PEMROGRAMAN DAN INTERFACE MODEL SISTEM KEAMANAN
GERBANG PABRIK MELALUI ANTARMUKA WIRELESS
BERBASIS ATMEGA 32 DAN VISUAL BASIC 6.0.
Arfan Nendi Ramadhan
1)(55416120031)
Dosen : DR Ir Iwan Krisnadi MBA
Email: [email protected] 1)
Mahasiswa Pasca Sarjana, Magister Teknik Elektro Universitas Mercu Buana
Abstrak
Sistem keamanan dan buka-tutup gerbang pabrik pada umumnya menggunakan system konvensional. System yang dimaksud, penjaga pintu gerbang harus memeriksa setiap sopir dan melakukan buka-tutup pintu gerbang. Sebagai solusi, pabrik harus menambah sejumlah penjaga gerbang, faktor keamanan terganggu dan menimbulkan kerugian jika ada pencurian. Sudah saatnya sistem keamanan gerbang menerapkan teknologi. Model sistem keamanan dan buka-tutup pada pintu gerbang dirancang untuk mengganti sistem konvensional. Model terdiri dari gerbang masuk dan keluar yang dikhususkan untuk kendaraan pabrik. Sopir hanya memiliki satu kendaraan dan tidak diperbolehkan berganti kendaraan tanpa melapor penjaga gerbang. Model dilengkapi dengan pengaturan kecepatan putaran motor pada buka-tutup menggunakan Pulse Width Modulation (PWM). Atmega 32 sebagai rangkaian kontrol pada BoxPassword (kotak sandi) berkomunikasi dengan komputer menggunakan modul Wireless ESP8266 to serial . Aplikasi PC (Personal Computer)
menggunakan VB (Visual Basic 6.0). Pemrograman Visual BASIC 6.0 dalam pembuatan
Database dengan Microsoft Access 2007. Kemampuan sistem mengenali dan mencatat kendaraan/supir pada buka-tutup gerbang adalah 100%. Dengan PWM, putaran motor lebih halus dan bervariasi. Berikut adalah kecepatan waktu buka/tutup gerbang untuk PWM 1= 1,5 Detik, PWM 2 = 2 Detik, PWM 3 = 3 Detik, PWM 4 = 5 Detik. Untuk PWM 5 dan 6 motor tidak berputar yang disebabkan Dutycycle pada PWM terlalu kecil. Pencetakan laporan menggunakan Crystal Report 8.5 menunjukkan metode dan model pencatan keluar-masuknya kendaraan (supir). Model berkontribusiuntuk mempermudah tugas penjaga gerbang dan meningkatkan keamanan pabrik.
Kata Kunci: Gerbang, Arduino Nano, Esp8266, Visual Basic 6.0, Database
I. PENDAHULUAN
Suatu pabrik mempunyai sirkulasi kendaraan dengan intensitas tinggi. Pengawasan arus bolak-balik kendaraan diperlukan system keamanan. Jika menggunakan system konvensional penjaga gerbang harus memeriksa setiap sopir dan membuka-tutup pintu gerbang. Solusi pabrik harus menambah sejumlah penjaga gerbang. Selain itu, faktor keamanan terganggu dan bisa menimbulkan kerugian jika ada pencurian.
Bertolak dari kekurangan system konvensional, timbulah ide untuk membuat suatu perancangan Model system keamanan pada pintu gerbang. Model terdiri dari gerbang masuk dan keluar kendaran, dikhususkan untuk kendaraan pabrik tanpa kendaraan lain (pribadi atau tamu). Sopir hanya memiliki satu kendaraan dan tidak diperbolehkan berganti kendaraan tanpa melapor penjaga gerbang.
Sopir harus memasukan kode dengan menekan keypad pada Box Password. Data password dikirim dari rangkaian kontrol lewat modul ESP8266 ke PC, selanjutnya diproses oleh VB menjadi informasi. Informasi muncul di PC terbaca oleh penjaga gerbang. Penjaga gerbang dapat membaca NIS (Nomor Induk
Sopir), nama sopir, kendaraan, nomor kendaraan, muatan, jam dan tanggal kejadian. Informasi pada PC disimpan menggunakan aplikasi database Microsoft Access 2007. Jika diperlukan laporan, data masuk dapat dicetak printer menggunakan aplikasi Crystal Report 8.5. Tiap gerbang akan dipasang kamera agar pengoperasian buka-tutup gerbang lebih termonitoring. Pemodelan juga akan dilengkapi dengan pengaturan kecepatan putaran motor pada buka-tutup menggunakan (Pulse Width Modulation) PWM. Pengguaan PWM membuat putaran motor lebihhalus dan putaran motor dapat bervariasi
II. TEORI DASAR
Model pintu gerbang menggunakan mikrokontroler sebagai kontroler. Peran mikrokontroler sangat sentral antara lain: scanning keypad, display LCD, pengoprasian driver motor dan komunikasi serial.
2.1 Mikrokontroler
Mikrokontroler AVR (Alf and vegard’s Risc
dalam kode 16-bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 siklus clock[1].
AVR dapat dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT 90Sxx, keluarga ATmega dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya[2]. Penyimpanan source code disesuaikan dengan konfigurasi Pin Mikrokontroller ATMEGA32 (Gambar 2.1).
Gambar 2.1 Konfigurasi Mikrokontroler ATMEGA32[3]
2.1.1 Komunikasi Serial ATMEGA32
Gambar 2.2 merupakan diagram blok proses komunikasi serial yang terjadi pada Mikrokontroler ATMEGA32.Pada proses penerimaan, data yang masuk dari Port Serial ditampung pada Receive Buffer Register terlebih dahulu. Dari Receive Buffer Register diteruskan ke jalur bus internal pada saat pembacaan register SBUF. Proses pengiriman data ke Port Serial, data yang dituliskan dari bus internal akan ditampung pada TransmitBuffer Register terlebih dahulu sebelum dikirim ke PortSerial.
Gambar 2.2. Diagram Blok Port Serial[4]
2.2 Motor DC dan Pengaturan Kecepatannya Gambar 2.3 menunjukkan skematika motor DC magnet permanen5]:
Gambar 2.3 Rangkaian skematik motor DC magnet permanen
Dengan mengabaikan La pada rangkaian Gambar
2.3, maka didapatkan persamaan tegangan pada rangkaian jangkar adalah:
ea=iaRa+eb………(2.1)
Dalam keadaan tunak (steady state) didapatkan
Eb=Ea-IaRa ………..………..(2.2)
Selain itu berdasarkan system dasar motor DC permanen didapat:
Dari persamaan (2.4) diketahui bahwa pengaturan kecepatan motor DC dapat dilakukan dengan:
1.Mengubah fluks magnet (φ) dan 2.Mengubah tegangan masukan (Ea)
Karena pada motor magnet permanen nilai fluks magnet tetap, maka pengaturan dilakukan dengan mengubah tegangan masukan (Ea).
2.3 PWM (Pulse Width Modulation)
PWM adalah suatu pulsa dengan frekuensi dan amplitudo tetap namun lebar pulsa yang dapat diubah-ubah 6]. PWM merupakan teknik modulasi gelombang listrik dengan mengubah-ubah lebar daur aktif suatu pulsa yaitu mengatur besarnya duty cycle. Teknik pengubahan tegangan adalah dengan system penggal atau PWM seperti terlihat pada Gambar 2.4.
Gambar 2.4 Bentuk gelombang PWM
(a)sebelum dipenggal (b)setelah dipenggal
Setelah dipenggal maka akan dihasilkan tegangan
searah yang besarnya tergantung waktu on (T1) dan waktu
off (T2), yaitu:
Tegangan Vo inilah yang nantinya menjadi tegangan
pengatur putaran dengan mengubah besarnya T1 dan T2.
menggunakan mikrokontroler dengan memanfaatkan fasilitas interupsi timer, sehingga dapat dibentuk gelombang dengan duty cycle yang dapat diatur sesuai dengan program. Adapun cara menghitung duty cycle seperti persamaan 2.7 berikut:
Visual BASIC (Beginners All-Purpose Symbolic Instruction Code) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat suatu aplikasi dalam Microsoft Window[4]. Visual BASIC menggunakan metode Graphical User Interface (GUI) dalam pembuatan program aplikasi (project). Istilah visual mengacu pada metode pembuatan tampilan program (Interface) atau objek pemrograman yang biasa dilakukan secara langsung terlihat oleh programmer.
2.4.1 Pengaksesan Serial Menggunakan Control MSComm
Setiap MSComm hanya menangani satu port serial. Jika penggunaannya lebih dari satu port serial, maka MSComm sebanyak port serial yang akan digunakan.
2.4.2 Database Visual BASIC 6.0
Database adalah kumpulan informasi yang dapat dikelompokkan dalam beberapa tabel[7]. Tabel merupakan kumpulan data sejenis. Sebuah tabel biasanya terdiri dari beberapa field (kolom) dan record (baris). Field menerangkan sebuah informasi tentang identitas data dalam tabel. Record menerangkan sebuah data dalam tabel secara lengkap (Gambar 2.5).
Gambar 2.5 Hiraki Database[7]
Pengelolaan database diperlukan Program Manajemen Database atau yang dikenal dengan DBMS (Database Management System)[8]. Dalam DBMS, VB menyediakan antarmuka (interface) antara user dengan database.
2.4.3 Database dengan Microsoft Access
Microsoft Access merupakan salah satu program aplikasi pengolah database berbasis DBMS .Microsoft Access biasa digunakan sebagai single standing system. Database Microsoft Access juga dapat dihubungkan dengan program aplikasi pembangun progam seperti VB
2.5 Crystal Report 8.5
Crystal Report 8.5 merupakan salah satu produk dari
Seagate Software yang menangani perkembanganteknologi
penyajian laporan. Crystal report 8.5 merupakan program
khusus untuk membuat laporan yang terpisah dengan
program Microsoft Visual Basic 6.0 tetapi keduanya dapat
dihubungkan (Linkage). Pada CrystalReport terdapat paket
Third Party yang disertakan dalam
VB. Paket Third Party berisi program Crystal Report desainer yang bekerja terpisah dengan VB dan berfungsi membuat dan menguji laporan.
III. PERENCANAAN SISTEM
Perencanaan untuk pembuatan Model sistem keamanan gerbang pabrik hanya meliputi perangkat lunak berupa: Pemrograman rangkaian kontrol Box Password, interface komunikasi serial, pemrograman visual BASIC6.0, crystal report 8.5 dan database pada microsoft access2007.
Gambar 3.1. Dimensi Alat
3.1 Perancangan Alat Secara Umum
Gambar 3.2. Diagram Blok System
Blok diagram System pada gambar 3.1 menggambarkan
cara kerja rangkaian secara keseluruhan hingga proses mencetak laporan dan buka-tutup gerbang. Rangkaian Kontrol mengolah setiap penekanan keypad untuk
ditampilkan pada display LCD. Pengiriman data
menggunakan modul ESP8266 to Serial ke PC dilakukan
melalui Com1 pada pintu keluar dan Com2 pada pintu
masuk. Data yang dikirim berupa password yang dimiliki
setiap sopir. VB digunakan sebagai pengatur tampilan PC,
pengolahan, dan penyimpanan data. PC menampilkan data
sesuai dengan karakter yang dikirimkan oleh
mikrokontroler, yaitu dalam karakter angka NIS enam digit.
data sopir, NIS, waktu, muatan, kendaraan dan nomor kendaraan. Selanjutnya mengatur setiap sinyal keluaran untuk menggerakan motor. Jika password salah, maka LCD pada Box Password bertuliskan “Password Salah” dan “Coba Ulangi Lagi”. Rangkaian Kontrol kemudian mengulang program kembali ke awal.
Jika diperlukan laporan, maka data masuk dapat dicetak menggunakan aplikasi Crystal Report 8.5. Gerbang dipasang kamera agar pengoperasian buka-tutup gerbang lebih termonitoring. Kamera dioperasikan melalui tampilan pada PC menggunakan Visual BASIC 6.0.
3.2 Bagian Perangkat Lunak Rangkaian Kontrol 3.2.1 Fungsi
1) Melakukan scanning keypad
2) Menampilkan serangkaian angka-angka ke display LCD
3) Mengirim dan menerima data melalui komunikasi serial dari/ke PC
4) Mengirim sinyal melalui pengoprasian bit menuju ke Driver motor
Gambar 3.4. Flowchart Perangkat Lunak Rangkaian Kontrol
3.2.2 Spesifikasi Penggunaan Port ATMEGA32
Secara umum penggunaan port-port yang digunakan pada rangkaian Kontrol ATMEGA32 adalah seperti ditunjukkan pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Penggunaan port-port pada AT89S51
Port Mikrokontroler
Fungsi
ATMEGA32
Port 0 PA.4-PA.7 Pengiriman Data LCD Port 1 PB.0- PB.2 Pengaturan Data LCD P1.4- P1.7 Pengaturan Driver Motor
Port 2 PC.0-PC.7 Keypad 4x3
Port 3 PD.0 Transmiter (Tx) Modul ESP8266 PD.1 Receiver (Rx) Modul ESP8266
Gambar 3.5. Wiring Diagram
3.3 Perangkat Lunak interface Komunikasi Serial
3.3.1 Fungsi
Sebagai antarmuka komunikasi antara rangkaian kontrol dan PC
3.3.2 Spesifikasi Perangkat Lunak
Menggunakan bahasa pemograman BASCOM
Baudrate 9600, Parity None
3.3.3 Rancangan Perangkat Lunak Pada Personal Computer
3.4 Perangkat Lunak Visual BASIC 6.0
3.4.1 Prangkat Lunak
Aplikasi Display menggunakan VISUAL BASIC 6.0
Aplikasi berjalan pada platform Windows Xp
Basis data yang dibuat dengan Basis ODBC (Open Database connectivity)
3.4.2 Prangkat Keras
Kebutuhan minimal perangkat keras:
Prosesor Pentium II, RAM 64 MB
Hardisk Free-space 2 Mbyte
Port Serial 2 Buah
3.3.4 Rancangan Perangkat Lunak Pada
Personal Computer
Tabel 3.3. Database Kendaraan Masuk
Nama Field Tipe Size Keterangan
Data
Nama Sopir Text 25
NIS Text 6
Jam Masuk Text 8 Primary key
Kendaraan Text 15 No Kendaraan Text 15
Muatan Text 15 Nama Penjaga Text 25 Keterangan Text 50
Tabel 3.4. Database Data Sopir
Nama Field Tipe Size Keterangan
Data
NIS Text 25 Primary key
Nama Sopir Text 6
Tempat Lahir Text 25 Tanggal Lahir Text 15
Alamat Tempat Tinggal Text 50 Mulai Berkerja Text 15 Kendaraan Text 25
No Kendaraan Text 15
Muatan Text 15
3.5.4. Rancangan Perangkat Lunak Pada Crystal Report 8.5
Gambar 3.7. Flowchart Perangkat Lunak VB 6.0
3.5 Perangkat Lunak pada Crystal Report 8.5
3.5.1. Fungsi
Mencetak data laporan yang diperlukan melalui printer.
3.5.2. Spesifikasi Perangkat Lunak
Aplikasi berjalan pada platform Windows Xp
Menggunakan bahasa pemograman BASIC
3.5.3. Rancangan Database pada Access
Tabel 3.2. Database Kendaraan Keluar
Nama Field Tipe Size Keterangan
Data
Nama Sopir Text 25
NIS Text 6
Jam Keluar Text 8 Primary key
Kendaraan Text 15
No Kendaraan Text 15
Muatan Text 15
Gambar 3.8. Flowchart Penggunaan Cristal Report
Nama Penjaga Text 25
IV. PENGUJIAN DATA DAN ANALISIS
Setelah perancangan dan pembuatan perangkat lunak maka dapat dilakukan pengujian. Pengujian berupa: Bagian
Perangkat Lunak Rangkaian Kontrol, Interface
Komunikasi Serial, Personal Computer, dan Crystal Report 8.5.
4.1. Deskripsi Pengujian Sistem Keamanan Gerbang Pabrik
Pengujian dilakukan dengan menghubungkan conector antara Box Password dan Rangkaian Kontrol ke PC menggunakan Modul ESP8266 to Serial. Apabila semua telah terkoneksi, maka pengujian dapat dilakukan.
4.1.1. Tujuan Pengujian
Menguji sejauh mana Model Sistem Keamanan Gerbang Pabrik beroprasi sesuai rancangan atau menyimpang.
4.1.2. Target Pengujian
1) Rangkaian Kontrol dapat melakukan scanning keypad, menampilkan serangkaian angka-angka ke display LCD, mengirim/menerima data melalui komunikasi serial dari/ke PC dan mengirim sinyal melalui pengoprasian bit menuju ke driver motor.
2) Program Visual BASIC dapat menampilkan display/tampilan monitoring keluar-masuk kendaraan pabrik, menampilkan basis data yang dibuat, mencocokan, menyimpan pada database dan mencetak data laporan yang diperlukan melalui printer.
4.2. Data Hasil Pengujian Sistem Keamanan Gerbang Pabrik
Adapun data-data pengujian adalah sebagai berikut: 4.2.1. Data Pengujian Rangkaian Kontrol
Tabel 4.1. Tampilan Karakter-karakter dari Scanning Keypad
B7 B6 B5 B4 B3 B2 B1 B0 Tampilan
Tabel 4.2. Pengujian Pengiriman Data Serial
No. Dari Mikrokontroler PC
(Heksadesimal) (Tampilan pada
Layar)
Tabel 4.3. Pengujian Pengoprasian Driver Motor Menggunakan Switching
(a).PWM 1 (b).PWM 2 (c).PWM 3
(d).PWM 4 (e).PWM 5 (f).PWM 6
Gambar 4.1. Bentuk Pulsa PWM dengan Vmotor 5Vdc
4.2.2.3. Form Monitoring
Form Monitoring berfungsi untuk menampilkan display tampilan monitoring keluar-masuk kendaraan pabrik. Form Monitoring juga berfungsi menampilkan basis data yang dibuat, mencocokan, dan menyimpan pada data base.
(a).PWM 1 (b).PWM 2 (c).PWM 3
(d).PWM 4 (e).PWM 5 (f).PWM 6 Gambar 4.2. Bentuk Pulsa PWM dengan Vmotor 12Vdc
4.2.2. Data Hasil Pengujian Program VB
Jika setelah dilakukan proses RUN dan tidak ditemukan adanya kesalahan maka program dapat digunakan. Program tidak dapat digunakan jika masih terdapat Error. Untuk menghindari Erorr, maka harus dilakukan pengoreksian terhadap program. Adapun data hasil pengujian setelah proses Run dijabarkan pada poin-poin berikut:
4.2.2.1. Login Program
Ketika pertama kali program dijalankan tampilan yang akan keluar adalah Form Login (Gambar 4.3). Setelah Form Log In selesai, Form Menu tampil. Jika password atau user name salah maka akan keluar message box seperti Gambar 4.4.
Gambar 4.3. Form Gambar 4.4. Message Login Box Salah Password
4.2.2.2. Form Menu
Form Menu Utama terdiri Form menu monitoring kendaraan masuk/keluar. Pada Form Menu juga terdapat menu editor seperti: Form Cetak Absen, Lihat Foto, Data Sopir. Jika ingin menampilkan Form, maka user hanya men- klik icon yang ada (Gambar 4.5).
Gambar 4.5. Menu Editor Form Menu
Gambar 4.6. Form Menu Monitoring
4.2.2.4. Form Data Sopir
Form Data Sopir berfungsi untuk melihat, mengedit, menambahkan dan menghapus data sopir. Gambar 4.4 menunjukan awal proses penambahan data sopir.
Gambar 4.7. Form Data Sopir Tab1
Sebelum memulai penambahan data, user harus meng-klik tombol Update. User wajib mengisi penuh semua data jka ingin menyimpan pada database. Jika data kurang lengkap, maka akan muncul Message Box Kesalahan Data (Gambar 4.5 a).
(a)Message Box Memulai (b)Message Box Kesalahan
Edit Data
perlu mengetikan NIS yang dicari pada taxtNIS dan menekan tombol Cari.
Gambar 4.9. Mencari NIS
4.2.2.5. Form Lihat Data Keluar-Masuk
Form Lihat Data Keluar-Masuk berfungsi untuk melihat data yang telah tersimpan. User cukup meng-klik tombol Data Masuk jika ingin melihat Data Kendaraan Masuk.
4.2.3. Data Pengujian Program Crystal Report 8.5
Gambar 4.12. Form Cetak Data Keluar Crystal Report 8.5
Gambar 4.13. Form Cetak Data Masuk Crystal Report 8.5
Gambar 4.10. Form Lihat Data Keluar-Masuk VB
4.2.2.6. Form Lihat Foto
Form Lihat Foto berfungsi untuk melihat foto sopir. Jika User ingin melihat foto
Gambar 4.11. Form Lihat Foto Sopir VB
Gambar 4.14. Form Cetak Data Sopir Crystal Report 8.5
4.3. Analisis Data Hasil Pengujian Rangkaian Kontrol dan VB
Setelah melakukan pengujian, didapatkan hasil bahwa seluruh program telah berjalan sesuai hasil perencanaan. Berdasarkan program, Rangkaian Kontrol ini mengolah setiap penekanan keypad untuk ditampilkan pada display LCD. Selanjutnya mengatur setiap sinyal keluaran untuk memutar motor.
menampilkan data sopir, NIS, waktu, muatan, kendaraan dan nomor kendaraan.
Pada PC program monitoring berjalan sesuai Flowchart perancangan. VB menjalankan fungsinya yaitu sebagai pengatur tampilan PC, pengolahan, dan penyimpanan data. Laporan data masuk dapat dicetak menggunakan aplikasi Crystal Report 8.5(Gambar 4.12-4.14).
Adapun pengujian data masuk hingga data dicetak dapat dilihat pada Tabel 4.7. berikut:
Tabel 4.7. Frekuensi dan Ampitudo Pulsa PWM dengan Vmotor 12Vdc
Identifikasi
Input Melalui Keypad Form Cetak Data Form Crystal Report
Monitoring *Ket: G= Gagal, B= Berhasil
4.4. Analisis Data Hasil Pengujian PWM
Setelah melakukan pengukuran pada output driver
motor, suplay 12 vdc membuat putaran motor lebih cepat.
Sedangkan motor driver yang disupply 5 vdc putaran motor
lebih lambat. Selain supply, PWM juga mempengaruhi cepat
lambatnya putaran motor. Walaupun supply motor driver di
supply 12vdc, dengan pengaturan PWM motor dapat
diperlambat putarannya. PWM dapatmemperlambat putaran
motor karena mempengaruhi tegangan (Tabel 4.5). Cepat
lambatnya putaran motor dari motor driver berbanding lurus
dengan tegangan.
Dari data hasil pengukuran menggunakan Osciloscop pada Gambar 4.2 dapat dihitung besaran Fekwensi dan amplitudo PWM seperti Tabel 4.8:
Tabel 4.8. Frekuensi dan Ampitudo Pulsa PWM dengan Vmotor 12Vdc amplitudo tetap namun lebar pulsa berubah ubah. Dengan persamaan 2.3 maka dapat dihitung duty cycle-nya sebagai berikut:
Tabel 4.9. Pengujian Duty Cycle PWM dengan Vmotor 12Vdc P
Perioda Perioda Duty
Tabel 4.10. Pengujian PWM Waktu Buka-tutup
PWM bisa dibangkitkan secara software maupun hardware. PWM pada pemodelan ini dibangkitkan secara software menggunakan mikrokontroler dengan memanfaatkan fasilitas interupsi timer, sehingga dapat dibentuk gelombang dengan duty cycle yang dapat diatur sesuai dengan program. Pengaturan PWM pada motor DC sangat menguntungkan pada pemodelan. PWM yang dihasilkan dari pemrograman mikrokontroler membuat perputaran motor lebih halus dan bervariasi. Adapun variasi putaran motor dapat dilihat pada Tabel 4.9. Frekuensi dan amplitudo pada PWM tetap namun lebar pulsa berubah ubah. Lebar pulsa yang berubah-ubah menghasilkan Duty Cycle. Duty Cycle membuat putaran motor halus bahkan kecepatannya dapat diatur lebih cepat atau lebih lambat. Cepat dan lambat perputaran motor nantinya menentukan kecepatan waktu buka/tutup gerbang (Tabel 4.10). Jika Duty Cycle yang digunakan semakin besar, maka semakin cepat waktu untuk membuka/menutup gerbang.
V. SIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian dan pengoprasian program dapat disimpulkan bahwa:
1. Penyimpanan keseluruhan data Sopir dan data keluar/masuk dapat disimpan dalam satu basis data.
3. Visual BASIC dapat terkoneksi dengan baik dengan Microsoft Access maupun Crystall Report 8.5.
4. Program “Model Sistem Keamanan Gerbang Pabrik Melalui Antarmuka Wireless Berbasis ATMEGA32 dan Visual BASIC 6.0.” dapat sekaligus membuka/menutup kedua pintu masuk/keluar. Akan tetapi pengunaan program akan lebih baik satu program untuk satu pintu gerbang.
Daftar Pustaka
[1] Rianto, 2008, Expansion Memory Pada Mikrokontroler Atmega8535. Laporan Kerja Praktek di CV General PLC Service (GPS) Yogyakarta
[2] Bejo, Agus, 2008, C dan AVR Rahasia Kemudahan Bahasa C dalam Mikrokontroler ATMEGA8535. Yogyakarta: Graha Ilmu
[3] http://www.atmel.com/avr, [Online, diakses: 12-04-2017]
[4] Prasetia Retna. Catur Edi Wibowo, 2004, “Interfacing Port Paralel dan Port Serial Komputer dengan Visual
Basic 6.0”, Andi Offset: Yogyakarta.
[5] Yudi Andriana dkk. 2004, Pengendalian Kecepatan
Motor DC Menggunakan Gelombang Radio Sebagai
Media Transmisi Berbasis Mikrokontroler AT89C51.
[6] Sumardi dkk, 2008, Rancang Bangun Robot Pengikut
Garis dan Pendeteksi Halangan Menggunakan
Mikrokontroler AT89S51, Jurnal Teknik Elektro, Jilid 10,
Nomor 3, 126-130. iwan, [email protected] [7] Ario Suryo Kusumo, 2005, ”Pemrograman Database
dengan Visual Basic 6.0”, Alex Media Komputindo.
[8] Wira Danu. Pangestu, 2007, “Modul Pelatihan Visual
Basic-Access”,www.Allpdf.com, Januari 2010.
[9] Asnawi Rustam. Octa Heriana, 2004, Sistem Keamanan Pintu Gerbang Berbasis AT89C51 Teroptimasi Basisdata
Melalui Antarmuka Port Serial, Jurnal Teknik Elektro dan
Komputer Emitor, Vol. 4, No. 2, 67-74.
[10] Usaman Baafai. Zulkarnaen, 2005, Pedoman Penulisan
Naskah Jurnal ENSIKOM, Jurnal Teknik Elektro
ENSIKOM, Vol. 3, No. 1 , Hal 34–35.
[11]Petruzella, Frank D, Elektronika Industri Edisi II, Terjamahan dari Industrial Electronics oleh Sumanto, Drs. M.A., ANDI Yogyakarta, Yogyakarta 2001.
[12]Suyoko, Didik. (2012). Alat Pengaman Pintu Rumah Menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) 125-KHz Berbasis Mikrokontroler ATMEGA328. Yogyakarta: Universitas Yogyakarta.
[13]Nurjanah, Dwi. 2012. Perancangan Stand Alone RFID Reader Untuk Aplikasi Keamanan Pintu, Naskah Publikasi. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM.
[14]http://en.wikibooks.org, “SerialProgramming”, [Online,
diakses: 12-04-2017]
[15] http://www.google.com, “Seagate Crystal Report 8.5.
Pdf” , [Online, diakses: 19-03-2010].
[16] Sugiarto. Tanjung Purno, 2003, “Rancang Bangun
Pengaman Brankas Elektronik Dengan Sistem Penyandi
Empat Digit”, Jurnal Penelitian.
[17] Kusumasari. Yulitta Radita, 2005, “Pengolahan Data
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (Stiepari) Dengan Aplikasi Database Pada