• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Fi’l Madi pada Surah AL-‘An’Ām

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Fi’l Madi pada Surah AL-‘An’Ām"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. Kajian Terdahulu

Penelitian ini mengenai fi’l māḍī didalam surah Al-Qur’an yang pernah di teliti sebelumnya dan memiliki kaitan dengan penelitian ini antara lain sebagai berikut

1. Dwifan (1994) Hasilnya menunjukkan bahwa di dalam surah Al-a’raf ditemukan studi tentang fi’l māḍī yang berwazan śulaśī mujarrad, śulaśī mazīd, rubā’ī mujarrad, rubā’ī mazīd.

2. Adawiyah (1994) mengkaji studi kontrastif fi’l māḍīmazīd dalam bahasa Arab dengan the simple past tense dalam bahasa Inggris. Di dalamnya dibahas wazan-wazan yang ada dalam fi’l mādī mazīd dan pola-pola yang ada dalam simple past tense.

Penelitian terdahulu di atas ini akan dijadikan bahan banding dan referensi bagi peneliti.

2. Landasan Teori : 2.1 Pengertian fi’l māḍī

Muhammad (1982 : 9 ) mengemukakan fi’l māḍī adalah kata kerja lampau, yaitu kata kerja yang menunjukkan terjadinya sesuatu pada masa yang lalu, yang dapat menerima tafai’l atau ḍamir rafa’ mutaharrik dan ta ta’nis.

Misalnya : (QS. Al-’An’am : 15)

ْنِإ ُفﺎَﺧَأ ﻰﱢﻧِإ ْﻞُﻗ

ُﺖْﻴَﺼَﻋ

)

ٍﻢْﻴِﻈَﻋ ٍمْﻮَـﻳ َباَﺬَﻋ ﻰﱢﺑَر

۱۵

(

/qul innī akḥāfu in ‘aṣaitu rabbī ‘ażāba yaumin ‘aẓīmin/ katakanlah: “sesungguhnya aku takut akan azab yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku”.

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

ُﺖْﻴَﺼَﻋ

/’aṣaitu / ‘aku telah mendurhakaiberasal dari kata

ﻰِﺼْﻌَـﻳ - ﻰَﺼَﻋ

/‘aáya’ṣī/ ‘Mendurhakai’. dengan pola

ُﻞِﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ

/

(2)

fi’l-nya terdiri atas huruf illat ya’ dan fi’l initermasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺛ ﻞﻌﻓ

/fi’l ṡulaṡī

mujarrad/ karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan. pelakunya ﺎﻧﺍ/ana / ‘saya orang pertama laki-laki tunggal’.(rasul)

Al-Ghulayaini (2010 : 51) berpendapat bahwa :

ﻲﺿﺎﻤﻟا نﺎﻣﺰﻟﺎﺑ ٍنﺮﺘﻘﻣ ﻪﺴﻔﻧ ﻲﻓ ًﻰﻨﻌﻣ ﻰﻠﻋ لدﺎﻣ :ﻲﺿﺎﻤﻟﺎﻓ

.

/ Fā al-mādī : mā dalla ‘alā ma’nān fī nafsihi muqtarinin bi al-zamāni al-mādī / fi’l māḍī adalah sesuatu yang menunjukkan atas makna pada dirinya yang berhubungan dengan masa lampau.

.../darasta wa linubayyinahu/ .... kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari ahli kitab).

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

َﺕْﺳَﺭَﺩ

/darasta/‘telah mempelajari’. berasal dari kata

ُسُرْﺪَﻳ-

َﺱَﺭَﺩ

/

darasa-yadrusu / ‘mempelajari’.dengan pola

ُﻞُﻌْﻔَـﻳ

-

َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya beripa huruf ṣahih. dantermasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/fi’l ṡulaṡī mujarrad/karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf . pelakunya ﺖﻧﺍ/anta/ ‘kamu kedua laki-laki tunggal’.(rasul)

Habib (2014:13) mengatakan fi’l disebut kata kerja dan māḍī kata yang menunjukkan makna dengan adanya keterikatan waktu disebut lampau. Jadi fi’l māḍī adalah kata kerja yang terikat dengan masa lampau.

Selanjutnya, Amin dan Jarim ( 1966 : 21 ) mengatakan :

(3)

Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan, bahwasannya fi’l māḍī adalah kata kerja yang berhubungan dengan masa lampau yang dapat menerima tafai’l atau ḍamir rafa’ mutaharrik dan ta ta’nis.

Selanjutnya Muhammad (1982) mengatakan bahwa ciri-ciri fi’l māḍī adalah dapat menerima Ta fa’il atau ḍamir rafa’ yang mutaharrik dan Ta ta’nis (ta untuk tanda perempuan) yaitu,

a. Ta fail atau damir rafa’ yang mutaharrik adalah damir-damir yang bersambung di belakang fi’l māḍī, yang pastinya menempati rafa’ karena menjadi fa’il.

Contoh : (QS. Al- ‘An’am : 94)

)

۹٤

(

...

ۚ ْاُﺆَﻛَ ُﴍ

ْﻢُﻜْﻴِﻓ ْﻢُﻬﱠـﻧَأ

ْﻢُﺘْﻤَﻋَز

َﻦْﻳِﺬﱠﻟا....

/...al-lażīna za’amtum annahum fīkum syuraka’ū.../ pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu tuhan di antara kamu.

Pada ayat di atas ditemukan fi’l māḍī

ْﻢُﺘْﻤَﻋَز

/za’amtum/ ‘ syafa’at untuk kamu semua’ fi’l ini berasal dari kata

ُﻢُﻋْﺰَـﻳ- َﻢَﻋَز

/za’ama-yaz’amu/ ‘mendakwakan’ dengan pola

ُﻞُﻌْﻔَـﻳ

-

َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya ṣahih. dantermasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/fi’l ṡulaṡī

mujarrad/ karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf yang pelakunya

ﻢﺘﻧا

/antum/ ‘mereka orang kedua laki-laki jamak’.(rasul)

b. Menurut Habib (2014:13) ciri – ciri fi’l māḍī adalah diawali dengan kalimat

huruf

ْﺪَﻗ

, kata ini dapat menempati pada awal fi’l māḍī . fi’l māḍī yang

menempati pada awal fi’l māḍī memiliki dua makna yaitu Tahqiq artinya menguatkan makna fi’l. Seperti :

َنُﻮﻨِﻣْﺆُﻤْﻟا َﺢَﻠْـﻓَأ ْﺪَﻗ

artinya “ sungguh beruntung

(4)

Menurut Karim ( 1962 : 15 ) Taṣrif fi’l māḍī adalah :

Tabel.1

ﻰﺿﺎﻤﻟا ﻞﻌﻓ ﻒﻳﺮﺼﺗ

ﻊﻤﺟ

ﻰﻨﺜﻣ

دﺮﻔﻣ

(

ﻢﻫ

)

اﻮُﻠَﻌَـﻓ

(

ﺎﻤﻫ

)

َﻼَﻌَـﻓ

(

ﻮﻫ

)

َﻞَﻌَـﻓ

ﺐﺋﺎﻏ ﺮﻛﺬﻣ

(

ﻦﻫ

)

َﻦْﻠَﻌَـﻓ

(

ﺎﻤﻫ

)

ﺎَﺘَﻠَﻌَـﻓ

(

ﻲﻫ

)

ْﺖَﻠَﻌَـﻓ

ﺔﺒﺋﺎﻏ ﺚﻧﻮﻣ

(

ﻢﺘﻧا

)

ْﻢُﺘْﻠَﻌَـﻓ

(

ﺎﻤﺘﻧا

)

ﺎَﻤُﺘْﻠَﻌَـﻓ

(

َﺖﻧا

)

َﺖْﻠَﻌَـﻓ

ﺐﻃﺎﺨﻣ ﺮﻛﺬﻣ

(

ﱠﻦﺘﻧا

)

ﱠﻦُﺘْﻠَﻌَـﻓ

(

ﺎﻤﺘﻧا

)

ﺎَﻤُﺘْﻠَﻌَـﻓ

(

ِﺖﻧا

)

ِﺖْﻠَﻌَـﻓ

ﺔﺒﻃﺎﺨﻣ ﺮﻛﺬﻣ

(

ﻦﺤﻧ

)

ﺎَﻨْﻠَﻌَـﻓ

(

ﺎﻧا

)

ُﺖْﻠَﻌَـﻓ

ﻢﻠﻜﺘﻣ

2.2 Pembagian fi’l madi ditinjau darijumlah huruf asalnya fi’lśulaśī dibedakan menjadi dua macam, yaitu fi’lśulaśī mujarrad dan fi’lśulaśī śulaśī mazid Menurut Rusdianto (2010 : 68)

1) Fi’l māḍī śulásīmujarrad

Al-gulayaini (2010 : 68) mengatakan bahwa :

كﺎﻣ ﻮﻫو : دﱠﺮﺠﻣ ﻰﺛﻼﺛ

ا

ﺎﻬﻴﻠﻋ ٍةدﺎﻳز ﺮﻴﻏ ﻦﻣ ﻂﻘﻓ ًﺔﺛﻼﺛ ﻪﻴﺿﺎﻣ فﺮﺣأ ﺖﻧ

.

/ṡulaṡīyyu mujarradu wa huwa mākānat aḥrufi māḍīhi ṡalāṡatan faqat min gairi ziyyādatin ‘alaīhā/ ṡulaṡī mujarrad adalah yang mana huruf māḍī –nya terdiri dari 3 (tiga) huruf saja tidak ada tambahan huruf padanya.

fi’l ini mempunyai 3 (tiga) wazan yaitu :

a) Wazan

َﻞَﻌَـﻓ

/

fa’ala/ contohnya sebagai berikut :

(5)

b) Wazan

َﻞِﻌَﻓ

/

fa’ila/ contohnya sebagai berikut :

َﺮِﺴَﺧ

/khasira/ ‘merugikan’ –

َﻞِﻤَﻋ

/’amila/ ‘berbuat’

c)

Wazan

َﻞُﻌَـﻓ

/fa’ula/ contohnya sebagai berikut :

َحُﺮَﺻ

/şaruha/ ‘jernih’-

َمُﺮَﺻ

/şaruma/ ‘berani’

2) Fi’l māḍī śulásīmazid

Dayab (2002 -30) menyatakan bahwa :

. ٍناَزْوَا ُﺔَﺛَﻼَﺛ ُﻪَﻟو ٍﺪِﺣاَو ٍفْﺮَﺤِﺑ ُﻪُﺗَدﺎَﻳِز َنْﻮُﻜَﺗ ْنَا ﺎﱠﻣِا ﺪﻳﺰﻣ ّﻲﺛﻼﺛ

/ṡulaṡiyyu mazīdu immā an takūna ziyādatuhu biḥarfin wāḥidin wa lahu

ṡalāṡatu awzānin/ śulaśī mazid adapun tambahannya 1 (satu) huruf, dan dia mempunyai 3 (tiga) wazan yaitu:

a) Wazan :

َﻞَﻌْـﻓَا

/af’ala/ contohnya sebagai berikut:

َﻢَﻠْﺳَا

/aslama/ ‘menyerah diri ’ -

َلَﺰْـﻧَا

/anzala/ ‘menurunkan’ b) Wazan :

َﻝﱠﻌَﻓ

/fa’ala/ contohnya sebagai berikut:

َبﱠﺬَﻛ

/każżaba/ ‘mendustakan’ -

َﻞﱠﺼَﻓ

/fassala/ ‘menjelaskan’

c) Wazan:

َﻞَﻋﺎَﻓ

/fā’āla/contohnya sebagai berikut:

َﺐَﻃﺎَﺧ

/khāţaba/ ‘bercakap -

َبَرﺎَﺿ

/dāraba/ ‘ memukul’

ٍناَز ْوَأ ُﺔَﺴْﻤَﺧ ُﻪَﻟَو ِﻦْﻴَـﻓْﺮَﺤِﺑ ُﻪُﺗَدﺎَﻳِز َنْﻮُﻜَﺗ ْنَأ ﺎﱠﻣِاَو

/wa immā an takūna ziyādatuhu biḥarfaīni wa lahu kḥamsatu awzānin/ dan adapun tambahannya dengan 2 (dua) huruf, dia ada5 (lima) wazan :

a) Wazan/infa’ala/

ﻞَﻌَﻔْـﻧِا

contohnya sebagai berikut:

(6)

ىﺮﺘﻓا

/iftara/ ’membuat-buat’ - َﻊَﻤَﺘْﺟِا/ijtama’a/ ‘ bertemu’ c) Wazan

ﱠﻞَﻌْـﻓِا

/

if’alla/ contohnya sebagai berikut:

ﱠﺾَﻴْـﺑِا

/ibyadda/ ‘menjadi putih’ –

ﱠﺮَﻤْﺣِا

/ihmarra/ menjadi merah’ d) Wazan

َﻞَﻋﺎَﻔَـﺗ

/tafā’ala/contohnya sebagai berikut:

َﻖَﺑﺎَﺴَﺗ

/tasābaqa/ ‘saling mendahului’ –

َﻞَﺗﺎَﻘَـﺗ

/taqātala/ ‘saling membunuh’ e) Wazan

ﻞﱠﻌَﻔَـﺗ

/tafa’ala/contohnya sebagai berikut:

َﻢﱠﻠَﻌَـﺗ

/ta’allama/ ‘belajar’ –

َﻢﱠﻠَﻜَﺗ

/takallama/ ‘berkata’

ٍنَاَزْوَا ُﺔَﻌَـﺑْرَا ُﻪَﻟَو ٍﺔَﺛَﻼَﺜِﺑ َنْﻮُﻜَﺗ ْنَأ ﺎﱠﻣِاَو

,

/wa immā an takūna biṡalāṡatin wa lahu arba’atu awzānin/ dan adapun yang tambahannya 3 (tiga) huruf, dan dia mempunyai 4 (empat) wazan :

a) Wazan

َﻞَﻌْﻔَـﺘْﺳِا

/istaf’ala/contohnya sebagai berikut:

َجَﺮْﺨَﺘْﺳِا

/istakhraja/ ‘meminta keluar’ –

َﺮَﻔْﻐَـﺘْﺳِا

/ista’fara/ ‘ mohon ampun’ b) Wazan

َﻞَﻋْﻮَﻌْـﻓِا

/if’aū’ala/ contohnya sebagai berikut:

َبَدْوَﺪْﺣِا

/iḥdaudaba/ ‘sangat bungkuk’ –

َﺐَﺷْﻮَﺸْﻋِا

/i’syausyaba/ ‘sangat lebat rumput’

c)

Wazan

َلﱠﻮَﻌْـﻓِا

/if’aūala/contohnya sebagai berikut:

َطﱠﻮَﻠْﻋِا

/

i’lawwaţa/ ‘menahan bergantungan’ –

َذﱠﻮَﻠْﺟِا

/ijlawważa/ ‘cepat berlari’ d) Wazan

ﱠلﺎَﻌْـﻓِا

/if’āla/ contohnya sebagai berikut:

ِا

ﱠرﺎَﻤْﺣ

/ihmārra/ ‘berwarna merah’ –

ﱠرﺎَﻔْﺻِا

/isfārra/ ‘berwarna kuning’

2.3 fi’l madi ditinjau dari jenis huruf asalnya dibedakan menjadi dua bagian yaitu fi’l ṣahih dan fi’l mu’tal. (Rusdianto : 2010 : 80)

(7)

Pertama, fi’l mudha’af yaitu kata kerja yang huruf kedua (‘ain fi’l) dan huruf ketiga ( lam fi’l) berupa huruf yang sama, kemudian di-tasydidkan agar mudah cara membacanya.

Contoh :

ﱠﺪَﻣ

asalnya

َدَﺪَﻣ

: membentangkan

ﱠﺮَـﻗ

asalnya

َرَﺮَـﻗ

: berlari

Kedua, fi’l mahmuz yaitu kata kerja yang salah satu huruf asalnya terdiri atas huruf hamzah. Bila fa’ fi’lnya berufa huruf hamzah, dinamakan mahmuz fa’. Jika ‘ain fi’lnya berupa huruf hamzah disebut mahmuz ‘ain. Sedangkan kalau lam fi’lnya yang terdiri atas huruf hamzah, maka dinamakan mahmuz lam.

Contoh :

َﻞَﻣَأ

: Mengharap

َلَﺄَﺳ

: Meminta

َأَﺮَـﻗ

: Membaca

Ketiga, fi’l salim, yaitu kata kerja yang salah satu huruf asalnya tidak berupa hamzah ataupun mudha’af. Contoh :

َﺐَﺘَﻛ

: Menulis

b. Fi’l Mu’tal adalah kata kerja yang salah satu huruf asalnya berupa huruf ‘illat. Fi’l mu’tal dibagi menjadi lima :

Pertama, fi’l mitsal yaitu kata kerja yang huruf pertama ( fa fi’l) nya terdiri atas huruf ‘illat wawu ( disebut fi’l mitsal wawu) atau ya ( disebut fi’l mitsal ya). Contoh :

َﻎَﺿَو

: Meletakkan

َﺮَﺴَﻳ

: Gampang

Kedua, fi’l ajwaf yaitu kata kerja yang huruf kedua ( ‘ain fi’l)- nya berupa huruf ‘illat wawu (disebut fi’l ajwaf wawi ) atau ya’ ( disebut ajwaf ya’i)

Contoh :

َمﺎَﺻ

asalnya

َمَﻮَﺻ

: Berpuasa

َعﺎَﺑ

asalnya

َﻊَﻴَـﺑ

: Menjual

Ketiga, fi’l naqish, yaitu kata kerja yang huruf ketiga (lam fi’l)- nya terdiri atas huruf ‘illat wawu ( disebut fi’l naqish wawi ) atau ya’ ( disebut fi’l naqish ya’i)

Contoh

:

َوُﺮَﺳ

: Mulia

َﻲٍﺿَر

: Rel

Keempat, fi’l lafif mafruq, yaitu kata kerja yang huruf (fa fi’l)-nyaberupa huruf wawu sementara hurufr ketiga (lam fi’l) -nya berupa huruf ya’

(8)

Kelima, fi’l lafif maqrun, yaitu kata kerja yang huruf kedua (‘ain fi’l)-nya berupa huruf wawu, sedangkan huruf ketiga (lam fi’l) -nya berupa huruf ya’.

Contoh :

َىَﻮَﺷ

: Memanggang

Adapun bentuk fi’l māḍī śulásīmujarrad dan śulásīmazid yang berbentuk ṣahih dan mu’tal beserta pola-pola -Nya di dalam surah Al-’An’am sebagai berikut:

Adapun bentuk fi’l māḍī śu lásīmujarrad dan śulásīmazid yang berbentuk ṣahih dan mu’tal beserta pola-pola -Nya di dalam surah Al-’An’am sebagai berikut:

ىِﺬﱠﻟآ ِﻪﱠﻠِﻟ ُﺪْﻤَﺤْﻟآ

َﻖَﻠَﺧ

َﻮَﺿْرَﻷآَو ِتﺍ َﻮَٰﻤﱠﺴﻟآ

َﻞَﻌَﺟ

لآو ِﺖَٰﻤُﻠﱡﻈﻟآ

رﻮﱡﻧ

ا

َﻦْﻳِﺬﱠﻟآ ﱠﻢُﺛ

ْاوُﺮَﻔَﻛ

َنْﻮُﻟِﺪْﻌَـﻳ ْﻢِﻬﱢﺑَﺮِﺑ

۝

/alḥamdu lil-lahi khalaqa as-samawáti wal-arḍa… /Segala puji bagi allah yang telah menciptakan langit dan bumi,… (Q.S. Al-‘An’ām:1).

َﻖَﻠَﺧ

/

khalaqa/ ‘telah menciptakan’

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

َﻖَﻠَﺧ

/

khalaqa/ ‘telah menciptakan’ berasal dari kata

ُﻖُﻠْﺨَﻳ-

َﻖَﻠَﺧ

/ khalaqa-yakhluqu /‘menjadikan’dengan pola

ﻞُﻌْﻔَـﻳ- َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ulu/. Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/ fi’l ṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang

ketiga tunggal’.

َﻞَﻌَﺟ

/ja’ala/ ‘mengadakan’

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

َﻞَﻌَﺟ

/ja’ala/ ‘mengadakan’ berasal dari kata

- َﻞَﻌَﺟ

- ُﻞَﻌْﺠَﻳ

/ ja’ala-yaj’alu/ ‘mengadakan’ denganpola

ُﻞَﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’alu /Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/

fi’lṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketiga

(9)

ْاوُﺮَﻔَﻛ

/kafarū/ ‘kafir’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

ْاوُﺮَﻔَﻛ

/kafarū/ ‘kafir’ berasal dari kata

ُﺮُﻔْﻜَﻳ - َﺮَﻔَﻛ

/ kafara-yakfuru / ‘kafir (lawan beriman)’ dengan

ُﻞُﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini merupakan fi’l

ṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/

fi’l

ṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻢﻫ/hum/ ‘mereka orang ketiga jamak.

َﻮُﻫ

/huwa al-lażi khalaqakum min ṭīninśumma qadá ajalán’ wa ajalu musamma ‘indahu, śumma antum tamtarūna…/ Dialah yang menciptakan kamu daritanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu(tentang berbangkit itu).…(Q.S. Al-‘An’ām : 2)

َﻖَﻠَﺧ

/khalaqa/ ‘telah menciptakan’

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

َﻖَﻠَﺧ

/khalaqa/ ‘telah menciptakan’ berasal dari

kata

ُﻖُﻠْﺨَﻳ- /

َﻖَﻠَﺧ

khalaqa-yakhluqu-khalqan/‘menjadikan’dengan pola

ُﻞُﻌْﻔَـﻳ- َﻞَﻌَـﻓ

/ fa’ala-yaf’ulu /. Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/ fi’l ṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketiga tunggal’.

ٰﻰﻀَﻗ

/qada/ ‘ditentukan’

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

َٰﻰﻀَﻗ

/qada/ ‘ditentukan’ berasal dari kata

ﻰِﻀْﻘَـﻳ -ﻰَﻀَﻗ

(10)

/wa ma ta’tihīm min ‘ayatin min ‘ayáti rabbihim illa kánū ‘anhá mu’riḍin/Dan tak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpalingdari padanya (mendustakannya). (Q.S. Al-‘An’ām : 4)

اﻮُﻧﺎَﻛ

/kanu/ ‘mereka selalu’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

اﻮُﻧﺎَﻛ

/kanu/ ‘mereka selalu’ berasal dari kata

- ُنﻮُﻜَﻳ- َنﺎَﻛ

/

kana-yakunu/ ‘sesuatu itu ada’ dengan pola

ُﻞُﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini berasal

dari kata

َنَﻮَﻛ

/kawana/ kata ini merupakan fi’l mu’tal ajwaf karena huruf kedua ‘ainfi’lnya berupa huruf illat wawudan termasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/fi’l ṡulaṡī mujarrad/

karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf yang pelakunya

ﻢﻫ

/hum/ ‘mereka orang ketiga jamak’.

/faqad każżabū bilhaqqi…/ Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al-Qur’an).(Q.S. Al-‘An’ām : 5)

ْاﻮُﺑّﺬَﻛ

/ każżaba / ‘telah mendustakan’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

ْاﻮُﺑّﺬَﻛ

/każżaba / ‘telah mendustakan’ berasal dari kata

ُبﱢﺬَﻜُﻳ- َبﱠﺬَﻛ

/ każżaba- każżibu/ ‘sesuatu itu ada’ dengan pola

ُﻞﱢﻌَﻔُـﻳ - َﻞﱠﻌَـﻓ

/ fa’ala-yufa’ilu/.Kata ini berasal dari kata َﺏَﺬَﻛ/ każaba/ ‘berdusta’ kata ini merupakan fi’lṣahih dan termasuk pada

ﻲﺛﻼﺛ ﻞﻌﻓ

ﺪﻳِﺰﻣ

/fi’l ṡulaṡī mazid/ karena pada ‘ain fi’l-nya terdapat

tambahan satu huruf yang pelakunya

ﻢﻫ

/hum/ ‘mereka orang ketiga jamak’.

َءٓآّ�

/ já’a / ‘sampai’

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

َءٓآّ�

/já’a /‘sampai’ berasal dari kata

ُﺊِﺠَﻳ - َءﺎَﺟ

/

já’a-yaji’u/ ‘datang’ dengan pola

ُﻞِﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ilu/ kata ini berasal dari kata

َءَﻮَﺟ

/jawa’a/. Kata ini merupakan fi’lmu’tal ajwaf karena karena huruf kedua ‘ainfi’lnya berupa huruf illat wawudan termasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/fi’l ṡulaṡī mujarrad/

karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf yang pelakunyaﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketiga tunggal’.

(11)

Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

ْاُﺆَٰﺒْـﻧَأ

/‘an-baū / ‘berita-berita’ berasal dari kata

- ُﺄَﺒْﻨَـﻳ- َﺄَﺒَـﻧ

/

naba’a-yanba’a/ ‘sesuatu itu tinggi’ dengan pola

ُﻞَﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ulu/.Kata inimerupakan fi’lṣahih mahmuz karena lam fi’l nya terdiri atas huruf hamzah maka dinamakan mahmuz lam dantermasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/fi’l ṡulaṡī mujarrad/ yang

pelakunyaﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketiga tunggal’.

ْاﻮُﻧﺎَﻛ

/kanu/ ‘yang selalu’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī

اﻮُﻧﺎَﻛ

/kanu/ ‘yang selalu’ berasal dari kata

- ُنﻮُﻜَﻳ- َنﺎَﻛ

/

kana-yakunu / ‘sesuatu itu ada’ dengan pola

ُﻞُﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ

/fa’ala-yaf’ulu/ kata ini berasal dari kata

َنَﻮَﻛ

/kawana/. Kata ini merupakan fi’l mu’tal ajwaf karena huruf kedua ‘ainfi’lnya berupa huruf illat wawudan termasuk pada

دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ

/fi’l ṡulaṡī mujarrad/

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan akan dilakukan penelitian dengan judul Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik terhadap Kemampuan

Activity receives callback from Fragment A, and forward article URI information from Fragment A to Fragment B, thus Article displayed on Fragment B will change based on URI

Berdasarkan keterbatasan dalam penelitian ini, maka beberapa saran yang diajukan, antara lain : (1) Pada proses pembelajaran menggunakan pendekatan konflik kognitif

Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diketahui bahwa sebagian besar pelaku perkawinan siri, belum mengetahui keberadaan Undang-Undang Nomor 1

Penelitian ini ditujukan untuk menginvestigasi terjadinya variasi tahunan sehingga dapat digunakan untuk memberikan koreksi terhadap MSL yang dihitung dari data pendek

yer dirancang lebih sederhana dengan vektor baret ungu dan us utama backgraund-nya dengan menyertakan informasi yang informasi pada media yang lain, hanya lebih

Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan metode estimasi terbaik, baik estimasi solid maupun model blok yang sesuai untuk pemodelan potensi laterit nikel ini. Analisis yang

Kemudian dari Matriks SWOT pilihan alternatif strategi yang tepat yang dapat diterapkan Cafe Coffee Q dimasa yang akan adatang adalah strategi W-T dengan