AKREDITASI PROGRAM STUDI SARJANA BORANG AKREDITASI FAKULTAS

Teks penuh

(1)

0

BAN-PT

AKREDITASI

PROGRAM STUDI SARJANA

BORANG AKREDITASI

FAKULTAS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

IKIP MUHAMMADIYAH MAUMERE

MAUMERE 2017

Alamat : Jl. Jenderal Sudirman Waioti Maumere

Telp : (0382) 2425464 Fax : (0382) 2425465

(2)

1

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI 1

STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

4

STANDAR 2 TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU

11

STANDAR 3 MAHASISWA DAN LULUSAN 26

STANDAR 4 SUMBER DAYA MANUSIA 30

STANDAR 5 KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK 34 STANDAR 6 PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM

INFORMASI

38

STANDAR 7 PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA

45

(3)

2 DATA DAN INFORMASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

IKIP MUHAMMADIYAH MAUMERE

IDENTITAS

Nama Perguruan Tinggi : IKIP Muhammadiyah MAUMERE

Alamat : Jl. Jenderal Sudirman Waioti Maumere No. Telepon : (0382) 2425464

No. Faksimili : (0382) 2425465

Homepage dan E-Mail :www.ikipmumaumere.ac.id & ikipmuhammadiyah@yahoo.com

Nomor dan SK

Pendirian Institusi : SK Kemendikbud RI Nomor : 21/E/O/2013

Tanggal SK pendirian PS : 22 Januari 2013

Pejabat yang Menerbitkan SK : Dirjen Dikti Depdikbud - Prof. Dr. Djoko Santoso

Identitas berikut ini mengenai Fakultas (yang bersangkutan dengan PS) dari Perguruan Tinggi : Nama Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

Alamat : Jl. Jenderal Sudirman Waioti Maumere

No. Telepon : (0382) 2425464

No. Faksimili : (0382) 2425465

Homepage dan E-Mail : ikipmuhammadiyah@yahoo.com

Nomor dan Tanggal

SK Pendirian Fakultas : 22 Januari 2013

Pejabat yang Menerbitkan SK : Dirjen Dikti Depdikbud. Program studi yang dikelola oleh Fakultas/Sekolah Tinggi: 1. PS Pendidikan Ekonomi (Jenjang pendidikan S-1)

2. PS Pendidikan Kewarganegaraan (Jenjang pendidikan S-1)

3. PS Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Jenjang pendidikan S-1) 4. PS Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris (Jenjang pendidikan S-1)

Isian selanjutnya adalah informasi yang mencakup semua program studi dalam Fakultas/Sekolah Tinggi

Keterangan:

* Untuk Institut atau Institut, borang ini diisi oleh Fakultas. ** Untuk Sekolah Tinggi, borang ini diisi oleh Sekolah Tinggi.

(4)

3 IDENTITAS PENGISI BORANG

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

IKIP MUHAMMADIYAH MAUMERE

Nama : Ahmad Yani, S.Pd., M.Pd.

NIDN : 826038903

Jabatan : Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora Tanggal Pengisian : 06 Februari 2017

Tanda Tangan :

Nama : Khaidir, M. Pd

NIDN : 829077002

Jabatan : Wakil Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora Tanggal Pengisian : 06 Februari 2017

Tanda Tangan :

Nama : Drs. Amir Djonu, MM

NIDN : 8819250017

Jabatan : Anggota Penyusun Borang Tanggal Pengisian : 06 Februari 2017

Tanda Tangan :

Keterangan:

* Untuk Institut atau Institut, borang ini diisi oleh Fakultas. ** Untuk Sekolah Tinggi, borang ini diisi oleh Sekolah Tinggi.

(5)

4 STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

1.1 Visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian Fakultas/Sekolah Tinggi

1.1.1 Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora ( F-PISHUM ) IKIP Muhammadiyah Maumere

Meninjau Dasar Hukum penyusunan visi, misi, dan tujuan F-PISHUM IKIP

Muhammadiyah Maumere

1. Adapun dasarhukum dan acuan yang digunakan adalah sebagai berikut:

 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional

 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

 Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 222/U/1998 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.

 Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 02/PED/1.0/B/2012 tanggal 16 April 2012 tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

 Ketentuan Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 178/KET/I.3/D/2012 tentang Penjabaran Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 02/PED/I.O/B/2012 tentang PTM.

 Statuta IKIP Muhammadiyah Maumere Tahun 2013

 Rencana Strategis (Renstra) IKIP Muhammadiyah Maumere Tahun 2017-2022

 Rencana Strategis (Renstra) F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere Tahun 2017-2022

 Visi dan Misi IKIP Muhammadiyah Maumere

2. Mekanisme Penyusunan Visi, Misi dan Tujuan F-PISHUM IKIP

Muhammadi-yah Maumere

 Mekanisme penyusunan visi, misi dan tujuan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dilakukan sebagai berikut :

a. Studi literatur tentang penyusunan visi dan misi fakultas.

b. Rapat di tingkat fakultas untuk membicarakan mengenai langkah-langkah pembuatan visi, misi, dan tujuan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dengan

(6)

5 mengikutsertakan pimpinan program studi dan institut.

c. Dalam rapat tersebut diputuskan perlu adanya perumusan kembali visi, misi, dan tujuan Fakultas yang sesuai dengan perkembangan keadaan.

d. Setelah rumusan visi, misi, dan tujuan tersebut ditetapkan secara bersama, selanjutnya seluruh peserta rapat menyepakati untuk mengesahkan visi, misi, dan tujuan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere.

e. Visi, Misi, dan tujuan Fakultas tersebut kemudian disosialisasikan ke berbagai pihak dengan menggunakan berbagai metode.

1.1.2. Visi, misi, dan tujuan Fakultas/Sekolah Tinggi. Visi

Menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (PISHUM) yang unggul menyediakan tenaga pendidik yang unggul, profesional, dan memiliki kompetensi yang handal penuh nilai-nilai keimanan dan akhlak karimah di kancah Nasional pada tahun 2022

1. Unggul :Menghasilkan tenaga pendidik yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan turut serta dalam melaksanakan Catur-Dharma perguuan tinggi (pendidikan dan pengajaran, pengabdian masyarakat, penelitian dan Al – Islam Kemuhammadiyahan.

2. Profesional :Menghasilkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan (kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional)

3. Religius :Mengimplementasikan nilai – nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu untuk menghasilkan tena-ga pendidik Ilmu Sosial dan Humaniora yang professional, unggul dan kompetitif. 2. Mengembangkan dan menyelenggarakan penelitian Pendidiakan Ilmu Sosial dan

Hu-maniora.

3. Melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai salah satu proses peman-tapan dan pemanfaatan ilmu untuk masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan Ilmu Sosial dan Humaniora.

(7)

6 4. Mengimplementasikan ilmu pengetahuan guna menciptakan lapangan pekerjaan baru. 5. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan dalam ilmu pengetahuan

dan teknologi, menuju keluhuran akhlak, dan kematangan professional

1.1.3 Tujuan

1. Menghasilkan lulusan (Tenaga pendidik) yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT., menjiwai Pancasila dan UUD 1945, serta berwawasan Islam dan kemuhammadi-yahan.

2. Menghasilkan tenaga pendidik yang profesional dalam bidang ilmu sosial dan humaniora. 3. Menghasilkan tenaga pendidik yang memiliki keterampilan membuat dan melaksanakan

desain, strategi, metode, yang berkaitan dengan Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora. 4. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaannya

sendiri.

5. Menghasilkan tenaga pendidik yang mampu merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat melakukan upaya pembaharuan dan pemberdayaan masyarakat

1.1.4 Sasaran dan strategi pencapaiannya

Sasaran dan strategi pencapaian mengacu pada visi, misi, dan tujuan Fakultas (F-PISHUM), sedangkan strategi pencapaian dikemukakan berdasarkan tahapan kurun waktu pencapaiannya.

Sasaran Fakultas Ilmu Sosial dan humaniora dikelompokkan sebagai berikut: a. Pengembangan dan inovasi kurikulum dan peningkatan kompetensi lulusan. b. Peningkatan kompetensi dosen.

c. Peningkatan mutu penelitian dalam bidang ilmu sosial dan humaniora.

d. Peningkatan mutu pengabdian masyarakat dalam bidang ilmu sosial dan humaniora. e. Peningkatan kerjasama dengan lembaga, institusi, atau perusahaan.

(8)

7

No. SASARAN

PROGRAM

TAHAPAN STRATEGI PENCAPAIAN

2017 2018 2019 2020 2021 2022 1. PENDIDIKAN a. Pengembangan dan inovasi kurikulum F-PISHUM bersama Prodi mengevaluasi kurikulum secara berkala. Mengadakan lokakarya kurikulum dengan pimpinan , dosen, pakar, dan pengguna lulusan (institusi dan

perusahaan).

Lokakarya dan revisi SAP dan Silabus

Mengadakan lokakar-ya mengenai mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan Lokakarya revisi Kurikulum Penerapan revisi kurikulum b. Peningkatan mutu lulusan secara konsisten Tersusunnya target lulusan F-PISHUM tahun 2022 Menyusun strategi untuk target lulusan dengan IPK 3,20

Mengevaluasi strategi untuk target lulusan dengan IPK 3,20

IPK rata-rata lulusan F-PISHUM mencapai 3,30

IPK rata-rata lulusan F-PISHUM

mencapai 3,40

IPK rata-rata lulusan F-PISHUM

mencapai 3,50 c. Peningkatan

kuali-tas dosen

Studi lanjut dosen ke jenjang S2 dan S3. S.2 untuk calon dosen dan S.3 bagi dosen tetap.

Mengikutisertakan dosen dalam pelatihan

Information Communi-cation and technology

(ICT).

Mengevaluasi kompe-tensi dosen dalam bidang Information Communication and technology (ICT) Mengirim dosen dalam berbagai kegiatan ilmiah di tingkat nasional dan international Studi lanjut S2. 30% dosen sudah menyelesaikan program doktor. Studi lanjut S3. 50% dosen sudah menyelesaikan program doktor 2. PENELITIAN a. Penyelenggaraan penelitian tematis Penyelenggaraan penelitian bertema Sosial dan Humaniora

Tersusunnya target kegiatan penelitian bertema Sosial dan Humaniora yang rele-van dengan keadaan sosial masyarakat.

Terselenggaranya kegiatan penelitian bertema Sosial dan Humaniora yang rele-van dengan keadaan sosial masyarakat.

Terselenggaranya kegiatan penelitian bertema Sosial dan Humaniora yang relevan dengan keadaan sosial masyarakat. Tercapainya hasil penelitian bertema sosial dan humaniora yang maksimal.

Publikasi hasil pene-litian bertema sosial dan humaniora yang maksimal.

b. Peningkatan pu-blikasi karya il-miah

Sosialisasi publikasi karya ilmiah bertema Sosial dan Humaniora

Tersusunnya target publikasi karya ilmiah dosen

Hasil penelitian ilmiah dosen dipublikasikan di jurnal Perguruan Tinggi

Hasil penelitian ilmiah dosen dan mahasiswa dipublikasikan di jurnal Perguruan Tinggi Hasil penelitian ilmiah dosen dipublikasikan di jurnal terakreditasi dikti. Hasil penelitian ilmiah dosen dipublikasikan di jurnal terakreditasi intrenasional

3. Peningkatan peran PENGABDIAN MASYARAKAT

serta Fakultas dalam

Tersusunnya rencana kegiatan pengabdian Terselenggaranya ke-giatan pengabdian Terselenggaranya kegiatan pengabdian Terselenggaranya kegiatan pengabdian Terselenggaranya kegiatan pengabdian Terselenggaranya kegiatan pengabdian

(9)

8

No. SASARAN

PROGRAM

TAHAPAN STRATEGI PENCAPAIAN

2017 2018 2019 2020 2021 2022

pengembangan pendi-dikan

masyarakat yang berskala kabupaten

kepada masyarakat yang sesuai dengan bidang Sosial dan Humaniora yang berskala kabupa-ten.

kepada masyarakat yang sesuai dengan bidang Sosial dan Humaniora yang bers-kala provinsi.

kepada masyarakat yang berskala provin-si. kepada masyarakat berskala Nasional kepada masyarakat berskala Internasinal. 4 Ke-Muhammadiyah-an Peningkatan kepriba-dian civitas akademika Fakultas yang me-mahami ajaran dan amalan Muhammadi-yah yang diselaraskan dengan ajaran Islam secara keseluruhan. Tersusunnya rencana kegiatan peningkatan kepribadian civitas akademika Fakultas terhadap ajaran dan amalan Keuhammadiyahan. Terselenggaranya dua kegiatan peningkatan kepribadian civitas akademika Fakultas terhadap ajaran dan amalan Kemuuhammadiyahan. Terselenggaranya tiga kegiatan peningkatan kepribadian civitas akademika fakultas terhadap ajaran dan amalan

Kemuhammadiyahan.

Terselenggaranya empat kegiatan pe-ningkatan kepribadian civitas akademika fakultas terhadap ajaran dan amalan Kemuhammadiyahan

Terselenggaranya lima kegiatan pe-ningkatan kepriba-dian civitas akademi-ka fakultas terhadap ajaran dan amalan Kemuhammadiyahan Terselenggaranya delapan kegiatan peningkatan kepri-badian civitas akademika fakultas terhadap ajaran dan amalan

(10)

7 1.2 Uraikan upaya penyebaran/sosialisasi, serta tingkat pemahaman sivitas akademika (dosen

dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan

 Upaya penyebaran tentang Visi, Misi Fakultas disampaikan antara lain dengan:

1. Memasang papan visi, misi, dan tujuan tersebut di kelas-kelas, ruang dosen, ruang pimpinan Fakultas, dan ruang sekretariat F-PISHUM .

2. Mencantumkan di buku panduan akademik tentang visi, misi, dan tujuan, serta sasaran Fakultas.

3. Pimpinan fakultas menyampaikannya langsung kepada para mahasiswa baru pada saat mengikuti masa ta’aruf (mataf) juga pada saat silaturahmi mahasiswa baru masa Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) dengan pimpinan fakultas dan prodi, kepada para dosen, dan tenaga kependidikan pada acara rapat dosen, dan kegiatan-kegiatan akademik lainnya. 4. Dosen menyampaikan di kelas-kelas dan dikaitkan dengan mata kuliahnya

masing-masing.

5. Internet (on line) melalui laman www.ikipmumaumere.ac.id, yang dapat diakses setiap waktu untuk dicermati dan dipahami oleh stakeholder internal maupun eksternal

Pemahaman Dosen terhadap Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas dapat terlihat pada:

1. Keaktifan dosen dalam mengajar dengan menggunakan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan serta memanfaatkan media ICT.

2. Besarnya partisipasi dosen dalam pelatihan dan pelaksanaan penelitian pada bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Humaniora.

3. Antusiasme dosen di fakultas dalam mengadakan pengabdian masyarakat dalam berbagai tema yang berkaitan dengan ilmu sosial dan ilmu humaniora.

4. Antusiasme dosen di fakultas dalam mengikuti dan mengadakan seminar nasional maupun internasional tentang perkembangan ilmu sosial dan ilmu humaniora.

Pemahaman mahasiswa terhadap Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas

1. Mahasiswa dapat mengaplikasikan model-model pembelajaran yang diterapkan oleh dosen dalam bentuk berbagai hasil pembelajaran. Keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam melakukan penelitian pada bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Humaniora.

2. Keterlibatan dan partisipasi mahasiswa dalam pengabdian masyarakat dalam berbagai tema yang berkaitan dengan ilmu sosial dan ilmu humaniora.

3. Partisipasi yang begitu besar dari mahasiswa dalam menghadiri seminar nasional maupun internasional tentang perkembangan ilmu sosialdan ilmu humaniora dan implementasinya di berbagai bidang.

(11)

8 Pemahaman tenaga kependidikan terhadap Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas

1. Tenaga kependidikan ikutserta dalam mempersiapkan berbagai fasilitas untuk kebu-tuhan perkuliahan, misalnya penyediaan form absen dosen dan mahasiswa, penyediaan LCD di setiap kelas.

2. Tenaga kependidikan terlibat dalam mempersiapkan penelitian, misalnya memper-siapkan surat-menyurat, seperti: surat observasi, surat pengambilan data ke berbagai instansi, dan lain-lain.

3. Keikutsertaan dan tenaga kependidikan dalam mempersiapkan pengabdian masyarakat dengan mempersiapkan surat-menyurat, seperti: surat observasi, surat pengambilan da-ta ke berbagai insda-tansi, dan lain-lain.

4. Keikutsertaan tenaga kependidikan dalam mempersiapkan pelaksanaan seminar nasional maupun internasional tentang perkembangan ilmu sosial dan humaniora implementasinya di berbagai bidang.

(12)

11 STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN DAN

PENJAMINAN MUTU

2.1 Tata Pamong

Tata pamong adalah suatu sistem yang dapat menjadikan kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu berjalan secara efektif di dalam institut/institusi yang mengelola program studi. Hal-hal yang menjadi fokus di dalam tata pamong termasuk bagaimana kebijakan dan strategi disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terpilihnya pemimpin dan pengelola yang kredibel dan sistem penyelenggaraan program studi secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan menerapkan prinsip-prinsip keadilan.

Organisasi dan sistem tata pamong yang baik (good governance) mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab dan keadilan Fakultas/Sekolah Tinggi dalam mengelola program studi.

Uraikan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di Fakultas/Sekolah Tinggi untuk memilih pemimpin dan membangun sistem tata

pamong yang kredibel, akuntabel, transparan, bertanggung jawab dan adil.

Sistem tata pamong di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dibangun ber-dasarkan nilai luhur yang selama ini dianut dan diterapkan di IKIP Muhammadiyah Maumere. Nilai luhur tersebut adalah menghayati, menjunjung tinggi, dan mengamalkan nilai-nilai pendidikan, kemanusiaan dan keagamaan secara konsisten di dalam kampus maupun di luar kampus.

Dalam rangka mewujudkan Visi, Misi dan Tujuan yang telah disusun dengan taha-pan waktu yang jelas, maka Sistem Tata Pamong (dalam hal ini terkait dengan pelaku ta-ta pamong dan sistem keta-tata-tapamongan) di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dirancang sepenuhnya melalui terjaminnya pelaksanaan Lima Pilar Tata Pamong yakni: kredibel, transparan, akuntabel, bertanggungjawab, dan adil.

Kredibel

Tata pamong yang kredibel memiliki legitimasi dan kepercayaan dari civitas akademika dan stakeholder. Kredibilitas F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere telah diakui oleh para stakeholder, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten

(13)

12 Sikka, Pemerintah Kabupaten Sikka, Sekolah mitra Institusi, orangtua/wali mahasiswa dan tokoh masyarakat yang menunjukkan adanya kepuasan terhadap pelaksanaan kinerja F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere.

Tata pamong yang kredibel dapat terjamin dalam proses pemilihan para calon pelaku tata pamong, dalam hal ini pengangkatan Dekan dilakukan melalui:

1.Mekanisme pemilihan yang diawali dengan pembentukan tim pemilihan Dekan. Tim ini mengumumkan adanya pemilihan Dekan. Tim meminta kesediaan dosen-dosen yang memenuhi syarat untuk menjadi dekan untuk mengikuti pemilihan. Tim menen-tukan waktu pemilihan Dekan. Pada kesempatan ini calon-calon Dekan menyam-paikan visi dan misinya di depan Senat Fakultas.

2.Proses pemilihan ini dilaporkan oleh tim pemilihan Dekan kepada Rektor.

3.Berdasarkan surat pengajuan dari tim pemilihan dekan, Rektor mengangkat Dekan setelah mendapat pertimbangan dari Senat Fakultas.

Dalam penyelenggaraan IKIPMu Maumere yang masih baru maka pengangkatan Dekan langsung diangkat oleh Rektor dengan pertimbangan BPH dan Pimpinan Daerah Mu-hammadiyah (PDM) Kabupaten Sikka.

Transparan

Kepemimpinan, pengelolaan dan sistem pengambilan keputusan di IKIP Muhammadiyah Maumere dilaksanakan secara terbuka (transparan). Keterbukaan tersebut meliputi seluruh aspek dalam sistem tata pamong di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere. Keterbukaan dalam bidang keuangan antara lain ditunjukkan dengan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere - yang melibatkan seluruh civitas akademika, serta trasparansi dalam penggunaan keuangan. Keterbukaan dalam bidang informasi antara lain ditunjukkan dengan terlaksananya proses musyawarah dalam pengambilan keputusan. Semua hasil keputusan/kebijakan dapat diakses sepenuhnya oleh para civitas akademika maupun stakeholder melalui pertemuan yang diselenggarakan, seperti rapat dosen, pertemuan dengan orang tua mahasiswa, organisasi mahasiswa, serta publikasi melalui buku panduan Teknis yang diberikan kepada mahasiswa baru pada awal perkuliahan.

Akuntabel

Dekan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere mempertanggung-jawabkan seluruh program kerja Fakultas dan kebijakan berkenaan dengan pengambilan keputusan berdasar pada STATUTA IKIP Muhammadiyah Maumere. Semua bentuk laporan serta keputusan

(14)

13 dalam menentukan kebijakan, Dekan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere di buktikan melalui dokumentasi laporan seluruh program dan kebijakan yang dirancang. Untuk menjamin terselenggaranya sistem tata pamong yang akuntabel, seluruh program serta kebijakan yang akan dilaksanakan direncanakan melalui rapat kerja yang dilaksanakan secara rutin setiap awal pertengahan semester tahun, didokumentasikan dalam bentuk kumpulan laporan, kebijakan atau peraturan dan dipertanggungjawabkan setiap tahun melalui laporan tahunan dan evaluasi diri yang dilakukan di depan Senat dan di akhir masa jabatan.

Responsibilitas

Pimpinan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere merespon dan menegakkan semua aturan, hukum, etika, dan tradisi yang berlaku di IKIP Muhammadiyah Maumere, sehingga F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dapat menjadi Fakultas yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi lingkungan internal maupun eksternal.

Sistem pertanggungjawaban internal didasarkan pada Struktur Organisasi yang tertuang dalam Surat Keputusan Badan Pengawas Harian dan tercermin pada adanya prosedur penyampaian laporan secara periodik dari Ketua kepada sivitas akademika melalui rapat Senat Fakultas dan kepada stakeholder melalui laporan tahunan. Etika dosen diatur dalam Kode Etik Dosen IKIP Muhammadiyah Maumere (2013). Etika Tenaga Kependidikan dan Disiplin Dosen diatur dalam SK Ketua Senat IKIP Muhammadiyah Maumere No. 08/IKIPMuh-M/N/2013 tanggal 21 Desember 2013. Etika mahasiswa antara lain diatur dalam buku Tata Tertib Mahasiswa sesuai Keputusan Ketua Senat IKIP Muhammadiyah Maumere Muhammadiyah Nomor: 09/IKIPMuh-M/N/2013 tanggal 21 Desember 2013 tentang Tata Tertib Mahasiswa IKIP Muhammadiyah Maumere. Semua ketentuan yang ada diatur dalam statuta dan peraturan akademi IKIP Muhammadiyah Maumere.

Bentuk tanggung jawab F-PISHUM terhadap masyarakat diwujudkan dengan dilaksanakannya Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang relevan dengan bidang ilmu dan dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk mengevaluasi tanggung jawab Fakultas terhadap mahasiswa dilakukan survei kepuasaan pelayanan akademis mahasiswa. Evaluasi pelaksanaan tanggung jawab Fakultas terhadap dosen dan karyawan dilakukan dengan melakukan survei kepuasan dosen dan karyawan menggunakan kuisioner.

(15)

14

Adil

Fakultas PISHUM memberikan beban tugas kepada civitas akademika secara berimbang. Pelaku tata pamong senantiasa memberikan beban tugas pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat ataupun beban tugas administratif secara proposional sesuai dengan kemampuan, keahlian dan latar belakang pendidikan.

Fakultas memberikan beban tugas kepada civitas akademika secara berimbang. Pelaku tata pamong senantiasa memberikan beban tugas pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat ataupun beban tugas administratif secara proposional sesuai dengan kemampuan, keahlian dan latar belakang pendidikan.

Prinsip keadilan diwujudkan pula melalui pemberian penghargaan dan sanksi terhadap civitas akademika sesuai dengan ketentuan yang berlaku antara lain pada keputusan PP Muhammadiyah tahun 1999 tentang Kode Etik Dosen, dan Nomor: 09/IKIPMuh-M/N/2013 tanggal 21 Desember 2013 tentang Tata Tertib Mahasiswa. Pemberian penghargaan misalnya berupa beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi baik dalam bidang akademik dan nonakademik yang diatur dalam SK Rektor No. /A.09.01/2010. Selain itu dilakukan pemberian sanksi yang tertuang dalam buku Tata Tertib Mahasiswa yang diberikan oleh pimpinan Fakultas, pemberian peringatan, sanksi dan pemecatan bagi tenaga kependidikan dan dosen yang melakukan tindakan indisipliner. Pemberian sanksi terhadap yang memiliki, menyimpan, memperdagangkan, menyebarkan, membuat, atau menggunakan narkotika, obat-obatan berbahaya, dan zat aditif, lainnya (NARKOBA) di luar tujuan pengobatan, hal ini diatur dalam Keputusan Rektor IKIP Muhammadiyah Maumere, SK Dekan No. 008/KEP/III.AU/F/2013 tanggal 18 September 2013.

(16)

15 2.2 Struktur Organisasi, Koordinasi dan Cara Kerja Fakultas/Sekolah Tinggi

Gambarkan struktur organisasi Fakultas/Sekolah Tinggi serta tugas/fungsi dari tiap unit yang ada.

STRUKTUR ORGANISASI

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

Keterangan: ___________ Garis Komando ... Garis Koordinasi REKTOR SENAT INSTITUT DEKAN WAKIL DEKAN BEM Fakultas Ketua Program Studi Lab. Bahasa MAHASISWA SENAT FAKULTAS Gugus Penjaminan Mutu Fakultas WAKIL REKTOR I DAN II Lab.Micro Teaching

(17)

16

1. DEKAN

a. Kualifikasi dan Kompetensi 1) Pendidikan minimal S2

2) Jabatan fungsional minimal asisten ahli

3) Bidang studi sesuai dengan salah satu program studi yang ada di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere

4) Bersedia melaksanakan amanat Persyarikatan untuk mencapai tujuan pendidikan Muhammadiyah

5) Bersedia mengkhidmatkan diri dalam melaksanakan tugas minimal 4 hari (36 jam) dalam seminggu

6) Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi serta komitmen yang kuat untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere

7) Memiliki tanggung jawab untuk memajukan dan mengembangkan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dan Persyarikatan Muhammadiyah

b. Tugas dan Tanggung Jawab

1) Memimpin perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu mewujudkan tercapainya keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, menyelenggarakan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

2) Melaksanakan upaya pengembangan fakultas

3) Membina hubungan kerjasama dengan berbagai pihak

4) Memberikan laporan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan Fakultas kepada Rektor IKIP Muhammadiyah Maumere

c. Wewenang

1) Menetapkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah di tingkat fakultas

2) Melaksanakan pembinaan civitas akademika 3) Melaksanakan tata usaha fakultas

(18)

17

2. WAKIL DEKAN

a. Kualifikasi dan Kompetensi 1) Pendidikan minimal S2

2) Jabatan fungsional minimal asisten ahli

3) Bidang studi sesuai dengan salah satu program studi yang ada di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere

4) Bersedia mengkhidmatkan diri dalam melaksanakan tugas minimal 4 hari (36 jam) dalam seminggu

5) Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi serta komitmen yang kuat untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere

6) Memiliki tanggung jawab untuk memajukan dan mengembangkan F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dan Persyarikatan Muhammadiyah

b. Tugas dan Tanggung Jawab

1) Memimpin perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu mewujudkan tercapainya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menyelenggarakan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

2) Melaksanakan upaya pengembangan fakultas

3) Membina hubungan kerjasama dengan berbagai pihak

4) Memberikan laporan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan Fakultas kepada Rektor IKIP Muhammadiyah Maumere

c. Wewenang

1) Menetapkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah di tingkat fakultas

2) Melaksanakan pembinaan civitas akademika 3) Melaksanakan tata usaha fakultas

4) Menetapkan target penerimaan mahasiswa baru

3. SENAT FAKULTAS

Senat Fakultas adalah badan normatif dan perwakilan tinggi pada fakultas yang dipim-pin oleh Dekan yang beranggotakan pimdipim-pinan Fakultas, Ketua Program Studi dan wakil

(19)

18 dosen. Tugas Senat Fakultas adalah :

1. Merumuskan kebijaksanaan akademik Fakultas.

2. Merumuskan kebijaksanaan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepriba-dian civitas akademika.

3. Merumuskan norma dan tolak ukur penyelenggaraan pendidikan di tingkat Fakultas 4. Menilai pertanggungjawaban dekan atas pelaksanaan akademik selama periode

kepemimpinan Dekan.

5. Memilih calon pimpinan Fakultas/Prodi (Dekan, Ketua/Sekretaris Program Studi) dari dari calon-calon yang diajukan oleh Rektor dan memberi pertimbangan terhadap pen-gangkatan jabatan-jabatan pimpinan di tingkat Fakultasnya.

4. GUGUS PENJAMINAN MUTU FAKULTAS

Unsur-unsur penjaminan mutu pada tingkat Fakultas terdiri atas pejabat Fakultas yang bersifat ad hoc. Dekan bertanggung jawab atas penjaminan mutu pada tingkat Fa-kultas. GPM dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dekan. GPM mempunyai tugas mengembangkan sistem penjaminan mutu, dokumen kebijakan, peraturan, standar dan manual prosedur penjaminan mutu pada tingkat Fakultas. Kenggotaan GPM di Fakultas terdiri dari dosen yang menjadi perwakilan program studi di Fakultas PISHUM, sedang-kan anggota GPM merupasedang-kan perwakilan dosen dari setiap Program Studi yang telah di-tetapkan oleh Rektor.

Dekan melaksanakan rekomendasi perbaikan dari laporan hasil MONEV yang telah disetujui oleh Rektor. Selanjutnya Dekan membuat keputusan untuk menindaklanjuti hasil audit melalui pelaksanaan penjaminan mutu oleh GPM. Setiap tahun Senat Fakultas me-nerima laporan evaluasi diri dan laporan audit penjaminan mutu tingkat Fakultas untuk dipelajari dan membuat perubahan peraturan dan kebijakan baru dalam rangka peningka-tan mutu pendidikan.

Untuk penjaminan mutu di tingkat program studi, Ketua Program Studi bertanggung jawab atas penjaminan mutu pada tingkat Program Studi, dan berkoordinasi dengan pen-jaminan mutu di tingkat Fakultas. Hal ini dilakukan karena Fakultas PISHUM baru memiliki 4 (empat) program studi yakni program studi Pendidikan Ekonomi, program studi Pendidikan PKn, program studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Tugas GPM disamping membantu Dekan, juga membantu ketua program studi dalam penyusunan dokumen-dokumen: 1) spesifikasi program studi; 2) prosedur

(20)

19 operasional standar (SOP); 3) instruksi kerja yang sesuai dengan standar mutu, manual mutu dan SOP ditingkat fakultas.

5. KETUA PROGRAM STUDI

a. Kualifikasi dan Kompetensi 1) Pendidikan minimal S2

2) Jabatan fungsional minimal Asisten Ahli 3) Sesuai dengan bidang studi

4) Memiliki kemampuan memimpin

5) Bersedia melaksanakan amanat Persyarikatan untuk mencapai tujuan pendidikan Muhammadiyah

6) Bersedia menghidmatkan diri dalam melaksanakan tugas minimal 4 hari (36 jam) dalam seminggu

7) Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi serta komitmen yang kuat untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere

8) Memiliki tanggung jawab untuk memajukan dan mengembangkan Program Studi di FPISUHM IKIP Muhammadiyah Maumere dan Persyarikatan Muhammadiyah

b. Tugas dan Tanggung Jawab

1) Penanggung jawab tertib pelaksanaan kurikulum pada program studi. 2) Penanggung jawab penyelenggaraan perkuliahan pada program studi.

3) Penanggung jawab evaluasi penyelenggaraan perkuliahan pada program studi.

4) Mengembangkan mutu keilmuan pada program studi sesuai perkembangan dan kebutuhan pasar.

5) Membantu pelaksanaan fungsi dan tugas pokok Sekretaris Dekan yang terkait dengan program studi terutama di bidang pendidikan dan pengajaran.

6) Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat

7) Melaksakan upaya pengembangan program studi

8) Melakukan hubungan kerjasama dengan berbagai pihak untuk pengembangan program studi

(21)

20 kepada Dekan

10) Mengajukan dan memilih dosen-dosen pengampu mata kuliah

c. Wewenang

1) Menetapkan jadwal perkuliahan, Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, dan kegaiatan-kegiatan penunjang

2) Menyelenggarakan Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, dan Proposal Skripsi

3) Mengajukan Dosen Pembimbing Akademik 4) Menentukan Judul dan Pembimbing Skripsi

5) Menentukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat

6. BEM F-PISHUM

BEM PISHUM merupakan suatu organisasi kemahasiswaan pada Fakultas yang dipilih melalui musyawarah mahasiswa pada Fakultas. BEM PISHUM di SK-kan oleh Dekan dan bertugas untuk : mengkoordinir, membina, dan mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. BEM PISHUM bertanggungjawab kepada Fakultas.

Berdasarkan struktur, fungsi, dan kewenangan para pihak yang telah diuraikan di atas, maka apabila terdapat penyimpangan dan ketidakberesan dalam pelaksanaan masing-masing, maka pimpinan institut dan pimpinan fakultas melakukan teguran. Mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga sanksi sesuai dengan kadar kesalahannya. Penerapan penghukuman dilakukan sebagai langkah akhir setelah dibicarakan secara terbuka, transparan, dan adil dalam rapat di fakultas dan rapat di tingkat institut. Sebaliknya, bila para civitas akademika di fakultas mampu menyelesaikan tugas dengan baik, maka fakultas memberikan penghargaan yang sebanding dengan kinerjanya. Misalnya, dengan mengusulkan kenaikan jabatan, mengusulkan menjadi dosen atau karyawan teladan di tingkat institut.

7. HMP (HIMPUNAN MAHASISWA PRODI)

HMP merupakan suatu organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi yang dipilih melalui musyawarah mahasiswa pada masing-masing Program Studi. HMP di SK-kan oleh Dekan dan bertugas untuk : mengkoordinir, membina, dan mengembangkan bakat dan minat mahasiswa pada tiap-tiap program studi. HMP bertanggungjawab kepada Fakultas.

(22)

21 Berdasarkan struktur, fungsi, dan kewenangan para pihak yang telah diuraikan di atas, maka apabila terdapat penyimpangan dan ketidakberesan dalam pelaksanaan masing-masing, maka pimpinan Institut dan pimpinan Fakultas melakukan teguran. Mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga sanksi sesuai dengan kadar kesalahannya. Penerapan penghukuman dilakukan sebagai langkah akhir setelah dibicarakan secara terbuka, transparan, dan adil dalam rapat di fakultas dan rapat di tingkat Institut. Sebaliknya, bila para civitas akademika di fakultas mampu menyelesaikan tugas dengan baik, maka fakultas memberikan penghargaan yang sebanding dengan kinerjanya. Misalnya, dengan mengusulkan kenaikan jabatan, mengusulkan menjadi dosen atau karyawan teladan di tingkat Institut.

Rencana Pengembangan Fakultas:

Rencana induk pengembangan fakultas ditekankan pada bidang: Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Pada Masyarakat dan Ke-Muhammadiyahan.

a. Bidang Pendidikan: dalam bidang pendidikan fakultas mengupayakan pengembangan

melalui perbaikan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, penambahan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memadai baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Dengan demikian fakultas dapat meningkatkan kompetensi para dosen, sehingga mutu lulusan dapat meningkat pula. Melakukan perbaikan mutu pelayanan akademik, mengadakan sarana dan prasarana pendidikan, merencanakan pengembangan program studi baru yang relevan dengan perkembangan di masyarakat, membina program studi yang ada agar meningkat kualitasnya. Memfasilitasi pelatihan kewirausahaan yang berjiwa islami bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa.

b. Bidang Penelitian: Fakultas bekerjasama Institut menyelenggarakan pelatihan di bidang penelitian. Menjalin kerjasama dengan lembaga lain untuk melakukan penelitian. Bersama program studi mengirim dosen-dosen untk mengikuti pelatihan mengenai bidang penelitian.

c. Bidang Pengabdian Pada Masyarakat: Fakultas bersama Institut menyelenggarakan

pelatihan di bidang pengabdian masyarakat. Menjalin kerjasama dengan lembaga lain untuk melakukan pengabdian masyarakat. Bersama program studi mengirim dosen-dosen untuk mengikuti pelatihan mengenai bidang pengabdian masyarakat.

d. Ke-Muhammadiyahan: Fakultas melaksanakan pengembangan kepribadian islami

civ-itas akademika dengan mengacu pada ajaran dan amalan Muhammadiyah

(23)

22 2.3 Kepemimpinan

Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur di fakultas. Kepemimpinan ini mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama. Dengan kepemimpinan efektif, maka pimpinan dapat membuat keputusan yang tepat dan cepat. Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistis, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.

Jelaskan pola kepemimpinan dalam Fakultas/Sekolah Tinggi.

1. Kepempimpinan Operasional

Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi, dan tujuan ke dalam kegiatan operasional fakultas. Dalam pencapaian visi, misi, dan tujuan fakultas senantiasa menerapkan nilai, norma, etika, dan budaya akademis yang telah disosialisasikan kepada semua unsur. Misalnya, sehubungan dengan visi, misi, dan tujuan fakultas, maka pimpinan fakultas menjelaskan kepada dosen, karyawan, dan tenaga kependidikan mengenai kedisiplinan dalam bekerja. Keberhasilan dalam kedisiplinan ini dapat dilihat dari karakter dosen, karyawan, dan tenaga kependidikan yang disiplin dalam bekerja, terutama dalam memberikan pelayanan kepada dosen dan mahasiswa.

2. Kepemimpinan Organisasi

Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam organisasi perguruan tinggi. Dalam rangka pencapaian visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan sangat diperlukan suatu sistem pengorganisasian kerja yang kuat. Distribusi tugas dan tanggung jawab dilaksanakan dengan pendekatan kolektivitas agar tumbuh kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.

Kepemimpinan fakultas dibentuk berdasarkan keputusan bersama. Artinya seluruh kebijakan di tingkat fakultas selalu diputuskan dalam forum rapat fakultas yang melibatkan program studi.

(24)

23 rapat senat fakultas, dimana dekan sebagai ketua. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil didasarkan pada fakta, data dan berbagai kepentingan seluruh unit kerja yang terdapat di fakultas. Dengan demikian keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan adalah hasil musyawarah dan mufakat bersama, sehingga dapat menjamin efektivitas implementasinya di lapangan.

3. Kepemimpinan Publik

Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik. Secara eksternal kerjasama dan kemitraan dijalin dengan lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga industri dalam bentuk kegiatan praktikum, studi lembaga, dan pelatihan-pelatihan. Kerjasama yang dilakukan ber-tujuan untuk meningkatkan kualitas fakultas yang tercermin pada kualitas program studi.

Pola kepemimpinan dalam Fakultas

Asas kepemimpinan di fakultas mengedepankan musyawarah dan mufakat sebagai koridor dalam pengambilan kebijakan. Kepemimpinan kolegial yang ada di Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial dan Humaniora di IKIP Muhammadiyah Maumere

mempertegas adanya nilai/etika serta budaya organisasi yang memberikan peluang kepada setiap unsur untuk dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal. Dekan hanya dibantu oleh seorang sekretaris dekan, hal ini sangat realistis, mengingat jumlah mahasiswa yang ada relatif sedikit baru angkatan pertama. Untuk itu perlu koordinasi yang harus dilakukan dengan rapat rutin setiap minggu atau berbagai komunikasi informal yang diciptakan dalam suasana kekeluargaan yang harmonis. Pimpinan fakultas adalah pimpinan yang kredibel karena diseleksi dari kader IKIP Muhammadiyah Maumere.

2.4 Sistem Pengelolaan

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup planning,

organizing, staffing, leading, controlling, serta operasi internal dan eksternal.

Jelaskan sistem pengelolaan Fakultas/Sekolah Tinggi serta ketersediaan Renstra dan Renop.

Sistem pengelolaan fakultas didasarkan pada job description masing-masing unsur pim-pinan. Berbagai bentuk aktivitas diawali dengan rapat kerja (renja) tahunan yang

(25)

24 menghasilkan program kerja fakultas yang mengacu pada Renstra Institut. Dalam penyusu-nan rencana kerja fakultas didahului dengan rapat dengan kaprodi untuk memetakan aktivi-tas satu tahun ke depan. Rapat program kerja program studi berasal dari dosen melalui rapat dengan para dosen. Renja ditetapkan oleh dekan dan menjadi pedoman dalam aktivitas di fakultas.

Dekan mengawasi pelaksanaan program kerja di lingkup fakultas. Pengawasan diperlukan agar semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana kerja. Selain itu, Dekan bersama Wakil Dekan melakukan monitoring untuk mendapatkan berbagai masukan agar aktivitas pengembangan dapat berjalan lebih akurat dan kredibel. Untuk itu pimpinan Fakultas selalu berkordinasi dengan pimpinan institut, para pakar, dan stakeholder terkait sistem pengelolaan tersebut yang meliputi:

a. Perencanaan

Mencakup program pendidikan yang meliputi kurikulum. Perencanaan ini dilakukan oleh unit-unit kerja yang berkaitan (mulai dari dosen tetap, dosen tidak tetap, ketua program studi, dekan hingga rektor) sesuai dengan kewenangannya secara terkoordinasi. Selain itu, perencanaan juga dilakukan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

b. Pengorganisasian

Dalam rangka pencapaian visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan sangat diperlukan suatu sistem pengorganisasian kerja yang kuat. Distribusi tugas dan tanggungjawab dilaksanakan dengan pendekatan kolektivitas agar tercipta kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

c. Pengembangan Staf

Staf fakultas secara berkala memperoleh pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral mereka. Pendidikan dan pelatihan ini selalu disesuaikan dengan kebutuhan, spesifikasi, dan keahlian staf yang ada.

d. Pengarahan

Dilakukan sebagai upaya menggerakkan, mengarahkan, dan memotivasi seluruh aktivitas staf agar bersedia bekerja sama dan bekerja secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan fakultas.

e. Pengawasan

Monitoring senantiasa dilakukan terhadap seluruh aktivitas akademik, baik yang dilakukan oleh tenaga pendidik maupun oleh tenaga kependidkan. Pengawasan ini

(26)

25 bertujuan untuk mengetahui apakah staf sudah bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya.

f. Monitoring dan evaluasi dilakukan sesuai dengan pelaksanaan catur dharma perguruan

tinggi Muhammadiyah, dengan cara sebagai berikut.

1) Mekanisme rapat rutin. Meliputi rapat dosen secara keseluruhan, rapat koordinator mata kuliah paralel dan rapat laboratorium.

2) Mekanisme monitoring kehadiran dosen mengajar. Sub Bagian Administrasi Perkuliahan melaporkan rekapitulasi kehadiran dosen dan memberikan foto kopi kehadiran kepada Ketua Program Studi. Pencatatan kehadiran dosen dilakukan dengan manual yang ditandatangani dosen kemudian dimasukkan ke dalam sistem komputer.

3) Mekanisme monitoring kehadiran mahasiswa: Dosen pengajar mencatat kehadiran mahasiswa pada daftar hadir secara manual pada saat perkuliahan dilaksanakan; Seusai perkuliahan Bagian Akademik memasukkan daftar kehadiran ini ke komputer. Pada akhir perkuliahan, Bagian Administrasi Akademik menjumlahkan semua kehadiran setiap mahasiswa. Jumlah ini kemudian dikoordinasikan dengan dosen mata kuliah yang bersangkutan. Batas minimal kehadiran mahaiswa adalah 75 persen dari seluruh perkuliahan. Bagi mahasiswa yang kurang dari batas tersebut dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti ujian, baik UTS maupun UAS.

4) Mekanisme untuk memperoleh umpan balik dari dosen dan mahasiswa mengenai pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) dilakukan setiap akhir semester. Untuk memantau kesesuaian pemberian materi perkuliahan dengan SAP, maka secara rutin Prodi melalui Bagian Akademik mengecek Berita Acara Perkuliahan (BAP). Selain itu, Prodi melalui Koordinator Mata Kuliah menyebar angket kepada mahasiswa yang berisi penilaian terhadap proses belajar mengajar yang dilakukan dosen. Hasil angket ini diberikan kepada dosen yang bersangkutan. Bagi dosen yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditentukan, Prodi akan memberikan teguran lisan. Namun jika pada semester berikut belum ada perubahan, maka prodi akan mengenakan sanksi berupa pengurangan jam mengajar dan teguran secara tertulis. 5) Mekanisme pelaksanaan kegiatan memperkenalkan calon lulusan kepada dunia kerja,

serta memperoleh umpan balik dari alumni dan pengguna lulusan. Hal ini dilakukan antara lain dengan mengumpulkan berbagai informasi mengenai lowongan kerja dari masyarakat pengguna lulusan (lembaga, instansi, maupun perusahaan). Informasi ini langsung disebarluaskan kepada para alumni, terutama yang belum bekerja melalui

(27)

26 SMS, media sosial, maupun pengumuman-pengumuman lowongan kerja dan pemagangan yang dapat di akses melalui laman resmi IKIP Muhammadiyah Maumere

www.ikipmumaumere.ac.id.

Penelusuran (pelacakan) alumni secara rutin dilakukan setiap dua tahun sekali dengan melakukan penelitian. Hal yang sama juga dilakukan terhadap masyarakat pengguna lulusan guna mendapatkan berbagai masukan/saran dan keluhan dalam rangka penyempurnaan proses belajar mengajar.

2.5 Sistem Penjaminan Mutu Fakultas/Sekolah Tinggi

Jelaskan sistem penjaminan mutu dalam Fakultas/Sekolah Tinggi. Jelaskan pula standar mutu yang digunakan.

Dalam kaitannya dengan pelaksanaan penjaminan mutu pada F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere, Unit Penjamin Mutu yang dibentuk Institut untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan semua kegiatan Catur Dharma baik secara administratif maupun dari aspek pelaksanaannya, karena dengan cara seperti itu sistem dan kerja dikontrol sesuai dengan mekanisme yang berlaku sehingga jaminan mutu dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan target visi dan misi fakultas.

Fakultas melakukan penjaminan mutu baik untuk peningkatan kualitas intitusi maupun lulusan Fakultas ditargetkan menjadi institusi seperti yang diuraikan pada visi. Sedangkan lulusan diharapkan memenuhi kualifikasi, yakni mempunyai kemampun intelektual, terampil, profesional, percaya diri dan mempunyai jiwa kewirausahaan.

Pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat F-PISHUM IKIP Muhammadiyah Maumere dilakukan pada aspek mengontrol proses pembelajaran dan evaluasi yang dilakukan dalam satu semester. Bentuk evaluasi terdiri dari :Kuis, Ujian Tengah Semester, Tugas dan Ujian Semester.

Dalam proses pembelajaran, lembaga penjaminan mutu di tingkat fakultas sudah melakukan penjaminan mutu untuk beberapa aspek antara lain yaitu:

1. Melakukan monitoring yang berkaitan dengan kehadiran dosen dalam perkuliahan; 2. Melakukan monitoring yang terkait dengan ketepatan waktu jam masuk dan jam

selesai perkuliahan sesuai jadwal yang ditentukan;

(28)

27 4. Kesiapan Silabus dan SAP untuk setiap matakuliah yang diampu;

5. Kesesuaian materi yang diajarkan

6. Pedoman pembuatan tugas mandiri dan tugas terstruktur

7. Pedoman pembuatan soal UTS dan UAS (dalam bentuk instruksi Dekan) 8. Pedoman penulisan diktat, modul, dan buku ajar

9. Pedoman Pembimbing Akademik 10. Pedoman penulisan tugas akhir (skripsi)

11. Pedoman penelitian, pengabdian masyarakat, dan penulisan jurnal 12. Daftar kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan.

Bukti hasil monitoring yang dilakukan oleh lembaga penjaminan mutu di tingkat fakultas tersebut selanjutnya dipakai sebagai dasar untuk menganalisis kinerja dosen pada fakultas Pendidikan ilmu sosial dan humaniora pada setiap semesternya.

Pelaksanaan monitoring yang dilakukan lembaga penjaminan mutu tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di fakultas Pendidikan ilmu sosial dan humaniora.

Agar pelaksanaan sistem pembelajaran dapat berjalan dengan baik, maka unit penjamin mutu di tingkat program studi menggunakan siklus PDECA (Plan, Do, Evaluation,Check dan Action) pada sistem pembelajaran.

Plan : yaitu hal yang terkait dengan bagaimana rencana pembelajaran yang akan dilakukan mulai dari kontrak perkuliahan, kesiapan silabus, RPS dan bahan ajar;

Do : yaitu terkait dengan bagaimana proses pembelajaran dilakukan terutama mengenai metode dan alat bantu pembelajaran yang digunakan selama perkuliahan;

Evaluation : yaitu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan oleh Program Studi. Laporan temuan ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan dari rencana selain dilaporkan kepada Dekan juga dilaporakan kepada UPM, seperti apakah proses pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat berdasarkan silabus dan RPS yang ada atau belum;

Check : yaitu melakukan evaluasi apakah proses pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat berdasarkan silabus dan RPS yang ada atau belum;

(29)

28 untuk perbaikan proses pembelajaran berikutnya, demikian seterusnya

Selain itu, fakultas Pendidikan ilmu sosial dan humaniora melakukan penjaminan mutu antara lain dengan melakukan evaluasi relevansi kurikulum yang berbasis kompetensi, untuk kemudian diadakan penyempurnaan melalui lokakarya setiap dua tahun sekali dengan melibatkan seluruh dosen, perwakilan mahasiswa,alumni, stakeholder, para pakar dari perguruan tinggi lain, praktisi dunia usaha dan lain-lain. Selain itu dalam rangka pelaksanaan penjaminan mutu, maka ditingkat program studi membentuk kelompok kerja (POKJA) yang terdiri atas dosen bidang ilmu yang berfungsi sebagai perencana dan pengendali mutu penyelenggaraan pendidikan di program studi. Salah satu tugas dari kelompok kerja penjaminan mutu yaitu melakukan monitoring terhadap proses pembelajaran mulai dari persiapan dosen (bahan ajar, silabus, RPS, Kompetensi da-sar,Indikator,metode, alokasi waktu pertemuan, soal ujian, tugas akhir), pelaksanaan pembelajaran hingga evaluasi lulusan.Hasil monitoring dan penilaian tersebut akan disampaikan pada rapat tingkat fakultas yang membahas khusus masalah tersebut dan selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi dalam rangka peningkatan mutu Hasil bela-jar fakultas Pendidikan ilmu sosial dan humaniora.

STANDAR 3. MAHASISWA DAN LULUSAN

3.1 Mahasiswa

3.1.1 Sistem Rekrutmen dan Seleksi Calon Mahasiswa Baru dan Efektivitasnya.

Kebijakan sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa (mencakup mutu prestasi dan reputasi akademik serta bakat pada jenjang pendidikan sebelumnya, equitas wilayah, kemampuan ekonomi dan jender).

Efektivitas implementasi sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa untuk menghasilkan calon mahasiswa yang bermutu diukur dari jumlah peminat, proporsi pendaftar terhadap daya tampung dan proporsi yang diterima dan yang registrasi. Seleksi dilakukan mengingat semakin tingginya minat masyarakat untuk masuk ke program studi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, IKIP Muhammadiyah Maumere. Minat ini tidak lepas daya tarik prodi yang lulusannya cepat terserap oleh pasar kerja. Di samping pengawalan mutu akademik yang terus-menerus dijaga.

(30)

29 Jelaskan sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa baru yang diterapkan pada Fakultas/Sekolah Tinggi ini, serta efektivitasnya.

a. Kebijakan Penerimaan Mahasiswa Baru: Mahasiswa baru diterima melalui beberapa jalur.

1) Jalur tanpa tes bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik di sekolah yang diukur dari nilai rapor dengan nilai rapor 8.5 pada kelas terakhir di SMA/SMK/MA 2) Jalur Tes: melalui tes yang diselenggarakan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru tingkat Institut. Tes mencakup: Tes Kemampuan Umum yang meliputi tes Bahasa Indonesia Dasar, Bahasa Inggris Dasar dan Matematika Dasar dan Tes Ke-mampuan pada pilihan prodinya masing-masing. Bagi mahasiswa Transfer berlaku aturan sebagai berikut, mahasiswa harus berasal dari program studi yang sejenis dan memiliki peringkat akreditasi minimal sama dengan program studi yang dituju. Mahasiswa yang berasal dari program studi yang tidak relevan dengan program studi yang dituju harus mengulang dari awal, atau jika dikonversi, hanya mata kuliah yang terdapat pada program studi yang dituju.

b. Kriteria Penerimaan:

1) Memiliki ijazah yang sah dari SMA/SMK/MA atau sederajat.

2) Memenuhi semua persyaratan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3) Memiliki surat keterangan kesehatan dan Bebas Narkoba.

4) Lulus Tes atau tanpa tes sesuai dengan kebijakan di poin a.

c. Prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru. Penerimaan mahasiswa baru dilakukan dalam empat gelombang. Gelombang pertama mulai bulan Maret s.d April, Gelombang kedua mulai April s.d Mei, dan Gelombang ketiga pada bulan Mei s.d Juli, serta Gelombang keempat pada bulan Juli s.d Agusutus. Prosedurnya sebagai berikut :

1) Setiap calon mahasiswa wajib mengisi formulir pendaftaran secara langsung, me-nyerahkan kelengkapan administrasi yang diminta serta membayar uang pendafta-ran.

2) Calon mahasiswa tanpa tes dapat langsung mengisi formulir Registrasi dan melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan bagi mahasiswa yang menempuh jalur tes menunggu waktu tes sesuai gelombang pen-daftaran masing-masing yang dilakukan oleh institut dan calon mahasiswa menunggu pengumuman hasil tesnya 3 hari kemudian. 3) Mahasiswa yang dinyatakan lulus tes wajib mengisi formulir Registrasi dengan melengkapi seluruh

(31)

30 persyaratan administrasi.

d. Instrumen Penerimaan mahasiswa baru: Instrumen terdiri dari Formulir: 1) Formulir pendaftaran sebagai peserta tes, 2) Kartu Tanda Peserta Tes) 3) Formulir Daftar Ulang, 4) Soal Tes, dan lembar Jawaban (LJK), 5) Kunci Jawaban, 6) Laporan hasil pemeriksaan lembar jawaban dengan sistem komputerisasi, 7) Lembar Analisis Item Tes, 8) Tata tertib peserta tes, 9) Tata tertib pengawas.

Sistem Pengambilan Keputusan : Keputusan untuk menentukan diterima atau tidaknya seorang calon mahasiswa ditentukan berdasarkan 1) Kapasitas atau daya tampung yang tersedia, 2) Pada program studi tertentu menentukan batas nilai terendah yang dapat diterima, dan juga daya tampung yang tersedia. 3) Mahasiswa yang tidak diterima di pilihan pertama dapat memilih pada pilihan kedua.

3.1.2 Tuliskan data mahasiswa reguler dan mahasiswa transfer untuk masing-masing program studi S1 pada TS (tahun akademik penuh yang terakhir) di Fakultas/Sekolah Tinggi sesuai dengan mengikuti format tabel berikut:Mahasiswa

No. Hal

Jumlah Mahasiswa pada PS: Total

Maha-siswa pada Fakultas PS-1 P Ekon PS-2 PKN PS-3 PBSI PS-4 PBI (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 Program regular 1. Mhs. baru bukan transfer 153 280 77 84 594 2. Mhs. baru transfer - - 3 17 20 Total mhs. Reg-ular 153 280 80 101 614 2 Program non-reguler 1. Mhs. baru bukan transfer - - - - - 2. Mhs. baru transfer - - - - - Total mhs. non-reguler - - - - - Catatan:

(1) Mahasiswa program reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program pendidikan secara penuh waktu (baik kelas pagi, siang, sore, malam, dan di seluruh kampus). (2) Mahasiswa program non-reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program

pendidikan secara paruh waktu.

(3) Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang masuk ke program studi dengan mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari PS lain, baik dari dalam PT maupun luar PT.

(32)

31 3.1.3 Uraikan alasan/pertimbangan Fakultas/Sekolah Tinggi dalam menerima mahasiswa

transfer. Jelaskan pula alasan mahasiswa melakukan transfer.

Alasan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, IKIP Muhammadiyah Maumere menerima mahasiswa transfer antara lain :

1) Untuk menampung calon mahasiswa yang telah lulus Diploma 3 (D-3) dan ingin melanjutkan jenjang pendidikannya ke S-1

2) Untuk membantu mahasiswa yang orang tuanya dipindah tugas ke Maumere. Mahasiswa yang bersangkutan tentu ingin melanjutkan studi mereka, sehingga mencari perguruan tinggi lain yang dapat menerima.

3. 2 Lulusan

3.2.1 Tuliskan rata-rata masa studi dan rata-rata IPK lulusan selama tiga tahun terakhir dari mahasiswa reguler bukan transfer untuk tiap program studi S1 yang dikelola oleh Fakultas/Sekolah Tinggi dengan mengikuti format tabel berikut:

No. Program Studi Rata-rata masa studi

(tahun) Rata-rata IPK lulusan

(1) (2) (3) (4)

1 Pendidikan Ekonomi 4 Tahun 3,16

2 Pendidikan Kewarganegaraan 4 Tahun 3,19 3 Pendidikan Bahasa dan Sastra

Indonesia

4 Tahun 3,35

4 Pendidikan Bahasa Inggris 4 Tahun 3,06

(33)

32 3.2.2 Uraikan pandangan Fakultas/Sekolah Tinggi tentang rata-rata masa studi dan rata-rata IPK lulusan, yang mencakup aspek: kewajaran, upaya pengembangan, dan upaya pen-ingkatan mutu. Uraikan pula kendala-kendala yang dihadapi.

a. Kewajaran: Secara wajar mahasiswa harus menempuh perkuliahan selama 7,5 sampai dengan 8 semester,

a. Upaya pengembangan: Pengembangan terutama dengan meningkatkan kualitas lulusan Indikatornya adalah IPK rata rata 3,20.

b. Upaya Peningkatan Mutu: Untuk meningkatkan mutu antara lain dilakukan dengan penetapan standar IPK minimal dan lamanya masa studi. Selain itu peningkatan mutu dilakukan dengan memperhatikan standar mutu yang telah ditetapkan Gugus Penjaminan Mutu .

c. Upaya Peningkatan mutu: Untuk meningkatkan mutu antara lain dilakukan dengan penetapan standar IPK minimal dan lamanya masa studi. Selain itu peningkatan mutu dilakukan dengan memperhatikan standar mutu yang telah ditetapkan Gugus Penjaminan Mutu .

Kendala yang dihadapi :

a. Lamanya masa studi dan rata-rata IPK yang diperoleh mahasiswa belum maksimal disebabkan masih ada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, terutama untuk mahasiswa semester terakhir, sehingga konsentrasi mahasiswa untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu dan memperoleh IPK yang tinggi terhambat. Untuk mengatasi hal tersebut upaya yang dilakukan oleh Fakultas adalah mencarikan beasiswa bagi maha-siswa yang bersangkutan agar bias berkonsentrasi studi. Selain itu, memaksimalkan pemanfaatan proses pembelajaran dengan menggunakan multi media, seperti e-mail. b. Lingkungan tempat tinggal mahasiswa di area padat penduduk ikut berpengaruh

ter-hadap kenyamanan belajar mahasiswa. Suasana yang tidak kondusif ini membuat mereka tidak dapat berkonsentrasi belajar. Juga pengaruh budaya nongkrong maha-siswa membuat waktu belajar mereka berkurang.

c. Kemudahan teknologi komunikasi, seperti Internet, Whatsapp, BBM, Facebook dan Instagram membuat mahasiswa mengandalkan pada informasi yang ada di media ini. Akibatnya, mereka kurang dalam hal berpikir kritis.

Sebagian mahasiswa dalam bertindak masih terlalu mengacu pada peer group-nya, sehingga da-lam memilih peminatan bukan atas dasar minat dan bakat pribadinya. Karena itu, ketika sudah ada di semester yang lebih atas mereka mulai mengalami kesulitan belajar.

(34)

33 STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA

4.1 Dosen Tetap

Dosen tetap dalam borang akreditasi BAN-PT adalah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap pada PT yang bersangkutan; termasuk dosen penugasan Kopertis, dan dosen yayasan pada PTS dalam bidang yang relevan dengan keahlian bidang studinya. Seorang dosen hanya dapat menjadi dosen tetap pada satu perguruan tinggi, dan mempunyai penugasan kerja minimum 20 jam/minggu.

Dosen tetap dipilah dalam 2 kelompok, yaitu:

1. dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan PS 2. dosen tetap yang bidang keahliannya di luar PS

4.1.1 Tuliskan jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan masing-masing PS di lingkungan Fakultas/Sekolah Tinggi, berdasarkan jabatan fungsional dan pendidikan tertinggi, dengan mengikuti format tabel berikut:

No. Hal

Jumlah Dosen Tetap yang bertugas

pada Program Studi: Total di

Fakultas PS-1 Ekonomi PS-2 PKn PS-3 PBSI PS-4 PBING (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) A Jabatan Fungsional : 1 Asisten Ahli - - 5 2 7 2 Lektor 3 Lektor Kepala 4 Guru Besar/Profesor TOTAL 5 2 7 B Pendidikan Tertinggi : 1 S1 2 S2/Profesi/Sp-1 6 12 9 9 36 3 S3/Sp-2 TOTAL 6 12 9 9 36

(35)

34 4.1.2 Tuliskan banyaknya penggantian dan perekrutan serta pengembangan dosen tetap yang

bidang keahliannya sesuai dengan program studi pada Fakultas/Sekolah Tinggi dalam tiga tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut:

No. Hal PS-1 PE PS-2 PKN PS-3 PBSI PS-3 PBING Total di Fakultas (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Banyaknya dosen pensiun/berhenti - - - - -

2 Banyaknya perekrutan dosen baru

2 2 1 1 6

3 Banyaknya dosen tugas belajar S2/Sp-1

6 2 3 4 15

4 Banyaknya dosen tugas belajar S3/Sp-2

1 2 - - 3

4.1.3 Uraikan pandangan Fakultas/Sekolah Tinggi tentang data pada butir 4.1.1 dan 4.1.2, yang mencakup aspek: kecukupan, kualifikasi, dan pengembangan karir. Jelaskan kendala yang ada dalam pengembangan tenaga dosen tetap.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa kecukupan dosen dan kualifikasi cukup memadai. Seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan keilmuan di bidang sosial dan humaniora, maka fakultas terus melakukan pengembangan. Termasuk di antaranya peningkatan kuantitas dan kualitas dosen. Peningkatan kualifikasi pendidikan ter-hadap dosen yang berstatus S-1 terus di upayakan dengan cara memberi kesempatan untuk melanjutkan studi S-2 di beberapa perguruan tinggi yang menjalin kerjasama (MOU). Penambahan dosen terus dilakukan melalui perhitungan rasio dosen dan mahasiswa. Dosen disyaratkan minimal berkualifikasi S-2. Dosen diangkat berdasarkan usulan Kaprodi dan disetujui oleh Rektor. Untuk mempercepat pemenuhan rasio dosen dilakukan dengan menempuh kebijakan merekrut alumni atau kader Muhammadiyah lainnya yang memilki prestasi akademik yang tinggi untuk menempuh studi lanjut ke S-2 dan S-3 dengan perjanjian setelah lulus harus mengabdi di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, IKIP Muhammadiyah Maumere . Pada saat ini sudah 100% dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora IKIP Muhammadiyah Maumere berkualifikasi S-2.

Pengembangan dosen tetap dilakukan dengan mengikutsertakan pada kegiatan-kegiatan ilmiah terutama dalam kegiatan-kegiatan penelitian, penulisan buku ajar dan kegiatan-kegiatan semi-nar dan diskusi yang dapat mengembangkan wawasan dan kemampuan ilmiah para dosen. Kendala yang dihadapi:

(36)

35 a. Sulitnya mendapatkan pelamar yang memiliki kualifikasi S-2 yang siap menetap di

Ka-bupaten Sikka.

b. IKIP Muhammadiyah Maumere sebagai induk F-PISHUM yang baru, masih membutuh-kan banyak dana untuk pengembangan sarana dan prasarana

c. Besarnya biaya untuk studi S-2 dan S-3 cukup banyak, sedangkan beasiswa yang ada terbatas. Karena itu, bila tidak mendapat bea siswa penuh, dosen merasa keberatan.

4.2 Tenaga kependidikan

Tuliskan data tenaga kependidikan yang ada di Fakultas/Sekolah Tinggi dengan mengi-kuti format tabel berikut:

No. Jenis Tenaga

Kependidikan

Jumlah Tenaga Kependidikan Pendidikan Terakhir Unit Kerja S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA/ SMK (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1 Pustakawan * 2 2 1 IKIP 2 Laboran/ Tekni-si/ Analis/ Oper-ator/ Programer

2 3 1 4 IKIP

3 Administrasi 6 IKIP

4 Lainnya : …

Total 4 11 2 4

* Hanya yang memiliki pendidikan formal dalam bidang perpustakaan

Uraikan pandangan Fakultas tentang data di atas yang mencakup aspek: kecukupan, dan kualifikasi. Jelaskan kendala yang ada dalam pengembangan tenaga kependidikan.

Pandangan Fakultas tentang data di atas yang mencakup aspek: kecukupan, dan kualifikasi. Jelaskan kendala yang ada dalam pengembangan tenaga kependidikan.

Perpustakaan umum terdapat di tingkat institut. Di sini tersedia berbagai macam en-siklopedia, buku teks, jurnal, jurnal, dan skripsi, serta fasilitas e-book, dan e-journal. Tenaga kependidikan yang berkaitan dengan pustakawan masih terpusat di perpustakaan institut. Di fakultas yang kebetulan hanya memiliki satu program studi terdapat perpustakaan yang me-nyediakan berbagai koleksi buku, skripsi, dan jurnal Di sini mahasiswa diperbolehkan mem-baca buku di tempat karena belum ada tenaga pustakawan khusus yang melayani mereka.

Di laboratorium belum memiliki tenaga laboran yang berlatar belakang pendidikan yang sesuai. Di laboratorium

(37)

36 para tenaga ini tetap memerlukan pembinaan secara terus-menerus agar dapat memberikan layanan prima.

Kendala yang dihadapi

1. Untuk menyediakan tenaga kependidikan fakultas harus berkoordinasi dengan pihak in-stitut. Proses pengajuan dan persetujuan ini memakan waktu cukup lama. Bahkan acap kali tidak disetujui mengingat belum adanya anggaran.

2. Perkembangan teknologi komunikasi yang demikian cepat menuntut laboran untuk sela-lu memutakhirkan pengetahuan dan keterampilannya. Hal ini memersela-lukan dana yang be-sar.

3. Tenaga laboran yang memiliki kualifikasi tinggi tentu menginginkan gaji yang memadai, sedangkan penggajian di IKIP Muhammadiyah Maumere masih relatif lebih rendah dibandingkan institut swasta lainnya.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :