55
ANALISIS TINGKAT PENGGUNAAN INTERNET DIKALANGAN MAHASISWA DAN HUBUNGANNYA DALAM
PENINGKATAN NILAI AKADEMIK (Studi Kasus pada Mahasiswa di Kota Medan)
Rahmat Hidayat STIM Sukma Medan [email protected]
Abstract
This study aims to analyze in depth about the level of Internet usage among students and the relationship in enhancing the academic value of students residing in the city of Medan. Research using a quota sampling method, which used data analysis through statistical methods and descriptive product moment correlation analysis. The results give the fact that of 200 respondents showed that there was a significant relationship between the use of the Internet with increasing students' academic value. This significant relationship means that the Internet has a real impact/major in shaping students' academic values and an indication of student learning achievement.
Keyword: Internet, learning, academic value
PENDAHULUAN
Internet merupakan jaringan dari ribuan jaringan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia (LaQuery). Pendapat ini menunjukkan bahwa internet merupakan suatu jaringan internasional atau mancanegara yang menghubungkan jutaan komputer diseluruh dunia. Informasi yang diwakilkan oleh komputer akan terhubung dengan internet sebagai media utamanya, telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. E-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT (Information Technology) di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi (Riyanto, 2008).
Permasalahan yang selalu timbul dalam dunia pendidikan adalah kekurangan informasi dan referensi akibat terbatasnya jumlah sarana belajar. Ketersediaan buku-buku di perpustakaan terutama pada lembaga pendidikan swasta cukup memprihatinkan dan sangat jauh dari harapan jika yang menjadi tujuan adalah melahirkan sarjana-sarjana berkualitas dari perguruan tinggi. Kendala bidang pendidikan ini dapat diatasi dengan adanya internet yang bisa diakses oleh peserta didik di perguruan tinggi. Berbagai macam informasi seperti perpustakaan online, jurnal, majalah, dan bahkan buku-buku teks yang dapat didownload gratis dari berbagai situs yang ada dalam dunia internet.
56
dengan berbagai aktivitas dalam dunia pembelajaran. Ini merupakan realitas yang terjadi dikalangan mahasiswa, sehingga moment kemajuan informasi teknologi kadang kala belum dimanfaatkan mahasiswa secara maksimal dalam meningkatkan penguasaan dan pemahaman terhadap ilmu yang berkembang secara global. Sebab pemanfaatan internet bila digunakan secara positif, akan memberikan dampak yang sangat besar bagi peningkatan akademik khususnya bagi mahasiswa di perguruan tinggi.
Selanjutnya Colley dan Comber (2003) meneliti mengenai, perbedaan umur dan jenis kelamin dalam penggunaan komputer serta sikap siswa sekolah menengah terhadap penggunaan. Adapun penelitian penggunaan komputer dikalangan mahasiswa telah dilakukan Uggen (2002) dengan penelitian mengenai tahap kekhawatiran dan hubungan ciri-ciri demografi dengan pengalaman menggunakan komputer di kalangan mahasiswa dalam pendidikan. Afzaal, dkk., (2002) meneliti mengenai, faktor-faktor pembentukan sikap mahasiswa jurusan teknik non komputer terhadap pemanfaatan komputer. Chung, dkk., (2002) meneliti mengenai, perbedaan kemampuan dan ketertatikan individu pada komputer di kalangan mahasiswa pada empat program studi.
Penelitian mengenai pemanfaatan internet dalam aktivitas belajar banyak dilakukan para ilmuan. Greenspan (2000) meneliti mengenai, faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan penggunaan komputer di kalangan siswa biasa dan siswa kurang mampu (SLB). Lancaster (2001) meneliti mengenai, ruangan dan sifat penggunaan komputer, serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan komputer di perguruan tinggi. Yong dan Frank (2003) meneliti mengenai, faktor-faktor penggunaan komputer di sekolah-sekolah. Butenko (2003) meneliti mengenai, hubungan kegiatan membaca dengan menggunakan komputer di kalangan remaja.
Penelitian lain yang dilakukan Hasugian (2008), terhadap mahasiswa USU Tahun Akademik 2004/2005 menemukan bahwa, sebanyak 63 % mahasiswa menggunakan internet sebagai salah satu sumber daya informasi ilmiah guna memenuhi kebutuhan studi, sedangkan 28,50 % mahasiswa menggunakan internet sebagai sarana komunikasi yaitu email dan chatting, serta sebagai sarana untuk mendapatkan berita dari berbagai surat kabar, majalah dan sebagainya. Adapun sebanyak 1,50 % menggunakan untuk berbelanja. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan dan perkembangan internet, secara simultan telah menjadi streotype yang trend dalam lingkungan akademis.
TINJAUAN
57
Menurut Kamarga (2002), internet merupakan jaringan yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal yang terhubung melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauannya mencakup seluruh dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang telah dipergunakan dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang pendidikan.
Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah computer, sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan sebelumnya untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan "at" atau "pada". Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex (Tripod, 2008).
Faktor pertama, merupakan permasalahan utama dalam memanfaatkan segala teknologi hasil karya masyarakat Barat. Produk-produk teknologi yang sampai ke tangan masyarakat dunia umumnya menggunakan komunikasi berbahasa Inggris sehingga menyulitkan bagi para pengguna seperti mahasiswa Indonesia yang umumnya masih memiliki kemampuan rendah dalam bahasa asing. Faktor kedua, keterbatasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia, menjadi salah satu penyebab rendahnya penggunaan internet dalam negeri. Faktor ketiga, adalah kendala mahalnya biaya untuk menggunakan internet di dalam negeri. Faktor terakhir, permasalahan dari tenaga pendidik itu sendiri yang masih belum siap menggunakan teknologi internet dalam proses pengajarannya akibat kurangnya kemampuan dosen dalam bidang ini.
58
kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan (Riyanto, 2008).
Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik di dalam maupun di luar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bias dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan (Hartanto:2008). Secara fisik menurut Sidharta, internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun, namun secara umum internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dan lain sebagainya (Arema, 2008).
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajara. Dengan berkembangnya penggunaan TIK ada 5 (lima) pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) Dari pelatihan ke penampilan; (2) dari ruang kelas ke dimana dan kapan saja; (3) dari kertas ke online atau saluran; (4) Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja; (5) Dari waktu siklus ke waktu nyata. Hubungan antara guru/dosen degan siswa/mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka, tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti: telepon, internet, e-mail, dan sebagainya (Rosenberg, 2005). Menurut Pannen (2003) pemanfaatan media dan teknnologi dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi umumnya mencakup pada perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan sumberdaya manusia (humanware). Ketiga bagian ini tentu saling berhubungan dan dapat digunakan dalam proses memperkaya dan menambah pengalaman belajar bagi mahasiswa.
59
tergabung dalam kelompok mata kuliah tertentu. Pemberian tugas dan diskusi dapat dilakukan melalui fasilitas seperti ini (Kusnandar, 2008).
METODE
Penelitian ini menggunakan metode sampling kuota, yaitu menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu, sampai jumlah sampel yang diinginkan terpenuhi. Metode pengumpulan data melalui penyebaran angket (questionnaire) dan wawancara. Analisa data yang digunakan adalah metode statistik diskriptif dan analisa korelasi product moment. Sedangkan pengolahan data digunakan program SPSS 15.0 for windows (Santoso, 2006).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Responden yang menjadi objek penelitian ini berjumlah 200 orang. Karakteristik responden dibedakan menurut jenis kelamin, semester, dan asal perguruan tinggi. Data-data tersebut dapat dilihat dalam tabel-tabel di bawah ini:
Tabel 3 : Jenis Kelamin Responden
94 47,0 47,0 47,0
Tabel 4 : Sebaran Semster Responden
85 42,5 42,5 42,5
Tabel 5 : Perguruan Tinggi Responden
27 13,5 13,5 13,5
60
Tabel 6 : Rekapitulasi Jawaban Responden
No Item Pertanyaan SS S TS STS TOTAL
1 Saya menyadari bahwa internet cukup penting bagi
kehidupan saya 151 31 9 9 200
2 Mustahil mahasiswa sekarang jauh dari teknologi
informasi 186 2 10 2 200
3 Saya selalu memiliki keinginan yang besar untuk
menggunakan internet 146 29 11 14 200
4 Apapun caranya saya lakukan agar bisa mengakses
internet 144 40 10 6 200
5 Saya mau belajar internet sendiri walau saya tidak
mendapatkan pendidikan/pelatihan tentang internet 136 38 11 15 200
6 Umumnya pengetahuan internet saya karena belajar
bersama teman-teman 110 73 13 4 200
7 Setidaknya sekali dalam seminggu saya biasa
mengakses internet 144 40 10 6 200
8 Walaupun tidak punya uang, saya mencoba mencari cara
lain agar bisa mengakses internet murah/gratis 135 42 11 12 200
9 Saya mengakses internet paling sering hanya untuk
keperluan kuliah 93 94 13 0 200
10 Cukup banyak tugas-tugas kuliah selesai karena
bahannya ada di internet 140 24 32 4 200
11 Banyak dosen yang menganjurkan pemanfaatan internet
untuk membantu proses pembelajaran 121 65 10 4 200
12 Umumnya saya selalu mengikuti instruksi dosen untuk
mencari referensi/bahan-bahan kuliah dari internet 121 39 36 4 200
13 Internet mampu mendorong saya untuk lebih
bersemangat dalam belajar 145 45 4 6 200
14 Dengan internet prestasi belajar saya cukup baik 124 58 9 9 200
Nilai Akademik
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Nilai IPK yang dimaksud dalam penelitian ini diperoleh dari nilai IPK pada semester paling akhir semasa penelitian dilakukan. Tabel berikut merupakan hasil pengolahan dari 200 orang responden yang terdiri dari IPK terendah, IPK tertinggi dan IPK rata-rata dari seluruh responden.
Tabel 21 : Descriptive Statistics
200 2,23 3,82 3,1429 ,34328
200 IPK
Valid N (listwise)
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
61
Uji Validitas dan Reliabilitas
Kriteria yang digunakan digunakan dalam pengujian validitas adalah : (1) Valid jika nilai probabilitas yakni sig2-tailed < 0,05; (2) Tidak valid jika nilai probabilitas yakni sig2-tailed > 0,05. Hasil uji validitas menunjukkan nilai probabilitas sig2-tailed < 0,05, maka seluruh item instrument dinyatakan valid, seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 22 : Ringkasan Hasil Pengujian Validitas
No. Item instrument Ket
3 Keinginan Besar untuk Menggunakan Internet
Valid
2 Mustahil Mahasiswa Jauh dari IT Valid
Valid
4 Melakukan Berbagai Cara untuk Bisa
Berinternet Valid
Valid
6 Pengetahuan Internet Umumnya
karena Belajar Bersama Teman Valid
5 Belajar Internet Sendiri walau Tanpa Pendidikan/Pelatihan
Valid
8 Mencari Cara agar Bisa Mengakses
Internet Murah/Gratis Valid
7 Sekali Dalam Seminggu Mengakses Internet
Valid
10 Banyak Tugas Kuliah Selesai Karena
Bahannya Ada di Internet Valid
9 Mengakses Internet Paling Sering untuk Keperluan Kuliah
Valid
12 Selalu Mengikuti Instruksi Dosen
untuk Mencari Referensi dari Internet Valid
11 Banyak Dosen Menganjurkan Internet untuk Membantu Pembelajaran
13 Internet Mendorong untuk Lebih
Bersemangat Belajar Valid
14 Dengan Internet Prestasi Belajar
Cukup Baik Valid
Pengujian selanjutnya adalah pengujian reliabilitas. Kriteria yang digunakan digunakan dalam pengujian reliabilitas adalah (1) Reliabel jika nilai koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha > 0,8; (2) Tidak reliable jika nilai koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha < 0,8, seperti terlihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 23 : Reliability Statistics
,899 14
Cronbach's
62
Nilai koefisien Cronbach’s Alpha di atas adalah 0,899, nilai ini lebih besar dibandingkan dengan 0,8. Dengan demikian instrument penelitian ini merupakan instrument yang dapat dipercaya (reliabel).
Uji Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah : (1) H0:=0 (Tidak ada hubungan signifikan penggunaan internet dengan nilai akademik mahasiswa); (2) H1:0 (Ada hubungan signifikan penggunaan internet dengan nilai akademik mahasiswa). Sedangkan asumsi untuk pengujian dari hipotesis di atas adalah : (1) Terima H0, apabila nilai probabilitas yakni sig-2-tailed < 0,05; (2) Tolak H0, apabila nilai probabilitas yakni sig-2-tailed > 0,05. Dari hasil pengolahan data menghasilkan nilai korelasi dan probabilitas, yaitu:
Tabel 24 : Correlations
1 ,727**
. ,000
200 200
,727** 1
,000 .
200 200
Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N
Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N
Penggunaan Internet
Nilai Akademik
Penggunaan
Internet AkademikNilai
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). **.
Nilai hasil pengujian korelasi di atas diinterpretasikan berikut ini : (1) Nilai koefisien korelasi adalah 0,727, menunjukkan adanya korelasi positif/searah diantara kedua variabel, artinya bahwa semakin tinggi tingkat penggunaan internet akan diikuti dengan meningkatnya nilai akademik mahasiswa; (2) Nilai probabilitas korelasi yakni Sig-2-tailed adalah 0,00, maka nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikan () sebesar 0,05. Dengan demikian H0 ditolak, artinya ada hubungan signifikan antara penggunaan internet dengan nilai akademik mahasiswa. Tentu saja internet hanya salah satu faktor yang mendorong peningkatan prestasi akademik mahasiswa dan berfungsi sebagai media pembelajaran. Masih ada beberapa faktor lain yang juga memberikan kontribusi dalam menentukan kualitas akademik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi seperti: kurikulum, metode pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arema. (2008). 10 Pertanyaan Pokok tentang Internet dan Intranet. Retrieved January 8, 2008, from http://www.oke.or.id/tutorial/inter-intra.pdf
Butenko, I. A. (2003). Reading and computer use among adolescents. Russian education and society, 45(4), 54-70.
63
Colley, A., & Comber, C. (2003). Age and gender differences in computer use and attitudes among secondary school students: what has changed?. Educational Research, 45(2), 155-165.
Greenspan, D., & Mithaug, D. E. (2000). A Survey of Factors that Influence Computer Access and Usage Among Students with and Without Disabilities. Columbia University Teachers College.
Hartanto, K. T. (2008). Teknologi Informasi Dan Dunia Pendidikan. Retrieved January 10, 2008, from https://www.coursehero.com/file/6212820/5021/
Hasugian, J. (2005). Pemanfaatan Internet: Studi kasus tentang Pola, Manfaat dan Tujuan Penggunaan Internet oleh Mahasiswa pada Perpustakaan USU. Pustaha: Jurnal Studi Perpustakaan Dan Informasi, 1(1), 7–18.
Kamarga, H. (2002). Belajar sejarah melalui e-learning: Alternatif Mengakses Sumber Informasi Kesejarahan. Jakarta: Inti Media.
Kusnandar, U. A., Chaeruman, & Kurniawati, I. (2005). Pemanfaatan E-dukasi.net di Sekolah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(17), 5–30.
Lancaster, M. (2000). A Study of the Extent and Nature of Computer Use in Saskatchewan High School Accounting Instruction, and Some of the Factors that Influence Computer use. University of Regina.
Pannen, P., & dkk. (2003). Media dan teknologi pembelajaran di perguruan tinggi: Berani tampil beda? Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran.
Riyanto, G. (2008). Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan. Retrieved January 8, 2008, from https://www.scribd.com/doc/59705262/Artikel-Bhs-Indonesia
Rosenberg, M. J. (2005). Beyond E-Learning: Approaches and Technologies to Enhance Organizational Knowledge, Learning, and Performance. New Jersey: Wiley.
Santoso, S. (2006). SPSS Statistik Multivariat. Jakarta: PT. Alex Media Komputindo. Seyal, A. H., Rahim, M., Noah, M., & Rahman, A. (2000). Computer attitudes of
non-computing academics: a study of technical colleges in Brunei Darussalam. Information & Management, 37, 169–180.
Tripod. (2008). Internet: Pengertian, Sejarah, dan Fasilitas-fasilitasnya. Retrieved January 8, 2008, from http://members.tripod.com/octa_haris/internet.html Uggen, S. J. (2002). Computer Anxiety and Perceptions Among University Education
Students and Faculty. University of North Dakota.
Zhao, Y., & Frank, K. A. (2003). Factors Affecting Technology Uses in Schools: An Ecological Perspective. American Educational Research Journal, 40(4), 807– 840. doi:10.3102/00028312040004807.