsional-struktural telah membawa kemajuan bagi pengetahuan sosiologis.

Merton telah mengutip tiga postulat yang ia kutip dari analisa fungsional dandisempurnakannya, diantaranya ialah:

a. Postulat pertama, adalah kesatuan fungsional masyarakat yang dapatdibatasi sebagai suatu keadaan dimana seluruh bagian dari system sosialbekerjasama dalam suatu tingkatan keselarasan atau konsistensi internalyang memadai, tanpa menghasilkan konflik berkepanjangan yang tidak dapat diatasi atau diatur. Atas postulat ini Merton memberikan koreksibahwa kesatuan fungsional yang sempurna dari satu masyarakat adalahbertentangan dengan fakta. Hal ini disebabkan karena dalamkenyataannya dapat terjadi sesuatu yang fungsional bagi satu kelompok,tetapi dapat pula bersifat disfungsional bagi kelompok yang lain

(9)

terdapat juga dwifungsi.Beberapa perilaku sosial dapat dikategorikan kedalam bentuk atau sifatdisfungsi ini. Dengan demikian dalam analisis keduanya harusdipertimbangkan.

c. Postulat ketiga, yaitu indispensability yang menyatakan bahwa dalamsetiap tipe peradaban, setiap kebiasaan, ide, objek materiil dankepercayaan memenuhi beberapa fungsi penting, memiliki sejumlah tugasyang harus dijalankan dan merupakan bagian penting yang tidak dapatdipisahkan dalam kegiatan system sebagai keseluruhan. Menurut Merton,postulat yang kertiga ini masih kabur (dalam artian tak memilikikejelasan, pen ), belum jelas apakah suatu fungsi merupakan keharusan.

2.3 Tinjauan Singkat Tentang Teori Fungsional Struktural

(10)

Dalam proses lebih lanjut,teori inipun kemudian berkembang sesuai perkembangan pemikiran dari parapenganutnya.

Emile Durkheim, seorang sosiolog Perancis menganggap bahwa adanya teorifungsionalisme-struktural merupakan suatu yang ‗berbeda‘, hal ini disebabkan

karena Durkheim melihat masyarakat modern sebagai keseluruhan organisasi yangmemiliki realitas tersendiri. Keseluruhan tersebut menurut Durkheim memilikiseperangkat kebutuhan atau fungsi-fungsi tertentu yang harus dipenuhi oleh bagian-bagian yang menjadi anggotanya agar dalam keadaan normal, tetap langgeng.Bilamana kebutuhan tertentu tadi tidak dipenuhi maka akan berkembang suatu

keadaan yang bersifat patologis. Para fungsionalis kontemporer menyebut keadaan normal sebagai ekuilibrium, atau sebagai suatu system yang seimbang,sedang keadaan patologis menunjuk pada ketidakseimbangan atau perubahan social. Robert K. Merton, sebagai seorang yang mungkin dianggap lebih dari ahliteori lainnya telah mengembangkan pernyataan mendasar dan jelas tentang teori-teori fungsionalisme, (ia) adalah seorang pendukung yang mengajukan tuntutan lebihterbatas bagi perspektif ini. Mengakui bahwa pendekatan ini (fungsional-struktural) telah membawa kemajuan bagi pengetahuan sosiologis.Merton telah mengutip tiga postulat yang ia kutip dari analisa fungsional dandisempurnakannya, diantaranya ialah :

(11)

2. Postulat kedua, yaitu fungionalisme universal yang menganggap bahwaseluruh bentuk sosial dan kebudayaan yang sudah baku memiliki fungsi-fungsi positif. Terhadap postulat ini dikatakan bahwa sebetulnya disampingfungsi positif dari sistem sosial terdapat juga dwifungsi. Beberapa perilakusosial dapat dikategorikan kedalam bentuk atau sifat disfungsi ini. Dengan demikian dalam analisis keduanya harus dipertimbangkan.

3. Postulat ketiga, yaitu indispensability yang menyatakan bahwa dalam setiaptipe peradaban, setiap kebiasaan, ide, objek materiil dan kepercayaanmemenuhi beberapa fungsi penting, memiliki sejumlah tugas yang harusdijalankan dan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalamkegiatan system sebagai keseluruhan. Menurut Merton, postulat yang kertigaini masih kabur (dalam artian tak memiliki kejelasan, pen), belum jelasapakah suatu fungsi merupakan keharusan.

2.4 Pengaruh Teori Ini Dalam Kehidupan Sosial

Talcott Parsons dalam menguraikan teori ini menjadi sub-sistem yang berkaitan menjelaskan bahwa diantara hubungan fungsional-struktural cenderungmemiliki empat tekanan yang berbeda dan terorganisir secara simbolis :

1. Pencarian pemuasan psikis

2. Kepentingan dalam menguraikan pengrtian-pengertian simbolis 3. Kebutuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan organis-fisis

4. Usaha untuk berhubungan dengan anggota-anggota makhluk manusia lainnya.

(12)

peserta dalam system cultural “. Walaupun fungsionalisme struktural memiliki banyak pemuka yang tidak selalu harus merupakan ahli-ahli pemikir teori, akan tetapi paham ini benar-benarberpendapat bahwa sosiologi adalah merupakan suatu studi tentang struktur-struktursocial sebagai unit-unit yang terbentuk atas bagian-bagian yang saling tergantung.

(13)

BAB III

PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Fungsionalisme struktural atau lebih popular dengan struktural fungsionalmerupakan hasil pengaruh yang sangat kuat dari teori sistem umum di manapendekatan fungsionalisme yang diadopsi dari ilmu alam khususnya ilmu biologi,menekankan pengkajiannya tentang cara-cara mengorganisasikan dan mempertahankan sistem. Dan pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik,menekankan pengkajiannya pada hal-hal yang menyangkut pengorganisasian bahasadan sistem sosial. Fungsionalisme struktural atau analisa system pada prinsipnya berkisar pada beberapa konsep, namun yang paling penting adalah konsep fungsi dan konsep struktur.

Teori Fungsionalisme struktural ini merupakan seperti rantai sosiologi manusia, dimana didalam hubungannya terdapat suatu keterkaitan dan saling berhubungan. Juga adanya saling ketergantungan, layaknya suatu jasad maka apabila salah satubagian tubuh jasad tersebut ada yang sakit ataupun melemah sangat ber-implikasipula pada bagian yang lain.

3.2 Saran

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Alimandan. 1995. Sosiologi Masyarakat Sedang Berkembang. Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada

Meldar. 2011. Teori Fungsionalisme. Diakses

http://www.scribd.com/doc/102618533/Makalah-Teori-Fungsional#scribd pada tanggal 26 September 2015

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu untuk tetap menjalankan DAP dalam proses PJJ, maka pendekatan pembelajaran di era pandemi covid-19 ini harus dimodifikasi melalui proses

Maka dari itu dari beberapa alasan tersebut dapat diambilkan saran bahwa adanya pandemic Covid-19 ini harus dijadikan sebagai sebuah momentum untuk lebih dekat

Penelitian PD-L1 untuk berbagai jenis tumor tengah berkembang pesat dan telah membuktikan ekspresi positif PD-L1 berhubungan dengan kondisi klinis yang lebih buruk

Begitu pula dengan hasil observasi siswa menunjukkan adanya peningkatan pada tanggung jawab, kerjasama dan kedisiplinan saat pembelajaran dengan memperoleh nilai

Orang tidak begitu saja mau memahami dan menerima apa yang kita pikirkan karena mereka bisa menilai apakah kepentingan diri mereka terakomodasi atau tidak dalam sebuah usulan..

Rancangan penelitian ini mengarah pada ilmu bahasa sastra, atau bisa disebut dengan drama, karena dalam kajiannya yang secara pragmatik dalam memahaminya tentunya

Kelembagaan di Kabupaten Purbalingga perlu dioptimalisasi dan dikoordinasikan serta disinkrosnisasi uraian jabaran dan fungsi-fungsi sesuai dengan kedudukan dan tugas