• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - BAB I YENI YEN PANGESTI PGSD'17

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - BAB I YENI YEN PANGESTI PGSD'17"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dunia ini kaya akan keberagaman (diversity) dan keragaman (multiplicity) tentang pandangan bahasa, agama, adat istiadat, budaya dan sebagainya yang menjadikan kita sebagai makhluk yang unik Uno, H.B & Lamatenggo, N (2014:1). Perkembangannya, meskipun kita berbeda-beda namun kita tetap satu seperti yang tertera dalam semboyan Bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” yang memiliki makna meskipun berbeda-beda tetapi

pada hakekatnya Bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Keberagaman yang ada di bumi pertiwi kita ini menunjukkan bahwa setiap manusia itu harus saling menghormati dan menghargai antara yang satu dengan yang lainnya sehingga terciptalah kehidupan yang rukun dan harmonis. Salah satu upaya yang harus dicipta agar dapat membentuk kehidupan yang rukun dan harmonis, sangat diperlukannya suatu komunikasi yang baik dan juga efektif.

(2)

dan etika komunikan dalam menyampaikan pesan. Etika komunikator berkaitan dengan perilaku komunikasi yang etis atau beradab yang diperlihatkan oleh komunikator. Etika pesan berkaitan dengan kualitas kandungan pesan dan penyampaian pesan. Etika komunikan yang berkaitan dengan bagaimana komunikan menerima pesan dan memandang komunikan sebagai sumber pesan. Dalam kegiatan komunikasi harus ada rasa saling menghormati, menghargai semua yang terlibatdalam proses komunikasi, keramahan, ketulisan, niat baik, dan menghargai orang lain. Seandainya setiap orang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa yang santun, hubungan antar manusia pasti akan harmonis, suasana kehidupan pasti tenang dan cita-cita mewujudkan keluarga, bangsa, dan negara yang adil, makmur dan sejahtera akan mudah terwujud.

Era-globalisasi saat ini manusia melakukan komunikasi menggunakan media sosialsalah satunya melalui handphone yang terhubung dengan jaringan internet. kecanggihan teknologi terkait dengan fungsi handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi manusia juga dapat mengakses internet, Short Message Service (SMS), foto dan juga saling mengirimkan data.

Handphone pada saat ini tidak hanya digunakan oleh kalangan dewasa saja.

Sekarang anak-anak sudah banyak yang memiliki handphone dengan kecanggihan yang tidak kalah dengan handphone orang dewasa. Handphone sebagai alat komunikasi, adapun aplikasi media sosial yang terdapat pada handphone pada zaman globalisasi saat ini diantaranya yakni BBM, Whatsapp,

(3)

dunia yang sulit untuk bertemu bahkan sudah lama tidak berjumpa dapat berkomunikasi via handphone. Menggunakan media sosial tentu tidak terlepas dari dampak positif dan juga negatif.

Perbedaan yang tajam antara media lisan, tulisan, dan elektronik, masing-masing memiliki pengaruh yang berbeda dalam bentuk berinteraksi dengan setiap media. Penggunaan media komunikasi saat ini hendaknya harus berhati-hati. Melihat dari kasus dimedia sosial Instagram, anak SD yang sedang melakukan bulliying, dimana anak-anak SD tersebut melakukan kekerasan terhadap teman sekolahnya, dan mereka merekam kejadian tersebut lalu mengunggahnya kemedia sosial berupa Instagram, lalu video tersebut mulai disebar luaskan oleh oknum-oknum yang tidak bisa mempertanggungjawabkan. Media sosial merupakan alat komunikasi yang sangat mudah digunakan masyarakat pada umumnya untuk melakukan komunikasi dengan siapa saja, akan tetapi sebagai manusia yang beradab hendaknya juga harus tetap berhati-hati dalam menyikapi sesuatu yang diunggah pada media sosial.

(4)

Kata-kata yang sopan menunjukkan bahwa si penutur merupakan orang yang mengetahui sopan santun dalam pergaulan. Perilaku yang menunjukkan ketidak sopanan lebih bertuju kepada perilaku seseorang yang ditunjukkan secara personal yang bisa menimbulkan suasana konflik dan ketegangan yang lebih besar. Dengan kata lain setiap orang harus bertindak dengan penuh kesopanan antara satu dengan yang lainnya berdasarkan norma kesopanan yang disepakati dalam sebuah masyarakat maupun agama.

Melalui observasi dan juga wawancara dengan guru kelas sopan santun siswa-siswi di SD Negeri 2 Berkoh Purwokerto Selatan sangat kurang. Banyak siswa dalam berkomunikasi dengan guru seperti berkomunikasi dengan temannya sendiri. Meskipun di luar lingkungan sekolah, sopan santun tetap lah harus di terapkan dalam bermasyarakat. Seorang guru tetaplah harus dihormati dan dihargai meskipun itu di luar lingkungan sekolah. Begitu pula seorang guru, meskipun guru menerima bahasa dan penulisan muridnya yang tidak benar karena alasan untuk mengakrabkan diri dalam komunikasi dan kenyamanan siswanya. Hal ini juga perlu di batasi untuk menghindari siswa-siswinya berkata yang tidak baik dan kurang sopan.

(5)

Adapun contoh percakapan guru dan siswa pada media sosial facebook: “S: hy pak lg ngapain?”

“G:siapa ya?”

“S: masa gak tau pak ini Nmurid sd 2 kelas 5 pak”

Hal tersebut tidak sesuai dengan etika sopan santun yang diajarkan disekolah. Adapun beberapa kata-kata atau penulisan yang kurang sopan adalah sebagai berikut maksudnya (maksudnya), gak (tidak), apl (hafal), sph (siapa), hy (hai) dan lain-lainnya.

(6)

sedangkan untuk pengguna media sosial sendiri mencapai angka 2,2 miliar dengan pengguna handphone mencapai 3,7 miliar.

Sosial media seperti facebook dan yang lainnya memang mempunyai segudang manfaat bila dilihat dalam kasat mata. Penggunaan yang selalu sering akan membuat masyarakat diera modern ini malah semakin ketagihan dan tidak bisa lepas dari yang namanya penggunaan sosial media digadget mereka. Dampak perkembangan moral yang dapat ditimbulkan dari intensitas penggunaan internet yang berlebihan dan tanpa filter pada siswa, yaitu menulis pada facebook atau jejaring sosial lainnya memungkinkan merasa memiliki kebebasan menulis perkataan kotor dan ejekan.

Penelitian ini akan berusaha menganalisis tentang dampak media sosial terhadap pola komunikasi anak dalam pembentukan karakter. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran data yang jelas tentang penggunaan media sosial di kalangan siswa sehingga pihak sekolah dan orang tua dapat mengambil kebijakan dan antisipasi yang tepat untuk menghindari dampak negatif penggunaan media sosial dan pengaruh lingkungan siswa sehingga dapat tercapai karakter siswa yang sopan santun sesuai yang diharapkan.

B. Fokus Penelitian

(7)

sopan santun,dalam menggunakan media sosial dengan baik dan bijaksana. Penggunaan media sosial yang baik dan bijaksana dapat membentuk karakter sopan santun siswa dengan baik, dan juga mengetahui dampak positif dan dampak negatif dalam berkomunikasi menggunakan media sosial baik dengan guru, orang tua, maupun dengan teman sekolahnya.

C. Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang di atas, maka inti dari permasalahan pokok yang harus ditemukan jawabannya adalah bagaimana pendidikan karakter sopan santun dalam berkomunikasi menggunakan media sosial pada siswa SD Negeri 2 Berkoh. Sub pertanyaan yang menjadi latar belakang adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana dampak positif dan juga dampak negatif dalam berkomunikasi dengan menggunakan media sosial pada siswa SD Negeri 2 Berkoh?

2. Bagaimana pendidikan karakter sopan santun berkomunikasi dengan

menggunakan media sosial pada siswa SD Negeri 2 Berkoh?

3. Bagaimana upaya guru dan orang tua dalam mengajarkan pendidikan karakter sopan santun pada siswa SD Negeri 2 Berkoh?

D. Tujuan Penelitian

(8)

1. Mengetahui dampak negatif dan juga dampak positif dalam berkomunikasi dengan menggunakan media sosial pada siswa SD Negeri 2 Berkoh. 2. Melaksanakan pendidikan sopan santun siswa dalam berkomunikasi

dengan menggunakan media sosial disekolah maupun diluar sekolah serta masyarakat pada siswa SD Negeri 2 Berkoh.

3. Mengetahui upaya guru dan orang tua dalam mengajarkan pendidikan karaker sopan santun pada siswa SD Negeri 2 Berkoh.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak terutama bagi orang tua siswa, guru, sekolah, lingkungan masyarakat serta bagi siswa itu sendiri. Sumbangan bagi penentuan kebijakan, hasil penelitian ini juga dapat memberikan sumbangan bagi lembaga pendidikan dan implementasi serta perubahan kebijakan.

1. Guru dan Orang tua mengetahui dampak negatif dan juga dampak positif

dalam berkomunikasi dengan menggunakan media sosial yang digunakan oleh siswa dan anak-anaknya.

2. Siswa diharapkan mampu membangun dan menerapkan etika sopan santun dalam penggunaan media sosial, agar dapat memanfaatkan media sosial dengan bijak.

Referensi

Dokumen terkait

Interaksi sosial yang negatif juga dapat menyebabkan penolakan oleh teman sebaya, isolasi sosial, penarikan diri individu, depresi, perasaan kesepian dan bahkan pemikiran

Saat ini mereke mendapat dampak positif dari sosial media dan tidak menutup kemungkinan juga para peserta didik mendapatkan efek negatifnya, dari efek

Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah proses dan dampak dampak negatif dan positif dari penambangan

Dalam membentuk karakter anak tidak terlepas dari peran para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan memberikan contoh yang baik kepada mereka, bukan sekedar

Guru bukan hanya perlu melakukan pengawasan baik di sekolah maupun dalam kegiatan pembelajaran, namun juga memerlukan adanya inovasi dan motivasi dalam melaksanakan

Pemahaman yang baik oleh orang tua dalam penggunaan jejaring sosial akan dapat melindungi pemikiran anak mereka dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh media yang mereka

Tujuan dari resosialisasi anak jalanan di rumah singgah adalah membuat anak jalanan memiliki sikap baik dan positif, melakukan perilaku sosial yang sesuai dengan

Membentuk dan mengaktifkan lumbung-lumbung pangan di RT dan RW untuk mengatasi dampak sosial yang terjadi akibat penyebaran covid-19; Memanfaatkan anggaran dana desa/kelurahan untuk