• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAPORAN KINERJA dan PERJANJIAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELAPORAN KINERJA dan PERJANJIAN KINERJA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PELAPORAN KINERJA

dan

PERJANJIAN KINERJA

DI KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/

BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Tim Penyusun PK, LKj Kementerian, Setjen dan Biro

Perencanaan dan Kerjasama pada Biro Perencanaan

dan Kerjasama

(2)

Banyaknya komentar masyarakat tentang keberhasilan dan

ketidakberhasilan instansi pemerintah dalam menjalankan

amanah yang diberikan kepadanya menunjukkan

harapan dan

kepedulian publik yang harus direspon

expectation gap

Harapan Masyarakat akan dampak dibentuknya

kementerian ATR/BPN yang mengabungkan otoritas

dalam mengatur penggunaan lahan/tanah (tata ruang)

dengan otoritas dalam land registration (BPN) dalam

percepatan

meningkatkan

dan

pemerataan

kesejahteraan rakyat

.

Adanya keinginan semua jajaran kemeterian ATR/BPN

untuk mewujudkan harapan masyarakat, tapi

caranya bagaimana ?, apakah sudah memenuhi

harapan?, kalau sudah berapa banyak harapan yang

telah terpenuhi dan berapa yang belum terpenuhi?

(3)

Posisi PK, LKj dalam

Sistem AKIP

RPJMN 2015-2019

Rencana

Strategis ATR/BPN

2015-2019

Rencana Kinerja

Tahunan 2015

Laporan

Pertanggung

jawaban

Keuangan

2015

Rencana Kerja &

Anggaran (RKA)

2015

LKj

2015

Perjanjian Kinerja

2015

Kinerja

Aktual

2015

(4)

Jenis Pelaporan Di Kementerian

ATR/BPN

Pokok Bahasan

Berapa Output yang dihasilkan dari Anggaran yang

digunakan

Berapa Dampak yang Ditimbulkan untuk

mewujudkan Tanah dan Ruang untuk

sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Orientasi Pelaporan

OUTPUT

(Laporan Pertanggungjawaban Ke Auditor)

OUTCOME

(Laporan Pertanggungjawaban Ke Publik)

PELAPORAN

INTERIM

(Bulanan, Triwulan, Tahunan)

KINERJA

(5)

Hubungan Renstra Kementerian ATR/BPN dengan Restra Unit

Kerja Eselon I, II dan Satuan Kerja (Kantor Pertanahan

Kabupaten/Kota

KINERJA LIMA TAHUNAN

KEMENTERIAN ATR/BPN

RENSTRA

SATUAN

KERJA

RENSTRA

UNIT KERJA

ESELON i

RENSTRA

UNIT KERJA

ESELON II

(6)

Hubungan Perjanjian Kinerja Kementerian ATR/BPN dengan Restra Unit

Kerja Eselon I, II dan Satuan Kerja (Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota)

KINERJA SATU TAHUNAN

KEMENTERIAN ATR/BPN

PK

SATUAN

KERJA

PK UNIT

KERJA

ESELON i

PK UNIT

KERJA

ESELON II

PK KEMENTERIAN ATR/BPN

(7)

Perjanjian Kinerja Mementerian ATR/BPN Tahun

2015

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

1

Terciptanya organisasi yang adaptif

dan akuntabel

1.

Nilai reformasi birokrasi

2.

Nilai laporan kinerja

3.

Opini Badan Pemeriksa Keuangan

4.

Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan

80

65

WTP

90

2

Terwujudnya pelaksanaan

penyelenggaraan penataan ruang

dan penyelenggaraan pembinaan

penataan ruang daerah

1.

Jumlah rencana tata ruang

nasional/pulau/kepulauan/kawasan strategis nasional

2.

Jumlah operasionalisasi rencana tata ruang

nasional/pulau/kepulauan/kawasan strategis nasional

3.

Jumlah kawasan yang ditingkatkan kualitasnya

4.

Jumlah forum masyarakat dan dunia usaha yang

dibentuk atau mendapatkan fasilitasi

pengembangannya dalam perencanaan tata ruang,

pemanfaatan ruang, dan penataan kawasan

5.

Jumlah provinsi/kabupaten/kota yang memperoleh

pembinaan perencanaan tata ruang dan pemanfaatan

ruang daerah

24

40

12

38

525

3

Meningkatnya kepastian letak, batas

dan luas bidang tanah yang

mendukung penegakan hukum

(8)

4

Terwujudnya kepastian hukum hak atas

tanah

dan pemberdayaan

masyarakat penerima redistribusi dan

legalisasi aset

1.

Persentase peningkatan tanah dan ruang yang terdaftar

2.

Jumlah masyarakat pemilik sertipikat yang menerima

fasilitasi

acces reform

1,08

108.500

5

Meningkatnya kesejahteraan masyarakat

melalui pengaturan dan penataan,

penguasaan, pemilikan tanah serta

pemanfaatan, penggunaan tanah secara

optimal

1.

Persentase kenaikan pendapatan

per personal

income

masyarakat subyek reforma agraria

30

6

Terwujudnya pelaksanaan pengadaan

tanah bagi pembangunan untuk

kepentingan umum

1.

Indeks pemahaman penyelenggaraan pelaksanaan

pengadaan tanah

2.

Persentase tanah instansi pemerintah, BUMN/BUMD yang

terdaftar

3.

Presentase meningkatnya tertib administrasi pemanfaatan

tanah instansi pemerintah, BUMN/ BUMD yang terdaftar

4.

Luas cakupan peta zona nilai tanah (hektar)

2

10

25

4.000.000

7

Pemanfaatan ruang yang sesuai dengan

rencana tata ruang, tertib pemanfaatan

hak atas tanah dan pendayagunaan

tanah negara bekas tanah terlantar

1.

Persentase implementasi pengawasan dan pengendalian

pemanfaatan ruang pemerintah daerah provinsi,

kabupaten/kota

2.

Jumlah penindakan indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang

3.

Jumlah rekomendasi hasil pengendalian dan pemantauan

pertanahan

4.

Jumlah rekomendasi surat keputusan penertiban dan

pendayagunaan tanah terlantar

6,77

20

32

36

8

Berkurangnya sengketa, konflik dan

perkara pertanahan

1.

Persentase berkurangnya jumlah sengketa, konflik tanah dan

ruang

2.

Persentase berkurangnya jumlah perkara tanah dan ruang

50

20

(9)

AKUNTABILITAS KINERJA

“melaporkan hasil

(Outcome), bukan

(10)

Pihak yang menyusun PK

1) Perjaijian Kinerja di Tingkat Kementerian ditandatangani oleh Menteri Agraria dan

Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional

2) Perjajinan Kinerja Unit Eselon I (Inspektoral Jendral, Sekretaris Jendral dan

Direktorat Jendral) ditanda tangani oleh Pimpinan Unit Eseleon I dan diketahui

oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional

3) Perjanjinan Kinerja Eseleon II di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata

Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Pusat) di tandatangani oleh Pimpinan Eselon

II dan diketahui oleh Pimpinan Unit Eseleon I atasannya.

4) Perjanjian Kinerja Eselon II (Kepala Kantor Wilayah) ditandatangani oleh Kepala

Kantor Wilayah dan diketahui oleh Sekretaris Jendral.

5) Perjanjian Kinerja Satuan Kerja Kantor Pertanahan (eselon III) ditanda tangani

oleh Kepala Kantor Pertanahan dan diketahui Kepala Kantor Wilayah.

6) Unit Kerja eselon I yang menyalurkan dana dekonsentrasi dan pembantuan

kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Perjanjian Kinerja disusun

tersendiri oleh Kepala SKPD dan diketahui oleh pimpinan Unit Kerja Eselon I.

(11)

Format Perjanjian Kinerja

Unit Kerja Eselon I di

Kementerian ATR/BPN

KOP SEKRETARIS JENDRAL/INSPEKTORAT JENDRAL /DIREKTORAT JENDRAL

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 200XX

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi asil pada Sekretaris Jendral/Inspektur Jendral/Direktorat Jendral……….., kami yang bertabda tangan di bawah ini:

Nama :

Jabatan : Direktur Jendral………... Selanjutnya disebut pihak pertama

Nama :

Jabatan : Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Selaku atasan pihak pertama, selanjunya disebut pihak kedua

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.

Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

………,………. Pihak Kedua, Pihak Pertama

……… ………

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 20XX

SEKRETARIS JENDRAL/INSPEKTORAT JENDRAL/DIREKTORAT JENDRAL………. KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL No Sasaran Program/Kegiatan Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) (4) Kegiatan Anggaran 1………. Rp. ………. 2………. Rp……… Jumlah Rp……… ………,……….20XX Menteri Agraria dan Tata Ruang/

Kepala Badan Pertanahan Nasional

………

Sekretaris Jendral/Inspektorat Jendral/Direktorat Jendral……….

(12)

Format Perjanjian Kinerja

Unit Kerja Eselon II di

Kementerian ATR/BPN

KOP DIREKTUR/KEPALA BIRO/KEPALA PUSAT/INSPEKTUR WILAYAH/KETUA SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 20XX

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi hasil pada Direktorat/Biro/Pusat…….., kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Jabatan :Direktur/Inspektur Wilayah/Kepala Biro/Kepala Pusat/Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Selanjutnya disebut pihak pertama Nama :

Jabatan : Sekretaris Jendral/Inspektur Jendral/Direktur Jendral…….. Selaku atasan pihak pertama, selanjunya disebut pihak kedua

Pihak pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.

Pihak kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.

………,……….

Pihak Kedua, Pihak Pertama

……… ………

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 20XX DIREKTORAT/BIRO/KEPALA PUSAT……….

SEKRETARIS JENDRAL/INSPEKTORAT JENDRAL/DIREKTORAT JENDRAL………. KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL

No Kegiatan Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3) (4) Kegiatan Anggaran 1………. Rp. ………. 2………. Rp……… Jumlah Rp……… ………,……….20XX Sekretaris Jendral/Inspektorat Jendral/Direktorat Jendral………. ………

Direktur/Kepala Biro/Kepala Pusat……….

(13)

Revisi

PK

(14)

Laporan

Kinerja

Menjawab capaian kinerja atas

target yang telah ditetapkan

(15)

Pihak yang menyusun Laporan

Kinerja

1) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

2) Biro/Direktur/Kepala Pusat/Inspektur Wilayah/Ketua Sekola Tinggi

Pertanahan

3) Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi

4) Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota

5) Pimpinan SKPD yang menerima dana perbantuan dan dekosentrasi

menyampaikan bahan berupa uraian capaian kinerja dari kegiatan

yang dilaksanakan kepada unit kerja eselon I penangungjawab

program.

(16)

Waktu Penyampaian Laporan

Kinerja

1) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyampaikan Laporan

Kinerjanya paling lama 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir kepada Menteri

Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan

Pembangunan Nasional, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi

2) Kepala Biro, Direktur, Kepala Pusat dan Inspektur Wilayah, Ketua Sekolah Tinggi

Pertanahan,

Kepala

Kantor

Wilayah

Badan

Pertanahan

Nasional

Provinsi

menyampaikan laporan kinerja kepada unit kerja eselon I masing-masing, Inspektur

Jendral dan Biro Perencanaan dan Kerjasama paling lama 1½ (satu setengah) bulan

setelah tahun anggaran berakhir.

3) Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota menyampaikan laporan kinerjanya kepada

Kepala Kantor Wilayah, Inspektur Jendral dan Biro Perencanaan dan Kerjasama paling

lama 1 (satu) bulan setelah anggaran berakhir.

4) Kepala SKPD menyampaikan uraian kinerja atas kegiatan yang dilaksanakan dalam

menggunakan dana pembantuan dan dekosentrasi kepada unit kerja eselon I dan Biro

Perencanaan dan Kerjasama paling lama 1 (satu) bulan etelah tahun anggran berakhir.

(17)

Format

Laporan

Kinerja di

Kementerian

ATR/BPN

BAB. I PENDAHULUAN

Menyajikan tentang gambaran umum organisasi sesuai tingkatanya, peran dan arti penting/ strategis organisasi (unit eselon I, II) dalam mendukung kinerja kementerian, permasalahan dan isu strategis organisasi (Kantor Wilayah di Provinsi yang

bersangkutan dan Kantor Pertanahan dalam Kabupaten yang bersangkutan), dan harapan para stokeholder akan keberadaan organisasi.

BAB. II PERENCANAAN KINERJA

Menguraikan ringkasan dari perjajian kinerja tahun bersangkutan yang telah dibuat BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Dilakukan analisa capaian kinerja dari masing-masing pernyataan kinerja yang diperjanjikan, yaitu dengan:

1) Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tuhun ini (outcome untuk kementerian, unit eselon I dan Unit eselon II, dan Ouput untuk satuan kerja kantor pertanahan kabbupaten/kota)

2) Membandingkan antara antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.

3) Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis masing-masing.

4) Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (Capaian kinerja di tingkatan unit kerja masing-masing dengan capaian kementerian tahun sebelumnya)

5) Analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta upaya apa yang telah dilakukan dan saran apa yang harus dilakukan oleh unit kerja yang lebih tinggi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi (dianggap ada masalah jika capaian kinerja bibawah 90%)

6) Analisa atas efisiensi penggunaan sumber daya baik sumberdaya dana, sumberdaya manusia maupun sarana dan prasarana (dilakukan dengan membandingkan antara sumberdaya yang digunakan dengan hasil yang dicapai di kalikan 100).

7) Analisa program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja (misalnya adanya kegiatan/program yang saling menghambat, atau kegiatan yang saling mendukung )

B. Realisasi Anggaran

Menguraikan realisasi angaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen perjanjian kinerja (hanya menampilkan persentase realisasi keuangan secara total tanpa harus menguraikan per kegiatan) C. Capaian Kinerja Lainnya

Informasi kinerja lainnya yang dicapai selama satu tahun berjalan, yang tidak dipeperjanjikan pada perjanjina kinerja, namun memiliki damapak yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik langsung maupun tak langsung (diantaranya jumlah Hak Tanggungan, dukungan terhadap Pemerintah Daerah, pelayanan)

BAB. IV PENUTUP

Menyampaikan kesimpulan hasil kinerja yang dicapai, dan apa yang akan dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kinerja, serta saran yang diharapkan pada pihak-pihak yang berhubungan dengan capaian kinerja

LAMPIRAN

1. Dokumen Perjanjian Kinerja 2. Lampiran Rencana Strategis Dokumen lainnya yang relevan

(18)

Indikator

Kinerja

1)

Pada Tingkat kementerian Indikator yang digunakan adalah Indikator Kinerja Utama (IKU) yang

dapat menggambarkan Hasil(Outcome) dari semua program yang dilaksanakan

2)

Pada tingkat Unit Kerja eselon I Indikator yang digunakan adalah indikator yang menggambarkan

hasil (Outcome) dari program yang menjadi tugas pokok dan fungsinya.

3)

Pada Tingkat unit kerja eselon II Indikator yang digunakan adalah indicator yang mengambarkan

hasil (Outcome) dan jika Outcomenya akan dicapai dari gabungan output dari unit kerja eselon II

yang lain, maka indikatornya dapat berupa output.

4)

Pada tingkat Satuan Kerja Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota Indikator yang digunakan dapat

berupa output

5)

SKPD yang melaksanakan tugas pembantuan dan dekonsentrasi Indikator kinerjanya dapat berupa

(19)

Data Kinerja

• Data yang digunakan dalam penyusunan laporan kinerja

merupakan rangkuman laporan selama satu tahun, sesuai

dengan perjajinan kinerja yang disusun, dan memperhatikan

indikator yang digunakan. Data yang digunakan harus jelas

penangungjawabnya, metode perhitungannya dan media yang

digunakan.

• Sumber data utama yang dapat digunakan adalah dari SKMPP

ATR/BPN, laporan bulanan, laporan triwulan, baik fisik maupun

keuangan, serta data lainnya yang dianggap mendukung.

(20)
(21)

Membandingkan Antara Target Renstra

dengan Capaian Selama Periode

(22)
(23)
(24)

Gambaran umum SDM

BPN-RI

(25)

do the thing right

do the right thing

tupoksi

user

(26)

do the thing right

do the right thing

Sertifikasi Prona

Invetraisasi IP4T

Jumlah rencana tata ruang

nasional/pulau/kepulauan/kawasan

strategis nasional

Jumlah operasionalisasi rencana tata

ruang nasional/pulau/kepulauan/kawasan

strategis nasional

Jumlah kawasan yang ditingkatkan

kualitasnya

Jumlah forum masyarakat dan dunia

usaha yang dibentuk atau mendapatkan

fasilitasi pengembangannya dalam

perencanaan tata ruang, pemanfaatan

ruang, dan penataan kawasan

Jumlah provinsi/kabupaten/kota yang

memperoleh pembinaan perencanaan tata

ruang dan pemanfaatan ruang daerah

Jaminan Kepastian

Hukum Hak Atas Tanah

Berkurangnya

Ketimpangan P4T

Tata Ruang yang

Produktif

Tata Ruang yang

berkelanjutan

Pemahanan Pelaku Tata

(27)
(28)

Outcome 1 : Terwujudnya Pelaksanaan Penyelenggaraan Penataan Ruang

Indikator: Jumlah RTR Nasional/Pulau/Kepulauan/KSN

Jumlah operasionalisasi RTR Nasional/Pulau/Kepulauan/KSN

Jumlah Kawasan yang ditingkatkan kualitasnya

Jumlah forum masyarakat dan dunia usaha yang dibentuk atau mandapatkan fasilitasi pengembangannya dalam perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan penataan

kawasan

Output 1: Dokumen Kebijakan Teknis dan NSPK Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang

Indikator : Jumlah Dokumen Kebijakan Teknis dan NSPK Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang

Aktivitas : Menyusun Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang (RENC, MANF)

Menyusun Kebijakan Teknis, Program dan melaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja (RENC, MANF, TAWAS, SET)

Menyusun data dan informasi kebijakan serta pelaksanaan program

Output 2: Dokumen Keterpaduan Program Pemanfaatan Ruang dan Harmonisasi peraturan perundangan sektoral Bidang Tata Ruang

Indikator : Jumlah Dokumen Kajian Harmonisasi peraturan perundangan sektoral yang berkaitan dengan Bidang Tata Ruang

Jumlah dokumen keterpaduan program pemanfaatan ruang wilayah Nasional, Pulau/Kepulauan, dan KSN serta Pelaksanaan Kelembagaan Lintas

Sektor dan Lintas Wilayah

Aktivitas : Melakukan kajian dan menyusun rekomendasi harmonisasi peraturan perundangan sektoral yang berkaitan dengan Bidang Tata Ruang (SET)

Menyusun kajian dan perencanaan lintas sektor dan lintas wilayah (MANF)

Melaksanakan Koordinasi Pelaksanaan Kelembagaan Lintas Sektor dan Lintas Wilayah (MANF)

Melaksanakan Sinkronisasi Program Sektor dalam perwujudan RTR (MANF)

Memetakan indikasi program RTR ke dalam program rencana pembangunan (MANF)

Melaksanakan penataan ruang KSN (MANF)

Output 3: RTRWN, Rencana Pengelolaan Ruang Laut dan Udara yang terintergasi dengan rencana tata ruang, RTR Pulau/Kepulauan, dan RTR KSN

Indikator : Jumlah Dokumen RTRWN, Rencana Pengelolaan Ruang Laut dan Udara yang terintergasi dengan rencana tata ruang, RTR Pulau/Kepulauan, RTR dan

KSN

Aktivitas : Melaksanakan Review RTRWN (RENC)

Menyusun RTR Pulau/Kepulauan (RENC)

Menyusun RTRWN, Rencana Pengelolaan Ruang Laut dan Udara yang terintergasi dengan rencana tata ruang, RTR Pulau/Kepulauan, dan RTR KSN

(termasuk revisi RTR KSN Jabodetabekpunjur)

Menyusun RTR dan RDTR Kawasan perbatasan negara (RENC)

Output 4: Kebijakan, strategi, dan implementasi perwujudan Pengembangan Kawasan

Indikator : Jumlah Dokumen Kebijakan, strategi, dan implementasi perwujudan Pengembangan Kawasan

Aktivitas : Menyusun rencana pengembangan, perwujudan, dan pengelolaan penataan kawasan perkotaan dan perintisan kota-kota baru (TAWAS)

Menyusun rencana pengembangan, perwujudan, dan pengelolaan ppenataan kawasan perdesaan (TAWAS)

Menyusun rencana pengembangan, perwujudan, dan pengelolaan penataan kawasan baru termasuk kawasan rawan bencana dan kawasan risiko

perubahan iklim (TAWAS)

(29)

Outcome 2 :

Terwujudnya Penyelenggaraan Pembinaan Penataan Ruang daerah

Indikator:

Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang memperoleh pembinaan perencanaan tata ruang dan pemanfaatan ruang

daerah

Output 1 :

Fasilitasi perencanaan tata ruang dan pemanfaatan ruang daerah

Indikator :

Jumlah Provinsi/Kabupaten/Kota yang memperoleh fasilitasi perencanaan

tata ruang dan pemanfaatan ruang daerah

Aktivitas :

Melaksanakan pembinaan teknis perencanaan tata ruang dan pemanfaatan

ruang daerah di Provinsi/Kabupaten/Kota

(BINDA)

Memberikan Persetujuan Substansi dalam penyusunan RTRW

Provinsi/Kabupaten/Kota (BINDA)

Melaksanakan Pembinaan Pemenuhan SPM di Provinsi/Kabupaten/Kota/

Perkotaan

(BINDA)

Output 2 :

Forum pemangku kepentingan dan kelompok masyarakat yang dibentuk dan

difasilitasi pengembangannya dalam perencanaan tata ruang dan

pemanfaatan ruang daerah

Indikator :

Jumlah forum masyarakat dan dunia usaha yang dibentuk atau mandapatkan

fasilitasi dalam perencanaan tata ruang dan pemanfaatan ruang daerah

Aktivitas :

Melaksanakan program kemitraan dengan forum masyarakat dan dunia

(30)
(31)
(32)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini verifikasi hasil model dilakukan terhadap elevasi pasang surut, suhu permukaan dan suhu vertikal serta verifikasi pola arus permukaan yang diperoleh dari

Para dosen dan rekan-rekan penulis di Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus yang telah banyak memberikan bantuan

Metabisulfit (mg/kg) Keterangan 2 5 6 7 10 12 13 0 0 0 0 0 0 0 Memenuhi standar Memenuhi standar Memenuhi standar Memenuhi standar Memenuhi standar Memenuhi standar Memenuhi

Pada masa revolusi, pemugaran bukan hanya terhenti, akan tetapi yang lebih parah adalah dokumen dan arsip-arsip penting lainnya sebagian musnah akibat perang.

Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan pengujian untuk mengetahui nilai tegangan tembus dari minyak kelapa murni dengan penambahan senyawa TiO2 (Titanium

Bila dibandingkan dengan rata-rata anjuran makan nasi yang dianjurkan untuk kelopok umur tersebut, maka konsumsi nasi pada contoh penelitian ini baik laki-laki

tengah kapal secara memanjang maupun secara sarat kapal memiliki hambatan terkecil pada Fn 0,35 yaitu sebesar 1,37 N mengurangi 34% hambatan model original yang

Dari kegiatan penelitian rancang bangun rangkaian pengkondisi sinyal untuk sensor nitrat amperometrik ini, dapat diperoleh simpulan bahwa pembuatan rangkaian pengkondisi sinyal