ORANG-ORANG SIRIK DAN DENGKI
Karya TulisDiajukan Kepada Madrasah Tsanawiyah Attaqwa 09 Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Kelulusan
Di Susun Oleh :
Muhamad Irfan Rustiawan
NISN:
MADRASAH TSANAWIYAH AT-TAQWA 09 JATI MAKMUR PONDOK GEDE KOTA BEKASI 17413
KATA PERSEMBAHAN
Karya tulis ini penulis persembahkan untuk ayah dan ibunda tercinta yang telah memberikan motivasi kepada penulis sampai penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Untuk teman-teman seperjuangan yang telah memberikan suvort yang sangat berlimpah hingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
LEMBAR PENGESAHAN
ORANG-ORANG SIRIK DAN DENGKI
Karya Tulis ini Diajukan Kepada Madrasah Tsanawiyah Attaqwa 09 Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Kelulusan
Oleh :
Muhamad Irfan Rustiawan
NISN:
Di Bawah Bimbingan :
Bpk.Mulyadi , S. Ag.
Mengetahui :
Kepala sekolah MTs.AT.TQAWA 09 Wali Kelas IX
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmannirrahim
Assalamu’alaikum wr.wb
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga dan sahabatnya.
Penulis bersyukur kepada Allah karena dengan rahmat dan petunjukNya penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ini.
Karya tulis ini penulis susun untuk menyampaikan suatu maksud secara tidak langsung yang berisi pesan moral.
Penulis menyusun karya tulis ini untuk memenuhi syarat-syarat kelulusan.Dalam menyelesaikan studi di MTs Attaqwa 09, penulis sangat banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak,yang tentu saja tidak mungkin di sebutkan satu persatu dalam kata pengantar ini,tetapi secara umum penulis ingin berterimakasih atas semua bantuan baik bersifat moril maupun materil kepada :
1. Bpk.Ust.Ibnul mubarok.S.S.M.M.Pd.
Selaku kepala MTs Attaqwa 09 yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis untuk menempuh study di MTs. Attaqwa 09.
2. Bpk.Ust.Riduan saidi.S.S.
i
3. Bpk.Mulyadie, S.Ag.
Yang telah memberikan waktunya untuk membimbing penulis tanpa mengenal lelah sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
4. Teruntuk ayahanda dan ibunda tercinta,
yang telah memberikan do’a dan kasih sayang yang tulus baik bersifat moril maupun materil terhadap pendidikan penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di MTs.Attaqwa 09 ini.
5. Penulis berterima kasih kapada kepala Zaki Ramadhan.
yang telah memberikan jasa dan motivasi dalam menyelesaikan karya tulis ini.
6. Penulis berterimaksih kepada Dwi Anggara.
Yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.
7. Penulis berterimakasih kepada sahabat penulis yaitu,Ira Novianti.
Yang telah memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.
8. Penulis berterimakasih kepada sahabat penulis yaitu,Rahmat Agustin
yang telah memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.
9. Penulis berterimakasih kepada sahabat penulis yaitu,Irwan Hadi Saputra
10. Penulis sangat berterima kasih kepada seluruh teman-teman kelas IX,
yang telah memberikan motivasi.hinga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
ii
Akhirnya,sebagai karya tulis ini tentulah hal ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan.Penulis berharap kritik dan saran terhadap karya tulis ini, agar tidak ada kesalahan yang lebih jauh lagi.
Wassalamu’alaikum wr.wb Bekasi, 27 Mei 2013
iii
A.Pengertian Orang-Orang Sirik Dan Dengki………... B.Dampak Dari Orang-Orang Sirik Dan Dengki………... C.Faktor-Faktor Dari Orang-Orang Yang Sirik Dan Dengki………
A.Kesimpulan………...
Syirik itu adalah seorang meyakini bahwa selain Allah ada yang mencipta, memberi rezqi, menghidupkan, mematikan, mengetahui perkara gaib, mengatur alam, atau seorang mengarahkan sejenis diantara jenis-jenis ibadah kepada selain Allah, seperti ruku’, sujud, menyembelih, bernadzar, berdo’a, dan lainnya. Syirik seperti ini mengeluarkan pelakunya dari agama.
B. Batasan Dan Perumusan Masalah
Agar pembahasan karya tulis ini dapat terarah dan memiliki focus dalam pembahasannya, maka penulis merasa perlu memberikan batasan masalah yang akan diteliti. Batasan tersebut sebagai berikut:
1. Orang-Orang Sirik Dan Dengki yang di maksud adalah ‘orang-orang yang tidak beriman kepada ALLAH’
Berdasarkan batasan diatas penulis perlu memberikan rumusan sebagai berikut ”apa saja orang-orang sirik dan dengki yang ada di lingkungan masarakat?
1
C. Tujuan Penulisan
Dalam kepenulisan karya tulis ini tentunya penulis memiliki beberapa tujuan adapun tujuanya sebagai berikut :
1. Untuk memberi Informasi tentang orang-orang sirik dan dengki
2. Untuk mengetahui orang-orang sirik dan dengki
D. Metodologi Penelitian
Dalam metodologi ini penulis melakukan pengumpulan data,yang di lakukan dengan menggunakan libery research yaitu teknik penelitian untuk memperoleh data-data, baik data primer maupun sekunder yang di peroleh dari buku-buku, majalah,artikel dan lain sebagainya.
2
BAB II
ORANG
-
ORANG SIRIK DAN DENGKI
A.Pengertian Orang-Orang Sirik Dan Dengki
Sirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal_hal yang merupakan kekhususan Allah, seperti berdoa kepada selain Allah disamping berdoa kepada Allah, memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdoa dan sebagianyakepada selainya. Dalam Q.S Al_ma’un (6:88)
Artinya itulah petunjuk allah , yang dengannya dia member petunjuk kepada siapa yang dikehendaknya diantara hambanya . seandainya mereka mempersekutukan allah niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan .
Artinya dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada yang sebelummu , jika kamu memperskutukan , niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang orang yang merugi. QS At taubah ( 9 ) :5
Artinya apabila sudah habis bulan bulan haram itu , maka bunuhlah orang orang musrykin itu dimana saja kamu jumpai , dan tangkaplah mereka , kepunglah mereka dan ditempat pengintaian . jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menaikan zhakat , maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan . sengguhnya allah pengampun lagi maha penyayang .
Syirik adalah dosa yang paling besar H.R Al buhkori dan muslim : maukah kalian aku beri tahu tentang dosa yang paling besar ? kami menjawab , ya wahai rasulullah : beliau bersabdah bebuat syirik kepada allah dan berdurhaka kepada orang tua .
B.Dampak Dari Orang-Orang Sirik Dan Dengki
Akibat Perbuatan SyirikAdapun akibat negatif yang ditimbulkan dari syirik, antara lain:
Hati orang-orang syirik tertutup untuk menerima kebenaran baik yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya. Menurut Ibnu Jarir, ketertutupan hati orang syirik itu lantaran dari sifat kesombongan dan penentangannya terhadap kebenaran yang disampaikan kepadanya. Orang-orang syirik yang mendustakan ayat-ayat Allah dideri peringatan atau tudak sama saja bagi mereka, karena hati mereka buta.
Menurut pendapat Ibnu Abbas, penyakit hati orang syirik adalah perasaan bimbang dan ragu (syak), kegoncangan batin seperti inilah yang menjadikan mereka merasa gelisah. Hatinya tidak pernah tenang, merasa tidak puas dengan harta, jabatan yang mereka miliki.
2. Hanya akan memperoleh kesenangan sementara. Kesenangan hidup di dunia yang diperoleh orang-orang musyrik sifatnya sementara, di akhirat kelah akan mendapatkan siksa yang pedih. Meskipun ketika hidup di dunia mereka dalam keadaan miskin dan sengsara, lebih-lebih jika mereka kaya, bagi mereka hal itu tetap merupakan keuntungan dan kesenangan karena mereka mengikuti hawa nafsunya.
3. Amalan dan harta yang yang dinafkahkan sia-sia. Amalan yang dinafkahkan orang-orang musyrik adalah sia-sia (tidak diberi pahala oleh Allah), apa yang dimilikinya tidak akan dapat digunakan untuk menebus siksa di akhirat kelak.
4. Orang musyrik dinilai sebagai makhluk terburuk. Allah menilai orang-orang musyrik dengan penilaian yang sangat rendah. Orang-orang musyrik itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih rendah dan sesat daripada binatang.
C.Faktor-Faktor Dari Orang-Orang Yang Sirik Dan Dengki
1. Memakai azimat
Memakai azimat termasuk perbuatan syirik karena mengandung unsur meminta atau mengharapkan sesuatu kepada kekuatan lain selain Allah.
Sabda rasulullah SAW
:
ككركششاكدشقكفكةةمكيشممتك قكللكعكتك نشمك
Artinya: “Barangsiapa menggantungkan azimat, maka dia telah berbuat syirik”. (HR. Ahmad).
2. Dukun ialah orang yang dapat memberitahukan tentang hal-hal yang ghaib pada masa datang, atau memberitahukan apa yang tersirat dalam naluri manusia. Adapun tukang tenung adalah nama lain dari peramal atau dukun, atau orang-orang yang mengaku bahwa dirinya dapat mengetahui dan melakukan hal-hal yang ghaib, baik dengan bantuan jin atau setan, ataupun dengan membaca garis tangan. Dalam sebuah hadits diterangkan:
:
Artinya: “Dari Wailah bin Asqa’i ra berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa datang kepada tukang tenung lalu menanyakan tentang sesuatu, maka
terhalanglah tobatnya selama empat puluh hari. Dan bila mempercayai perkataan tukang
tenung itu, maka kafirlah ia”. (HR. Thabrani).
D.Cara Menghindari Orang Orang Yang Sirik Dan Dengki
Setiap manusia diwajibkan oleh Allah SWT, untuk menghindari perbuatan dosa. Allah berfirman (Q.S An-nisa:31)
Jika kamu menjauhi dosa besar diantara dosa yang dilarang kamu mengerjakannya niscaya kami masukkan kamu ketempat yang mulia (surga).
Diantaranya cara menghindari dosa besar ialah:
BAB III PENUTUP A.Kesimpulan
Intinya, syirik adalah engkau menjadikan sesuatu tandingan bagi Allah baik dalam perkara uluhiyyah, rububiyyah, nama, dan sifat-sifat-Nya. Adapun syirik dalam perkara rububiyyah, seperti engkau meyakini bahwa ada pencipta, pemberi rizki, yang menurunkan
hujan, menghidupkan dan mematikan selain Allah, mempercayai dukun alias paranormal. Syirik dalam perkara uluhiyyah (ibadah), seperti berdo’a kepada selain Allah, takut, cinta,
B.Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
Subhani, Ja’far, Tauhid Dan Syirik, (Bandung: Mizan, 1996).
Wahhab, Muhammad Bin Abdul, Tegakkan Tauhid Tumbangkan Syirik, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000).
Tim Penyusun, Akidah Akhlak al-Hikmah, (Surabaya: Akik Pusaka, 2008).
http://almanhaj.or.id
[1] Tim Penyusun, Akidah Akhlak al-Hikmah, (Surabaya: Akik Pusaka, 2008), 28.
[3] HR. At-Tirmidzi (no. 1535) dan al-Hakim (I/18, IV/297), Ahmad (II/34, 69, 86) dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma. Al-Hakim berkata: Hadits ini shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim. Dan disepakati oleh adz-Dzahabi.
[4] Muhammad Bin Abdul Wahhab, Tegakkan Tauhid Tumbangkan Syirik, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000), 54.
[5] Ibid., 81.
[6] HR. Ahmad (V/428-429) dari Shahabat Mahmud bin Labid Radhiyallahu ‘anhu. Berkata Imam al-Haitsami di dalam Majma’uz Zawaa’ij (I/102): “Rawi-rawinya shahih”. Dan diriwayatkan juga oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 4301), dari Shahabat Rafi bin Khadiij Radhiyallahu ‘anhu. Imam al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-ij (X/222)