PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KEPALA BERNOMOR STRUKTUR DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 4 KOTA SUKABUMI
MAKALAH PENDIDIKAN SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi
Oleh:
WILA RAHMATILLAH NIM: 121660056
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Kuasa dengan segala limpahan rahmat, taufik serta hidayahnya dan ilham-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah pendidikan ini dengan sebaik-baiknya dengan segenap kemampuan penulis.
Makalah pendidikan ini penulis susun sebagai syarat untuk menempuh ujian gelar sarjana jurusan Ilmu Penegetahuan Sosial Program Studi Akuntansi di STKIP-PGRI Sukabumi. Adapun judul dari makalah ini jauh dari sempurna . sehingga dalam penyusuanan ini mungkin terdapat kelemahan dan kesalahan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
Alhamdulillah akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah pendidikan ini. Penulis menyadari makalah pendidikan ini masih jauh dari kata sempurna dengan segala kekurangan yang dimiliki. Untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan tugas akhir ini.
Sukabumi, Juni 2016
Penyusun
1. Latar Belakang
Sekolah merupakan salah satu tempat dimana siswa mendapat ilmu secara formal, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu. Tetapi juga sebagai tempat berkumpul, bermain dan berbagai keceriaan antara siswa hingga terjadi interaksi dimana kegiatan belajar mengajar berlangsung dan tempat terjadinya interaksi antara guru dan murid. Manusia diciptakan oleh Allah dengan membawa fitrah merdeka, mempunyai hak dan kebebasan yang telah melekat pada dirinya oleh karena itu, dalam kehidupan manusia mempunyai hak hidup, hak suara, kebebasan mengemukakan pendapta, dan hak lainnya selama kebebasan hak tersebut tidak bertentangan dengan norma sosial, agama begitu juga dalam kegiatan belajar, mengajar dalam hal ini siswa mempunyai hak dan kebebasan untuk bersuara, berpendapat dan berargumen di dalam kelas yang berkaitan dengan materi pelajaran di kelas saat berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sebenarnya yang efektif bukanlah gurunya saja, yang mana seakan-akan siswa hanya sebagai salah satu benda yang pasif yang hanya mendengarkan dan mematuhi apa yang disampaikan oleh guru. Tetapi seharusnya dalam proses KBM antara siswa dan guru sama-sama efektif dalam transfer ilmu pengetahuan baik dari guru ke siswa atau sebaliknya dan sebaliknya dari siswa ke guru dan juga transfer ilmu antar siswa satu ke siswa yang lainnya.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan komite sekolah serta berpedoman pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta paduan penyusun kurikulum oleh Badan Standar Nasional Penndidikan (BSNP).
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang termuat dalam kurikulum sekolah dasar. Ilmu pengetahuan sosial menjadi salah satu mata pelajaran yangsangat membantu peserta didik dalam menumbuhkan pengetahuan dan pemahaman untuk melihat kenyataan sosial yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari karena mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial merupakan kajian antar disiplin ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa, konsep,fakta dan generalisasi yang berkualitas dengan isu sosial.
hidupnya merupakan kajian ilmu ekonomi yang paling mendasar. Kebutuhan manusia berbeda untuk setiap lapisan kondisi masyarakat.
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Luasnya ilmu ekonomi dan terbatasnya waktu yang tersedia membuat standar kompetensi dasar ini dibatasi dan difokuskan kepada fenomena empirik ekonomi yang ada disekitar peserta didik, sehingga peserta didik dapat merekan peristiwa ekonomi yang terjadi disekotar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk kehidupan yang lebih baik.
Materi pelajaran ekonomi diberikan kepada tingkat pendidikan dasar sebagian dari integral dari IPS pada pendidikan tingkat menengah, ekonomi diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri.
Upaya peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan antara lain dengan mengusahakan penyempurnaan proses belajar mengajar . proses pelajar mengajar meliputi seluruh aktivitas pada intinya menyangkut pemberian materi pelajaran agar siswa memperoleh kecakapan dan pengetahuan yang bermanfaat. Peningkatan mutu dan kualitas proses belajar mengajar agar siswa memperoleh prestasi belajar yang lebih baik.
Model pembelajaran ini disebut teknik penyajian merupakan teknik yang harus dikuasai guru untuk menyajikan bahan pelajaran pada siswa dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat diterima, dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik. Setiap metode mengajar yang digunakan pasti memiliki kelemahan dan kelebihan oleh karena itu dalam mengajar dapat digunakan berbagai model pembelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan.
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan judul “Peranan Model Pembelajaran Kepala Bernomor Struktur Dalam meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 4 Kota Sukabumi.
Untuk mempermudah dalam menjawab semua pernyataan, maka peneliti membatasi permasalahan pada:
a. Model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajran adalah model pembelajaran kepala bernomor struktur dimana setiap anak mendapatkan nomor tertentu yang akan dijadikan patokan dalam penentuan pembagian tugas.
b. Prestasi belajar siswa yang meliputi aspek pengetahuan, pemahaman dan penerapan.
c. Materi pembelajaran yaitu jurnal penyesuaian.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah, maka dalam penelitian ini kan dapat merumuskan permasalahan yaitu:
a. Apakah pelajaran ekonomi kelas XII SMA Negeri 4 Kota Sukabumi mengalami peningkatan dengan menerapkan model pembelajran kepala bernomor struktur