IDEAL DAN SIFAT-SIFATNYA
Dalam grup kita mengenal subgrub normal. Dalam ring terdapat subring-subring tertentu yang mempunyai peranan mirip dengan subgrup normal. Subring yang peranannya mirip subgroup normal disebut ideal, yakni subring dari suatu ring yang memilki sifat-sifat khusus.
Definisi 1.1
Misalkan R adalah suatu ring dan dengan I≠∅, I disebut Ideal kanan dari R jika dan hanya jika: 1. ∀ x,y ∈ I berlaku (x – y) ∈ I
2. (∀ x ∈ R) (∀ x ∈ I) berlaku rx ∈I
Misalkan R adalah suatu ring dan I ∁ R dengan I≠∅, I disebut Ideal dua sisi (ideal kiri sekaligus ideal kanan), disebut juga Ideal dari R jika dan hanya jika
1. ∀ x,y ∈ I berlaku (x – y) ∈ I
2. ∀ x ∈ R) (∀ x ∈ I) berlaku rx, xr ∈ I
Ideal I disebut ideal trivial jika I = {0}dan disebut ideal sejati jika I ≠ R. Ideal I dinamakan ideal tak sejati jika I = R. Ring yang tidak mempunyai ideal sejati disebut ring sederhana (simple ring). Apabila R adalah ring komutatif maka ideal kanan juga merupakan ideal kiri.
Catatan:
1. Ideal pasti merupakan subring dan tidak sebaliknya.
2. Syarat ke-2, (∀ r ∈ R)(∀x ∈ I) berlaku rx,xr ∈ I berarti bahwa rx≠ xr. Selanjutnya Download saja ya jangan lupa tuk tinggalkan Komen tentang Blog in
.Himpunan
Contoh 1
Misalkan suatu himpunan yang tak kosong Z+ adalah himpunan bilangan
bulat positif, didefinisikan x * y = |x – y| bila x y dan x * x = x untuk setiap x,y Z+. Tunjukan apakah operasi binernya tertutup, komutatif
Contoh 2
Jika A, B R didefinisikan A = { x | 1 x 4} = { 1, 2, 3, 4} dan B = { x | 2 x 3} = {2, 3}. Tunjukan bahwa A x B B x A ! Penyelesaian :
Relasi terhadap A x B = {(1,2), (1,3), (2,2), (2,3), (3,2), (3,3), (4,2), (4,3)}
Relasi terhadap B x A = {(2,1), (2,2), (2,3), (2,4), (3,1), (3,2), (3,3), (3,4)}
2.semigrup dan monoid
Contoh 1
Misalkan himpunan bilangan asli N, didefinisikan operasi biner: a * b = a + b + ab
Tunjukan bahwa (N, *) adalah suatu semigrup. Penyelesaian:
1. Tertutup
Ambil sebarang a, b * N, karena a, b* N, dan ab* N maka a * b = a + b + ab * N.
Jadi, N tertutup terhadap operasi biner *. 2. Assosiatif
Ambil sebarang a, b, c * N, maka
(a * b) * c = (a + b + ab) * c = (a + b + ab) + c + (a + b + ab) c = a + b + ab + c + ac + bc + abc
a * (b * c) = a * (b + c + bc) = a + (b + c + bc) + a (b + c + bc) = a + b + c + bc + ab + ac + abc Maka untuk setiap a, b, c * N berlaku
(a * b) * c = a * (b * c).
Jadi, (N, *) merupakan suatu semigrup.
Jika operasi biner pada semigrup (S, *) tersebut bersifat komutatif, maka semigrup (S, *) disebut juga semigrup abel.
Contoh 2
Misalkan G = {-1, 1} adalah suatu himpunan. Apakah G merupakan suatu grup terhadap penjumlahan (G, +). Penyelesaian:
Daftar Cayley G = {-1, 1} terhadap (G, +) sebagai berikut
+ -1 1
1 0 2
Berdasarkan daftar Cayley dari tabel di atas, operasi penjumlahan himpunan G = {-1, 1} menghasilkan {-2, 0, 2}. Dikarenakan {-2, 0, 2} adalah bukan merupakan anggota dari himpunan G = {-1, 1}, maka G = {-1, 1} tidak tertutup terhadap operasi penjumlahan.
Jadi, (G, +) bukan suatu grup.
3.Dasar2 grup
Contoh 1
tunjukan bahwa H = {0, 2, 4} adalah merupakan
Subgrup dari G = {0, 1, 2, 3, 4, 5} terhadap penjumlahan (G, +). Penyelesaian :
H = {0, 2, 4} merupakan himpunan bagian dari G = {0, 1, 2, 3, 4, 5}, sehingga H G.
Dari tabel 3.3. akan ditunjukan H = {0, 2, 4} memenuhi syarat-syarat suatu Grup :
a.
TertutupAmbil sebarang nilai dari H misalkan 0, 2, 4 H
0 + 0 = 0 0 + 2 = 2 0 + 4 = 4 2 + 2 = 4 2 + 4 = 0 4 + 4 = 2
karena hasilnya 0, 2, 4 H, maka tertutup terhadap H
b
. AssosiatifAmbil sebarang nilai dari H
misalkan a = 2, b = 2 dan c = 4 H (a + b) + c = (2 + 2) + 4 = 4 + 4 = 2 a + (b + c) = 2 + (2 + 4) = 2 + 0 = 2 Sehingga :
(a + b) + c = a + (b + c) = 2 maka H assosiatif
c
. Adanya unsur satuan atau identitas (e = 0, terhadap penjumlahan) Ambil sebarang nilai dari Gmisalkan 2 G 2 + e = e + 2 = 2 misalkan 4 G 4 + e = e + 4 = 4
maka G ada unsur satuan atau identitas
d
. Adanya unsur balikan atau inversAmbil sebarang nilai dari G, misalkan 0 G, pilih 0 G, sehingga 0 + 0 = 0 = e, maka (0)-1 = 0
Ambil sebarang nilai dari G, misalkan 2 G, pilih 4 G, sehingga 2 + 4 = 0 = e, maka (2)-1 = 4
Ambil sebarang nilai dari G, misalkan 4 G, pilih 2 G, sehingga 4 + 2 = 0 = e, maka (4)-1 = 2
maka G ada unsur balikan atau invers
e
. Adanya unsur satuan atau identitas Ambil sebarang nilai dari Hmisalkan 4 H 4 + e = 4 + 0 = 4 e + 4 = 0 + 4 = 4 Sehingga :
4 + e = e + 4 = 4
maka H ada unsur satuan atau identitas
f
. Adanya unsur balikan atau inversAmbil sebarang nilai dari H, misalkan 4 H 4 + (-4) = 4 – 4 = 0 = e
(-4) + 4 = -4 + 4 = 0 = e Sehingga :
4 + (-4) = (-4) + 4 = 0 = e
maka H ada unsur balikan atau invers
Jadi, H = {0, 2, 4} memenuhi syarat-syarat suatu Grup, sehingga (H, +) merupakan Subgrup dari (G, +).
Contoh 2
tunjukan bahwa H = {1, 2, 3} adalah bukan merupakan
Subgrup dari G = {0, 1, 2, 3, 4, 5} terhadap penjumlahan (G, +).
Penyelesaian :
H = {1, 2, 3} merupakan himpunan bagian dari G = {0, 1, 2, 3, 4, 5}, sehingga H G.
Akan ditunjukan H = {1, 2, 3} memenuhi syarat-syarat suatu Grup : Ambil sebarang nilai dari H
misalkan 2, 3 H didapat : 2 + 3 = 5
4.Grup siklik
Contoh 1
Grup (Z,+) merupakan Grup Siklik tak hingga yang dibangun oleh 1.
Penyelesaian :
[1] = {…, -2.1, -1.1, 0.1, 1.1, 2.1, …} = {…, -2, -1, 0, 1, 2, …}
Jadi, 1 merupakan genertor yang membentuk Grup Siklik tak hingga.
Contoh 2
Misalkan G = {-1, 1} adalah suatu Grup terhadap operasi perkalian (G, .). Tentukan Grup Siklik dari Grup tersebut.
Penyelesaian :
generator -1 adalah membangun suatu Grup Siklik, sehingga : [-1] = {-1, 1}
generator 1 adalah membangun Subgrup Siklik, sehingga : [1] = {1}.
5.Grup faktor
Contoh 1
Misalkan (G,+) = Z4 adalah suatu Grup dan H = {0,2} adalah merupakan
Subgrup dari G. Tentukan koset kiri dan koset kanan dari H dalam G. Penyelesaian :
Maka koset kiri = koset kanan
Misalkan 3Z adalah merupakan Subgrup dari Z. Tentukan koset kiri dan koset kanan dari 3Z dalam Z.
Penyelesaian :
Kita akan selidiki koset kiri dan koset kanan terhadap operasi penjumlahan dan operasi perkalian.
Diketahui :
Z = { …, -2, -1, 0, 1, 2, …} 3Z = {…., -6, -3, 0, 3, 6, …}
a. Terhadap operasi penjumlahan
Koset kiri :
-2 + 3Z = {…., -8, -5, -2, 1, 4, …} -1 + 3Z = {…., -7, -4, -1, 2, 5, …} 0 + 3Z = {…., -6, -3, 0, 3, 6, …} 1 + 3Z = {…., -5, -2, 1, 4, 7, …} 2 + 3Z = {…., -4, -1, 2, 5, 8, …}
Koset kanan:
3Z + (-2) = {…., -8, -5, -2, 1, 4, …} 3Z + (-1) = {…., -7, -4, -1, 2, 5, …} 3Z + 0 = {…., -6, -3, 0, 3, 6, …} 3Z + 1 = {…., -5, -2, 1, 4, 7, …} 3Z + 2 = {…., -4, -1, 2, 5, 8, …} Koset kiri = Koset kanan
b. Terhadap operasi perkalian
Koset kiri :
-2 . 3Z = {…., 12, 6, 0, -6, -12, …} -1 . 3Z = {…., 6, 3, 0, -3, -6, …} 0 . 3Z = {0}
1 . 3Z = {…., -6, -3, 0, 3, 6, …} 2 . 3Z = {…., -12, -6, 0, 6, 12, …}
Koset kanan:
3Z . (-2) = {…., 12, 6, 0, -6, -12, …} 3Z . (-1) = {…., 6, 3, 0, -3, -6, …} 3Z . 0 = {0}
3Z . 1 = {…., -6, -3, 0, 3, 6, …} 3Z . 2 = {…., -12, -6, 0, 6, 12, …}
Koset kiri = Koset kanan
6.RING
Contoh 1
Untuk membuktikan bahwa Zn merupakan ring dilakukan dengan cara menemukan suatu fungsi yang menyatakan relasi antara Zn dengan ring Z. Bila fungsi yang didapat tersebut mengawetkan operasi maka peta dari fungsi mermpunyai sifat-sifat yang sama dengan daerah asal (domain) dari fungsi.
Misalkan f : Z → Zn dengan f (x) = r dan r merupakan sisa pembagian bila x di bagi n. Dalam contoh sudah dibuktikan bahwa f mengawetkan operasi +. Bila diambil sebarang x, y dalam Z maka:
Dengan mengingat definisi perkalian dalam Zn maka , r1 r2 = r dan berarti f(xy) = f(x) f(y) Karena f mengawetkan operasi penjumlahan dan penggandaan maka berakibat Zn ring
Contoh 2
.Didefinisikan Q(√2 ) = { a + b √2 │a, b dalam Q }. Buktikan bahwa Q(√2 ) merupakan ring bagian dari R
Jawab:
Bila didefinisikan Q(√2 ) = { a + b √2 │a, b dalam Q } maka akan dibuktikan bahwa Q(√2 ) merupakan ring bagian dari R.
Karena Q himpunan yang tidak kosong maka jelas bahwa Q(√2 ) juga himpunan yang tidak kosong.
Terhadap operasi pergandaan bersifat
( a + b √2 ) ( c + d √2 ) = ( ac + 2bd ) + ( ad + bc ) √2 dan terhadap operasi pengurangan bersifat
( a + b ) √2 – ( c + d ) √2 = ( a – c ) + ( b – d ) √2
Karena ac + 2bd, ad + bc, a – c dan a – d tetap dalam Q maka hasil pergandaan dan hasi pengurangannya tetap dalam Q (√2 ).
Oleh karena itu Q (√2 ) merupakan ring bagian dari R.
Perlu dicatat bahwa Q (√2 ) similar dengan himpunan bilangan kompleks C = { a + b i │a, b dalam R }
Karena bentuk a + b i analog dengan bentuk a + b√2 dan dalam hal ini ring Q ( √2 ) mengandung Q, seperti juga C mengandung R.
7.subring
Contoh 1
3. a . b S
Misalkan 0, 2 S 2 . 0 = 0
2 . 2 = 0 0 . 2 = 0
Sehingga 0 S
Syarat (1), (2), dan (3) terpenuhi maka S adalah Subring dari Z4.
Contoh 2
Diketahui R ring komutatif dan himpunan bagian X ⊆ R . Didefinisikan I X = { I ideal di R I X ⊆I } = dan (X)= ∩ Jika A,B ⊆ R , maka (A) ∩(B) merupakan
I∈IX.
ideal pada (A) . Bukti.
Karena (A),(B) ideal-ideal di R, maka (A) ∩ (B) juga merupakan ideal di R. Karena
berlaku hubungan (A)∩ (B) ⊆ (A) , maka untuk setiap x ∈(A)∩(B) dan r ∈(A)selalu
berlaku rx =xr∈(A) ∩(B) . Jadi, terbukti bahwa (A) ∩(B) merupakan ideal pada A .
8.ring faktor & homomorfisma
Contoh 1
Bila K = {0, 2, 4} adalah suatu Ideal yang dibangun oleh 2 dalam Z6.
Tunjukan Z6/K adalah merupakan Ring Faktor.
Penyelesaian :
Ada dua koset / Ideal dari Ring Z6, yaitu :
K = {0, 2, 4} K + 1 = {1, 3, 5}
Sehingga Z6/K = {K, K + 1}
Tabel 8.1.
Daftar Cayley (Z6/K = Z6/{0, 2, 4}, +) dan (Z6/K = Z6/{0, 2, 4}, .)
Tabel 8.1. menunjukan penjumlah dan perkalian unsur-unsur dari Z6/K.
Selanjutnya dari tabel, kita akan membuktikan bahw Z6/K dengan
syaratsyarat
. k K+1
k k k
suatu Ring merupakan Ring Faktor dari Z6/K. Adapun syaratsyaratnya
sebagai berikut :
1. Tertutup terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
K, K + 1 Z6/K
berlaku K + (K + 1) = K + (0 + 1) = K + 1 Sehingga K + 1 Z6/K
2. Assosiatif terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
K, K + 1 Z6/K
3. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
K + 1 Z6/K
(K + 0) + (K + 1) = K + (0 + 1) = K + 1 (K + 1) + (K + 0) = K + (1 + 0) = K + 1
Sehingga (K + 0) + (K + 1) = (K + 1) + (K + 0) = K + 1
4. Adanya unsur balikan atau invers terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
K + 1 Z6/K
(K + 1) + (K + (-1)) = K + (1 + (-1)) = K + 0 = K (K + (-1)) + (K + 1) = K + ((-1) + 1) = K + 0 = K
Sehingga (K + 1) + (K + (-1)) = (K + (-1)) + (K + 1) = K + 0 = K
5. Komutatif terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
K, K + 1 Z6/K
K + (K + 1) = (K + 1) + K K + (0 + 1) = K + (1 + 0) K + 1 = K + 1
Sehingga K + (K + 1) = (K + 1) + K = K + 1
6. Tertutup terhadap perkalian (.) di Z6/K
K, K + 1 Z6/K
berlaku K . (K + 1) = K + (0 . 1) = K + 0 = K Sehingga K Z6/K
7. Assosiatif terhadap perkalian (.) di Z6/K
K, K + 1 Z6/K
K Z6/K
(K + 1) . K = K + (1 . 0) = K + 0 = K K . (K + 1) = K + (0 . 1) = K + 0 = K
Sehingga (K + 1) + K = K + (K + 1) = K + 0 = K
9. Distributif perkalian (.) terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
K, K + 1 Z6/K
Misalkan a = K , b = K + 1 dan c = K + 1 a. (b + c) = (a . b) + (a . c)
K . [(K + 1) + (K + 1)] = [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)] K . [K + (1 + 1)] = [K + (0 . 1)] + [K + (0 . 1)]
K + [0 . (1 + 1)] = K + [(0 . 1) + (0 . 1)] K + (0 . 0) = K + (0 + 0)
K = K
Sehingga K . [(K + 1) + (K + 1)] = [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)] = K Jadi, Z6/K = {K, K + 1} adalah merupakan suatu Ring Faktor
Contoh 2
Tunjukan apakah f : Z R dengan f(a) = a adalah suatu Homomorfisma Ring.
Penyelesaian :
Akan kita buktikan bahwa a, b R berlaku : 1. f(a + b) = f(a) + f(b)
2. f(a . b) = f(a) . f(b) Sehingga :
1. f(a + b) = f(a) + f(b), a, b R (a + b) = (a) + (b)
a + a = a + b
2. f(a . b) = f(a) . f(b), a, b R (a . b) = (a) . (b)
a . b = a . b
Dikarenakan untuk f(a + b) = f(a) + f(b) dan f(a . b) = f(a) . f(b) maka f : Z R untuk f(a) = a adalah merupakan suatu Homomorfisma
Ring.
9.ring polinom
Contoh 1
Tentukan hasil bagi dari polinom-polinom berikut terhadap Z3[x], dimana
p(x) = 2x2 + 2 dan q(x) = 2x + 2, p(x) adalah polinom yang dibagi dan
g(x) polinom pembagi.
Daftar Kajian Materi
Ideal Maksimal
Ideal Prima
========================= ========================= ========================= =========================
==
Halaman Sebelumnya
[ ]
Kembali ke Halaman
utama [Daftar
Isi]
Halaman Selanjutny
a [Ideal Prima]
Kemampuan akhir yang diharapkan setelah mempelajari materi ini adalah:
Mahasiswa dapat menjelaskan kembali konsep-konsep yang berhubungan dengan ideal
maksimal dan prima
Mahasiswa dapat menganalisis keterkaitan antara konsep dalam ideal maksimal dan prima
Mahasiswa dapat menggunakan sifat yang berlaku dalam membuktikan pernyataan matematis yang berhubungan
dengan ideal maksimal dan prima
jika
I={0}
I={0} dan sebaliknya, dikatakan ideal sejati nontrivial jikaI≠R
I≠R danI≠{0}
I≠{0}. Secara umum, sebarang ringR
R memiliki minimal dua buah ideal yaitu ideal tidak sejati(I=R)
(I=R) dan ideal trivial(I={0})
(I={0}). Suatu ring yang hanya tepat memiliki dua buah ideal adalah sebuah field proper lainnya (disebut ideal maksimal) dan ada ideal yang bersifat bahwa setiap perkalian yang menghasilkan suatu elemen dalam ideal maka salah satu faktornya pasti merupakan elemen dalam ideal tersebut (disebut ideal prima). Sifat menarik lainnya mengenai ideal jika dikaitkan dengan ring faktornya adalah, ada ring faktor yang dibentuk oleh integral domain dan idealnya tetapi menghasilkan ring faktor yang bukan integral domain, sebaliknya juga ada yang menghasilkan ring faktor yang merupakan integral domain. Sebagai contoh jika kita ambil ringZ
Z dan idealnya⟨4⟩
⟨4⟩ dan⟨5⟩
⟨5⟩maka ring faktorR/⟨4⟩≃Z
4R/⟨4⟩≃Z4 yang bukan merupakan sebuah integral domain. Sedangkan ring faktorR/⟨5⟩≃Z
5R/⟨5⟩≃Z5merupakan suatu integral domain. Bagaimana bentuk ring faktor yang dibentuk kedua ideal tersebut dan bagaimana kaitan antara kedua ideal tersebut, semuanya dibahas dalam bagian ini.Teorema 1
Jika
R
R sebuah ring dengan unity, danI
I adalah ideal padaBukti: Untuk menunjukkan bahwa
I=R
I=R maka harus ditunjukkan bahwa kedua himpunan tersebut saling subset. KarenaI
I adalah ideal dariR
R maka jelas bahwaI⊆R
I⊆R. Selanjutnya akan ditunjukkan bahwaR⊆I
R⊆I.Ambil sebarang
r∈R
r∈R. Ingat bahwaI
I memuat suatu unit, misalkanu
u adalah unit yang termuat dalamI
I maka adau
−1∈R
u−1∈R sedemikianhingga
uu
−1=1=u
−1u
uu−1=1=u−1u.Karena
I
I ideal maka untukdiambil
r=u
−1r=u−1 makau
−1u=1,uu
−1=1∈I
u−1u=1,uu−1=1∈I, jadi1∈I
1∈I. Sehingga, untuk setiapr∈R
r∈R dan1∈I
1∈I berlakur1=r,1r=r∈I
r1=r,1r=r∈I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwaR⊆I
R⊆I.Karena
I⊆R
I⊆R danR⊆I
R⊆I makaI=R
I=R.■
◼Berdasarkan Teorema 1, jika
R
R adalah sebuah field maka jelas bahwa sebarangI
I yaitu ideal dariR
R kecualiI={0}
I={0} akan memuat suatu unit dan berakibatR=I
R=I. Dengan demikian jikaR
R field, makaR
R hanya memiliki dua buah ideal yaituI={0}
I={0} danI=R
I=R.Akibat 1
Sebuah field tidak memiliki ideal proper nontrivial
IDEAL MAKSIMAL
Definisi 1
Sebuah ideal
M
M pada ringR
R disebut ideal maksimalmemuat
M
M.Contoh 1
Tentukan semua ideal maksimal dari
Z
12Z12Diagram ideal dari
Z
12Z12Gambar di atas merupakan gambar diagram dari ideal-ideal dari
Z
12Z12. Jika kita perhatikan, ideal proper dariZ
12Z12adalah⟨0⟩
⟨0⟩,⟨6⟩
⟨6⟩,⟨4⟩
⟨4⟩,⟨3⟩
⟨3⟩ dan⟨2⟩
⟨2⟩. Ideal⟨0⟩
⟨0⟩,⟨6⟩
⟨6⟩, dan⟨4⟩
⟨4⟩ jelas bukan ideal maksimal dariZ
12Z12 karena ideal-ideal tersebut termuat dalam⟨2⟩
⟨2⟩. Sehingga, dapat kita pastikan bahwa ideal maksimal dariZ
12Z12 adalah⟨3⟩
⟨3⟩ dan⟨2⟩
⟨2⟩.⧫
⧫Contoh 2
Tunjukkan bahwa untuk sebarang bilangan prima
p
p,Jawab: Untuk menunjukkan bahwa
pZ
pZ adalah ideal maksimal dariZ
Z, kita akan gunakan pembuktian dengan kontradiksi. Andaikan bahwapZ
pZ bukan ideal maksimal dariZ
Z. Oleh karenanya, adaI
I ideal proper lainnya dariZ
Zsedemikian hinggaI⊃pZ
I⊃pZ. Selanjutnya, ambilx∈I−pZ
x∈I−pZ. Karenap
p primamaka
p
p tidak membagix
x,demikian, akan ada bilangan bulat
a
a danb
b sedemikian hinggaax+bp=1(1)
(1)ax+bp=1Karena
x,p∈I
x,p∈I maka hasil operasi persamaan(1)
(1) bagian kiri termuat diI
I. Ini berarti bahwa1∈I
1∈I, sehingga berdasarkan Teorema 1 di atas,I=R
I=R. Ini kontradiksi dengan asumsi awal bahwaI
I merupakan ideal proper dariR
R. Dengan demikian, pengandaian salah. Jadi kesimpulannya,pZ
pZ adalah ideal maksimal dariZ
Z.⧫
⧫Berdasarkan Contoh 2,
pZ
pZ adalah ideal maksimal dariZ
Z. Menurut teorema dasar homomorfisma,Z/pZ
Z/pZisomorfis denganZ
pZp. KarenaZ
pZp adalah field maka demikian juga denganZ/pZ
Z/pZ. Ilustrasi ini, membawa kita pada teorema berikut.Teorema 2
Misalkan
R
R ring komutatif dengan unity. MakaM
M adalah ideal maksimal pada jikaR/M
R/M merupakan suatu field.Bukti: Teorema ini akan dibuktikan dua arah: pertama akan ditunjukkan bahwa jika
R
R ringkomutatif dengan unity dan
M
M adalah idealmaksimal pada
R
R makaR/M
R/M merupakansuatu field.
Misalkan
M
M adalah ideal maksimal, makaR/M
R/M adalah ring faktor komutatif (A1-A9) (Teorema 1 dan Akibat 1 pada bagian ring faktor). KarenaR
R ring dengan unity, makaada
1+M∈R/M
1+M∈R/M dengan1∈R
1∈R sedemikian hingga untuk
sebarang
r+M∈R/M
r+M∈R/M berlakuJadi,
1+M
1+M adalah unityR/M
R/M (A10). Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa setiap elemenselain identitas penjumlahan
pada
R/M
R/M merupakan unit.Misalkan ambil
sebarang
a+M∈R/M
a+M∈R/M sedemikian hinggaa+M≠0+M
a+M≠0+M (iniberarti
a∉M
a∉M). Pandanglah himpunanJ
J,J=M+aR={m+ar|
m∈M,r∈R}
J=M+aR={m+ar|m∈M,r∈R}Jelas bahwa
J
J adalah ideal dariR
R.Liat pembuktian JJ ideal dari RR
Misalkan kita ambil
sebarang
m∈M
m∈M makam
m dapat ditulis denganm=m+a0
m=m+a0, jadim∈J
m∈J.Karena untuk
sebarang
m∈M
m∈M,m∈J
m∈J makaM⊆J
M⊆J. KarenaM
M adalah ideal maksimal, makaJ=M
J=M atauJ=R
J=R. Perhatikan bahwaa=0+a.1
a=0+a.1, ini berarti bahwaa∈J
a∈J. Tetapi, di atas sudah kita katakan bahwaa∉M
a∉M. Jadi,J≠M
J≠M. Hal ini memaksaJ
J harus sama denganR
R, yaituM+aR=R
M+aR=R.Karena
1∈R
1∈R maka1
1 dapatditulis
1=m+ar=ar+m
1=m+ar=ar+m untuk suatum∈M
m∈M danr∈R
r∈R. Ini berarti bahwa1∈ar+M
1∈ar+M atau dapat ditulis1+M=ar+M=(a+M)(r+M)
1+M=ar+M=(a+M)(r+M)
Jadi,
r+M
r+M adalah unit daria+M
a+M. Kesimpulannya, setiap elemen selain identitas penjumlahan padaR/M
R/Mmerupakan unit (A11).Jadi,
R/M
R/M adalah fielddan
R/M
R/M merupakan suatu field makaM
M adalah ideal maksimal padaR
R.Untuk menunjukkan bahwa
M
M adalah ideal maksimal dariR
R, kita akan gunakan pembuktian dengan kontradiksi. Andaikan bahwaM
M bukan ideal maksimal dariR
R maka ada ideal proper lainnya, misalkanJ
Jsedemikian hinggaJ≠R
J≠R danJ⊃M
J⊃M (ini berarti bahwaJ≠M
J≠M). KarenaJ⊃M
J⊃M maka adax∈J−M
x∈J−M (x∈J,x∉M
x∈J,x∉M),sedemikian hingga
x+M≠0+M
x+M≠0+M. KarenaR/M
R/M adalah field maka aday+M∈R/M
y+M∈R/Msedemikian hingga(x+M)(y+M)=1+Mxy+M=1+M
(x+M)(y+M)=1+Mxy+M=1+M
Ini berarti bahwa
xy∈1+M
xy∈1+M, sehinggaxy
xy dapat dinyatakan dalam bentukxy=1+m
1xy=1+m1 atau dapat ditulisxy−1=m
1xy−1=m1 untuksuatu
m
1∈M
m1∈M. Jadi,xy−1∈M
xy−1∈M. KarenaM⊂J
M⊂J, makaxy−1∈J
xy−1∈J. Perhatikan bahwa1=(xy)−(xy−1)
1=(xy)−(xy−1)Diketahui bahwa
xy−1∈J
xy−1∈J dan karenaJ
J ideal makaxy∈J
xy∈J. Dengan demikian,1=(xy)−(xy−1)∈J
1=(xy)−(xy−1)∈J. Karena1∈J
1∈J dan1
1 adalah unit makaJ=R
J=R. Ini kontradiksi dengan asumsi awal bahwaJ
J merupakan ideal proper dariR
R. Dengan demikian, pengandaian salah. Jadi kesimpulannya,M
M adalah ideal maksimal dariR
R.⧫
⧫Berdasarkan Teorema 2, maka dapat diperoleh akibat sebagai berikut
Akibat 1
Contoh 3
Misalkan pada
Z
6Z6 dengan idealnya⟨3⟩={0,3}
⟨3⟩berdasarkan Teorema 2,
Z
6/⟨3⟩
Z6/⟨3⟩ adalah field. Hal ini dapat kita cek menggunakan teorema homomorfisma dasar dimanaZ
6/⟨3⟩
Z6/⟨3⟩ isomorfis denganZ
3Z3.Latihan
1. Tunjukkan bahwa pemetaan
γ:C→M
2(R)
γ:C→M2(R) setiapa+bi∈C
a+bi∈C,γ(a+bi)=⎧⎩⎪⎪⎪a
ring!Cek Jawaban
2. Misalkan ϕ:Z9→Z2ϕ:Z9→Z2 dengan aturan: untuk setiap
Tentukan apakah ϕϕmerupakan homomorfisma ring atau bukan! Jika iya, buktikan, jika tidak, berilah counter examplenya!
Cek Jawaban
Lemma 1
Jika
R
R,S
S, danT
T adalah ring danα:R→S
α:R→S sertafungsi
β∘α:R→T
β∘α:R→T juga merupakan homomorfisma ring.Bukti: Ambil sebarang
x,y∈R
x,y∈R, maka(β∘α)(x+y)=β[α(x+y)]=β[α(x)+α(y)]
(karena α homomorfisma ring)=β[α(x)]
+β[α(y)] (karena β homomorfisma ring
)=(β∘α)(x)+(β∘α)(y)(4)
(4)(β∘α)(x+y)=β[α(x+y)]=β[α(x)+α(y)] (karena α ho momorfisma ring)=β[α(x)]+β[α(y)] (karena β ho
momorfisma ring)=(β∘α)(x)+(β∘α)(y)
dan
(β∘α)(xy)=β[α(xy)]=β[α(x)α(y)] (kar
ena α homomorfisma ring)=β[α(x)]β[α(y)]
(karena β homomorfisma ring)=(β∘α)(x)
(β∘α)(y)(5)
(5)(β∘α)(xy)=β[α(xy)]=β[α(x)α(y)] (karena α homomorfisma ring)=β[α(x)]β[α(y)]Berdasarkan