• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR KUALITAS AIR MINUM indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STANDAR KUALITAS AIR MINUM indonesia "

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS INDIVIDU

STANDAR KUALITAS AIR MINUM

Dosen pembimbing

Drs. Taufiq Nasir,M.pd

oleh :

NAMA : FIRMAN OCTODINANZAH

KELAS : 01 MAKASSAR

NIM : 1421O40006

JURUSAN : PEDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

FAKULTAS TEKNIK

(2)

STANDAR KUALITAS AIR MINUM INDONESIA

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan

atau keperluan tertentu. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam

kegiatan tertentu. Air adalah materi esensial didalam kehidupan, tidak ada satupun makhluk hidup di

dunia ini yang tidak membutuhkan air. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Tubuh

manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. Tubuh orang dewasa, sekitar

55-60%, berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Air

bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka.

Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam

jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Ditinjau dari segi kualitas, ada bebarapa

persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau, warna dan rasa,

kulitas kimia yang terdiri atas pH, kesadahan, dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas

dari mikroorganisme penyebab penyakit. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar, air

bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat

tertentu dan kurun waktu tertentu.

Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan

sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan

kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin

meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah, sehingga

mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria,1996).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang

Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air

Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan

kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum

apabila dimasak.

Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia

sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. Air di dalam tubuh

manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh.

Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang

cukup bagi dirinya (Suharyono, 1996). Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat

tergantung pada air, karena air dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan peralatan, mandi, dan

lain sebagainya. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga, irigasi, alat transportasi, dan lain

sebagainya yang sejenis dengan ini. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan

(3)

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap

orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari

tanpa air minum (Suripin, 2002).

Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai

air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit

dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air

minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja

maupun tidak disengaja.

Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan,

atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan

karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena

kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil.

Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui

air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru

membahayakan kelangsungan hidup manusia.

Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan

manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia

harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan

segala kegiatan dalam kehidupannya.

Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan

berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum,

usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada

standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun

dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air

Persyaratan Kualitas Air

Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau

memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis.

1. Syarat fisik, antara lain:

Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut:

a. Jernih atau tidak keruh

Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak

kandungan koloid maka air semakin keruh.

b. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan

(4)

c. Rasanya tawar

Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air

tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air,

sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.

d. Tidak berbau

Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk

mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme

air.

e. Temperaturnya normal

Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada

pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro

organisme.

f. Tidak mengandung zat padatan

Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air

2. Syarat kimiawi, antara lain:

a. pH (derajat keasaman)

Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang

larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada

penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2

akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat

mengganggu kesehatan.

b. Kesadahan

Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen).

Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan

memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat

(permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium

disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l

dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l

dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium

dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l

dapat menyebabkan rasa mual.

c. Besi

Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air,

(5)

merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal

yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l

d. Aluminium

Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu

0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila

dikonsumsi.

e. Zat organik

Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber

energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan.

f. Sulfat

Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat

merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan

penanganan dan pengolahan air bekas.

g. Nitrat dan nitrit

Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari

NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari

kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi

Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine

yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh

3. Syarat mikrobiologi, antara lain:

Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab

penyakit.

Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut

maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih

tersebut, baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin

jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam

penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri

Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi

kuantitas dan kualitas, yaitu:

a. Aman dan higienis.

b. Baik dan layak minum.

c. Tersedia dalam jumlah yang cukup.

(6)

Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan, operasi dan biaya. Parameter air

yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut:

Parameter Air Bersih secara Fisika

1. Kekeruhan

2. Warna

3. Rasa & bau

4. Endapan

5. Temperatur

Parameter Air Bersih secara Kimia

1. Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, protein, deterjen,

Standar Kualitas Air di Perairan Umum

( Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1990 )

No Parameter

Satuan

Kadar Maksimum

Golongan

A

Golongan

B

Golongan

C

Golongan

D

FISIKA

1 Bau

-

-

-

-

-2 Jumlah zat padat terlarut

Mg/L

1000

1000

1000

1000

3 Kekeruhan

Skala NTU 5

4 Rasa

-5 Warna

Skala TCU 15

6 Suhu

o

C

Suhu

udara

7 Daya Hantar Listrik

Umhos/cm

2250

KIMIA anorganik

(7)

-3 Arsen

Mg/lt

0.005

0.05

1

1

10 Kromium valensi 6

Mg/lt

0.005

0.05

0.05

1

11 Mangan

Mg/lt

0.1

0.5

2

12 Natriun

Mg/lt

200

60

13 Nitrat sebagai N

Mg/lt

10

10

14 Nitrit sebagai N

Mg/lt

1.0

1

0.06

15 Perak

Mg/lt

0.05

21 Sulfida sebagao H

2

S

Mg/lt

0.05

0.1

0.002

22 Tembaga

Mg/lt

1.0

1

0.02

0.1

23 Timbal

Mg/lt

0.05

0.01

0.03

1

24 Oksigen terlarut (DO)

Mg/lt

-

>=6

>3

(8)

19 Endrin

Mg/lt

-

0.001

0.004

20 Fenol

Mg/lt

-

0.002

0.001

21 Karbon kloroform ekstrak

Mg/lt

-

0.05

22 Minyak dan lemak

Mg/lt

-

Nihil

1

23 Organofosfat dan carbanat

Mg/lt

-

0.1

0.1

24 PCD

Mg/lt

-

Nihil

25 Senyawa aktif biru metilen

Mg/lt

-

0.5

0.2

26 Toxaphene

Mg/lt

-

0.005

27 BHC

Mg/lt

-

0.21

Mikrobiologik

1 Koliform tinja

Jml/100ml 0

2000

2 Total koliform

Jml/100ml 3

10000

Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu

Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan

Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan

Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan, industri dan PLTA.

Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari

berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air. Untuk mengetahui

kualitas air tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan

bakteriologi air, meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman. Pemeriksaan MPN dilakukan

untuk pemeriksaan kualitas air minum, air bersih, air badan, air pemandian umum, air kolam renang

dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM.

Parameter

Satuan

Kadar maksimum yang

diperbolehkan

Keterangan

1

2

3

4

Air Minum

E. coli

atau

Fecal

coli

Jumlah per 100

ml sampel

0

(9)

Total Bakteri

Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut :

1. Air laut

Mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan

keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.

2. Air Atmosfer

Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai

turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif

terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat

terjadinya korosi atau karatan. Juga air ini mempunyai sifat lunak, sehingga akan boros terhadap

pemakaian sabun.

3. Air Permukaan

Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat

pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran

industri dan lainnya. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. Air sungai digunakan

sebagai air minum, seharusnya melalui pengolahan yang sempurna, mengingat bahwa air sungai ini

pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. Debit yang tersedia untuk memenuhi

kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. Air rawa kebanyakan berwarna

disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk, yang menyebabkan warna kuning

coklat, sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah.

4. Air tanah

Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan

hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono,1993 :1).

5. Mata air

Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh

oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam.

Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku, unit

pengolahan, unit produksi, unit transmisi, unit distribusi dan unit konsumsi, yaitu (1)Unit sumber air

(10)

baku yang bisa diambil dari air tanah, air permukaan, air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang

diperlukan. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air

bersih atau minum, dengan pengolahan fisika, kimia, dan bakteriologi, kualitas air baku yang semula

belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi

manusia. (3). Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan

jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir

dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. (4). Unit produksi merupakan unit bangunan yang

mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih.

Kesimpulan :

Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa. Dimana setiap hari

kita membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Penggunaan air

yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. Sebagia

besar tubuh manusia terdiri atas air, yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh

manusia. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia,

maka perlu diketahui persyaratan air bersih. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik, kimia dan

biologis. Kualitas fisik ditinjau bau, rasa, dan warna. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan

tentang kesadahan, pH, kandungan ion dan sebagainya. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme

penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. Selain dari segi kualitas, jumlah air

juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. Air digunakan manusia untuk

mandi, minum, mencuci, pertanan, perikanan dan lain sebagainya. Masing-masing kegiatan tersebut

memerlukan jumlah air yang beragam. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi

air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang, sehingga kebutukhan air minum yang

memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan

(11)

STANDAR KUALITAS AIR MINUM MYANMAR

Abstrak

Myanmar adalah salah satu negara paling maju di dunia , dan sangat sedikit informasi yang tersedia

mengenai kualitas air bangsa . Laporan ini memberikan gambaran dari situasi saat ini di negara itu ,

menyajikan hasil berbagai penilaian - kualitas air di daerah perkotaan Myanmar . Sungai , waduk ,

danau , dan sumber air juga diteliti dan ditemukan dengan kualitas yang umumnya baik . Kedua As dan

hadir dalam konsentrasi yang relatif tinggi dan harus dikeluarkan sebelum sumur dalam yang digunakan

. Jumlah piring heterotrofik dalam air minum yang tertinggi dalam pot publik , diikuti dengan air keran

nonpiped , pipa air keran , dan air kemasan . Langkah-langkah harus diambil untuk meningkatkan

kualitas air rendah dalam pot dan air keran nonpiped .

1. Pengantar

Akses terhadap air bersih adalah masalah yang signifikan di negara-negara berkembang. Menurut

laporan WHO , sekitar 780 juta orang di dunia tidak memiliki akses ke sumber pasokan air yang

memadai [ 1 ] . Selain itu , 2,5 miliar orang tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang sesuai .

Selanjutnya , sekitar 2 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit diare . Oleh karena itu ,

akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan penting di negara berkembang , di mana infrastruktur

tidak selalu tersedia dan sering perlu diperluas . Karena ketidaksesuaian perencanaan kota dan daerah

perumahan yang sebenarnya , beberapa daerah harus bergantung pada pasokan air swasta tidak

memadai . Ini adalah masalah yang berbeda di daerah kumuh dan daerah pinggir kota .

Myanmar adalah negara berkembang di Asia Tenggara . Bahkan di antara negara-negara berkembang ,

Myanmar jatuh ke dalam kategori negara-negara berkembang dengan kriteria PBB [ 2 ] . Infrastruktur

air perlu dikembangkan untuk pembangunan ekonomi lebih lanjut negara . Namun, sangat sedikit data

kualitas air yang tersedia saat ini . Untuk yang terbaik dari pengetahuan kita , hanya survei kualitas air

yang telah dilakukan [ 3 ] . Penelitian tersebut melaporkan kualitas air di Danau Inle di bagian timur

laut negara . Beberapa data - kualitas air untuk bendungan yang disediakan pada halaman web

Lingkungan Hidup Kemitraan Air di Asia [ 4 ] tetapi hanya untuk parameter kualitas yang terbatas .

Untuk pengetahuan kita, tidak ada informasi lain telah dilaporkan , dan situasi - kualitas air dan sanitasi

saat ini di Myanmar karena tetap tidak jelas . Kami mengunjungi negara itu untuk melakukan survei

-kualitas air dan menilai situasi saat ini sehubungan dengan infrastruktur air. Survei ini dilakukan di dua

wilayah perkotaan , Yangon dan Nay Pyi Taw , ibukota mantan dan saat ini , masing-masing. Artikel ini

mengungkapkan situasi - kualitas air dan sanitasi di Myanmar untuk pertama kalinya .

(12)

2.1. Study Area

Kami disurvei dua daerah perkotaan , Nay Pyi Taw dan Yangon . Kota Nay Pyi Taw menjadi ibukota pada

tahun 2008, kota Yangon adalah ibukota sebelumnya. Sebuah survei dari sumber air minum dan

kualitas dilakukan . Rincian lokasi perairan sumber ditunjukkan pada Gambar 1 . Di Nay Pyi Taw , air

sumber dari sumur yang dalam dan dua bendungan diperiksa . Di daerah Yangon , perairan lingkungan

di danau dan sungai diperiksa .

Minum air dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk pot publik , keran nonpiped , keran pipa , dan

air minum kemasan , seperti ditunjukkan pada Tabel 1 . Tiga botol air ( 500 ml ) dari perusahaan yang

berbeda diperoleh secara komersial . Pipa air keran dikumpulkan dari tiga keran di Yangon dan Nay Pyi

Taw . Air keran Nonpiped dikumpulkan pada sebuah pagoda dan pada bangunan lain ( gedung D ) . Di

Myanmar , pagoda adalah tempat pertemuan bagi umat Buddha , dan air minum pelengkap disediakan .

Keran air di pagoda diberikan oleh sumber pasokan nonpiped . Hal itu dirawat oleh pointof

-penggunaan ( POU ) fasilitas dan kemudian disimpan . Gedung D terletak di luar kota Yangon di daerah

yang tidak dilayani oleh Komite Pembangunan Kota Yangon ( YCDC ) layanan air keran . The sistem

pasokan air ke bangunan itu pribadi dioperasikan oleh fasilitas POU yang menggunakan kombinasi

reverse osmosis ( RO ) membran pengobatan dan ( UV ) sistem disinfeksi ultraviolet .

Air minum juga dikumpulkan dari pot umum yang berada di pinggir jalan ( Gambar 2 ) . Di daerah

Yangon , pot diisi dengan air , tertutup , dan ditempatkan di sepanjang pinggir jalan untuk keperluan

minum publik . Kami mengumpulkan sampel dari berbagai panci dan memeriksa kualitas air , dengan

fokus pada analisis bakteri .

2.2. Diukur Parameter

2.2.1. Bakteri

Jumlah E. coli dan bakteri coliform jumlah dan jumlah piring heterotrofik ( HPC ) ditentukan dengan

menggunakan kit komersial ( Petrifilm , 3M , USA) di setiap situs . E. coli dan bakteri coliform total yang

diinkubasi pada suhu 37 ° C selama 24 jam , dan HPC diinkubasi pada suhu 37 ° C selama 48 jam .

Validitas kit ini telah dikonfirmasi [ 5 , 6 ] , dan itu menunjukkan korelasi tinggi untuk E. coli dan

coliform jumlah . Korelasi yang tinggi juga dilaporkan untuk HPC , meskipun perbedaan kecil bisa timbul

dengan kondisi inkubasi yang berbeda [ 7 ] .

2.2.2. Parameter kimia

Terlarut karbon organik ( DOC ) , nitrogen total terlarut ( DTN ) , dan anion diukur dengan TOC analyzer

( TOC L , Shimadzu ) . Konsentrasi anion ( , , , , , , dan ) ditentukan dengan kromatografi ion ( IC

-861 , Metrohm ) setelah penyaringan melalui 0,45 m politetrafluoroetilena ( PTFE ) membran .

(13)

Logam terlarut dianalisis dengan ICP - MS ( 7500 Series , Agilent ) setelah penyaringan melalui

membran PTFE 0,45 pM .

3. Hasil dan Diskusi

3.1 Sumber Kualitas Air di Nay Pyi Taw

Parameter kualitas air di dua bendungan dan sumur yang dalam di Nay Pyi Taw diperiksa dan

dibandingkan . Ringkasan hasil , ditunjukkan dalam Gambar 3 , menunjukkan kualitas air umumnya baik

. Tidak ada E. coli terdeteksi pada 1 sampel mL di semua lokasi , menunjukkan kualitas air bakteri baik .

Jumlah tingkat coliform adalah 14 dan 3 CFU / mL pada dua bendungan . Nilai-nilai yang dekat dengan

10 CFU / mL , yang merupakan " kelas A " standar lingkungan Jepang untuk air danau [ 8 ] . DOC

adalah 3,5 mg / L pada Dam 1 dan 3,0 mg / L pada Dam 2 , dan itu 0,8 mg / L dalam sumur . Nilai DOC

pada dua bendungan yang dapat diterima untuk sumber air , mengingat 3 mg / L dari TOC dalam air

jadi telah diadopsi sebagai standar air minum di Jepang [ 9 ] . sebuah studi sebelumnya telah dilaporkan

sekitar 30-50 mg C / L dari TOC di Danau Inle [ 3 ] . Dibandingkan dengan hasil untuk Danau Inle ,

kedua bendungan memiliki kualitas air yang lebih baik .

Dua pengamatan penting dilakukan berkaitan dengan kualitas air sumur dalam. Tingkat ion fluoride

adalah 1 mg / L , yang dekat dengan 1,5 mg / L nilai pedoman WHO [ 10 ] . As tingkat adalah 7,9 mg /

L , yang juga dekat dengan nilai pedoman WHO dari 10 mg / L. Oleh karena itu , pengolahan air yang

memadai harus disediakan sebelum juga dapat digunakan sebagai sumber air minum . Secara

keseluruhan , kualitas air di dua bendungan dan sumur dalam bisa dianggap adil, dan air dapat

digunakan untuk minum dengan pengobatan yang tepat .

3.2. Kualitas Air lingkungan di Yangon

Kualitas air lingkungan juga disurvei di wilayah Yangon . Hasil parameter bakteri ditunjukkan pada Tabel

2 . Standar Jepang untuk kadar total coliform dalam air sungai 0,5 CFU / mL untuk kelas AA , 10 CFU /

mL untuk kelas A , dan 50 CFU / mL untuk kelas B [ 8 ] . Perairan sungai di Yangon ditemukan untuk

menjadi dekat dengan standar kelas B , menunjukkan bahwa mereka dapat digunakan untuk minum

setelah pengolahan lanjutan. Di antara titik sampling di Sungai Yangon , R2 terletak di tepi sungai

sebelah kiri , sedangkan R3 dan R4 yang terletak di tengah sungai . Nilai total coliform tertinggi pada R2

di tepi sungai sebelah kiri , yang paling dekat dengan kegiatan perkotaan . Ada juga cairan yang keluar

dari sebuah pabrik pengolahan air limbah di tepi sungai sebelah kiri , yang akan memberikan kontribusi

terhadap jumlah besar dari total coliform tercatat sebesar R2 .

L1 dan L2 adalah danau rekreasi di wilayah Yangon . Di L1 , E. coli tidak terdeteksi pada 1 sampel mL ,

sedangkan tingkat 2 adalah CFU / mL pada L2 . Jumlah coliform juga tinggi , dengan 110 CFU / mL pada

L2 . Sebuah laporan sebelumnya menunjukkan kadar total coliform dari 18-137 CFU / mL di Danau Inle

(14)

Bahan kimia Parameter - kualitas air diringkas dalam Gambar 4 . Dalam sampel air sungai , DOC

kurang dari 3 mg C / L , yang memenuhi standar air minum berkualitas Jepang [ 9 ] . Tingkat ion

cenderung meningkat hilir . Tingkat Br ion dan As menunjukkan kecenderungan yang sama, meskipun

penurunan tersebut tidak ditandai . Berbeda dengan pengukuran unsur, DOC , DTN , dan nitrat yang

stabil di sepanjang aliran sungai . Oleh karena itu diasumsikan bahwa sumber-sumber , , dan As

berbeda dengan karbon dan nitrogen .

3.3. Kualitas Air Minum

-Kualitas air minum minum yang disurvei untuk berbagai sumber air di Myanmar termasuk ( i ) pot publik

, ( ii ) pipa pasokan air di Yangon dan Nay Pyi Taw , ( iii ) penyediaan air nonpiped , dan ( iv ) botol air.

Untuk kualitas air bakteri , E. coli tidak terdeteksi pada 1 sampel air mL dari sumber air. Namun, ada

tren yang jelas dalam HPC , seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5 . Air Pot memiliki tingkat HPC

3200 dan 1500 CFU / mL . Dalam air keran nonpiped , tingkat HPC adalah 1700 dan 1170 CFU / mL ,

dan , di perairan keran pipa , HPC adalah 140 , 600 , dan 1200 CFU / mL . Dari tiga botol air diperiksa ,

HPC terdeteksi pada dua botol di 760 dan 12 CFU / mL , tapi HPC tidak terdeteksi dalam sampel air

minum kemasan lainnya . KBT memiliki berbagai kondisi inkubasi [ 11 ] kondisi inkubasi , dan berbeda

menghasilkan nilai yang berbeda . Pemerintah Jepang telah mengadopsi nilai 2000 CFU / mL sebagai

standar kualitas air untuk HPC dengan inkubasi pada 20 ° C selama 7 hari [ 9 ] . Hal ini sama dengan

sekitar 740 CFU / mL dengan inkubasi pada 37 ° C selama 2 hari di Petrifilm , yang kita digunakan

dalam penyelidikan awal kami ( data tidak dipublikasikan ) . Dari hasil ini , kami menyimpulkan bahwa

air dari semua panci , semua keran nonpiped , satu pipa keran , dan satu botol air melebihi nilai yang

dikonversi dari standar air minum berkualitas Jepang dan mungkin tidak cocok untuk minum .

Pipa air yang disurvei di dua bangunan di Nay Pyi Taw dan pada satu bangunan di Yangon . Air pipa

persediaan berisi beberapa residu klorin : 0,01 mg / L di dua keran di Nay Pyi Taw dan 0,03 mg / L pada

keran di Yangon . Pada keran di Yangon , klorin hadir sepenuhnya seperti klorin bebas . Klorin ini sisa

mungkin telah berkontribusi terhadap pemeliharaan kualitas air dalam penyediaan air bersih .

Sangat menarik untuk dicatat distribusi - kualitas air di perairan botol , dengan satu pasokan air minum

kemasan memiliki kualitas air lebih buruk dari dua keran pipa . Ini mungkin hasil dari kualitas air

sumber dan efisiensi pengobatan perusahaan air botol yang berbeda . Parameter kualitas air lainnya

juga dimonitor , termasuk As dan . Semua item yang diukur memenuhi standar air minum berkualitas

Jepang [ 9 ] .

(15)

Kami menyelidiki kinerja fasilitas POU di sebuah bangunan di Yangon , yang terletak di luar daerah pipa

air YCDC . Sumber air adalah air tanah , yang dirawat oleh membran RO diikuti oleh desinfeksi UV .

Rasio menghilangkan bakteri ( HPC ) , karbon dan nitrogen , anion , dan logam ditunjukkan pada

Gambar 6 . Logam berat yang terdaftar telah dihapus dengan efisiensi tinggi . Anion juga dihapus

dengan efisiensi tinggi kecuali nitrat , yang hanya penghapusan 45% tercapai . Karena pengobatan UV

tidak menghapus anion dan logam , unsur-unsur ini telah dihapus oleh membran RO .

Sebaliknya , DOC dan DTN penghapusan sangat rendah : 1 % DOC dan 5% DTN . DOC dan DTN isi air

baku adalah 0,55 mg C / L dan 0,23 mg N / L , masing-masing. Mengingat penghapusan anion dan

logam , membran RO akan bekerja dengan baik . Penjelasan yang mungkin adalah bahwa materi yang

paling organik dan nitrogen dalam air baku memiliki berat molekul yang sangat kecil dan dapat melewati

membran RO . Penyelidikan lebih lanjut dari distribusi berat molekul akan mengkonfirmasi asumsi ini .

Perlu dicatat bahwa rasio penghapusan bakteri negatif . Mengingat penghapusan anion dan logam ,

bakteri bisa dihilangkan dengan pengobatan membran RO . Pengobatan UV juga berkontribusi terhadap

penekanan aktivitas bakteri , tetapi pengobatan UV tidak memiliki efek residual. Oleh karena itu ,

pertumbuhan kembali bakteri dapat terjadi dalam tangki penyimpanan setelah perawatan UV .

Pengobatan UV memiliki potensi tinggi untuk dipasang di fasilitas POU karena kemudahan penanganan

dan pemeliharaan . Mempertahankan kualitas air bakteri setelah perawatan UV merupakan isu penting

di luar daerah pipa pasokan air.

4. Kesimpulan

Penelitian ini meneliti kualitas air di daerah perkotaan Myanmar dan menghasilkan gambaran dari situasi

saat ini . Sungai , waduk , danau , dan baik sampel air yang diperiksa dan ditemukan dengan kualitas

yang umumnya baik . As dan hadir pada konsentrasi yang relatif tinggi dan harus dikeluarkan sebelum

sumur dalam dapat digunakan . Jumlah piring heterotrofik dalam air minum yang tertinggi dalam pot ,

diikuti dengan air keran nonpiped , pipa air keran , dan sampel air kemasan . Langkah-langkah perlu

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun masalah genetik dan fisik bagi orang-orang dengan kelainan kromosom tidak dapat diatasi, pendidikan dan perawatan yang tepat setelah berkomunikasi dengan

9 Daha yüksek oranlarda krom varlığı alaşımın korozyona dayanıklılığını arttırır.. 9 “Stainless steel (Paslanmaz çelik)” denilen bu tür alaşım gün geçtikçe

Se/rang anak laki3laki usia ) tahun dengan kejang' Kejang se1ara ti0a3ti0a seluruh tu0uh kel/j/tan dan mengepalkan tangan serta mata melirik ke atas' Saat kejang mulut

Kemudian manusia berusaha merumuskan dirinya, secara alamiah manusia memiliki hasrat untuk mengetahui ( desire to know ), penyelidik tentang apa saja yang tampak di

Dikarenakan siswa SD (usia 7-11 tahun) yang berada pada tahap operasional-konkret dimana pada tahapan tersebut anak mulai me- nunjukkan perilaku belajar sebagai berikut:

Dengan mengamati (C) interaksi sosial di lingkungan sekitar, Peserta didik dapat Menunjukan (B) minimal 3 kegiatan (D) yang mendukung keragaman sosial budaya masyarakat..

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efisiensi aerasi yang dihasilkan oleh high-blow menggunakan sumber energi surya dan PLN dalam pemeliharaan postlarva

Aplikasi pemeriksaan toksikologi penting untuk mebedakan agen penyebab keracunan yang jelas dan tanda dan gejala pada saat pasien keracunan juga merupakan kunci untuk