1
Alternatif Pembelajaran Fisika yang Menarik dan Menantang
Thoha Firdaus
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Email: [email protected]
Abstrak
Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kopetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma ampat. Kemudian seorang guru profesional juga diwajibkan memiliki empat kompetensi. Pertama adalah kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kedua adalah kemampuan profesioanal yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Ketiga, kompetensi kepribadian adalah memiliki kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Keempat memiliki kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
PENDAHULUAN
Ketika kita mendengar kata guru maka yang ada dalam pikiran kita adalah seorang dengan pakain lusuh dengan kendaraan sepeda dan menenteng tas, meskipun masih ada kelebihannya yaitu dengan wajah kewibawaan yang terpancar. Melalui Undang- Undang Guru dan Dosen (UUGD) gambaran guru yang dipersonifikasikan sebagai Umar Bakri itu sedikit demi sedikit akan digeser, yakni guru adalah seorang profesional dengan penampilan yang meyakinkan. Menurut UUGD , Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama ada tujuh macam yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kata professional mengandung arti sebuah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
PEMBAHASAN
A. TANTANGAN YANG HARUS
DIHADAPI OLEH PARA GURU DI ERA GLOBAL
yaitu seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik minimal strata-1 (S1). Selanjutnya guru yang memenuhi persyaratan pertama tersebut mereka wajib mengikuti sertifikasi profesi, agar memiliki ke-empat kompetensi guru.
2. Kompetensi profesional menuntut guru harus selalu meng-update pengetahuan yang dimiliki. Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat. Pada masa lalu perkembangan ilmu pengetahuan mungkin memerlukan waktu ratusan tahun, tetapi kini orde perkembangan itu hanyalah tahunan. Oleh karena itu guru yang tidak pernah meng-up-date pengetahuannya tentu akan ketinggalan informasi. Disamping pemutakiran pe-ngetahuan, pemahaman terhadap materi bidang keahlian menjadi sangat mutlak diperlukan. Bagaimana guru bisa percaya diri sendiri di depan kelas manakala yang bersangkutan merasa tidak menguasai bahan yang diajarkan.
3. Pemenuhan kebutuhan pembelajaran oleh setiap siswa. Guru berkewajiban untuk memenuhi hak setiap siswa untuk belajar, dan juga untuk memberikan kesempatan siswa untuk menghadapi tingkat pembelajaran yang lebih tinggi sesuai dengan tingkat kecerdasan siswa.
4. Pembelajaran dipakai adalah kolaboratif. 5. Pelatihan berbasis sekolah (Lesson Study).
Perubahan kearah perbaikan dalam sekolah tentu saja tergantung pada sekolah itu sendiri.
6. Kompetensi kepribadian, kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia,
arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Dengan demikain para guru mampu menjadikan dirinya menjadi pejabat yang paling mulia karena dalam setiap perannya senantiasa dalam ibadah kepada Allah SWT. Guru profesioanal selalu menjadi agen- agen keteladanan dimanapun merelka berada. Kualitas diri ini wajib dimiliki oleh guru profesioanal sehingga indikator yang tampak adalah bahwa seorang guru itu penampilannya meyakinkan dengan aura kewibawaan karena perilakunya menjadi teladan bagi kehidupan di masyarakat.
7. Kompetensi sosial, kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini harus terus dibina agar senantiasa mewarnai dakam ke-hidupannya. Dengan demikian seorang guru adalah selalu tanggap dengan persoalan kemasyarakatan yang muncul baik di sekolah maupun di masyarakat
B. GURU PROFESIONAL
Suyud (2005) mengembangkan ins-trument Kinerja prifesional Guru dengan subvariabel:
1. Penguasaan Bahan Ajar
2. Pemahaman Karakteristik Siswa 3. Penguasaan Pengelolaan Kelas
4. Penguasaan Metode Dan Strategi Pem-balajaran
6. Kepribadian
Berikut ini bagaimana menjadi guru profesional bidang fisika:
1. Mengajar dengan memperhatikan kemajuan teknologi informatika
Perkembangan teknik informatika sangat cepat. Guru harus menguasai teknologi ini agar guru dapat melakukan pemutakhiran pengetahuan dan guru dapat melakukan proses pembelajaran yang menarik. Pada masa lalu memang guru menjadi sumber ilmu satu- satunya. Siswa hanya mendapatkan pengetahuan dari guru sehingga guru menjadi pusat pembelajaran. Kemajuan TI menggeser metode pem-belajaran dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. Hal ini karena sumber belajar sekarang ini sangat bervariasi. Siswa sangat mungkin telah mengakses pengetahuan lebih dulu dari pada gurunya.
2. Mampu menjadikan pembelajaran fisika yang mudah dan menantang. Berbagai caranya sebagai berikut:
a) Memperbanyak praktikum di la-boratorium, agar bahasan tidak terkesan abstrak. Para siswa diajak belajar de-ngan melakukan pengukuran sebuah fenomena Fisika. Kemudian diteruskan dengan melakukan interpretasi data dari hasil percobaanya sehingga tersusun kerangka teori yang mudah dipahami oleh para siswa. Kalau peralatan tidak bisa diperoleh bisa saja guru
menampilkan simulasi sehingga pe-riswtiwa fisis tersebut tampak dalam visualisasi yang diberikan.Teknik pem-belajaran ini senantiasa bisa mem-berikan apa arti fisis dalam kehidupan sehari- hari dari sebuah bahasan tertentu.
b) Fisika adalah ilmu dasar yang aplikasinya sangat banyak di dunia industry. Oleh karena itu kunjungan ke industry dan laboratorium perlu di-lakukan agar siswa semakin gamblang arti fisis dan terapannya di kehidupan nyata.
c) Menggunakan metode pengajaran yang santai dan menarik. Sangat disayangkan bahwa kalau siswa ditanya tentang guru Fisikanya, maka jawabnya sebagian besar adalah galak dan menakutkan. Banyak orang yang sukses dalam bidang Fisika karena guru Fisikanya sangat dekat dengan para siswa. Jika para siswa sudah para siswa sudah merasa nyaman dan dekat dengan guru Fiska, maka pasti siswa tersebut akan bekerja keras untuk memahami Fisika. d) Memperbanyak latihan mengerjakan
soal yang baik. Tentu saja sesuai dengan tingkat pemahaman para siswa. Siswa yang mulai senang mengerjakan soal- sola Fisika, maka siswa tersebut mulai memahami tentang Fisika.
Suatu proses pembalajaran fisika mestinya selalu menggunakan dasar metode ilmiah. Suatu metode yang pada awalnya dimulai ada fakta yang merenarik perhatian sehingga me-munculkan adanya masalah. Demikian halnya didalam struktur pembelajaran fisika, mestinya juga selalu diawali dengan fakta yang didapat dari pengalaman sehari-hari, percobaan fisika, simulasi, media pandang dengar, model, gambar, buku atau job fisika. Pembelajaran keputusan untuk memunculkan masalah model analitis dikembangkan oleh Oliver dan Newman (1967) dapat digunakan oleh para guru ilmu pengetahuan untuk pendalaman ke siswa atas dasar lingkungan dari teknologi.
Petunjuk berikut dapat dipakai sebagai dasar untuk tujuan ini:
1. Mengidentifikasi dan memperjelas masalah berbasis konsep dasar.
2. Mengumpulkan fakta tentang isu dalam telaah kajian konsep.
3. Mengevaluasi semua hasil telaah “berdasar fakta”.
4. Mengevaluasi ketertarikan antar konsep “berdasar fakta”.
5. Pengembalian keputusan yang bersifat semantara.
6. Menentukan kemampuan dalam menerima penyelesaian.
D. PRINSIP DASAR MENGAJAR
Untuk
seorang guru perlu mengetahuidan dapat menerapkan beberapa prinsip
mengajar agar ia dapat menerapkan
beberapa prinsip mengajar agar ia dapat
melaksanakan
tugasnya
se-cara
professional, yaitu sebagai berikut
1.
Guru
harus dapat membangkitkan
perhatian peserta didik pada materi
pelajaran yang diberikan serta dapat
mengggunakan berbagai media dan
sumber belajar yang bervariasi.
2.
Guru harus dapat membangkitkan
minat peserta didik untuk aktif
dalam berfikir serta mencari dan
men-emukan sendiri pengetahuan.
3.
Guru harus dapat membuat urutan
(
sequence) dalam pemberian
pe-lajaran dan penyesuaian dengan usia
dan tahapan tugas perkembangan
pe-serta didik.
4.
Guru perlu menghubungkan
pe-lajaran yang akan diberikan dengan
pengetahuan yang telah di-miliki
peserta didik (kegiatan-
apersepsi),
agar peserta didik menjadi lebih
mudah dalam me-mahami pelajaran
yang diterimanya.
5.
Sesuai dengan prinsip
repetisidalam
proses pembelajaran, diharapkan
gu-ru dapat menjelaskan unit pelajaran
secara berulang-ulang hingga
tang-gapan peserta didik menjadi jelas.
6.
Guru
wajib
memerhatikan
dan
pelajaran dan/atau praktik nyata
dalam kehidupan sehari-hari.
7.
Guru harus terus menjaga
kon-sentrasi belajar para peserta didik
dengan
cara
memberikan
kes-empatan berupa pengalaman secara
langsung, mengamati/meneliti, dan
menyimpulkan pengetahuan yang
didapatnya.
8.
Guru harus dapat mengembangkan
sikap peserta didik dalam membina
hubungan sosial, baik di dalam kelas
maupun diluar kelas.
9.
Guru
harus
menyelidiki
dan
mendalami perbedaan peserta secara
individual agar dapat melayani siswa
sesuai dengan perbedaan tersebut.
E. STANDAR KOMPETENSI GURU 1. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik yaitu ke-mampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Undang-undang No. 14
Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen dikemukakan kompetensi
pe-dagogik adalah “kemampuan me
-ngelola pe
mbelajaran peserta didik”.
Depdiknas (2004:9) menyebut
kom-petensi ini dengan “komkom-petensi
pengelolaan pem-
belajaran.”
2. Kompetensi Profesional
Kemampuan profesioanal yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.
Menurut Undang-undang No. 14
tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,
kompetensi profesional adalah “ke
-mampuan penguasaan materi
pe-lajaran secara luas dan mendalam”.
Maksudnya, kompetensi profesional
adalah kompetensi atau kemampuan
yang
berhubungan
dengan
pe-nyesuaian tugas-tugas keguruan.
3. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi
kepribadian
adalah memiliki kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.Kepribadian yang mantap dari
sosok seorang guru akan
mem-berikan teladan yang baik terhadap
anak didik maupun masyarakatnya,
sehingga guru akan tampil sebagai
sosok yang patut “digugu” (ditaati
nasehat/ ucapan/ perintahnya) dan
“ditiru” (di contoh sikap dan
perilakunya).Kepribadian
guru
merupakan faktor terpenting bagi
keberhasilan belajar anak didik.
4. Kompetensi Sosial
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Guru Fisika wajib belajar terus- menerus untuk meningkatkan pemahaman tenatang materi pembelajaran. Sumber belajar utama dapat diperoleh dari referensi literature, internet, dan kolaborasi guru dengan ahli dalam bidang Fisika.
2. Komunikasi ilmiah terus dibangun antar guru Fiska sehingga setiap guru Fiska mampu melakukan pembelajaran dan penelitian berkualitas, sehingga sepanjang hidupnya mereka bangga menjadi guru Fisika.
3. Lesson Study, dapat dijadikan wahana kegiatan oleh guru, dari guru, dan untuk guru menuju keprofesionalan guru. 4. Guru Fisika harus memilih strategi
pembelajaran yang tepat, menarik dalam menyampaikan materi pelajaran dan mampu menguasi kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2009.GURU & DOSEN SISDIKNAS SNP . Surabaya : Wacana Intelaktual
Anonim, 2010. Penerapan Pembelajaran Fisika Dengan Strategi Inkuiri Pada Materi Kalor.27 Januari 2010.
http://yanilagi.wordpress.com/2010/07 /05/penerapan-pembelajaran-fisika- dengan-strategi-inkuiri-pada-materi-kalor/html
Supriyadi, 2010.Teknologi Pembelajaran Fisika.Yogyakarta:FMIPA UNY JICA.
Susilo M.Joko Susilo, 2009.Menjadi Guru Profesioal, Siapa Takut?. Yogyakarta: Lentera Pustaka Arif Mohammad, 2010. Prospek Dan
Tantangan Teknologi Pendidikan Di Era Globalisasi. Diakses pada 27 Januari 2011. Alamat:
http://m-arif- am.blogspot.com/2010/11/prospek-dan-tantangan-teknologi.html Exiaprasetya, 2010. Empat Kopetensi
Dasar Guru. Diakses pada27 Januari 2011. Alamat:
http://exiaprasetya.wordpress.com/ 2010/05/12/empat-kompetensi-dasar-guru/html
Suyud. (2005). Pengembangan instrumen supervisi pendidikan kinerja profesional guru pada SMP di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. (Tidak Diterbitkan)
Syamsudin Dasam, 2008.Guru dan Tantangan di Era Globalisasi.27 Januari 2011