PELAPORAN KINERJA
dan
PERJANJIAN KINERJA
DI KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
Tim Penyusun PK, LKj Kementerian, Setjen dan Biro
Perencanaan dan Kerjasama pada Biro Perencanaan
dan Kerjasama
Banyaknya komentar masyarakat tentang keberhasilan dan
ketidakberhasilan instansi pemerintah dalam menjalankan
amanah yang diberikan kepadanya menunjukkan
harapan dan
kepedulian publik yang harus direspon
expectation gap
Harapan Masyarakat akan dampak dibentuknya
kementerian ATR/BPN yang mengabungkan otoritas
dalam mengatur penggunaan lahan/tanah (tata ruang)
dengan otoritas dalam land registration (BPN) dalam
percepatan
meningkatkan
dan
pemerataan
kesejahteraan rakyat
.
Adanya keinginan semua jajaran kemeterian ATR/BPN
untuk mewujudkan harapan masyarakat, tapi
caranya bagaimana ?, apakah sudah memenuhi
harapan?, kalau sudah berapa banyak harapan yang
telah terpenuhi dan berapa yang belum terpenuhi?
Posisi PK, LKj dalam
Sistem AKIP
RPJMN 2015-2019
Rencana
Strategis ATR/BPN
2015-2019
Rencana Kinerja
Tahunan 2015
Laporan
Pertanggung
jawaban
Keuangan
2015
Rencana Kerja &
Anggaran (RKA)
2015
LKj
2015
Perjanjian Kinerja
2015
Kinerja
Aktual
2015
Jenis Pelaporan Di Kementerian
ATR/BPN
Pokok Bahasan
Berapa Output yang dihasilkan dari Anggaran yang
digunakan
Berapa Dampak yang Ditimbulkan untuk
mewujudkan Tanah dan Ruang untuk
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Orientasi Pelaporan
OUTPUT
(Laporan Pertanggungjawaban Ke Auditor)
OUTCOME
(Laporan Pertanggungjawaban Ke Publik)
PELAPORAN
INTERIM
(Bulanan, Triwulan, Tahunan)
KINERJA
Hubungan Renstra Kementerian ATR/BPN dengan Restra Unit
Kerja Eselon I, II dan Satuan Kerja (Kantor Pertanahan
Kabupaten/Kota
KINERJA LIMA TAHUNAN
KEMENTERIAN ATR/BPN
RENSTRA
SATUAN
KERJA
RENSTRA
UNIT KERJA
ESELON i
RENSTRA
UNIT KERJA
ESELON II
Hubungan Perjanjian Kinerja Kementerian ATR/BPN dengan Restra Unit
Kerja Eselon I, II dan Satuan Kerja (Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota)
KINERJA SATU TAHUNAN
KEMENTERIAN ATR/BPN
PK
SATUAN
KERJA
PK UNIT
KERJA
ESELON i
PK UNIT
KERJA
ESELON II
PK KEMENTERIAN ATR/BPN
Perjanjian Kinerja Mementerian ATR/BPN Tahun
2015
No
Sasaran Strategis
Indikator Kinerja
Target
1
Terciptanya organisasi yang adaptif
dan akuntabel
1.
Nilai reformasi birokrasi
2.
Nilai laporan kinerja
3.
Opini Badan Pemeriksa Keuangan
4.
Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
80
65
WTP
90
2
Terwujudnya pelaksanaan
penyelenggaraan penataan ruang
dan penyelenggaraan pembinaan
penataan ruang daerah
1.
Jumlah rencana tata ruang
nasional/pulau/kepulauan/kawasan strategis nasional
2.
Jumlah operasionalisasi rencana tata ruang
nasional/pulau/kepulauan/kawasan strategis nasional
3.
Jumlah kawasan yang ditingkatkan kualitasnya
4.
Jumlah forum masyarakat dan dunia usaha yang
dibentuk atau mendapatkan fasilitasi
pengembangannya dalam perencanaan tata ruang,
pemanfaatan ruang, dan penataan kawasan
5.
Jumlah provinsi/kabupaten/kota yang memperoleh
pembinaan perencanaan tata ruang dan pemanfaatan
ruang daerah
24
40
12
38
525
3
Meningkatnya kepastian letak, batas
dan luas bidang tanah yang
mendukung penegakan hukum
4
Terwujudnya kepastian hukum hak atas
tanah
dan pemberdayaan
masyarakat penerima redistribusi dan
legalisasi aset
1.
Persentase peningkatan tanah dan ruang yang terdaftar
2.
Jumlah masyarakat pemilik sertipikat yang menerima
fasilitasi
acces reform
1,08
108.500
5
Meningkatnya kesejahteraan masyarakat
melalui pengaturan dan penataan,
penguasaan, pemilikan tanah serta
pemanfaatan, penggunaan tanah secara
optimal
1.
Persentase kenaikan pendapatan
per personal
income
masyarakat subyek reforma agraria
30
6
Terwujudnya pelaksanaan pengadaan
tanah bagi pembangunan untuk
kepentingan umum
1.
Indeks pemahaman penyelenggaraan pelaksanaan
pengadaan tanah
2.
Persentase tanah instansi pemerintah, BUMN/BUMD yang
terdaftar
3.
Presentase meningkatnya tertib administrasi pemanfaatan
tanah instansi pemerintah, BUMN/ BUMD yang terdaftar
4.
Luas cakupan peta zona nilai tanah (hektar)
2
10
25
4.000.000
7
Pemanfaatan ruang yang sesuai dengan
rencana tata ruang, tertib pemanfaatan
hak atas tanah dan pendayagunaan
tanah negara bekas tanah terlantar
1.
Persentase implementasi pengawasan dan pengendalian
pemanfaatan ruang pemerintah daerah provinsi,
kabupaten/kota
2.
Jumlah penindakan indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang
3.
Jumlah rekomendasi hasil pengendalian dan pemantauan
pertanahan
4.
Jumlah rekomendasi surat keputusan penertiban dan
pendayagunaan tanah terlantar
6,77
20
32
36
8
Berkurangnya sengketa, konflik dan
perkara pertanahan
1.
Persentase berkurangnya jumlah sengketa, konflik tanah dan
ruang
2.
Persentase berkurangnya jumlah perkara tanah dan ruang
50
20
AKUNTABILITAS KINERJA
“melaporkan hasil
(Outcome), bukan
Pihak yang menyusun PK
1) Perjaijian Kinerja di Tingkat Kementerian ditandatangani oleh Menteri Agraria dan
Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional
2) Perjajinan Kinerja Unit Eselon I (Inspektoral Jendral, Sekretaris Jendral dan
Direktorat Jendral) ditanda tangani oleh Pimpinan Unit Eseleon I dan diketahui
oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
3) Perjanjinan Kinerja Eseleon II di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Pusat) di tandatangani oleh Pimpinan Eselon
II dan diketahui oleh Pimpinan Unit Eseleon I atasannya.
4) Perjanjian Kinerja Eselon II (Kepala Kantor Wilayah) ditandatangani oleh Kepala
Kantor Wilayah dan diketahui oleh Sekretaris Jendral.
5) Perjanjian Kinerja Satuan Kerja Kantor Pertanahan (eselon III) ditanda tangani
oleh Kepala Kantor Pertanahan dan diketahui Kepala Kantor Wilayah.
6) Unit Kerja eselon I yang menyalurkan dana dekonsentrasi dan pembantuan
kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Perjanjian Kinerja disusun
tersendiri oleh Kepala SKPD dan diketahui oleh pimpinan Unit Kerja Eselon I.
Format Perjanjian Kinerja
Unit Kerja Eselon I di
Kementerian ATR/BPN
KOP SEKRETARIS JENDRAL/INSPEKTORAT JENDRAL /DIREKTORAT JENDRAL
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 200XX
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi asil pada Sekretaris Jendral/Inspektur Jendral/Direktorat Jendral……….., kami yang bertabda tangan di bawah ini:
Nama :
Jabatan : Direktur Jendral………... Selanjutnya disebut pihak pertama
Nama :
Jabatan : Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Selaku atasan pihak pertama, selanjunya disebut pihak kedua
Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
………,………. Pihak Kedua, Pihak Pertama
……… ………
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 20XX
SEKRETARIS JENDRAL/INSPEKTORAT JENDRAL/DIREKTORAT JENDRAL………. KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL No Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) (4) Kegiatan Anggaran 1………. Rp. ………. 2………. Rp……… Jumlah Rp……… ………,……….20XX Menteri Agraria dan Tata Ruang/
Kepala Badan Pertanahan Nasional
………
Sekretaris Jendral/Inspektorat Jendral/Direktorat Jendral……….
Format Perjanjian Kinerja
Unit Kerja Eselon II di
Kementerian ATR/BPN
KOP DIREKTUR/KEPALA BIRO/KEPALA PUSAT/INSPEKTUR WILAYAH/KETUA SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 20XX
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi hasil pada Direktorat/Biro/Pusat…….., kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Jabatan :Direktur/Inspektur Wilayah/Kepala Biro/Kepala Pusat/Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
Selanjutnya disebut pihak pertama Nama :
Jabatan : Sekretaris Jendral/Inspektur Jendral/Direktur Jendral…….. Selaku atasan pihak pertama, selanjunya disebut pihak kedua
Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
………,……….
Pihak Kedua, Pihak Pertama
……… ………
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 20XX DIREKTORAT/BIRO/KEPALA PUSAT……….
SEKRETARIS JENDRAL/INSPEKTORAT JENDRAL/DIREKTORAT JENDRAL………. KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL
No Kegiatan Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4) Kegiatan Anggaran 1………. Rp. ………. 2………. Rp……… Jumlah Rp……… ………,……….20XX Sekretaris Jendral/Inspektorat Jendral/Direktorat Jendral………. ………
Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat……….
Revisi
PK
Laporan
Kinerja
Menjawab capaian kinerja atas
target yang telah ditetapkan
Pihak yang menyusun Laporan
Kinerja
1) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
2) Biro/Direktur/Kepala Pusat/Inspektur Wilayah/Ketua Sekola Tinggi
Pertanahan
3) Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi
4) Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota
5) Pimpinan SKPD yang menerima dana perbantuan dan dekosentrasi
menyampaikan bahan berupa uraian capaian kinerja dari kegiatan
yang dilaksanakan kepada unit kerja eselon I penangungjawab
program.
Waktu Penyampaian Laporan
Kinerja
1) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyampaikan Laporan
Kinerjanya paling lama 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir kepada Menteri
Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi
2) Kepala Biro, Direktur, Kepala Pusat dan Inspektur Wilayah, Ketua Sekolah Tinggi
Pertanahan,
Kepala
Kantor
Wilayah
Badan
Pertanahan
Nasional
Provinsi
menyampaikan laporan kinerja kepada unit kerja eselon I masing-masing, Inspektur
Jendral dan Biro Perencanaan dan Kerjasama paling lama 1½ (satu setengah) bulan
setelah tahun anggaran berakhir.
3) Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota menyampaikan laporan kinerjanya kepada
Kepala Kantor Wilayah, Inspektur Jendral dan Biro Perencanaan dan Kerjasama paling
lama 1 (satu) bulan setelah anggaran berakhir.
4) Kepala SKPD menyampaikan uraian kinerja atas kegiatan yang dilaksanakan dalam
menggunakan dana pembantuan dan dekosentrasi kepada unit kerja eselon I dan Biro
Perencanaan dan Kerjasama paling lama 1 (satu) bulan etelah tahun anggran berakhir.
Format
Laporan
Kinerja di
Kementerian
ATR/BPN
BAB. I PENDAHULUANMenyajikan tentang gambaran umum organisasi sesuai tingkatanya, peran dan arti penting/ strategis organisasi (unit eselon I, II) dalam mendukung kinerja kementerian, permasalahan dan isu strategis organisasi (Kantor Wilayah di Provinsi yang
bersangkutan dan Kantor Pertanahan dalam Kabupaten yang bersangkutan), dan harapan para stokeholder akan keberadaan organisasi.
BAB. II PERENCANAAN KINERJA
Menguraikan ringkasan dari perjajian kinerja tahun bersangkutan yang telah dibuat BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Dilakukan analisa capaian kinerja dari masing-masing pernyataan kinerja yang diperjanjikan, yaitu dengan:
1) Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tuhun ini (outcome untuk kementerian, unit eselon I dan Unit eselon II, dan Ouput untuk satuan kerja kantor pertanahan kabbupaten/kota)
2) Membandingkan antara antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.
3) Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis masing-masing.
4) Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (Capaian kinerja di tingkatan unit kerja masing-masing dengan capaian kementerian tahun sebelumnya)
5) Analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta upaya apa yang telah dilakukan dan saran apa yang harus dilakukan oleh unit kerja yang lebih tinggi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi (dianggap ada masalah jika capaian kinerja bibawah 90%)
6) Analisa atas efisiensi penggunaan sumber daya baik sumberdaya dana, sumberdaya manusia maupun sarana dan prasarana (dilakukan dengan membandingkan antara sumberdaya yang digunakan dengan hasil yang dicapai di kalikan 100).
7) Analisa program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja (misalnya adanya kegiatan/program yang saling menghambat, atau kegiatan yang saling mendukung )
B. Realisasi Anggaran
Menguraikan realisasi angaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen perjanjian kinerja (hanya menampilkan persentase realisasi keuangan secara total tanpa harus menguraikan per kegiatan) C. Capaian Kinerja Lainnya
Informasi kinerja lainnya yang dicapai selama satu tahun berjalan, yang tidak dipeperjanjikan pada perjanjina kinerja, namun memiliki damapak yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik langsung maupun tak langsung (diantaranya jumlah Hak Tanggungan, dukungan terhadap Pemerintah Daerah, pelayanan)
BAB. IV PENUTUP
Menyampaikan kesimpulan hasil kinerja yang dicapai, dan apa yang akan dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kinerja, serta saran yang diharapkan pada pihak-pihak yang berhubungan dengan capaian kinerja
LAMPIRAN
1. Dokumen Perjanjian Kinerja 2. Lampiran Rencana Strategis Dokumen lainnya yang relevan
Indikator
Kinerja
1)
Pada Tingkat kementerian Indikator yang digunakan adalah Indikator Kinerja Utama (IKU) yang
dapat menggambarkan Hasil(Outcome) dari semua program yang dilaksanakan
2)
Pada tingkat Unit Kerja eselon I Indikator yang digunakan adalah indikator yang menggambarkan
hasil (Outcome) dari program yang menjadi tugas pokok dan fungsinya.
3)
Pada Tingkat unit kerja eselon II Indikator yang digunakan adalah indicator yang mengambarkan
hasil (Outcome) dan jika Outcomenya akan dicapai dari gabungan output dari unit kerja eselon II
yang lain, maka indikatornya dapat berupa output.
4)
Pada tingkat Satuan Kerja Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota Indikator yang digunakan dapat
berupa output
5)
SKPD yang melaksanakan tugas pembantuan dan dekonsentrasi Indikator kinerjanya dapat berupa
Data Kinerja
• Data yang digunakan dalam penyusunan laporan kinerja
merupakan rangkuman laporan selama satu tahun, sesuai
dengan perjajinan kinerja yang disusun, dan memperhatikan
indikator yang digunakan. Data yang digunakan harus jelas
penangungjawabnya, metode perhitungannya dan media yang
digunakan.
• Sumber data utama yang dapat digunakan adalah dari SKMPP
ATR/BPN, laporan bulanan, laporan triwulan, baik fisik maupun
keuangan, serta data lainnya yang dianggap mendukung.
Membandingkan Antara Target Renstra
dengan Capaian Selama Periode
Gambaran umum SDM
BPN-RI
do the thing right
do the right thing
tupoksi
user
do the thing right
do the right thing
Sertifikasi Prona
Invetraisasi IP4T
Jumlah rencana tata ruang
nasional/pulau/kepulauan/kawasan
strategis nasional
Jumlah operasionalisasi rencana tata
ruang nasional/pulau/kepulauan/kawasan
strategis nasional
Jumlah kawasan yang ditingkatkan
kualitasnya
Jumlah forum masyarakat dan dunia
usaha yang dibentuk atau mendapatkan
fasilitasi pengembangannya dalam
perencanaan tata ruang, pemanfaatan
ruang, dan penataan kawasan
Jumlah provinsi/kabupaten/kota yang
memperoleh pembinaan perencanaan tata
ruang dan pemanfaatan ruang daerah
Jaminan Kepastian
Hukum Hak Atas Tanah
Berkurangnya
Ketimpangan P4T
Tata Ruang yang
Produktif
Tata Ruang yang
berkelanjutan
Pemahanan Pelaku Tata
Outcome 1 : Terwujudnya Pelaksanaan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Indikator: Jumlah RTR Nasional/Pulau/Kepulauan/KSN
Jumlah operasionalisasi RTR Nasional/Pulau/Kepulauan/KSN
Jumlah Kawasan yang ditingkatkan kualitasnya
Jumlah forum masyarakat dan dunia usaha yang dibentuk atau mandapatkan fasilitasi pengembangannya dalam perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan penataan
kawasan
Output 1: Dokumen Kebijakan Teknis dan NSPK Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang
Indikator : Jumlah Dokumen Kebijakan Teknis dan NSPK Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang
Aktivitas : Menyusun Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang (RENC, MANF)
Menyusun Kebijakan Teknis, Program dan melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja (RENC, MANF, TAWAS, SET)
Menyusun data dan informasi kebijakan serta pelaksanaan program
Output 2: Dokumen Keterpaduan Program Pemanfaatan Ruang dan Harmonisasi peraturan perundangan sektoral Bidang Tata Ruang
Indikator : Jumlah Dokumen Kajian Harmonisasi peraturan perundangan sektoral yang berkaitan dengan Bidang Tata Ruang
Jumlah dokumen keterpaduan program pemanfaatan ruang wilayah Nasional, Pulau/Kepulauan, dan KSN serta Pelaksanaan Kelembagaan Lintas
Sektor dan Lintas Wilayah
Aktivitas : Melakukan kajian dan menyusun rekomendasi harmonisasi peraturan perundangan sektoral yang berkaitan dengan Bidang Tata Ruang (SET)
Menyusun kajian dan perencanaan lintas sektor dan lintas wilayah (MANF)
Melaksanakan Koordinasi Pelaksanaan Kelembagaan Lintas Sektor dan Lintas Wilayah (MANF)
Melaksanakan Sinkronisasi Program Sektor dalam perwujudan RTR (MANF)
Memetakan indikasi program RTR ke dalam program rencana pembangunan (MANF)
Melaksanakan penataan ruang KSN (MANF)
Output 3: RTRWN, Rencana Pengelolaan Ruang Laut dan Udara yang terintergasi dengan rencana tata ruang, RTR Pulau/Kepulauan, dan RTR KSN
Indikator : Jumlah Dokumen RTRWN, Rencana Pengelolaan Ruang Laut dan Udara yang terintergasi dengan rencana tata ruang, RTR Pulau/Kepulauan, RTR dan
KSN
Aktivitas : Melaksanakan Review RTRWN (RENC)
Menyusun RTR Pulau/Kepulauan (RENC)
Menyusun RTRWN, Rencana Pengelolaan Ruang Laut dan Udara yang terintergasi dengan rencana tata ruang, RTR Pulau/Kepulauan, dan RTR KSN
(termasuk revisi RTR KSN Jabodetabekpunjur)
Menyusun RTR dan RDTR Kawasan perbatasan negara (RENC)
Output 4: Kebijakan, strategi, dan implementasi perwujudan Pengembangan Kawasan
Indikator : Jumlah Dokumen Kebijakan, strategi, dan implementasi perwujudan Pengembangan Kawasan
Aktivitas : Menyusun rencana pengembangan, perwujudan, dan pengelolaan penataan kawasan perkotaan dan perintisan kota-kota baru (TAWAS)
Menyusun rencana pengembangan, perwujudan, dan pengelolaan ppenataan kawasan perdesaan (TAWAS)
Menyusun rencana pengembangan, perwujudan, dan pengelolaan penataan kawasan baru termasuk kawasan rawan bencana dan kawasan risiko
perubahan iklim (TAWAS)