PEN
BERBANTUAN M
KEMAMPUAN
Penelitian ini bertu pemecahan masalah mahasis Mathematicadan mahasiswa y ditinjau secara keseluruhan sedang, rendah). Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa y Tinggi Swasta di Tangerang. P sebanyak 120 orang. Dua kel dan kelas eksperimen. Kedua kemampuan pemecahan mas angket untuk mengetahui respon menggunakan pembelajaran int masalah mahasiswa secara memperoleh pembelajaran i Mathematica dalam proses interaktif sehingga mahasiswa
Kata Kunci : Kemampua Mathematica,
PENDAHULUAN
Pada tahun pertama wajib mengikuti suatu progr perkuliahan ini dikenal denga belajar kembali konsep mat Sekolah Menengah. Pada mahasiswa yaitu mata kulia 1 membekali mahasiswa de untuk mata kuliah kalkulus. bilangan, persamaan dan pe
ENERAPAN MODEL TUTORIAL
MATHEMATICA UNTUK MENINGKA
AN PEMECAHAN MASALAH MATEM
Suwarno Universitas BINUS [email protected]
ABSTRAK
rtujuan untuk menganalisis perbedaan pening siswa yang menggunakan pembelajaran model a yang menggunakan pembelajaran tanpa berbantu n dan ditinjau dari kategori pengetahuan awal ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Pelak yang mengikuti perkuliahan Kalkulus 1 pada s g. Perkuliahan Kalkulus 1 terdiri atas 4 kelas denga kelas dipilih secara Purposive Samplinguntuk dij
ua kelas (60 orang) diberikan pretes dan postes ya asalah. Pada kelas eksperimen diberikan instrum spon mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahw n integral berbantuanMathematicapeningkatan kem
ra signifikan lebih baik dibandingkan dengan integral tanpa berbantuan Mathematica. Sela s pembelajaran dapat menciptakan pembelajara wa memberikan respon positif terhadap pembelajara
puan pemecahan masalah matematis, model ca, dan pembelajaran konvensional.
ma mahasiswa STKIP Surya memulai perkul program perkuliahan yang diadakan oleh uni engan sebutan Program Matrikulasi. Pada progr
atematika yang telah dipelajari saat belajar di da tahun kedua, mata kuliah keahlian yang
liah Pra Kalkulus 1 dan Pra Kalkulus 2. Mata k dengan pengetahuan tentang dasar-dasar penge kulus. Mata kuliah ini membahas tentang him
pertidaksamaan, fungsi, jenis-jenis fungsi, fung
NGKATKAN
TEMATIS
ingkatan kemampuan odel tutorial berbantuan ntuanMathematicabila al matematika (tinggi, aksanaan penelitian ini salah satu Perguruan ngan jumlah mahasiswa dijadikan kelas kontrol yang berkaitan dengan rument non-tes berupa bahwa mahasiswa yang emampuan pemecahan ngan mahasiswa yang elain itu, penggunaan ran matematika yang jaran matematika.
l tutorial berbantuan
fungsi eksponensial, fungsi pertidaksamaan trigonometr
Dasar-dasar pengeta perkuliahan seharusnya me konsep matematika. Namun, tahun akademik 2013/2014 yang diperoleh mahasiswa memuaskan, mahasiswa jug selama dua tahun masa pembelajaran mata kuliah K untuk mengatasi hal tersebut
Beberapa fakta yan kuliah Kalkulus 1 yaitu ada dan contoh-contoh yang di yang dapat menghambat mahasiswa kurang memper aktivitas belajarnya.
Miskonsepsi dalam pe Sebagai contoh, Muzangw mahasiswa matematika di Muzangwa dan Chifamba kuliah kalkulus pada jenjang
Metode penelitian mengeksplorasi kesalahan, m ditawarkan kepada mahasisw peserta didik. Tes yang di limit, kekontinuan, fungsi dan aplikasinya. Pretes dibe peserta didik dan memeriksa didik.
Penelitian serupa juga terhadap siswa sekolah mene menyelesaikan permasalaha
gsi trigonometri, Fungsi invers trigonometri, se etri.
etahuan matematika yang telah dibekali selam embuat mahasiswa semakin terampil dalam m un, hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah 2014 ternyata belum memuaskan. Hal ini terliha wa pada mata kuliah tersebut. Selain hasil be
juga belum menguasai konsep matematika ya sa perkuliahan. Hal ini menunjukkan bahw
h Kalkulus 1 belum optimal. Oleh karena itu, but.
ang peneliti temukan terkait dengan proses p adanya kecenderungan mahasiswa yang hanya g diberikan oleh dosen. Hal ini berakibat terja bat pemahaman konsep matematika selanjut
peroleh pengalaman baru yang dapat meningka
m pembelajaran kalkulus ternyata juga terjadi di ngwa dan Chifamba (2012) melakukan pe di Great Zimbabwe University. Pada pe ba melakukan analisis kesalahan dan miskonse
ang pendidikan strata 1.
an yang dilakukan oleh Muzangwa dan n, miskonsepsi dan penyebabnya dalam mata kul siswa matematika. Tes digunakan untuk mengum g digunakan mencakup semua topik utama dal ungsi dari beberapa variabel, turunan parsial, inte
iberikan pada awal perkuliahan untuk menilai t riksa apakah miskonsepsi tertentu karena lata
juga dilakukan oleh Kiat (2005). Kiat mel enengah di Singapura untuk menganalisis kesul lahan integral. Pada penelitian tersebut, K
, serta persamaan dan
ama dua tahun masa memahami konsep-kuliah Kalkulus 1 pada rlihat dari nilai akhir belajar yang belum yang telah dipelajari bahwa kualitas hasil itu, diperlukan solusi
s pembelajaran mata ya menghafal konsep rjadinya miskonsepsi njutnya. Selain itu, gkatkan motivasi dan
di di beberapa Negara. penelitian terhadap penelitian tersebut, konsepsi dalam mata
dan Chifamba yaitu kuliah kalkulus yang ngumpulkan data dari dalam kalkulus yaitu integral multivariabel i tingkat kemampuan atar belakang peserta
penelitian yang dilakukan ol dilakukan oleh siswa kedala 1. Kesalahan konseptual,
konsep-konsep yang t ketidakmampuan siswa u 2. Kesalahan prosedural,
untuk melakukan manipul masalah.
3. Kesalahan teknis, yaitu matematika dalam topik l
Ternyata kesalahan-pada mahasiswa program st perkuliahan matrikulasi, P kesalahan mahasiswa yang pe 1. Kesalahan konseptual
Kesalahan ini timbul ka penting untuk mencari lu Contoh soal:
Tentukan luas daerah yang
Berikut ini salah satu jaw
Gambar 1. Pada kasus tersebut, maha
2
yx x , sumbu-X ,
1) Daerah berada di baw 2) Daerah berada di ata
n oleh Orton (1983a). Kiat membagi kemungkina alam tiga kategori, yaitu:
l, yaitu kesalahan yang terjadi karena siswa terlibat dalam masalah atau kesalahan
a untuk menentukan hubungan yang terlibat da l, yaitu kesalahan yang terjadi karena ketida nipulasi atau algoritma meskipun telah memaha
itu kesalahan yang terjadi karena kurangnya pe opik lain atau kesalahan karena kecerobohan.
an-kesalahan seperti yang telah dipaparkan juga studi pendidikan matematika STKIP Surya ya , Pra Kalkulus 1, dan Pra Kalkulus 2. Beriku ng peneliti temukan dalam menyelesaikan perma
karena mahasiswa tidak mampu memahami i luas daerah integral.
yang dibatasi kurva yx x
2
, sumbu-X, x u jawaban mahasiswa.
1. Kesalahan konseptual dalam mencari luas daera ahasiswa tidak menyadari bahwa daerah yang
X , x= 0 danx= 5 akan terbentuk 2 daerah, yai
bawah sumbu-X darix= 0 sampaix= 2 atas sumbu-X darix= 2 sampaix= 5
kinan kesalahan yang
swa tidak memahami n yang timbul dari
dalam masalah. tidakmampuan siswa ahami konsep dibalik
pengetahuan konten
uga peneliti temukan yang telah mengikuti erikut ini kesalahan-rmasalahan integral.
mi beberapa konsep
x0dan x5.
rah
g dibatasi oleh kurva
2. Kesalahan prosedural Kesalahan ini timbul kar Contoh soal:
Jika
3
1
( ) 5
f x dx
maka
Berikut ini salah satu jaw
Gambar 2.
Pada kasus tersebut, m
Seharusnya diuraikan te
Berdasarkan fakta-fa inovatif sehingga kesalahan satu alternatif pembelajaran
Algebra System(CAS) dalam 2009) memberikan kesimpul 1. CAS memiliki peran posi 2. CAS dapat memberikan 3. CAS dapat menyediakan 4. CAS memiliki kapasitas
Barker (2004) men pemecahan masalah dan unt harus dapat mengembangka harus memiliki pengalam komputer, software visualisa
Selain itu, Barker ju memasukkan kegiatan yang sebagai alat untuk memecahka
l
karena mahasiswa tidak mampu melakukan ma
ka
3
1
3
f x dx
adalah …u jawaban mahasiswa.
r 2. Kesalahan dalam melakukan manipulasi aljabar , mahasiswa langsung mengganti fungsi f x
n terlebih dahulu menjadi
3 3
1 1
3
f x dx dx
.-fakta di atas, diperlukan suatu alternatif pembe han-kesalahan tersebut dapat dihilangkan atau ran yang dapat digunakan yaitu dengan memanf
lam proses pembelajaran. Ruthven, Rousham da pulan pada akhir penelitiannya, yaitu:
n positif sebagai alat kognitif.
kan kesempatan untuk belajar dengan masalah non kan lingkungan belajar yang interaktif.
as dalam memperbesar batasan pikiran.
enyarankan penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan pemahaman. Mahasiswa j
kan keterampilan dengan berbagai alat teknolo aman dengan berbagai alat teknologi sepe
lisasi, paket statistik, dan bahasa pemrograman ko r juga mengatakan bahwa program di semua t ang akan membantu siswa belajar untuk mengguna
cahkan masalah, dan 2) memanfaatkan teknolo
anipulasi aljabar.
bar
x dengan nilai 5.
belajaran yang lebih tau dikurangi. Salah anfaatkan Computer
dan Chaplin (Tolga
h non-rutin.
er untuk mendukung a jurusan matematika knologi. Semua jurusan perti sistem aljabar an komputer.
untuk pemahaman ide-ide teknologi informasi dan kom pelajaran. Hal ini berarti dicantumkan sebagai mata informasi dan komunikasi ha
Mathematica merupa dalam Computer Algebra Sy
matematika telah dilakukan oleh Kim. Kim (2003) menga yang abstrak menggunakan matematika secara efektif pembelajaran dapat mer meningkatkan minat mere teknologi lainnya dapat m menggunakan Mathematica
integral yang meliputi jumla Berdasarkan penjela aktivitas pembelajaran ma
softwareMathematica untuk m
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Penelitian ini mengg sampel dua kelas dengan pembelajaran berbantuan sof
perlakuan dengan pembe digunakan dalam penelitia Kelompok Pretes-Postes). pembelajaran (pretes) dan se direpresentasikan sebagai be Kelas Eksperimen : O
Kelas Kontrol : O
Keterangan:
de matematika. Selain itu, di dalam struktur n komunikasi menjadi sarana pembelajaran
ti bahwa walaupun teknologi informasi dan ata pelajaran, tetapi keterampilan menggunak i harus dikuasai untuk menunjang proses pembe rupakan salah satu perangkat lunak (software a System (CAS). Penggunaan Mathematica da kan oleh para peneliti. Salah satunya, peneliti
engatakan bahwa memvisualisasikan konsep-ko anMathematica memungkinkan siswa untuk m tif di kelas. Pengembangan jenis-jenis peng
erangsang keingintahuan siswa tentang reka. Kim juga mengatakan bahwa software
t merangsang pendidikan matematika yang
atica pada materi transformasi linear, trigonom umlahan Riemann dan volum benda putar.
elasan di atas, penulis mengajukan sebuah pe matematika, khususnya materi integral denga
tuk meningkatkan kemampuan pemecahan masa
N
ggunakan metode kuasi-eksperimen. Dalam pe gan pembelajaran yang berbeda. Kelompok
n software Mathematica sedangkan kelompok belajaran konvensional sebagai kelas kont tian ini adalah Pretest-Postest Control Group
s). Tes statistik dilakukan dua kali yaitu n setelah proses pembelajaran (postes). Desain i berikut:
X O
O
uktur kurikulum 2013 n pada semua mata dan komunikasi tidak unakan tools teknologi
belajaran.
are) yang termasuk dalam pembelajaran litian yang dilakukan p-konsep matematika uk memahami masalah ngajaran dan model g matematika dan
are matematika dan ng lebih baik. Kim ometri, dan kalkulus
h penelitian terhadap dengan menggunakan
asalah matematis.
penelitian ini diambil pok pertama diberikan pok kedua diberikan kontrol. Desain yang
O = Tes (PretestatauPost
X = Perlakuan (Pembela Mathematica)
Populasi dan Sampel
Populasi dalam pene kuliah Kalkulus 1 yang terdi Pengambilan sampel dilakuka pengambilan sampel berda dilakukan pengambilan sa dilakukan dapat dilaksanaka penelitian dan waktu peneli sampel dua kelas yang terdi kelompok penelitian yang berbeda. Satu kelas merupa kelas kontrol.
Instrumen Penelitian
Instrumen yang diguna terdiri dari tes kemampuan pe non-tes yaitu skala sikap ma
HASIL DAN PEMBAHAS
Berdasarkan pengola Tabel 1. Data sta
Statistik E
N Pretes
30 15,50
SD 8,56
(Keterangan: skor ideal yaitu 52
Berdasarkan Tabel 1, dibandingkan rerata postes eksperimen maupun kelas pembelajaran. Selanjutnya,
osttest) kemampuan pemecahan masalah belajaran integral dengan model tutorial be
penelitian ini adalah mahasiswa STKIP Surya ya erdiri atas 4 kelas dengan jumlah mahasiswa se akukan dengan menggunakan Sampling Purposi
berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono sampel dengan teknik ini adalah agar pen akan secara efektif dan efisien terutama dalam elitian. Berdasarkan teknik pengampilan sampe terdiri atas 60 orang. Kedua kelas yang terpil
ng akan mendapatkan pembelajaran dengan pakan kelompok eksperimen dan kelas lainnya
digunakan pada penelitian ini berupa tes dan non n pemecahan masalah dalam bentuk uraian. Se p mahasiswa dan lembar observasi.
ASAN
olahan data diperoleh data statistik hasil tes seba statistik skor pretes, postes, danN-gainberdasarkan k
Eksperimen Kontr
Postes N-Gain N Pretes Poste
19,93 0,05
30 11,73 12,43
7,58 0,08 4,43 5,90
52)
el 1, rerata postes mahasiswa pada kelas ekspe tes mahasiswa kelas kontrol. Selain itu, ter las kontrol mengalami peningkatan setelah di
ya, untuk mengetahui apakah terdapat perbe
berbantuan software
yang mengikuti mata sebanyak 120 orang.
urposive, yaitu teknik ono 2012). Tujuan penelitian yang akan m hal kondisi subyek pel tersebut diambil pilih merupakan dua gan pendekatan yang ya sebagai kelompok
non-tes. Intrumen tes Sedangkan instrumen
s sebagai berikut. kan kelas
trol
stes N-Gain
43 0,01
0 0,07
kemampuan pemecahan m dilakukan uji perbedaan rera
Tabel 2. Uji norm
N
Kolmogorov-Smirno
Asymp. Sig. (2-tailed
H0: data peningk
berdistribu H1: data peningk
tidak berdis
Berdasarkan Tabel 2,
eksperimen maupun kelas H kelas eksperimen dan kel
eksperimen dan kelas kont homogenitas.
Tabel 3. Uji homog Levene
Berdasarkan Tabel 3,
masalah matematis mahasi
Dengan kata lain, data pening kelas eksperimen dan kela diketahui berdistribusi norm uji perbedaan rerata mengguna
Tabel 4. Uji perbedaan du t
Equal variances assumed 2,0 Equal variances not
assumed 2,0
normalitas data peningkatan kemampuan pemecahan m N-gain
Eksperimen Kontrol
30 30
rnov Z 0,15 0,14
iled) 0,08 0,16
gkatan kemampuan pemecahan masalah ibusi normal
ingkatan kemampuan pemecahan masalah rdistribusi normal
l 2, diperoleh nilai Asymp. Sign (2-tailed) > as kontrol, sehingga H diterima. Hal ini me kelas kontrol berdistribusi normal. Selanjutn kontrol diketahui berdistribusi normal ma
ogenitas data peningkatan kemampuan pemecahan m
df1 df2 Sig. Kesimpulan
1 58 0,28 Homogen
si data peningkatan kemampuan pemecahan masalah gen
si data peningkatan kemampuan pemecahan masalah homogen
l 3, disimpulkan bahwa data peningkatan kema
asiswa memiliki nilai Sig. >
α
= 0,05, sehiningkatan kemampuan pemecahan masalah ma elas kontrol berasal dari variansi yang homoge ormal dan memiliki varian yang homogen, sela ggunakan ujit.
aan dua rerata data peningkatan kemampuan pemeca t df Sig.(2 tail) Keterangan
2,09 58 0,04
H0ditolak
2,09 55,19 0,04
aan rerata kelas eksperimen dan kontrol( = ) erata kelas eksperimen dan kontrol( > )
s, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,04. N
H menunjukkan bahwa utnya, setelah kelas maka dilakukan uji
han masalah
mampuan pemecahan
ehingga H0 diterima.
matematis mahasiswa homogen. Setelah data elanjutnya dilakukan
0,04. Nilai tersebut lebih
kemampuan pemecahan m tutorial berbantuan software
yang memperoleh pembelaj Peningkatan kemam pembelajaran model tutoria dengan mahasiswa yang
Mathematica. Mahasiswa sebatas perhitungan yang r mahasiswa dalam memberika sangat dipengaruhi oleh kr metode lain untuk menyelesa
Berdasarkan analisis pada kelas eksperimen m berbantuan software Mathe
terhadap peningkatan kema skala sikap ini sesuai denga pembelajaran mampu me kegiatan belajar, bahkan m media juga akan membantu m
Pembelajaran integr mahasiwa. Hal ini karena memahami langkah-langka Modul pembelajaran ini pemrograman yang terdapa didampingi oleh dosen agar Pembelajaran integr yang berkesan bagi mahasi integral berbantuan software
dalam pembelajaran materi Hal ini karena software M
perhitungan integral sehingg diselesaikan. Menurut Kust lamban menerima pelajaran,
masalah mahasiswa yang memperoleh pe
ware Mathematica lebih baik dibandingkan de lajaran tanpa berbantuansoftware Mathematica
ampuan pemecahan masalah mahasiswa y orial berbantuan software Mathematica lebih
ng memperoleh pembelajaran tanpa ber a menggunakan software Mathematica hanya g rumit dan membuat animasi volum benda put berikan alternatif jawaban terhadap pemecahan m
h kreatifitas berpikir mahasiswa itu sendiri da lesaikan masalah.
isis skala sikap mahasiswa, dapat disimpulkan memberikan respon positif terhadap pem
athematica. Sikap positif tersebut memberikan mampuan pemahaman dan pemecahan masalah
ngan pendapat Hamalik (Pujiadi 2008), bahwa membangkitkan keinginan, minat, motivasi, n membawa pengaruh psikologis terhadap si ntu meningkatkan efektifitas pembelajaran.
egral berbantuan software Mathematica muda na mahasiswa sudah terbiasa menggunakan ko gkah yang terdapat pada modul pembelajara ni membantu mahasiswa dalam memahami
pat pada software Mathematica. Namun, maha ar tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapa egral berbantuan software Mathematica membe asiswa. Hal ini karena mahasiswa belum per
ware matematika. Selain itu, penggunaan softw
teri integral membantu mahasiswa untuk belaj
Mathematica memberikan langkah-langkah p hingga mahasiswa dapat mencocokkan hasil pe ustandi (2011), komputer dapat mengakom ran, merangsang siswa untuk mengerjakan latiha
pembelajaran model n dengan mahasiswa
ica.
yang memperoleh bih baik dibandingkan berbantuan software
nya untuk membantu nda putar. Kemampuan n masalah matematis i dalam menemukan
kan bahwa mahasiswa pembelajaran integral n dampak yang baik lah mahasiswa. Hasil hwa pemakaian media si, dan rangsangan p siswa. Penggunaan
udah diterapkan pada n komputer dan bisa aran yang diberikan. i tools dan script
ahasiswa masih perlu apai.
berikan pengalaman pernah belajar materi
software Mathematica
kegiatan simulasi. Hal ini menambah realisme.
KESIMPULAN
Berdasarkan peneliti 1. Peningkatan kemampua tutorial berbantuan soft
memperoleh pembelajar 2. Berdasarkan kemampua
kemampuan pemecahan rendah, sedang, maupun 3. Mahasiswa memiliki
Mathematica.
REKOMENDASI
Berdasarkan hasil pe ajukan terkait dengan peneli 1. Bahan ajar berbantuan
pembelajaran dalam me maupun animasi.
2. Sebelum dilakukan pe penggunaansoftware M
3. Penelitian ini hanya te penelitian selanjutnya, dalam pembelajaran kal 4. Penelitian ini dibatasi
pemecahan masalah ma menutup kemungkinan lain.
5. Modul pembelajaran sa peran serta dosen sanga tujuan pembelajaran.
ni karena tersedianya animasi grafik dan war
litian yang telah dilakukan dapat disimpulkan se puan pemecahan masalah mahasiswa dengan pe
software Mathematica lebih baik dibandingkan jaran tanpa berbantuansoftware Mathematica.
puan awal mahasiswa, terdapat perbeda han masalah baik pada mahasiswa dengan upun tinggi pada pembelajaran berbantuansoftware
ki respon positif terhadap pembelajaran ber
sil penelitian, terdapat beberapa hal rekomenda nelitian ini, antara lain:
uan software Mathematica dapat dijadikan sa menjelaskan materi yang memerlukan visuali
pembelajaran, sebaiknya mahasiswa dilati
Mathematicayang akan digunakan dalam pros terbatas pada materi integral satu variabel.
a, penelitian lain dapat menggunakan softw
n kalkulus yang lain seperti limit dan turunan. si pada pengembangan kemampuan pemaham
mahasiswa tingkat universitas. Pada penelitian n dilakukan untuk mengembangkan kemampua
n sangat membantu mahasiswa dalam mengikuti ngat diperlukan dalam mengarahkan mahasisw
arna sehingga dapat
n sebagai berikut: n pembelajaran model
kan mahasiswa yang
a.
bedaan peningkatan n kemampuan awal
tware Mathematica. berbantuan software
endasi yang peneliti
n salah satu alternatif sualisasi berupa grafik
atih terlebih dahulu oses pembelajaran. el. Diharapkan pada
software Mathematica
haman matematis dan ian selanjutnya tidak puan matematis yang
Bagi peneliti lain, sof
bahan ajar berbasis website diintegrasikan padascript ht
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis menyadari s mendapat bantuan, bimbing menyampaikan ucapan terim pembimbing sekaligus seba Pendidikan Indonesia yan bimbingan, arahan, dan mot ini.
REFERENSI
Barker, W. et, al. (2004).
Sciences:CUPM Curri
Mathematical Associa Kabaca, Tolga, Yilmaz A.,
in Calculus Teaching:
Kiat, S. E. (2005). Analysis
Mathematics Educator
Kim, H. S. (2003). Teaching
Journal of the Korea Soc
Kustandi, C. dan Bambang Ghalia Indonesia. Muzangwa, Jonatan & Pet
Learning of Calculus B ISSN 2065-1430. Orton, A. (1983a). Stude
Mathematics. 14, (1), 1 Pujiadi. (2008). Pengaruh
(CPS) Berbantuan CD
Siswa SMA Kelas X. T
n, software Mathematica dapat digunakan dala ite. Hal ini karena kemampuansoftware Mathe pt html.
SIH
ri sepenuhnya selama penyusunan penelitian i bingan, arahan, serta motivasi dari berbagai pi erima kasih kepada Bapak Turmudi, M.Ed., M. ebagai Ketua Program Studi Pendidikan Matem ang telah meluangkan waktu untuk berdisk motivasi kepada penulis sehingga dapat menye
2004). Undergraduate Program and Courses in urriculum Guide 2004. United States O ssociation of America.
., & Muharrem A. (2009). The Use of Compute ng: Principles and Sample Applications. Croatia
sis of Students’ Difficulties in Solving Integra
ator. 9, (1), 39-59.
ing and Learning Models for Mathematics usin
a Society of Mathematical Education Series. 7, ng S. (2011). Media Pembelajaran Manual dan
Peter C. (2012). Analysis of Errors and Misc us By Undergraduate Students.Acta Didactica
udent Understanding of Integration. Educat
), 1-18.
uh Model Pembelajaran Matematika Creative
uan CD Interaktif Terhadap Kemampuan Pemecahan
. Tesis PPS UNNES: tidak diterbitkan.
dalam pengembangan
athematica yang dapat
n ini, penulis banyak pihak. Penulis ingin d., M.Sc., Ph.D. selaku Matematika Universitas diskusi memberikan yelesaikan penelitian
in The Mathematical
Of America: The
puter Algebra Systems
tia: InTech.
gration Problem. The
using Mathematica (I). . 7, (2), 101-123.
anual dan Digital. Bogor:
Misconception in The
ca Napocentia. 5, (2),
ducational Studies in
ative Problem Solving