• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara hitung kebutuhan besi dan beton bal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Cara hitung kebutuhan besi dan beton bal"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR UPAH KERJA TENAGA BORONGAN

 PEKERJAAN DINDING ( TENAGA DAN MATRIAL ) Pekerjaan Dinding

- Pasang Bata Merah - Plaster

- Acian

Harga Rp. 195.000/m2. Plaster Aci Dua Muka

 PEKERJAAN KRAMIK LANTAI DAN DINDING ( TENAGA DAN MATRIAL ) Pekerjaan kramik lantai stahdar roman

- uk 30x30cm Rp. 225.000/m2 - uk 60x60cm Rp. 250.000/m2 - uk 80x80cm Rp. 275.000/m2

Pekerjaan kramik dinding standar roman - uk 20x20cm Rp. 195.000/m2 - uk 25x25cm Rp. 250.000/m2

Pekerjaan kramik Plin standar roman - uk 0,7cm-10cm Rp. 55.000/m1

 PEKERJAAN PLAFON/ CAILING

Untuk Daftar Harga Pekerjaan Plafon / Cailing dan Pemasangan Partisi Silahkan Kunjungi;

HARGA PEMASANGAN PLAFON PARTISI http://gubahciptacemerlang.blogspot.com

 PEKERJAAN RISPLANG PROFIL ( TENAGA DAN MATRIAL ) Pekerjaan profil Risplang size = (12cm/15cm) Rp.275.000/m1

 PEKERJAAN PENGECATAN PLAFON DAN DINDING ( TENAGA DAN MATRIAL )

Cat plafon standar Dulux/ Mowilex Rp. 40.000/m2 Cat dinding Luar standar Dulux/ Mowilex Rp. 35.000/m2 Cat dinding Dalam standar Dulux/ Mowilex Rp. 30.000/m2

 PEKERJAAN CAT DUKO ( TENAGA DAN MATRIAL ) Cat kusen pintu Rp. 20.000/m1 Cat daun pintu Rp. 45.000/m2

 PEKERJAAN CAT MELAMIC ( TENAGA DAN MATRIAL ) Cat kusen Rp. 25.000/m1 Cat daun pintu biasa Rp. 55.000/m2 Cat daun pintu panel Rp. 275.000/unit

▸ Baca selengkapnya: cara hitung nama dalam islam

(2)

 PEKERJAAN LEMARI PAKAIAN / KITCHEN SET ( TENAGA DAN MATRIAL ) Pekerjaan lemari pakaian Rp. 2.500.000/m2

Pekerjaan kitchen set Rp. 2.800.000/m2

 PEKERJAAN SPITANK/ WC ( TENAGA KERJA DAN MATRIAL ) Spitank uk 1,20x1,30 cm Rembesan bag atas,

bata di cor dengan rangka besi Rp. 2.300.000/unit Buat rembesan uk 1,20x1,30 cm

( batu kali + injuk ) Rp. 800.000/unit

HARGA BORONGAN TENAGA :

 Galian Tanah = Rp. 90.000,- /m3

 Pas. Pondasi Batu Belah = Rp. 160.000,- / m3

 Beton Sloof 9/15 = Rp. 28.000,- / m'

 Beton Kolom 9/9 = Rp. 28.000,- /m'

 Beton Ring 9/9 = Rp. 30.000,- /m'

 Pas. Batu Bata = Rp. 33.000,- /m2

 Plesteran = Rp. 25.000,- /m2

 Acian = Rp. 16.000,- /m2

 Sponengan = Rp. 11.000,- /m'

 Plafon Gypsum = Rp.30.000,-/m2(tanpa cat)

 Rabat Beton Lantai = Rp. 25.000,- /m2

 Pas. Keramik Lantai = Rp. 45.000,- /m2

 Pas. List Keramik Lantai = Rp. 15.000,- /m'

 Plamir+Cat Dinding = Rp. 15.000,- /m2

 Instalasi Listrik = Rp. 55.000,- /ttk

 Pas. Daun Pintu = Rp. 150.000,- /bh

 Pas. Daun Jendela = Rp. 85.000,- /bh

PEKERJAAN PEMBESIAN

 Besi 22" berat 23,2 kg/bt

 Besi 16" berat 19 kg/bt

 Besi 12" berat 10,8 kg/bt

 Besi 10" berat 7,4 kg/bt

(3)

 Besi 6" ( begel )

 HARGA

Rp. 15.000,-/kg

KM/WC ( pas. keramik+bikin bak+plester+aci) KM STANDARD

 Luasan 4 m2 =

Rp. 3.750.000,-

(komplet)

Borongan

Tenaga

Komplet

=

Rp. 650.000,- / m2

(luas bangunan)Borongan Tenaga

berikut Daftar Harga / Upah Borong Tenaga 2013 berdasatkan Rumus SNI

DAFTAR PENAWARAN HARGA UPAH BORONG PEKERJAAN

PEKERJAAN PERSIAPAN

Pembersihan Lahan: 5.000/m2 Direksikit : 125.000/m2

Pembuatan Gudang : 120.000 /m2 Bouwplank : 43.000/m2

Pekerjaan Pemagaran: 22.500 /m1

PEKERJAAN GALIAN DAN PONDASI

Galian Tanah Pondasi : 85.000/m3 Bekisting Pondsi : 38.350/m2 Pasang batu kali : 92.500/m3

Urungan Tanah leveling lantai : 52.000 / m3 Perataan Tanah : 12.000 /m2

Pemadatan Tanah /Stamper :15.000/m2 Lantai Kerja : 15.000/ m2

Urug pasir : 7.000/m2

PEKERJAAN BETON BERTULANG

Beton Sloof 20× 40 : 48.000/m1 Bekisting sloof :38.350/m2

Beton Bertulang kolom Praktis 10× 12 : 38.000 /m1 Bekisting kolom :38.350/m2

Beton Bertulang Ring Balok 10× 12 : 44.000/m1 Bekisting balok :38.350/m2

Beton Balok Dak 40× 20 : 68.000/m1 Beton Plat Dak .: 58.000/m2

Bekisting Plat Dak :38.350/m2 PEKERJAAN PEMBESIAN

(4)

 Besi 10" berat 7,4 kg/bt  Besi 8" berat 4,7 kg/bt

 Besi 6" ( begel ) --- BONUS PEKERJAAN  HARGA Rp. 3.000,-/kg

 Khusus untuk Kolom Praktis 9/9 harga Rp. 4.000,- /m'

PEKERJAAN PASANG BATA

Pasang Bata merah: 31.280/m2 Pasang Hebel 7/20 : 20.000/m2 Pasang Hebel 10/20: 22.000/m2 Pekerjaan Plester+ Aci : 30.000/ m2 Sekonengan : 10.500/m1

Sudutan : 8.000/m1 Tali Air : 8.000 /m1

PEKERJAAN KUSEN

Pasang Kusen Pintu : 105.000/unit Pasang Daun Pintu Panel : 145.000/unit Pasang Kusen Jendela : 68.000/unit Pasang Daun Jendela : 72.000/unit JASA MELAMIN

Pintu : 425.000 Jendela : 250.000

PEKERJAAN RANGKA ATAP

Rangka Atap Baja Ringan : 120.000/m2 (termasuk bahan dan tenaga) Pasang atap : 92.000/m2 ( termasuk pas Kuda2, usuk , reng)

Pasang Genteng : 20.000/m2 Karpus: 77.000/m1

Listplank : 37.000/m1 ( tergantung ukuran) pekerjaan pasang talang : 38.000/m1

PEKERJAAN PLAPON

Pekerjaan pasang Plapon : 30.000/ m2 Pasang List Plapon : 12.500/ m1

PEKERJAAN KERAMIKPasang Keramik Lantai

 30×30 : 27.000/m2

Pasang Keramik Lantai KM : 28.000/m2 Pasang Keramik Dinding 30x60: 48.000/m2 Pasang Keramik Plin : 20.000/ m1

PEKERJAAN LISTRIK

Stop Kontak : 58.000/titik

(5)

PEKERJAAN SANITARY WARE

Pasang Closet Duduk : 165.000/unit Pasang Closet Jongkok : 95.000/unit Pasang Wall Shower : 48.000/unit Pasang Wastafel : 155.000/unit Pasang Floordrain : 21.000/unit Pasang Kran : 11.000/unit Pasang Bath Up : 870.000/unit

Pasang Pipa Air Bersih1/2” : 17.500/ m1 Pasang Pipa Air Kotor/ inchi : 19.500/ m1 Bak Kontrol : 168.000/unit

PEKERJAAN PENGECATAN Cat Dinding : 8.500/m2

Cat Kusen kayu : 18.000/m1 Cat Daun Pintu : 25.000/m2 Pengecatan Duco

 cat kusen : 80.000/m1 (berikut material)  cat daun jendela : 80.000/m1 (berikut material)

 cat daun pintu panel : 870.000/pintu (berikut material)  cat ram/list jendela : 32.000/m1 (berikut material

PEKERJAAN BONGKARAN

Bongkaran Atap : 40.000 /m2 Bongkaran Dinding : 18.000/m2 Pembersihan bongkaran : 15.000/m2

Borongan Tenaga Komplet =

Rp. 385.000 – 650.000, - / m2 ( luas bangunan)

Borongan Tenaga + Material untuk Rumah 2 lantaiBorongan Tenaga + Material = Satu Lantai

Rp. 2.000.000, - / m2 ( luas bangunan)

Borongan Tenaga + Material = Dua Lantai

Lt. 01 = Rp. 1.700.000, - / m2( luas bangunan) Lt. 02 = Rp. 2.200.000, - / m2( luas bangunan)

MAKLUM HARGA MATERIAL PADA NAIK DAN UPAH KERJA NAIK

Cara menentukan harga rumah

Cara menentukan harga rumah secara cepat bisa dilakukan dengan menghitung luas tanah dan bangunan lalu dikalikan dengan harga per m2 sesuai standar NJOP atau harga pasaran daerah dimana

rumah berdiri. disini kita akan mencoba membuat tutorial sederhana untuk menentukan harga jual sebuah rumah tinggal.

Tujuan mengetahui harga rumah

1. Untuk menghitung aset properti.

2. Memperkirakan harga yang pas untuk menjual atau membeli rumah tinggal.

3. Sebagai dasar untuk melakukan perjanjian kontrak pembangunan dengan kontraktor atau pemborong.

4. Menghitung biaya ganti rugi apabila terkena gusuran

(6)

6. Sekedar ingin tahu saja, sebenarnya berapa nilai aset rumah kita.

Misalnya kita mempunyai rumah tipe 36/60 di bekasi, arti tipe rumah ini adalah luas bangunanya 36 m2 dan luas tanahnya 60 m2. Ukurang tanah 6m x 10m sedangkan ukuran bangunan adalah 6m x 6m. berapa harga rumah tersebut? mari kita hitung bersama.

Cara menentukan harga rumah

Jika kita belum mengetahui luasan bangunan dan tanahnya maka perlu menghitung terlebih dahulu, caranya kurang lebih seperti ini.

 Luas tanah = 6 m x 10 m = 60 m2.

 Luas bangunan = 6 m x 6 m = 36 m2.

Namun karena kita sudah tahu luas tanah dan bangunan maka langkah pertama yang perlu ditempuh adalah mencari tahu harga satuan per m2, bisa dengan melihat NJOP yang biasanya tertera pada PBB pajak bumi dan bangunan. atau memantau perkembangan harga jual bangunan disekitar rumah. misalnya kita dapatkan data sebagai berikut:

 Harga tanah = Rp.1.000.000,00 / m2

 Harga Bangunan = Rp.2.000.000,00 /m2 Maka harga tanah dan bangunan adalah

 Total harga tanah = 60 M2 x Rp.1.000.000,00 /2 = Rp.60.000.000,00

 Total harga bangunan = 36 m2 x Rp.2.000.000,00 / m2 = Rp.72.000.000,00

Jadi total harga rumah adalah Rp.60.000.000,00 + Rp.72.000.000,00 = Rp.132.000.000,00 Terbilang (seratus tiga puluh dua juta rupiah).

Begitulah cara cepat yang bisa dilakukan untuk memperkirakan harga jual sebuah rumah, bagi calon pembeli juga perlu menghitungnya sebelum melakukan transaksi agar harganya tidak kemahalan. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu menggunakan sistem analisa harga satuan bangunan. yaitu menghitung satu persatu bagian rumah lalu menjumlahkan secara utuh satu kesatuan bangunan. selamat berhitung

Data yang dibutuhkan untuk menghitung RAB

Dalam menghitung RAB dibutuhkan beberapa data sehingga dapat diperkirakan berapa total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan bangunan. apa saja data itu? mari kita bahas disini maca-macam data yang dibutuhkan untuk menghitung RAB mengingat hal ini sangat penting untuk dapat mengetahui biaya bangunan secara tepat.

Data yang dibutuhkan untuk menghitung RAB

1. Bentuk bangunan dan spesifikasi material yang akan digunakan, bisa dalam bentuk gambar bangunan, rencana kerja dan syarat (RKS) dan media lainya yang dapat menjelaskan bagaimana gambaran bangunan.

2. Volume pekerjaan, misalnya pekerjaan pondasi batu kali dalam m3, volume pemasangan keramik dalam m2, volume besi tulangan dalam kg dan yang lainya.

(7)

4. Biaya upah tukang bangunan dan tenaga kerja konstruksi lainya perhari.

5. Analisa harga satuan bangunan, bisa didapat dari SNI RAB, analisa BOW, atau membuat analisa sendiri berdasarkan pengalaman dan penelitian di lapangan pekerjaan proyek bangunan.

6. Harga satuan pekerjaan, hal ini diperlukan apabila dalam menghitung RAB tidak menggunakan koefisien analisa harga satuan, harga satuan pekerjaan bisa didapat dari standar pemerintah sepert harga satuan DKI jakarta yang diterbitkan setiap bulan, selain itu sebuah perusahaan juga perlu membuat standar harga sendiri agar mempunyai nilai saing dalam dunia konstruksi.

7. Konversi satuan seperti cm ke m, gram ke kilo gram, dan yang lainya.

8. Tabel besi dan baja untuk melihat data berat permeter.

9. Rumus matematika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dan rumus lainya sebagai alat dalam menghitung.

10. Kode rumus dalam software, misalnya jika kita menggunakan program microsoft excel maka ada beberapa kode yang dibutuhkan untuk menghitung contoh SUM untuk menjumlahkan.

11. Nama penghitung RAB yang perlu dicantumkan sebagai penanggungjawab perhitungan.

12. Tanda tangan penghitung sebagai bukti sah yang melakukan perhitungan rencana anggaran biaya bangunan.

Begitulah kurang lebih beberapa data yang perlu dipersiapkan agar dapat menghitung RAB secara tepat, data lainya bisa ditambahkan sesuai dengan pengetahuan, kemampuan dan kreatifitas masing-masing

Daftar penyebab kesalahan perhitungan RAB

Dalam menghitung RAB adakalanya terjadi kesalahan dalam membuatnya sehingga hasil perhitungan tidak cocok dengan kondisi bangunan yang sebenarnya. Berbagai hal dapat menjadi penyebab kesalahan perhitungan RAB entah itu dalam bentuk kelalaian, kesengajaan atau adanya faktor diluar dugaan. Apa saja yang mungkin menjadi penyebab permasalahan ini? mari kita uraikan secara detail disini

Daftar penyebab kesalahan perhitungan RAB

1. Daftar harga bahan bangunan yang digunakan sudah kadaluwarsa atau tidak sesuai dengan kondisi lapangan saat pembangunan.

2. Adanya kebijakan pemerintah, gejolak politik atau bencana alam yang berpotensi merubah harga bahan atau upah tenaga kerja yang signifikan. hal ini bisa menyebabkan perhitungan RAB saat perencanaan tidak dapat dipakai untuk pedoman pelaksanaan.

3. Ada permintaan khusus dari suatu pihak yang memaksa agar perhitungan RAB berbeda dengan kondisi sebenarnya, misalnya untuk menaikan jumlah keuntungan.

4. Salah operasi matematika pengurangan,penjumlahan,perkalian atau pembagian.

(8)

6. Salah pencet kalkulator atau keyboard.

7. Aadanya keletihan saat menghitung RAB juga dapat menyebabkan hasil perhitungan jauh dari kebenaran, kita tahu di dunia proyek seringkali banyak waktu lembur untuk

mengejar target progres, oleh karena itu sangat penting untuk menjaga stamina agar pekerjaan tetap bisa berjalan dengan baik.

8. Pemakaian rumus yang keliru, contohnya seharusnya dijumahlah ditulis dikurangi.

9. Gambar kerja salah, padahal itulah data yang digunakan sebagai pedoman menghitung RAB maka seringkali ada perbedaan biaya antara pedoman gambar bangunan dengan kondisi nyata di lapangan proyek.

10. Sengaja membuatnya keliru, hal ini bisa jadi merupakan faktor kesengajaan dengan maksud untuk mendukung keberhasilan suatu harapan.

Apakah ada hal-hal lain yang berpotensi menyebabkan kesalahan dalam menghitung rencana anggaran biaya bangunan? bagi yang punya pengalaman tentang ini bisa berbagai ilmu RAB disini agar berguna bagi yang kebetulan sedang membutuhkan, lalu apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi adanya kesalahan dalam menghitung RAB? perlu ketelitian, kesabaran, keuletan dan kejujuran agar dapat menghasilkan RAB dengan benar. masing-masing pasti punya cara jitu dalam mengatasi hal ini

arti Simbol dalam Daftar Simbol Analisa harga

Dalam menghitung analisa harga satuan bangunan kita gunakan bermacam simbol untuk mempermudah perhitungan, disini kita buat kamus daftar singkatan dan penjelasanya. semoga dapat memudahkan dalam menghitung rencana Anggaran biaya bangunan.

Daftar simbol analisa harga

 AH = Analisa harga

 Buah = Satuan biji

 CB = Concrete Block

(9)

 g = gram, satuan berat

 HB = Hollow Block

 kg = kilo gram, satuan berat.

 KP = kapur padam, kapur tohor yang dipadamkan.

 KR = kerikil, agregat kasar dengan ukuran 5 mm sampai dengan 40 mm.

 m = meter, satuan panjang.

 mm = mili meter, satuan panjang.

 m2 = meter persegi, satuan luas.

 m3 = meter kubik, satuan volume.

 OH = Orang hari, satuan upah tenaga kerja perhari.

 PC = Portland cement / semen.

 PB = Pasir beton, pasir yang digunakan untuk pembuatan beton, agregat halus ukuran kurang dari atau sama dengan 5 mm.

 PP = Pasir pasang, agregat harus dengan ukuran kurang dari atau sama dengan 5 mm.

 PU = Pasir urug, pasir yang secara khusus digunakan untuk urugan.

 RAB = Rencana anggaran biaya bangunan.

 Sirtu = pasir batu, bahan yang terdiri dari campuran pasir dan batu.

 SM = semen merah, semen hasil tumbukan batu bata merah.

 TL = Tanah liat, tanah yang lekat atau lempung.

 Zak = satuan kemasan.

cara hitung kebutuhan besi dan beton balok sloof

cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, sebelumnya kita jelaskan terlebih dahulu apa itu sloof? balok sloof adalah struktur bangunan berupa konstruksi beton bertulang

yang dibangun pada area bawah untuk meratakan beban dari kolom dan disalurkan ke pondasi. untuk dapat menghitung anggaran biaya pembuatanya, maka perlu dicari terlebih dahulu berapa volume pekerjaan balok sloof yang akan dibangun.

(10)

Contoh sebuah balok sloof ukuran 15 cm x 20 cm, menggunakan besi tulangan pokok 4 buah diamater 10 mm, besi senkang diamater 8 mm dipasang setiap jarak 20 cm. Panjang pekerjaan balok sloof adalah 33,33m. berapa jumlah kebutuhan beton dan besi untuk struktur tersebut?

Kebutuhan besi pada balok sloof

Berat besi per m dapat dilihat pada tabel berat besi atau dihitung secara manual dengan cara mengalikan berat jenis besi dengan luas penampang.

 Berat besi dimater 8 polos per meter = 0,4 kg.

 Berat besi polos diamater 10 mm per meter = 0,62 kg.

Volume besi tulangan pokok 4 buah, diameter 10 mm, panjang 33,33 m maka kebutuhan totalnya adalah

 V = 4 bh x 33,33 m =133,32 m.

 Untuk mengetahui volume dalam satuan berat maka kita kalikan dengan berat besi diamater 10mm per meter yaitu 0,62 kg. jadi kebutuhanya adalah 0,62 kg/m x 133,32 m = 82,6584 kg.

 Jika panjang besi perbatang 11 m, maka kebutuhan dalam satuan panjang adalah 133,32 m : 11 m =12,12 btg, dibulatkan menjadi 13 batang.

Volume besi tulangan sengkang diameter 8 mm, dipasang setiap jarak 20 cm, panjang pekerjaan sloof 33,33 m. selimut beton 2,5 cm.

 Panjang 1 buah sengkang adalah 0,1+0,15+0,1+0,15+0,05+0.05 = 0,6 m.

 Jumlah sengkang yang dibutuhkan yaitu 33,33 m : 0,2 m = 166,65 jadi 167 buah.

 Jumlah total panjang sengkak = 0,6 m x 167 bh = 100,2 m.

 Volume besi dalam kilo gram = 0,4 kg/m x 100,2 m = 40,08 kg.

 Jumlah kebutuhan besi dalam satuan batang = 100,2 m : 11 m = 9,109 dibulatkan menjadi 10 batang.

Jadi rekapitulasi kebutuhan besi sloof adalah

diameter kilo gram batang meter

8p 40,08 10 100,2

10p 82,6584 13 133,32

(11)

 V = l x t x p

 Volume beton sloof = lebar x tinggi x panjang

 V = 0,15 m x 0,20 m x 33,33 m = 0,99 m3 dibulatkan 1 m3. Jadi kebutuhan beton yang diperlukan adalah 1m3.

Selanjutnya kita akan menghitung analisa harga satuan 1 m3 pekerjaan balok sloof pada artikel berikutnya. Demikian contoh sederhana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof,

Cara menghitung Volume kolom praktis 15cm x 15cm rumah 1 lantai

Mari kita hitung volume kolom praktis 15cm x 15 cm yang seringkali digunakan untuk struktur rumah 1 lantai, cara perhitunganya hampir sama dengan saat mencari jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof 15 cm x 20 cm yang sudah kita uraikan sebelumnya. bedanya hanya terlatak pada luas penampang saja karena ukuranya berbeda dan yang terlihat jelas adalah posisi pemasangan sloof itu mendatar sedangkan kolom praktis dipasang dalam posisi berdiri.

Gambar kolom praktis 15 cm x 15 cm

Contoh perhitungan volume kolom praktis

Sebuah pembangunan rumah tinggal membutuhkan kolom praktis sebanyak 27 buah dengan masing-masing tingginya 3 m. kolom yang digunakan terbuat dari beton bertulang ukuran 15cm x 15cm, menggunakan tulangan pokok 4 dimater 10mm dan tulangan sengkang diameter 8mm dipasang setiap jarak 15 cm. berapa kebutuhan besi dan beton untuk menyelesaikan pekerjaan ini?

Sebelumnya kita hitung terlebih dahulu total panjang kolom praktis yang akan dikerjakan yaitu 27 bh x 3 m = 81 m. selanjutnya kita hitung jumlah besi yang dibutuhkan. kita lihat terlebih dahulu pada tabel besi untuk mengetahui berat per meter besi 10 dan 8 polos.

(12)

 Berat 1m besi diameter 10mm = 0,62 kg.

Kebutuhan besi pada kolom praktis

Tulangan pokok dimater 10mm sebanyak 4 buah.

 Total panjang besi yang dibutuhkan adalah 4 bh x 81 m = 324 m.

 Jika panjang 1 batang besi 11 m, maka jumlah batang yang diperlukan adalah 324m : 11 m = 29,4545 btg dibulatkan menjadi 30 btg.

 Total berat besi yang dibutuhkan adalah 324 m x 0,62 kg/m = 200,88 kg. Tulangan sengkang diamater 8mm dipasang setiap jarak 15cm.

 Total panjang 1 buah sengkang = 0,1+0,1+0,1+0,1+0,05+0,05= 0,5 m.

 Jumlah sengkang yang dibutuhkan = 324 m : 0,15 m = 2160 bh.

 Total panjang besi sengkang adalan 2160 bh x 0,5 m = 1080 m.

 Jumlah kilogram besi diameter 8mm yang diperlukan = 1080 m x 0,4 kg/m = 432 kg.

 Jumlah batang jika masing-masing 11 m adalah 1080 m : 11 m = 98,18182 batang dibulatkan menjadi 99 btg.

Rekapitulasi kebutuhan besi

Diamater Kilo gram (kg) Batang (btg) Meter (m)

8p 432 99 1080

10p 200,88 30 324

Kebutuhan beton pada kolom praktis

 Volume beton kolom praktis = panjang x lebar x tinggi.

 V = p x l x t.

 V = 0,15 m x 0,15 m x 81 m= 1,8225 m3

Jadi total beton yang dibutuhkan untuk menyelsaikan pekerjaan kolom praktis adalah 1,8225 m3.

Demikian contoh perhitungan volume besi dan beton pada kolom praktis 15 cm x 15 cm, ukuran dan jumlah kolom lainya bisa disesuaikan dengan rumah yang akan dibangun. kolom praktis ini hanya bisa digunakan pada rumah 1 lantai, karena pada rumah bertingkat 2 atau 3 lantai

memerlukan ukuran kolom dan penggunaan besi tulangan yang lebih besar. selamat berhitung semoga bermanfaat

Cara menghitung kebutuhan dinding batako

Dinding batako bisa menjadi alternatif untuk membuat rumah tembok, jenis material batu buatan ini banyak digunakan karena kecepatan dalam waktu pemasangan serta dapat lebih menghemat penggunaan adukan jika dibanding pasangan dinding batu bata. disini kita akan coba

menguraikan cara menghitung jumlah kebutuhan batako untuk dinding rumah tinggal, dengan menghitung secara tepat maka total material yang didatangkan bisa pas tidak kurang atau lebih sehingga dapat menyebabkan pemborosan biaya bangun rumah. O.k kita mulai contoh

perhitunganya sebagai berikut

(13)

Contoh perhitungan kebutuhan dinding batako

Sebuah ruang dapur ukuran 3mx 3m tinggi 3m menggunakan pasangan dinding batako ukuran 10cm x 20 cm x 40 cm, jendela pada salah satu dinding berukuran 0,7m x 1,5 m dan satu pintu masuk ukuran 0,9m x 2,1 m. Berapa total kebutuhan batako untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan ruang dapur tersebut? mari kita hitung disini.

Langkah pertama kita hitung terlebih dahulu luas keempat sisi ruangan yaitu

 Luas dinding batako = 4 sisi x 3m x 3m = 36 m2.

Kemudian kita hitung lobang yang ada pada dinding batako tersebut, karena tentunya lobang ini tidak termasuk dalam pekerjaan pemasangn dinding.

 Lubang pintu yang tidak dipasang batako 0,9m x 2,1 m = 1,89m.

 Lubang jendela yang tidak dipasang batako 0,7m x 1,5 m = 1,05m. Jadi luas dinding batako adalah 36-1,89-1,05 = 33,06 meter persegi.

Selanjutnya kita cari data jumlah batako yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 m2 pasangan dinding rumah.

 Jika tebal spesi 1 cm, maka luas satu batako berikut adukanya adalah 0,21m x 0,41 m = 0,0861 m2.

 Jumlah batako per m2 adalah 1m2 : 0,0861m2 = 11,614 jadi ada 12 bh.

Dari data tersebut maka kita dapat mengalikanya dengan volume dinding sehingga didapatkan total material yang dibutuhkan. Kebutuhan batako per meter persegi adalah 12 bh, maka total jumlah batako yang diperlukan adalah 33,06 m2 x 12 bh = 396,72 bh dibulatkan menjadi 400 bh. selanjutnya tinggal datang ke toko bangunan untuk membeli batako dengan jumlah sesuai perhitungan.

Cara menghitung volume kebutuhan pasangan dinding batu bata

Pasangan dinding batu bata banyak digunakan pada rumah tembok diberbagai wilayah Indonesia, bahan bangunan yang terbuat dari hasil pembakaran tanah liat ini tergolong murah dan mudah didapat, selain itu kemudahan dalam pengerjaanya juga menyebabkan batu bata banyak digunakan

(14)

dilakukan dengan cara mengalikan total volume dengan harga satuan per m3 pasangan batu bata merah.

Gambar pasangan dinding batu bata

Contoh perhitungan volume pasangan dinding batu bata

Pembuatan kamar tidur ukuran 3 m x 3 m dan tinggi 3 m menggunakan pasangan batu bata ukuran 5cm x 10 cm x 20 cm, ada satu pintu masuk ukuran 90 cm x 210 cm, dan jendela satu buah ukuran 70 cm x 150 cm, berapa volume pekerjaan pasangan dinding batu bata?

Kita hitung terlebih dahulu total panjang dinding batu bata keempat sisi kamar yaitu 4bh x 3m = 12 m

 luas pasangan dinding batu bata = panjang x tinggi

 L = 12 m x 3 m = 36 m2.

Selanjutnya kita hitung luas lobang pada dinding yaitu pintu dan jendela

 Luas pintu = 0,9m x 2,1 m = 1,89 m.

 Luas jendela = 0,7m x 1,5 m = 1,05 m.

Jadi total volume pasangan dinding batu bata adalah 36 m2 – 1,89 m2 – 1,05 m2 = 33,06 m2. Untuk menghitung total kebutuhan batu bata maka bisa dilakukan dengan cara mencari terlebih dahulu data jumlah bata yang diperlukan dalam 1 m2. misalnya kita ketahui jumlah batu bata per m2 = 70 bh. maka total bata yang dibutuhkan adalah 33,06 m2 x 70bh = 2314,2 dibulatkan menjadi 2315 bh. jadi kita bisa membeli batu bata di toko bangunan dengan menambahkan sedikit faktor keamanan untuk mrngantisipasi pecah atau kerusakan dengan total jumlah pembelian batu bata sebanyak 2350 bh.

Untuk menghitung total kebutuhan pasir dan semen pada batu bata bisa kita lihat pada artikel berikutnya yang berjudul analisa harga satuan pasangan dinding batu bata per m2

Cara menghitung volume kebutuhan acian semen pada dinding tembok

(15)

mendapatkan nuansa dinding bertekstur batu buatan atau dilapisi dengan cat agar dinding menjadi berwarna sesuai selera. meskipun terkesan sederhana yaitu hanya mengoleskan dan menghaluskan semen di permukaan dinding namun pekerjaan acian ini memerlukan keahlian khusus agar finishing dinding bisa benar-benar bagus, oleh karena itu diperlukan tukang

bangunan yang telah profesional dalam mengaci dinding sehingga dapat menghasilkan pekerjaan yang baik serta dapat selesai dalam waktu secepat mungkin.

Gambar acian dinding

Metode pekerjaan acian dinding

1. Perisapan bahan peralatan seperti air, semen, cetok, kertas bekas zak semen dan bahan-bahan lainya sesuai kebutuhan.

2. Menyiapkan tempat penampungan air, bisa berupa ember cor, ember bekas tempat cat atau tempat lainya yang dapat digunakan untuk menampung air acian.

3. Pelan-pelan menaburkan semen kedalam air, cukup ditaburkan saja dan tidak boleh diaduk karena dapat menyebabkan semen menggumpal serta cepat kering sehingga tidak dapat digunakan untuk bahan acian dinding.

4. menyiram dinding yang akan diaci dengan air hingga basah, hal ini dimaksudkan agar nantinya dinding tidak banyak menyerap air semen.

5. Melaburkan bahan acian semen yang sudah jadi ke permukaan dinding dengan menggunakan cetok.

6. Menghaluskan pekerjaan acian dengan kertas bekas semen sehingga permukaan benar-benar rata dan halus.

7. Usahakan agar hasil acian dinding tidak cepat kering, bisa dengan cara menyiram air. karena pengeringan yang terlalu cepat dapat menyebabkan keretakan dinding.

8. Pekerjaan acian dinding selesai, namun perlu menunggu beberapa waktu untuk melanjutkan ke pengerjaan pengecatan.

Contoh perhitungan volume acian dinding

Sama seperti pada contoh cara menghitung volume pekerjaan plesteran dinding , caranya sama yaitu dengan mencari luas pasangan dinding lalu dikalikan dua apabila acian 2 sisi. untuk memperjelas mari kita buat perhitungan sederhana dengan ukuran dinding yang berbeda.

(16)

 Luas dinding = 3m x 3m = 9m2

 Jadi luas acian 2 sisi adalag 2 x 9m2 = 18 m2.

Demikian uraian tentang pekerjaan acian pada dinding tembok, semoga bermanfaat

Mengenal Rangka Atap Baja Ringan

Rangka atap baja ringan merupakan bahan pengganti rangka atap kayu dan baja konvensional. Rangka atap baja ringan menggunakan bahan baja CRC (cold rolled coil) yang memiliki mutu yang tinggi (kuat tarik 550 Mpa) dengan profil utama bentuk C atau bentuk Omega.

Rangka Atap Baja Ringan memiliki beberapa elemen utama yaitu Kuda-Kuda dan Bracing, Reng, Baut, Dinabolt, dan Talang jurai.

Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan.

Ada beberapa kelebihan penggunaan Rangka Atap Baja Ringan jika dibanding dengan rangka atap kayu maupun baja konvensional, antara lain :

 Material baja ringan memiliki kekuatan yang tinggi tetapi dengan bobot yang ringan, sehingga akan menghemat struktur bangunan.

 Material baja ringan lebih tahan karat dan tidak memerlukan finishing cat lagi.

 Material baja ringan tidak terpengaruh serangan rayap.

 Material baja ringan termasuk material yang ramah lingkungan.

 Material baja ringan memiliki mutu material yang konsisten.

(17)

Meski memiliki banyak kelebihan tetapi Rangka atap Baja Ringan juga memiliki beberapa kekurangan yang harus kita perhitungkan, antara lain :

 Jika kita tidak menggunakan plafond / expose maka rangka atap baja ringan akan kurang indah dipandang karena terlihat seperti jaring

 Jika ada bagian yang salah perhitungan atau salah dalam proses pemasangannya maka akan menyeret bagian yang lainnya.

Perhatian khusus bagi yang memilih Rangka atap Baja Ringan untuk Bangunan anda.

 Pastikan desain rangka atap baja ringan sudah memperhitungkan semua beban yang nantinya akan mempengaruhi rangka atap tersebut seperti jenis penutup atap, talang, apakah ada sesuatu yang akan menggantung (misalnya lampu gantung) atau diletakkan di atas rangka atap.

 Pastikan material baja ringan merupakan baja mutu tinggi standar G550 dengan kekuatan tarik 550 Mpa.

 Pilih jenis lapisan anti karat dan ketebalan lapisan anti karat yang sesuai.

Lapisan anti karat yang umum dipakai adalah Lapisan Z (Zinc) yang sering disebut Galvanis dan AZ (Aluminium dan Zinc).

Masing-masing lapisan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki Aluminium Zinc (AZ) adalah lebih tahan korosi terhadap air garam sedangkan kelemahannya adalah tidak tahan terhadap adukan semen atau mortar (korosif). Di lain pihak, lapisan Zinc (Galvanis) tidak terkorosi oleh adukan semen namun kurang tahan terhadap air garam. Lapisan Zinc (Galvanis) banyak digunakan untuk rangka atap dengan penutup atap genteng keramik atau genteng beton, karena bagian nok / bubung biasanya diisi oleh adukan semen (kerpusan).

 Pastikan ketebalan lapisan anti karat yang cukup karena ketebalan lapisan anti karat lebih berpengaruh terhadap usia ketahanan rangka atap baja ringan. Untuk Zinc (Galvanis) minimal ketebalan adalah 180 gr/m2. Untuk Aluminium Zinc minimal ketebalan adalah 150 gr/m2.

 Pastikan material rangka atap baja ringan yang dipilih memberikan jaminan instalasi / garansi pemasangan bahwa pemasangan sesuai dengan desain strukturnya.

Berapa Harga Rangka Atap Baja Ringan?

Rangka atap baja ringan memiliki kisaran harga antara Rp. 125.000,- / m2 sampai Rp. 250.000 / m2 untuk merek-merek yang terkemuka di wilayah Jabotabek.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga rangka atap baja ringan antara lain :

 Bahan dan jenis profil material baja ringan

 Bentuk atap perisai atau pelana

 Panjang bentangan tanpa tumpuan (jarak ring balok)

 Sudut kemiringan atap

(18)
(19)
(20)

Untuk luasan dan penutup atap yang sama harga rangka atap baja ringan untuk bentuk atap pelana lebih murah daripada atap perisai. Sedangkan untuk model/bentuk atap yang sama maka rangka atap yang menggunakan genteng beton lebih murah daripada menggunakan genteng keramik karena dimensi genteng keramik yang lebih kecil sehingga membutuhkan reng lebih banyak, sehingga material baja ringan yang diperlukan juga lebih banyak.

Cara menghitung biaya atap baja ringan

Satu lagi sebuah tutorial rahasia dipersambahkan kepada masyarakat ilmusipil.com diseluruh indonesia maupun dunia dengan tema cara menghitung biaya atap baja ringan, ya.. kita bahas judul ini karena dengan banyaknya pekerjaan atap yang lebih memilih baja ringan maka tak jarang pemilik rumah kebingungan dalam memperkirakan berapa total biaya yang dibutuhkan sehingga dapat menyiapkan dana dalam jumlah yang tepat, sementara bertanya langsung kepada kontraktor baja ringan bisa jadi merupakan suatu pantangan karena mungkin ada ketakutan apabila harga borongan justru dinaikan karena kita dianggap tidak mengerti sehingga mudah untuk dibohongi,

Cara menghitung biaya atap baja ringan

Secara umum urutan dalam menghitung biaya pekerjaan atap bisa dihitung dengan urutan sebagai berikut:

1. Membuat data atap yang mau dibangun, bisa dalam bentuk gambar sketsa sehingga bisa diketahui bentuk dan ukuran bidang atap yang mau dihitung.

2. Menghitung luas atap dalam satuan m2 bangunan, rumusnya memakai perhitungan matematika sederhana seperti luas persegi panjang, luas segitiga, luas trapesium dan bidang lain sesuai bentuk atap.

3. Mencari harga per m2 pekerjaan rangka atap baja ringan, dan harga per m2 pekerjaan finishing atap diatasnya seperti genteng, asbes gelombang dan sejenisnya.

4. Mengalikan luas atap dengan harga per m2 baja ringan sehingga ketemu biaya total yang dibutuhkan.

5. Menambahkanya dengan angka kemanan atau biaya lain-lain untuk mengantisipasi biaya tak terduga saat pelaksanaan.

Penjelasan lengkap mengenai perhitungan atap bisa dilihat pada artikel yang secara khusus membahasnya disini. Jadi berdasarkan uraian diatas maka dapat kita buat sebuah rumus sederhana dalam menghitung biaya pekerjaan atap baja ringan.

Biaya ABR = (LA x HBR) + (LA x HPA)

Biaya atap baja ringan = (luas atap dengan satuan m2 x harga baja ringan per m2) + (luas atap dalam satutan m2 x harga penutup atap per m2).

Contoh perhitungan biaya atap baja ringan

suwarno : Ass wr.wb Pak saya mau tanya kalau ukuran 3,8 m X 12 m kira2 habis berapa biayanya, karena yang lama memakai kayu akan saya ganti dengan Atap baja ringan terima kasih Wass wr.wb. Jawab : Untuk menghitung luas atap rumah tersebut kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana bentuk model atapnya, dan karena dalam pertanyaan tersebut tidak ada penjelasan maka kita coba buat gambar atap sederhana terlebih dahulu.

cara menghitung luas atap

Luas atap = 2 x 12 m x 3 m = 72 m2

dan data-data untuk menghitung kita dapatkan sebagai berikut.

1. Harga rangka atap baja ringan per m2 = Rp.

2. Harga finishing atap genteng per m2 = Rp.

(21)

Biaya ABR = (LA x HBR) + (LA x HPA)

Biaya atap baja ringan = (72 m2 x Rp.150.000,00 ) + ( 72 m2 x Rp.50.000,00 )

Jadi total biaya pekerjaan atap baja ringan adalah Rp.10.800.000,00 + Rp.3.600.000,00 = Rp.14.400.000,00.

Cara Hitung Luas Atap Perisai

Berikut adalah ulasan untuk mengitung luas atap rumah. dengan estimasi tersebut kita bisa membuat rincian biaya untuk membangun sebuah rumah. dibawah ini adalah contoh kasus dengan luas area denah lantai sbb

RUMUS MENGITUNG LUAS ATAP PERISAI Contoh Kasus

Diketahui : Panjang : 18 m1 Lebar : 10 m1 Oversteck : 0.70 m

Kemiringan atap: 30 derajat (cosinus 30 = 0.8660)

Bentuk atap perisai (jatuh air ke empat sisi) dengan overhang keliling ( depan, belakang, kanan,kiri )

Menentukan luas datar:

Luas Datar = (Panjang + overhang) x (lebar + overhang) = (18+0.7+0.7) x (10+0.7+0.7)

= 19.4 x 11.4 = 221.16 M2

Menentukan Luas miringnya:

Luas Miring = Luas datar / cosinus kemiringan atap = 221.16 / 0.8660

= 255.38 M2

(22)

Oversteck :

 istilah overstek pada bangunan adalah atap teritisan tanpa penyangga yang menempel pada dinding luar bangunan.

 Overstek itu, ciri dari bangunan tropis gunanya untuk melindungi dinding, kosen dari cuaca atau mengurangi sinar natahariyg menyinari kaca jendela dan dinding

 Balok atau lantai yang menonjol keluar dari bangunan, dan ujung luarnya tidak di topang.

 bagian bangunan / konstruksi yang menggantung (tanpa ditopang kolom/tiang atau dinding). Dapat berupa tritisan atap, lantai bangunan, topi-topi dll

RUMUS MENGHITUNG KEBUTUHAN GENTENG

Rumus menghitung kebutuhan genteng, nok dan listplank..? Tentu saja sangat penting karena dengan mengetahui rumusnya, Anda akan mudah mengetahui jumlah kebutuhan genteng, nok dan lisplank dalam pembangunan sebuah rumah. Dengan mengetahui berapa jumlah genteng, nok dan lisplank yang dibutuhkan bisa diperkirakan berapa dana yang diperlukan. Untuk itulah sebelum membangun sebuah rumah Anda perlu membuat rencana anggaran biaya (RAB) . Salah satu cara mudah untuk membuat rencana anggaran biaya adalah dengan memakai rumus kebutuhan. Untuk mengetahui berapa banyak kebutuhan genteng, nok dan lisplank?.

A. Rumus Menghitung Kebutuhan Genteng.

Rumus ini akan mempermudah anda mengetahui berapa kebutuhan genteng. Rumusnya adalah : Jumlah Kebutuhan Genteng = Luas Bidang Atap x Koefisien Genteng Terhadap Bidang

Misal : Bidang atap miring yang akan ditutup dengan genteng memiliki panjang sisi miring sebesar 7m, lebar bidang 6m, maka untuk menutup 2 sisi bidang miring atap panjang total menjadi 7 m x 2 = 14. Atap yang digunakan misalnya genteng ex.Roman Kanmuri atau yang sekelasnya dengan koefisiennya 14 buah /meter2.

Berapa kebutuhannya..?

Jumlah genteng = (2 x (panjang sisi miring x lebar bidang)) x 14 buah genteng. = (2 x (7 m x 6 m)) x 14 buah genteng

= (2 x 42 m2) x 14 buah genteng = 84 m2 x 14 buah genteng = 1176 buah genteng.

B. Rumus Menghitung Kebutuhan Nok.

(23)

Rumusnya : Jumlah nok yang dibutuhkan = Panjang bubungan x Koefisien nok genteng.

Misal : Sebuah rumah dengan bubungan sederhana memiliki panjang bubungan 6 m. Koefisien nok genteng untuk setiap 1 m dibutuhkan 4 buah nok genteng (4 nok/1 m). Kebutuhannya :

Jumlah nok genteng = panjang bubungan x 4 buah/m = 6 m x 4 buah/m

= 24 buah nok genteng.

C. Rumus Menghitung Kebutuhan Lisplank.

Hitung panjang lisplank atap secara keseluruhan, baik datar maupun miring. Karena rata-rata panjang lisplank dipasaran 4 m, maka koefisiennya adalah 1 : 4 atau ¼. Sesudah itu baru gunakan rumus berikut :

Jumlah lisplank dibutuhkan = Panjang bidang x Koefisien lisplank.

Misal, sebuah rumah yang memerlukan lisplank memiliki panjang bidang sebesar 6 m. Untuk penampang muka dan belakang maka perhitungannya menjadi 2 x 6 = 12 m.

Kebutuhannya :

Jumlah papan lisplank = Panjang bidang x ¼ keping papan lisplank/m = 12 x 4 keping/m

= 3 keping papan lisplank.

(24)

Daftar Harga Bangunan Terbaru:

PASIR

Pasir Putih bangka / m3 : Rp. 265.000 Pasir Putih Bangka / pick up : Rp. 600.000 Pasir Putih Bangka / truk : Rp. 1.550.000 Pasir Mundu (per m3) : Rp. 250.000 Pasir Cileungsi / m3 : Rp. 200.000

BATU

Split / pick up : Rp. 265.000

Batako Semen Besar / buah : Rp. 2.500 Batu Bata Merah ( biasa )/ buah : Rp. 500 Batu Bata Merah ( oven ) / buah : Rp. 650 Batu Kali Belah / m3 : Rp. 185.000

Batu Knecker / m3 : Rp. 200.000

BATU ALAM

Batu Candi ( 30 x 30 ) / m2 : Rp. 150.000 Batu Andesit ( 30 x 30 ) / m2 : Rp. 180.000 Batu Pancawarna / 25 kg : Rp. 75.000 Batu Bali / 10 kg : Rp. 70.000

Blok Reguler Tebal 10 mm (per m3) : Rp 610.000 Blok Jumbo (per m3) : Rp 580.000

Anak Tangga (per m3) : Rp 2.300.000 Panel (per m3) : Rp 320.000

BESI BETON

Diameter 6mm/batang : Rp 23.500

Diameter 8mm / batang : Rp 35.000 (TYS ), Rp. 38.000 ( HJ ), Rp. 25.500 ( SP ) Diameter 10mm/batang : Rp. 53.000 ( TYS ), Rp. 52.000 ( HJ ), Rp. 48.000 ( SP ) Diameter 12mm /batang : Rp. 80.000 ( HJ ), Rp. 77.000 ( TYS )

Diameter 16mm (12m) : Rp 145.000 Besi Hollow ( 20 x 40 ) : Rp. 18.000 Besi Hollow ( 40 x 40 ) : Rp. 24.000

Seng Gelombang ( 182 x 91 x 0.2 ) : Rp. 36.000 Plat Alumunium ( 2 x 1 x 0.2 tebal ) : Rp. 35.000 Plat alumunium / meter : Rp. 20.000

PAKU KAYU

(25)

Paku Kayu uk. 5 cm / kg : Rp. 14.000 Paku Kayu uk. 7 cm / kg : Rp. 14.000 Paku Kayu uk. 10 cm / kg : Rp. 14.000

TRIPLEK

Tebal 3mm : Rp 40.000 Tebal 4mm : Rp 50.000 Tebal 6mm : Rp 65.000 Tebal 9mm : Rp 100.000 Tebal 12mm : Rp 135.000 Tebal 15mm : Rp 175.000 Tebal 18mm : Rp 195.000

GRC BOARD : Rp. 50.000

PAKU BETON PUTIH

PAPAN FIBER SEMEN / TRIPLEK A. GRC

(26)

GRC / Versaboard 9.0 mm ( 1.20 x 2.40 ) /lembar : rp. 129.000

Meranti (2×3) per batang : Rp 15.000 Meranti (3×4) per batang : Rp 17.500 Borneo (2×3) per batang : Rp 20.500 Borneo (3×4) per batang : Rp 22.000 Kamper (2×3) per batang : Rp 17.000 Kamper (3×4) per batang : Rp 20.500

B. Kaso

Meranti (4×6) per batang Rp 32.500 Meranti (5×7) per batang Rp 39.000 Borneo (4×6) per batang Rp 28.000 Borneo (5×7) per batang Rp 43.000 Kamper (4×6) per batang Rp 50.000 Kamper (5×7) per batang Rp 70.000

C. Galar

Meranti (5×10) per batang Rp 60.000 Borneo (5×10) per batang Rp 60.000 Kamper (5×10) per batang Rp 95.000

D. Balok

Meranti (6×12) per batang Rp 80.000 Meranti (8×12) per batang Rp 125.000 Borneo (6×12) per batang Rp 80.000 Borneo (8×12) per batang Rp 100.000 Kamper (6×12) per batang Rp 185.000 Kamper (8×12) per batang Rp 210.000

CAT TEMBOK A. Interior

Dulux Pearl Glo (2,5 lt ) Rp. 180.000

Dulux Pentalite Standard Colour ( 2,5 lt ) Rp. 137.000

Dulux Weather Shield Exterior/Brilliant white ( 2,5 lt ) Rp. 215.000 Dulux (2,5 lt) Rp 117.500

(27)

Catylac (5 kg) Rp 93.500 Catylac (25 kg) Rp 355.000 Avitex ( 5 kg ) Rp. 73.500 Vinilex (5 kg) Rp 75.000 Vinilex (25 kg) Rp 445.000 Metrolite ( 1 kg ) Rp. 24.000 Metrolite (3 lt) Rp 78.000

Metrolite ( 16 ltr / pail) Rp 380.000 Matex ( 4kg) Rp 60.000

Matex (25 kg) Rp 295.000 Profitex (5 kg) Rp 26.500 Profitex (25 kg) Rp 120.000

B. Eksterior

Dulux (2,5 lt) Rp 187.500 Dulux (20 lt) Rp 1.285.000 Mowilex (2,5 lt) Rp 160.000 Mowilex (20 lt) Rp 1.250.000

CAT KAYU

Dulux 1 kg Rp 35.000 Mowilex 1 kg Rp 60.000 Catylac 1 kg Rp 35.000 Glotex 1 kg Rp 35.000 Emco 1 kg Rp 35.000

Globe Supergloss Rp 43.000

GENTENG KERAMIK

Kanmuri Milenio (Double Interlocking) - Warna Natural Rp 5.700

- Warna Standard Rp 6.500 - Warna Spesial Rp 8.500 - Warna Exclusive Rp 11.500

Kanmuri Espancia

- Warna Natural Rp 5.500 - Warna Standard Rp 8.700 - Warna Spesial Rp 9.700 - Warna Exclusive Rp 10.500

M Class (Double Interlocking) - Warna Natural Rp 5.500 - Warna Standard Rp 6.000 - Warna Spesial Rp 8.000 - Warna Premium Rp 11.000

- Genteng Knok Natural Rp 15.000

GENTENG BETON

- Morando Rp. 3.750,-/pc (20pcs/m2) - Berglazur Rp

3.500,-- Natural Rp 2.000

- Moner Rp 5.350,- (9pcs/m2)

IDEAL

- Berglazur Rp 2.650/pc - Natural Rp 1.750/pc

(28)

Sun Roof Venus

150×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 40.000 180×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 45.000 210×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 50.000 240×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 55.500 270×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 65.000 300×105 (per lembar gelombang kecil) Rp 75.000

SENG GELOMBANG

- Wavin 0,5 inci Rp 17.500 0,75 inci Rp 22.000

1 inci Rp 30.000 2 inci Rp 65.000 3 inci Rp 120.000 4 inci Rp 200.000

(29)

0,75 inci Rp 16.500

Kronotec (per meter) Rp 225.000 HDM Glossy (per boks) Rp 550.000

KERAMIK DINDING

30×30 Hercules (putih) Rp 42.500

Acura (putih) Rp 35.000

KIG (warna) Rp 40.000

(30)

60 x 60 Platinum Rp 125.000 30 x 60 Platinum Rp 75.000 58 x 58 Platinum Rp 110.000

SANITARI

KLOSET DUDUK

Sanremo Classis CCST Rp 1.325.000 Lexington Rp 3.500.000

Granada 3000 CCST Rp 1.275.000 Granada II Space CCST Rp 1.500.000 Projecta Rp 1.000.000

KLOSET JONGKOK

Rapi EX Squat Rp 250.000

WASTAFEL/LAVATORY

San Remo 55 Lava & Pedestal Rp 650.000 Studio 3000 Lava & Pedestal Rp 475.000 Studio 50 Lavatory Rp 250.000

Studio 45 Lavatory Rp 200.000

GRANIT

Impero 40×40 Rp 125.000 Granito 40×40 Rp 210.000 Inesa 40×40 Rp 175.000 Niro 40×40 Rp 160.000 Essenza 40×40 Rp 175.000

KUNCI

Firo Rp 275.000 Napoli Rp 30.000 Romaco Rp 65.000 Ferza Rp 33.500 Top Rp 30.000 Paloma Rp 420.000 Yale Rp 125.000 Beluci Rp 130.000

Gambar

Gambar kolom praktis 15 cm x 15 cm
Gambar pasangan dinding batako
Gambar pasangan dinding batu bata
Gambar acian dinding

Referensi

Dokumen terkait