BAB IV
ANALISIS PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIFE LEARNING TIPE STAD DI KELAS IV MIS
WRINGINAGUNG TAHUN PELAJRAN 2015/2016.
A. Analisis Penerapan Model Pembelajaran STAD Pada Mata Pelajaran Fiqih kelas IV MIS Wringinagung.
Untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran STAD yang penulis terapkan di kelas IV MIS Wringinagung peneliti bersama kolabolator melakukan observasi dengan indikator sebagai berikut:
a. Kesiapan siswa mengikuti pembelajaran. b. Menyimak penjelasan guru
c. Keaktifan siswa dalam kelas
Dari indikator di atas didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Analisa Penerapan Model Pembelajaran STAD Pra Siklus
Pada tanggal 13 Januari 2016 diadakan tes awal sebelum diadakan siklus I. Dalam pembelajaran pra siklus ini pembelajaran menggunakan metode konvensional (belum menggunakan model pembelajaran kooperatif). Pada saat proses pembelajaran berlangsung peneliti bersama kolaborator mengamati keaktifan siswa sebelum menggunakan model pembelajran STAD terkait dengan penelitian, dan dari pengamatan tersebut dihasilkan data sebagai berikut.
Tabel 1
Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran fiqih Sebelum Menggunakan Model Pembelajaran STAD
No Nama Siswa
Aspek Pengamatan
A B C D
Jumlah aktivitas
1 Afrokhul Azkal Fikri 1 0 0 0 1
2 Aghni Akmalia 1 1 0 1 3
3 Azman Fallah 1 0 1 0 2
4 Ayu Shovia Sari 1 1 0 0 2
5 A.Rozin.S. 1 0 0 0 1
6 Bagus Ubaidilah 1 1 1 1 4
7 Citra Dwi Safitri 1 1 1 1 4
8 Dina Zuhrotul ifrokhah 1 1 1 0 3
9 Erna Fauziah 1 1 0 1 3
10 M.Fiki Maulana 1 0 0 0 1
11 M.Hambali 1 0 1 0 2
12 M.Irham Maulana 1 0 1 0 2
13 M.Nurul Huda 1 0 0 0 1
14 Nailul Qudsi Dyah Kumala 1 1 1 1 4
15 Novita Nilna Muna 1 1 1 1 4
17 Wulan Indah Sari 1 1 0 1 3
18 Sulis Setiawati Sari 1 1 1 0 3
19 Sulis Setya Wati 1 0 0 0 1
20 Slamet Dedi Cahyo 1 0 0 0 1
Keterangan :
A : Keantuasiasan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
B : Keberanian siswa dalam bertanya.
C : Keaktifan siswa dalam kelas.
D : Ketekunan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru
Tabel 2.
Kategori Nilai Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran fiqih
Sebelum Menggunakan Pembelajaran STAD
Nilai Kategori Jumlah siswa Presentase
4 Baik sekali 4 20%
3 Baik 5 25%
2 Cukup 4 20%
1 Kurang 7 35%
Pada tabel diatas respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran STAD pada kategori baik sekali ada 4 siswa. Pada kategori baik ada 5 siswa. Pada kategori cukup ada 4 siswa dan kategori kurang pada awal siklus ini masih mendominasi proses pembelajaran yang dilakukan, ini menunjukan bahwa siswa masih belum mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Permasalahan-permasalahan dalam tabel diatas, Peneliti memperoleh temuan-temuan sehubungan dengan keterampilan guru dalam pembelajaran yang dilakukan secara konvensional adalah: (1) Guru memberikan apersepsi terlalu cepat dan siswa belum jelas; (2) Guru menjelaskan materi secara verbalistik; (3) Guru mengadakan Tanya jawab singkat; (4) Guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan siswa; dan (5) Guru menutup pelajaran tanpa membuat rangkuman materi yang telah diajarkan. Permasalahan yang berasal dari siswa kelas IV MIS Wringginagung, yaitu; (1) Siswa kurang aktif dalam pembelajaran berlangsung; dan (2) Siswa merasa jenuh dengan metode pembelajaran yang monoton.
2. Analisis Penerapan STAD siklus 1.
Setelah mengetahui hasil keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran fiqih dikelas IV, selanjutnya peneliti menerapkan model pembelajaran STAD saat pembelajaran fiqih pada minggu berikutnya dan dari model STAD tersebut didapatkan hasil keaktifan belajar siswa sebagai berikut:
Tabel 4
Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran fiqih Melalui Model Pembelajaran STAD (siklus I)
No Nama Siswa
Aspek Pengamatan Jumlah aktivitas
A B C D
1 Afrokhul Azkal Fikri 1 0 1 0 2
2 Aghni Akmalia 1 1 1 1 4
3 Azman Fallah 1 1 1 0 3
4 Ayu Shovia Sari 1 0 0 0 1
5 A.Rozin.S. 1 0 1 0 2
6 Bagus Ubaidilah 1 1 1 1 4
7 Citra Dwi Safitri 1 1 1 1 4
8 Dina Zuhrotul ifrokhah 1 1 1 0 3
9 Erna Fauziah 1 1 0 1 3
10 M.Fiki Maulana 1 0 0 0 1
11 M.Hambali 1 1 1 0 3
12 M.Irham Maulana 1 0 0 1 2
13 M.Nurul Huda 1 0 1 0 2
14 Nailul Qudsi Dyah Kumala 1 1 1 1 4
15 Novita Nilna Muna 1 1 1 1 4
17 Wulan Indah Sari 1 1 1 0 3
18 Sulis Setiawati Sari 1 1 1 1 4
19 Sulis Setya Wati 1 0 0 0 1
20 Slamet Dedi Cahyo 1 0 0 0 1
Keterangan :
A : Keantuasiasan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. B : Keberanian siswa dalam bertanya.
C : Kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil kerjanya. D : Kemampuan siswa bekerjasama dalam kelompok
Tabel 5
Kategori Nilai Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran fiqih
Menggunakan Pembelajaran STAD (siklus I)
Nilai Kategori Jumlah siswa Presentase
4 Baik sekali 6 30%
3 Baik 5 25%
2 Cukup 4 20%
1 Kurang 5 25%
Jumlah 20 100%
Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa pada siklus I dalam proses pembelajaran dinyatakan dengan persentase aktivitas ada 4 kategori yang diamati. Dalam siklus I ini aktivitas siswa dalam pembelajaran belum memperhatikan penuh dengan penjelasan guru, siswa belum siap menghadapi pembelajaran juga
ada siswa yang membuat kegaduhan. Sebagian besar siswa belum mau membaca materi pembelajaran saat pembelajaran maupun diskusi dan pada saat diskusi berlangsung banyak siswa yang ramai dengan teman kelompoknya, siswa belum begitu antusias dan meganggap tidak penting dalam berdiskusi. Kegiatan menulis hasil diskusi dan kesimpulan guru siswa masih terlihat malas dan kurang bersemangat dalam menulis jawaban. Dalam kegiatan pembelajaran siswa kurang dalam bertanya dan mengemukakan pendapat karena mereka takut salah. Begitu juga dalam kelompok masih kurang aktif baik dalam mengemukakan pendapat ataupun bertanya pada kelompok lain.
3. Analisis Penerapan Model Pembelajaran STAD siklus I.
Setelah mengetahui hasil keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran fikih dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada siklus I di kelas IV. Masih banyak siswa yang belum bisa mengikuti pembelajaran dengan aktif sehingga peneliti kembali menerapkan pembelajaran STAD pada saatpembelajaran fikih dikelas IV MIS Wringinagung pada minggu berikutnya (siklus II) dan dari pembelajaran STAD tersebut didapatkan hasil keaktifan belajar siswa sebagai berikut:
Tabel 6
Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran fiqih Melalui Model Pembelajaran STAD (siklus II)
No Nama Siswa
Aspek Pengamatan
A B C D
Jumlah aktivitas
1 Afrokhul Azkal Fikri 1 1 1 0 3
2 Aghni Akmalia 1 1 1 1 4
3 Azman Fallah 1 1 1 0 3
4 Ayu Shovia Sari 1 0 0 0 1
5 A.Rozin.S. 1 0 1 1 3
6 Bagus Ubaidilah 1 1 1 1 4
7 Citra Dwi Safitri 1 1 1 1 4
8 Dina Zuhrotul ifrokhah 1 1 1 1 4
9 Erna Fauziah 1 1 1 1 4
10 M.Fiki Maulana 1 0 0 1 2
11 M.Hambali 1 1 1 1 4
12 M.Irham Maulana 1 0 1 1 3
13 M.Nurul Huda 1 0 1 0 2
14 Nailul Qudsi Dyah Kumala 1 1 1 1 4
15 Novita Nilna Muna 1 1 1 1 4
17 Wulan Indah Sari 1 1 1 0 3
18 Sulis Setiawati Sari 1 1 1 1 4
19 Sulis Setya Wati 0 1 1 0 2
20 Slamet Dedi Cahyo 1 1 0 1 3
A : Keantuasiasan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. B : Keberanian siswa dalam bertanya.
C : Kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil kerjanya. D : Kemampuan siswa bekerjasama dalam kelompok
Tabel 7
Kategori Nilai Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran fiqih
Menggunakan Pembelajaran STAD (siklus II)
Nilai Kategori Jumlah siswa Presentase
4 Baik sekali 9 0,45%
3 Baik 6 0,3%
2 Cukup 3 0,15%
1 Kurang 2 0,1%
Jumlah 20 100%
Pada hasil pengamatan tabel diatas terhadap aktivitas siswa pada siklus II dalam pelajaran FIQIH proses pembelajaran dinyatakan dengan persentase aktivitas ada 4 kategori yang diamati. Siklus II ini aktivitas siswa dalam pembelajaran sudah memperhatikan penuh dengan penjelasan guru, siswa juga
sudah siap menghadapi pembelajaran tetapi juga ada siswa yang masih membuat kegaduhan. Sebagian besar siswa sudah mau membaca materi pembelajaran saat pembelajaran diskusi berlangsung banyak siswa yang senang dalam berdiskusi bersama teman kelompoknya. Kegiatan menulis hasil diskusi dan kesimpulan guru siswa sudah terlihat antusias dan bersemangat dalam menulis jawaban. Dalam kegiatan pembelajaran siswa sudah aktif bertanya dan mengemukakan pendapat karena mereka sudah diberi motivasi oleh guru. Begitu juga dalam kelompok sudah aktif baik dalam mengemukakan pendapat.
B. Analisa Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas IV MIS Wringinagung.
Hasil belajar adalah kemampuan aktual yang diukur secara langsung yang merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Sebelum menganaliss data tentang hasil belajar pada mata pelajaran fiqih terlebih dahulu penulis sajikan rekap nilai hasil belajar pada mata pelajaran fiqih kelas IV MIS Wringinagung dari awal siklus sampai siklus dua sebagai berikut:
1. Deskripsi Nilai Prasiklus
Dalam pembelajaran Fiqih dengan Standar kompetensi mengenal ketentuan shalat id, hasil yang didapat kurang memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa, dari 20 siswa hanya 4 siswa yang tuntas sedangkan 16 siswa yang lainnya belum tuntas dan belum menguasai materi yang disampaikan oleh guru. siswa mengalami kesulitan. hal ini disebabkan karena penjelasan dari guru belum menggunakan model pembelajaran yang baik,
penjelasan guru terlalu cepat, metode yang digunakan masih didominasi dengan ceramah, dan siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga membuat siswa menjadi bosan.
Berikut ini adalah hasil data dari Prasiklus :
Tabel 8
Nilai Ketuntasan Belajar Prasiklus
No Nama Siswa
Prasiklus
Nilai Tuntas Belum
1 Afrokhul Azkal Fikri 30 - BT
2 Aghni Akmalia 80 T -
3 Azman Fallah 40 - BT
4 Ayu Shovia Sari 20 - BT
5 A.Rozin.S. 30 - BT
6 Bagus Ubaidilah 70 T -
7 Citra Dwi Safitri 80 T -
8 Dina Zuhrotul ifrokhah 50 - BT
10 M.Fiki Maulana 30 - BT
11 M.Hambali 50 - BT
12 M.Irham Maulana 40 - BT
13 M.Nurul Huda 50 - BT
14 Nailul Qudsi Dyah Kumala 50 - BT
15 Novita Nilna Muna 80 T -
16 Nabilatul Izza 20 - BT
17 Wulan Indah Sari 50 - BT
18 Sulis Setiawati Sari 50 - BT
19 Sulis Setya Wati 30 - BT
20 Slamet Dedi Cahyo 30 - BT
Jumlah 940 4 16
A. Siswa yang belum tuntas dalam belajar adalah 16/20 x100% = 80% B. siswa yang tuntas adalah 4/20 x 100% = 20%
Tabel : 9
Analisis Data Kuantitatif Prasiklus
No Interval Nilai Titik tengah ( Xi ) Frekuensi ( f ) Fi x Xi Frekue nsi relatif 1. 0 – 10 5,5 - - - 2. 11 – 20 15,5 2 31 3,69% 3. 21 – 30 25,5 5 127,5 15,17 % 4. 31 – 40 35,5 2 71 8,45 % 5. 41 – 50 45,5 7 318,5 37,9 6. 51 – 60 55,5 - - - 7 61 – 70 65,5 1 65,5 7,79 % 8. 71 – 80 75,5 3 226,5 26,9 % 9. 81 – 90 85,5 - - - 10. 91 – 100 95,5 - - - JUMLAH 20 840
Keterangan : Nilai rata-rata :
f fixXi
= 840/20 = 42
Grafik
Hasil Belajar Siswa Pra Siklus
0 1 2 3 4 5 6 7 0 - 10 11-20 21- 30 31-40 41-50 51-60 61-70 71-80 81-90 91-100 0 2 5 2 7 0 1 3 0 0
Nilai yang diperoleh siswa
2. Deskripsi Nilai Siklus I
Perbaikan pembelajaran siklus I merupakan usaha perbaikan pembelajaran sebelumnya. Perbaikan pembelajaran siklus I sudah menerapkan model pembelajaran cooperatif tipe STAD. Untuk mengawali pembelajaran, membuat rencana dalam langkah-langkah sebagai berikut : memeriksa kembali RPP prasiklus, memperbaiki RPP prasiklus.
Guru sebagai peneliti dibantu teman sejawat sebagai pengamat melaksanakan perbaikan pembelajaran yang berpedoman pada rencana perbaikan pembelajaran. langkah-langkah perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
1) Kegiatan Awal
Pada tahap kegiatan ini guru mengabsen siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran agar siswa lebih memperhatikan pembelajaran yang akan berlangsung juga diadakan apersepsi agar menarik perhatian siswa.
2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan ini guru memberikan penjelasan tentang materi shalat idain dengan menggunakan model pembelajaran STAD kemudian siswa mengadakan diskusi kelompok.
3) Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir ini guru memberikan uji kompetensi dan pekerjaan rumah. Dari hasil pengamatan mendapatkan masukan bahwa proses pembelajaran pada siklus I sudah menunjukkan peningkatan. . Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa, dari 20 siswa ada 8 siswa yang tuntas dan 12 siswa yang lainnya belum tuntas.
Berikut ini adalah hasil data dari penelitian siklus I :
Tabel 10
Nilai Ketuntasan Belajar Siklus I
No Nama Siswa
SIKLUS I
Nilai Tuntas Belum
1 Afrokhul Azkal Fikri 40 - BT
2 Aghni Akmalia 80 T -
3 Azman Fallah 60 T -
5 A.Rozin.S. 45 - BT
6 Bagus Ubaidilah 90 T -
7 Citra Dwi Safitri 75 T -
8 Dina Zuhrotul ifrokhah 50 - BT
9 Erna Fauziah 70 T -
10 M.Fiki Maulana 35 - BT
11 M.Hambali 50 - BT
12 M.Irham Maulana 40 - BT
13 M.Nurul Huda 50 - BT
14 Nailul Qudsi Dyah Kumala 50 - BT
15 Novita Nilna Muna 80 T -
16 Nabilatul Izza 35 - BT
17 Wulan Indah Sari 65 T -
18 Sulis Setiawati Sari 70 T -
19 Sulis Setya Wati 35 - BT
Jumlah 1065 8 12
a. Siswa yang belum tuntas dalam belajar adalah 12/20 x100% =60 b. siswa yang tuntas adalah 8/20 x 100% = 40
Tabel : 11
Analisis Data Kuantitatif Siklus I
No Interval Nilai Titik tengah ( Xi ) Frekuensi ( f ) Fi x Xi Frekuensi relatif 1. 0 – 10 5,5 - - - 2. 11 – 20 15,5 1 15,5 1,53% 3. 21 – 30 25,5 1 25,5 2,54% 4. 31 – 40 35,5 5 177,5 17,5% 5. 41 – 50 45,5 5 227,5 22,5% 6. 51 – 60 55,5 1 55,5 5,49% 7 61 – 70 65,5 3 196,5 19,4% 8. 71 – 80 75,5 3 226,5 22,4% 9. 81 – 90 85,5 1 85,5 8,46% 10. 91 – 100 95,5 - - -
JUMLAH 20 1010
Keterangan : Nilai rata-rata :
f
fixXi = 1010/20 = 50.5
Dalam pembelajaran pra-siklus diperoleh hasil rata-rata 50.5
Grafik
Hasil Belajar Siswa Siklus I
0 1 2 3 4 5 0 - 10 11-20 21- 30 31-40 41-50 51-60 61-70 71-80 81-90 91-100 0 0 1 1 5 1 3 3 1 0
Nilai yang diperoleh siswa
3. Deskripsi Nilai Siklus II
Sebelum melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II guru sebagai peneliti dan pelaksana pembelajaran mengadakan diskusi dengan teman sejawat untuk menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran tahap berikutnya. Semua kekurangan yang terjadi pada siklus I akan diperbaiki oleh guru. Pada siklus II ini kegiatan yang dilakukan seperti pada siklus I yaitu penyajian materi tentang ketentuan shalat id. Dari hasil pengamatan mendapatkan masukan bahwa proses pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan.
Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa, dari 24 siswa ada 15 siswa mencapai ketuntasan sedangkan 5 siswa yang lainnya belum mencapai ketuntasan. Dari hasil siklus II tidak perlu lagi diadakan kegiatan siklus berikutnya karena sudah sesuai dengan hasil yang ditargetkan atau sesuai dengan apa yang direncanakan.
Berikut ini adalah hasil data dari penelitian II : Tabel 12
Nilai Ketuntasan Belajar Siklus II
No Nama Siswa
SIKLUS I1
Nilai Tuntas Belum
1 Afrokhul Azkal Fikri 50 - BT
2 Aghni Akmalia 100 T -
3 Azman Fallah 70 T -
4 Ayu Shovia Sari 55 - BT
5 A.Rozin.S. 60 T -
6 Bagus Ubaidilah 100 T -
7 Citra Dwi Safitri 100 T -
8 Dina Zuhrotul ifrokhah 70 T -
10 M.Fiki Maulana 65 T -
11 M.Hambali 75 T -
12 M.Irham Maulana 65 T -
13 M.Nurul Huda 65 T -
14 Nailul Qudsi Dyah Kumala 85 T -
15 Novita Nilna Muna 100 T -
16 Nabilatul Izza 50 - BT
17 Wulan Indah Sari 75 T -
18 Sulis Setiawati Sari 90 T -
19 Sulis Setya Wati 45 - BT
20 Slamet Dedi Cahyo 45 - BT
Jumlah 1065 15 5
c. Siswa yang belum tuntas dalam belajar adalah 5/20 x100% =25 % d. siswa yang tuntas adalah 15/20 x 100% = 75 %
Tabel : 13
Analisis Data Kuantitatif Siklus
No Interval Nilai Titik tengah ( Xi ) Frekuensi ( f ) Fi x Xi Frekuensi relatif 1. 0 – 10 5,5 - - - 2. 11 – 20 15,5 - - - 3. 21 – 30 25,5 - - - 4. 31 – 40 35,5 - - - 5. 41 – 50 45,5 4 182 12,72% 6. 51 – 60 55,5 2 111 7,76% 7 61 – 70 65,5 4 262 18,58% 8. 71 – 80 75,5 3 226,5 15,57% 9. 81 – 90 85,5 2 171 11.95% 10. 91 – 100 95,5 5 477.5 33,39% JUMLAH 20 1430
Keterangan : Nilai rata-rata :
f
fixXi = 1430/20 = 71,5
Grafik
Hasil Belajar Siswa Siklus II
0 1 2 3 4 5 0 - 10 11-20 21- 30 31-40 41-50 51-60 61-70 71-80 81-90 91-100 0 0 0 0 4 2 4 3 2 5
Nilai yang diperoleh siswa
C. Pembahasan Persiklus
Berdasarkan data-data diatas pelaksanaan perbaikan pembelajaran Fiqih pada kompetensi dasar menjelaskan macam-macam shalat id. Keadaan nilai siswa pada prasiklus nilai rata-rata siswa 42 dengan siswa yang mendapat ketuntasan 4 siswa dari 20 siswa maka perlu diadakan kegiatan perbaikan pembelajaran siklus I. pada siklus I mengalami peningkatan. Siswa yang mendapat ketuntasan ada 8 siswa dari 20 siswa. Nilai rata-rata pada siklus I adalah 50,5 Peningkatan nilai hasil belajar siswa masih belum sesuai harapan maka perlu diadakan kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II. Pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar. Jumlah siswa yang medapat nilai tuntas ada 15 siswa dari 20 siswa dengan nilai rata-rata 71,5.
Perbaikan pada aktivitas pembelajaran pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada motivasi belajar siswa yang
meningkat dari pra-siklus sampai siklus II, siswa aktif dalam proses pembelajaran, siswa berani menanyakan hal-hal yang belum jelas, siswa berani mengerjakan latihan soal di papan tulis tanpa ditunjuk oleh guru. Jadi penggunaan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa.