• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEMOKRASIA DI NEGARA MODERN (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DEMOKRASIA DI NEGARA MODERN (1)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DEMOKRASIA DI NEGARA MODERN

Demokrasi diyakini sebagai sistem terbaik yang ada pada setiap negara, sebab sejarah

dan dinamika kehidupan manusia sejak dulu hingga sekarang meneguhkan keunggulan

demokrasi dibandingkan dengan sistem-sistem politik yang lain seperti monarkhi, teokrasi, dan

sejumlah varian dari otoriterisme. (Saymour M. Lipset : Political Man The Sosial Bases of

Politics (1960) Union Square West, New York, N.Y I0003, U.S.A.)

Salah satu dari sekian banyak pendefenisi demokrasi adalah Abraham Lincoln. Dari point

of view-nya : Demokrasi sebagai 'pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (di

ambil dari pidato Lincoln 1863). Defenisi singkat dari Lincoln ini yang paling sering di kutip

ketika berbicara dalam siklus demokrasi.

Mari kita menjelajah masuk kedalam pikiran Joseph Schumpeter tentang demokrasi. Dari

perspectivenya : Demokrasi sebagai 'suatu pemerintahan di mana rakyat memiliki kebebasan dan

kesempatan untuk menerima dan menolak para politisi yang memerintah.' Menurut Schumpeter,

esensi demokrasi adalah "mekanisme kompetitif memilih pemimpin" melalui "kontekstasi

mendapatkan suara rakyat"

Bercorong pada sejarah, bahwa banyak dari sekian banyak umat manusia telah dengan

sukarela dan mengorbankan nyawanya dalam memperjuangkan demokrasi. Mungkin paradigma

mereka meyakini bawasanya sistem yang akan mengantarkan kepada kesejateraan tanpa

kesanjangan soal adalah demokrasi.

Setalah melewati beberapa dasawarsa demokrasi telah masuk pada konsep

ke-modernisasi (1963-an). Itu tidak terlepas dari pikiran-pikiran pemikir modern, salah satu dari

sekian banyak pemikir modern adalah Seymour Martin Lipset (Dosen Harvart University).

Lipset mendefenisikan demokrasi sebagai 'sistem politik yang memiliki pengaturan

konstitusional tentang pergantian para pejabat pemerintahan, bersama-sama dengan pengaturan

sosial yang memperbolehkan sebagian besar penduduk untuk turut memengaruhi

(2)

Untuk mgngukur derajat demokrasi kita pinjam pikiran dari Larry Dimond, Juan Linz

dan Lipset, ada tiga unsur yang digunakan dalam mengukur derajat demokrasi :

 Kebebasan

 Partisipasi

 Kompetitif

Coba kita telah satu persatu dari rumus yang ditawarkan Dimond, Linz, dan Lipset ini :

 Kebebasan : adalah keharusan yang harus dimiliki oleh setiap warga negara tanpa ada interfensi dari pihak manapun bila kebebasan itu masih berjalan pada

supremasi hukum. Kebebasan dalam konteks kedemokrasian maka pemilih bebas

memilih siapa yang dipilih tanpa ada paksaan dari siapa pun.

 Partisipasi : adalah bentuk dari kewajiban warga negara untuk ikut dalam menentukan tujuan negara kedepannya. Partisipasi disiklus demokrasi di artihkan

sebagai hasrat kepartisipasian pemilih untuk ikut memilih yang layak dipilih.

 Kompetitif : adalah bentuk konteksasi untuk menentukan jalur atau alur haluan negara (pemimpin). Kompetitif dikotak demokrasi diartihkan sebagai ajang

memilih dan dipilih oleh para pemilih sebagai yang terpilih harus amanah dalam

Referensi

Dokumen terkait

Hak untuk mengirimkan dan kewajiban untuk menerima perwakilan diplomatik suatu negara merupakan kebebasan yang dimiliki oleh hampir seluruh negara merdeka sebagai salah

Demikian surat pernyataan persetujuan tetangga ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa paksaan pihak manapun dan ditandatangani oleh warga yang menyetujui dan dapat

Hal ini berlaku terhadap pelaku kejahatan dari negara manapun baik negara pihak Stauta Roma maupun bukan ( non state parties ). Apabila kejahatan yang dilakukan masuk kategori

Di lain pihak, partisipas lain pihak, partisipasi i publi publik k tidak mungki tidak mungkin n dapat berjalan dengan efektif  dapat berjalan dengan efektif  tanpa adanya hak

Hasil dari penelitian tesis ini menyarankan untuk (i) melindungi kebebasan warga negara tanpa mengurangi peran intelijen negara dalam menunjang pencapaian kepentingan nasional

Hal ini berlaku terhadap pelaku kejahatan dari negara manapun baik negara pihak Stauta Roma maupun bukan (non state parties). Apabila kejahatan yang dilakukan masuk

Padahal sebelum adanya taman nasional, lahan kebun termasuk pohon yang didalamnya adalah milik warga, karena sejak wilayah tersebut masih dimiliki pihak Perhutani, warga

Nilai-nilai luhur yang harus dimiliki warga negara Indonesia untuk membela tanah