Teori
Teori
Manajemen Pendidikan
Manajemen Pendidikan
(Materi 2)
(Materi 2)
Slameto
Slameto
PPS Manajemen Pendidikan
PPS Manajemen Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana
Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga
Salatiga
20
Kerangka Konsep
Kerangka Konsep
Kerangka Dasar Manajemen meliputi:Kerangka Dasar Manajemen meliputi: Philosophy, Assumptions, Principles, Philosophy, Assumptions, Principles,
and Theory, which are basic to the study of any discipline of management.
and Theory, which are basic to the study of any discipline of management.
Falsafah merupakan pandangan atau persepsi tentang kebenaran yang Falsafah merupakan pandangan atau persepsi tentang kebenaran yang
dikembangkan dari berfikir praktis.
dikembangkan dari berfikir praktis.
Bagi seorang manajer falsafah merupakan cara berfikir yang telah Bagi seorang manajer falsafah merupakan cara berfikir yang telah
terkondisikan dengan lingkungan, perangkat organisasi, nilai-nilai dan
terkondisikan dengan lingkungan, perangkat organisasi, nilai-nilai dan
keyakinan yang mendasari tanggung jawab seorang manajer.
keyakinan yang mendasari tanggung jawab seorang manajer.
Falsafah seorang manajer dijadikan dasar untuk membuat asumsi-ausmi Falsafah seorang manajer dijadikan dasar untuk membuat asumsi-ausmi
tentang lingkungan, peran organisasinya, dan dari asumsi ini lahir
tentang lingkungan, peran organisasinya, dan dari asumsi ini lahir
prinsip-prinsip yang dihubungkan dengan kerangka atau garis besar untuk bertindak.
prinsip yang dihubungkan dengan kerangka atau garis besar untuk bertindak.
Seperangkat prinsip yang berkaitan satu sama lain dikembangkan dan diuji Seperangkat prinsip yang berkaitan satu sama lain dikembangkan dan diuji
dengan pengalaman sebelum menjadi suatu teori. Untuk seorang manajer,
dengan pengalaman sebelum menjadi suatu teori. Untuk seorang manajer,
suatu teori tentang manajemen sangat berfungsi dalam memecahkan
suatu teori tentang manajemen sangat berfungsi dalam memecahkan
masalah-msalah yang timbul.
masalah-msalah yang timbul.
Oleh karena itu, falsafah, asumsi, prinsip-prinsip, dan teori tentang Oleh karena itu, falsafah, asumsi, prinsip-prinsip, dan teori tentang
manajemen merupakan landasan manajerial yang harus dipahami dan
manajemen merupakan landasan manajerial yang harus dipahami dan
dihayati oleh manajer. Keterkaitan cara pandang tentang manajemen,
dihayati oleh manajer. Keterkaitan cara pandang tentang manajemen,
falsafah, asumsi, dan prinsip, serta teori- teori dijadikan dasar kegiatan
falsafah, asumsi, dan prinsip, serta teori- teori dijadikan dasar kegiatan
manajerial.
Esensi Falsafah Manajemen
• Setiap jenis pengetahuan termasuk manajemen mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana
(epistimologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan manajemen tersebut disusun.
• Ketiganya berkaitan satu sama lain (sistem). Ontologi ilmu terkait dengan epistimologi, dan epistimologi terkait dengan aksiologi dan seterusnya.
• Berdasarkan landasan ontologi dan aksiologi itu, maka
bagaimana mengembangkan landasan epistimologi pada dasarnya bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan
memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologi.
• Demikian juga halnya dengan masalah yang dihadapi epistimologi, yakni bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk
Esensi Falsafah Manajemen
• Di dalam pengetahuan manajemen, falsafah pada
hakikatnya menyediakan seperangkat pengetahuan
(
a body related knowledge)
untuk berfikir efektif dalam
memecahkan masalah-msalah manajemen.
• Ini merupakan hakikat manajemen sebagai suatu
disiplin ilmu dalam mengatasi masalah organisasi
berdasarkan pendekatan yang intelegen.
• Bagi seorang manajer perlu pengetahuan tentang
kebenaran manajemen, asumsi yang telah diakui, dan
nilai-nilai yang telah ditentukan.
Esensi Teori Manajemen
• Teori manajemen mempunyai peran (
role
) atau
membantu menjelaskan perilaku orgaaisasi yang
berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan
(
satisfaction
).
• Karakteristik teori manajemen secara garis besar dapat
dinyatakan:
1) mengacu pada pengalaman empirik,
2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain,
3) mengakui kemungkinan adanya penolakan.
Esensi Teori Manajemen
• Menurut teori klasik pilar-pilar manajemen klasik
terdiri dari 4 pilar, yaitu: pembagian kerja, proses
skalar fungsi-fungsi, struktur, rentang pengawasan.
• Para ahli banyak yang mengatakan bahwa
manajemen belum mempunyai teori yang standar,
tetapi sebagai pendekatan.
• Karena itu teori seringkali dikatakan sebagai
Esensi Teori Manajemen
• Salah satu teori klasik yang tergolong paling tua adalah
manajemen ilmiah (
scientific management theory
) yang
dipelopori oleh Henry Fayol, yaitu: tentang Studi Waktu
dan Gerak (Gilberth), Administrasi (Fayol) Birokrasi
(Weber).
• Teori Neoklasik seringkali dikaitkan dengan pendekatan
perilaku, yaitu Teori Kebutuhan Manusia (Maslow),
Teori X, Y (Mc Gregor), Teori Kepribadian, dan
Organisasi (Chris Argyris).
• Selanjutnya teori modern yaitu
General System Theory
Esensi Prinsip Manajemen
Untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas kerja
1. Menentukan cara/metode kerja;
2. Pemilihan peekrja dan pengembangan
keahliannya;
3. Pemilihan prosedur kerja;
4. Menentukan batas-batas tugas;
5. Mempersiapkan dan membuat spesifikasi
tugas;
6. Melakukan pendidikan dan latihan;
Prinsip dasar manajemen
(Fayol)
1. Pembagian kerja,
2. Kejelasan dalam wewenang dan tanggung jawab,
3. Disiplin,
4. Kesatuan komando,
5. Kesatuan arah,
6. Lebih memprioritaskan kepentingan umum/
organisasi daripada kepentingan pribadi,
7. Pemberian kontra prestasi,
Kegiatan Praktik Manajerial
• Praktik manajerial adalah kegiatan yang dilakukan oleh
manajer. Apabila manajemen dipandang sebagai
serangkaian kegiatan atau proses, maka proses itu
akan mencakup bagaimana cara mengkoordinasikan
dan mengintegrasikan berbagai sumber untuk mencapai
tujuan organisasi (produktivitas dan kepuasan) dengan
melibatkan orang, teknik, informasi, dan struktur yang
telah dirancang.
Kegiatan Praktik Manajerial
Fayol:
planning, organizing, comanding,
coordinating, dan controllin
,
GR Terry:
planning, organizing, actuating,
controlling,
LH Gulick:
planning, organizing, stafing,
directing, coordinating, reporting,
bugdeting.
Teori Klasik
• Berasumsi behwa para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir logis, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan.
• Premisnya bahwa organisasi bekerja dalam proses yang logis dan rasional dengan pendekatan ilmiah dan berlangsung menurut
struktur/anatomi organisasi.
• Salah satu teori klasik adalah Manajemen Ilmiah (Scientific Management) dipelopori oleh Frederik W. Taylor (1856 - 1915).
• Pendekatan ilmiah berpandangan bahwa sasaran menajeman adalah mendapatkan kemakmuran maksimum bagi pengusaha dan
karyawannya.
• Untuk itu manajeman harus melaksanakan prinsip-prinsip:
1. pemilihan karyawan yang tepat sesuai dengan persyaratan kerja, 2. perlunya dikembangkan ilmu bagi setiap tugas (pedoman gerak,
im-plementasi kerja yang standar dan iklim kerja yang layak), 3. perlunya pelatihan dan pemberian rangsangan ,
Teori Klasik
• Prinsip Studi Waktu: semua usaha yang produktif harus diukur
dengan studi waktu secara teliti (Time and Motion Study). Ukuran
standar harus diberikan untuk semua pekerjaan. Dipelopori oleh
Gilbreth (1911).
• Prinsip Hasil-Upah, yaitu upah yang diberikan harus sesuai
dengan hasil yang besarnya ditentukan berdasarkan studi waktu.
• Pelopor klasik lainnya yaitu Henri Fayol (1916) menerbitkan lima
pedoman manajeman, yaitu : perencanaan, pengorganisasian,
pengkomandoan, pengkoordinasian dan pengawasan.
• Selanjutnya Gulick dan Urwick (1930) populer dengan akronim
POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing,
Coordinating, Reporting, Budgetting) sebagai kegiatan manajerial
dan merupakan proses manajemen.
• Prinsip-prinsip pokok menurut Fayol adalah: 1) kesatuan
Teori Klasik
• Aliran Max Wener (1947), sejak Perang Dunia I, menurut
Weber birokrasi merupakan ciri dari pola organisasi yang
strukturnya dibuat sedemikian rupa sehingga secara
maksimal dapat mamanfaatkan tenaga ahli.
• Organisasi harus diatur secara rasional, impersonal dan
bebas dari sikap prasangka.
• Karakteristik birokrasi ini ditandai dengan:
1. Adanya pembagian tugas dan spesialis.
2. Hubungan yang terjadi dalam organisasi adalah hubungan impersonal. 3. Dalam organisasi ada hierarki wewenang,
4. Administrasi selalu didasarkan dan dilaksanakan dengan dokumen tertulis.
5. Orientasi pembinaan adalah pengembangan karier,
Teori Neo-Klasik
• Teori ini timbul karena pada para manajer
mendapatkan berbagai kelemahan dengan
pendekatan klasik, kesulitan dan frustasi agar
organisasi lebih efektif karena orang tidak harus
selalu mengikuti manajer.
• Beberapa ahli berusaha memperkuat teori klasik
dengan wawasan sosiologi dan psikologi.
Teori Neo-Klasik
• Berasumsi bahwa manusia itu makhluk sosial dengan
mengaktualisasikan dirinya. Beberapa pelopor: Elton Mayo dengan studi hubungan antar manusia, atau tingkah laku manusia dalam situasi kerja terkenal dengan studi Hawthorne. Berdasarkan hasil studi ini ternyata kelompok kerja informal lingkungan sosial pekerja mempunyai pengaruh yang besar terhadap produktifitas.
• Chester I Barnad (1976) menyatakan bahwa hakikat komunikasi adalah kerja sama yaitu kesediaan orang saling berkomunikasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan yang sama. Individu harus
bekerja sesuai dengan kehendak organisasi. Keseimbangan harus dijaga abtara imbalan yang diberikan kepada individu dan
sumbangan undividu terhadap tercapainya tujuan organisasi.
Dengan begitu manajemer dapat bekerja dengan efisien dan tetap hidup jika tujuan organisasi dan kebutuhan perorangan yang
bekerja pada organisai itu bekerja seimbang.
Teori Neo-Klasik
• Douglas McGregor, menyatakan bahwa manajemen akan mendapatkan masalah besar bila ia menaruh perhatian pada kebutuhan sosial dan aktualisasi karyawan.
• Gregor mengemukakan dua teori, yait teori X yang berasumsi bahwa karyawan tidak menyukai kerja, tidak ada ambisi, tidak
bertanggungjawab, menolak perubahan dan lebih baik dipimpin daripada memimpin.
• Sedangkan teori Y berisi bahwa menejer memandang bawahan
bersedia bekerja, bertanggungjawab, mampu mengendalikan diri, dan berpandangan luas serta kreatif. Implikasi dari asumsi asumsi itu bila menejer mengikuti teori X cenderung banyak mengarahkan, yang akibatya tingkat kebergantungan karyawan kepada atasan sangat tinggi dan enggan bertindak.
• Sedangkan menejer penganut tedri Y cenderung mendorong untuk berpartisipasi, ada kebebasan, dan bertanggungjawab dalam
menyelesaikan tugasnya.
Teori Neo-Klasik
• Vroem (Filley, et.al., 1976) dengan teori Harapan (Ekspektasi) mendasarkan pada dua asumsi.
1. Manusia biasanya meletakkan nilai kepada suatu yang diharapkan dari hasil karyanya. Oleh karena tiu ia mempunyai urutan kesenangan (preferences) diantara sekian banyak hasil yang ia harapkan.
2. Suatu usaha untuk menjelaskan tentang motivasi yang terdapat pada seseorang selain harus mempertimbangkan hasil yang dicapai, juga mempertimbangkan keyakinan orang bahwa yang di kerjakannya memberikan sumbangan terhadap tujuan yang diharapkan.
• Vormm mengajukan teori tentang motivasi yang mempengaruhi prestasi. Prestasi kerja seseorang merupakan fungsi dari motivasi dikali abiliti. Motivasi sendiri merupakan fungsi perkalian dari valensi dengan ekspektasi. Valensi merupakan preferensi keinginan
seseorang terhadap sesuatu yang nilainya antara 0 – 10.
Teori Neo-Klasik
•
Perilaku manusia dipengaruhi oleh seperangkat
variabel, menurut Marwan Asri (1989) yaitu:
1. Variabel individual, mencakup faktor kemampuan dan
keterampilan mental, fisik, latar belakang keluarga,
tingkat sosial, pengalaman, umur dan jenis kelamin;
2. Variabel organisasi , terdiri dari faktor sumber daya
yang tersedia, gaya kepemimpinan, sistem imbalan,
stuktur organisasi, dan desain pekerjaan, dan;
3. Variabel psikologi terdiri atas beberapa faktor, berupa
persepsi sikap, kepribadian, proses belajar dan
Teori Neo-Klasik
• Berdasarkan kajian tentang masalah
perilaku, dapat disimpulkan :
• Perilaku timbul karena suatu sebab;
• Perilaku diarahkan untuk mencapai tujuan;
• Perilaku yang dapat diamati dapat diukur;
• Perilaku tidak langsung dapat diamati
(misalnya berfikir) juga penting untuk
mencapai tujuan;
Teori Modern
• Pendekatan modern berdasarkan hal-hal yang
sifatnya situsonal. Artinya orang menyesuaikan
diri dengan situasi dihadapi dan mengambil
keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi
lingkungan.
• Asumsi yang dipakai ialah bahwa orang itu
berlainan dan berubah baik kebutuhannya,
reaksinya, tindakannya yang semuanya
bergantung pada lingkungan.
• Selanjutnya orang bekerja di dalam suatu sistem
untuk mecapai tujuan bersama. Menurut
Murdick dan Ross, sistem organisasi itu terdiri
dari individu, organisasi formal, organisai
Teori Modern
• Pendekatan sistem terhadap manajemen berusaha
untuk memandang organisasi sebagai sebuah sistem
yang menyatu dengan maksud tertentu yang terdiri atas
bagian – bagian yang saling berhubungan.
• Pendekatan sistem tidak secara terpisah berhubungan
dengan berbagai bagian dari sebuah organisasi
melainkan memberikan kepada manajer suatu cara
untuk memandang organisasi sebagai keseluruhan dan
sebagai bagian dari yang lebih besar (lingkungan ).
• William A. Shrode dan D. Voich mendefinisikan sistem
sebagai berikut:
A sytem is a of interrelated parts,
Teori Modern
• Fizt Gerald dan Stalling, sistem diartikan:
A sytem can
be defined as network of enterrelated procedures that
are joint together to perfroman activity or to accomplish
a specific objectives. It is, ini effect, all ingredient which
make up the whole.
• Dari pengertian dapat diidentifikasikan bahwa sistem
mempunyai makna:
1. terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan satu
dengan lainnya;
2. bagian-bagian yang saling berhubungan itu dapat
berfungsi baik secara independen maupun secara
bersama-sama;
3. berfungsi bagian-bagian tersebut ditujukan untuk
mencapai tujuan umum secara keseluruhan, dan;
Teori Modern
• Manajemen dipandang sebagai suatu
sistem didasarkan pada asumsi bahwa
organisasi merupakan sistem terbuka,
tujuan organisasi mempunyai
kebergantuangan. Prinsip manajemen
berdasarkan sistem, mencakup:
1. manajemen berdasarkan sasaran;
2. manajemen berdasarkan teknik;
3. manajemen berdasarkan struktur;
Teori Modern
karakteristik sistem di bidang penddidikan,
Ryans (1968)
•
Berbagai subsistem, baik fasilitas fisik maupun
sumber-sumber lain yang berhubungan dengan
subsistem, merupakan komponen yang saling
bergantung dan berhubungan.
•
Kondisi yang perlu untuk terjadi interaksi antara
elemen dari suatu sistem, adalah adanya
Teori Modern
karakteristik sistem di bidang penddidikan,
Ryans (1968)
•
Berfungsinya sistem pendidikan pada dasarnya
bergantung kepada berfungsinya kontrol terhadap
aliran dan transformasi informasi antara elemen dalam
sistem tersebut dan antara beberapa sistem yang ada
di luar yang berpengaruh terhadap sistem pendidikan
•
Pengolahan informasi merupakan hal yang inherent
dalam berfungsinya suatu sistem.
•
Pengambilan informasi adalah aktivitas pengamatan
(ensing), penyaringan (filtering) pengarutan dan antrian
(queuing), pengklasifikasian (classifying),
penyimpangan sementara (temporary storing),
pensistendian (synthesizing), transformasi dan
Teori Modern
Penggunaan pend. sistem di bidang pend
•
Penggunaan pendekatan di atas sangat diperlukan
oleh dunia pendidikan dengan alasan :
•
Lembaga – lembaga pendidikan telah menjadi semakin
kompleks dan semakin sulit untuk dikelola. Cara-cara
tradisional dalam pengolahan / manajemen tidak
mampu lagi atau kurang efektif untuk menyelesaikan
tugas-tugas yang sesuai dengan perkembangan
pendidikan.
•
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi
pendidikan semakin makin lama semakin cepat.
Banyak pengelola pendidikan mengalami kesulitan
mengalami perubahan dalam dunia pendidikan ini
karena tidak mungkin mereka menjadi ahli dalam
segala bidang, maka diperlukan pendekatan yang
Teori Modern
Penggunaan pend. sistem di bidang pend
• Masih langka para pengelola sistem dan satuan pendidikan yang profesional. Pada dasarnya mereka berasal dari gurur bukan
manaje profesional dalam pendidikan. Dalam situasi seperti ini pendekatan sistem sangat membantu mereka dalam
memecahkan merencanakan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan sistem pendidikan.
• Pertumbuhan pendidikan dan perkembangan yang relatif cepat disertai pertambahan anggaran yang tidak sedikit, seringkali mengurangi kesadaran bahwa terdapat kekeliruan-kekeliruan dalam merencanakan dan mengelola pendidikan. Dengan dana yang kurang memadai, kunci keberhasilan kegiatan pendidikan akan banyak bergantung pada ketetapan dan kemampuan untuk merencanakan dan mengelola kegiatan tersebut. Dalam hal ini pendekatan efisiensi dapat membantu perencana pendidikan
untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber-sumber untuk pendidikan.
• Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan perlu ditingkatkan. Untuk itu diperlukan pendekatan sistem agar
Teori Modern
Penggunaan pend. sistem di bidang pend
•
Misi, sasaran dan tujuan lembaga pendidikan dapat
dijabarkan lebih jelas.
•
Program-program yang dirumuskan selalu diarahkan
pada tujuan dan sasaran.
•
Orientasi kegiatan diarahkan kepada hasil akhir.
•
Perencanaan dipandang sebagai bagian integral dari
keseluruhan operasi lembaga atau organisasi
pendidikan.
•
Sumber-sumber daya dapat dialokasikan dengan lebih
fektif berdasarkan skala prioritas yang disusun menurut
besarnya sumbangan terhadap pencapaian tujuan.
•
Informasi yang diperlukan untuk perencanaan dan
Teori Modern
Pengembangan pend. sistem di bidang pend
•
Misi, sasaran dan tujuan lembaga pendidikan dapat
dijabarkan lebih jelas.
•
Program-program yang dirumuskan selalu diarahkan
pada tujuan dan sasaran.
•
Orientasi kegiatan diarahkan kepada hasil akhir.
•
Perencanaan dipandang sebagai bagian integral dari
keseluruhan operasi lembaga atau organisasi
pendidikan.
•
Sumber-sumber daya dapat dialokasikan dengan lebih
fektif berdasarkan skala prioritas yang disusun menurut
besarnya sumbangan terhadap pencapaian tujuan.
•
Informasi yang diperlukan untuk perencanaan dan
Teori Modern
Penggunaan pend. sistem di bidang pend
• Informasi yang diperlukan untuk perencanaan dan pengambilan keputusan dapat dirancang dan dikelola secara terpadu.
• Segala kegiatan dapat difokuskan pada pencapaian
sasaran,sehingga pemborosan dapat ditekan seminimal mungkin. • Pimpinan pengelola dapat dinilai hasil pekerjaannya secara
objektid, karena sasaran pekerjaanya jelas.
• Pengelola dapat mengembangkan kreativitasnya dalam batas kewenangan yang telah ditetapkan, sepanjang mereka tetap berorientasi pada tujuan akhir.
• Akontabilitas dapat dirumuskan secara jelas dan operasional. • Umpan balik dapat diperoleh pada semua tingkat otoritas
pendidikan, sehingga penyimpangan dalam usaha pencapaian tujuan dapat secara cepat diidentifikasikan.
• Komunikasi antar komponen dapat terbina dengan lebih baik sehingga kesalahpahaman dapat dikurangi.