P a g e 1 | ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN GOJEK DI WILAYAH KOTA BANDUNG
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
P a g e 2 |
ABSTRAK
Analisis Kepuasan Konsumen GOJEK Di Wilayah Kota Bandung
Penulis :
Astri Fuji RS, Desta Fransiska, Meitry Ayu P, Niky Juliani
Waktu Penulisan :
2016
Lokasi Penulisan :
Bandung, Jawa Barat
Penelitian yang bertemakan kepuasan konsumen terhadap layanan Gojek ini bertujuan
untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan konsumen Gojek berdasarkan kualitas jasa
layanan Gojek dan apa saja faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap suatu
layanan jasa.
Metode penulisan penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif dengan
desain deskriptif cross-sectional, ini berarti kami melakukan observasi dan tinjauan pustaka pada
tahap melakukan penelitian agar dapat mendeskripsikan karakteristik atau fenomena suatu objek
dari populasi.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menerangkan bahwa (1) kualitas layanan Gojek
sangat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, (2) untuk mencapai kualitas pelayanan yang
dapat lebih memuaskan konsumen, faktor responsiveness dan assurance yang dimiliki oleh
driver Gojek harus dirubah ke arah yang lebih baik lagi, (3) faktor harga sangat memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap pemenuhan kepuasan konsumen.
P a g e 3 |
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya kita diberikan kemudahan untuk menyelesaikan Penelitian Riset Pemasaran tepat
waktu dengan judul “Mengukur Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan GOJEK di Kota Bandung”. Adapun beberapa tujuan dari penulisan penelitian riset pemasaran ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Riset Pemasaran.
Dalam penulisan, kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan dari berbagai segi. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati kami sangat
mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk memberikan dorongan
bagi kami agar dalam pembuatan laporan kedepannya bisa lebih baik lagi.
Banyak sekali pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini. Untuk
itu, kami ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Orang tua kami, karena beliau telah memberikan kasih sayang dan dukungan yang
terus menerus baik itu materi maupun non-materi.
2. Bapak Rivan Sutrisno, wali kelas dan ayah bagi kami yang selalu memberikan
dukungan dan motivasi serta mengingatkan kami akan kewajiban-kewajiban kami
sebagai mahasiswa
3. Bapak Dwi Suhartanto, selaku pembimbing kami dalam melakukan riset pemasaran
yang selalu memberikan saran dan kritik untuk perbaikan kami dalam menyelesaikan
tugas ini.
4. Teman-teman Program Studi D-3 Manajemen Pemasaran 2013, khususnya kelas 3B
yang tetap saling mendukung dan menghibur
P a g e 4 |
Atas perhatian dari segala pihak kami ucapkan terima kasih, kami berharap laporan ini
dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Bandung, Januari 2016
Penulis
DAFTAR ISI
A strak……….……….……….……….……… ii Kata Pe ga tar …….………..………. iii Daftar Isi ………... iv
I. Pedahulua ………..………
1.1 Latar Belaka g………...
1.2 Ru usa Masalah……….……….………..
1.3 Tujua Pe elitia ..……….………..
1.4 Ma faat Pe elitia ..…..……….………..
II. Ti jaua Pustaka .………...
2.1 Jasa………..…
2.2 Kepuasa Ko su e ...……….
2.3 Studi Yang Telah Dilakuka ……….……...
2.4 Hipotesis ………..……….
III. Metode Pe elitia ………..………..
3.1 Prosedur Pe elitia ……….……….
3.2 Desai Riset ………..………....
3.3 Sa ple da Sa pli g ……….………..
3.3.1 Sa pel ……….. 3.3.2 Tek ik Sa pli g ……….……….
3.4 Varia le ……….
P a g e 5 |
3.6 Metode A alisis Data ……….……..
3.6.1 A alisis Deskriptif ……….. 3.6.2 Validitas da Relia ilitas ……… 3.6.3 A alisis ………..
4.2 Des riptive Statisti Varia le ………..
P a g e 6 |
DAFTAR PUSTAKA
Babin, Z. (2010). Menjelajahi Riset Pemasaran (10 ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Ginanjar, A. (2009). Analisis Perbandingan Tingkat Kepuasan Penumpang Atas Pelayanan Jasa
(studi Kasus Pada Perum DAMRI UABK Semarang Jalur Ngalian-Pucang Gading dan
Terboyo Mangkang). Universitas Diponegoro, Semarang.
Hoffman, K. D., & Bateson, J. E. G. (2006). Service Marketing : Concepts, Strategies & Cases
(4 ed.): SOUTH WESTERN.
Hoffman, K. D., & Bateson, J. E. G. (2011). Service Marketing (4 ed.). USA: SOUTH
WESTERN CENGAGE Learning.
Kotler, P., & keller, K. L. (2007). Menejemen Pemasaran Jakarta: Erlangga.
kotler, p., & keller, k. l. (2008). menejemen pemasaran (13 ed.). jakarta: erlangga.
Kottler, P., & Keller. (2007). Menejemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Lind, D. A., Maarchal, W. G., & Wathen, S. A. (2012). Statistical Technique in Business and
P a g e 7 |
Lovelock, C., Wirtz, J., & Mussry, J. (2010). Pemasaran Jasa (D. Wulandari & D. B. Putera,
Trans. 7 ed.). Upper Saddle River, New Jersey, 07458: Erlangga.
Maholtra, N. K. (2004). Marketing Research : An applied Orientation. New Jersey: Pearson
Educational International.
Manullang, S. (2012). ANALISA PENGARUH KUALITAS LAYANAN BUS TRANSJAKARTA
TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN Universitas Gunadarma, Jakarta.
McDaniel, C., & Gates, R. (2002). Marketing Research : The impact of the Internet (5 ed. Vol.
5th): South Western.
Sugiama, D. A. G. (2008). Metode Riset Bisnis dan Manajemen. Bandung: Guardaya Intimarta.
Sugiono. (2010). metode penelitian administratif. Bandung: alfabet terpadu
Suhartanto, D. (2013). Modul Pelatihan Analisa Statistik dengan SPSS 20. Bandung.
Suhartanto, D. (2014). Metode Riset Pemasaran. Bandung: Alphabeta.
Tjiptono, F. (2006). Prinsip-Prinsip Total Quality Service Andi.
Tjiptono, F., & Chandra, G. (2011). SERVICE, QUALITY & SATISFACTION (3 ed.).
Yogyakarta: Andi Publisher
Walpoe, R. E. (1995). Pengantar statistika (3 ed.). Jakarta: Gramedia
Wicaksono, D. S. (2010). Analisis Kepuasan Pengguna Jasa Transportasi Taxi Untuk
Meningkatkan Loyalitas. Universitas Diponegoro, Semarang.
Zeithaml, V. A., Bitner, M. J., & Gremler, D. D. (2006). Service Marketing (4 ed.). America,
New York 10020: McGraw - Hill.
Zeithaml, V. A., Bitner, M. J., & Gremler, D. D. (2006). Service Marketing (4 ed.). New York.
P a g e 8 |
DAFTAR TABEL
Ta el . A alisa Varia le Ta gi le ……….……….……… Ta el . A alisa Varia le E pathy ……….……….……….
Tabel 3. A alisa Varia le Respo sive ess ………
P a g e 9 | Ta el . A alisa T ge der Terhadap Varia le ……… Ta el . A alisa A ova Pe dapata Terhadap Ta gi le ………
Tabel 10. Analisa Anova Pendapatan Terhadap E pathy ………
Ta el . A alisa A ova Pe dapata Terhadap Respo sive ess ……… Ta el . A alisa A ova Pe dapata Terhadap Relia le ..……… Ta el . A alisa A ova Pe dapata Terhadap Assura e ……….
Ta el . A alisa A ova Pe dapata Terhadap Pri e ……….
Ta el . A alisa A ova Pe dapata Terhadap Kepuasa ……….………. Ta el . A alisa A ova Usia Terhadap Ta gi le ………
Tabel 17. Analisa Anova Usia Terhadap Empathy ………..………
Ta el . A alisa A ova Usia Terhadap Respo sive ess ……….. Ta el . A alisa A ova Usia Terhadap Relia le ………. Ta el . A alisa A ova Usia Terhadap Assura e ………
Tabel 21. A alisa A ova Usia Terhadap Pri e ………
Ta el . A alisa A ova Usia Terhadap Kepuasa ………. Ta el . A alisa A ova Frekue si pe ggu aa GOJEK Terhadap Ta gi le ………
Tabel 24. Analisa Anova Frekuensi penggunaan GOJEK Terhadap E pathy ………….. Tabel 25. Analisa Anova Frekuensi penggunaan GOJEK Terhadap Responsiveness .. 53
Ta el . A alisa A ova Frekue si pe ggu aa GOJEK Terhadap Relia le ……….
Tabel 27. Analisa Anova Frekuensi penggunaan GOJEK Terhadap Assura e …………
Ta el . A alisa A ova Frekue si pe ggu aa GOJEK Terhadap Pri e ……… Ta el . A alisa A ova Frekue si pe ggu aa GOJEK Terhadap Kepuasa …………. Ta el . A alisa Korelasi TERRA Terhadap Pri e ………..
P a g e 11 |
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Di era yang modern seperti sekarang ini, transportasi menjadi salah satu penunjang
penting dalam kegiatan sehari-hari terutama di daerah perkotaan. Transportasi yang baik dapat
mencerminkan keteraturan kota yang baik pula, hal ini disebabkan karena transportasi
merupakan suatu alat bantu dalam mengarahkan pembangunan di daerah perkotaan. Selain itu,
transportasi juga merupakan suatu prasarana bagi pergerakan manusia atau barang yang timbul
akibat adanya kegiatan di daerah perkotaan. Transportasi merupakan sarana perkembangan yang
penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian, memperkukuh persatuan dan
kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan. Transportasi dapat membantu
perekonomian yang baik disuatu daerah bahkan disuatu Negara (Fahrida, 2011). Semakin baik
dan tertatanya transportasi disuatu daerah akan semakin baik pula perekonomiannya. Dengan
adanya pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mempengaruhi kebutuhan akan jasa
transportasi yang semakin meningkat pula, hal ini lah yang menyebabkan semakin
berkembangnya dunia bisnis di sektor jasa transportasi.
Dalam kompasiana, merujuk kepada apa yang disampaikan oleh kepala pusat penelitian
dan pengembangan darat kementrian perhubungan Yugi Hartiman dalam diskusi The Electronic
Road Pricing (ERP) Bandung menjadi kota termacet ke-7 di indonesia . Hal ini harus menjadi
perhatian lebih bagi Kota Bandung. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurai
kemacetan yang terjadi di Kota Bandung, salah satunya adalah dengan mengurangi pemakaian
kendaraan seperti mobil dan sepeda motor pribadi, alternatifnya para pengguna kendaraan
pribadi beralih pada transportasi umum. Dengan didukungnya pilihan transportasi yang beragam
dan mudah diakses, seharusnya para pengguna kendaraan pribadi dapat beralih ke angkutan
umum dan mengurangi kemacetaan di kota Bandung.
Dengan bermunculannya berbagai masalah transportasi, semakin banyak pula bisnis di
P a g e 12 |
bisnis skala kecil seperti ojek pangkalan. Namun untuk memenuhi kebutuhan akan jasa
transportasi tersebut, perlu adanya penyedia jasa yang memberikan pelayanan yang lebih baik
dan inovatif. Inovasi tidak hanya merupakan suatu proses penciptaan sesuatu yang baru, tetapi
dia juga merupakan produk aktual atau outcome (hasil). Bagi suatu jasa, outcome bukan
merupakan suatu hasil output, melainkan modifikasi dari pelayanan yang sudah ada (Tjiptono,
2012).
Sejalan dengan pesatnya teknologi informasi dan komunikasi, teknologi transportasi
pun tak kalah berkembang pesatnya. Saat ini banyak bermunculan jasa transportasi online di
indonesia seperti GO-JEK , grabbike, grabtaxi, uber, bajaj App dan lain-lain.
GO-JEK merupakan salah satu penyedia layanan jasa transportasi online khususnya
sepeda motor. GO-JEK adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri
transportasi Ojek. GO-JEK bermitra dengan para pengendara Ojek berpengalaman di Jakarta
meliputi area JABODETABEK, Bandung, Bali & Surabaya. GO-JEK menjadi solusi utama
dalam pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.
Aplikasi GO-JEK dapat diunduh pada smartphone yang memiliki sistem operasi iOS dan
Android. GO-JEK memenfaatkan media elektronik, dengan itu akses untuk pemesanan jasa ojek
lebih mudah bagi konsumen ojek khususnya di kota Bandung. Dengan menggunakan aplikasi di
smartphone kemudian gojek akan menjemput konsumennya dan mengantar pelanggan sampai
pada tempat tujuannya. Tidak hanya untuk antar-jemput, GO-JEK pun menyediakan berbagai
layanan lain seperti GO-FOOD yang dapat menjemput makanan favorite anda dari mana saja
sesuai pesanan anda, kemudian ada GO-MART salah satu layanan GO-JEK yang siap sedia
untuk membelanjakan kebutuhan anda sehari-hari dan masih banyak lagi fitur-fitur yang
diberikan oleh GO-JEK Indonesia. Walaupun GO-JEK sudah tidak asing lagi dikalangan
masyarakat khususnya di kota Bandung namun jasa di bidang transportasi ini harus tetap
memperhatikan kenyamanan,keamanan serta kepuasan konsumennya. Jika konsumen puas akan
pelayanan yang di berikan oleh JEK maka pelanggan JEK akan menggunakan jasa
GO-JEK secara berulang (repeat buying) yang kemudian bisa menjadi pelanggan yang setia (loyal
customer) sehingga perusahaan GO-JEK Indonesia sangat berpeluang menjadi market leader
dan hal ini akan menjadikan perusahaan semakin maju dan dipercaya oleh pelanggan di
P a g e 13 |
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, penulis menemukan beberapa masalah
yang dialami oleh perusahaan GO-JEK di kota Bandung, diantaranya ialah sebagai berikut :
1. Kurangnya kesadaraan perusahaan GO-JEK di kota Bandung terhadap kepuasaan
pelanggan terhadap mutu kualitas pelayanan GO-JEK
2. Pemahaman yang kurang mengenai atribut kualitas layanan yang dianggap penting dalam
menentukan kepuasan pelanggan GO-JEK
3. Pemahaman mengenai ke-efektivaan sistem teknologi GO-JEK dikalangna konsumen di
kota Bandung masih kurang.
1.3
Tujuan Penelitian
1. Mengetahui tingkat kepuasan terhadap mutu kualitas pelayanan GO-JEK
2. Untuk menganalisis atribut kualitas layanan yang dianggap penting dalam menentukan
kepuasan pelanggan GO-JEK
3. Mengetahui harapan konsumen terhadap sistem teknologi GO-JEK
1.4
Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan agar penulis bisa mendapatkan manfaat sebagai berikut :
1. Mendapatkan pengetahuan mengenai kepuasan dan kualitas layanan apa yang menjadi
faktor pendukung untuk GO-JEK
2. Bagi PT. GO-JEK Indonesia wilayah Bandung, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi perusahaan dalam
merumuskan upaya-upaya dari PT. GO-JEK Indonesia wilayah Bandung, dalam
menelaah kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta mengetahui tingkat kepentingan,
dilihat dari segi kualitas pelayanan yang diberikan sehingga dapat memenuhi harapan
bagi kepuasan pelanggan.
P a g e 14 |
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jasa
Menurut (Lovelock, Wirtz, & Mussry, 2010) Jasa adalah suatu aktivitas ekonomi yang
ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak yang lain. Sedangkan menurut (K. Douglass Hoffman
& Bateson, 2011) jasa adalah perbuatan, usaha dan kinerja. Dapat disimpulkan bahwa jasa
adalah suatu usaha, perbuatan, kinerja atau aktifitas ekonomi yang ditawarkan oleh satu pihak
kepada pihak lain. Dengan adanya jasa, maka akan terjadinya suatu aktivitas ekonomi dimana
kedua pihak dapat saling bertukar nilai satu sama lainnya.
Menurut (Lovelock et al., 2010) konsumsi jasa dapat dibagi menjadi tiga tahap utama :
Pra-pembelian, transaksi interaksi jasa (service encounter) dan pasca interaksi jasa. Menurut
(Fandi Tjiptono, 2006) ada empat karakteristik pokok pada service yang membedakannya
dengan produk barang, yaitu:
1. Intangibility Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, dicium atau didengar sebelum
dibeli. Jasa berbeda dengan barang, jika barang menggunakan objek, alat atau
benda, maka jasa adalah suatu perbuatan, kinerja atau usaha.
2. Inseparability Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi.
Sedangkan jasa biasanya dijual terlebih dahulu baru kemudian diproduksi dan
dikonsumsi secara bersamaan.
3. Variability Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan nonstandarized output,
artinya banyak bentuk variasi, kualitas dan jenis yang tergantung pada siapa,
kapan dan dimana jasa tersebut dihasilkan.
4. Perishability Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak dapat
disimpan, dengan demikian bila suatu jasa tidak digunakan, maka jasa tersebut
P a g e 15 |
Service atau jasa merupakan layanan yang diberikan oleh pihak tertentu kepada pihak
lain yang bersifat intangible, untuk melakukan evaluasinya konsumen harus merasakan terlebih
dahulu manfaat dari jasa tersebut. Tetapi dengan adanya jasa dapat membuat konsumen dapat
menyewa orang lain / pihak lain untuk melakukan pekerjaan yang tidak ingin mereka lakukan
sendiri atau pekerjaan yang tidak dapat mereka kerjakan sendiri. (Lovelock et al., 2010)
2.2
Kepuasan Konsumen
Menurut (Valerie A. Zeithaml, Mary Jo Bitner, & Dwayne D. Gremler, 2006) kepuasan
adalah ketika konsumen memenuhi kebutuhannya, hal itu merupakan konsumen memberikan
penilaian terhadap sebuah fitur produk atau jasa, atau produk atau jasa itu sendiri. Hal itu
merupakan suatu kepuasan yang didapatkan konsumen yang berhubungan dengan pemenuhan
kebutuhan.
Sedangkan menurut Kottler dan Keller adalah perasaan senang atau kecewa seseorang
yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja
yang diharapkan (Kottler & Keller, 2007). Perusahaan jasa yang bagus tahu bahwa sikap
karyawan yang positif akan mendorong kesetiaan pelanggan yang lebih kuat. (philip kotler &
keller, 2008)
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulan bahwa kepuasan konsumen adalah
perasaan seorang pelanggan setelah menerima hasil kinerja yang ia pikirkan terhadap kinerja
yang diharapkan dari hasil perbandingan. Konsumen yang loyal dapat didorong dengan
penerimaan layanan dari sikap karyawan yang positif.
P a g e 16 | Gambar 1 Persepsi Pelanggan Dari Kualitas dan Kepuasan Pelanggan (Valerie A. Zeithaml et al., 2006)
Menurut K. Doughlas Hoffman dan Bateson (2006) “service quality is an attitude for
formed by long term, overall evaluation of a firms performance”. Sedangkan menurut Zeithaml (2006) kualitas layanan adalah ketidak sesuaian antara harapan atau keinginan konsumen dengan
persepsi konsumen dan dimensi kualitas jasa menurut Zeithaml adalah:
1. Reability yaitu kemampuan untuk melakukan pelayanan yang dijanjikan secara
terpercaya dan akurat.
2. Responsiveness adalah kesediaan untuk membantu konsumen dan menyediakan jasa
yang cepat.
3. Assurance yaitu pengetahuan, kesopanan, dan kemampuan karyawan untuk
membangkitkan kepercayaan dan keyakinan.
4. Emphaty adalah mendengarkan, memberikan perhatian kepada tiap tiap konsumer.
5. Tangible ialah penampilan fisik dari fasilitas,peralatan, dan material yang telah tertulis.
2.3
Studi Yang Telah Dilakukan
(Ginanjar, 2009) Melakukan studi mengenai analisis perbandingan tingkat kepuasan
penumpang atas pelayanan jasa (Studi Kasus pada Perum DAMRI UABK Semarang Jalur
Ngalian – Pucang Gading dan Terboyo Mangkang). Tujuan dari studi ini adalah untuk
mengetahui masing-masing tingkat kepuasan pelanggan pada jalur Ngalian – Pucang dan
Terboyo – Mangkang dan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan penumpang atas
pelayanan jasa Perum DAMRI UABK ditinjau dari dimensi keandalan, ketanggapan, keyakinan,
empati dan berwujud. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat kepuasan
konsumen ditinjau dari dimensi kualitas pelayanan yang meliputi keandalan, ketanggapan,
keyakinan, empati, berwujud antara pengguna bus pada jalur Ngalian – Pucang Gading dengan
perbandingan penggunaan bus pada jalur Terboyo – Mangkang.
(Manullang, 2012) Melakukan studi mengenai analisa pengaruh kualitas layanan bus
Trans Jakarta terhadap kepuasan konsumen. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui pengaruh
P a g e 17 |
bahwa ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa Trans Jakarta. Untuk hasil
regresi berganda diperoleh variable reliability, tangible, assurance, empathy berpengaruh
terhadap kepuasan konsumen dan variable tangible yang paling mempengaruhi dari keempat
variable kualitas pelayanan. Variable responsiveness tidak mempengaruhi terhadap kepuasan
konsumen.
(Wicaksono, 2010) melakukan studi mengenai analisis kepuasan pengguna jasa
transportasi taxi untuk meningkatkan loyalitas, ia melakukan studi pada PT. Blue Bird Pusaka di
Semarang. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui penelitian konsumen atas pelayanan
yang diberikan dan mengetahui factor pelayanan yang dianggap penting oleh konsumen, tetapi
belum baik dalam pelaksanaanya.adapun hasil studi ini adalah untuk meningkatkan kesesuaian
harapan pelanggan dan kinerja perusahaan atas kualitas pelayanan dan meningkatkan
loyalitasnya dilakukan melalui pelatihan dan motivasi kepada driver dengan sebelumnya telah
diseleksi pada saat perekrutan karyawan. Penambahan jumlah Pool yang menyebar
ditempat-tempat yang strategis yang belum ada pool taxi perusahaan pesaing guna meminimalisasi
konflik. Secara bertahap melengkapi armada dengan GPS untuk mengefisiensikan waktu dan
rute serta memberikan sanksi yang berat kepada driver yang terbukti tidak mengembalikan
P a g e 18 |
Indikator Variable Definisi Skala Pengukuran Reff
P a g e 19 |
Price Flexibility Menetapkan harga
P a g e 20 |
Price level
Discount
atau pengiriman
atau kompleksitas
produk yang
diharapkan.
Diklasifikasikan
menjadi tiga
tingkatan yaitu
penetapan harga di
atas pasar, sama
dengan pasar atau di
bawah harga pasar
Potongan harga
yang diberikan dari
penjual kepada
pembeli sebagai
penghargaan atas
aktivitas tertentu
dari pembeli yang
P a g e 21 |
Allowances
menyenangkan bagi
penjual.
Merupakan
pengurangan dari
harga menurut
daftar. kepada
pembeli karena
adanya
aktivitas-aktivitas tertentu
Kepuasan Performance Karekteristik pokok
dari suatu produk
dan merupakan
kareteristik utama
yang
dipertimbangkan
konsumen dala
membeli suatu
(Fandy Tjiptono &
P a g e 22 |
Features
Reability
Conformance to
produk
Dari fungsi dasar
berkaitan dengan
pilihan-pilihan
produk dan
pengembangannya,
yaitu karakteristik
skunder atau
pelengkap
Kecilnya
kemungkinan suatu
barang atau jasa
rusak atau gagal
fungsi dalam
periode waktu
tertentu dan kondisi
P a g e 23 | specification
Durability
Serviceability
Sejauh mana
karekteristik desain
dan operasi
memenuhi standar
yang ditetapkan
sebelumnya
berdasarkan
keinginanan
konsumen
Berkaitan dengan
umur teknis dan
umur produk
Meliputi kecepatan,
kompetensi,
kenyamanan,
mudah direparasi,
serta penanganan
keluhan yang
P a g e 24 |
Aesthetics
Daya tarik produk
menurut
pengindraan
konsumen, misalnya
model desain dan
P a g e 25 |
2.4
Hipotesa
Hipotesa yang di berikan oleh penulis adalah Kepuasan konsumen dipengaruhi oleh
beberapa factor seperti service quality dan price. Jika konsumen merasa puas dalam melalukan
konsumsi pada jasa yang ditawarkan, maka akan timbulnya repeat buying yang mengantarkan
P a g e 26 |
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Prosedur Penelitian
Riset dimulai dari menentukan masalah yang akan dicari jawabannya (2014). Dari
fenomena yang terjadi pada saat ini penulis mengangkat masalah tentang maraknya penggunaan
ojek online (GOJEK) khususnya di Kota Bandung. Penulis tertarik untuk mengukur tingkat
kepuasan konsumen GOJEK di Kota Bandung kemudian merumuskan masalah yang terjadi
berdasarkan fenomena tersebut setelah merumuskan tujuan penulis merumuskan solusi tentatif
atau yang disebut hipotesis dan akan dibuktikan dengan data-data yang akan dikumpulkan dalam
tahap pengumpulan data. Sebelum masuk pada tahap pengumpulan data penulis membuat desain
riset mulai dari penentuan metode sampling, jumlah sample maupun alat analisis data.
Menurut Babin (2010) data adalah fakta atau pengukuran yang dicatat dari fenomena
(hal atau kejadian) tertentu. Pada tahap berikutnya penulis mengumpulkan data dengan cara
membuat kuesioner yang dibuat melalui google form dan disebarkan melalui jejaring sosial
seperti Line, Path dan Twitter. Setelah data terkumpul penulis menganalisa data. Analasis data
ini akan memberi jawaban terhadap permasalahan yang diidentifikasi pada tahap awal riset
(Suhartanto, 2014). Pada tahapan ini penulis dapat membuat kesimpulan mengenai temuan dari
proses riset sehingga penulis dapat merekomendasikan apa saja yang perlu dilakukan untuk
perusahaan yang penulis teliti.
3.2 Desain Riset
Menurut Babin (2010) riset pemasaran kuantitatif dapat didefinisikan sebagai riset
pemasaran yang menyampaikan tujuan riset melalui penilaian empiris yang melibatkan berbagai
pengukuran numerik dan berbagai pendekatan analisis. Desain penelitian ini menggunakan
desain deskriptif. Tujuan penulis menggunakan desain deskriptif untuk dapat menggambarkan
P a g e 27 |
ini menjelaskan karakteristik objek, manusia, kelompok, organisasi atau lingkungan.
Singkatnya, riset ini mencoba untuk “membuat gambar” dari suatu situasi tertentu. Pada
penelitian ini penulis menggunakan desain deskriptif cross-sectional karena pada dasarnya
desain deskriptif mampu mendeskripsikan karakteristik atau fenomena tentang suatu objek dari
populasi. Sesuai dengan judul riset yang penulis ambil mengenai kepuasan konsumen gojek kota
Bandung dimana penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tentang suatu fenomena
yang sedang terjadi.
3.3.
Sample dan Sampling
Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode sampling untuk mendapatkan
sample. Sampling merupakan suatu proses pemilihan sejumlah atau sebagian dari populasi yang
digunakan untuk membuat kesimpulan tentang suatu populasi. Hasil yang didapat dari sampling
adalah sample. Metode ini digunakan oleh penulis dikarenakan penulis mengambil judul
penelitian mengenai kepuasan konsumen GOJEK yang berada di Kota Bandung, dengan
menggunakan metode sampling penulis tidaklah harus meneliti semua konsumen GOJEK satu
persatu tetapi berdasarkan sample yang diperoleh dari sampling.
3.3.1 Sampel
Sampel adalah suatu bagian yang diambil dari seuah populasi untuk menentukan sifat
serta ciri-ciri yang dikehendaki dari populasi bersangkutan (Sugiama, 2008). Menurut Maholtra
(2004) sample adalah sub kelompok elemen populasi yang terpilih untuk berpartisipasi dalam
penelitian. Sampling dilakukan untuk pengambilan sample. Sampling adalah suatu proses
penggunaan suatu bagian atau sejumlah kecil anggota dari sebuah populasi untuk membuat
kesimpulan mengenai keseluruhan dari individu dalam populasi bersangkutan (Sugiama, 2008).
P a g e 28 |
3.3.2 Teknik Sampling
Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah dengan metode sampling
probabilitas dimana setiap elemen populasi diketahui kemungkinannya terpilih sebagai sample
(Suhartanto, 2014). Dengan pendekatan ini kesalahan sampling atau sampling error pada
penarikan sample dapat diukur. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling
atau sampling acak sederhana. Pada metode ini sample dipilih sehingga sample atau orang yang
dipilih dalam populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih. Dengan kata lain penulis
bisa memilih siapa saja untuk menjadi responden sesuai dengan kriteria.
Total responden dalam penelitian ini adalah 200 orang. Jumlah ini sudah memenuhi batas
minimum yang direkomendasikan menurut pendekatan Maholtra dalam Suhartanto (2014) yaitu
minimal responden 200 orang. Responden dalam penelitian didapat melalui penyebaran
kuesioner dalam bentuk google form yang dibagikan penulis pada jejaring sosial seperti Line,
Path dan Twitter.
3.4 Variable
Variable adalah konsep yang memiliki bermacam-macam nilai. Sebuah konsep dapat
diubah bentuknya menjadi variable dengan cara menempelkan “nilai” pada konsep tersebut
(Sugiama, 2008) sedangkan menurut Selvanathan dalam Suhartanto (2014) didefinisikan sebagai
beberapa karakteristik dari suatu populasi atau sample. Maka dapat disimpulkan bahwa variable
merupakan suatu nilai pembeda.
Dalam penelitian ini kepuasan dalam penggunaan suatu jasa memiliki beberapa variable.
Terdapat 2 indikator yang membentuk kepuasan pelanggan konsumen jasa yaitu service quality
P a g e 29 |
Indikator Variable Definisi Indikator Pernyataan/perta
nyaan
Tangible penampilan
P a g e 32 |
Responsiveness Kesediaan
P a g e 35 |
3.5 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Survei adalah suatu
teknik riset dimana sample diwawancarai dalam beberapa bentuk atau perilaku reponden yang
diobservasi dan dijelaskan dalam beberapa cara (Babin, 2010). Sesangkan menurut Maholtra
(2004) survei merupakan suatu metode pengumpulan data dari suatu populasi atau sample
dengan menggunakan kuesioner dengan bentuk pertanyaan yang tersturuktur. Dalam penelitian
ini responden diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi pernyataan-pernyataan mengenai
kepuasan dalam penggunaan jasa GOJEK di Kota Bandung. Penelitian ini diukur menggunakan
skala likert dengan skala 1-5. Dengan alternatif jawaban yang diberi nilai numerik seperti berikut
: 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju dan 5 = sangat setuju.
Kuesioner mengenai kepuasan GOJEK ini dibuat dalam bentuk google form dan disebar
melalui jejaring sosial seperti Line, Path dan Twitter. Penulis berharap penelitian ini tepat
sasaran dan terarah. Adapun deskripsi struktur demografi responden terdiri dari usia, jenis
kelamin, pendapatan dan seberapa sering konsumen menggunakan GOJEK. Untuk mendukung
penelitian ini penulis membutuhkan data sebagai sumber informasi yaitu data primer dan data
sekunder.
1. Sumber data primer
sumber data primer adalah sumber yang asli dan dikumpulkan secara khusus untuk
menjawab pertanyaan penelitian yang bersangkutan (Sugiama, 2008). Sedangkan
menurut Suhartanto (2014) sumber data primer adalah data yang dikumpulkan oleh
seseorang (periset) untuk memecahkan masalah yang sedang diinvestigasi. Untuk
mendapatkan data primer penulis melakukan survei dengan menggunakan kuesioner
dibuat dalam bentuk google form dan disebar melalui jejaring sosial seperti Line, Path
dan Twitter.
2. Sumber data sekunder
Sumber data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain untuk
tujuan tertentu (Suhartanto, 2014). Sedangkan menurut Sugiama (2008) data sekunder
P a g e 36 |
jadikan sebagai sarana untuk kepentingan mereka sendiri. untuk mendapatkan data
sekunder, penulis mendapatkan informasi dari penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya sepeti buku,artikel dan web resmi GOJEK.
3.6 Metode Analisis Data
Pengolahan data kepuasan konsumen dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel
2013 untuk pengolahan data sedangkan untuk pengolahan data preferensi konsumen dilakukan
dengan menggunakan software IBM SPSS Statistic 23. Berikut akan dijelaskan metode-metode
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini.
3.6.1 Analisis deskriptif
Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya
(Sugiono, 2010) . Penulis menggunakan analisis deskriptif karena metode ini memudahkan
penulis dalam menganalisa data.
3.6.2 Validitas dan Reliabilitas
Menurut Suhartanto (2014) Reliabilitas adalah konsistensi suatu instrumen dalam
mengukur suatu konsep. Reliabilitas adalah ketepatan hasil yang diperoleh dari suatu
pengukuran. Validitas pengukuran berarti kebenaran pengukuran yang dilakukan sehingga dapat
menghasilkan data yang benar-benar akan diukur (Sugiama, 2008). Sedangkan menurut
Suhartanto (2014) validitas adalah seberapa baik suatu instrumen yang dibangun untuk
P a g e 37 |
3.6.3 Analisis
Proses riset pada dasarnya merupakan suatu siklus yang makin lama semakin
berkembang dan makin melebar. Riset dimulai dari menentukan masalah yang akan dicari
jawabannya (Suhartanto, 2014). Pada tahap awal penulis menentukan masalah, masalah yang
diangkat oleh penulis diambil berdasarkan fenomena yang sedang terjadi pada saat ini. tahap
selanjutnya penulis merumuskan tujuan dari riset yang akan dilakukan. Setelah itu penulis
menentukan solusi tentatif (hipotesis) yang akan dibuktikan dengan data-data yang akan penulis
kumpulkan pada tahap pengumpulan data. Sebelum dikumpulkannya data penulis haruslah
mendesai riset terlebih dahulu
a. Desain riset
Menurut Suhartanto (2014) riset adalah alat manajemen yang sangat penting
untuk pengambilan keputusan. Sedangkan desain adalah suatu rencana yang akan
dilakukan atau bentuk yang akan dihalsilkan dari rencana tersebut. Sehingga secara
umum desin riset merupakan rencana bagaimana satu riset akan dilakukan.
Maholtra (2004) mendefinisikan desain riset dalam konteks pemasaran sebagai
kerangka atau blueprint untuk melakukan sebuah riset pemasaran. Lain halnya dengan
Mc Daniel & Gates (2002) yang mendefinisikan desai riset sebagai rencana yang akan
diikuti untuk menjawab tujuan riset pemasaran.
Penulis menggunakan desain riset deskriptif dalam penelitian. Hal ini di dukung
oleh (Cooper & Schindler, 2006) yang menyatakan bahwa desain deskriptif sesuai untuk
tujuan riset untuk mendeskripsikan karakteristik atau fenomena tentang suatu objek dari
populasi (dengan topic : siapa, apa, kapan, dimana dan bagaimana). Karena judul yang
diambil oleh penulis mengenai fenomena ojek online yang sedang populer di Kota
P a g e 38 |
BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pencatatan data merupakan prosen untuk menginput data kedalam software yang
digunakan sehingga memungkinkan periset untuk menganalisis data (Suhartanto, 2014).
Pembahasan ini penulis menggunakan software IBM SPSS Statistic 23 untuk menganalisa
jawaban dari 200 responden konsumen GOJEK di Kota Bandung. Penggunaan IBM Statistic 23
dilakukan agar memudahkan penulis dalam menganalisa data yang telah terkumpul dari 200
responden konsumen GOJEK di Kota Bandung.
Analisa yang dilakukan oleh penulis dimulai dari analisa deskriptif mengenai profil
konsumen serta analisa deskriptif dari dimensi yang diujikan. Dalam analisa deskriptif profil
responden penulis menggunakan grafik, karena Suhartanto (2014) menyatakan bahwa grafik
merupakan metode yang sangat bermanfaat karena kemampuannya untuk memberikan informasi
dengan cepat dan mudah dipahami dari data yang digunakan dalam riset Untuk menjawab
identifikasi masalah, hasil analisa deskriptif ini akan dibahas oleh penulis.
4.1 Profil Responden
Sebelum responden melakukan pengisian kuesioner, penulis meminta data
konsumen GOJEK sebagai identitas dari responden. Identitas responden ini sangat
berfungsi untuk menyaring responden mengenai apakah responden tersebut
mempunyai kualifikasi untuk mengisi kuesioner apa tidak. Berikut adalah diagram
P a g e 39 |
4..1.1 Jenis Kelamin
Grafik 1. Jenis kelamin
Gambar 4.1 menunjukan dari sebanyak 200 orang konsumen GOJEK di Kota Bandung
yang melakukan pengisisan kuesioner sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar
70% sedangkan konsumen laki-laki sebesar 30%.
4.1.2 Usia
P a g e 40 |
Gambar diatas menunjukkan bahwa profil responden berdasarkan usia didominasi oleh
usia 17-21 tahun sebanyak 84,5% sedangkan sebanyak 14,5% didominasi oleh usia 22-26 tahun
dan presentasi untuk usia lebih dari 26 tahun sebanyak 1% dan merupakan presentase paling
kecil diantara yang lain.
4.1.3 Pendapatan
Grafik 3. Pendapatan
Gambar 4.3 diatas menunjukkan tingkat pendapatan konsumen GOJEK di Kota Bandung.
Gambar diatas menunjukkan bahwa tingkat pendapatan konsumen GOJEK didominasi dengan
konsumen yang memiliki tingkat pendapatan sebesar Rp500.000 – Rp1.000.000 dengan
presentase sebesar 37% disusul dengan tingkat pendapatan konsumen sebesar Rp1.000.000 –
Rp3.000.000 sebesar 36%. Selain itu konsumen GOJEK dengan tingkat pendapatan kurang dari
Rp500.000 memiliki presentase sebesar 19% dan konsumen yang memiliki tingkat pendapatan
sebesar Rp3.000.000 memiliki presentase sebesar 8% dan memiliki tingkat presentase yang
P a g e 41 |
4.1.4 Frekuensi
Grafik 4. Frekuensi
Gambar 4.4 menunjukkan frekuensi penggunaan GOJEK terhadap konsumen yang telah
melakukan pengisian kuesioner. Gambar diatas menunjukkan sebanyak 85% konsumen memiliki
frekuensi penggunaan GOJEK kurang dari 3 kali. Sebanyak 10% konsumen menyatakan
frekuensi penggunaan GOJEK antara 3 sampai 5 kali sedangkan 5% konsumen lainnya memiliki
frekuensi penggunaan GOJEK lebih dari 5 kali.
4.2
Descriptive Statistic Variable
Deskriptif statistic merupakan metode yang paling umum digunakan untuk menentukan
ukuran lokasi (rata-rata), modus dan median), ukuran variable (rentang inter-kuartil, varian,
standar deviasi, dan koefisien variasi) maupun ukuran bentuk (kecondongan/skewness dan
kerataan/ kurtosis) (Lind, Maarchal, & Wathen, 2012). Pada sub bab ini penulis menggunakan
metode analisa deskriptif yang diujikan kepada rata-rata dari variable agar penulis dapat melihat
P a g e 42 |
4.2.1 Analisa Deskriptif Variable Tangible
Tangible Mean Std. Deviation
GOJEK memiliki kendaraan yang baik. 3.68 .63
GOJEK memiliki kelengkapan atribut berkendara sesuai dengan peraturan berlalu lintas yang berlaku
3.83 .81
GOJEK memberikan atribut tambahan untuk pelanggan (masker, jas hujan, shower cap)
3.31 .97
Total Rata-rata 3.61 .80
Tabel 1. Analisa Variable Tangible
Berdasarkan tabel deskriptif mengenai variabel tangible diatas, dapat kita ketahui bahwa
indikator yang memiliki nilai mean tertinggi yaitu indikator nomor 2 yaitu sebesar 3.83.
Indikator nomor 2 tersebut memiliki penyataan bahwa “Gojek memiliki kelengkapan atribut
berkendara sesuai dengan peraturan berlalu lintas yang berlaku”. Berdasarkan hasil mean
perhitungan variabel tangible tersebut, indikator nomor 2 memiliki bobot sebesar 3.83. Hal itu
berarti mayoritas responden terhadap indikator yang memiliki makna seberapa penting
kelengkapan atribut driver Gojek dalam berlalu lintas bagi konsumen Gojek tersebut adalah
netral dan cenderung pada setuju.
Walaupun demikian, dalam tabel deskriptif mengenai variabel tangible tersebut, juga bisa
kita lihat bahwa disana terdapat suatu indikator yang memiliki bobot yang lebih rendah
dibandingkan dengan yang lainnya. Indikator yang paling rendah dalam tabel tersebut adalah
indikator nomor 3 yang berbobot mean hanya 3.31 dan memiliki makna bahwa Gojek
memberikan atribut tambahan yang dapat membantu kenyamanan konsumen dalam
menggunakan layanannya. Meskipun indikator nomor 3 tersebut memiliki bobot mean yang
paling rendah di antara indikator-indikator lain dalam tabel diatas, namun bukan berarti bahwa
kebanyakan responden menjawab tidak setuju terhadap indikator nomor 3. Berdasarkan tabel
tersebut mayoritas responden yang menjawab adalah netral namun condong kepada setuju
terhadap pernyataan Gojek memberikan atribut tambahan untuk pelanggan seperti masker, jas
P a g e 43 |
Kesimpulan akhir dari seluruh isi tabel dan uraian-uraian diatas, dapat kita simpulkan
bahwa variabel tangible memiliki tonggak yang cukup penting dan berpengaruh terhadap
kepuasan konsumen Gojek. Pernyataan ini didorong karena menurut fakta dilapangan
berdasarkan hasil olah kuisioner yang telah kami lakukan, nilai rata-rata dari indikator-indikator
yang terdapat di variabel tangible tersebut yaitu berbobot sebesar 3.61 dengan standar deviasi
sebesar 0.80. Bobot nilai rata-rata dan standar deviasi tersebut disebabkan karena variable
tangible itu sangat penting bagi konsumen pengguna produk jasa, semakin banyak produk
tangible yang konsumen dapatkan saat menggunakan suatu produk jasa maka konsumen pun
akan semakin merasa puas terhadap pelayanan yang perusahaan berikan.
4.2.2 Analisa Deskriptif Variable
Empathy
Empathy
Mean
Std. Deviation
GOJEK menunjang masyarakat untuk melakukan
mobilitas dari suatu tempat ke tempat lain 4.24 .71
GOJEK adalah transportasi yang mengutamakan
keselamatan. 3.69 .74
Driver GOJEK selalu mendengarkan keinginan
konsumen 3.94 .72
Total Rata-rata 3.95 .72
Tabel 2. Analisa Variable Empathy
Dari tabel deskriptif berdasarkan variable empathy yang terpampang di atas dapat kita
lihat bahwa indikator nomor satu merupakan indikator yang memiliki bobot nilai mean paling
besar yaitu 4.24 dengan standar deviasi sebesar 0.71. Hal itu berarti bahwa mayoritas rata-rata
responden yang menanggapi indikator nomor satu tersebut dengan menjawab setuju dan
cenderung menuju sangat setuju, terhadap pernyaataan yang bermakna bahwa Gojek senantiasa
selalu menunjang konsumen Gojek dalam melakukan mobilitasnya. Memberikan pelayanan
P a g e 44 |
perusahaan yang bergerak dibidang transportasi umum sehingga sudah pasti bahwa indikator
nomor satu tersebut memiliki bobot yang paling besar dalam pemenuhan kepuasan konsumen
terhadap pelayanan Gojek.
Setelah indikator nomor satu, dapat kita lihat juga bahwa indikator yang terbesar kedua
adalah indikator nomor 3 yang menyatakan bahwa “driver Gojek selalu mendengarkan keinginan konsumen“ dengan bobot nilai mean sebesar 3.94. Kemudian yang terendah adalah indikator nomor 2 yang menyatakan bahwa “Gojek adalah transportasi yang mengutamakan keselamatan”
dengan bobot nilai mean sebesar 3.69.
Berdasarkan dua penjelasan tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa viarbel empathy
bagi kepuasan konsumen Gojek berpengaruh cukup besar. Hal ini didukung oleh tabel deskriptif
varibel empathy yang penulis jadikan acuan diatas bahwa nilai rata-rata dari variable empathy
tersebut cukup besar yaitu 3.95 dengan standar deviasi sebesar 0.72. Oleh karena itu penulis
simpulkan bahwa variabel empathy bisa dianggap penting bagi pemuasan konsumen, karena
dengan memahami konsumen misalnya dengan mendengarkan keinginan mereka untuk melayani
mobilitasnya dengan baik bisa berpengaruh terhadap kepuasan konsumen tersebut terhadap
pelayanan jasa kita.
4.2.3 Analisa Deskriptif Variable Responsiveness
Responsiveness Mean Std. Deviation
Driver GOJEK dapat memberikan solusi atas permasalahan pelanggan dalam pemesanan layanan
3.57 .75
Driver GOJEK datang tepat waktu 3.42 .87
Driver GOJEK mengantarkan konsumen dengan cepat
3.61 .79
Total Rata-rata 3.53 .83
Tabel 3. Analisa Variable Responsiveness
Tabel deskriptif yang berdasar pada variabel responsiveness diatas, menunjukan bahwa
P a g e 45 |
karena itu, indikator nomor 3 tersebut memiliki kesimpulan bahwa rata-rata responden yang
menjawab kuisioner sebelumnya memiliki jawab netral dan cenderung setuju. Hal itu berarti
bahwa mayoritas konsumen cenderung setuju mengenai Gojek yang dapat mengantarkan
konsumen dengan cepat.
Kemudian setelah indikator nomor tiga, disana tertera bahwa indikator yang kedua
terbesar adalah indikator nomor 1 yang memiliki pernyataan “driver Gojek dapat memberikan solusi atas permasalahan pelanggan dalam pemesanan layanan” dengan bobot nilai mean sebesar
3.57. Setelah itu indikator yang paling rendah dalam bobot nilai mean namun terbesar untuk
bobot nilai standar deviasinya adalah indikator nomor 2 yaitu 3.42 untuk bobot nilai mean dan
0.87 bagi standar deviasinya.
Seiring dua pernyataan yang tadi sudah sebutkan dan disertai tabel desktiptif hasil
penilaian indikator-indikator yang terdapat pada variabel responsiveness diatas, dapat kita
simpulkan bahwa variabel responsiveness cukup berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.
Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan total rata-rata indikator variabel responsiveness yang
berbobot sebesar 3.53 dengan standar deviasi sebesar 0.83. Dengan kata lain, dapat dikatakan
bahwa dengan Gojek memiliki kemampuan yang profesional dalam manajemen waktu yang baik
dan tepat untuk melayani konsumen, konsumen Gojek pun akan semakin puas terhadap
pelayanan yang telah diberikan.
4.2.4 Analisa Deskriptif Variable Reliable
Reliable Mean Std. Deviation
Driver GOJEK mengantarkan konsumen ke tempat tujuan dengan tepat
3.99 .66
Pelayanan Driver GOJEK dapat dipercaya oleh konsumen
3.73 .64
Total Rata-rata 3.86 0.65
P a g e 46 |
Fakta yang terdapat dari tabel deskriptif variabel reliable diatas menyebutkan bahwa dari
dua indikator yang ada pada variabel reliable tersebut, indikator yang berbobot paling besar
adalah indikator nomor 1. Dengan berisi pernyataan “driver Gojek mengantarkan konsumen ke tempat tujuan dengan tepat” indikator nomor 1 dapat mengantongi nilai mean sebesar 3.99
dengan standar deviasi 0.66. Uraian tersebut memiliki arti bahwa rata-rata responden menjawab
netral cenderung setuju terhadap pernyataan yang memiliki makna bahwa mereka diantarkan
hingga ke tempat tujuan dengan tepat oleh driver Gojek.
Disisi lain, meskipun indikator nomor dua merupakan indikator yang berbobot paling
rendah diantar kedua indikator diatas. Namun, indikator nomor dua memiliki artian yang sama
seperti indikator nomor 1, yaitu rata-rata responden menjawab netral cenderung setuju walaupun
bobot nilai mean yang dimiliki indikator nomor 2 hanya sebesar 3.73 dengan standar deviasi
bernilai 0.64. Hal ini berarti bahwa konsumen cenderung setuju terhadap pernyataan yang
bermakna bahwa konsumen Gojek dapat percaya kepada driver Gojek dalam memberikan
pelayanannya.
Hasil analisis yang telah penulis lakukan berdasar tabel dan uraian diatas, dapat penulis
katakan bahwa indikator-indikator yang terdapat pada variabel reliable tersebut memiliki
pengaruh yang cukup penting bagi kepuasan konsumen pengguna Gojek. Hal ini disimpulkan
dari total nilai rata-rata kedua indikator yang terdapat pada variabel realible tersebut, bernilai
cukup besar yaitu 3.86 dengan standar deviasi 0.65. Maka dari itu, penulis mengambil
kesimpulan bahwa kepercayaan konsumen dengan kemampuan driver Gojek dalam
mengantarkan konsumen dengan tepat akan sangat mempangeruhi kepuasan konsumen. Jadi jika
konsumen tidak dapat diantarkan ke tempat tujuan dengan tepat oleh driver Gojek, maka
konsumen pun tidak akan merasa puas terhadap pelayan Gojek.
4.2.5 Analisa Deskriptif Variable Assurance
Asurance Mean Std. Deviation
Driver GOJEK dapat menjamin keselamatan konsumen / pengguna GOJEK
P a g e 47 |
Driver GOJEK menjaga etika dan kesopanan ketika memberikan pelayanan kepada pelanggan
3.98 .57
Driver GOJEK dapat membuat konsumen percaya untuk menggunakan layanan GOJEK kembali.
3.99 .60
Total Rata-rata 3.84 0.64
Tabel 5. Analisa Variable Assurance
Melihat tabel deskriptif diatas, dapat kita sebutkan bahwa indikator yang memiliki bobot
nilai mean terbaik adalah indikator nomor 3 yaitu sebesar 3.99 dan standar deviasinya sebesar
0.60. Setelah itu disusul oleh indikator nomor 2 dengan bobot nilai mean sebesar 3.98 dan
berstandar deviasi 0.57. Kemudian disana terlihat bahwa indikator yang memiliki bobot nilai
mean paling rendah adalah indikator nomor 1 yaitu sebesar 3.55 dengan standaar deviasi sebesar
0.77.
Berdasarkan nilai-nilai tersebut dapat diartikan bahwa untuk indikator nomor 3 yang juga
merupakan indikator yang memiliki bobot nilai terbesar, rata-rata respodennya mayoritas
menjawab netral menuju setuju mengenai driver Gojek yang dapat memberi kepercayaan
konsumen terhadap penggunaan layanan Gojek dilain waktu kembali. Sedangkan untuk nilai
indikator nomor 2 yang juga merupakan indikator dengan bobot nilai terbesar kedua, memiliki
artian bahwa rata-rata respondennya mayoritas menjawab netral cenderung setuju terhadap
pernyataan mengenai etika dan kesopanan yang harus dijunjung oleh driver Gojek pada saat
memberikan pelayanan Gojek. Serta untuk indikator nomor satu, yang juga merupakan indikator
dengan bobot nilai terendah, memiliki artian bahwa rata-rata responden menjawab netral
cenderung setuju terhadap pernyataan yang bermakna bahwa keselamatan konsumen Gojek
dapat dijamin oleh driver Gojek.
Terkait dengan konten total nilai rata-rata indikator yang terdapat pada variabel assurance
yang tertera di tabel serta uraian diatas, dapat penulis kemukakan bahwa variabel asurances
cukup berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dalam menggunakan pelayanan Gojek. Hal ini
disebabkan karena konsumen pada umumnya akan merasa puas terhadap suatu pelayanan jasa,
jika mereka bisa mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam atau pada saat menggunakan
P a g e 48 |
4.2.6 Analisa Deskriptif Variable Price
Price Mean Std. Deviation
Harga GOJEK terjangkau bagi anda 3.22 1.02
Harga GOJEK lebih murah dibandingakan dengan ojek pangkalan
3.61 .94
Harga GOJEK sebanding dengan layanan yang diberikan
3.63 .85
Total Rata-rata 3.48 0.93
Tabel 6. Analisa Variable Price
Tabel deskriptif diatas menerangkan bahwa dari ketiga indikator variabel price tersebut,
terdapat satu indikator yang memiliki bobot nilai mean paling besar. Indikator tersebut adalah
indikator nomor 3, dengan penyataan memiliki bobot nilai mean sebesar 3.63. Pernyataan
tersebut berarti bahwa dari seluruh responden yang menjawab kuisioner sebelumnya, mayoritas
menjawa netral cenderung setuju terhadap pernyataan yang menerangkan mengenai harga
layanan Gojek sudah sebanding dengan pelayanan yang Gojek berikan.
Dari tabel diatas juga kita dapat ketahui bahwa indikator nomor satu merupakan indikator
yang memiliki bobot nilai mean paling kecil diantara ketiga indikator yang terdapat pada
variabel price tersebut. Bobot nilai mean yang terdapat pada indikator nomor satu yaitu hanya
sebesar 3.22 dengan standar deviasi sebesar 1.02. Walaupun memiliki bobot nilai yang paling
rendah namun indikator satu juga memiliki artian yang sama, yaitu rata-rata responden
cenderung memilih netral menuju setuju terhadap pernyataan terjangkaunya harga layanan Gojek
bagi konsumen.
Dilihat dari tabel tersebut, dapat kita ketahui bahwa total rata-rata indikator yang terdapat
pada variabel price tersebut memiliki bobot nilai sebesar 3.48 dengan standar deviasi sebesar
0.93. Berdasarkan hasil perhitugan tersebut dapat ditarik kesimpulan akhir bahwa variabel price
cukup berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hal ini di karenakan jika konsumen merasa
P a g e 49 |
layanan juga cocok dengan ekspektasi mereka maka konsumen pun akan puas terhadap
pelayanan jasa GOJEK.
4.2.7 Analisa Deskriptif Variable Kepuasan
Kepuasan Mean Std. Deviation
Saya merasa puas dengan pelayanan GOJEK 3.85 .80
Layanan GOJEK membuat saya akan kembali menggunakan GOJEK
3.79 .67
Layanan GOJEK sesuai dengan yang saya harapkan 3.63 .73
Total Rata-rata 3.75 .73
Tabel 7. Analisa Variable Kepuasan
Hasil analisis deskritif mengenai varibel kepuasan diatas, dapat memberi kita suatu
penglihatan bahwa indikator nomor satu memiliki bobot nilai mean yang paling besar
dibandingkan dengan kedua indikator lainnya. Indikator nomor satu, berisikan nilai mean sebesar
3.85 dengan standar deviasi sebesar 0.80. Dengan ini dapat disimpulkan rata-rata responden
memilih untuk netral namun cenderung setuju terhadap penyataan bahwa mereka merasa puas
dalam pelayanan yang dilakukan oleh Gojek.
Sedangkan indikator yang memiliki bobot nilai mean paling kecil yaitu indikator nomor
3, yang hanya memiliki nilai mean sebesar 3.63 dengan standar deviasi sebesar 0.73. Hal ini
menerangkan bahwa mayoritas responden menjawab netral tetapi condong kepada setuju perihal
layanan Gojek yang sudah sesuai dengan ekspektasi mereka ketika menggunakan layanan
tersebut.
Berpacu pada hasil analisis yang terdapat pada tabel mengenai total rata-rata seluruh
indikator pada variabel kepuasan yang berbobot 3.75 dengan standar deviasi 0.73 tersebut. Kami
menyimpulkan bahwa variabel kepuasan cukup berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Gojek
dalam menggunakan layanan Gojek. Hal ini dukung dari simpulan uraian sebelumnya, bahwa
dengan membuat konsumen merasa puas terhadap layanan Gojek karena ekspektasi dengan
P a g e 50 | 4.3
Analisa T- test dan Annova
Pada Sub bab ini penulis melakukan analisa T-tes dan anova. Analisa T-tes yang
dilakukan oleh penulis adalah analisa T Gender analisa ini untuk melihat apakah ada perbedaan
yang nyata antara responden laki-laki maupun perempuan dalam mengkonsumsi layanan
transportasi GOJEK.
Selain itu analisa Anova dilakukan oleh penulis untuk melihat adakah pengaruh
pendapatan, usia dan frekuensi terhadap kepuasan konsumen Gojek. Berikut adalah hasil
analisis T test dan Anova yang telah dilakukan oleh penulis.
4.3.1 T- test
T-test adalah suatu metode yang digunakan untuk menentukan apakah suatu set skor
adalah populasi yang sama. Pada sub bab ini t-tes yang dilakukan adalah independent group test
karena subjek telah melakukan suatu hal dimasing-masing kondisi. Dengan kata laian subjek di
suatu kondisi berbeda dari subjek dari kondisi lain dikenal dengan between subject design
(Suhartanto, 2013).
Pada sub bab ini penulis menggunakan uji T-test untuk mengetahui apakah terdapat
perbedaan persepsi terhadap responden laki-laki dan perempuan terhadap variable tangible,
empathy, responsiveness, reliable, assurance, price dan kepuasan. Signifikansi mereupakan
acuan dalam membaca uji t-test, apabila signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang
signifikan terhadap responden laki-laki maupun perempuan. Apabila signifikansi < 0,05 maka
terdapat perbedaan persepsi antara responde laki-laki maupun perempuan. Berikut adalaha hasil
P a g e 51 |
Tabel 8. Analisa T gender Terhadap Variable
Tabel diatas menunjukkan bahwa secara keseluruhan variable memiliki signifikan diatas
0,05 maka Ho di terima hanya saja terdapat perbedaan pada variable price yang menunjukkan
signifikansi yang kurang dari 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang nyata antara responden
P a g e 52 |
responden laki-laki adalah responden yang memiliki kendaraan sendiri sehingga jika
menggunakan GOJEK sebagai transportasi akan terasa sangat mahal dibandingkan dengan
menggunakan kendaraan sendiri.
4.3.2 Analisa Anova
ANOVA atau analysis of variance merupakan analisis komparatifuntuk lebih dari dua
variable atau lebih dari dua rata-rata (Suhartanto, 2014). Pada sub bab ini penulis menguji
pendapatan, usia serta frekuensi penggunaan GOJEK yang dimiliki oleh responden. Berikut
adalah hasil analisis ANOVA yang telah dilakukan penulis:
4.3.2.1 Anova Pendapatan
Mean F Sig.
Tangible Between Groups .331 .935 .425
Within Groups .351
Tabel 9. Analisa Anova Pendapatan Terhadap Tangible
Untuk uji signifikansi, dirumuskan hipotesis:
Ho : Tidak ada perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Tangible.
Ha : Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Tangible.
Berdasarkan tabel Anova Pendapatan terhadap variable Tangible menunjukan bahwa
nilai signifikansi untuk variabel tangible sebesar 0.425 maka hal ini mengemukakan bahwa Ho
diterima karena nilai signifikannya lebih dari 0.05 yang mana memiliki arti bahwa tidak terdapat
hubungan yang nyata antara pendapatan konsumen dengan variable tangible. Hal tersebut
menyatakan bahwa variable tangible tidak berpengaruh terhadap pendapatan konsumen Gojek
P a g e 53 |
dengan lokasi konsumen sehingga konsumen tidak bisa memilih sendiri driver mana yang ia
inginkan.
Mean F Sig.
Empathy Between Groups .357
1.209
.308
Within Groups .295
Tabel 10. Analisa Anova Pendapatan Terhadap Empathy
Untuk uji signifikansi, dirumuskan hipotesis:
Ho : Tidak ada perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Empathy
Ha : Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Empathy
Berdasarkan tabel Anova Pendapatan variable Empathy menunjukan bahwa nilai
signifikansi untuk variabel Empathy memiliki nilai signifikan sebesar 0.308 maka hasil ini
mengemukakan bahwa Ho diterima yang memiliki arti bahwa variabel Empathy memiliki
perbedaan yang tidak nyata terhadap pendapatan, dikarenakan signifikansi akan variabel tersebut
memiliki nilai lebih dari 0.05. Pengujian signifikansi ini membuktikan bahwa variable Empathy
tidak berpengaruh terhadap pendapatan konsumen Gojek. Hal ini disebabkan karena pendapatan
tidak berpengaruh terhadap keselamatan konsumen dan driver Gojek akan melayani setiap
konsumennya tanpa harus melihat pendapatan konsumen.
Mean F Sig.
Responsiveness Between Groups 1.157 3.236 .023
Within Groups .358
Tabel 11. Analisa Anova Pendapatan Terhadap Responsiveness
Untuk uji signifikansi, dirumuskan hipotesis:
P a g e 54 |
Ha : Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan dengan variable responsible
Berdasarkan table Anova pendapatan terhadap variable Responsiveness menunjukan
bahwa nilai signifikansi untuk variable Responsible sebesar 0.023 maka hal ini mengemukakan
bahwa Ho ditolak karena nilai signifikannya kurang dari 0.05 yang mana memiliki arti bahwa
terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan dengan variable Responsible. Hasil uji tersebut
menyatakan bahwa pendapatan konsumen Gojek terhadap variable Responsible memiliki
perbedaan yang nyata sehingga sangat berpengaruh dengan tingkat kepuasan konsumen Gojek.
Hal ini disebabkan apabila konsumen memiliki pendapatan yang tinggi maka ia lebih memilih
menggunakan jasa transportasi lain yang memiliki kualitas pelayanan lebih baik dari Gojek,
seperti ketepatan waktu dalam menjemput konsumen, kualitas pelayanan yang membuat nyaman
konsumen ketika menggunakan layanan transportasi. Sedangkan mayoritas pendapatan pengguna
Gojek kurang dari 500.000 sehingga memungkinkan konsumen lebih memilih transportasi yang
sesuai dengan kebutuhan dan pendapatannya.
Mean F Sig.
Reliable Between Groups .589 2.053 .108
Within Groups .287
Tabel 12. Analisa Anova Pendapatan Terhadap Reliable
Untuk uji signifikansi, dirumuskan hipotesis:
Ho : Tidak ada perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Reliable
Ha : Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Reliable
Berdasarkan tabel Anova pendapatan variable Reliable menunjukan bahwa nilai
signifikansi untuk variable Reliable sebesar 0.108 maka hal ini mengemukakan bahwa Ho
diterima karena nilai signifikannya lebih dari 0.05 yang mana memiliki arti bahwa tidak terdapat
perbedaan yang nyata antara pendapatan konsumen dengan variable Reliable. Hal ini
P a g e 55 |
dalam tingkat kepuasan pelanggan Gojek. Hal ini dikarenakan perusahaan Gojek memiliki
standarisasi pelayanan bagi konsumen dalam mengantarkan pelanggan ke tempat tujuan dengan
tepat tanpa melihat pendapatan dari konsumen Gojek.
Mean F Sig.
Assurance Between Groups .171 .681 .565
Within Groups .251
Tabel 13. Analisa Anova Pendapatan Terhadap Assurance
Untuk uji signifikansi, dirumuskan hipotesis:
Ho : Tidak ada perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Assurance
Ha : Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Assurance
Berdasarkan tabel Anova pendapatan variable Assurance menunjukan bahwa nilai
signifikansi untuk variable Assurance sebesar 0.565 maka hal ini mengemukakan bahwa Ho
diterima karena nilai signifikannya lebih dari 0.05 yang mana memiliki arti bahwa tidak terdapat
perbedaan yang nyata antara pendapatan konsumen dengan variable Assurance. Hal ini
membuktikan bahwa variable Assurance tidak berpengaruh terhadap pendapatan konsumen
gojek dalam tingkat kepuasan pelanggan Gojek. Hal ini disebabkan karena terdapat standarisasi
etika kesopanan dari driver Gojek kepada konsumen sehingga pendapatan konsumen tidak
mempengaruhi driver Gojek untuk berperilaku baik atau tidak kepada konsumen tersebut.
Mean F Sig.
Price Between Groups 1.076 1.848 .140
Within Groups .582
P a g e 56 |
Untuk uji signifikansi, dirumuskan hipotesis:
Ho : Tidak ada perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Price
Ha : Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Price
Berdasarkan tabel Anova pendapatan variable Price menunjukan bahwa nilai signifikansi
untuk variable Price sebesar 0.140 maka hal ini mengemukakan bahwa Ho diterima karena nilai
signifikannya lebih dari 0.05 yang mana memiliki arti bahwa tidak terdapat perbedaan yang
nyata antara pendapatan konsumen dengan variable Price. Hal ini menyebabkan pendapatan
tidak berpengaruh dengan variable Price karena harga tarif Gojek dapat dijangkau oleh semua
kalangan termasuk kalangan menengah ke bawah.
Mean F Sig.
Kepuasan Between Groups .354 .863 .461
Within Groups .409
Tabel 15. Analisa Anova Pendapatan Terhadap Kepuasan
Untuk uji signifikansi, dirumuskan hipotesis:
Ho : Tidak ada perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Kepuasan
Ha : Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan terhadap variable Kepuasan
Berdasarkan tabel Anova pendapatan variable kepuasa menunjukan bahwa nilai
signifikansi untuk variable kepuasan sebesar 0.461 maka hal ini mengemukakan bahwa Ho
diterima karena nilai signifikannya lebih dari 0.05 yang mana memiliki arti bahwa tidak terdapat
perbedaan yang nyata antara pendapatan konsumen dengan variable Kepuasan. Hal ini
membuktikan bahwa variable kepuasan tidak berpengaruh terhadap pendapatan konsumen gojek
karena dalam pelayanan driver Gojek selalu memuaskan konsumennya dengan standarisasi