Sumber Daya Air
Air adalah Kehidupan
Air adalah Kehidupan
Total Freshwater Withdrawal
Per Capita Withdrawal
Pemakaian air di berbagai negara Asia
Siklus Air Siklus Hidrologi
di Planet Bumi
Siklus “perjalanan” air di permukaan planet bumi
Siklus air ini benar – benar merupakan “siklus” yang tidak
(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/water_cycle)
merupakan “siklus” yang tidak ada “awal” dan “akhir”-nya
Matahari sebagai faktor
Air di Planet Bumi dan Siklus Hidrologi
Proses-proses utama Siklus Air di Bumi
•• Evaporasi
Evaporasi
: Penguapan (perubahan
wujud air menjadi gas).
•• Transpirasi
Transpirasi
: Pelepasan uap air dari
tumbuh-tumbuhan melalui stomata
tumbuh-tumbuhan melalui stomata
atau mulut daun
Continue..
•• Kondensasi
Kondensasi
: Proses perubahan wujud uap
air menjadi air akibat pendinginan
•• Adveksi
Adveksi
: Transportasi air pada gerakan
horisontal seperti transportasi panas dan
horisontal seperti transportasi panas dan
uap air dari satu lokasi ke lokasi yang lain
oelh gerakan udara mendatar.
Continue…
•• Run Off
Run Off
: Pergerakan aliran air di
permukaan tanah melalui sungai dan anak
sungai
•• Infiltrasi
Infiltrasi
: Perembesan atau pergerakan air
Distribusi air di planet bumi diberbagai reservoar
(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/water_cycle)
Reservoar
Volume Air
(10
6km
3)
Prosentase
Samudera (Ocean)
1370
97,25
Tudung Es & Glasier (Ice caps &
glaciers)
29
2,05
Air Tanah (Groundwater)
9,5
0,68
Danau (Lakes)
0,125
0,01
“Tanah Basah” (Soil moisture)
0,065
0,005
Atmosfer (Atmosphere)
0,013
0,001
Aliran dan Sungai (Streams & rivers)
0,0017
0,0001
Waktu Tinggal (residence time)
Waktu tinggal air di suatu reservoar dalam siklus air didefinisikan sebagai waktu rata – rata satu molekul air menetap dalam reservoar tersebut.
Waktu tinggal dapat ditentukan dengan dua cara: pertama; prinsip kekekalan massa air dan kedua; teknik isotop.
Metoda pertama: Berdasarkan pada prinsip kekekalan massa dan mengasumsikan bahwa jumlah massa air di suatu reservoar adalah relatif tetap.
Waktu tinggal (T) = Volume reservoar (vol dlm dimensi L3 atau satuan
volume) : Laju atau Kecepatan pengurangan (penambahan) massa air (dlm dimensi L3T-1 atau dlm satuan volume per satuan waktu) di reservoar
T (dlm satuan waktu) = (Vol : Kec perubahan jumlah massa)
Waktu tinggal (residence time) air di berbagai reservoar
(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/water_cycle)
Reservoar “Waktu tinggal” rata - rata
Samudera (Oceans) 3.200 tahun Glasier (Glaciers) 20 - 100 tahun Tutupan salju musimam
(Seasonal snow cover) 2 - 6 bulan Tanah “basah
1 - 2 bulan Tanah “basah
(Soil moisture) 1 - 2 bulan Air tanah dangkal
(Groundwater: shallow) 100 - 200 tahun Air tanah dalam
(Groundwater: deep) 10.000 tahun Danau (Lakes) 50 - 100 tahun Sungai (Rivers) 2 - 6 bulan
Dinamika keseimbangan siklus hidrologi
Total air di planet bumi, diperkirakan sekitar
1.408.000.000
km
3
,
dimana
sebanyak
1.370.000.000 km
3
di “simpan” di samudera
(97 %).
(97 %).
Pada zaman es terakhir
, glasier menutupi hampir
sepertiga daratan bumi dan samudera saat itu
lebih rendah 122 meter
dari pada muka laut saat
ini.
Dinamika keseimbangan siklus hidrologi
Selama
zaman iklim
panas terakhir sekitar
125.000 tahun yang lalu
muka laut saat itu
lebih
Laporan
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
tahun 2007 memperkirakan bahwa
selama abad ke-21 siklus
air akan mengalami intensifikasi.
Daratan di subtropis mengalami iklim yang lebih kering
, curah
hujan yang lebih sedikit, terutama di daerah perbatasan
subtropis dengan lintang tinggi seperti
Afrika Selatan,
Dinamika keseimbangan siklus hidrologi
subtropis dengan lintang tinggi seperti
Afrika Selatan,
Mediterania, bagian selatan Australia,
dan
barat daya Amerika
Serikat.
Sedangkan didekat ekuator diperkirakan jumlah curah hujan
tahunan akan meningkat sehingga daerah tersebut akan
menjadi lebih basah.
Dinamika keseimbangan siklus hidrologi
Distribusi jumlah curah
hujan tahunan yang di
rata
–
ratakan
secara
lintang
untuk
periode
a) b)
lintang
untuk
periode
Tiga Sistem Hidrologi
16
Air di Atmosfer
One estimate of global water distribution
Water source Water volume,
in cubic miles
Water volume, in cubic kilometers
Percent of total Total global
fresh water 8,404,000 35,030,000 100% 2.5% Total global
water 332,500,000 1,386,000,000 -- 100% Source: Gleick, P. H., 1996: Water resources. In Encyclopedia of Climate and Source: Gleick, P. H., 1996: Water resources. In Encyclopedia of Climate and Weather, ed. by S. H. Schneider, Oxford University Press, New York, vol. 2, pp.817-823.
Atmosfer tidak menyimpan banyak air
Atmosfer berfungsi sebagai “jalan bebas hambatan” untuk memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain
Distribusi Air di Atmosfer Secara Global
Precipitable Water Vapor adalah besaran yang digunakan dalam
meteorologi untuk mengukur keberadaan uap air di atmosfer
Precipitation Rate adalah besaran untuk mengukur jumlah air hujan
yang jatuh ke permukaan bumi per satuan luas per satuan waktu Sebagian besar uap air ada di daerah tropis
Air di Atmosfer Indonesia
Dalam Klimatologi dikenal istilah The Maritime Continent (Benua Maritim) yang mencakup seluruh wilayah Indonesia
Berbagai pengamatan satelit menunjukkan bahwa Indonesia merupakan daerah pembentukan awan (konvektif) yang paling aktif
Data Pengamatan Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) meyakinkan bahwa secara rata-rata Indonesia merupakan daerah yang paling banyak menerima hujan
Pengaruh Variabilitas Iklim pada
Ketersediaan Air di Atmosfer
MJO (30-60 harian)
(Johnson, 1992) Monsun (tahunan)
ENSO (antar tahunan)
(Sumber : JAMSTEC) (Sumber : NOAA)
(Mathew, 200) (Johnson, 1992)
Seasonal wind regime
• The southward wind
from northern and
eastward from
western Indian
Ocean across
maritime continent is
occurred in generally
occurred in generally
during DJF.
• While the summer
comes in JJA , vapor
is relatively dry with
prevailing easterly
winds.
Regional Climatology of Maritime Continent
The three climate regions according to the mean annual patterns (left), and the annual cycles of the three climate regions (solid lines) (right) proposed by Aldrian and Susanto (2003).
Schematic of Walker circulation showing the major tropical convective centers: central Africa, the Maritime Continent, and the Amazon (Adapted
!
ñ
"
# !" $
E.g warmer sea surface
temperature (SST) (El
Ni
ñ
o) over eastern Pacific
Ocean forces convection
and eastward shift of
Walker Circulation.
drought and wildfire
condition over maritime
continent.
Fire damage in1997-1998 (El-Niño) fires in East Kalimantan, Indonesia, based on
%
& !
ñ
%
'
!"
Wasior, west Papua , during La Niña
Perubahan Distribusi Curah Hujan di
Indonesia oleh ENSO
Kejadian El Nino kuat menyebabkan curah hujan di Indonesia berkurang secara drastis
Pada kejadian El Nino lemah, beberapa daerah di Indonesia bisa mengalami daerah di Indonesia bisa mengalami peningkatan curah hujan
Kejadian La Nina menyebabkan
peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia
Dewasa ini perkembangan ENSO di
Madden Julian Oscillation
Composite Outgoing Longwave Oscillation (OLR, shade) and wind (arrow) anomaly in eight MJO
PERISTILAHAN
Akifer : Lapisan batuan yang dapat menyimpan
dan mengalirkan air dalam jumlah yang ekonomis.
Akitar : Lapisan batuan yang mampu menyimpan
P
ro
d
u
Akitar : Lapisan batuan yang mampu menyimpan
dan mengalirkan air dalam jumlah terbatas
Akiklud: Lapisan batuan yang dapat menyimpan
air tetapi tidak dapat mengalirkan.
Akifug: Lapisan batuan yang tidak dapat
menyimpan dan mengalirkan air (Kedap Air)
POROSITAS
• Perbandingan antara volume ruang antar
butir terhadap volume total batuan.
• Porositas
tergantung
pada
kebundaran,
• Porositas
tergantung
pada
kebundaran,
sorting dan kompaksi. Batuan dengan butir
yang semakin membundar dan sorting yang
baik menyebabkan porositas yang besar,
sedang
kompaksi
akan
memperkecil
PERMEABILITAS
• Kemampuan
material
batuan
untuk
mengalirkan fluida (air).
• Permeabilitas tergantung pada sifat cairan
• Permeabilitas tergantung pada sifat cairan
pori (viskositas), rasio ruang antar butir,
bentuk
dan
susunan
pori
batuan
atau
TIPE AKIFER
Tiga tipe akifer menurut Hidrodinamika :
AKIFER TERTEKAN
(CONFINED AQUIFER)
Akifer yang bagian
atas dan bawahnya
dibatasi oleh
dibatasi oleh
lapisan bersifat
AKIFER BEBAS
(UNCONFINED AQUIFER)
Akifer yang dibatasi
oleh lapisan
AKIFER BOCOR
(LEAKY AQUIFER)
JENIS-JENIS MATAAIR
(Todd, 1980)
JENIS-JENIS MATAAIR
(Todd, 1980)
2. Mataair Kontak (Contact Spring) : Mata
air akibat kontak antara lapisan akifer
dengan lapisan impermeabel pada bagian
bawahnya.
JENIS-JENIS MATAAIR
(Todd, 1980)
3. Mataair Rekahan (Fracture Spring) :
Mataair yang dihasilkan oleh akifer
tertekan yang terpotong oleh struktur
impermeabel.
JENIS-JENIS MATAAIR
(Todd, 1980)
4. Mataair Pelarutan (Solution Tubular
Spring) : Mataair yang terjadi akibat
Bencana Banjir dan Kekeringan
Variabilitas iklim dapat menyebabkan kejadian cuaca/iklim ekstrem Hujan yang berlebihan mendatangkan bahaya banjir
Kekurangan hujan dalam waktu yang panjang menyebabkan kekeringan Kemungkinan untuk terjadinya kejadian ekstrem dapat diketahui dari kajian klimatologi
Masalah banjir:
1. Kasus banjir Bandung
Selatan
Selatan
G. Tangkuban Parahu G. Burangrang
G. Bukit Tunggul G. Palasari
G. Kareumbi
G. Malabar G. Patuha
G. Papandayan
!
Variasi Hujan Tahunan Cekungan Bandung
0
1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005
& #
" % ' ( )
!
""#
$
#$ $ " # !
" " & " $ ! & $ $
! ) $ $ ! )
! ! " $ $
$
$ ! ) $ $ ! )
# " ! $ * " " $
$
% ! $ !
# " # # % "
# " # % #
" # ! # " "$ $ ! $
" ! " ) $ #$ ) $ ! * %" ! #&&)
" $ !
! # " ! # " ! " $
" $
RESAPAN BUATAN
SUMUR RESAPAN
• RADAR
• LIDAR
RADAR
Radio Detection and Ranging:
object-detection system which
uses electromagnetic waves
(specifically radio waves) to
determine the range, altitude,
direction, speed, moving and
direction, speed, moving and
fixed objects.
Serpong - CDR, wide range 100 km
Serpong -BLR (Z), height range 5 km
Radar
Serpong-CDR 6 minutes resolution
!" ! # LIDAR (Light Detection and Ranging)
Airborne Laser Scanning
Airborne Laser Scanning
LANDSAT (USA) SPOT (France) MOS (Japan) Satellites
ERS (Europe)
NOAA (USA)
-Cloud and humidity
mapping
-Sea surface temperature
TRMM for Tropical Zones (Japan & USA)