LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
LINKAGE, CROSSING OVER, PEMETAAN KROMOSOM
ESTER EVINORA SIMANJUNTAK
D1A014088
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
Judul : Linkage, Crossing Over dan Pemetaan Kromosom Tanggal : 22 November 2016
Waktu : 10.00 WIB s/d selesai
Tujuan : Untuk mengerti, memahami dan menentukan peristiwa linkage, crossing over dan menentukan jarak gen pada kromosom
Teladan Soal
1. Pada tanaman tomat, pohon yang tinggi dominan terhadap pohon yang pendek, sedangkan bauh yang bulat dominan terhadap buah yang lonjong. Tinggi pohon dan bentuk buah terpaut satu dengan yang lain, dengan nilai crossing over 20%. Bila tanaman yang tinggi, buah bulat disilangkan dengan yang pendek, buah lonjong menghasilkan :
81 tinggi, bulat 79 pendek, lonjong 23 tinggi, lonjong 17 pendek, bulat
a. Carilah genotipe yang tinggi dan bulat.
b. Bagaimanakah dan berapa persen kah perbandingan genotipe yang dibentuk. c. Gambarkan kedudukan gen-gen tersebut pada kromosom tumbuhan
Jawab
Symbol : T = Tinggi; t = pendek; B = Bulat; b = lonjong a. Tinggi, Bulat X Bulat, Lonjong
T B
t b Tinggi, Lonjong t B
t b
t b Pendek, Lonjong
Genotipe tinggi bulat adalah, T B
t b karena jika genotipe T B T B akan menghasilkan 2 anakan saja yang seharusnya pada soal harus mempunyai 4 anakan.
b. 81 Tinggi, Bulat 81
c. Karena sudah diketahui pada soal nilai crossing over 20 % maka jaraknya 20cm. Nilai crossing over mencerminkan jarak suatu gen.
Jadi, gambar kedudukan gen – gen ini T B 20cm
2. Misalkan gen a dan b terpaut dengan nilai rekombinasi sebesar 40%.
Bila individu ++¿ ++¿ ¿ ¿
disilangkan dengan a ba b bagaimana genotipe F1?
Bagaimana gamet yang dihasilkan dari F1 dan berapa proporsinya? Bila F1 disilangkan dengan double resesifnya, bagaimana genotipe turunannya.
3. + b = 20%
a. Carilah urutan gen yang benar.
Jawab
a) Tetua Pautan a+c = (2300) a++ +b+ = (2213) +bc
Asumsi I (Salah)
a + c = a—b—c
+ b + = +—+—+
Asumsi II (Benar)
a c + = a—+—+
+ + b = +—c—b
b) Tetua Pautan b++ = (2300) bcd +cd = (2213) +++
Asumsi I (Salah)
b + + = b—c—+
+ c d = +—+—d
Asumsi II (Benar)
+ b + = +—+—+
c + d = c—b—d
b. Gambarlah peta urutan gen-gen tersebut.
a) a—c
a c + = +—c—+ (111)
+ + b = a—+—b (150)
150+111+5+4
6163 x 100% = 4,38%
c—b
a c + = a—c—b (680)
+ + b = +—+—+ (700)
680+700+5+4
Peta gen a—c—b
Karena jarak gen c ke b ada 2 jadi kedua jarak dirata – ratakan 24,96 % + 22,53% sehingga didapat nilainya 23,73 %
Jadi, peta urutan gen – gen tersebut adalah
4,4 23,73 14,42
A C B D
a c b d
4. Pada tanaman jagung yang dilakukan uji silang yang melibatkan ketiga gen yaitu gen untuk sifat bibit pucat (v), daun yang mengkilat (gb) dan steril sebagian (vol). Data hasil uji silang sebagai berikut :
Nornal 235
Mengkilat 7
Mengkilat, steril sebagian 62
Mengkilat, pucat 48
Mengkilat, steril sebagian, pucat 270
Steril sebagian 40
Steril sebagian, pucat 4
Pucat 60
d. Buatlah peta genetik dari ketiga gen tersebut.
Jawab
a. Konstitusi gen F1 Gen : v (pucat)
gb (mengkilat daun) Vol (steril sebagian)
+ + + = Normal 235
5. Dua gen yaitu C dan A2 merupakan gen-gen yang komplementer untuk warna ungu pada biji jagung dan terletak pada dua kromosom yang berlainan dari kedua gen ini (C.a2, c.A2., c.a.) menghasilkan C, dengan nilai crossing over 20% (wx=waxy).
C wx A2 c wx a2 (Test Cross)
C Wx a2 c wx a2
Bagaimanakah frekuensi fenotif turunannya?
Jawab
6. Pada Sweet peas persilangan tanaman homozigot (procumbent, hairy, colored X bush, glabrous, white). Bila F1 disilangkan pada tanaman (bush, glabrous, white), menghasilkan tanaman sebagai berikut:
Procumbent, hairy, colored 6 Procumbent, hairy, white 19 Procumbent, glabrous, colored 6 Procumbent, glabrous, white 19
Bush, hairy, colored 19
Bush, hairy, white 6
Bush, glabrous, colored 19
Bush, glabrous, white 6
a. Buatlah diagram persilangan di atas b. Jelaskan hasil persilangan tersebut!