BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Kajian Terdahulu
Penelitian ini mengenai fi’l māḍī didalam surah Al-Qur’an yang pernah di teliti sebelumnya dan memiliki kaitan dengan penelitian ini antara lain sebagai berikut
1. Dwifan (1994) Hasilnya menunjukkan bahwa di dalam surah Al-a’raf ditemukan studi tentang fi’l māḍī yang berwazan śulaśī mujarrad, śulaśī mazīd, rubā’ī mujarrad, rubā’ī mazīd.
2. Adawiyah (1994) mengkaji studi kontrastif fi’l māḍīmazīd dalam bahasa Arab dengan the simple past tense dalam bahasa Inggris. Di dalamnya dibahas wazan-wazan yang ada dalam fi’l mādī mazīd dan pola-pola yang ada dalam simple past tense.
Penelitian terdahulu di atas ini akan dijadikan bahan banding dan referensi bagi peneliti.
2. Landasan Teori : 2.1 Pengertian fi’l māḍī
Muhammad (1982 : 9 ) mengemukakan fi’l māḍī adalah kata kerja lampau, yaitu kata kerja yang menunjukkan terjadinya sesuatu pada masa yang lalu, yang dapat menerima tafai’l atau ḍamir rafa’ mutaharrik dan ta ta’nis.
Misalnya : (QS. Al-’An’am : 15)
ْنِإ ُفﺎَﺧَأ ﻰﱢﻧِإ ْﻞُﻗ
ُﺖْﻴَﺼَﻋ
)
ٍﻢْﻴِﻈَﻋ ٍمْﻮَـﻳ َباَﺬَﻋ ﻰﱢﺑَر
۱۵
(
/qul innī akḥāfu in ‘aṣaitu rabbī ‘ażāba yaumin ‘aẓīmin/ katakanlah: “sesungguhnya aku takut akan azab yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku”.
Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
ُﺖْﻴَﺼَﻋ
/’aṣaitu / ‘aku telah mendurhakaiberasal dari kataﻰِﺼْﻌَـﻳ - ﻰَﺼَﻋ
/‘aṣá–ya’ṣī/ ‘Mendurhakai’. dengan polaُﻞِﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ
/fi’l-nya terdiri atas huruf illat ya’ dan fi’l initermasuk pada
دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺛ ﻞﻌﻓ
/fi’l ṡulaṡīmujarrad/ karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan. pelakunya ﺎﻧﺍ/ana / ‘saya orang pertama laki-laki tunggal’.(rasul)
Al-Ghulayaini (2010 : 51) berpendapat bahwa :
ﻲﺿﺎﻤﻟا نﺎﻣﺰﻟﺎﺑ ٍنﺮﺘﻘﻣ ﻪﺴﻔﻧ ﻲﻓ ًﻰﻨﻌﻣ ﻰﻠﻋ لدﺎﻣ :ﻲﺿﺎﻤﻟﺎﻓ
.
/ Fā al-mādī : mā dalla ‘alā ma’nān fī nafsihi muqtarinin bi al-zamāni al-mādī / fi’l māḍī adalah sesuatu yang menunjukkan atas makna pada dirinya yang berhubungan dengan masa lampau.
.../darasta wa linubayyinahu/ .... kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari ahli kitab).
Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
َﺕْﺳَﺭَﺩ
/darasta/‘telah mempelajari’. berasal dari kataُسُرْﺪَﻳ-
َﺱَﺭَﺩ
/
darasa-yadrusu / ‘mempelajari’.dengan polaُﻞُﻌْﻔَـﻳ
-
َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya beripa huruf ṣahih. dantermasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/fi’l ṡulaṡī mujarrad/karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf . pelakunya ﺖﻧﺍ/anta/ ‘kamu kedua laki-laki tunggal’.(rasul)Habib (2014:13) mengatakan fi’l disebut kata kerja dan māḍī kata yang menunjukkan makna dengan adanya keterikatan waktu disebut lampau. Jadi fi’l māḍī adalah kata kerja yang terikat dengan masa lampau.
Selanjutnya, Amin dan Jarim ( 1966 : 21 ) mengatakan :
Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan, bahwasannya fi’l māḍī adalah kata kerja yang berhubungan dengan masa lampau yang dapat menerima tafai’l atau ḍamir rafa’ mutaharrik dan ta ta’nis.
Selanjutnya Muhammad (1982) mengatakan bahwa ciri-ciri fi’l māḍī adalah dapat menerima Ta fa’il atau ḍamir rafa’ yang mutaharrik dan Ta ta’nis (ta untuk tanda perempuan) yaitu,
a. Ta fail atau damir rafa’ yang mutaharrik adalah damir-damir yang bersambung di belakang fi’l māḍī, yang pastinya menempati rafa’ karena menjadi fa’il.
Contoh : (QS. Al- ‘An’am : 94)
)
۹٤
(
...
ۚ ْاُﺆَﻛَ ُﴍ
ْﻢُﻜْﻴِﻓ ْﻢُﻬﱠـﻧَأ
ْﻢُﺘْﻤَﻋَز
َﻦْﻳِﺬﱠﻟا....
/...al-lażīna za’amtum annahum fīkum syuraka’ū.../ pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu tuhan di antara kamu.Pada ayat di atas ditemukan fi’l māḍī
ْﻢُﺘْﻤَﻋَز
/za’amtum/ ‘ syafa’at untuk kamu semua’ fi’l ini berasal dari kataُﻢُﻋْﺰَـﻳ- َﻢَﻋَز
/za’ama-yaz’amu/ ‘mendakwakan’ dengan polaُﻞُﻌْﻔَـﻳ
-
َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya ṣahih. dantermasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/fi’l ṡulaṡīmujarrad/ karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf yang pelakunya
ﻢﺘﻧا
/antum/ ‘mereka orang kedua laki-laki jamak’.(rasul)b. Menurut Habib (2014:13) ciri – ciri fi’l māḍī adalah diawali dengan kalimat
huruf
ْﺪَﻗ
, kata ini dapat menempati pada awal fi’l māḍī . fi’l māḍī yangmenempati pada awal fi’l māḍī memiliki dua makna yaitu Tahqiq artinya menguatkan makna fi’l. Seperti :
َنُﻮﻨِﻣْﺆُﻤْﻟا َﺢَﻠْـﻓَأ ْﺪَﻗ
artinya “ sungguh beruntungMenurut Karim ( 1962 : 15 ) Taṣrif fi’l māḍī adalah :
Tabel.1
ﻰﺿﺎﻤﻟا ﻞﻌﻓ ﻒﻳﺮﺼﺗ
ﻊﻤﺟ
ﻰﻨﺜﻣ
دﺮﻔﻣ
(
ﻢﻫ
)
اﻮُﻠَﻌَـﻓ
(
ﺎﻤﻫ
)
َﻼَﻌَـﻓ
(
ﻮﻫ
)
َﻞَﻌَـﻓ
ﺐﺋﺎﻏ ﺮﻛﺬﻣ
(
ﻦﻫ
)
َﻦْﻠَﻌَـﻓ
(
ﺎﻤﻫ
)
ﺎَﺘَﻠَﻌَـﻓ
(
ﻲﻫ
)
ْﺖَﻠَﻌَـﻓ
ﺔﺒﺋﺎﻏ ﺚﻧﻮﻣ
(
ﻢﺘﻧا
)
ْﻢُﺘْﻠَﻌَـﻓ
(
ﺎﻤﺘﻧا
)
ﺎَﻤُﺘْﻠَﻌَـﻓ
(
َﺖﻧا
)
َﺖْﻠَﻌَـﻓ
ﺐﻃﺎﺨﻣ ﺮﻛﺬﻣ
(
ﱠﻦﺘﻧا
)
ﱠﻦُﺘْﻠَﻌَـﻓ
(
ﺎﻤﺘﻧا
)
ﺎَﻤُﺘْﻠَﻌَـﻓ
(
ِﺖﻧا
)
ِﺖْﻠَﻌَـﻓ
ﺔﺒﻃﺎﺨﻣ ﺮﻛﺬﻣ
(
ﻦﺤﻧ
)
ﺎَﻨْﻠَﻌَـﻓ
(
ﺎﻧا
)
ُﺖْﻠَﻌَـﻓ
ﻢﻠﻜﺘﻣ
2.2 Pembagian fi’l madi ditinjau darijumlah huruf asalnya fi’lśulaśī dibedakan menjadi dua macam, yaitu fi’lśulaśī mujarrad dan fi’lśulaśī śulaśī mazid Menurut Rusdianto (2010 : 68)
1) Fi’l māḍī śulásīmujarrad
Al-gulayaini (2010 : 68) mengatakan bahwa :
كﺎﻣ ﻮﻫو : دﱠﺮﺠﻣ ﻰﺛﻼﺛ
ا
ﺎﻬﻴﻠﻋ ٍةدﺎﻳز ﺮﻴﻏ ﻦﻣ ﻂﻘﻓ ًﺔﺛﻼﺛ ﻪﻴﺿﺎﻣ فﺮﺣأ ﺖﻧ
.
/ṡulaṡīyyu mujarradu wa huwa mākānat aḥrufi māḍīhi ṡalāṡatan faqat min gairi ziyyādatin ‘alaīhā/ ṡulaṡī mujarrad adalah yang mana huruf māḍī –nya terdiri dari 3 (tiga) huruf saja tidak ada tambahan huruf padanya.
fi’l ini mempunyai 3 (tiga) wazan yaitu :
a) Wazan
َﻞَﻌَـﻓ
/
fa’ala/ contohnya sebagai berikut :b) Wazan
َﻞِﻌَﻓ
/
fa’ila/ contohnya sebagai berikut :َﺮِﺴَﺧ
/khasira/ ‘merugikan’ –َﻞِﻤَﻋ
/’amila/ ‘berbuat’c)
Wazanَﻞُﻌَـﻓ
/fa’ula/ contohnya sebagai berikut :َحُﺮَﺻ
/şaruha/ ‘jernih’-َمُﺮَﺻ
/şaruma/ ‘berani’2) Fi’l māḍī śulásīmazid
Dayab (2002 -30) menyatakan bahwa :
. ٍناَزْوَا ُﺔَﺛَﻼَﺛ ُﻪَﻟو ٍﺪِﺣاَو ٍفْﺮَﺤِﺑ ُﻪُﺗَدﺎَﻳِز َنْﻮُﻜَﺗ ْنَا ﺎﱠﻣِا ﺪﻳﺰﻣ ّﻲﺛﻼﺛ
/ṡulaṡiyyu mazīdu immā an takūna ziyādatuhu biḥarfin wāḥidin wa lahu
ṡalāṡatu awzānin/ śulaśī mazid adapun tambahannya 1 (satu) huruf, dan dia mempunyai 3 (tiga) wazan yaitu:
a) Wazan :
َﻞَﻌْـﻓَا
/af’ala/ contohnya sebagai berikut:َﻢَﻠْﺳَا
/aslama/ ‘menyerah diri ’ -َلَﺰْـﻧَا
/anzala/ ‘menurunkan’ b) Wazan :َﻝﱠﻌَﻓ
/fa’ala/ contohnya sebagai berikut:َبﱠﺬَﻛ
/każżaba/ ‘mendustakan’ -َﻞﱠﺼَﻓ
/fassala/ ‘menjelaskan’c) Wazan:
َﻞَﻋﺎَﻓ
/fā’āla/contohnya sebagai berikut:َﺐَﻃﺎَﺧ
/khāţaba/ ‘bercakap -َبَرﺎَﺿ
/dāraba/ ‘ memukul’ٍناَز ْوَأ ُﺔَﺴْﻤَﺧ ُﻪَﻟَو ِﻦْﻴَـﻓْﺮَﺤِﺑ ُﻪُﺗَدﺎَﻳِز َنْﻮُﻜَﺗ ْنَأ ﺎﱠﻣِاَو
/wa immā an takūna ziyādatuhu biḥarfaīni wa lahu kḥamsatu awzānin/ dan adapun tambahannya dengan 2 (dua) huruf, dia ada5 (lima) wazan :a) Wazan/infa’ala/
ﻞَﻌَﻔْـﻧِا
contohnya sebagai berikut:ىﺮﺘﻓا
/iftara/ ’membuat-buat’ - َﻊَﻤَﺘْﺟِا/ijtama’a/ ‘ bertemu’ c) Wazanﱠﻞَﻌْـﻓِا
/
if’alla/ contohnya sebagai berikut:ﱠﺾَﻴْـﺑِا
/ibyadda/ ‘menjadi putih’ –ﱠﺮَﻤْﺣِا
/ihmarra/ menjadi merah’ d) Wazanَﻞَﻋﺎَﻔَـﺗ
/tafā’ala/contohnya sebagai berikut:َﻖَﺑﺎَﺴَﺗ
/tasābaqa/ ‘saling mendahului’ –َﻞَﺗﺎَﻘَـﺗ
/taqātala/ ‘saling membunuh’ e) Wazanﻞﱠﻌَﻔَـﺗ
/tafa’ala/contohnya sebagai berikut:َﻢﱠﻠَﻌَـﺗ
/ta’allama/ ‘belajar’ –َﻢﱠﻠَﻜَﺗ
/takallama/ ‘berkata’ٍنَاَزْوَا ُﺔَﻌَـﺑْرَا ُﻪَﻟَو ٍﺔَﺛَﻼَﺜِﺑ َنْﻮُﻜَﺗ ْنَأ ﺎﱠﻣِاَو
,
/wa immā an takūna biṡalāṡatin wa lahu arba’atu awzānin/ dan adapun yang tambahannya 3 (tiga) huruf, dan dia mempunyai 4 (empat) wazan :
a) Wazan
َﻞَﻌْﻔَـﺘْﺳِا
/istaf’ala/contohnya sebagai berikut:َجَﺮْﺨَﺘْﺳِا
/istakhraja/ ‘meminta keluar’ –َﺮَﻔْﻐَـﺘْﺳِا
/ista’fara/ ‘ mohon ampun’ b) Wazanَﻞَﻋْﻮَﻌْـﻓِا
/if’aū’ala/ contohnya sebagai berikut:َبَدْوَﺪْﺣِا
/iḥdaudaba/ ‘sangat bungkuk’ –َﺐَﺷْﻮَﺸْﻋِا
/i’syausyaba/ ‘sangat lebat rumput’c)
Wazanَلﱠﻮَﻌْـﻓِا
/if’aūala/contohnya sebagai berikut:َطﱠﻮَﻠْﻋِا
/
i’lawwaţa/ ‘menahan bergantungan’ –َذﱠﻮَﻠْﺟِا
/ijlawważa/ ‘cepat berlari’ d) Wazanﱠلﺎَﻌْـﻓِا
/if’āla/ contohnya sebagai berikut:ِا
ﱠرﺎَﻤْﺣ
/ihmārra/ ‘berwarna merah’ –ﱠرﺎَﻔْﺻِا
/isfārra/ ‘berwarna kuning’2.3 fi’l madi ditinjau dari jenis huruf asalnya dibedakan menjadi dua bagian yaitu fi’l ṣahih dan fi’l mu’tal. (Rusdianto : 2010 : 80)
Pertama, fi’l mudha’af yaitu kata kerja yang huruf kedua (‘ain fi’l) dan huruf ketiga ( lam fi’l) berupa huruf yang sama, kemudian di-tasydidkan agar mudah cara membacanya.
Contoh :
ﱠﺪَﻣ
asalnyaَدَﺪَﻣ
: membentangkanﱠﺮَـﻗ
asalnyaَرَﺮَـﻗ
: berlariKedua, fi’l mahmuz yaitu kata kerja yang salah satu huruf asalnya terdiri atas huruf hamzah. Bila fa’ fi’lnya berufa huruf hamzah, dinamakan mahmuz fa’. Jika ‘ain fi’lnya berupa huruf hamzah disebut mahmuz ‘ain. Sedangkan kalau lam fi’lnya yang terdiri atas huruf hamzah, maka dinamakan mahmuz lam.
Contoh :
َﻞَﻣَأ
: Mengharapَلَﺄَﺳ
: Memintaَأَﺮَـﻗ
: MembacaKetiga, fi’l salim, yaitu kata kerja yang salah satu huruf asalnya tidak berupa hamzah ataupun mudha’af. Contoh :
َﺐَﺘَﻛ
: Menulisb. Fi’l Mu’tal adalah kata kerja yang salah satu huruf asalnya berupa huruf ‘illat. Fi’l mu’tal dibagi menjadi lima :
Pertama, fi’l mitsal yaitu kata kerja yang huruf pertama ( fa fi’l) nya terdiri atas huruf ‘illat wawu ( disebut fi’l mitsal wawu) atau ya ( disebut fi’l mitsal ya). Contoh :
َﻎَﺿَو
: Meletakkanَﺮَﺴَﻳ
: GampangKedua, fi’l ajwaf yaitu kata kerja yang huruf kedua ( ‘ain fi’l)- nya berupa huruf ‘illat wawu (disebut fi’l ajwaf wawi ) atau ya’ ( disebut ajwaf ya’i)
Contoh :
َمﺎَﺻ
asalnyaَمَﻮَﺻ
: Berpuasaَعﺎَﺑ
asalnyaَﻊَﻴَـﺑ
: MenjualKetiga, fi’l naqish, yaitu kata kerja yang huruf ketiga (lam fi’l)- nya terdiri atas huruf ‘illat wawu ( disebut fi’l naqish wawi ) atau ya’ ( disebut fi’l naqish ya’i)
Contoh
:
َوُﺮَﺳ
: Muliaَﻲٍﺿَر
: RelKeempat, fi’l lafif mafruq, yaitu kata kerja yang huruf (fa fi’l)-nyaberupa huruf wawu sementara hurufr ketiga (lam fi’l) -nya berupa huruf ya’
Kelima, fi’l lafif maqrun, yaitu kata kerja yang huruf kedua (‘ain fi’l)-nya berupa huruf wawu, sedangkan huruf ketiga (lam fi’l) -nya berupa huruf ya’.
Contoh :
َىَﻮَﺷ
: MemanggangAdapun bentuk fi’l māḍī śulásīmujarrad dan śulásīmazid yang berbentuk ṣahih dan mu’tal beserta pola-pola -Nya di dalam surah Al-’An’am sebagai berikut:
Adapun bentuk fi’l māḍī śu lásīmujarrad dan śulásīmazid yang berbentuk ṣahih dan mu’tal beserta pola-pola -Nya di dalam surah Al-’An’am sebagai berikut:
ىِﺬﱠﻟآ ِﻪﱠﻠِﻟ ُﺪْﻤَﺤْﻟآ
َﻖَﻠَﺧ
َﻮَﺿْرَﻷآَو ِتﺍ َﻮَٰﻤﱠﺴﻟآ
َﻞَﻌَﺟ
لآو ِﺖَٰﻤُﻠﱡﻈﻟآ
رﻮﱡﻧ
ا
َﻦْﻳِﺬﱠﻟآ ﱠﻢُﺛ
ْاوُﺮَﻔَﻛ
…
َنْﻮُﻟِﺪْﻌَـﻳ ْﻢِﻬﱢﺑَﺮِﺑ
�
/alḥamdu lil-lahi khalaqa as-samawáti wal-arḍa… /Segala puji bagi allah yang telah menciptakan langit dan bumi,… (Q.S. Al-‘An’ām:1).
َﻖَﻠَﺧ
/
khalaqa/ ‘telah menciptakan’Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
َﻖَﻠَﺧ
/
khalaqa/ ‘telah menciptakan’ berasal dari kataُﻖُﻠْﺨَﻳ-
َﻖَﻠَﺧ
/ khalaqa-yakhluqu /‘menjadikan’dengan polaﻞُﻌْﻔَـﻳ- َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’ulu/. Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/ fi’l ṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻮﻫ/huwa/ ‘dia orangketiga tunggal’.
َﻞَﻌَﺟ
/ja’ala/ ‘mengadakan’Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
َﻞَﻌَﺟ
/ja’ala/ ‘mengadakan’ berasal dari kata- َﻞَﻌَﺟ
- ُﻞَﻌْﺠَﻳ
/ ja’ala-yaj’alu/ ‘mengadakan’ denganpolaُﻞَﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’alu /Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/
fi’lṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketigaْاوُﺮَﻔَﻛ
/kafarū/ ‘kafir’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍīْاوُﺮَﻔَﻛ
/kafarū/ ‘kafir’ berasal dari kataُﺮُﻔْﻜَﻳ - َﺮَﻔَﻛ
/ kafara-yakfuru / ‘kafir (lawan beriman)’ denganُﻞُﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini merupakan fi’lṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk pada
دﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/
fi’lṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻢﻫ/hum/ ‘mereka orang ketiga jamak.
َﻮُﻫ
/huwa al-lażi khalaqakum min ṭīninśumma qadá ajalán’ wa ajalu musamma ‘indahu, śumma antum tamtarūna…/ Dialah yang menciptakan kamu daritanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu(tentang berbangkit itu).…(Q.S. Al-‘An’ām : 2)
َﻖَﻠَﺧ
/khalaqa/ ‘telah menciptakan’Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
َﻖَﻠَﺧ
/khalaqa/ ‘telah menciptakan’ berasal darikata
ُﻖُﻠْﺨَﻳ- /
َﻖَﻠَﺧ
khalaqa-yakhluqu-khalqan/‘menjadikan’dengan polaُﻞُﻌْﻔَـﻳ- َﻞَﻌَـﻓ
/ fa’ala-yaf’ulu /. Kata ini merupakan fi’l ṣahih salim karena semua hurufnya berupa huruf ṣahih dan termasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/ fi’l ṡulaṡī mujarrad /yang pelakunya ﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketiga tunggal’.ٰﻰﻀَﻗ
/qada/ ‘ditentukan’Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
َٰﻰﻀَﻗ
/qada/ ‘ditentukan’ berasal dari kata–
ﻰِﻀْﻘَـﻳ -ﻰَﻀَﻗ
/wa ma ta’tihīm min ‘ayatin min ‘ayáti rabbihim illa kánū ‘anhá mu’riḍin/Dan tak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpalingdari padanya (mendustakannya). (Q.S. Al-‘An’ām : 4)
اﻮُﻧﺎَﻛ
/kanu/ ‘mereka selalu’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍīاﻮُﻧﺎَﻛ
/kanu/ ‘mereka selalu’ berasal dari kata- ُنﻮُﻜَﻳ- َنﺎَﻛ
/
kana-yakunu/ ‘sesuatu itu ada’ dengan polaُﻞُﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’ulu/.Kata ini berasaldari kata
َنَﻮَﻛ
/kawana/ kata ini merupakan fi’l mu’tal ajwaf karena huruf kedua ‘ainfi’lnya berupa huruf illat wawudan termasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/fi’l ṡulaṡī mujarrad/karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf yang pelakunya
ﻢﻫ
/hum/ ‘mereka orang ketiga jamak’./faqad każżabū bilhaqqi…/ Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al-Qur’an).(Q.S. Al-‘An’ām : 5)
ْاﻮُﺑّﺬَﻛ
/ każżaba / ‘telah mendustakan’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍīْاﻮُﺑّﺬَﻛ
/każżaba / ‘telah mendustakan’ berasal dari kataُبﱢﺬَﻜُﻳ- َبﱠﺬَﻛ
/ każżaba- każżibu/ ‘sesuatu itu ada’ dengan polaُﻞﱢﻌَﻔُـﻳ - َﻞﱠﻌَـﻓ
/ fa’ala-yufa’ilu/.Kata ini berasal dari kata َﺏَﺬَﻛ/ każaba/ ‘berdusta’ kata ini merupakan fi’lṣahih dan termasuk padaﻲﺛﻼﺛ ﻞﻌﻓ
ﺪﻳِﺰﻣ
/fi’l ṡulaṡī mazid/ karena pada ‘ain fi’l-nya terdapattambahan satu huruf yang pelakunya
ﻢﻫ
/hum/ ‘mereka orang ketiga jamak’.َءٓآّ�
/ já’a / ‘sampai’Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
َءٓآّ�
/já’a /‘sampai’ berasal dari kataُﺊِﺠَﻳ - َءﺎَﺟ
/já’a-yaji’u/ ‘datang’ dengan pola
ُﻞِﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’ilu/ kata ini berasal dari kataَءَﻮَﺟ
/jawa’a/. Kata ini merupakan fi’lmu’tal ajwaf karena karena huruf kedua ‘ainfi’lnya berupa huruf illat wawudan termasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/fi’l ṡulaṡī mujarrad/karena terdiri dari tiga huruf tanpa ada tambahan huruf yang pelakunyaﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketiga tunggal’.
Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍī
ْاُﺆَٰﺒْـﻧَأ
/‘an-baū / ‘berita-berita’ berasal dari kata- ُﺄَﺒْﻨَـﻳ- َﺄَﺒَـﻧ
/
naba’a-yanba’a/ ‘sesuatu itu tinggi’ dengan polaُﻞَﻌْﻔَـﻳ - َﻞَﻌَـﻓ
/fa’ala-yaf’ulu/.Kata inimerupakan fi’lṣahih mahmuz karena lam fi’l nya terdiri atas huruf hamzah maka dinamakan mahmuz lam dantermasuk padaدﺮﺠﻣ ﻲﺛﻼﺜﻠﻌﻓ
/fi’l ṡulaṡī mujarrad/ yangpelakunyaﻮﻫ/huwa/ ‘dia orang ketiga tunggal’.
ْاﻮُﻧﺎَﻛ
/kanu/ ‘yang selalu’ Pada ayat di atas terdapat fi’l máḍīاﻮُﻧﺎَﻛ
/kanu/ ‘yang selalu’ berasal dari kata- ُنﻮُﻜَﻳ- َنﺎَﻛ
/
kana-yakunu / ‘sesuatu itu ada’ dengan pola