BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Sebuah waduk atau bendungan memiliki fungsi untuk meninggikan muka air sungai dan mengalirkan sebagian aliran air sungai yang ada ke arah sungai. Air sungai yang ditampung di dalam bendungan dipergunakan untuk keperluan irigasi, air minum, industri, dan kebutuhan kebutuhan lainnya. Kelebihan dari sebuah bendungan yaitu dapat menampung air sungai yang melebihi kebutuhan dan baru dilepas lagi ke dalam sungai di bagian hilir sesuai dengan kebutuhan serta pada waktu yang diperlukan. Bendungan atau waduk juga dapat didefinisikan sebagai bangunan air yang dibangun secara melintang terhadap sungai sedemikian rupa agar permukaan air sungai di sekitarnya naik sampai ketinggian tertentu. (Buku laporan akhir tahunan Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan 2012)
Waduk Ir H Djuanda merupakan suatu badan air yang terbentuk dengan membendung sungai yang telah beroperasi sejak tahun 1967 dengan luas maksimal 83 km² dan terletak di ketingiian 111m dpl, secara geografis terletak pada 6°29’ - 6°41’ LS dan 107°18’ - 107°24’ BT.
Balai Penelitian Pemulihan Dan Konservasi Sumber Daya Ikan (BP2KSI) bertanggung jawab atas penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan di perairan air tawar dan laut terutama pada Waduk Ir H Djuanda Purwakarta. BP2KSI bertugas menyusun rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta laporan waduk Ir H Djuanda. Kemudian melaksanakan penelitian pemulihan dan konservasi sumber daya ikan perairan tawar dan laut yang meliputi penelitian pemulihan sumber daya ikan, seperti penanaman benih, dan perbaikan habitat, serta pemeliharaan ekosistem dan pemanfaatan jenis sumber daya ikan. BP2KSI juga berfungsi sebagai pelayanan teknis, jasa (fasilitas untuk seminar), informasi, tempat komunikasi dan pengolahan kerjasama penelitian pemulihan dan konservasi jenis sumber daya ikan perairan tawar dan laut. Pengolah prasarana dan sarana penelitian, dan pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga (admisnistrasi pengeluaran balai penelitian dan gaji pegawai).
Waduk Ir H Djuanda merupakan waduk serbaguna yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, sumber air minum, irigasi, transportasi, pengendali banjir, pariwisata, olahraga serta kegiatan perikanan. Dipermukaan waduk Ir H Djuanda ini ada aktivitas nelayan yang tergabung dalam kelompok petani ikan KJA. KJA merupakan singkatan dari Keramba Jaring Apung. Keramba Jaring Apung adalah tempat pemeliharaana ikan yang dibuat dipermukaan air, dibatasi dengan jaring, dan menggunakan drum dan bambu agar terapung di permukaan air. Ciri lain dari kolam ini adalah terdapat rumah jaga dibagian tengahnya.
Melihat manfaat yang diperoleh dari waduk Ir H Djuanda sangat disayangkan jika waduk ini terkontaminasi oleh limbah petani ikan yang berlebihan. Budidaya ikan dalam KJA akan memberikan buangan berupa pakan yang tidak termakan dan feses ke badan air. Semakin banyak KJA yang beroperasi akan semakin banyak limbah yang masuk ke perairan. Pertumbuhan ikan ditentukan oleh proses metabolisme bioenergi dalam memanfaatkan pakan. Resiko terjadinya dampak tersebut ditentukan oleh pola distribusi spesial dan temporal oksigen dan tingkat beban bahan organik serta cadangan oksigen yang tersedia. Limbah yang terbuang pada waduk dapat mengakibatkan polusi bagi habitat ikan di dalam waduk. Bahaya yang diakibatkan polusi limbah tersebut adalah kematian massal pada ikan. Belum lagi sampah masyarakat yang dibuang ke dalam waduk seperti plastik yang susah terurai. Namun tidak semua kesalahan itu bisa kita bebankan kepada masyarakat sekitar, perubahan cuaca ekstrim yang dapat terjadi sewaktu waktu membuat perubahan kandungan oksigen pada air. Selain itu minimnya informasi dan pengetahuan membuat mereka tidak menyadari akan bahaya yang bisa saja terjadi akibat dari pembuangan limbah ke dalam waduk Ir H Djuanda.
Petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Ir H Djuanda rata-rata tinggal di rumah jaga yang dibangun di permukaan waduk. Mereka memilih tinggal dekat dengan lahan ikan mereka agar lebih mudah dalam perawatan dan pengembangannya, terutama pemilik kerambanya atau biasa disebut juragan ikan. Sedangkan buruh petani ikan yang bekerja sebagian tinggal dengan pemilik keramba dan sebagiannya lagi pulang kerumah yang bertempat tinggal di pinggir waduk.
Video yang akan dibuat oleh penulis adalah video digital berdurasi 15 menit. Video didefinisikan sebagai sekumpulan gambar bergerak yang diperoleh dari hasil rekaman kamera atau hasil animasi komputer. Sementara video digital adalah video yang direkam melalui kamera digital yang dapat diedit langsung saat video sudah selesai atau bahkan saat video itu masih berlangsung direkam. Dapat didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD.
Inilah yang menjadi alasan penulis memilih merancang video digital tentang bahaya limbah bagi waduk Ir H Djuanda sebagai topik tugas akhir penulis.
1.2. Permasalahan
Melihat dari gejala umum masyarakat indonesia saat ini, maka dirumuskan masalah sebagai berikut
1.2.1. Identifikasi Masalah
1. Petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) bertambah banyak dari tahun ke-tahun melebihi kapasitas Waduk Ir H Djuanda, sehingga menyebabkan produksi limbah yang berlebihan.
2. Limbah petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) berpengaruh besar pada kualitas perairan Waduk Ir H Djuanda.
3. Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (BP2KSI) kesulitan dalam memberikan informasi tentang bahaya dari limbah yang dihasilkan petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA).
1.2.2. Rumusan Masalah
Bagaimana merancang sebuah video digital sebagai media informasi tentang bahaya sisa pakan terhadap lingkungan perairan waduk Ir H Djuanda ?
1.3. Fokus Masalah
Untuk memberikan arah yang jelas mengenai masalah yang diteliti maka penulis memfokuskan penelitian sebagai berikut :
a. Geografis
Segementasi geografis pada penelitian ini berada pada negara Indonesia khususnya masyarakat yang bertempta tinggal di waduk Ir H Djuanda Jatiluhur, purwakarta, Bandung indonesia.
b. Demografis
Segementasi demografis dikelompokkan pada petani berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan usia 15 tahun sampai 60 tahun dan berpendidikan rendah, serta masyarakat dengan ekonomi rendah.
c. Psikografis
Target dari video tentang bahaya sisa pakan yang dirancang adalah masyarakat petani dengan gaya hidup sederhana dan masyarakat yang minim pengetahuan.
d. Behaviour
Video tentang bahaya sisa pakan ini ditujukan kepada masyarakat petani yang biasa berkumpul-kumpul pada saat ada organisasi yang diadakan sekali dalam sebulan oleh kelompok-kelompok organisasi yang ada.
1.4. Tujuan Perancangan
Merancang sebuah video digital sebagai media informasi tentang bahaya sisa pakan terhadap lingkungan perairan waduk Ir H Djuanda Jatiluhur.
1.5. Cara Pengumpulan Data 1. Pengamatan atau Observasi
Observasi yang berarti pengamatan yang bertujuan untuk mendapatakan data dari suatu masalah, sehingga diperoleh suatu pemahaman atau pembuktian terhadap inoformasi yang diperoleh sebelumnya. Peninjauan langsung pada waduk Ir H Djuanda sehingga memperoleh gambaran jelas tentang masalah yang diteliti. Melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap media audio visual untuk mendapat referensi yang baik. Saat ini belum ada informasi yang disampaikan kepada masyarakat petani dengan menggunakan media audio video.
2. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan cara memanfaatkan, mempelajari dan menggunakan buku-buku, dokumen, artikel yang telah ada untuk mendapat gambaran mengenai objek penelitian. Pengumpula data terhadapa catatan, buku-buku teori mengenai teori multimedia, desain komunikasi visual, media audio video, sinematografi, editing dan komunikasi informasi, perfilm-an dan teori waduk untuk membantu mendapatkan data dan informasi dalam menyelesaikan permasalahan yang akan dibahas.
3. Wawancara
Pengumpulan data melalui tanya jawab secara langsung kepada narasumber atau pihak yang terkait dengan objek penelitian. Wawancara berupa tanya jawab terhadap kepala Balai Penelitian Penelitian Pemulihan dan Konservasi sumber Daya Ikan dan karyawan peneliti lainnya mengenai bahaya sisa pakan terhadap lingkungan perairan waduk Ir H Djuanda. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan/ mengumpulkan data yang akurat dalam merancang video tentang bahaya sisa pakan terhadap lingkungan perairan waduk.
4. Kuisioner
Pengumpulan data dengan menyebarkan beberapa pertanyaan dan pilihan jawaban yang terkait pada topik kepada sejumlah masyarakat untuk memperoleh kesimpulan akan opini masyarakat yang valid. Kuisioner dilakuan dengan wawancara terstruktur terhadap masyarakat petani ikan satu-persatu. Hal ini dilakukan karena penulis khawatir ada beberapa petani yang buta huruf / tidak bisa membaca sehingga harus dibacakan kuisioner yang sudah ditulis.
1.6. Skema Perancangan Bagan 1.1 Skema Perancangan 1.7. Pembabakan 1. Bab I Pendahuluan
Merupakan penjelesan secara umum tentang penulisan yang menyangkut latar belakang, permasalahan, fokus, tujuan penelitian, cara pengumpulan data, dan kerangka penelitian serta pembabakan.
Petani Ikan KJA semakin bertambah setiap tahunnya sehingga menambah pembuangan limbah/sisa pakan pada waduk
Perancangan video digital berisikan animasi dan video rekaman langsung kondisi petani ikan KJA
Video diputar saat dilakukan penyuluhan oleh kantor perikanan atau kantor dinas setempat
Kualitas air waduk tetap terjaga sehingga waduk dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Dibutuhkan media yang sesuai untuk menyampaikan bahaya limbah/sisa pakan terhadap petani ikan KJA
Pra-Produksi -Naskah -Storyboard Post-Produksi -Audio Visual Editing -Music Produksi -Shooting - Narasi - Motion Graphic
2. Bab II Dasar Pemikiran
Menjelaskan beberapa landasan teori yang digunakan dalam proses perancangan majalah digital ini.
3. Bab III Data dan Analisis Data
Menjabarkan hasil pengumpulan data-data dari observasi secara langsung, wawancara kepada narasumber, kuisioner kepada beberapa remaja, maupun studi literatur terhadap media cetak dan elektronik.
Analisis
Menjelaskan berbagai analisis berdasarkan data yang telah didapatkan kemudian menguraikannya berdasarkan landasan teori dan dasar pemikiran untuk mendapatkan pemecahan masalah.
4. Bab IV Konsep dan Hasil Perancangan
Menjelaskan konsep dan hasil perancangan video. Meliputi konsep komunikasi yang digunakan sebagai tema acuan, konsep kreatif berupa gaya gambar dan desain yang digunakan, konsep visual yang menjabarkan teknis perancangan.
5. Bab V Penutup
Menjelaskan kesimpulan yang diambil berdasarkan permasalahan yang telah diteliti dan hasil rancangan yang dibuat.