PROPOSAL KERJA PRAKTEK
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG
PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA
PT. GARDA TUJUH BUANA
Oleh
ASEP JULIANTO NIM : 711210104
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
I. PENDAHULUAN
Perkembangan industri secara global terus berkembang, dari tahun ke tahun dirasakan terus meningkat bukan hanya pada negara berkembang seperti Indonesia melainkan juga yang terjadi pada negara-negara maju. Peningkatan yang signifikan ini tidak terlepas dari kebutuhan manusia yang tak terbatas oleh dimensi waktu. Hal ini tidak lain untuk menunjang kehidupan personaliti ataupun kebutuhan komunitas manusia itu sendiri.
Namun, didalam memenuhi kebutuhan yang tak terbatas tersebut haruslah didukung oleh sumber daya alam yang memadai, batubara merupakan salah satu sumber energi yang sekarang ini telah banyak digunakan baik didalam maupun diluar negeri.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah memadai untuk dilakukannya suatu penambangan batubara secara sistematis dan terencana. Hal ini telah diajarkan pada dunia perkuliahan pertambangan, artikel-artikel, teori-teori pada buku yang mengulas tentang tambang batubara. Namun tidaklah efektif dan efisien jika kita hanya melihat dari pandangan teori tanpa aplikasi atau pembuktian di lapangan.
Sejalan dengan ini, kebutuhan akan kualitas sumber daya manusia yang memiliki bakat dan kemampuan yang memadai sangat dibutuhkan baik dalam bangku perkuliahan maupun di lapangan seperti yang diharapkan baik mahasiswa maupun dosen pada Jurusan Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta.
Disamping itu, kurikulum pendidikan yang berlaku di Jurusan Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, mewajibkan setiap mahasiswanya untuk melakukan kegiatan kerja praktek di perusahaan maupun instansi yang berkecimpung dalam dunia Pertambangan sebagai salah satu syarat didalam menyelesaikan studi starata I (S1). Selain itu, hal ini dapat dijadikan sebagai spesifikasi dari penelitian mahasiswa itu sendiri.
kiranya perusahaan dapat membantu kami dalam menyelesaikan pendidikan sebagai calon Sarjana Pertambangan.
II. JUDUL PENELITIAN
Adapun judul Penelitian yaitu “KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT. GARDA TUJUH BUANA” serta disesuaikan dengan adanya Pembimbing dari Pihak Perusahaan.
III. SASARAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Sasaran yang diharapkan dapat tercapai dari pelaksanaan kerja praktek ini yaitu mahasiswa kerja praktek dapat mengetahui dan memahami studi kajian teknis sistem penyaliran tambang pada tambang terbuka batubara, PT. Garda Tujuh Buana. Materi kerja praktek ini berhubungan dengan kajian teknis sistem penyaliran tambang pada tambang terbuka batubara PT. Garda Tujuh Buana dan untuk selanjutnya dari kegiatan ini maka secara tidak langsung menjadikan alumni Kerja Praktek (KP) dapat lebih percaya diri dalam menerapkan teori yang didapat di perkuliahan serta menghadapi persaingan dunia kerja juga terciptanya suatu kerjasama yang baik antara pihak perusahaan, lingkungan pendidikan, dan masyarakat umum.
IV. LANDASAN TEORI
1. Pengertian Sistem Penyaliran Tambang
2. Metode Penyaliran Tambang
Sumber air yang masuk ke lokasi penambangan, dapat berasal dari air permukaan tanah maupun air bawah tanah. Air permukaan tanah merupakan air yang terdapat dan mengalir di permukaan tanah. Jenis air ini meliputi, air limpasan permukaan, air sungai, rawa atau danau yang terdapat di daerah tersebut, air buangan (limbah) dan mata air. Sedangkan air bawah tanah merupakan air yang terdapat dan mengalir di bawah permukaan tanah. Jenis air ini meliputi air tanah dan air rembesan.
Penanganan masalah air dalam suatu tambang terbuka dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Mine Drainage
Merupakan upaya untuk mencegah masuknya air ke daerah penambangan.Hal ini umumnya dilakukan untuk penanganan air tanah dan air yang berasal dari sumber air permukaan. Beberapa metode penyaliran Mine drainage :
a. Metode Siemens
Pada tiap jenjang dari kegiatan penambangan dibuat lubang bor kemudian ke dalam lubang bor dimaksukkan pipa dan disetiap bawah pipa tersebut diberi lubang-lubang. Bagian ujung ini masuk ke dalam lapisan akuifer, sehingga air tanah terkumpul pada bagian ini dan selanjutnya dipompa ke atas dan dibuang ke luar daerah penambangan.
b. Metode Elektro Osmosis
Pada metode ini digunakan batang anoda serta katoda. Bilamana elemen-elemen dialiri arus listrik maka air akan terurai, H+ pada katoda (disumur besar) dinetralisir menjadi air dan terkumpul pada sumur lalu dihisap dengan pompa.
c. Small Pipe With Vacuum Pump
diameter kerikil lebih besar dari diameter lubang. Di bagian atas antara pipa dan lubang bor di sumbat supaya saat ada isapan pompa, rongga antara pipa lubang bor kedap udara sehingga air akan terserap ke dalam lubang bor.
2. Mine Dewatering
Merupakan upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke daerah penambangan. Upaya ini terutama untuk menangani air yang berasal dari air hujan. Beberapa metode penyaliran mine dewatering adalah sebagai berikut:
a. Sistem Sumuran Terbuka (Open Sump System)
Sistem ini dilakukan dengan cara air yang masuk kedalam tambang dikumpulkan ke suatu sumuran (sump) yang dibuat didasar tambang kemudian dari sumuran tersebut dipompa dan dialirkan dengan pipa untuk dikeluarkan dari tambang. Sistem ini pada umumnya banyak digunakan pada tambang terbuka.
b. Sistem Paritan
Penyaliran dengan cara paritan ini merupakan cara yang paling mudah, yaitu dengan pembuatan paritan (saluran) pada lokasi penambangan. Pembuatan parit ini bertujuan untuk menampung air limpasan yang menuju lokasi penambangan. Air limpasan akan masuk ke saluran–saluran yang kemudian di alirkan ke suatu kolam penampung atau di buang langsung ke tempat pembuangan dengan memanfaatkan gaya gravitasi.
c. Sistem Adit
Cara ini biasanya digunakan untuk pembuangan air pada tambang terbuka yang mempunyai banyak jenjang. Saluran horisontal yang di buat dari tempat kerja menembus ke shaft yang di buat disisi bukit untuk pembuangan air yang masuk ke dalam tempat kerja. Pembuangan dengan sistem ini biasanya mahal, disebabkan oleh biaya pembuatan saluran horisontal tersebut dan shaft.
3. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Penyaliran Tambang
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan rancangan sistem penyaliran pada tambang terbuka adalah sebagai berikut :
Hujan merupakan uap air yang terangkat ke atmosfer yang kemudian terkondensasi di atmosfer dan jatuh dalam bentuk tetesan air. Hujan termasuk hal yang harus diperhatikan di dalam tambang, terutama untuk tambang terbuka di Indonesia. Hal ini disebabkan indonesia yang beriklim tropis, sehingga Indonesia mempunyai curah hujan yang sangat tinggi. Air hujan yang jatuh ke area tambang, termasuk ke dalam air limpasan, dimana juga ditampung pada sumuran (sump), maupun kolam pengendapan (settling pond) yang selanjutnya akan dikeluarkan melalui pompa ke luar area tambang.
Curah hujan adalah jumlah atau volume air hujan yang jatuh pada satu satuan luas, dinyatakan dalam satuan 1 mm. Satuan ini mempunyai arti yaitu pada setiap luasan 1 m2, air hujan yang jatuh adalah 1 liter. Pengamatan curah hujan dilakukan oleh alat penakar hujan.
Pengolahan data curah hujan dimaksudkan untuk mendapat data curah hujan yang siap pakai untuk suatu perencanaan sistem penyaliran tambang. Pengolahan data curah hujan ini dapat menggunakan metode Gumbel, yaitu suatu metode yang didasarkan atas distribusi normal.
Persamaan Gumbel adalah sebagai berikut :
Xt
= ¯
X
+
S
Sn
(
Yr
−
Yn
)
... (1)Keterangan :
Xt = hujan harian maksimum dengan periode ulang yang telah di tentukan
¯
X
= curah hujan rata-rataS = standar deviasi nilai curah hujan
Sn = standar deviasi dari reduksi varian, tergantung dari jumlah data (n) Yr = nilai reduksi varian dari variabel yang diharapkan terjadi pada PUH Yn = nilai rata dari reduksi varian, tergantung pada jumlah data (n)
2. Intensitas Curah Hujan
dengan suatu mm/jam, yang berarti besarnya curah hujan dalam waktu satu jam adalah sekian mm.
Perhitungan intensitas curah hujan satu jam dilakukan dengan menggunakan rumus Mononobe sebagai berikut :
I
=
R
24I = intensitas curah hujan (mm/jam) t = waktu konsentrasi hujan (jam)
R24 = curah hujan maksimum (mm)
3. Daerah Tangkapan Hujan
Daerah tangkapan hujan adalah luas permukaan yang apabila terjadi hujan, maka air hujan tersebut akan mengalir ke daerah yang lebih rendah menuju ke titik pengaliran. Air yang jatuh kepermukaan sebagian meresap kedalam tanah, sebagian ditahan oleh tumbuhan dan sebagian lagi akan mengisi liku-liku permukaan bumi, kemudian mengalir ketempat yang lebih rendah. Semua air yang mengalir dipermukaan belum tentu menjadi sumber air dari suatu sistem penyaliran. Kondisi ini tergantung dari daerah tangkapan hujan dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi topografi, rapat tidaknya vegetasi dll. Daerah tangkapan hujan merupakan suatu daerah yang dapat mengakibatkan air limpasan permukaan mengalir kesuatu tempat (daerah penambangan) yang lebih rendah. Penentuan luas daerah tangkapan hujan berdasarkan peta topografi daerah yang akan diteliti.
4. Air Limpasan
Air limpasan adalah bagian dari curah hujan yang mengalir diatas permukaan tanah menuju sungai, danau atau laut. Aliran itu terjadi karena curah hujan yang mencapai permukaan bumi tidak dapat terinfiltrasi, baik yang disebabkan karena intensitas curah hujan atau faktor lain misalnya kelerengan, bentuk dan kekompakan permukaan tanah serta vegetasi. Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain :
1. Curah hujan : Banyaknya curah hujan, intensitas curah hujan dan frekuensi hujan C = koefisien limpasan
I = Intensitas curah hujan (mm/jam) A = Luas daerah tangkapan hujan (km2)
4. Sumuran
5. Saluran Penyaliran
Saluran penyaliran berfungsi untuk menampung dan mengalirkan air ketempat pengumpulan (kolam penampungan) atau tempat lain. Bentuk penampang saluran umumnya dipilih berdasarkan debit air, tipe material serta kemudahan dalam pembuatannya. Dalam merancang bentuk saluran penyaliran beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
dapat mengalirkan debit air yang direncanakan
mudah dalam penggalian saluran
kecepatan air yang tidak merusak saluran (terjadi erosi)
kecepatan air tidak menyebabkan terjadinya pengendapan
mudah dalam proses pemeliharaan.
Perhitungan kapasitas pengaliran suatu saluran air dilakukan dengan rumus
Manning sebagai berikut: n = Koefisien kekasaran manning
6. Kolam Pengendapan
Kolam pengendapan adalah suatu daerah yang dibuat khusus untuk menampung air limpasan sebelum dibuang langsung menuju daerah pengaliran umum. Sedangkan kolam pengendapan untuk daerah penambangan adalah kolam yang dibuat untuk menampung dan mengendapkan air limpasan yang berasal dari daerah penambangan maupun daerah sekitar penambangan. Nantinya air tersebut akan dibuang menuju tempat penampungan air umum seperti sungai, maupun danau.
aktivitas penambangan. Selain itu, kolam pengendapan juga dapat berfungsi sebagai tempat pengontrol kualitas dari air yang akan dialirkan keluar kolam pengendapan, baik itu kandungan materialnya, tingkat keasaman ataupun kandungan material lain yang dapat membahayakan lingkungan.
Dengan adanya kolam pengendapan diharapkan semua air yang keluar dari daerah penambangan benar-benar air yang sudah memenuhi ambang batas yang diijinkan oleh pemerintah, sehingga dapat mencegah pencemaran lingkungan dan tidak ada komplain dari masyarakat.
7. Pompa
Pompa berfungsi untuk mengeluarkan air dari tambang. Sesuai dengan prinsip kerjanya, pompa dibedakan atas:
1. Reciprocating Pump
Bekerja berdasarkan torak maju mundur secara horizontal didalam silinder. Keuntungan jenis ini adalah efisien untuk kapasitas kecil dan umumnya dapat mengatasi kebutuhan energi (julang) yang tinggi. Kerugiannya adalah beban yang berat serta perlu perawatan yamg teliti. Pompa jenis ini kurang sesuai untuk air berlumpur karena katup pompa akan cepat rusak. Oleh karena itu jenis pompa ini kurang sesuai untuk digunakan di tambamg.
2. Centrifugal Pump
Pompa ini bekerja berdasarkan putaran impeller didalam pompa. Air yang masuk akan diputar oleh impeller, akibat gaya sentrifugal yang terjadi air akan dilemparkan dengan kuat kearah lubang pengeluaran pompa. Pompa jenis ini banyak digunakan di tambang karena dapat melayani air berlumpur, kapasitasnya besar, dan perawatannya lebih muda.
3. Axial Pump
Pada pompa aksial, zat cair mengalir pada arah aksial (sejajar poros) melalui kipas. Umumnya bentuk kipas menyerupai baling-baling kapal. Pompa ini dapat beroperasi secara vertikal maupun horizontal. Jenis pompa ini digunakan untuk julang yang rendah.
Dasar pertimbangan pemilihan pompa, didasarkan pada sistem ekonomisnya, yakni keuntungan dan kerugian jika pompa tersebut digunakan dan dapat memenuhi kebutuhan pemindahan fluida sesuai dengan kondisi yang direncanakan.
Perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis pompa adalah fungsi terhadap instalasi pemipaan, kapasitas, head, viskositas, temperatur kerja dan jenis motor penggerak.
Didalam penambangan, kondisi pompa yang perlu diperhatikan adalah : a. Kapasitas dan head pompa harus mampu dipenuhi.
b. Pompa yang dipasang pada kedudukan tetap.
c. Konstruksi sederhana.
d. Mempunyai efisiensi yang tinggi.
e. Harga awal relatif murah juga perawatannya.
2. Perhitungan Jumlah Pompa a) Batas Kapasitas Pompa
Batas kapasitas suatu pompa pada umumnya tergantung pada kondisi berikut ini:
Berat dan ukuran terbesar yang dapat diangkut dari pabrik ke tempat pemasangan.
Lokasi pemasangan pompa dan cara pengangkatannya.
Jenis penggerak dan cara pengangkatannya.
Pembatasan pada besarnya mesin perkakas yang dipakai untuk mengerjakan bagian-bagian pompa.
Pembatasan pada performansi pompa. b) Pertimbangan Ekonomi
Pertimbangan ini menyangkut masalah biaya, baik biaya investasi untuk pembangunan instalasi maupun biaya operasi dan pemeliharaannya.
Biaya instalasi
Biaya operasi dan pemeliharaan
Komponen biaya operasi yang terpenting adalah biaya untuk energi atau daya. Agar biaya pemeliharaan dan pengelolaan dapat ditekan, jumlah pompa tidak perlu terlalu banyak.
3. Pipa
Pipa adalah suatu benda yang relatif panjang, memiliki lubang dan berfungsi untuk memindahkan sebuah zat yang memiliki karakteristik dapat mengalir. Materi tersebut dapat berupa cairan, gas, uap, zat padat yang dilelehkan ataupun butiran yang sangat halus. Pipa dapat terbuat dari berbagai bahan, seperti: baja,
polyethylene, tembaga, aluminium, polivinil klorida (PVC), dan lain-lain. 4. Julang Total Pompa
Dalam pemompaan dikenal istilah julang (head), yaitu energi yang diperlukan untuk mengalirkan sejumlah air pada kondisi tertentu. Semakin besar debit air yang dipompa, maka head juga akan semakin besar. Head total pompa untuk mengalirkan sejumlah air seperti yang direncanakan dapat ditentukan dari kondisi instalasi yang akan dilayani oleh pompa tersebut, sehingga julang total pompa dapat dituliskan sebagai berikut:
hf = Head untuk mengatasi berbagai hambatan pada pompa dan pipa (m) (V2/2g) = Head kecepatan (m).
g = Percepatan gravitasi (9,8m/dtk²)
V. MATA KULIAH PENUNJANG
Materi kerja praktek ini di tunjang oleh mata kuliah yang telah di ambil sebelumnya oleh mahasiswa yang bersangkutan, yaitu sistem penyaliran tambang.
Pelaksanaan kerja praktek ini di rencanakan dilakukan selama kurang lebih 2 (dua) bulan tidak terhitung dari tahap persiapan dan kajian pustaka, yaitu bulan Juli sampai Agustus 2014, dengan pentahapan kegiatan sebagai berikut :
1. Persiapan 2. Kajian pustaka
3. Kegiatan lapangan, pengolahan dan analisis data 4. Penyusunan laporan dan seminar
Persiapan
Tahapan ini merupakan tahapan paling awal, sebelum dilaksanakannya kerja praktek di lapangan, yang meliputi :
Persiapan administrasi dan pengurusan surat-surat izin di kampus
Konsultasi dengan pembimbing akademik
Pengumpulan berbagai literatur
Pengiriman proposal kerja praktek
Kegiatan ini dilakukan selama 4 (empat) minggu.
Kajian Pustaka
Pada tahapan ini akan dilakukan kajian terhadap buku-buku teks, jurnal, yang relevan dengan materi kerja praktek ini. Kegiatan ini dilakukan sebelum dan selama berlangsungnya kegiatan kerja praktek ini, baik itu di lapangan maupun saat melakukan analisis data.
Kegiatan Lapangan dan Analisis Data
Kegiatan lapangan meliputi kegiatan ikut langsung di lapangan untuk kajian penyaliran tambang dan pengambilan data-data lapangan yang relevan, yang untuk selanjutnya diolah dan dianalisis di kantor.
Pembuatan laporan dan Seminar laporan
laporan dilakukan selama 4 (empat) minggu di lingkup perusahaan tambang, yang selanjutnya akan dipresentasikan di lingkup akademik Jurusan Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta.
RENCANA DAN JADWAL KEGIATAN
Kegiatan
BULAN
Agustus September Oktober November
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan Kajian Pustaka Kegiatan Lapangan Pengolahan Data
Penyusunan Laporan
Catatan : Jadwal dapat disesuaikan dengan kesepakatan dan ketentuan dari pihak perusahaan PT. GARDA TUJUH BUANA.
VII. PENUTUP
Demikian proposal permohonan kerja praktek ini sebagai salah satu
pertimbangan bagi pihak Human Resources Department (HRD) PT. Garda Tujuh
Buana. Besar harapan agar kiranya proposal ini dapat disambut dengan senang
hati. Kesempatan yang diberikan oleh pihak perusahaan tentunya akan
DAFTAR PUSTAKA.
Budiarto, dkk, 2010, Hidrologi, Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Veteran Yogyakarta
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.51 Tahun 1995, Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri.
Rudi Sayoga Gautama, 1999, Diktat Kuliah Sistem Penyaliran Tambang, ITB, Bandung.
VIII. MAHASISWA PENELITI
Nama : ASEP JULIANTO
NIM : 711210104
Alamat (rumah) : Jalan Kayu Besi No. 126, Manokwari . Tlpn. 085244449746
Alamat (kampus) : Jurusan Teknik pertambangan
Fax : +62-274-487249
E-mail :[email protected]
CURRICULUM VITAE
DATA DIRI
Nama : Asep Julianto
Tempat Tanggal Lahir : Manokwari, 17 Juli 1991
Umur : 23 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Jalan Kayu Besi No. 126, Manokwari
Hp : 085244449746
E-mail : [email protected]
PENDIDIKAN
2010 – Sekarang : Jurusan Teknik Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta
PENGALAMAN ORGANISASI
2010 Peserta Diklat Tambang Himpunan Teknik Pertambangan (HMTA) Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. 2011 Panitia Diklat Tambang Himpunan Teknik Pertambangan
(HMTA) Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta.
PENGALAMAN PRAKTEK
Fieldtrip Geologi Fisik di daerah Bayat, Klaten, 2010.
Kuliah Lapangan I 2010 di :
DI PT. SUGIH ALAMANUGROHO GUNUNG KIDUL, Penambangan dan Pengolahan Batu Gamping Keprus.
DI UNIT BINA INDUSTRI BATU MULIA (UBIBAM), SRI GIRI SEJATI, GIRIWOYO, WONOGIRI, Pengolahan Batu Mulia.
PT. JARA SILIKA TUBAN JAWA TIMUR, Pengolahan Pasir Kuarsa.
Kuliah Lapangan II 2012 di daerah Bayat, Klaten. Penelitian Struktur Geologi Batuan dan Perencanaan Penambangan.
KUALIFIKASI KHUSUS
Sistem Operasi Komputer: Windows
Internet: Browsing, Surfing, Download, Facebook
Aplikasi Komputer: Microsoft Office (Word, Excel, Power Point, Access (Dasar)
TENTANG SAYA
Memiliki komitmen dan terus belajar.
Memiliki kepemimpinan yang baik dan berpikir analitis.
Realistis dalam pemecahan masalah yang baik dan pengambilan keputusan.
Dapat bekerja di bawah tekanan.
Saya dapat bekerja secara mandiri dan juga dalam teamwork
Penuh inisiatif, berpikiran terbuka, pekerja keras, ramah.
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.
Yogyakarta, Agustus 2014